Arsip untuk Kategori 'Moto GP & World Superbikes'

28
Jun

MotoGP Assen : Stoner Juara, Pedrosa 2nd, Edwards 3rd … Rossi ?

Ducati Cuma Bisa Dikendarai Stoner

Stoner Kembali menunjukan bahwa dirinya merupakan satu satunya pembalap yang mampu memanfaatkan torsi dan tenaga “gila” Desmosedici Gp7/8. Sedangkan posisi kedua berhasil diraih oleh Dani Pedrosa yang untuk saat ini memimpin klasemen sementara Moto Gp. Sedangkan posisi podium ketiga yang tinggal beberapa meter berhasil direbut Edwards dari genggaman Nicky Hayden. Rossi ? Kesalahan ditikungan pertama membuat Rossi tercecer di posisi ke 11. Dengan demikian nampaknya Gelar juara dunia Moto Gp tidak akan jauh dari Stoner, Pedrosa dan Rossi. Untuk Lorenzo nampaknya posisi ke 6 cukup baik bagi dirinya mengingat ia masih dalam pemulihan dan karirnya pun masih sangat panjang.

Trio Kwek Kwek ? Waduh ….

Disaat rekan setim Casey Stoner meraih kemenangan demi kemenangan, Melandri pun ikut menyertai dengan menjadi pembalap nomor satu dari belakang. Kecuali Guintoly,  Melandri dan Ellias yang tadinya sempat unggul 20 detik di depan Rossi (setelah terjatuh) dengan mudah kembali diasapi Valentino Rossi. Rumor paling santer adalah Nicky Hayden sudah menandatangani  kontrak dengan Ducati sebagai pembalap  pengganti Melandri musim depan.

22
Jun

MotoGP Inggris : Stoner Juara, Rossi 2nd Pedrosa 3rd

Penghuni Podium 1,2,3 = L4 Alias Lu Lagi Lu Lagi :mrgreen:

Tidak banyak berubah dari dua seri sebelumnya, pada moto Gp Inggris ini podium ternyata kembali dikuasai tiga pembalap yang sama yaitu Casey Stoner, Valentino Rossi dan Dani Pedrosa. Hanya saja perbedaanya adalah kali ini giliran Casey Stoner yang menjadi juara pertama, untuk kemudian disusul oleh Rossi dan Pedrosa. Tidak bisa dipungkiri nampaknya mulai terlihat jelas bahwa gelar juara dunia tidak akan jauh dari Tiga nama tersebut, kalaupun ada nama selain mereka adalah Jorge Lorenzo yang masih mungkin merebut gelar juara dunia musim ini. Sebagai Tambahan Doni Tata hanya finish di urutan ke 19 dan kembali di overlap.

Trio Kwek Kwek Trancam Bubar ?

Setelah selalu tampil “konsisten” memalukan di setiap seri kini Marco Melandri, Toni Ellias dan Silvain Guintoli kembali meneruskan “konsistensi” mereka untuk selalu finnish diluar 10 besar :lol: bahkan khusus untuk Marco Melandri lebih luar biasa, disaat rekanya Stoner berhasil menjuarai GP Donington Park, ia justru finnish di urutan ke 16 berada dibelakang pembalap pengganti Ben Spies yang baru pertama kali turun membalap di MotoGP. Menurut gossip yang beredar musim depan Marco akan di depak oleh Ducati dan digantikan oleh Sete Gibernau. Karena sepertinya faktor usia bukan jaminan seseorang akan tampil superior ataupun justru inferior. Gossip lain kalaupun bukan Gibernau, maka pengganti Marco adalah Cris Vermeullen ataupun James Toseland. Lain halnya dengan gossip yang diberitakan oleh Crash.Net, justru Hayden lah yang akan mendampingi Stoner musim depan. Kita tinggu !

08
Jun

Motogp Spanyol : Pedrosa, Rossi, Stoner Podium! Jorge Lorenzo KO !

Doni Tata - di overlap dan hanya finis di posisi ke 18

Big Four Hanya Terpaut 50 Poin

Kemenangan Pedrosa di spanyol membuat jarak antara dirinya dan Rossi hanya terpaut 7 poin. Sedangkan secara keseluruhan the “Big Four” hanya terpaut 50 poin dari 12 seri yang tersisa. Namun bukan tidak mungkin the “Big Four” akan berubah menjadi the “Big Three” setelah melihat perkembangan 2 seri terakhir dimana Stoner berhasil mengembalikan performanya dan penampilan buruk yang dialami oleh Jorge lorenzo dimana di seri sebelumnya ia jatuh dan kini terpaksa absen karena terjatuh dalam sesi latihan. Kita hanya berharap kecelakan bertubi yang menimpa Lorenzo tidak menghancurkan performanya, setelah apa yang terjadi pada Darrl Beattie pada era 90an.

Trio “Kwek Kwek” apa kabar ?

Disaat rekanya bertarung mempertahankan juara dunia dan khususnya pada seri ini dimana Stoner dan Rossi memberi “pelajaran” terhadap Andrea Dovisiozo bagaimana membalap di Moto Gp, Seperti yang sudah diperkirakan dan menjadi rutinitas - Melandri hanya mampu finish ke 11, Guintoli ke 13 dan Toni Ellias lebih hebat lagi karena ia mendapat Black Flag :lol:

01
Jun

Mugello : Rossi Juara, Stoner Kedua, Pedrosa Ketiga !

Doni Tata Finish ke 17, butuh 2 pembalap lagi yang Jatuh agar DoTa dapat poin!

Mugello Memang Kandang Rossi

Seperti yang sudah diprediksi banyak orang, Valentino Rossi yang start dari pole position dan berlomba di sirkuit Mugello dimana rossi telah meraih 7 kemenangan dalam 8 tahun terakhir memang bukan hal yang mengejutkan bahkan terhitung lumrah, kecuali Helm rossi yang benar benar “berbeda” dari pembalap lainya :-D. Tempat kedua diraih juara bertahan dari Ducati Casey Stoner dan ketiga diraih oleh Pedrosa.

Big Four Sulit Tergoyahkan

Mirip dengan yang terjadi pada liga Inggris dimana hanya dikuasai oleh 4 klub, Moto Gp nampaknya juga demikian, Hanya dikuasai oleh Valentino Rossi, Stoner, Lorenzo dan Pedrosa. Hanya saja kini giliran Lorenzo yang tertimpa sial. Akibatnya ia kini tegeser ke tempat ke tiga. Namun nampaknya sulit bagi Pembalap lain untuk bersaing dengan empat pembalap “Big Four” Tersebut.

Ducati Kenapa Tidak Pakai Satu Pembalap Saja ?

Lagi lagi “Trio Kwek Kwek” Ducati yang terdiri dari Melandri, Guintoli dan Tony Elias tidak bisa memberikan kontribusi apa apa, selain finis di urutan buncit. Bahkan pembalap yang baru saja di tendang dari line up Ducati musim ini Loris Capirossi justru jauh lebih bersinar ketibang “Trio Kwek Kwek” tersebut. Ada yang bilang bahwa sebaiknya Ducati hanya mengontrak Stoner dibanding buang buang uang menggaji 3 pembalap tersebut.

22
Mei

GP 250 Diganti dengan GP 400/500/600 ?

(note-gambar nggak ada hubunganya sama tulisan)

Motor 2Tak 250cc Sudah Tidak Lagi Diproduksi

Salah satu imbas penerapan regulasi emisi Euro III untuk pasar Eropa memaksa beberapa pabrika seperti Aprilia, Honda dan Suzuki untuk menutup line up produk 250cc berkapasitas 2 tak. Produk yang paling terakhir menjadi korban adalah Aprilia RS250 pada tahun 2004 silam. Akibatnya seolah menadi sia sia bagi pabrikan untuk terjun habis habisa di kelas 250cc tersebut bila toh pada akhirnya berbagai terobosan yang mereka temukan lewat motor prototype yang diikut sertakan di kelas tersebut menjadi sia sia belaka, karena - terutama untuk teknologi mesin hampir mustahil untuk diaplikasikan pada motor produksi masal mereka. Hal ini kontras berbeda dengan motor yang beraksi di kelas MotoGP dan GP 125. Bila di kelas Moto GP lebih berbicara masalah prestise dan penerapan teknologi pada motor superbike, pada GP 125 lain lagi ceritanya, karena di kelas ini berbagai pabrikan terutama pabrikan eropa masih memproduksi motor sport bermesin 2 tak. Sehingga yang bakal tergeser adalah kelas 250cc  dimana merupakan sebuah kelas tanggung!

Antara Mesin 400,500 atau 600cc

Bila berbicara kelas pengganti Gp 250cc, pilihanya ada 3 kelas, pertama adalah kelas 400cc. Namun kendalanya hampir tidak ada pabrikan yang masih memproduksi motor berkapasitas 400cc. Hal serupa juga terjadi pada motor kelas 500cc. Namun bila berbicara kelas 600cc, kemungkinan akan berbenturan dengan kejuaran World Supersport maupun Superstoc. Sehingga bukan tidak mungkin kelas “tanggung” seperti di MotoGP yang berkapasitas 800cc juga akan diperlombakan sebagai pengganti Gp 250. Kita tunggu!

20
Mei

Tiga Yamaha Dipodium … Gila !!!

Pedrosa Gagal Manfaatkan Pole Position

Podium 1,2 dan 3 dikuasai oleh 3 pembalap Yamaha. Tidak lain adalah Valentino Rossi, Lorenzo dan Collin Edwards. Pole Position Danii Pedrosa gagal dimanfaatkan oleh pembalap Honda yang satu ini karena pada akhir balapan ia hanya berhasil menduduki peringkat 4. Lebih sial dialami Casey Stoner. Juara bertahan kembali “apes” saat motornya mengalami kerusakan teknis.

Ducati Salah Mengontrak Pembalap : Melandri, Elias, Guintoli … Kelaut Aja !

Kontras saat di dukung oleh Capirossi, Barros atau Hoffman, prestasi motor Ducati lebih baik dari musim ini. Meski dua nama pertama sudah hampir menginjak kepala empat, namun setidaknya mereka masih mampu menyumbangkan gelar juara maupun finish di podium. Ingat musim lalu Capirossi duduk di posisi 8 klasemen akhir, dan Barros berhasil duduk di peringkat 10. Kini justru saat diperkuat pembalap flamboyan seperti Melandri dan Ellias jangankan memperebutkan posisi podium, untuk bersaing mendapatkan posisi 10 besar pun mereka kesulitan. Praktis hanya Stoner saja yang masih mampu berbicara banyak. Kalau begitu sebaiknya Ducati kembali mengontrak para pembalap gaek tersebut jika ingin kembali menguasai Moto Gp seperti musim sebelumnya.

04
Mei

MotoGP Makin Seru … Doni Tata dapat Poin

4 Seri Balapan 4 Juara

Sejak digelar pertama kali di Qatar, musim balap 2008 telah menghasilkan 4 pembalap dari 4 seri yang berbeda. Dimulai oleh Casey Stoner kemudian Pedrosa, Lorenzo dan kini Valentino Rossi yang selama ini telah puasa gelar sejag GP Estoril Musim Lalu. Pada klasemen sementara Dani Pedrosa masih memimpin, disusul oleh Lorenzo, Rossi dan Juara bertahan Casey Stoner. bukan tidak mungkin diseri berikutnya kita bisa mendapatkan juara baru entah itu James Toseland, Marco Melandri, Andra Dovisio, ataupun Criss Vermeulen 

Lorenzo Hebat, Melandri Bangkit 

Patut di acungi jempol adalah Jorge Lorenzo yang masih mampu finnish diposisi ke empat meski sebenarnya pembalap Yamaha ini berada dalam kondisi cedera di kedua kakinya. Nampaknya Marco Melandri kembali menunjukan tajinya setelah untuk pertama kalinya mampu finish di posisi lima besar. Karena sebelumnya terdengar kabar yang mengatakan bahwa Max Biaggi atau Alex Barros akan mengganikan salah satu dari tiga pembalap Ducati tersebut (yang pasti bukan Stoner)

Doni Tata Dapat Poin !!! Hore …

Setelah 3 seri sebelumnya berada di posisi buncit, Akhirnya Doni Tata berhasil mendulang poin (1) berkat finish diposisi ke 15. Mudah mudahan mendapatkan poin di setiap seri meski hanya berupa satu digit mampu dijadikan rutinitas bagi pembalap harapan bangsa ini. Bravo Doni tata ! 

13
Apr

3 Seri Grand Prix 3 Juara dari 3 Motor !

Casey Stoner meski membaik namun belum Maksimal :?

3 seri balapan 3 Juara !

Debut sempurna Jorge Lorenzo di kelas moto Gp berlanjut. Setelah tiga kali melakukan Hattrick Pole position akhirnya Lorenzo berhasil merebut kemenanganya yang pertama kali di kelas MotoGP. Hal ini membuat persaingan semakin terbuka. Karena bersama dengan Pedrosa mereka sama sama mengoleksi nilai 61, kemudian disusul oleh Valentino Rossi dengan nilai 47 dan Juara dunia Casey Stoner diposisi ke 4 dengan nilai 40.

Rossi Melorot, Stoner Belum Maksimal

Valentino Rossi, meski sempat memimpin di lap lap awal nampaknya harus kembali puas untuk berada di podium ketiga. Penyakit lama yang menjangkiti Rossifumi musim lalu nampaknya belum hilang, karena setiap menjelang akhir lomba Rossi nampaknya selalu kedodoran.

Lain halnya dengan Juara dunia Casey Stoner, meski start di posisi ke 9 dan kemudian terlempar ke posisi sebelas dan sempat mengalami insiden ketika bagia pada speedomotornya lepas, namun Stoner mampu bangkit untuk finis di posisi 6. Meski demikian nampaknya Ducati harus berhutang kepada stoner mengingat dalam 3 seri pertama ini hanya Stoner lah satu satunya rider Ducati yang mampu menjadi juara dan finsi 10 besar.

Kelompok Arisan ala Desmosedici GP8 (minus Stoner)

Untuk ketiga kalinya berturut turut, Marco Melandri, Toni Elias dan Silvain Guintoly hanya menjadi kelompok “arisan” di posisi 10-15. Seolah hanya Casey Stoner saja yang berjuang mati matian menjaga reputasi Ducati di kancah moto GP. Apakah hal ini menandakan bahwa pasukan veteran yang didepak Ducati musim lalu Capirex,  Barros dan Hoffman lebih mumpuni dibanding pasukan muda flamboyan semisal Melandri dan Ellias?

10
Mar

MotoGp 2008: Casey Stoner Juara Lagi … Cape deh!

3774.jpg

Stoner Pertamax, Lorenzo Kedua, Rossi Keberapa ?

Persis seperti musim lalu, Casey Stoner berhasil menjuarai seri pertama musim balap 2008 di Losail Qatar. Bedanya kali ini Juara dunia asal Australia ini justru mendapat tantangan dari rookie  Jorge Lorenzo bukan dari Valentino Rossi yang kali ini harus puas finish di posisi ke lima dibawah Stoner, Loresnzo, Pedrosa dan Andrea Dovisioso

Tanda Tanda Kebangkitan Rezim Mick Doohan Semakin Jelas

Jika melihat gaya membalap Casey Stoner kita langsung mengingat salah satu legenda Gp 500 yang juga asal Australia. Bedanya jika Casey Stoner berasal dari New South Wales yang satu ini berasal dari Brisbane. Siapa lagi kalau bukan Mick Doohan, mantan juara dunia 5 kali berturut turut dari tahun 94-98.

Tidak saja berasal dari negara yang sama tetapi cara membalapnya pun mirip, yaitu jika mengawali start dengan baik maka hampir tidak mungkin ada pembalap yang bisa mengejarnya atau setidaknya keluar dari tiga besar, tetapi jika mengawali balapan dengan start yang kurang baik maka secara perlahan tapi pasti ia akan menyusul lawan lawanya satu persatu hingga berada posisi terdepan.

Sebagai tambahan sangat mungkin era “kebosanan” karena dominasi yang di bawa Mick Doohan akan kembali terulang atau diwarisi  oleh  rezim Casey Stoner. Karena tanda tanda tersebut semakin terlihat jelas.

W=D+CS (Winner = Ducati+Casey Stoner)

Sepertinya kesalahan besar jika menganggap Casey Stoner menjadi juara hanya karena faktor motor. Hal tersebut kembali terbukti di seri ini. Stoner merupakan satu satunya pembalap Ducati yang berada di sepuluh besar dan hebatnya ia berada di posisi pertama pula. Padahal Marco Melandri dan Toni Ellias merupakan salah satu pembalap hebat namun sepertinya Jodohnya Ducati Desmosedici hanya untuk Casey Stoner.

Valentino Rossi … Apalagi Alasanya ? 

Setelah dipersenjatai ban Bridgestone ternyata performa the Doctor tetap saja melepem. Bahkan ia nyaris berada di posisi ke enam jika saja rookie James Toseland diatas Yamaha Tech3 yang adalah pembalap dari tim satelit, mampu menyusulnya di lap terakhir. Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso yang juga sama seperti James Toseland adalah rookie yang baru memulai debutnya di moto Gp namun mampu mempermainkan mantan juara dunia 7 kali ini. Sekarang mau cari alasan apa lagi Vale ?

Rookie “Edan” dan Harpan Do-Ta

Tidak seperti musim lalu dimana satu satunya Rookie yaitu Sylvain Guintoly yang bermental tempe sampai sekarang masih nggak berubah padahal udah dimodalin Ducati  ;)   Jorge Lorenzo,  Andrea Dovizioso dan James Toseland mampu berbicara banyak bahkan dua pembalap pertama mampu finis di lima besar dan mendapat Pole Position.

Untuk Do-Ta yang turun di kelas 250cc. Meski finish di posisi terakhir namun hal itu bisa dianggap lumayan mengingat ia hanya dipersenjatai Yamaha TZ250 yang tidak lain motor buatan tahun 1986-1996. Tetapi setidaknya keikut sertaan pemuda asal Sleman ini bisa dianggap sebuah langkah positif untuk masa depan.

06
Mar

Mengenal lebih dekat : Yamaha TZ 250 andalan DoTa

tz250.jpg 

Banyak pihak yang bertanya tanya seperti apakah tunggangan DoTa untuk berlaga di Gp 250. Karena disamping tampil untuk pertama kalinya, Dota adalah satu satunya penunggang Yamaha di kelas 250cc ini. Terlebih mengingat fakta bahwa Yamaha identik dengan kelas Moto Gp maupun WSBK.  

Seangkatan dengan Suzuki RGV 250 Gamma dan Aprilia RS 250

Sebenarnya bila membandigkan TZ 250 dengan Aprilia RS-RV / RS-W atau KTM 250 besutan Hiroshi Aoyama ibarat membandingkan NSR 500 V4 Mick Doohan dengan Desmosedici Gp8 nya Stoner. Ini karena usia motor yang terpaut jauh. Tetapi jika ingin mengetahui motor apa yang serupa dengan Yamaha TZ 250 mungkin Suzuki RGV 250 Gamma dan Aprilia RS 250 merupakan contoh yang lebih cocok. Sayang semuanya sudah dihentikan produksinya - terkait penetapanregulasi Euro III :( 

Spesifikasi Yamaha TZ 250

Meski berkapasitas hanya 250cc atau setara dengan Suzuki Thunder 250 tetapi sebagai mana layaknya motor balap grand prix kemampuan TZ 250 tidak boeh dipandang sebelah mata. berikut merupakan spesifikasi singkat mengenai yamaha TZ 250

  • Mesin : V-Twin 2 Stroke Liquid cooled.
  • Kapasitas : 249cc di dua silinder
  • Tenaga Maksimum : 90-95 hp pada 12.500 rpm
  • Torsi Maksimum : 54.2 nm pada 11.700 rpm
  • Berat : 144 kg
  • Kapasitas Tangki : 22,5 liter
  • Tahun produksi : 1986-1996
05
Mar

DoTa , Masuk 15 besar ? Bisa Dong !

dt.jpg

DoTa = Doni Tata, Yamaha Pertamina Indonesia Racing Team [YPIRT]

Sebagai Rookie dan salah satu pembalap yang paling muda di kelas 250cc untuk menargetkan DoTa masuk 10 besar mungkin terlalu muluk, bukan karena meremehkan kemampuan dan skil pembalap asal Sleman ini, apalagi meragukan maupun tekat dan semakat tima Yamaha Pertamina Indonesia. Namun harus realistis karena ini merupakan tahun pertama DoTa dan pabrikan Indonesia turun sebagai pembalap reguler di ajang grand prix. Sehingga dirasa wajar bila DoTa dan para crew tim Yamaha Pertamina masih meraba setingan motornya. Tetapi pastinya baik DoTa dan Yamaha Pertamina memiliki taget sendiri di musim perdananya ini, terutama dalam rangka program jangka panjang mereka.

DoTa di 15 besar klasemen akhir ? Bisa ! 

Seandainya DoTa menargetkan berada di posisi 15 klasemen akhir (posisi finis ke 15 merupakan posisi terakhir bagi pembalap yang mendapatkan poin) atau setidaknya selalu finish di posisi 15 besar di setiap serinya rasanya hal ini bukan merupakan hal yang mustahil di raih DoTa. Ingat musim kemarin saja pembalap Alex Espargaro dari tim Wurth BQR Honda berada di posisi 15 dengan poin 47. Artinya jika DT mampu meraih poin sebesar 47 atau rata rata finish di posisi 13 atau 14 sepanjang musim sangat mungkin DoTa meraih posisi 15 besar di klasemen akhir. Ini musim pertamanya, bahkan juara dunia 125 Thomas Luthi pun yang didukung motor super hebat Aprilia hanya mampu berada di posisi 8 kelasemen akhir musim lalu.

Perjuangan DoTa dan Yamaha Pertamina [YPIRT]

DoTa merupakan satu satunya pembalap reguler yang menungangi motor Yamaha TZ250 karena sisanya mengunakan motor Aprilia RSV, RS RW atau Honda NSR maupun KTM GP250 yang juga di dukung oleh pabrikan pusatnya. Sedangkan bagi DoTa dan Yamaha YPIRT hal ini merupakan tantangan besar  Semoga DoTa dan Yamaha Pertamina mampu memberikan yang terbaik bagi Indonesia dan khususnya pencinta balap motor di tanah air.

Ayo DoTa ! Semangat ! Kita mendukungmu !

03
Mar

Kandidat dan Prediksi Juara Dunia MotoGp 2008

stone1.jpg

Are You Ready To Rumble …

Inilah 5 pembalap yang paling berpeluang menjadi Juara Dunia Moto Gp 2008, diurutkan dari pembalap paling unggulan beserta faktor plus dan minus yang dapat mendukung mereka menjadi kampiun di tahun 2008. Disamping itu pembalap kuda hitam yang bakal membuat kejutan di musim ini :-D

1. Casey Stoner - Ducati Corse

Juara bertahan, juara dunia 2007. Musim lalu pembalap muda Australia ini mampu menjuarai 10 seri balapan tanpa sekalipun gagal finish diluar 6 besar. Hal ini didukung oleh kenekatan Stoner dalam membalap dan juga performa Desmosedici GP7. Diperkirakan Stoner dapat mempertahankan gelarnya musim ini dan bila ia mempertahankan dominasinya bukan tidak mungkin era Mick Doohan akan terulang lagi.

Plus - Minus Casey Stoner :

  • + Memiliki keberanian yang tidak tertandingi
  • + Performa Desmosedici Gp8 merupakan evolusi dari Gp7 yang telah teruji
  • + Ban Bridgestone dan Ducati sudah klop
  •  - Beban sebagai juara bertahan
  •  - Pembalap lain memiliki tekat untuk mengalahkan Stoner

2. Dani Pedrosa - Repsol Honda

Muda dan disayang pabrikan sehingga pembalap Spanyol ini mampu menjadi Runner up di musim 2007. Sayangnya musim 2007 kemarin penyaluran tenaga Honda RC 212 tidak stabil sehingga duo Repsol sering mengalami kecelakaan. Bila tidak ada aral melintang Pedrosa merupakan lawan terberat Stoner musim 2008 ini

Plus - Minus Dani Pedrosa

  • + Didukung habis habisan oleh Repsol Honda
  • + Honda Rc212 Memiliki peningkatan performa signifikan
  • + Memiliki teknik tinggi layaknya pembalap veteran
  •  - Sering memaksakan diri sehingga sering kecelakaan
  •  - Cedera yang sering dialami mempengaruhi performa 

3. Valentino Rossi - Fiat Yamaha

Urusan pengalaman dan teknik tidak perlu diragukan. Musim lalu reabilitas Yamaha YZR M1 dan performa Michellin dijadikan kambing hitam oleh Valentino Rossi. Namun bermodalkan 7 gelar juara dunia menjadi kesalahan besar bila mengenyampingkan Rossifumi. 

Plus - Minus Rossifumi

  • + Teknik dan pengalaman yang tidak ada sainganya
  • + Seluruh permintaanya dikabulkan oleh Fiat Yamaha
  • + Berada di usia matang dan usaha keras dari Fiat Yamaha
  •  - Kehandalan dan Reabilitas  Yamaha YZR M1 belum teruji
  •  - Bila gagal mengejar Stoner dikuatirkan kehilangan Motivasi

4.Nicky Hayden - Repsol Honda

Juara dunia 2006 ini gagal total musim lalu. Tetapi dengan perubahan pada desain RC212 memberikan angin segar buat Nicky Hayden. Karena desain Honda RC212 dapat mengakomodir pembalap bongsor macam Nicky Hayden. Mungkin baginya performa dan teknik bukan menjadi andalanya tetapi ketenangan dan konsistensi Haydenlah yang menentukan

Plus - Minus Nicky Hayden

  • + Konsistensi dan ketengananya melebihi yang dimiliki Stoner, Rossi dan Pedrosa
  • + Perubahan desain pada Honda RC212 lebih menguntungkan Hayden
  • + Bila Honda RC212 memiliki reabilitas bukan tidak mungkin menjadi senjata Hayden
  •  - Konsistensi tidak cukup untuk melawan pembalap sekaliber Stoner dan Rossi
  •  - Kecenderungan ketidak adilan Repsol honda pada Hayden

5.Marco Melandri - Ducati Corse

Memiliki teknik tinggi sayangnya selama ini sering kali disia siakan oleh pabrikan Honda. Setelah didukung oleh pabrikan mapan Ducati Corse seolah memberikan warna baru bagi pembalap Italia ini.

Plus - Minus Marco Melandri

  • + Memiliki semangat baru setelah menjadi pembalap pabrikan
  • + Bila menguasai Ducati bukan tidak mungkin ia menjadi momok tersendiri
  • + Ikatan sesama Italia antara Melandri dan Ducati
  •  - Berada dibawah bayang bayang Juara dunia Casey Stoner
  •  - Belum bisa memanfaatkan tenaga Desmosedici secara maximal

Fatal bila tidak memperhitungkan mereka

Musim lalu tidak ada yang memprediksi anak “ingusan” Casey Stoner membuat musim balap 2007 menjadi membosankan. Sekarang Loris Capirossi yang terdampar di Suzuki, Cris Vermeulen yang semakin matang, Kepindahan John Hpokins ke Kawasaki maupun Rookie Jorge Lorenzo bisa saja membuat gebrakan, meski tipis bagi mereka untuk menjadi kampiun tetapi bukan berarti mereka tidak memiliki peluang menembus 5 atau bahakan 3 besar.




Jarak Tempuh

  • 1,252,938 Km

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community