Arsip untuk Kategori 'Safety riding'

19
Jun

Ducati Superbike Touring By Supermotto @ Sentul

Pada tanggal 14-15 juni 2008 kemarin Ducati Desmo Owners Club bersama PT Supermotto Inonesia selaku distributor resmi Ducati Indonesia diundang untuk mengikuti acara Superbike Touring at Sentul sebagai supporting race pada acara Indoprix kemarin. Sayangnya waktu persiapan yang sangat sempit dan ketidak hadiran Indobikers di atas 999 karena masih berada di Australia sedikitnya peserta membuat acara supporting race ini tidak seramai seharusnya. :mrgreen:

Tidak Ada Kompromi Soal Safety

Persaratan dasar  untuk mengikuti acara ini tentunya adalah memiliki motor Ducati, kemudian perangkat safety seperti wearpack balap, helm balap (full face, model ikat) sepatu dan sarung tangan balap dan back protector. Kondisi motor harus tanpa lampu dan perangkat rem dan ban harus dalam kondisi sempurna juga.


Starter Pada Acara Supporting Race adalah :

  1. Didi - ST2 - 964cc
  2. Eko - ST2 - 964cc
  3. Jade - Monster S2R - 992cc
  4. Bona - Monster S4 - 992cc
  5. Triatmono - Monster S2R - 800cc
  6. Iboy 0 Monster 620ie -620cc
  7. Nugroho - Superbike 1098
  8. Ochi - Superbike 1098
  9. Danang - Multistrada - 992cc
  10. Andre - Multistrada - 992cc

Antara Bloger WordPress dan Balap Superbike

Yang menarik disini adalah 3 dari sepuluh peserta balapan pendukung tersebut merupakan bloger WordPress :-D yang sering wara wiri di blogsphere , yaitu Bro Triatmono, Bro Bona Djalins dan bro Nugroho. Yang nggak menarik disini :( adalah satu lagi Bloger wordpress yang terpaksa absen disini adalah Indobikers karena baru bisa pulang pada awal juli nanti.

05
Jun

Mau Ngebut Dengan Aman ? Ke Sirkuit Sentul Aja !

Kebut Kebutan Di Jalan Umum ? Udah Nggak Jaman Deh !

Sering kali pemuda pengendara sepeda motor sering di identikan sebagai pemuda berandal yang sering mengganggu ketertiban umum. Hal ini tidak lain karena kebiasaan mereka melakukan adu kebut alias trek-trekan di jalan umum.

Disamping sering kali tidak menggunakan piranti keamanan yang memadai, mereka pun menggangu pengguna jalan lainya. Mulai dari suara berisik hingga sering kali mengintimidasi pengguna jalan lainya. Resiko kebut kebutan di jalan umum pun terbilang sangat tinggi. Mulai dari lubang di jalanan, kendaraan lainya hingga image buruk yang kerap menjadi identik dengan kalangan bikers.

Ngebut Di Sirkuit Sentul, Puas, Aman dan Tambah Ilmu

Bagi bikers yang ingin memacu sepeda motor dengan aman, plus menambah skill, berlatih di Sirkuit Internasional Sentul menjadi pilihan paling tepat. Terutama bagi para awam alias pemula (maksudnya baru pertama kali ke sirkuit) disarankan untuk meminta bimbingan dari pengelola sirkuit. Karena memacu motor di sirkuit tidak sama dengan memacu motor di jalan umum. Ada tekhnik yang harus di pelajari dan dipahami terlebih dahulu. Dengan melakukan koordinasi dengan pihak pengelola sirkuit terlebih dahulu, apa lagi bila kesentul bersama komunitas sangat mengasyikan bila berlatih teknik safety riding dari para pembalap senior ataupun instruktur berpengalaman.

Ikuti Peraturan Yang Ada, Karena Ini Sirkuit bukan arena Bermain !

Berlatih di sirkuit tidak sama dengan berlatih main go-kart. Karena disini berbagai jenis sepedamotor maupun bergai bikers dengan berbagai jenis skill yang mereka kuasai berda di dalam satu sirkuit yang sama sehingga peraturan yang ada harus di patuhi. Peraturan vital salah satunya adalah untuk tidak memotong garis pit serta memahami kode warna bendera.

Piranti Keamanan Optimal, Meminimalisir Resiko

Piranti Keamanan Yang Dianjurkan

  • Helm Full Face (DOT/SNELL)
  • Wear Pack Racing (Termasuk Body Protector)
  • Sarung Tangan Racing (Sampai Pergelangan tangan)
  • Sepatu Khusus Balap
  • Back Protector Komplit (Menutupi Punggung sampai Bokong)

Piranti Keamanan Minimal

  • Helm Full Face (DOT/SNELL)
  • Jaket + Body Protector
  • Robotic Knee Protector
  • Sepatu Naik Motor
  • Back Protector
  • Sarung Tangan

Hal ini telah terbukti berhasil melindungi tubuh bikers. Dan ini dialami sendiri oleh Indobikers saat “cinta tanah air” alias Jatuh di gravel saat berlatih menggunakan Multistrada beberapa waktu yang lalu :lol:

INFO TAMBAHAN

  • Jadwal Sepeda Motor - Pukul 9.00 s/d 12.30 dan Pukul 13.00 s/d 14.00 Wib
  • Biaya latihah - Dibawah 600cc : Rp 75.000 s/d Rp 150.000, Diatas 600cc Rp 250.000 s/d Rp 300.000

09
Mei

Penyebab Kemacetan Bukan Cuma Kendaraan Pribadi !!!

Penertiban Parkir Motor ala DLLAJ Yang Kontroversial ( Teori Kambing Hitam? )

Untuk mengurangi kemacetan Pemda DKI menginstruksikan segenap aparat DLLAJ untuk melakukan penetiban terhadap parkir liar baik yang dilakukan oleh kendaraan roda 4 ataupun kendaraan roda dua semisal sepeda motor dan mugkin sepeda onthel :lol: namun sebenarnya tindakan demikian tidak sepenuhnya benar. Karena penyebab kemacetan tidak melulu disebabkan parkiran sembarangan kendaraan pribadi namun juga disebabkan oleh berbagai faktor, tidak terkecuali kelalaian Pembda DKI dalam menyediakan infrastruktur yang memadai.  

Jangan Selalu Menyalahkan Kendaraan Pribadi Dong !

Sudah bosan rasanya jika mendengar pejabat terutama pejabat pemerintah DKI yang melulu menyalahkan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil sebagai biang kemacetan. Meski jumlah mereka terus membengkak namun tidak sepenuhnya kemacetan disebabkan oleh keberadaan kendaraan pribadi tersebut.

Kendaraan umum semisal Bus, Angkot hingga  Truk merupakan pihak yang selama ini selalu saja lolos dari tuduhan. Padahal sudah merupakan fakta bahwa hampir kalau tidak mau dibilang seluruh kemacetan disebabkan oleh antrian kendaraan yang terpaksa ikut berhenti ketika Bus dan Angkot berhenti di tengah jalur untuk menaik-turunkan penumpang. Bahkan banyak titik kemacetan disebabkan oleh keberadaan terminal liar seperti yang ada di perempatan Cilandak-Ampera. Sama seperti kendaraan pribadi yang dituding sering parkir sembarangan, nampaknya kendaran Bus dan Angkot justru selalu berhenti sembarangan diluar halte yang disediakan justru lolos dari tudingan aparat Pembda yang konon sering mengambil kesimpulan yang terlalu dini.

Faktor lain penyebab kemacetan tidak lain karena kondisi jalan yang amburadul alias tidak layak pakai. Kondisi seperti ini sering kali memaksa kendraan untuk melaju dalam kecepatan lambat untuk menghindari kerusakan maupun kecelakaan. Namun seperti biasa, dari pada memperbaiki kondisi jalan dengan maksimal Pemda nampaknya lebih senang menyalahkan kendaraan pribadi sebagai biang kemacetan.

Menggembosi Ban dan Pengikatan ban dengan Rantai …

Alasanya adalah memberikan efek jera, nampaknya solusi tersebut hanya akan menimbulkan masalah. Karena sampai sat ini selain di gedung pusat pertokoan atau perkantoran hampir tidak ditemukan tempat parkir khusus kendaraan roda dua.  Akibatnya hampir di seluruh tempat di kawasan Jakarta, yang disebut lahan parkir untuk sepeda motor adalah di trotoar alias bukan ditempat parkir semestinya. . Menggembosi Ban, dan Pengikatan dengan rantai sendiripun belum memiliki dasar hukum yang jelas. Terlebih melihat mental Aparat DLLAJ yang jauh dari mumpuni bisa jadi tindakan menggembosi dilakukan tanpa tujuan yang jelas namun menjadi sebuah perbuatan yang legal. Parahnya tindakan seperti ini - terutama penggembosan bisa dimanfaatkan oleh pihak yang ingin berbuat “iseng”. Pada akhirnya, alih alih mengurangi kemacetan yang terjadi justru menyusahkan pemilik kendaraan pribadi. Payah :?

29
Apr

Jalan Raya Itu Ibarat Medan Perang Bagi Bikers … (1)

Secara statisik kecelakaan jalan raya baik ringan hingga berkategori fatal selalu didominasi oleh pengendara roda dua yang tidak lain adalah pengendara motor (bukan sepeda ya). Penyebabnya bisa bermacam macam mulai dari (1)ketidak disiplinan pengendara itu sendiri, pengaruh (2)infrastruktur jalan raya, (3)kondisi motor, akibat (4)kendaraan lain hingga (5)minimnya teknik dalam berkendara. Untuk itu ada beberapa hal yang patut diperhatikan agar kita selamat saat berkendara di jalanan yang penuh tantangan ini.

Kesadaran dan Mental Bikers

Sebagai langkah pertama adalah melatih kesadaran dan mental seorang bikers itu sendiri. Karena baik keselamatan maupun kecelakaan biasanya bermulai dari faktor ini. Ditekankan di sini bahwa yang dipentingkan adalah “kesadaran” bukan kedisiplinan, karena dengan adanya kesadaran maka dengan sendirinya maka kedisiplinan akan hadir secara otomatis tanpa perlu ancaman baik dari aparat maupun yang faktor lainya. Berikut merupakan hal yang patut disadari untuk dikerjakan dan sesuatu yang sering menjadi biang penyebab terjadinya kecelakaan.

(1) Mematuhi Peraturan Lalulintas

Sebenarnya ini adalah kesadaran paling mendasar untuk dilakukan bagi setiap bikers untuk menghindari hal yang tidak di inginkan. Mulai dari berhenti di saat lampu merah, stop di belakang garis putih hingga menyalakan lampu sain saat ingin belok ataupun berpindah jalur. Sayangnya sering kali untuk hal seperti inipun masih sering kali dilanggar. Biasanya pelanggaran seperti ini terjadi pada perempatan yang sepi ataupun tidak dijaga oleh petugas.

(2) Peranti Keselamatan Dipakai Bukan Untuk Menghindari Tilang

Sering kali pengendara hanya dipakai untuk menghindari di tilang petugas, sehingga peranti keselamatan tersebut terkesan seadanya. Seperti helm catok, mengenakan sandal jepit, ukuran kaca spion yang terlalu kecil hingga kondisi motor yang “sekedar” bisa dipakai berjalan meski sebenarnya motor tersebut tidak layak untuk dipakai.

(3) Melatih Mental dan - “Insting”

Bikers yang memiliki mental baik adalah seseorang bikers yang mampu mengatur emosi seperti tidak mudah terpancing oleh prilaku bikers lainya, mematuhi aturan lalu lintas hingga tidak memaksakan diri untuk terus berkendara disaat kondisnya tidak memungkinkan. Yang terakhir adalah tidak mengesampingkan “Insting” seperti bila merasa ada firasat tidak “enak” untuk berkendara maka sebaiknya hal itu tidak dikesampingkan karena kadang firasat sering kali tidak jauh berbeda dari kenyataan.

Kondisi Infrastruktur Jalan Raya

Seperti yang telah kita ketahui bahwa di indonesia terutama di Jakarta dikenal memiliki berbagai macam rintangan yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakan lalulintas sekalipun pengendara tersebut telah mematuhi peraturan lalu lintas dengan sebaik baiknya. Untuk itu ada beberapa tips yang dapat membantu pengendara untuk memahami kondisi infrastruktur jalan agar terhindar dari kecelakaan yang tidak perlu.

(1) Menghafal Kondisi Jalan hingga Menggunakan Rute Aman

Agar terhindar dari kecelakan seperti dikarenakan melindas separator busway hingga terjatuh karena melindas lubang merupakan kecelakaan yang paling sering menimpa bikers dijakarta. Untuk itu sebaiknya seorang bikers memahami dan menghafal kondisi jalanan yang menjadi rute keseharianya. Karena dengan menguasai kondisi jalan, dengan mudah bahaya laten seperti lubang maupun separator busway dapat diantisipasi oleh bikers dengan baik.

Menggunakan rute aman, artinya seorang bikers dapat memilih jalur yang sudah ia kuasai plus menghindari jalur dimana jalur tersebut memiliki resiko cukup besar bila dilalui oleh pengendara sepeda motor. Jalur yang memilki kondisi jalanan berlubang, licin, gelap dan banyak dilalui kendaraan besar umumnya merupakan jalur yang berkategori beresiko untuk dilalui. Sebisa mungkin untuk menghindari jalur tersebut.

(2) Memilih Jalur yang paling aman

Mungkin aneh kedengaranya namun ini terbukti benar! Jalur sebelah kiri bagian kanan atau mudahnya berada di lajur paling kiri namun berda di bagian paling kanan pada jalur tersebut bisa dibilang pilihan paling baik. Disamping kebanyakan lubang berada di lajur tengah penempatan spanduk, bendera partai maupun ormas berada di jalur kanan. Pasalnya seringkali bendera tersebut berada pada posisi horisontal sehingga bisa tertabrak oleh badan pengendara motor. Lain halnya pada lajur kiri. Bila pengedara berada di jalur kiri di sebelah kiri seringkali banyak pejalan kaki, kendaraan berhenti maupun bus yang sembarangan menaik-turunkan penumpang. Akibatnya disamping memaksa bikers untuk sering berhenti hal ini bisa membuat pengendara motor cepat lelah dan pada akhirnya bisa menabrak penghalang tersebut.

(3) Menerapkan Sistem “Give Away” Pada Lintasan Tanpa Marka

Sistem “Give Away” artinya mendahulukan pengendara yang ingin lurus terlebih dahulu baru melakukan belok atau berputar. Seringkali pengendara sering berlomba2 untuk belok atau memutar tanpa lintasan tanpa marka. Padahal sering kali banyak pengendara lain yang sedang melaju cepat. Akibatnya tabrakan antara kendaraan yang melaju lurus dengan kendaraan yang ingin membelok ataupun memutar. Karena itu pilihan untuk “mengalah” pada kendaraan yang ingin lurus merupaka sebuah langkah yang bijaksana untuk menghindari kecelakaan.

Bersambung …

19
Apr

Pakir Khusus “Motor Besar” di Loby, Syaratnya Apa ?

Jejeran Ducati di Senayan City

Parkir Khusus “Motor besar” di Loby Hotel / Mal

Hampir di setiap mal yang berkategori Hi-end semisal Plaza Senayan, Pondok Indah mall 2, Citos hingga Senayan City kita sering melihat tanda “Parkir Khusus Motor Besar” yang terletak di loby utama ataupun di depan Cafe Bean. Namun sering kali juga kita mendapati motor berkapasitas 125cc semisal Cagiva Mito atapun Aprilia RS 125 diparkir disitu. Bahkan seringkali juga kita mendapati jejeran Vespa Corsapun ikut diparkir di lokasi tersebut. Sebaliknya belum pernah saya melihat motor seperti Thunder 250 yang diparkir di lokasi tersebut. Sehingga menimbulkan pertanyaan, sebenarnya motor yang seperti apakah yang berhak di parkir di tempat khusus terebut.

Lebih Tepatnya  di Sebut Parkir Motor Eksotis berukuran Besar

Yap, mungkin tepatnya parkiran motor yang berada di loby tersebut sebaiknya di sebut parkir khusus motor eksotis berukuran besar. Karena pada dasarnya sebutan “Motor Besar” itu sendiri memiliki makna bias. Karena motor akan dianggap berukuran “besar” dari sisi mananya? Apakah dari kapasitasnya atau dari ukuranya? Ambil contoh Aprilia RS125 dibandikngkan Ducati 1098, kapasitas mesinya terpaut 975cc tetapi dari segi ukuran Ducati 1098 tidak lebih besar dari Cagiva Mito. Belum lagi kategori “Motor Besar” itu sendiri. Apakah 250cc itu besar? Ataukah Motor berkapasitas 400cc sudah cukup dianggap sebagai motor besar? Sehingga sebaiknya sebutan parkiran khusus tersebut di sebut sebagai parkiran khusus “motor eksotis” dibanding di sebut parkir khusus motor besar. Nampaknya bila demikian hak istimewa tersebut bisa jadi juga dimiliki Kawasaki Ninja ZX 250, meski kapasitanya hanya 250cc namun ukuranya yang cukup besar bisa menjadi “surat ijin” parkir di loby mall tersebut.

Disamping menambah gengsi Mall tersebut, juga menghindari tangan Jahil

Konon pihak manajemen mal tersebut memiliki alasan baik strategis maupun oprasional. Sebagai alasan strategis menurut salah satu karyawan mall tersebut dengan kehadiran motor motor eksotis tersebut selain mampu menarik perhatian pengunjung lain, secara tidak langsung dapat menaikan status mall tersebut. Untuk alasan oprasional sering terjadi kejadian dimana motor tersebut di rusak alias dibaret bahkan samapi ad yang kaca spionya di copot saat di parkir di parkiran motor yang terletak di basement. Menghindari terulangnya kejadian tersebut nampaknya manajmen mall menerapkan peraturan tersebut. Belum lagi sulitnya akses ke dalam parkiran khusus motor seperti yang ada di plasa senayan, bila menggunakan motor berukuran besar dan lebar semisal Goldwing, Multistrada ataupun Electraglide. Jangankan untuk memarkir motor yang sudah sangat sempit untuk masuk kedalam parkiranpun sudah merupakan usaha yang melelahkan. Sehingga tidak heran hampir di seluruh Mal Hi-end tersebut memberikan fasilitas parkiran khusus untuk motor berukuran besar dan eksotis tersebut.   

24
Mar

Penyakit Bikers di Jakarta dan Safety Riding

maludong-196.jpg 

Inilah mengapa Bikers kerap dianggap kalangan rendah dan Arogan

Tidak ada api kalau tidak ada Asap. Tidak ada image / stereotipe buruk bila tidak ada kelakuan buruk dari bikers itu sendiri. Menyoal berbagai tindakan indisipliner pengendara sepeda motor di tanah air  terutama di kota besar ada baiknya kita mawas diri dan melihat tindakan apa saja yang sering dilakukan bikers itu sendiri dari berbagai sudut pandang. Bedanya Indobikers mengklasifikasikanya tidak dengan UU Lalu Lintas  yang sulit dipahami :mrgreen: melainkan segi praktikalitas, keselamatan, psikologis, nekad bin edan :mrgreen:  tidak lupa akibat dan korban tindakan tersebut. gimana  :-D ?

Praktikalitas : Dilakukan tanpa sadar namun sebenarnya pelanggaran

  • Di lampu merah mengantri di depan garis atau berhenti di depan Zebra cross : Umumnya dilakukan di perempatan. Saat menunggu lampu tanda belok menyala para pengendara motor seringkali numpuk di depan garis pada jalur paling kanan. Akibatnya menghalangi Zebra cross bahkan bila terlalu menumpuk pengendara berhenti diantara jalur busway. Resiko : Tertabrak Busway maupun kendaraan arah berlawanan. Dirugikan : Bikers sendiri 
  • Tujuanya lurus tetapi karena asik selap selip motor bertumpuk di jalur kiri : Efeknya terasa saat  berada di perempatan dimana “jalur belok kiri boleh langsung” tertahan. Effek bottle neck pun terjadi. Resiko : Menambah kemacetan. Dirugikan : Seluruh pengguna jalan.  
  • Selap selip diantara kemacetan : Siapa bilang hal itu diperbolehkan dari segi keamanan ? Meski terasa wajar namun sebenarnya hal tersebut beresiko terjadinya tabrakan maupun serempetan antara stang motor dengan kaca spion mobil. Resiko : Menabrak kendaraan lain. Dirugikan : Pengguna kendaraan roda empat
  • Berteduh di bawah jembatan dikala hujan : Meski alasanya cukup manusiawi, namun akibat bertumpuknya motor yang berhenti dibawah jembatan maka terjadilah effek bottle neck. Resiko : Menyebabkan kemacetan. Dirugikan : Seluruh pengguna  jalan

 

Keselamatan : Bukan Pelanggaran Hukum tapi Berbahaya

  • Piranti keamanan minimum : Memakai helm catok, menggunakan sendal, saat hujan menggunakan jaket hujan berjenis “Hoody alias kupluk”. Memang bukan pelanggaran namun disampin tidak memberi perlindungan maksimal perlengkapan tersebut justru berbahaya bagi penggunanya. Resiko : Kecelakaan sendiri. Dirugikan : Bikers sendiri
  • Modifikasi tidak sesuai : Memasang ban berukuran kecil misalnya. Terlihat unik dan menarik. Tetapi Effeknya adalah kesetabilan motor berkurang drastis. Akibatnya kendaraan riskan terjatuh. Resiko : Kecelakaan sendiri. Dirugikan : Bikers sendiri
  • Mengangkut beban berlebih : Umumnya dilakukan oleh tukang Oncom, Krupuk, Es, Delivery Service hingga Jagal Ayam :mrgreen: Mengangkut beban di kanan kiri motor membuat motor tidak stabil. Disamping dapat menutup ruang gerak dan pandangan bikers lainya, amat sulit melakukan recovery saat pengendara tersebut terpaksa melakukan manufer gesitResiko : Kecelakaan dan melibatkan bikers lainya Dirugikan : Bikers yang disekitarnya

 

 Psikologis : Karena pola pikir dan mental maka terjadilah hal yang tidak diinginkan

  • Benar salah, Bikers selalu benar : Ini kerap terjadi saat kecelakaan melibatkan motor dengan mobil. Umumnya tanpa pikir panjang pengendara motor di sekelilingnya langsung memalang motornya untuk kemudian menghakimi pengemudi mobil tersebut. Efek kecemburuan sosial kerap dijadikan alasan. Dirugikan : Pengguna kendaraan roda empat. Resiko : Komunitas bikers dianggap kelompok kelas bawah
  • Memancing dan Terpancing adu kebut di jalanan umum : Biasanya akibat salah seorang bikers melakukan profokasi dengan menggeber gas,kemudian menjadikan lampu lalu lintas sebagai lampu start (ini effek iklan juga) terjadilah adu kebut dadakan. Resiko : Terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dirugikan : Semua pengguna jalan.
  • Mengintimidasi pengguna jalan lainya : Umumnya dilakukan saat para bikers berkelompok. Melakukan geber geber gas, memaksa kendaraan lain minggir untuk memberikan jalan pada iring iringan konvoi tanpa memperhatikan kondisi lalulintas menjadi penyakit yang sering kambuh. Resiko : Image buruk serta konflik dengan pengguna jalan lainya. Dirugikan : Semua pengguna jalan.

 

Nekad bin Edan :mrgreen: : Artinya disamping melanggar hukum hal ini amat berbahaya

  • Mengendarai motor melawan arah : Sering terjadi di jalur macet namun bukan jalanan protokol. Lokasinya umumnya dekat pasar. Kerap terjadi pengendara motor mengendarai motor dengan melawan arah. Resiko : Nabrak lah! Dirugikan : Yang pasti bukan pesawat terbang atau kapal laut :mrgreen:
  • Anak kecil diizinkan bawa motor : Korban paling terkenal adalah almarhum Adi Firansyah. Menabrak motor yang melawan arah, dan dikendarai oleh anak dibawah umur. Alasanya cukup simpel yaitu : Dikendarai di jalur sepi! Resiko : Kecelakaan Fatal Dirugikan  : Semua pengguna jalan
  • Motor masuk jalan tol : Di Singapura boleh, Australia ok, Amerika ngak masalah sayangnya di Indonesia nggak boleh! Resikonya ya ketabrak oleh kendaraan lainya. Resiko : Kecelakaan Fatal. Dirugikan : Pengguna jalan tol
  • Kanan kiri kosong, trabas lampu merah : Umumnya terjadi setelah jam 12 malam. Begitu melihat kanan kiri kosong. Lampu merah di trabas. Siapa bilang tanpa terlihat oleh anda sebenarnya ada kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Resiko : Kecelakaan Fatal Dirugikan : Pengguna jalan yang terlibat

 

Sayangi Diri Anda, Motor Anda serta Keluarga Anda.

Tidak perlu muluk-muluk, tidak perlu berlagak idealis. Toh kita, para bikers hanyalah manusia biasa yang kerap melakukan tindakan khilaf. Sehingga tanpa disadari sering kali kita melakukan pelanggaran yang beresiko membuat kecelakaan. Mengikuti praturan bukan karena takut di tilang, karena ditilang toh tinggal beri uang damai atau datang ke pengadilan untuk kemudian membayar denda, perkara pun selesai. Tetapi pikirkan berapa uang yang harus di tabung untuk membeli motor tersebut. Serta pikirkan tentang keluarga atau orang yang anda cintai yang telah menunggu anda di rumah. Ingat kesehatan dan keselamatan anda tidak bisa dinilai dengan uang. Hanya karena ingin menghemat 100-200 ribu atau lebih cepat 5-10 menit anda mempertaruhakan keselamatan anda dan keluarga anda. Ingat keselamatan adalah yang utama. Safety firs bro :mrgreen:

 

22
Mar

Jalan Tol : Hanya Untuk Mobil bukan Motor apalagi Pejalan Kaki !

jalan-tol2.jpg

Foto : ardiantyn.files.wordpress.com

Jalan Tol = Jalan Bebas Hambatan

Jalan tol yaitu jalanan bebas hambatan dimana tidak ada lampu merah dan kendaraan yang memasukinya hanyalah kedaraan beroda empat atau lebih. Sayangnya meski untuk menggunakan fasilitasnya setiap konsumen diharuskan membayar dalam jumlah tidak sedikit tetapi fasilitas yang diberikan jasamarga ternyata sangat mengecewakan.

Nyebrang kok dijalan tol sih!

Untuk sekian kalinya kecelakaan yang melibatkan antara pejalan kaki dengan pengendara kendaraan roda empat. Anehnya meski diberitahu berulang kali tetap saja masih banyak warga yang menyebrang di jalan tol. Ironisnya meski pihak yang paling dirugikan adalah pengguna kendaraan roda 4 atau lebih (sebagai pengguna sah jalan tol) namun setiap terjadi kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki selalu saja pihak pengendara mobil lah yang dianggap pihak yang bersalah :? entah dengan alasan kelalaian ataupun indisipliner. Padahal aksi pejalan kaki / penyebrang tidak hanya membahayakan dirinya namun pengguna jalan tol lainya. Hal ini disebabkan karena saat berusaha menghindari penyebrang yang indisipliner tersebut kendaan roda empat memiliki resiko untuk terbalik (saat membung arah) ataupun tertabrak kendaraan lainya ( mengerem mendadak) namun bila hal ini terjadi si penyebrang tersebut dengan mudah menghilang untuk menghindari tanggung jawab.

Harley Davidson Masuk Tol … Waduh !

Anehnya pelanggaran di jalan tol tersebut kini menular kepada para bikers. Untuk kedua  kalinya tejadi pelanggaran berat yang dilakukan oleh pengendara Harley Davidson atau mungkin lebih enak disebut pengendara motor jenis Chopper. Hal ini disamping membahayakan namun juga dapat merusak image para big bikers. Meskipun sejauh ini baru pengendara Chopper saja yang mendapat cap negatif dikalangan pengguna jalan lainya. Sungguh memalukan, disaat usaha keras para pengendara Chopper dalam membangun image baik - salah satunya adalah dengan merintis jalur merah putih, namun seolah image tersebut kembali di rusak oleh kelakuan beberapa oknum tersebut.   Bisa bisa komunitas Chopper bakal jadi pergunjingan lagi untuk waktu yang lama :?

Lengkapnya ada di sini  dan ini

28
Feb

Iklan Sepeda Motor Tidak Mendidik !

gilera-riders.jpg

Pernah memperhatikan iklan sepeda motor yang ada di televisi ? Semua temanya adalah menggambarkan keperkasaan performa motornya. Baik dari segi handling, tenaga hingga top speednya. Tetapi jika diperhatikan lebih lanjut-diluar kemampuan iklan tersebut dalam menarik konsumen sebenarnya banyak sisi negatif yang dapat ditiru oleh masyarakat.

Menjauhi Safety Riding

Coba perhatikan, dalam iklan sepeda motor khususnya motor skutik digambarkan banyak biker yang membonceng penumpang dengan posisi duduk menyamping. Belum lagi dimana pengendara sepeda motor yang mengenakan helm tidak sesuai dengan standar keamanan yang ada. :?

Berkendara Ugal ugalan

Menjadikan lampu merah sebagai lampu start, susul menyusul di jalanan umum, hingga membuat kekacauan menggunakan sepeda motor. Sepintas hal sepele, tetapi secara tidak langsung iklan tersebut dapat memicu bikers pemula dan awam untuk meniru tindakan tersebut. Sayangnya yang akan terjadi bukanya menjadi bahan tertawaan atau decak kagum tetapi isak tangislah yang terjadi :(

Mau sampai kapan ?

Jika pemerintah bisa melarang iklan rokok yang menggambarkan objek iklan sedang merokok, dan menggantinya dengan adegan lain semisal pemandangan keindahan alam atau aktivitas petualangan seseorang, kenapa tidak demikian dengan iklan sepeda motor dengan membuat stadarisasi  pembuatan iklan sepedamotor dengan mengedepankan fitur safety riding dan keselamatan serta toleransi berkendara? Sehingga dapat membangun image elegan sepeda motor dan tidak membuat kesan bahwa pengendara roda dua adalah masyarakat kelas rendah dan kampungan :-D

26
Feb

Racewar Drag Race - Sentul 24 Februari

racewar.jpg 

Acara yang berjudul Racewar Drag Race diadakan di sirkuit sentul pada 24 Februari. Acara ini diadakan dalam rangka melakukan gathering sesama penggemar olah raga drag race baik roda 4 dan sepeda motor. Disini peserta diperbolehkan melakukan Dragrace plus performance test sepuasnya (meski sebenarnya hanya bisa dilakukan  3-4 kali karena terbatasnya waktu)  

Didominasi oleh Harley Davidson

Untuk ajang roda  dua, terbagi lima kelas, yaitu kelas Motor besar 600cc ke atas, Harley Davidson, Scooters, motor 2 tak dan 4 tak yang berkapasitas dibawah  250cc. Peserta yang terbanyak adalah dari Bikers Harley Davidson - wajar inikan acara mereka, kemudian disusul oleh peserta dari kategori motor 2 tak under 250cc dan Scooters.

ducatista.jpg

Ducati Turunkan 6 motor  

Untuk kategori  motor sport diatas  600cc Ducati menurunkan 6 buah motor yang didukung penuh oleh Ducati Automall - Supermotto dan Paddock Forty. Dukungan tersebut berupa pendaftaran gratis, ekuipment, trasportasi, mekanik dan perlengkapan, seperti Indobikers yang seperti biasa dengan begitu pede hanya modal motor :lol: dan dengkul, dipinjami wearpack oleh om Nug dan body protektornya :-D 

Inilah perwakilan Ducati yang turun di ajang Racewar Drag Race :

  1. Superbike 1098S / 1100cc  - Bro Agustus Nugroho
  2. Superbike 996/ 1000cc - Bro Ramos
  3. Monster S2R /1000cc - Bro Jade
  4. Monster S4 / 1000cc - Bro Andre Jes
  5. Multistrada 1000DS / 1000cc - Indobikers :-D
  6. Supersport SS900 / 900cc - Bro Bobby

 Wah ada yang Nggak imbang ! 

Namun ada sedikit kekurangan dalam penyelenggaraan babak pertama even ini, seperti ketika Bro Jade terpaksa harus adu cepat dengan mobil Honda City yang jelas amat tidak imbang dan Indobikers sendiri yang terpakasa melawan Harley Electra Glide dan untungnya menang :lol: Disini juga menjadi catatan tersendiri ketika banyak peserta dan penonton yang terkagum kagum dengan kemampuan motor Bro Nug yaitu 1098s dimana meski sempat terjadi kesalahan pada saat start namun tetap mampu mengimbangi GSX Supersport full racing speks. Dahsyat !!!

 

16
Feb

Helm Berkualitas dengan Standar Snell dan DOT

arai-rx7-nakano-x.jpg

Helm merupakan pelindung kepala yang wajib dipakai saat mengendara motor. Disamping berguna untuk menghindari di tilang polantas :mrgreen: helm juga berfungsi melindungi kepala bila terjadi benturan. Saat ini banyak beredar helm dengan tampilan desain serta corak warna yang menarik tetapi belum tentu  memiliki kualitas serta kemampuan melindungi kepala pemakainya secara maksimal.

Standar Snell dan DOT

Merupakan lembaga yang menguji kekuatan helm serta kemampuanya melindungi kepala penggunanya. Dinegara tertentu helm yang belum mendapat sertifikat dari Snell atau DOT bahkan dilaran beredar. Biasanya helm yang telah bersertifikasi Snell dan DOT memiliki stiker segel Snell atau DOT.

Helm Yang Baik Itu …

Selain sertifikasi dari Snell atau DOT, ada beberapa cara untuk mengetahui apakah helm tersebut berkualitas baik atau tidak. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :

  1. Memiliki ukuran proprosional - tidak terlalu besar atau sebaliknya
  2. Tidak kopong - Bila di ketuk bagian batoknya tidak berbunyi nyaring
  3. Tidak lentur - Helm di posisikan terbalik bila kedua sisinya ditekan tidak berubah bentuknya
  4. Memiliki ketebalan stirofom sekitar 1 cm dan terdapat lapisan busa setebal 1 cm pada bagian depan
  5. Jarak dari mulut pemakai dengan ujung helm sekitar 1-1.5 cm
  6. Kaca helm tidak terlalu tipis, ketebalannya sekitar 2-3 mm
  7. Terbuat dari bahan Plastik atau Karbon Kevlar

Saat dipakai helm itu …

Helm yang baik tentunya berbeda dengan helm yang hanya menarik dari segi penampilanya. Kadang untuk mengetahui kualitas helm tersebut baru terlihat setelah dipakai.

  1. Helm dengan ukuran yang pas, tidak terasa “oblak” saat di pakai
  2. Suara kendaraan lain terdengar jelas meski kaca helm tertutup
  3. Kaca helm tidak mudah mengembun maupun kemasukan angin
  4. Ketika ventilasi helm dibuka hembusan angin masuk melalui lubang ventilasi tersebut

Merk helm yang telah mendapat sertivikasi dari Snell atau Dot

  • Arai        (4-8 juta) 
  • Airoh      (1-3)
  • Agv         (1-7)
  • Bieffe      (2-5)
  • Caberg    (4- 8)
  • Dainesse (2-4)
  • Givi         (1-3) 
  • Nolan      (2-6)
  • Rheos      (2-3)
  • Shark      (2-4)
  • Shoei       (4- 8)
  • Vemar     (2-6)
  • Xlite         (3-6)

  

28
Jan

Knalpot Bersuara Keras = Fashion, Performance atau Intimidasi ?

arrowr198.jpg

Jujur kita sendiri sebagai bikers kadang merasa terganggu dengan suara keras yang dihasilkan oleh knalpot speda motor. Namun kadang sebagai bikers  kita juga bisa memahami bahwa setiap knalpot diciptakan sesuai kegunaanya. Penggantian kenalpot dari versi standar dengan kanlpot aftermarket awalnya ditujukan kepada dua hal, yaitu Performa dan Fashion. Namum dewasa ini seringkali penggantian knalpot justru ditujukan untuk melakukan intimidasi :?  

Knalpot untuk Fashion dan Performance

Sambil menyelam minum air, itu juga berlaku pada dunia speda motor. Mengganti knalpot standar dengan knalpot aftermarket dengan tujuan meningkatkan performa sekaligus mempercantik penampilan motor baik dari tampilan maupun suara. Knalpot aftermarket tersebut biasanya terbuat dari bahan Kevlar, Alumunium, Titanium. Disamping dapat meningkatkan tenaga motor sebesar 5-10% umumnya suara yang dihasilkan knalpot tersebut berbeda dengan knalpot standar, biasanya sedikit lebih keras namun walaupun di geber geber  suara yang dihasilkan tidak lebih dari 60 desible. Disamping itu knalpot after market tersebut akan bersuara lebih membulat saat motor digunakan pada kondisi optimal. Sehingga knalpot tersebut tidak menggangu pengguna jalan lainya. Sisi positif lain yang bisa diambil dari penggunaan knalpot aftermarket tersebut adalah suara yang dihasilkan saat digunakan pada rpm rendah  tidak melebihi suara knalpot standar. Hal tersebut berguna bila motor sedang dikendarai melalui komplek perumahan, rumah sakit maupun tempat peribadatan. Knalpot Aftermarket yang beredar dipasaran antara lain : Yoshimura, C36, Termignoni, Arrow, Akrapovic hingga Devil.    

Knalpot untuk Intimidasi … uh!

Ini dia yang sering diributkan oleh masyarakat dan pengguna jalan lainya. Speda motor yang memiliki suara knalpot terlalu keras bahkan sering mengeluarkan suara yang meledak ledak. Knalpot jenis ini dinamakan knalpot jenis Free Flow, yang artinya mengalir bebas tanpa adanya hambatan dari peredam suara. Satu satunya effek dari knalpot jenis ini adalah mampu mengeluarkan suara sangat keras tanpa perlu menggeber geber gas. Tidak ada effek yang signifikan baik dari performa motor maupun segi penampilan. Konon tujuan penggunaan knalpot jenis ini adalah untuk melakukan intimidasi terhadap pengguna jalan lainnya agar memberikan jalan terhadap speda motor tersebut. Padahal semestinya tanpa perlu mengeluarkan suara yang begitu keras bila memang motor tersebut cukup cepat bisa dengan mudah menyusul kendaraan lainya tanpa perlu menggeber2 gas motor tersebut. Bukankah bikers yang baik adalah bikers yang toleran sekaligus menghormati pengguna jalan lainya ? :-D

14
Des

Wajah Komunitas Motor Versi Kompas

anak_klub.jpg 

~ by Girifummi ~

Bagai mana pendapat masbro, bagai mana penilaian masbro, semua terserah penilayan masbro! Silahkan klik di gambar untuk mendapatkan resolusi yang lebih baik.




Jarak Tempuh

  • 1,252,931 Km

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community