Posted by: RETORIKA | Mei 11, 2008

Antara Warna Dengan Sepeda Motor

Tidak hanya partai yang memiliki kaitan erat dengan warna tertentu. Antara Motor dengan warna pun ternyata demikian. Bahkan dengan warna seseorang dapat menebak merk motor tersebut hanya dengan melihat warnanya. Kadang saking terikatnya dengan warna tersebut menjadi tidak ”sreg” bila memilih warna selain warna khas brand motor tersebut. Kini hampir setiap motor memiliki warna khas namun belum tentu warna khas tersebut begitu mengkikat dengan motor tersebut. Berikut merupakan urutan ikatan paling erat antara warna dengan brand motor terebut.

1. Kawasaki dan Lime Green

Kawasaki, bahkan sering disebut motor “Geng Hijau” warna Lime Green sendiri begitu terikat dengan Kawasaki sampai-sampai tidak ada brand lain yang berani menggunakan warna Lime Green sebagai opsi warna dalam produknya. Sebagai catatan bagi Kawasaki warna hijau juga digunakan di dalam ajang balap baik Moto GP maupun WSBK.

2. Ducati dan Solid Red

Seperti saudaranya yang beroda empat, Ferarri  Ducati hanya menawarkan produknya dalam 3 warna yaitu Merah, Kuning, Hitam terlepas kini mengeluarkan produk berwarna putih untuk 848 namun seperti juga Ferarri yang menggunakan warna Merah dalam ajang motor sport dan opsi warna utama pada produknya pada akhirnya warna merah solid tersebut menjadi warna khas pabrikan asal Bologna ini.

3. Aprilia dan Warna Hitam Dof

Masih ingat ketika Max Biaggi menjadi kampiun Gp 250 pada tahun 1995-97 sebelum pindah ke Honda pada tahun 1998. Warna hitam dof pada Chesterfield Aprilia nya menjadi sebuah momok tersendiri. Kini hampir semua semua jejeran aprilia menggunakan warna tersebut, meski warna Silver merupakan alternatif kedua bagi pabrikan Italy ini.

4. Bajaj dan Hitam Metalik

Meski secara brand belum setenar pabrikan Jepang maupun Italy tetapi motor buatan india ini sendiri memiliki warna tersendiri yaitu Hitam Metalik. Terbukti dari jejeran produknya yang hampir seluruhnya didominasi warna Hitam metalik

5. Suzuki dan Two Tone Biru Solid dan Putih

Sebenarnya warna utama suzuki adalah kombinasi dua warna alias two tone Biru Putih. Namun karena warna tersebut terbilang jarang dipilih oleh konsumen ditanah air. Namun kini produk Two Tone tersebut dapat ditemukan pada produk seperti Satria 150 FU ataupun New shogun.

6. Yamaha antara Biru dan Two Tone Merah dan Putih

Yamaha adalah sebuah brand mapan tetapi untuk warna justru publik dibikin bingung dengan warna ciri khasnya. Karena mereka memiliki 2 warna utama yaitu Biru metalik ataupun kombinasi Putih Merah. Hal ini di buat tambah rumit dengan warna kombinasi Kuning Hitam. Namun seiring dengan waktu plus keterlibatan Yamaha di Moto GP menjadikan warna Biru metalik semakin identik dengan Yamaha,

7. Honda dan Warna Apa yah ?

Produsen motor terbesar didunia ini justru malah terkesan malah tidak memiliki warna khas. Padahal pabrikan dengan pangsa pasar terbesar ini memiliki juga memiliki warna dan liveri khusus. Yang tidak lain adalaha kombinasi tiga warna yaitu Putih, Merah dan Hitam. Hanya saja karena luasnya jejeran produk Honda maka warna tersebut menjadi tidak begitu menonjol.

Posted by: RETORIKA | Mei 9, 2008

Penyebab Kemacetan Bukan Cuma Kendaraan Pribadi !!!

Penertiban Parkir Motor ala DLLAJ Yang Kontroversial ( Teori Kambing Hitam? )

Untuk mengurangi kemacetan Pemda DKI menginstruksikan segenap aparat DLLAJ untuk melakukan penetiban terhadap parkir liar baik yang dilakukan oleh kendaraan roda 4 ataupun kendaraan roda dua semisal sepeda motor dan mugkin sepeda onthel :lol: namun sebenarnya tindakan demikian tidak sepenuhnya benar. Karena penyebab kemacetan tidak melulu disebabkan parkiran sembarangan kendaraan pribadi namun juga disebabkan oleh berbagai faktor, tidak terkecuali kelalaian Pembda DKI dalam menyediakan infrastruktur yang memadai.  

Jangan Selalu Menyalahkan Kendaraan Pribadi Dong !

Sudah bosan rasanya jika mendengar pejabat terutama pejabat pemerintah DKI yang melulu menyalahkan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil sebagai biang kemacetan. Meski jumlah mereka terus membengkak namun tidak sepenuhnya kemacetan disebabkan oleh keberadaan kendaraan pribadi tersebut.

Kendaraan umum semisal Bus, Angkot hingga  Truk merupakan pihak yang selama ini selalu saja lolos dari tuduhan. Padahal sudah merupakan fakta bahwa hampir kalau tidak mau dibilang seluruh kemacetan disebabkan oleh antrian kendaraan yang terpaksa ikut berhenti ketika Bus dan Angkot berhenti di tengah jalur untuk menaik-turunkan penumpang. Bahkan banyak titik kemacetan disebabkan oleh keberadaan terminal liar seperti yang ada di perempatan Cilandak-Ampera. Sama seperti kendaraan pribadi yang dituding sering parkir sembarangan, nampaknya kendaran Bus dan Angkot justru selalu berhenti sembarangan diluar halte yang disediakan justru lolos dari tudingan aparat Pembda yang konon sering mengambil kesimpulan yang terlalu dini.

Faktor lain penyebab kemacetan tidak lain karena kondisi jalan yang amburadul alias tidak layak pakai. Kondisi seperti ini sering kali memaksa kendraan untuk melaju dalam kecepatan lambat untuk menghindari kerusakan maupun kecelakaan. Namun seperti biasa, dari pada memperbaiki kondisi jalan dengan maksimal Pemda nampaknya lebih senang menyalahkan kendaraan pribadi sebagai biang kemacetan.

Menggembosi Ban dan Pengikatan ban dengan Rantai …

Alasanya adalah memberikan efek jera, nampaknya solusi tersebut hanya akan menimbulkan masalah. Karena sampai sat ini selain di gedung pusat pertokoan atau perkantoran hampir tidak ditemukan tempat parkir khusus kendaraan roda dua.  Akibatnya hampir di seluruh tempat di kawasan Jakarta, yang disebut lahan parkir untuk sepeda motor adalah di trotoar alias bukan ditempat parkir semestinya. . Menggembosi Ban, dan Pengikatan dengan rantai sendiripun belum memiliki dasar hukum yang jelas. Terlebih melihat mental Aparat DLLAJ yang jauh dari mumpuni bisa jadi tindakan menggembosi dilakukan tanpa tujuan yang jelas namun menjadi sebuah perbuatan yang legal. Parahnya tindakan seperti ini - terutama penggembosan bisa dimanfaatkan oleh pihak yang ingin berbuat “iseng”. Pada akhirnya, alih alih mengurangi kemacetan yang terjadi justru menyusahkan pemilik kendaraan pribadi. Payah :?

Posted by: RETORIKA | Mei 6, 2008

Membangun Brand Image Seperti Honda, Sulit Bro !

Membangun brand Image adalah sebuah perkara yang sulit, rumit dan kadang tidak semudah yang dibayangkan meski sebuah pabrikan telah mangalokasikan dana yang tidak sedikit. Karena untuk terciptanya brand yangkuat sebuah manufaktur terutama speda motor tidak saja harus mampu membuat produk berkualitas baik namun juga harus mampu konsisten didalam sebuah bidang serta memiliki ciri khas tertentu.

Di Asia Pasifik Brand Honda seperti Toyota , Lho Kok ?

Untuk kawasan regional Asia Pasific Brand Honda merupakan sebuah produsen spedamotor yang paling besar baik dari segi pemasaran, produk maupun asetnya. Kesuksesan Honda menguasai pasar tentunya tidak lepas dari brand Image honda yang sangat berpengaruh di masyarakat alias konsumen. Usaha dan kekuatan nama besar Honda tidak dapat diraih seperti membalikan telapak tangan atau seperti usaha yang dilakukan oleh Roman Abrahamovic dalam membangun Chelsea yang dapat diperoleh hanya dengan mengucurkan dana ratusan juta dolar.

Dibutuhkan usaha keras semisal memproduksi berbagai produk untuk berbagai segmen secara konsisten dengan standar yang sama. Sehingga brand tersebut memiliki sebuah pondasi kuat disetiap segmen, bahkan kalaupun konsumen tersebut melakukan shift up alias “naik kelas” produk tersebut mampu mengakomodir kebutuhan konsumen transegmen tanpa harus membuat konsumen tersebut melirik merk lain.

Hal ini dibuktikan dengan variasi produk Honda yang dimulai dari segmen paling dasar dalam piramida produk Honda. Semisal diawali dengan produk Moped kemudian City Bike, Light Sport hingga Superbike maupun grand Tourer. Ibarat melakukan kaderisasi dari generasi ke generasi maupun trans segmen yang dilakukan oleh Toyota, pabrikan besar seperti Honda memiliki kemampuan memupuk konsumenya dari menawarkan produk varian paling dasar hingga varian paling Hi-end yang notabene kebanyakan produk mereka hanya mampu dibeli oleh mereka yang sudah berstatus mapan.

Memiliki Ciri Khas Tersendiri seperti Kawasaki dan Yamaha

Cara lain yang dapat di tempuh untuk membangun brand image adalah membangun ciri khas seperti image “Sporty” oleh Yamaha dan “Super Fast” ala Kawasaki. Namun mengapa secara global pemasaran mereka tidak bisa sesukses Honda ? Sebenarnya cukup sederhana. Image Sporti maupun Hi performance ala Kawasaki sendiri secara tidak langsung memiliki sisi negatif. Yang tidak lain adalah mengkotak kotakan konsumen itu sendiri. Akibatnya bagi mayoritas konsumen yang cenderung menggunakan speda motor sebagai kendaraan beban akan sedikit mengalami rasa sungkan untuk membeli produk tersebut. Efek langsungnya hanya kelompok konsumen yang fanatik dengan aura dan gaya ”Sporty”  lah yang menjadikan Yamaha atau Kawasaki sebagai pilihan utamanya, padahal kelompok konsumen berkategori tersebut tidak sebanyak konsumen ”umum” yang membeli motor sekedar hanya menjadikanya kuda beban.

Image Kuat Brand Italy, Kenapa Gagal Menguasai Pasar?  

Siapa sih yang tidak kenal Ducati, spedamotor yang disamakan dengan Ferarri roda dua. Atau Eksotisme MV Agusta, Benelli hingga keganasan produk Aprilia? Tetapi kenapa mereka gagal menguasai pasar bahkan untuk dinegrinya sendiri pun mereka hanya menjadi pabrikan urutan kesekian yang berada jauh dibelakan kwartet jepang? Yang lebih ironis merekapun sempat mengalami pailit untuk jangka waktu tertentu padahal secara brand Image mereka tidak kalah kuat dibanding produsen jepang.

Hal ini utamanya disebabkan oleh faktor harga. Umumnya mereka membandrol produknya 2 atau 3 kali lipat lebih mahal dibanding produk serupa dengan produk pesaingnya yang berasal dari negri matahari terbit. Padahal produk yang mereka tawarkan tidak memiliki keunggulan yang signifikan dibanding produk jepang tersebut, jika tidak mau dibilang lebih buruk bila dilihat dari faktor reabilitas. Disamping itu harga tersebut membatasi segmentasi konsumen mereka dimana bagi konsumen di luar segmen terebut terpaksa membeli produk lain yang memiliki resiko yaitu : kalaupun secara ekonomi mereka telah mampu membeli produk italy namum karena telah merasakan produk Jepang akibatnya mereka menjadi sungkan untuk beralih kepada produk lain (italy) yang ironisnya produk tersebut tadinya begitu mereka impikan.  

Untuk itu rasanya alasan ekslusifitas tidak mampu mereka jadikan nilai jual untuk menantang produk dari jepang. Salah satu cara bagi mereka untuk tetap eksist hanyalah mengandalkan konsumen setia yang telah menjadikan brand mereka sebagai bagian dari hidup alias “Cult” tidak heran dari tahun ke tahun konon konsumen mereka bisa dibilang itu-itu saja. Kalaupun ada usaha pabrikan Italy melakukan trobosan adalah yang dilakukan oleh Cagiva dengan menggunakan produk jepang (Suzuki sebagai mesin Raptor 600,1000 dan Hyosung sebagai bakal mesin Mito 500) namun akibatnya kadang menjadi bumerang. Disamping memiliki harga yang tetap lebih mahal dibanding produk Jepang lainya, produk tersebut kurang diminati oleh pencinta motor Italy sejati.   

Posted by: RETORIKA | Mei 4, 2008

Yamaha FZ 150 … Alternatif Kawasaki Ninja ZX 250

Sepertinya kehadiran Kawasaki Ninja ZX 250R tidak hanya membuat konsumen berdebar debar (entah karena nggak sabaran ingin membeli, sekedar penasaran ataupun kecewa karena bandrolnya dianggap kemahalan) tetapi kehadiran Sport Bike Kawasaki ini setidaknya sedikit banyak mengganggu rencana pabrikan lain, tidak terkecuali YMKI.

Yamaha FZ150 - Varian Hi-End Yamaha Regional

Yamaha FZ 150 atau supaya lebih gampang bisa di identikan sebagai Miniatur Yamaha Fazer 600. Merupakan salah satu motor Street Fighter ringan. Terlebih dengan kapsitasnya yang hanya 150cc namum memiliki penampilan sangar layaknya motor berkapasitas 600cc. Sebuah resep jitu untuk meraih pasar terutama di Indonesia. Motor ini memilik tenaga sebesar 18-20 hp. Dengan kapasitas 150cc tenaga sebesar itu dirasa cukup untuk digunakan sebagai motor harian.

Alternatif Dari Yamaha untuk Fazer 250

Bisa dibilang tampilan Fazer 250 tergolong konvensional, terlebih jika dibandingkan dengan Kawasaki ZX 250R.  Dengan kapasitas 250cc memaksa YMKI mamatok harga tinggi untuk produk yang satu ini. Akibatnya bukan tidak mungkin bila YMKI memaksakan merilis produk ini akan bernasib sama dengan Suzuki Thunder 250 alias mati muda. Mungkin dengan kehadiran Yamaha FZ 150 diharapkan motor ini tidak sja dapat memperkuat brand image Yamaha tetapi juga mampu meraih pasar dalam jumlah yang signifikan mengingat secara teknologi dan ongkos produksi Yamaha FZ 1 tidak lebih mahal dari Yamaha V-Ixion hanya saja FZ 150 mampu memberikan penampilan lebih elegan dibanding saudaranya. Kita tunggu ! 

Posted by: RETORIKA | Mei 4, 2008

MotoGP Makin Seru … Doni Tata dapat Poin

4 Seri Balapan 4 Juara

Sejak digelar pertama kali di Qatar, musim balap 2008 telah menghasilkan 4 pembalap dari 4 seri yang berbeda. Dimulai oleh Casey Stoner kemudian Pedrosa, Lorenzo dan kini Valentino Rossi yang selama ini telah puasa gelar sejag GP Estoril Musim Lalu. Pada klasemen sementara Dani Pedrosa masih memimpin, disusul oleh Lorenzo, Rossi dan Juara bertahan Casey Stoner. bukan tidak mungkin diseri berikutnya kita bisa mendapatkan juara baru entah itu James Toseland, Marco Melandri, Andra Dovisio, ataupun Criss Vermeulen 

Lorenzo Hebat, Melandri Bangkit 

Patut di acungi jempol adalah Jorge Lorenzo yang masih mampu finnish diposisi ke empat meski sebenarnya pembalap Yamaha ini berada dalam kondisi cedera di kedua kakinya. Nampaknya Marco Melandri kembali menunjukan tajinya setelah untuk pertama kalinya mampu finish di posisi lima besar. Karena sebelumnya terdengar kabar yang mengatakan bahwa Max Biaggi atau Alex Barros akan mengganikan salah satu dari tiga pembalap Ducati tersebut (yang pasti bukan Stoner)

Doni Tata Dapat Poin !!! Hore …

Setelah 3 seri sebelumnya berada di posisi buncit, Akhirnya Doni Tata berhasil mendulang poin (1) berkat finish diposisi ke 15. Mudah mudahan mendapatkan poin di setiap seri meski hanya berupa satu digit mampu dijadikan rutinitas bagi pembalap harapan bangsa ini. Bravo Doni tata ! 

Posted by: RETORIKA | Mei 2, 2008

UPDATE : Kawasaki Ninja ZX 250R adalah 6 Speed

Sumber : Bro Taufik / http://ninja250r.wordpress.com/

Beberapa rekan sempat menyanyakan perihal Ninja 250R yang katanya cuma mengadopsi 5 speed transmisi. Awal mendengarnya saya cukup terkejut dan berfikir dalam hati apa benar KMI mengeluarkan versi Speck Down N250R untuk pasar Indonesia. Terlebih lagi sepanjang saya membaca review review mengenai N250R di berbagai media Online, tidak pernah satupun situs yang menyebutkan ada versi 5 speed dari Ninja 250R. ternyata Biang keladi dari Rumors ini adalah Kesalahan interpretasi pembaca Tabloid OTOMOTIF yang mengulas Test Ride Ninja 250R Pada Halaman 27 Edisi 52/XVII. Berikut saya coba tuliskan sepenggal artikel penyebab rumors ini :

.…Bejek terus hingga peak rpm di angka 10.000 rpm. Melepas Gigi ke-2 torsi berangsur berkurang dan entakan sama sekali tak terasa. Mungkin Racikan gigi Rasio transmisi yang berat (perbandingan kecil-kecil) bisa jadi penyebab. Geber terus hingga gigi ke -5 (terakhir). Hampir tak ada perbedaan alias minim entakan.

nah kata: (terakhir) yang diketik jurnalis Otomotif ini yang menjadi penyebab salah interpretasi ini. Pembaca mengira Gear Ninja 250R hanya sampai 5. Padahal maksud Kata “terakhir” disana adalah gear maksimum yang bisa si tester gunakan karena keterbatasan jarak, maklum tes jalan raya, di Jakarta Pulak. Padahal kalau pembaca jeli disana ada kalimat: (perbandingan kecil-kecil) yang bila diartikan berarti terdapat banyak tingkatan gear transmisi cmiiw. Saya sampai menelefon langsung salah satu dealer Kawasaki untuk memastikan bahwa produk Ninja 250R yang di jual di Indonesia memiliki 6 transmisi kecepatan. Walaupun begitu ilmu saya jadi bertambah karena menurut Bro retorika of INDOBIKER- dalam salah satu artikelnya- untuk pemakaian city ride, 5 transmisi lebih sesuai dibandingkan 6 transmisi. Demikian mudah-mudahan atrikel ini menjawab keraguan mengenai jumlah transmisi Ninja 250R

Posted by: RETORIKA | Mei 1, 2008

Kawasaki Ninja ZX250R - 5 Speed ? Ndak Masalah !!!

Penggantian Girbox bukan berarti Cost Down

Kawasaki Ninja ZX250R yang akan beredar di tanah air dikabarkan mengalami “down grade” dengan mengganti girbox 6 speed menjadi 5 speed. Meskipun demikian jika hal itu dianggap sebagai usaha KMI melakukan cost down tidak sepenuhnya benar. Karena penggunaan girbox 5 speed sendiri memiliki berbagai keuntungan terutama bagi sepeda motor yang dipergunakan di Indonesia.

Keuntungan Girbox 5 speed dibanding 6 speed

Meski girbox 5 speed mutlak lebih inferior dinbanding girbox 6 speed dalam penggunaan di track alias sirkuit tidak demikian dengan penggunaan harian. Terlebih hampir seluruh “bakal” konsumen Kawasaki Ninja ZX 250r akan menggunakan motor tersebut sebagai kendaraan harian, bukan untuk penggunaan sirkuit. Karenanya tidak heran KMI menggunan girboks 5 percepatan dibanding girboks 6 speed. berikut merupakan keunggulan girbox 5 speed dibanding 6 speed untuk penggunaan di kota besar seperti Jakarta.

  • Rasio Panjang : Girbox 5 speed artinya memiliki rasio yang panjang. Sehingga pengendara tidak perlu terlalu sering memindahan perseneling. Hal ini menguntungkan terutama saat digunakan pada saat berada di kawasan padat, yang mengharuskan motor melaju pada kecepatan yang relatif naik-turun diwaktu yang dekat.
  • Biasanya” penggantian girbox juga disertain sedikit “tuning” pada mesin. Kebanyakan hasilnya adalah motor memiliki torsi besar diputaran menengah. Meski membuat motor meski memiliki peak power lebih rendah namun mamu berakselerasi lebih cepat di putaran menengah.
  • Pada kapasitas 250cc kadang gigi 6 jarang terpakai. Dalam pemakaian dalam kota bisa dibilang gigi 6 hampir tidak pernah terpakai. Namun dengan rasio pendek mengharuskan pengendara lebih sering melakukan perpindahan perseneling yang berujung pada keletihan. Karenanya disamping dianggap mubazir penggunaan girbox 5 percepatan bisa meminimalisir keletihan pengendara.

 

Untuk Pemakaian Sirkuit Lain Lagi Ceritanya

Tetapi jika pembelian Kawasaki Ninja ZX 250R ini ditujukan untuk penggunaan di sirkuit, memang untuk memaksimalkan performanya salah satu caranya adalah mengganti girboks 5 speed menjadi 6 speed dan melakukan penggantian knalpot standar. Sepertinya hal inipun dapat dengan mudah dilakukan mengingat parts aftermarket Kawasaki tidak sulit untuk ditemukan di pasar.

 

Posted by: RETORIKA | April 29, 2008

Jalan Raya Itu Ibarat Medan Perang Bagi Bikers … (1)

Secara statisik kecelakaan jalan raya baik ringan hingga berkategori fatal selalu didominasi oleh pengendara roda dua yang tidak lain adalah pengendara motor (bukan sepeda ya). Penyebabnya bisa bermacam macam mulai dari (1)ketidak disiplinan pengendara itu sendiri, pengaruh (2)infrastruktur jalan raya, (3)kondisi motor, akibat (4)kendaraan lain hingga (5)minimnya teknik dalam berkendara. Untuk itu ada beberapa hal yang patut diperhatikan agar kita selamat saat berkendara di jalanan yang penuh tantangan ini.

Kesadaran dan Mental Bikers

Sebagai langkah pertama adalah melatih kesadaran dan mental seorang bikers itu sendiri. Karena baik keselamatan maupun kecelakaan biasanya bermulai dari faktor ini. Ditekankan di sini bahwa yang dipentingkan adalah “kesadaran” bukan kedisiplinan, karena dengan adanya kesadaran maka dengan sendirinya maka kedisiplinan akan hadir secara otomatis tanpa perlu ancaman baik dari aparat maupun yang faktor lainya. Berikut merupakan hal yang patut disadari untuk dikerjakan dan sesuatu yang sering menjadi biang penyebab terjadinya kecelakaan.

(1) Mematuhi Peraturan Lalulintas

Sebenarnya ini adalah kesadaran paling mendasar untuk dilakukan bagi setiap bikers untuk menghindari hal yang tidak di inginkan. Mulai dari berhenti di saat lampu merah, stop di belakang garis putih hingga menyalakan lampu sain saat ingin belok ataupun berpindah jalur. Sayangnya sering kali untuk hal seperti inipun masih sering kali dilanggar. Biasanya pelanggaran seperti ini terjadi pada perempatan yang sepi ataupun tidak dijaga oleh petugas.

(2) Peranti Keselamatan Dipakai Bukan Untuk Menghindari Tilang

Sering kali pengendara hanya dipakai untuk menghindari di tilang petugas, sehingga peranti keselamatan tersebut terkesan seadanya. Seperti helm catok, mengenakan sandal jepit, ukuran kaca spion yang terlalu kecil hingga kondisi motor yang “sekedar” bisa dipakai berjalan meski sebenarnya motor tersebut tidak layak untuk dipakai.

(3) Melatih Mental dan - “Insting”

Bikers yang memiliki mental  baik adalah seseorang bikers yang mampu mengatur emosi seperti tidak mudah terpancing oleh prilaku bikers lainya, mematuhi aturan lalu lintas hingga tidak memaksakan diri untuk terus berkendara disaat kondisnya tidak memungkinkan. Yang terakhir adalah tidak mengesampingkan “Insting” seperti bila merasa ada firasat tidak “enak” untuk berkendara maka sebaiknya hal itu tidak dikesampingkan karena kadang firasat sering kali tidak jauh berbeda dari kenyataan.

Kondisi Infrastruktur Jalan Raya

Seperti yang telah kita ketahui bahwa di indonesia terutama di Jakarta dikenal memiliki berbagai macam rintangan yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakan lalulintas sekalipun pengendara tersebut telah mematuhi peraturan lalu lintas dengan sebaik baiknya. Untuk itu ada beberapa tips yang dapat membantu pengendara untuk memahami kondisi infrastruktur jalan agar terhindar dari kecelakaan yang tidak perlu.

(1) Menghafal Kondisi Jalan hingga Menggunakan Rute Aman

Agar terhindar dari kecelakan seperti dikarenakan melindas separator busway hingga terjatuh karena melindas lubang merupakan kecelakaan  yang paling sering menimpa bikers dijakarta. Untuk itu sebaiknya seorang bikers memahami dan menghafal kondisi jalanan yang menjadi rute keseharianya. Karena dengan menguasai kondisi jalan, dengan mudah bahaya laten seperti lubang maupun separator busway dapat diantisipasi oleh bikers dengan baik.

Menggunakan rute aman, artinya seorang bikers dapat memilih jalur yang sudah ia kuasai plus menghindari jalur dimana jalur tersebut memiliki resiko cukup besar bila dilalui oleh pengendara sepeda motor. Jalur yang memilki kondisi jalanan berlubang, licin, gelap dan banyak dilalui kendaraan besar umumnya merupakan jalur yang berkategori beresiko untuk dilalui. Sebisa mungkin untuk menghindari jalur tersebut.

(2) Memilih Jalur yang paling aman

Mungkin aneh kedengaranya namun ini terbukti benar! Jalur sebelah kiri bagian kanan atau mudahnya berada di lajur paling kiri namun berda di bagian paling kanan pada jalur tersebut bisa dibilang pilihan paling baik. Disamping kebanyakan lubang berada di lajur tengah penempatan spanduk, bendera partai maupun ormas berada di jalur kanan. Pasalnya seringkali bendera tersebut berada pada posisi horisontal sehingga bisa tertabrak oleh badan pengendara motor. Lain halnya pada lajur kiri. Bila pengedara berada di jalur kiri di sebelah kiri seringkali banyak pejalan kaki, kendaraan berhenti maupun bus yang sembarangan menaik-turunkan penumpang. Akibatnya disamping memaksa bikers untuk sering berhenti hal ini bisa membuat pengendara motor cepat lelah dan pada akhirnya bisa menabrak penghalang tersebut.

(3) Menerapkan Sistem “Give Away” Pada Lintasan Tanpa Marka

Sistem “Give Away” artinya mendahulukan pengendara yang ingin lurus terlebih dahulu baru melakukan belok atau berputar. Seringkali pengendara sering berlomba2 untuk belok atau memutar tanpa lintasan tanpa marka. Padahal sering kali banyak pengendara lain yang sedang melaju cepat. Akibatnya tabrakan antara kendaraan yang melaju lurus dengan kendaraan yang ingin membelok ataupun memutar. Karena itu pilihan untuk “mengalah” pada kendaraan yang ingin lurus merupaka sebuah langkah yang bijaksana untuk menghindari kecelakaan.

Bersambung …

Posted by: RETORIKA | April 27, 2008

Honda CS 1 Kalah Heboh Dibanding Ninja ZX250R ?

Honda CS One Heboh, Ninja ZX 250R Lebih Heboh Lagi ?

Kehadiran motor Honda CS1 boleh saja merupakan sebuah langkah besar dalam memperebutkan market share dan untuk kembali mendongkrak pamor ATPM Honda yang belakangan dinilai sempat terpuruk akibat minimnya inovasi yang dilakukan AHM.Tetapi dengan selang waktu yang hanya terpaut 2 bulan dan tidak kalah dinanti kehadiran Kawasaki Ninja berkapasitas 250cc bisa dibilang membayang bayangi sensasi yang dihadirkan AHM melalui produk barunya ini.

Sudah Pasti Si Hijau 250cc akan Lebih Mencolok

Meski dalam volume penjualan kalah jauh, tetapi kehadiran “bench mark” baru di kelas 250cc ini pastinya membuat penampilan “nyeleneh” Honda CS 1 menjadi sedikit ternetralisir. Pasalnya Kawasaki ini merupakan sebuah “Moge” terjangkau, dan pastinya mengakui atau tidak memiliki “Moge” hampir dipastikan merupakan keinginan semua bikers, sedangkan memiliki motor “nyeleneh” belum tentu menjadi keinginan semua orang. Kehadiran Kawasaki Ninja ZX 250R pastinya merupakan sebuah “pengabul impian” karena meski dinilai lumayan mahal 43-48 juta rupiah otr, tetapi harga tersebut masih relevan dibanding harga “Moge” 600cc ke atas yang harga barunya saja masih berada dikisaran 200 juta ke atas …

Posted by: RETORIKA | April 25, 2008

Test “Drive” Kawasaki Ninja ZX 250R !

Pengen moto pas lagi naik motor, cuma rada2 malu gitu he…he…he :mrgreen:

Akhirnya Rasa Penasaran Tersebut Sedikit Terjawab

Pada siang hari tanggal 24 april kurang pukul 13.00 AEST Indobikers iseng2 masuk kedalam showroom Kawasaki yang berlokasi di Elzabeth Street. Niatnya adalah mencari helm Shark sekaligus berharap dapat melihat langsung Kawasaki Ninja ZX 250R terbaru. Tidak disangka ternyata di dalam showroom yang juga menjual motor raksasa ZX 14 tersebut sudah nongkrong beberapa unit Kawasaki ZX 250R.

Kebetulan disana ada beberapa orang yang juga sedang mencoba motor tersebut (di parkiran), tanpa pikir panjang saia pun ikut Nimbrung. Entah karena saat itu saia sedang menggondol helm Nolan Storner N62 ress (untuk oleh2) atau karena saia memakai topi Ducati Corse, salesnya tanpa basa basi langsung nyuruh saia naik di atas motor tersebut :-D hup tanpa pikir panjang saia langsung berada di motor tersebut.

Riding Position Yang Kompromi, Tapi Jangan dilihat dari Belakang !!!

Meski berkategori Sportbike / Light Superbike namun riding position Kawasaki Ninja ZX 250 tersebut justru lebih mendekati saudarnya yang berjenis Sport Touring ZZ 250R. Apalagi dibandingkan dengan motor superbike semisal Ducati 996 yang beberapa waktu lalu sering saia pakai wara-wiri di sentul, motor ini lebih memiliki riding position yang normal. Tetapi jangan harap akan mendapatkan kenyamanan semisal mengendarai Multistrada ataupun Suzuki B-King Sekalipun, karena bagaimanapun genetik Kawasaki Ninja ini tetap saja merupaka sebuah Sportbike.

Dilihat dari depan ZX 250R ini begitu cantik - terlebih tidak ternoda dengan tempat pelat nomor (disini motor cukup memasang plat nomor di belakang)  Bahkan untuk seorang rider yang bertinggi diatas 180cm motor dengan bobot bersih 152 kg ini tetap terlihat lumayan besar. Apalagi jika dilihat dari samping, meski riding position terbilang tidak terlalu ekstrim namun jika dilihat pengedara motor seolah sangat membungkuk. Hanya saja ukuran ban belakang yang extra kecil alias 130/60×17 membuat penampilan Ninja ini seolah menjadi cingkrang karena ukuran ban yang kurang lebar. Namun hal ini bukan masalah karena swing arm motor ini mampu mengakomodir ban berukuran 150/60×17 dengan aman.

Bergembiralah Konsumen Kawasaki di Indonesia

Ternyata di Australia sekalipun motor Kawasaki yang dijual hanyalah yang bermesin konvensional alias masih menggunakan karburator! Belum lagi hanya ada dua warna yang bisa dipilih yaitu warna merah dan hitam solid! Belum lagi untuk urusah harga, bayangkan di Indonesia motor ini di bandrol Rp 43/45 juta o the road. Sedangkan di sini motor ini di bandrol $7000 AUD dengan kisaran kurs $1 AUD adalah 8.500 maka harga motor ini adalah 59.500.000  alias 60 Juta Rupiah 8O Sepertinya kita semua harus angkat topi dengan keseriusan dan kemurahan hati Kawasaki Motor Indonesia :-D yang telah menghadirkan motor ini dengan bermagai macam pilihan warna dan harga yang amat wajar, jika tidak mau dibilang murah.

Posted by: RETORIKA | April 24, 2008

Yamaha Vino … Asyik!

Sekilas Yamaha Vino

Yamaha Vino  adalah skutik berkapasitas 125cc yang memiliki desain retro. Desain Yamaha vino sendiri bisa dibilang lebih european oriented dibanding asian oriented yang kebanyakan berdesain futuristis. Yamaha vino sendiri kurang lebih adalah lebih pende sekitar 10-13cm dibanding yamaha Mio Soul dan lebih ramping sekitar 4 cm. Kecil memang namun sesuai fungsinya motor ini memang di desain untuk digunakan di dalam kota.

Keliling Melbourne CBD naik Vino … Asyik

Kebetulan Indobikers berkesempatan mencoba mengendarai Yamaha Vino miliki bro Andi. Mengelilingi Melbourne CBD mulai dari Exhibition - Spring - Lygon - Swanston - Collin st dan berakhir di exhibition alias tempat semula. Motor berukuran mini tersebut ternyata mampu bermanfuer dengan baik baik di saat menikung maupun berakselerasi. Meski hanya menggunakan rem tromol depan-belakang namun rem tersebut sudah cukup untuk kecepatan Vino yang hanya 75 km/jam.

Dijual Rp 14,4 juta rupiah on the road, hmm …

Dengan kurs 1$ Aud = 8000, motor ini dibandrol $1800 alias 14.4 juta rupiah. Sudah termsuk sebuah helm Nolan Classic dan boks Givi. Sebuah tawaran yang menarik terlebih jika dibandingkan dengan harga Kawasaki Ninja ZX 250 yang dibandrol $6000 Aud ataupun Aprilia New RS 125 Jorge Lorenzo yang berada di kisaran $8000. Betul menjadi sebuah tawaran yang sangat menarik terlebih di Melbourne kecepatan maksimum adalah 80 km/jam.

Vino Classic masuk Indonesia …

Seandainya Yamaha Vino masuk ke indonesia melalui YMKI alias di ckd bisa jadi harga serupa juga menjadi bandrol untuk menebus Vino . Yang pasti motor ini memiliki keunggulan tersendiri dibanding kompetitornya seperti Vario, Skywave bahkan Mio sendiri. Selain penampilan yang benar benar berbeda motor ini memiliki fitur yang jauh user friendly dan kenyamanan yang lebih dibanding skutik lokal yang telah lama beredar. Berminat ?

Update : Dari Guspur : Bener Gus ternyata itu hanya Vino saja, soalnya maklum yang empunya motor kurang faham mengenai motor. Untuk Vino/Vino Classic harganya hanya terpaut 200 Aud. Tenkyu …

Posted by: RETORIKA | April 21, 2008

Kawasaki Athlete 125, (bukan) Penantang Honda CS1 ?

Setelah berturut turut publik indonesia mendapatkan penawaran heboh yang taklain adalah Honda CS1 dan Kawasaki Ninja  ZX 250R kini giliran segmen bebek sport mendapat pendatang baru yang tidak kalah hebohnya. Yap, tidak lain adalah Kawasaki Athlete 125 dimana beberapa bulan yang lalu sempat wara wiri di jakarta sebagai motor “siluman” saat melakukan uji coba .

Athlete 125, Sedikit Ekstrem namun Masih Wajar

Tidak seperti Honda CS1 yang memiliki desain benar benar nyeleneh. Kawasaki Athlete pada dasarnya masih dalam kategori bebek Normal, terlihat dari tipe transmisi semi otomatik, mesin yang nyaris tidur, hingga sistem pendingin udara. Belum lagi bentuk foot step standarnya yang sangat konvensional.

Hanya saja desain eksterior Kawasaki Athelete yang terbilang berani, mulai dari desain winshield yang menyerupai winshield Benelli TNT, desain seat cowl yang patah patah fairing samping meruncing hingga tangki bensin yang ada di belakan kemudi menjadikan penampilan Kawasaki Athlete begitu mencolok.

Mesin 125cc  dan Suspensi setengah Tidur : Dahsyat !

Seperti yang kita ketahui kawasaki Athlete di persenjatai mesin 125cc yang mampu menelurkan tenaga sebesar 10 hp pada 8000 rpm. Memang tidak terlalu besar tetapi ingat bahwa sasaran kawasaki Athlete adalah pasar bebek konvensional semisal Suprafit, JupiterZ, Shogun ataupun Honda Supra Fit. Sehingga tenaga raksasa bukan segala galanya di segmen ini tetapi kepraktisan dan kenyamanan lah yang berperan penting. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran rem cakram ganda yang tentunya disamping pengoprasiannya lebih mudah dari pada rem tromol penampilan motor ini pun juga terdongkrak. Posisi suspensi monoshock yang setengah tidur (seperti pada Ducati Monster 696) memungkinkan pengendara bermanufer lebih fleksibel dan lebih nyaman dibanding motor dengan suspensi vertikal.

Seharusnya Harganya tidak lebih dari 14.5 juta …

Melihat segmen yang akan dimasukinya Kawasaki Athlete dimana kisaran harganya adalah 14 hingga 15 juta mengingat raja dikelas ini adalah Shogun 125 dipatok pada angka 14 jutaan dan Supra X pada anggka 14,7 maka dengan segala fitur seperti Suspensi Monoshock dan dua cakram maka harga yang relevan pada motor ini adalah 14,5 juta rupiah. Karena naik 1 juta rupiah saja sudah memasuki kelas Hyper Underbone dan Crossover. Maka saia yakin kisaran harga motor Kawasaki Athelete ini tidak lebih dari kisaran 14-15 juta rupiah.

Older Posts »

Categories