
Sering kali penderitaan ataupun musibah hanya dialami kaum miskin, duafa atau rakyat biasa. Namun tidak untuk yang satu ini. Lubang yang terdapat di jalan raya sering kali menjadi ranjau darat yang sangat mematikan, terutama bagi kendaraan roda dua.
Dari Skutik sampai Chopper H-D jadi Korban
Kasus paling menghebohkan adalah kecelakaan yang menewaskan Sophan Sophiaan. Mantan anggota DPR, dengan Harley Davidson Electra Glidenya. jangankan rakyat biasa, seorang tokoh dengan motor besarnya pun menjadi korban dari keganasan lubang di jalan raya ini. Hal ini belum termasuk ribuan orang lainya yang menjadi korban dari lubang maut akibat buruknya kwalitas aspal di indonesia.
Terjatuh, Tersungkur, Tertabrak dan Terlindas
Ketika motor menghantam lubang, biasanya pengendara kehilangan keseimbangan, tetapi akibat besarnya lubang konon pengendara motor biasanya langsung terjatuh dan kemudian tersungkur. beruntung bila tidak ada kendaraan yang melaju cepat di belakangnya. Bila memang ada resiko tertabrak bahkan terlindas dapat mengahiri hidup bikers tersebut.
Sayangnya itu bukan akhir cerita, sering kali penabrak menjadi target amukan masyarakat dan menjadi pesakitan Hukum karena dianggap melakukan kelalaian. Padahal baik korban tertabrak maupun penabrak / pelindas, sama sama merupakan korban, ya korban dari ketidak seriusan Departemen Perhubungan dan Pekerjaan umum dalam melaksanakan kewajibanya.
Mendapatkan sarana Infrastruktur yang baik juga merupakan HAK pengendara !
Sering kali kita lupa selain membayar pajak kendaraan untuk mendapatkan hak - dalam hal ini menggunakan kendaraan bermotor, Hak lain pengendara adalah mendapatkan infrastruktur yang layak dan aman untuk di gunakan. Untuk hal ini merupakan tanda tanya besar! Apakah sarana-prasarana jalan raya sudah layak? Apakah dengan sekdar memakai Helm, Jaket dan Kendaraan yang laik jalan sudah cukup membuat kita aman? Tidak, karena kondisi jalan - mulai dari Aspal, trotoar hingga lampu dan rambu lalu lintas juga harus diperhatikan untuk memastikan keamana berkendara.
Intinya, jika terjadi kecelakaan yang berhubungan dengan kondisi Infrastruktur jalan raya, rasanya sah bila kecelakaan di curahkan kepada departemen yang bersangkutan, bukan korban tertabrak ataupun penabrak! Setuju !?
=X=Tips & Trick Menghindari Lubang =X=
1. Berkendara di malam hari, dengan kondisi lalulintas yang relatif sepi gunakan lampu jauh, ampil pandangan setidaknya 50-75 meter kedepan, karena untuk mengantisipasi adanya lubang
2. Jika mengikuti Mobil, jangan berada tepat di belakangnya, karena mobil sering “melangkahi” lubang, sehingga lubang sering muncul tiba tiba dari bawah mobil. Jika ingin mengikuti mobil ambil sisi kanan mobil, jangan lupa jaga jarak dan perhatikan blind spot.
3. Pilih lah jalur yang paling kanan (bila memungkinkan) atau paling kiri, karena kebanyakan lubang berada di lajur tengah.
4. Jika lubang tidak terlalu besar dan terlabat untuk menghindar, jangan mengerem terlalu dalam, karena disamping membuat velg dan suspensi rusak, kendaraan belakang berpotensi menabrak anda bila telat mengerem
5. Jika kondisi lelah alias kurang fit, mengikuti motor di depan bisa jadi alternatif, karena biasanya gerakan tubuh pengendara motor didepan bisa menjadi gambaran kondisi jalan yang akan di lalui.
KOMENTAR