Halaman Arsip 2

11
Jun

Alasan Menjadi Fanatik Brand (Merk) Motor

Ada anggapan bahwa seseorang yang fanatik akan sebuah merk adalah seseorang yang buta akan informasi ataupun perkembangan teknologi. Anggapan tersebut bisa saja benar, tetapi bisa saja salah. Tergantung dari situasi dan kondisi serta fungsi motor itu sendiri. Berikut beberapa alasan yang menyebabkan seseorang menjadi fanatik brand/merk dari berbagai sudut pandang.

Fanatik Karena Faktor Sugesti

Faktor ketidak tahuan menjadi penyebab seseorang menjadi fanatik seperti ini. Namun tidak juga mengesampingkan faktor dimana produk tersebut sebelumnya telah berhasi memproduksi sebuah produk yang luar biasa sempurna sehingga menjadi sebuah benchmark tersendiri. Gaung kehebatan produk tersebut ternyata sangat luas bahkan sampai membayangi produk suksesornya. Bahkan untuk kalangan konsumen awam nama besar produk tersebut menjadi sebuah nilai plus hingga dapat membuat konsumen tersebut mengesampingkan faktor lain semisal performa sebagai nilai pembanding. Produk yang memiliki penggemar fanatik dalam kategori ini tak lain adalah Honda. Namun kemampuan produsen menjaga mutu produk merupakan faktor vital tersendiri, termasuk juga menjaga nilai jual kembalinya :-D

Fanatik yang menjadi sebuah Brand Cult

Fanatik yang seperti ini merupakan fanatik yang sulit di ganggu gugat. Biasanya fanatik seperti ini menjangkiti bikers yang telah mapan, terutama secara ekonomi. Umumnya bagi bikers yang sudah berada pada tingkat fanatik seperti ini mereka tidak akan memikirkan faktor ekonomis, tetapi bagi mereka motor dari brand tersebut adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hidup mereka karena antara bikers dan motornya memiliki sebuah ikatan emosional. Biasanya brand yang telah menjadi sebuah Cult adalah berasal dari Amerika dan Eropa semisal Harley-Davidson, BMW Motorrad dan Ducati. Sebagai tambahan biasanya justru bikers seperti ini malah terbilang jarang menggunakan motor kesayangan mereka sebagai kendaraan oprasional harian, dan cenderung menggunakan kendaraan lain sebagai alat transportasi utama. Mmm Bikers apa bukan sih ;)

Fanatik Karena Warisan Turun Temurun

Biasanya, fanatik brand seperti ini hanya terjadi bila seorang bikers memiliki hubungan yang erat dengan orang tuanya. Ditambah lagi para “leluhurnya” memiliki tangan dingin dan apik dalam merawat sepeda motor kesayanganya. Tidak aneh bila menemukan motor yang sama telah berpindah sampai tiga generasi dalam kondisi sempurna. Umunya motor yang paling sering menjadi motor warisan adalah dari jenis Piaggio Vespa. Classic!

Fanatik Karena Ciri Khas Tertentu

Bila sebuah brand memiliki ciri khas tertentu semisal Performa ataupun reabilitas, maka konsumen akan memilih brand tersebut di banding brand lainya, meski brand kompetitornya menawarkan performa maupun harga yang lebih kompetitif umumnya konsumen tetap memilih brand tersebut. Disamping itu, dengan memiliki ciri khas tersebut secara tidak langsung brand motor tersebut memiliki daya getar lebih dibanding brand motor lainya. Di indonesia brand Kawasaki dan Yamaha menjadi contoh paling jelas.

Sisi Positif dan Negatif Fanatik Terhadap Suatu Brand

Apapun bila dilakukan secara teratur dan tekun pastinya akan membuahkan hasil. Sama seperti seseorang yang secara konstan menggunakan sebuah produk dari brand yang sama. Faktor pertama adalah bikers tersebut akan memahami seluk beluk motor tersebut, baik dari karakter mesin maupun cara merawat motor tersebut secara efisien dan praktis. Faktor kedua adalah kepuasan dan ikatan emosional antara bikers dan motornya. Akhirnya sebagai mana pasangan suami-istri seorang bikers dan motor dari brand tersebut menjadi sebuah kesatuan yang tidak terpisahkan. Ikatan emosional seperti ini membuat bikers tersebut akan lebih merawat motornya secara maksimal.

Bila sebuah produk tidak lagi mampu menawarkan keunggulan dibanding produk lainya, sepertinya bikers tersebut seharunya tidak lagi menggunakan motor dari brand tersebut. Apalagi bila disangkut pautkan dengan faktor ekonomis dan efisiensi. Tetapi karena tingkat kefanatikan dengan brand tersebut cukup tinggi bukan tidak mungkin walau sudah tidak kompetitif produk dari brand tersebut masih terus digunakan. Effeknya adalah disamping pemborosan dan dapat mengakibatkan menurunnya kemampuan konsumen dalam memilah dan menilai sebuah produk. Tergantung dari mana melihatnya sih ;)

08
Jun

Honda Beat Si Penantang Mio !

Nampaknya meluncurkan Honda CS1 dianggap masih kurang bagi AHM. Kini giliran segmen skutik yang coba di ganggu oleh AHM. Jika selama ini Skutik Mio/Soul menjadi penguasa dengan harganya yang terbilang murah yaitu dengan harga 11-11,7 juta sulit ditandingi oleh Skutik Vario yang bermain di angka 14 jutaan. Nampaknya AHM akan berusaha memangkas margin sebesar 3 juta rupiah, ingat tidak dengan men downgrade Vario tetapi justru mengeluarkan produk yang benar benar gres :-D !

Honda Beat

Belajar dari pengalaman sebelumnya dimana Vario yang ternyata tidak mampu menyaingi kelarisan Mio, AHM kini dikabarkan akan meluncurkan Honda Beat/Icon. Disinyalir produk ini akan lebih murah di banding Vario. Diperkiranan Honda Beat/Icon sendiri akan di bandrol sekitar 11-12 juta an. Hal ini dilakukan dengan asumsi bahwa dengan harga yang terpaut sekita 2-3 juta saja Vario dapat menguntit Mio, bagaimana jika dengan produk dengan harga yang relatif sama ?

Fitur Mubazir = Out !

Salah satu langkah yang dilakukan oleh Honda membuat harga Honda Icon/Beat menjadi murah adalah dibuangnya fitur yang “mubazir” bila digunakan oleh motor harian. Mulai dari Radiator, Rem Tangan hingga Body motor yang rumit penuh sambungan. Harapanya segmen pada motor kelas ini lebih mengutamakan simplisitas dibanding estetika. So … tunggu apa lagi ? Apakah Honda Beat dapat mem Beat Mio ? Kita Tunggu !

08
Jun

Motogp Spanyol : Pedrosa, Rossi, Stoner Podium! Jorge Lorenzo KO !

Doni Tata - di overlap dan hanya finis di posisi ke 18

Big Four Hanya Terpaut 50 Poin

Kemenangan Pedrosa di spanyol membuat jarak antara dirinya dan Rossi hanya terpaut 7 poin. Sedangkan secara keseluruhan the “Big Four” hanya terpaut 50 poin dari 12 seri yang tersisa. Namun bukan tidak mungkin the “Big Four” akan berubah menjadi the “Big Three” setelah melihat perkembangan 2 seri terakhir dimana Stoner berhasil mengembalikan performanya dan penampilan buruk yang dialami oleh Jorge lorenzo dimana di seri sebelumnya ia jatuh dan kini terpaksa absen karena terjatuh dalam sesi latihan. Kita hanya berharap kecelakan bertubi yang menimpa Lorenzo tidak menghancurkan performanya, setelah apa yang terjadi pada Darrl Beattie pada era 90an.

Trio “Kwek Kwek” apa kabar ?

Disaat rekanya bertarung mempertahankan juara dunia dan khususnya pada seri ini dimana Stoner dan Rossi memberi “pelajaran” terhadap Andrea Dovisiozo bagaimana membalap di Moto Gp, Seperti yang sudah diperkirakan dan menjadi rutinitas - Melandri hanya mampu finish ke 11, Guintoli ke 13 dan Toni Ellias lebih hebat lagi karena ia mendapat Black Flag :lol:

05
Jun

Mau Ngebut Dengan Aman ? Ke Sirkuit Sentul Aja !

Kebut Kebutan Di Jalan Umum ? Udah Nggak Jaman Deh !

Sering kali pemuda pengendara sepeda motor sering di identikan sebagai pemuda berandal yang sering mengganggu ketertiban umum. Hal ini tidak lain karena kebiasaan mereka melakukan adu kebut alias trek-trekan di jalan umum.

Disamping sering kali tidak menggunakan piranti keamanan yang memadai, mereka pun menggangu pengguna jalan lainya. Mulai dari suara berisik hingga sering kali mengintimidasi pengguna jalan lainya. Resiko kebut kebutan di jalan umum pun terbilang sangat tinggi. Mulai dari lubang di jalanan, kendaraan lainya hingga image buruk yang kerap menjadi identik dengan kalangan bikers.

Ngebut Di Sirkuit Sentul, Puas, Aman dan Tambah Ilmu

Bagi bikers yang ingin memacu sepeda motor dengan aman, plus menambah skill, berlatih di Sirkuit Internasional Sentul menjadi pilihan paling tepat. Terutama bagi para awam alias pemula (maksudnya baru pertama kali ke sirkuit) disarankan untuk meminta bimbingan dari pengelola sirkuit. Karena memacu motor di sirkuit tidak sama dengan memacu motor di jalan umum. Ada tekhnik yang harus di pelajari dan dipahami terlebih dahulu. Dengan melakukan koordinasi dengan pihak pengelola sirkuit terlebih dahulu, apa lagi bila kesentul bersama komunitas sangat mengasyikan bila berlatih teknik safety riding dari para pembalap senior ataupun instruktur berpengalaman.

Ikuti Peraturan Yang Ada, Karena Ini Sirkuit bukan arena Bermain !

Berlatih di sirkuit tidak sama dengan berlatih main go-kart. Karena disini berbagai jenis sepedamotor maupun bergai bikers dengan berbagai jenis skill yang mereka kuasai berda di dalam satu sirkuit yang sama sehingga peraturan yang ada harus di patuhi. Peraturan vital salah satunya adalah untuk tidak memotong garis pit serta memahami kode warna bendera.

Piranti Keamanan Optimal, Meminimalisir Resiko

Piranti Keamanan Yang Dianjurkan

  • Helm Full Face (DOT/SNELL)
  • Wear Pack Racing (Termasuk Body Protector)
  • Sarung Tangan Racing (Sampai Pergelangan tangan)
  • Sepatu Khusus Balap
  • Back Protector Komplit (Menutupi Punggung sampai Bokong)

Piranti Keamanan Minimal

  • Helm Full Face (DOT/SNELL)
  • Jaket + Body Protector
  • Robotic Knee Protector
  • Sepatu Naik Motor
  • Back Protector
  • Sarung Tangan

Hal ini telah terbukti berhasil melindungi tubuh bikers. Dan ini dialami sendiri oleh Indobikers saat “cinta tanah air” alias Jatuh di gravel saat berlatih menggunakan Multistrada beberapa waktu yang lalu :lol:

INFO TAMBAHAN

  • Jadwal Sepeda Motor - Pukul 9.00 s/d 12.30 dan Pukul 13.00 s/d 14.00 Wib
  • Biaya latihah - Dibawah 600cc : Rp 75.000 s/d Rp 150.000, Diatas 600cc Rp 250.000 s/d Rp 300.000

03
Jun

Ducati 848 Superbike Friendly !

Dibanding Superbike Lainya Riding Position Terbilang Nyaman

Berbicara mengenai riding position Superbike, langsung terbayang akan posisi ekstrim membungkuk yang barang tentu hanya berguna saat motor digunakan di sirkuit. Namun berbeda dengan pendahulunya Superbike 749 yang memiliki riding position terlalu ekstrim, Ducati 848 terbilang lebih normal, bahkan lebih nyaman bila dibandingkan riding position Yamaha R6 edisi 2007 ataupun Honda CBR 600RR edisi 2008 sekalipun.

Torsi Besar Pada Putaran Tengah - Jinak Pada Putaran Rendah

Bila dibandingkan dengan Ducati 749 dan 1098 pengendaraan 848 pada putaran mesin rendah 848 terbilang jinak, bahkan dibandingkan dengan Ducati Supersport 900 sekalipun! Terlebih riding position 848 yang jauh lebih nyaman dibanding 999, membuat pengendara tidak cepat merasa lelah, terlebih bila mengendarai 848 ditengah kemacetan. Penyakit udara panas yang kerap menghantui pengendara Superbike di jakarta tidak terjadi pada 848. Tetapi di saat ingin mencoba kemampuan mesin sesungguhnya tenaga 134 Hp dan torsi 105 Nm siap membuat motor dengan bobot hanya 168 Kg ini melesat bak anak panah.

Dashboard Full Digital Super Canggih

Ducati 848 seperti juga saudaranya yang lebih besar 1098, telah menggunakan dashboard full digital dan on board computer. Dashboard ini tidak saja menunjukan kecepatan melalui angka digital berukuran besar, namun juga menunjukan putaram mesin melalui garis/bar persis seperti yang digunakan pada motor Casey Stoner pada Ducati GP7 nya.

Selain penunjuk kondisi tempratur mesin, jarak tempuh dan bahan bakar yang tersisa, sashboard ini juga mampu menunjukan jarak yang dapat ditempuh, lap time hingga kondisi mesin secara keseluruhan. Menariknya dengan sedit upgrade, Dashboard ini mampu menampung data dan berfungsi menunjukan telemeteri performa motor. Namum fitur yang terakhir ini hanya berfungsi optimal jika motor seharga 355 juta rupiah ini dipakai di sirkuit sentul ataupun sirkuit bertaraf internasional lainya.

01
Jun

Mugello : Rossi Juara, Stoner Kedua, Pedrosa Ketiga !

Doni Tata Finish ke 17, butuh 2 pembalap lagi yang Jatuh agar DoTa dapat poin!

Mugello Memang Kandang Rossi

Seperti yang sudah diprediksi banyak orang, Valentino Rossi yang start dari pole position dan berlomba di sirkuit Mugello dimana rossi telah meraih 7 kemenangan dalam 8 tahun terakhir memang bukan hal yang mengejutkan bahkan terhitung lumrah, kecuali Helm rossi yang benar benar “berbeda” dari pembalap lainya :-D. Tempat kedua diraih juara bertahan dari Ducati Casey Stoner dan ketiga diraih oleh Pedrosa.

Big Four Sulit Tergoyahkan

Mirip dengan yang terjadi pada liga Inggris dimana hanya dikuasai oleh 4 klub, Moto Gp nampaknya juga demikian, Hanya dikuasai oleh Valentino Rossi, Stoner, Lorenzo dan Pedrosa. Hanya saja kini giliran Lorenzo yang tertimpa sial. Akibatnya ia kini tegeser ke tempat ke tiga. Namun nampaknya sulit bagi Pembalap lain untuk bersaing dengan empat pembalap “Big Four” Tersebut.

Ducati Kenapa Tidak Pakai Satu Pembalap Saja ?

Lagi lagi “Trio Kwek Kwek” Ducati yang terdiri dari Melandri, Guintoli dan Tony Elias tidak bisa memberikan kontribusi apa apa, selain finis di urutan buncit. Bahkan pembalap yang baru saja di tendang dari line up Ducati musim ini Loris Capirossi justru jauh lebih bersinar ketibang “Trio Kwek Kwek” tersebut. Ada yang bilang bahwa sebaiknya Ducati hanya mengontrak Stoner dibanding buang buang uang menggaji 3 pembalap tersebut.

01
Jun

Harga Kawasaki Ninja 250R dan Kawasaki KLX 250

Akhirnya setelah dinanti sekitar hampir 3/4 tahun lamanya :roll: emang ada ya istilah itu :lol: Kawasaki Motor Indonesia akhirnya resmi melaunching motor sports betulan (bukan down grade dan bukan pula motor sports kelas dua). Tetapi apapun itu yang terpenting kini adalah : Berapa harga resmi produk tersebut ?

Kawasaki Ninja ZX 250 R = Rp 45 Juta OTR

Meski telah beredar beberapa unit sebelumnya, namun harga resmi Kawasaki Ninja 250R ini adalah 44.9 juta rupiah, onn the road. Sehingga bisa dibilang ini adalah salah satu motor lansiran ATPM lokal dengan harga yang paling mahal. Namun seperti yang sudah banyak dibahas sebelumnya, harga tersebut hanya terpaut sekitar 12 juta rupiah dibanding Honda CBR 150R ataupun dengan adik kandungnya sendiri KAwasaki ZX 150 yang bermesin 2 tak. Sehingga rasanya harga tersebut memiliki Value for money terbaik dikelasnya

Kawasaki KLX 250s = Rp 55 Juta OTR

Meski sama sama produk baru, nampaknya gaung motor trail Kawasaki KLX 250s ini hampir tidak terdengar gaungnya dibanding saudaranya yang bernuansa small superbike ini. Apalagi setelah mendengar harga motor ini yang mencapai Rp 55 juta 8O, dengan harga seperti ini anda bisa mendapatkan Honda CBR 600  keluaran tahun 98 OTR atau menjadikan Kawasaki Ninja ZX 250R anda kondisi full options. Namun lagi lagi ini tergantung selera pembeli sebagai konsumen. Apakah akan membeli KLX 250s atau Ninja 250R yang harganya  terpaut 10 juta rupiah lebih murah. Hmm

30
Mei

Lawan Pertama Ninja 250R … Yamaha YZF 250R atau GSX 250 ?

Sportbike 250cc Bakal Menjamur !

Seperti sebuah siklus, nampaknya era motor sportbike 250cc bakal kembali bangkit sejak mulai pudarnya kejayaan mesin dua tak pada akhir dekade 1990an. Hal ini dinilai wajar karena sejak memasuki abad 21 ini pengendara motor baik di indonesia maupun di eropa-jepang hanya disuguhi tiga pilihan utama yaitu motor Sport2 tak berkapasitas 125cc kemudian langsung meloncat drastis pada motor dari kelas Supersport 600cc dan kemudian melanjutkan pada motor berkategori Superbike 1000cc. Hal ini diakibatkan saat itu seluruh sportbike 250cc bermesin 2 tak yang kesemuanya tidak lulus uji emisi euro 3

250cc Sebagai Kelas Penghubung

Hal ini ditenggarai oleh regulasi yang berlaku pada negara produsen utama roda dua yaitu Eropa & Jepang dimana mereka menerapkan tiga kategori Surat Ijin Mengemudi, Yaitu “L” yang berarti Learning dimana seorang bikers selama 2 tahun pertama hanya diperboehkan mengendarai sepeda motor berkapasitas dibawah 125cc dan bertenaga kurang dari 20 hp. Setelah melewati masa tersebut barulah bikers tersebut diperbolehkan mengendarai motor berkapasitas 250cc dengan batasan tenaga sebesar 30 hp dalam kategori ini sim yang diperoleh Bikers tersebut adalah “P” alias personal. Setelah melalui berbagai ujian barulah bikers tersebut berhak mengendarai motor dengan kapasitas dan performa apapun yang ia sukai.

Namun agaknya hal ini merupakan suatu celah potensial bagi produsen motor, karena dengan menciptakan motor dengan kapasitas mesin 250cc 4tak maka seorang bikers dengan sim “P” sudah dapat merasakan dan mengendarai motor Superbike ringan, tanpa harus menunggu proses dan waktu terlalu lama.

Kawasaki Ninja ZX 250R Sudah, Tinggal Yamaha YZF 250R dan Suzuki GSX 250R menyusul ?

Jika kembali pada tahun 1990an dunia speda motor dipenuhi motor sport 250cc hi-performance bermesin 2 tak tidak lain mereka adalah Honda NSR 250, Suzuki RGV 250 dan Aprilia RS250. Seiring dengan waktu satu persatu motor tersebut hilang dari peredaran. meski Kawasaki ZZ 250 tetap bertahan namun motor tersebut memiliki konsep Spor Touring, bukan sportbike murini. Nampaknya jika saat ini Kawasaki menjadi Pionir kebangkitan motor sport 250cc. Hal ini bukan tidak mungkin bila melihat potensi pasar yang dimiliki kelas tersebut. Apalagi bagi Yamaha, nampaknya kehadiran YZF 250R atau lebih cocok disebut “adik” dari R6 hanya tinggal menunggu saat peluncuran nya saja. Hal ini menilik dari keberadaan YZF 125R yang tinggal berganti mesin saja! Kita tunggu :-D !!!

26
Mei

Honda CS1 - Motor Berkopling Paling Nyaman

Rute : Mampang-Warung Buncit-Kemang Pada Jam 5.30 Sore 

Indobikers berkesempatan mencoba Honda CS1 milik sahabat, yang juga merupakan pengguna Honda CBR Fireblade Repsol 1000, terlepas apakah masbro yang satu ini seorang fanatik Honda atau bukan :roll: , pokoknya yang penting Indobikers bisa merasakan tingkat kenyamanan motor Honda CS One pada kondisi jakarta yang sesungguhnya yaitu menghadapi macet, jalan merayap dan situasi dimana kopling motor bekerja dengan keras dan mesin yang menggunakan radiator tidak tersuplai aliran udara dengan maksimal.  

Kopling dan penyaluran tenaga optimum

Kopling Honda CS1 lembut, terlepas dari kondisi motor yang relatif baru tetapi kondisi jalanan Mampang-Warung Buncit yang memaksa pengendara motor melakukan stop - jalan dan memindahkan gigi 1-2 dan posisi setengah kopling secara konstan ternyata tidak melelahkan bahkan bila dibandingkan motor bebek konvensional (tanpa kopling sekalipun). Hal ini tidak lepas dari penyaluran tenaga motor pada putaran mesin rendah yang optimum dan effisian - ingat optimum disini artinya tenaga yang disalurkan adalah “pas” cukup untuk menggerakan motor dengan baik pada putaran rendah-menengah. Karena kadang tenaga terlalu besar seperti pada Satria FU justru tidak effisien karena tenaga dan torsi terlalu besar justru membuat pengendara menarik tuas kopling secara penuh atau berkendara merayap dalam posisi setengah kopling. Kontras dengan Honda CS1 tenaga motor yang cukup besar mampu dipergunakan secara optimal dan tidak mubazir. Ganjaranya pun menjadikan konsumsi BBM CS1 pun akan menjadi lebih effisien.

Tempat Penyimpanan dibelakang Stang … Berguna lho!

Umumnya motor berkopling tidak memiliki fitur seperti ini, bahkan tidak semua skutik tidak memilki fitur ini. Kesanya sederhana, namun tempat penyimpanan ini bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan botol minuman mineral ukuran kecil. Gunaya terasa saat berda di kemacetan, karena pengendara dapat meminum disaat sedang mengantri di kemacetan, hal ini terbukti vital karena di tengah antrian kendaraan, udara jakarta yang berkisar antara 34-38 derajat celcius bisa meningkat menjadi 40 derajat celcius terutama di dalam kemacetan akibat panas yang diproduksi oleh mesin kendaraan bermotor. Dengan adanya fitur tersebut pengendara dapat mengurangi resiko dehidrasi dengan meminum air mineral dan menjaga konsentrasi tanpa perlu repot menyimpanya di tas ataupun digatung pada kantog plastik … wah !

 

25
Mei

Tips Berkendara Hemat BBM

BBM Naik … Apa Boeh Buat !

Nasi sudah jadi bubur :( tetapi setidaknya sebagai pengguna sepeda motor terutama sebagai sarana berkendara harian hal tersebut tentunya harus di tanggapi dengeng cerdas dan taktis, bukan hanya sekedar menanggapinya dengan sumpah serapah ataupun mengantri BBM berjam jam sebelum kenaikan harga. Ada sedikit tips yang setidaknya dapat membantu mengurangi ongkos oprasional dalam berkendara, nah!

Sepeda Motor dan Kondisinya

Untuk melakuan penghematan BBM langkah pertama adalah untuk melakukan Cek&Ricek kondisi sepeda motor. Sudah barang tentu faktor utama yang perlu di perhatikan adalah kondisi, baik mesin maupun kondisi sepeda motor secara keseluruhan.

  1. Mesin, Karburator dan Saringan Udara : Hal yang pertama dilakukan adalah mengecek kondoso terutama kebersihan karburator, dan saringan udara dari kerak yang terdapat pada bagian tersebut. Karena bila saja terdapat kotoran ataupun benda yang mampu mengganggu sistem kerja bagian tersebut sudah barang tentu kinerja mesin akan menurun dan berimbas pada konsumsi BBM motor tersebut - ini terkait dengan psikologi berkendara dan teknik mengemudi.
  2. Kembalikan Ke Kondisi Standar : Performance kit, semisal knalpot, saringan udara hingga stelak spuyer pada karburator maupun perangkat lainya yang mampu meningkatkan performa motor - termasuk ban ukuran lebih lebar dari ukuran standar tentunya akan membuat konsumsi BBM motor melonjak dibanding kondisi motor dalam keadaan standar. Untuk itu mengembalikan kondisi motor ke pada spek standar sudah pasti dapat memangkas konsumsi BBM
  3. Service Berkala : Hal ini terkait dengan poin pertama dan kedua. Dengan melakukanservis berkala setidaknya dapat menjaga kondisi dan performa motor agar motor tetap dapat memberikan performa otimal tanpa harus mengkonsumsi BBM lebih banyak dari saat motor masih dalam kondisi baru/fresh from the oven … kue kalee :mrgreen:

 

Teknik Mengemudi dan Pskiologi Pengendara

Motor kondisi standar belum tentu akan berfungsi optimal bila teknik mengemudikanya sembrono alias tidak efisien. Tentunya dengan sedikit tips dalam berkendara maka motor tersebut akan lebih efisien dan berimbas pada penghematan BBM.

  1. Atur Bukaan Gas dan RPM : Semakin besar bukaan gas artinya semakin banyak asupan bensin ke karburator / injektor. Sudah barang tentu konsumsi bahan bakar akan meningkat drastis dibanding saat motor dalam kondisi stasioner. Sama seperti mengatur putaran mesin, semakin tinggi putaran mesin maka semakin banyak bahan bakar yang tersedot. (ingat beda dengan efek engine brake lho) jadi atur putaran mesin pada putara menengah, meski tidak sampai torsi maksimum namun motor tetap dapat melaju dalam kecepatan normal.
  2. Sering Mengoper Perseneling - menjada Torsi dan Putaran Mesin : Posisi gigi yang tepat di kecepatan yang tepat dan putaran mesin yang tepat adalah kunci hemat BBM. Bila putaran mesin tinggi menggunakan gigi rendah, disamping tidak nyaman hal ini juga menyebabkan pemborosan BBM. Sama persis dengan putaran mesin rendah, dalam posisi gigi tnggi. Untuk mencapai torsi optimum memaksa pengendara membuka gas lebih lebar, effeknya ya itu … pemborosan!
  3. Jangan Membuka Gas Maksimum : Umumnya pengendara motor langsung membuka gas secara maksimum begitu melihat lampu hijau. Memang rasanya lega begitu keluar kemacetan, namun pembukaan gas secara maksimum hampir sama effeknya dengan melakukan “Geber-geber gas” akibatnya pembakaran tidak effisien.
  4. Jangan Terpancing Kebut Kebutan : Ngebut itu enak! Betul! Tapi dalam rangka hemat BBM dan keselamatan sebaiknya mengedara motor cukup dalam kondisi normal saja. Cukup lakukan bukaan gas secukupnya dan berkendaralah sewajarnya. Insyaalah selain aman, nyaman anda bisa berhemat BBM Setuju ?!!!
22
Mei

GP 250 Diganti dengan GP 400/500/600 ?

(note-gambar nggak ada hubunganya sama tulisan)

Motor 2Tak 250cc Sudah Tidak Lagi Diproduksi

Salah satu imbas penerapan regulasi emisi Euro III untuk pasar Eropa memaksa beberapa pabrika seperti Aprilia, Honda dan Suzuki untuk menutup line up produk 250cc berkapasitas 2 tak. Produk yang paling terakhir menjadi korban adalah Aprilia RS250 pada tahun 2004 silam. Akibatnya seolah menadi sia sia bagi pabrikan untuk terjun habis habisa di kelas 250cc tersebut bila toh pada akhirnya berbagai terobosan yang mereka temukan lewat motor prototype yang diikut sertakan di kelas tersebut menjadi sia sia belaka, karena - terutama untuk teknologi mesin hampir mustahil untuk diaplikasikan pada motor produksi masal mereka. Hal ini kontras berbeda dengan motor yang beraksi di kelas MotoGP dan GP 125. Bila di kelas Moto GP lebih berbicara masalah prestise dan penerapan teknologi pada motor superbike, pada GP 125 lain lagi ceritanya, karena di kelas ini berbagai pabrikan terutama pabrikan eropa masih memproduksi motor sport bermesin 2 tak. Sehingga yang bakal tergeser adalah kelas 250cc  dimana merupakan sebuah kelas tanggung!

Antara Mesin 400,500 atau 600cc

Bila berbicara kelas pengganti Gp 250cc, pilihanya ada 3 kelas, pertama adalah kelas 400cc. Namun kendalanya hampir tidak ada pabrikan yang masih memproduksi motor berkapasitas 400cc. Hal serupa juga terjadi pada motor kelas 500cc. Namun bila berbicara kelas 600cc, kemungkinan akan berbenturan dengan kejuaran World Supersport maupun Superstoc. Sehingga bukan tidak mungkin kelas “tanggung” seperti di MotoGP yang berkapasitas 800cc juga akan diperlombakan sebagai pengganti Gp 250. Kita tunggu!

20
Mei

Honda NR - Sebuah Mahakarya Honda

Futuristis Sepanjang Masa

Futuristis identik dengan kecangihan teknologi dan desain. Karena itu Futuristis amat relatif dengan waktu. Sesuatu yang dianggap futuristis hari ini belum tentu dianggap futuristis pada tahun berikutnya. Bahkan ada anggapan, bila ingin selalu terlihat futuristis maka pilihlah produk bernuansa kassik. Namun tidak semua produk dapat mengikutinya, apalagi sebuah produk yang mampu melawan hukum alam tersebut.

Mahakarya Yang Mencoba Melawan Hukum Alam 

Mungkin banyak orang menganggap motor Harley Davidson Eectra Glide merupkan sebuah mahakarya roda dua bagi kategori motor touring. Selain desain yang tidak termakan zaman dari edisi pertama hingga kini rasanya tidak terdapat perubahan yang signifikan. Namun hal itu terasa wajar, apalagi memang sebuah desain klassik umumnya memang tidak mudah kelihatan kuno.

Lain halnya dengan kategori motor sport atau Superbike, dimana dalam waktu beberapa tahun saja sebuah produk yang tadinya dianggap futuristis bisa jadi dianggap sebuah produk kuno. Mungkin hanya Ducati Superbike 916 saja yang masih dianggap tidak ketinggalan zaman padahal motor tersebut merupakan keluaran tahun 1994.  Tetapi walau bagaimanapun meski telah mendapat gelar sebagai motor Superbike terbaik sepanjang masa versi Discovery Channel maupun majalah Two Wheels motor 916 sudah terasa usang apabila di sandingkan dengan penerusnya baik Superbike 999 apalagi varian 1098.

Tidak demikian dengan produk Honda, sejak pertama kali di rilispada tahun 1992, hingga kini motor empat silinder ini rasanya masih saja terlihat futuristis bahkan bila dibandingkan dengan Honda CBR 600 RR edisi tahun 2007 ataupun Honda Fireblade 1000 edisi 2008.

Bayangkan Desain Motor Ini Sudah Berumur 16 Tahun

Single side swing Arm, atau istilahnya lebih populer disebut Pro Arm, Knalpot Kolong yang kini merupakan sebuah lambang identitas superbike modern hingga fairing Carbon Fiber yang amat ringan kesemuanya adalah  teknologi yang sangat populer saat ini. Bahkan bisa dibilang setidaknya pengaplikasian salah satu fitur tersebut merupakan sebuah standar bagi sebuah Sportbike/ Superbike saat ini bila mereka ingin disebut sebuah motor canggih nan futuristis. 

Namun bayangkan bila tiga fitur canggih tersebut sudah perupakan opsi standar bagi motor yang dirilis pada tahun 1992, alias sudah berusia 16 tahun lamanya. Bahkan bisa dibilang baik siluet maupun desainyapun bisa dibilang lebih futuristis bila dibanding pendahulunya yang berusia jauh lebih muda.

Adalah Honda NR 750 yang pertama kali irilis pada tahun 1992 ini merupakan sebuah masterpiece yang memiliki kekekalan secara futuristis. Mulai dari desain, fitur maupun performa Honda NR merupakan sebuah kesempurnaan yang sulit ditandingi oleh produk manapun, bahkan bagi Honda untuk mengulanginya pun dirasa cukup sulit.

Tanpa Restriktor mesin 750cc ini sanggup menelurkan 160hp

Tampang keren dirasa percuma bagi Honda bila NR tidak didukung performa yahud. Mesin V4 yang menggunakan oval piston ini mampu menelurkan tenaga sebesar 160 hp pada 14.000 Rpm. Hanya saja Honda membatasi output tenaganya pada 125 bhp semata mata demi keselamatan pengendaranya. Terlebih teknologi piston oval tersebut merupakan untuk pertama kalinya digunakan untuk motor jalan raya. Kalaupun ada yang menggunakanya lagi adalah Ducati Desmosedici RR, itupun mereka terlambat 15 tahun dibanding Honda NR. Hanya saja akibat harga yang sangat mahal pada waktu itu ( $50.000 ) plus hanya diproduksi sebanyak 300 unit Akhirnya nasib Honda NR tidak berbeda dengan motor eksotis lainya, yaitu hanya menjadi penghuni garasi maupun hiasan ruang tampu para kolektor sepeda motor. Boleh dibilang sisi positifnya adalah meski telah berusia 16 tahun dijamin kebanyakan kondisi motor Honda NR tetap terjaga dengan baik. 

 




Jarak Tempuh

  • 1,252,931 Km

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community