Arsip untuk Kategori 'komparasi'

18
Mei

Mesin Sonic Lawas Di Honda CS1 ? Itu Belum Seberapa !

Penggunaan mesin Sonic Lawas pada Honda CS One Gress di mata konsumen masih dianggap kontroversial. Karena banyak juga yang menganggap AHM malas melakukan inovasi maupun trobosan teknologi dan hanya mengandalkan mesin lawas untuk mengurangi biaya produksi. Tetapi di belahan bumi lain hal tersebut justru bisa dibilang wajar. Tetapi ingat penggunaan mesin lawas untuk varian motor baru, bukan berarti motor baru tersebut hanya melakukan penggantian casing seperti halnya yang dilakukan AHM pada Tiger Revo. Tetapi motor tersebut memang betul betul gress, hanya saja menggunakan varian  mesin yang sudah pernah dipakai oleh produk sebelumnya. Sama seperti yang dilakukan oleh AHM pada CS one. Hubungan antara Mesin dengan Motor sendiri sebenarnya banyak yang lebih rumit dari itu contohnya adalah : … 

1. Satu Mesin Beberapa Varian

Ini umumnya dilakukan oleh pabrikan eropa seperti Ducati. Seperti juga Honda yang menggunakan mesin Sonic pada CS1 alias satu mesin digunakan oleh dua varian, ducati juga melakukan hal yang serupa. Mesin 1000 DS alias mesin Dual Spark L twin 1000cc berpendingin oli digunakan tidak saja oleh varian Multistrada, namun juga digunakan oleh varian Monster S2R, GT1000 Classic, Supersport hingga Hypermotard. Artinya yang dilakukan oleh Ducati terbilang lebih ekstrim dibanding yang dilakukan oleh Honda karena ducati menggunakan 1 mesin untuk 6 varian! 8O

2. Beberapa Tipe Mesin untuk satu Varian

Uniknya hal yang sebaliknya dilakukan juga oleh Ducati, yaitu untuk satu varian menggunakan beberapa mesin sekaligus! Sebagai contoh adalah yang terjadi pada Ducati Monster. Untuk varian Monster 620ie menggunakan mesin L Twin 620cc berpendingin udara. Tetapi untuk mesin berkapasitas 750cc Monster menggunakan mesin L Twin 750cc berpendingin oli. Untuk varian monster berkapasitas 1000cc justru lebih rumit lagi karena memilki empat varian dengan empat jenis mesin yang berbeda contohnya adalah :

  • Monster S4 1000 - L Twin 916cc liquid cooled (Superbike 916)
  • Monster S2R - L Twin 992cc berpendingin oli (Multistrada, SS1000, GT1000)
  • Monster S4R - L Twin 996cc Liquid cooled (Superbike 996)
  • Monster S4RS - L Twin 999cc Liquid cooled (Superbike 999)

Artinya untuk sebuah varian Monster saja Ducati menggunakan lebih dari 5 jenis mesin. Dan umumnya mesin tersebut digunakan oleh motor dari kelas yang berbeda. Tetapi penggunaan mesin tersebut tidak sesimpel melakukan penggantian ban, namun meski basis mesinya sama, tetapi telah dilakukan proses de- tunned artinya mesin tersebut mengalami proses seting ulang. Contohnya pada mesin Monster S4RS, meski mesin S4RS sama persis dengan Superbike 999 tetapi karakter kedua mesin tersebut jauh berbeda. Bila pada 999 torsi maksimum berada pada Rpm tinggi, pada S4RS torsi tertinggi justru dicapai pada putaran menengah. Hal ini didasari karena S4RS bukan merupakan motor sport, tetapi motor street fighter alias motor jalanan. Kesimpulan yang bisa diambil adalah meski di klaim (menggunakan mesin yang sama) namun karakter mesin tentu saja berbeda, apalagi bila mesin tersebut di gunakan oleh motor dari kelas yang berbeda 

3.Satu Mesin untuk beberapa Merk Motor ? Wah !

Hal seperti ini paling sering dilakukan oleh Suzuki. Salah satu contohnya adalah penggunaan mesin V-2 RGV 250 Gamma pada Aprilia RS 250. Hal tersebut berlanjut hingga kini. Sebagai contoh adalah penggunaan mesin berbasis mesin Suzuki SV 650. Mesin ini juga digunakan oleh Cagiva Raptor 650, V-Raptor 650 dan Hyosung GT 650. Sedangkan untuk motor berkapasitas 1000cc mesin Suzuki TL 1000 digunakan juga oleh Cagiva sebagai mesin Raptor 1000 dan V-Raptor 1000.

Jadi jangan heran bila karakter antara Cagiva Raptor 1000 dengan TL 1000 agak sedikit mirip, meski kedua motor tersebut berasal dari brand yang berbeda. Agakanya hal yang dilakukan oleh Suzuki ini akan terus berlanjut dan bukan tidak mungkin akan ditiru oleh pabrikan lainya.

Tidak Cuma Menghemat Biaya Lho !

Jika banyak pihak menuding penggunaan satu mesin untuk beberapa varian ataupun satu mesin untuk beberapa merk motor adalah upaya untuk menghemat ongkos produksi, hal tersebut benar adanya. Namun hal tersebut tidak melulu dilakukan pabrikan sekedar untuk meraup keuntungan sebanyak banyaknya. Tetapi dengan melakukan hal tersebut banyak keuntungan lain yang bisa diraih. Keuntungan tersebut antara lain.

  1. Pabrikan Bisa Berkonsentrasi Mengembangkan Sasis. Pemahaman Sasis disini bukan hanya rangka namun termasuk juga suspensi dan lengan ayun. Karena untuk memaksimalkan performa motor tidak saja hanya mengandalkan kekuatan mesin semata, namun settingan suspensi, jarak-posisi lengan ayun juga menentukan pengendalian motor. Dengan demikian pabrikan bisa dengan mudah melakukan seting pada rangka apabika mereka sudah memahami karakter mesin yang akan digunakan pada motor tersebut.
  2. Memudahkan Konsumen. Hal ini akan bermanfaat terutama bagi konsumen yang menggunakan motor dari merk yang sama. Ambil contoh pengendara Sonic yang akan beralih kepada Honda CS 1. Motor dengan pengalamanya diatas Sonic sedikit banyak ia akan lebih mudah menguasai CS 1 untuk kemudian memaksimalkan performa CS 1. Meski hal yang kedua tidak disarankan untuk dilakukan di jalan umum.
  3. Mendukung After Sales Service. Mesin sama dengan produk sebelumnya. Artinya suku cadang motor tersebut akan lebih mudah ditemui di pasaran, plus teknisi pun tidak akan kesulitan untuk memperbaiki motor tersebut bila mana motor tersebut mengalami kerusakan. Terkesan sepele memang, namun manfaatnya akan terasa saat motor tersebut mengalami masalah :)
16
Apr

Kawasaki Ninja ZX 250 vs Motor Gede 2nd

Big Is Beautifull …

Bagi bikers, mengakui atau tidak mengakui anggapan semakin besar motor maka semakin digemari lah dia, hal ini memang menjadi mayoritas pemikiran yang lumrah di kalangan bikers tanah air. Tidak terkecuali bagi Kawasaki Ninja ZX 250 yang telah mendapat gelar  “lights sportbike terbaik 2008″ versi majalah two wheels. Tetapi ada beberapa pertimbangan yang menarik untuk dilakukan sebelum menjadikan si Hijau ini menjadi milik kita.

Harga 45 Juta vs Moge 2nd Hand : untuk penggunaan Harian

Sampai detik ini Indobikers berlum mendapat konfirmasi harga on the road Kawasaki ZX 250. Meski demikian harga 45 juta menjadi kemungkinan terbersar buat motor  Kawasaki ini. Dengan kapasitas 250cc twin silinder dan desain menawan memang sulit untuk tidak tergoda. Apalagi melihat pesaingnya saat ini yang masih ”jauh” dibawah ZX 250cc. Tetapi lain halnya bila membandingkan dengan motor besar, anggap saja 400cc ke atas. Memang untuk dibandingkan dengan Ducati Monster M400 harganya masih terpaut jauh setidaknya anda harus menambah minimal 50 juta rupiah lagi hanya untuk mendapatkan Monster M400 keluaran tahun 2003. Lain halnya jika dibandingkan dengan sesama moge Jepang. Jika punya uang sekittar 20-30 juta rupiah bukan tidk mungkin Honda CBR 600 keluaran tahun 2001 atau Yamaha R6 tahun 2000 bisa berpindah tangan. Memang usianya cukup tua, tetapi biasanya motor tersebut memiliki kondisi cukup baik dan terawat. Belum lagi tenaga mesin in line 4 silinder yang setidaknya mampu menembakan tenaga sebesar 80hp keatas. Tetapi bila memang sudah “ngebet” apalagi tujuanya cuma buat harian Kawasaki ZX 250 memang pilihan paling realistis dibanding moge second hand.

Kawasaki ZX 250 vs Aprilia RS250 dan Supersport : untuk di Sirkuit / Balap

Habitat Kawasaki ZX 250 sebenarnya tidak dijalan raya, motor ini juga cocok di “pelihara” di sirkuit. Tetapi harga 45 Juta rupiah ditambaj 25 juta rupiah, anda bisa mendapatkan sebuah Aprilia RS 250 on the road buatan tahun 2003,  Ingat mesin RS250 V-twin mampu meledakan tenaga sebesar sedikitnya 70hp. Apalagi dengan menambah jumlah yang sama anda bisa mendaptkan minimal Yamaha R-6 2002 atau GSXR 600 tahu yang sama. Hanya saja jangan harap motor supersport tersebut bisa digunakan di jalan umum, karena motor tersebut tidak memiliki lampu ataupun kaca spion dan hanya memiliki izin untuk di gunakan di sirkuit sentul. Agaknya jika hanya untuk “Track Oriented” nampaknya ZX 250 bukan pilihan utama deh ;-D

 

06
Apr

Honda CS1 Rp 16.9 juta … Ada Altrnatif ?

Harganya 17 juta … Kayaknya kemahalan deh :?

Meski berpenampilan baru, dan menggunakan mesin Sonic 125cc yang telah terbukti kehandalanya, motor keluaran AHM ini rasanya agak terlalu mahal deh. Soalnya melihat dari kapasitas mesinya yang 125cc - artinya dari segi kapasitas mesin berada antara pasar Yamaha Vega R dengan Suzuki Satria FU yang 150cc. Belum lagi dari desain yang merupakan gabungan antara Skutik dan  Hyper Underbone. Seharusnya kisaran harganya berada di tengah-tengah keduanya dong!

Harga 17 juta dapet Motor Apa ya?

Oke, sekarang kita kembali kedunia nyata :-D dimana uang rp 17 juta begitu bernilai. Sekarang yang pasti dengan uang tersebut kita bisa membeli Honda CS1 125, tetapi dengan harga yang serupa produk apa yang bisa dijadikan alternatif ?

  • Bagi yang berjiwa sporty anda bisa memperoleh motor Hyper Underbone, Satria FU. Meski tidak se-ergonomis Crossover tetapi yang jelas dari performa motor ini jelas lebih unggul.
  • Yang hobby touring atau melakukan perjalanan jarak jauh bagaimana dengan Bajaj Pulsar 180 DTSi ? Disamping merupakan motor dengan penampilan gagah Pulsar sudah merupakan motor “lelaki” beneran.
  • Jika anda merupakan “penyiksa motor” alias hanya menggunakan motor sebagai sarana bekerja-sekaligus menggunakan motor tersebut sebagai pengangkut beban, Honda Megapro justru lebih terjamin, oh ya harganya pun lebih murah!
  • Mengutamakan kenyamanan dan ergonomis? Suzuki Skywave merupakan pilihan jitu karena dengan kapasitas mesi yang sama motor ini memang jelas dirancang untuk kepraktisan dan kenyamanan, betul nggak ?
  • Penggemar bebek konvensional tapi pengen beda ? Ada Kawasaki ZX 130 dengan penampilan yang berbeda motor ini berharga jauh dibawah Crossover. 

Mau Sporty, Touring, Praktis alias segala bisa namun resikonya Tidak Maksimal

 Jika ingin semuanya ya satu-satunya pilihan adalah Honda CS1 :-D tetapi  sebagai mana yang kita ketahui bahwa walau bisa semuanya namun tidak akan pernah maksimal, terutama dibandingkan dengan produk yang dirancang khusus untuk tujuan tertentu. Namun semua terserah konsumen sendiri.

Tetapi bila hanya menggunakan sebuah motor tidak ada salahnya memilih CS1 karena lebih flexibel tetapi jika memiliki 2 motor atau lebih sebagai kendaraan andalan, mengkombinasikan antara dua jenis motor dengan fungsi yang berbeda terasa lebih berguna dibanding menggunakan motor multifungsi ini. :-D

 

Postingan dibuat tanggal 2 april,  Mohon Bantu Update Ya ! :-D

05
Apr

Kawasaki Ninja ZX 250 VS Honda Crossover / CS1 - Heboh Mana ?

ninja

Beda Segmen, Beda Pasar namun yang mana lebih hebat ?

Begini, untuk membandingkan ke dua jenis motor tersebut tidak bisa dilakukan dengan membandingkan melalui statistik ataupun jumlah penjualan. Namun yang menjadi tolak ukur adalah perbandingan penawaran kedua produk melalui Desain, Teknologi, Performa sampai  posisi mereka terhadap produk lain yang bermain di segmen serupa.

Honda Crossover / CS1 / Motor Impian

Secara desain, jelas motor ini merupakan sebuah trobosan. Kerena menggabungkan antara desain Hyper Underbone, Skutik dan Bebek Konvensional. Tetapi segmentasi motor ini sendiri berada di tengah-tengah antara motor Hyper Underbone semisal FU 150 dan Jupiter MX atau di posisikan bersaing dengan Skutik Skywave. Namun tidak menutup kemungkinan produk “nyeleneh” ini akan menggangu pasaran motor sport dan cruiser semisal Bajaj Pulsar 180, Vixion bahkan saudaranya sendiri GL Pro. Hal ini dimungkinkan dengan kisaran harga yang serupa.

Secara Teknologi sebenarnya tidak ada trobosan dibanding motor yang telah beredar di pasaran, namun bedanya motor terbaru Honda ini mampu mengakomodir beberapa keperluan sekaligus hanya dengan menggunakan sebuah produk. Sepertinya Hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Menjadi sebuah alternatif maupun sebuah produk “Kompromi” paling tepat.

Kawasaki Ninja ZX 250

Mesin 2 silinder 4 tak, frame deltabox, full fairing, tenaga besar dan desain futuristis. Sepertinya ini justru yang pantas diberi gelar “motor impian” karena hampir semua fitur yang di dambakan bikers di tanah air ini terdapat pada motor ini :-D namun kekuranganya adalah harga motor ini yang dipator diatas 45 juta rupiah. Artinya segmentasi pasar motor ini adalah kalangan menengah - atas. Tetapi tidak tertup kemungkinan bahwa motor ini tetap akan menyemut di jalan raya seperti halnya Honda -CBR 150 dan Kawasaki ZX 150, hal ini dimungkinkan karena Kawasaki ZX 250 ini hanya terpaut tidak lebih dari 10 juta rupiah dibanding 2 motor yang disebut lebih awal. Di segmen tersebut sepertinya Kapasitas+Performa mesin 2 silinder dapat dikompromikan dengan harga yang relatif masuk akal.

Kesimpulanya : Honda Crossover lebih “Kompromi” tetapi Kawasaki ZX 250 lebih “heboh”

Desain kompromi ala Honda Crossover di pastikan mampu meraih pasar sekaligus menghancurkan pasar Yamaha. Tetapi segala trobosan maupun fitur yang di impikan bikers tanah air justru terdapat pada Kawasaki ZX 150 ini. Sehingga gelar “motor impian” justru lebih pantas diberikan kepada Kawasaki Ninja ZX 250 ini meski gelar “penguasa pasar” tetap akan jatuh kepada Astra Honda Motor!  

02
Apr

How Fast Can You Go ?

pict0599.jpg

Sekedar menceritakan pengalaman, tapi jangan dilakukan di jalan umum yah!

Ini cuma sekedar menceritatakan pengalaman mengenai kecepatan maksimum sepeda motor. Tetapi bukan berarti ngebut di jalanan umum merupakan tindakan yang baik lho! Kalau mau ngebut sebaiknya dilakukan di tempat khusus semisal sirkuit Sentul. Cukup mengeluarkan biaya sebesar 75 - 300 ribu anda bisa ngebut dengan aman sepuasnya selama mengikuti praturan sirkuit dan perlengkapan keamanan yang oke.

Ini pengalaman Indobikers bagaimana dengan anda ?

Sekedar postingan ringan, tinggal ceritakan jenis motor apa saja yang telah dikendarai dan berapa kecepatan maksimal yang di pantau melalui sepeda motor. Ingat lho, jangan ngebut di jalanan umum, ngebutlah di tempat yang telah di sediakan!

Tipe Motor /Lokasi /Kecepatan Maksimum/Catatan

  • Suzuki Hayabusa K2 - Sirkuit Sentul - 265 km/jam / Uenak tenan :-D dan teringat nasihat bro Bona, sering2 liat speedometer.
  • Suzuki B King - Sirkuit Sentul - 235 kpj / rasanya terlempar ke belakang 8O tapi rem nya mantap abis!
  • Ducati Multistrada 1000ds - Sirkuit Sentul - 225 kpj / nyaris over shot, lalu lap time langsung amburadul :lol:
  • Ducati Superbike 996 - Sirkuit Sentul - 210 kpj / kira2 soalnya speedo mati :mrgreen:
  • Cagiva Mito 125 - Jembatan Kalibata - 205 kpj / Masi norak, nyoba motor baru :-D
  • Ducati Monster M600 - Gatot Subroto - 195 kpj / Ngetes motor, bahaya lho :)
  • Yamaha TZ 250 - Ragunan - 180 kpj / Maklum Abg :mrgreen:
  • Kawasaki Ninja RR - Otista - 160 kpj / Minjem motor orang bro   :lol:
  • Honda NSR 150 RR - Warung Buncit - 150 kpj / jaman dahulu Buncit itu sepi … :roll:
  • Suzuki RGR 150 R - Ragunan - 145 kpj / Abg yang terinspirasi Darrl Beattie :lol:
  • Suzuki Satria FU 150 - Otista - 130 kpj / udah minjem, dipake ngebut pula! :evil:
  • Honda Tiger Revo - Jembatan Kalibata - 120 kpj / Minjem, demi postingan Indobikers :) 
  • Bajaj Pulsar 180 DTSi - Jembatan Kalibata - 115 kpj / Idem, sama Revo :)
  • Honda Vario - Dimana mana - 90 kpj / gas udah pol :-D 
  • Suzuki Tornado GS 110 - Ragunan - 80 Kpj / Jaman dulu ni motor Gaul banget :mrgreen:
  • Ducati Superbike 1098S - Bengkel Cafe - 25 kpj / Motor orang, harga setengah M! 8O  kalo kenapa2 mesti gadai Multistrada :lol:

Safety Riding itu penting !

Boleh aja mengendarai motor lumayan cepet di jalan umum (80-120 kpj) meskipun tidak ada aturan speed limit namun sebaiknya kalau mau ngebut ya di tempat yang sudah disediakan :-D lebih aman dan tidak mengganggu orang lain :-D oh ya Helm berkualtas berstandar, body protector, Knee pad sampe sepatu wajib dipakai lho!

 

30
Mar

Motor Baru Honda Crossover / City X (Motor Impian) - Siapa Lawan Sepadanya ?

sonicbum.jpg 

Sulitnya Mencari Lawan Sepadan …

Sebagai motor Crossover mencari lawan sepadan merupakan sesuatu yang cukup sulit, mengapa? Karena biasanya spesies motor seperti ini sangat sedikit sehingga untuk mendapatkan kompetitor sepadan biasanya dilakukan dengan dua hal, pertama yaitu dengan mencari produk paling mirip atau dengan cara kedua yaitu  membandikan kategori per kategori :-D dan cara kedua inilah yang akan digunakan Indobikers dalam mencari kompetitor sepadan Honda Crossover

Performa : Yamaha Jupiter MX dan Suzuki Satria 150 FU

Komparasi ini merupakan komparasi paling lumrah dan mudah ditebak. Mengingat basis Honda Crossover yang menggunakan motor Honda Nova Sonic, hanya cocok bila disandingkan dengan Yamaha Jupiter MX dan Suzuki Satria 150 FU. Disini Honda Crossover ditempatkan antara MX yang berkapasitas 135cc dengan tenaga sebesar 11,6 bhp dengan FU yang bertenaga sebesar 16.3 bhp.

(+) Keunggulan Honda Crossover terhadap Jupiter MX

  • Sasis semi deltabox yang artinya memiliki rigiditas sasis lebih baik
  • Desain baru - memberi penampilan baru dibanding MX yang konvensionl
  • Mesin  lebih hemat dan bertenaga meski kapasitasnya hanya 125cc 

(-) Kelemahan Honda Crossover terhadap MX

  • Ukuran yang lumayan lebar, menyulitkan saat parkir
  • Desain baru yang non konvensional membutuhkan penyesuaian
  • Harganya diprediksi mencapai 16 juta rupiah, terpaut hampir 2 juta lebih mahal

(+)  Keunggulan Honda Crossover terhadap Satria FU

  • Memiliki desain baru dengan faktor ergonomis lebih baik
  • Water Cooled - memberi “kesan” Hi-tech
  • Apa yang ada pada FU ada di Crossover plus lebih segar 

(-) Kelemahan Honda Crossover terhadap Satria FU

  • Menilik performa Sonic, jelas kalah jauh dibanding FU yang ekstrim
  • Lagi-lagi ukuran menyulitkan dalam bermanfuver
  • Penampilan walau baru namun kalah sporti dibanding FU

Ergonomis, dan Kenyamanan berhadapan dengan Suzuki Skywave

Kenapa Yamaha Mio Soul dan Vario tidak di ikut sertakan? Ini tentunya dikarenakan kapasitas mereka tidak sebanding dengan Honda Crossover. Sedangkan Suzuki Skywave yang berkapasitas 125cc dan berpenampilan segar bisa dibilang lawan yang sepadan untuk disandingkan dengan Honda Crossover yang juga menawarkan faktor ergonomis serta kepraktisan sebagai nilai plus.

(+) Keunggulan Honda Crossover terhadap Suzuki Skywave

  • Saat dibutuhkan  memilik tenaga dan akselerasi lebih baik
  • Memiliki indikator yang lebih mudah di baca

(-) Kelemahan Honda Crossover terhadap Suzuki Skywave

  • Menggunakan kopling bukan otomatis
  • Ruang penyimpanan terbatas
  • Sulit digunakan bagi wanita yang mengenakan rok

Gaya Sporty apakah tandingan Yamaha V-Ixion

Crossover juga mengusung desain sporti. Terlihat dari bentuk buritan yang menyiratkan Honda Tiger Revo serta desain Headlamp serta winshield yang mirip dengan Honda Varadero. Namun apakah ini cukup untuk berhadapan dengan motor bergaya sporty tulen semisal V-Ixion ?

(+) Keunggulan Crossover terhadap V-Ixion

  • Siluet depan, belakang dan frame yang futuristis dan non konvensional
  • lebih nyaman untuk membonceng penumpang dan flexibel
  • Rem belakang cakram “berkesan sporty” dibanding V-Ixion

(-) Kelemahan Crossover terhadap V-Ixion

  • Kalah performa terutama bila dilihat dari desain frame
  • Bagaimanapun masih dianggap “motor bebek” apapun alasanya
  • Harganya terpaut sedikit, biasanya konsumen cenderung membeli motor sport betulan

Kesimpulanya : Honda Crossover bisa apa saja tetapi … 

Bisa disimpulkan motor buatan Astra Honda Motor ini bisa dikatakan motor paling lengkap, mulai dari segi desain, jumlah fitur serta bila dilihat dari kemampuan yang ditawarkan : Performa yang lumayan ok, kepraktisan yang cukup baik hingga gaya motor yang tidak kalah dibanding motor sport betulan. Tetapi dibalik itu semuanya, ada satu kelemahan yang lumrah diderita motor gado-gado seperti Crossover sendiri yaitu :

Semua bisa dilakukan tapi tidak ada yang maksimal :(

Meski Indobikers sendiri belum mengetes Crossover secara langsung :roll: (Padahal Hayabusa K2 aja udah pernah :-D ) tetapi meramal nasib yang akan dialami oleh Honda Crossover ada baiknya kita mengacu pada motor yang memiliki kesamaan rancangan yaitu : Ducati Multistrada dimana sebuah motor yang memiliki kesamaan genetik dengan Crossover. Multistrada menjadi motor yang serba tanggung karena untuk digunakan dalam kota masih berada dibawah Monster dari segi kepraktisan dan ergonomis, untuk dipakai disirkuit performanya jelas kalah dibanding Supebike 999 dan untuk Touringpun rasanya lebih nyaman menggunakan ST3. Tanggung bukan :?

Rasanya hal tersebut bisa saja terjadi dengan Honda Crossover, menjadi motor yang serba tanggung. Namun hal ini bukan menjadi masalah buat produk terbaru AHM ini. Karena umumnya di indonesia sepeda motor tidak digunakan sebagai sebuah sarana khusus baik untuk kegunaan Touring ataupun sport (Kegunaan khusus) namun lebih digunakan sebagai kendaraan All rounder. Karena itulah nampaknya walau tidak akan maksimal tetapi Honda Crossover akan tetap mendapat hati di mata konsumen.

Note : JIKA ADA INFORMASI TAMBAHAN - SILAHKAN UPDATE OKE !!! :-D

Update : Picture di kirim oleh HSX125Rider :-D

 

27
Mar

Rahasi Kesaktian Ducati = Seni Bukan Statistik

3774.jpg

Dalam spesifikasi performa Ducati selalu dibawah fantastik 4 jepang

Coba kita bandingkan performa Ducati Superbike 999R (150 bhp) dengan Yamaha R1 SP (187 bhp)ataupun yang lebih familiar di telinga kita yaitu “ternyata” performa Desmosedici Gp 7 hanya (210 bhp) dibandingkan dengan YZF M1 (220 bhp) ataupun Honda RC212 (225 bhp). Didalam statisitik terlihat jelas bahwa tenaga maksimum motor buatan Bologna ini selalu berada di bawah motor fantastik 4 jepang.

Lalu mengapa Ducati bisa Superior di lintasan balap?   

Ini yang menarik, dan kadang baru bisa dipahami setelah merasakan pengendalian motor Ducati saat berada di tikungan. Dengan prisip fast in fast out maka di sinilah keunggulan motor buatan ducati dibanding motor jepang. Karena dasar racangan motor yang berbentuk ramping serta sentral grafitasi motor yang tepat berada di tengah maka kesetabilan motor di tikungan serta penyaluran tenaga mesin keroda selalu tersedia melipah untuk disalurkan keroda belakang pada saat di butuhkan. Berbeda dengan motor jepang dimana meski memiliki tenaga melimpah namun kadang sering terbuang percuma akibat penyaluran tenaga mesin  berlebihan yang kadang justru membuat pengendara kehilangan momentum di tikungan. Sebagai catatan : sering kita terpana melihat performa tenaga motor di lintasan lurus, namun pada balapan justu saat ditikunganlah motor paling banyak menghabiskan waktunya. Karena itulah mengapa meski di dalam brosur spesifikas performa ducati selalu dibawah fantastik 4 jepang  namun saat di sirkuit Ducati justru lebih unggul dibanding pesaingnya asal jepang.

Teknologi Sasis “Jadul” dan Mesin “Kasar” tapi Hebat.

Kontras dengan fantastic 4 jepang yang mengandalkan sasis allumunium alloy berbentuk deltabox berstruktur honeycomb (sarang lebah seperti frame pada pesawat tempur) Ducati justru setia menggunakan sasis twin tube trelis, yaitu rankaian pipa besi yang dilas hingga berbentuk sasis. Meski lebih berat sasis seperti ini lebih memiliki rigiditas serta lebih mudah untuk diperbaiki dibanding sasis canggih yang fantastik 4 jepang.

Serupa dengan sasis, mesin Desmo L twin Ducati bersuara kasar dan memiliki viberasi yang lebih besar dibanding mesin inline 4 mapun V-4 Jepang. Namun disinilah kuncinya, karena pengendara yang telah terbiasa menggunakan mesin Desmo L twin tersebut akan mengetahui kapan saatnya mengoper gigi dan melakukan buka tutup gas tanpa perlu terpaku pada putaran mesin. Karena seperti menjadi ciri khas produk Italy pada umumnya semisal Ferarri, setiap motor Ducati memiliki karakteristik yang berbeda antara satu mesin dengan mesin lainya. Sehingga bila pengendara telah memahami dengan benar karakteristik mesin Desmo L twinya sangat pasti ia akan mampu memaksimalkan performa motornya tanpa ragu lagi.  So, jangan terlalu termakan spek mesin dan statistik ok ! :-D

23
Mar

Bedah Pasar Honda City-X (Motor Impian)

sonic-125-koro.jpg

Motor Cross Over, Pasarnya Cross Over Juga ?

Mengingat statusnya sebagai motor Cross over yang artinya motor perpaduan antara Bebek, Skutik, Hyper Underbone dan Sport bike artinya motor ini menerapkan apa yang telah dilakukan oleh Ducati dengan produk Multistradanya :mrgreen: Artinya motor ini diharapkan mampu mengakomodir beberapa kebutuhan dan keinginan bikers sekaligus hanya dengan menggunakan sebuah sepeda motor.

Pasaran Skutik dan Bebek Standar bisa terkena imbas !

Degan riding position yang familiar alias sederhana serta seperti biasa - nama besar Honda yang mampu meraih konsumen awam dengan mudah, artinya pasaran bebek Standar yang berada di kisaran 12-14 juta rupiah dapat dengan mudah digembosi oleh motor Cross over yang satu ini. Sedangkan buat Skutik dimana kepraktisan menjadi andalan namum seiring dengan makin digemarinya skutik dikalangan bikers pria maka kebutuhan antara kepraktisan dan performa menjadi semakin bias. Sehingga bisa jadi sedikit banyak calon konsumen skutik trutama yang tetap mendambakan performa akan beralih juga ke motor ini !

Suzuki Satria FU, Jupiter MX dan Performance Bike siaga satu !

Terutama bagi Satria FU dan performance Bike dimana mengandalkan performa sebagai nilai jual bisa jadi ini merupakan pertanda mereka harus kehilangan sedikit pasar mereka. Karena meski performa Honda City-X tidak segarang FU apalagi Performance bike lainya namun dengan harga yang relatif sama, motor ini menawarkan penampilan baru dan kepraktisan sebagai motor harian dimana hal ini menjadi nilai minus bagi performance bike bahkan bagi FU Sekalipun.

Pasaran 16-17 juta bisa jadi akan membabi buta !

Nama besar Honda yang sudah terbukti manjur, desain motor dengan rancangan multi fungsi yang berarti sangat fleksiber plus mesin Sonic yang sudah dinanti. Dengan perkiraan harga 16-17 juta rupiah bisa jadi motor ini akan mampu menjadi bench mark baru terutama di kelas motor multifungsi dan bukan tidak mungkin penjualanya akan berada diatas FU, MX dan seluruh performance bike lainya semisal V-Ixion, Ninja, Cbr, Tiger dan Bajaj. Kita tunggu!

13
Mar

Indomobil Suzuki - Resmi Jual Moge !

tesdrive.jpg

Pada hari kamis tanggal 13 maret, pihak ATPM Suzuki roda dua - Indomobil mengadakan acara gathering sekaligus press confrence. Tentunya berkaitan dengan status Indomobil Suzuki yang menjadi ATPM major pertama di indonesia yang menjual moge. Selain press confrence pihak indomobil juga mengadakan acara testdrive bagi beberapa komunitas bikers seperti DDOCI (Ducati), R-15 (Supersport-Superbikes) dan beberapa rekan wartawan.

3 Lap bersama Hayabusa K2, B-King, GSR 600 dan Intruder

Kebetulan pada hari itu DDOCI diwakili oleh Bro Amos, Bro Setiawan dan Indobikers yang mendapat kesempatan untuk mencoba performa produk andalan Suzuki tersebut. Sebenarnya bagi para bikers tidak dibatasi seberapa banyak putaran yang boleh dilakukan tetapi berhubung banyak rider yang berebut untuk mencoba maka rasanya setiap bikers hanya mencoba sekitar 3 lap setiap motornya. Karena bikers yang mencoba berasal dari komunitas sportbike seperti DDOCI dan R-15 maka ucapan yang keluar pertamakali dari mulut mereka setelah melakukan test drive adalah membandingkan produk suzuki tersebut dengan motor mereka.

3 lap di GSR-600 Streetfighter

bagi Indobikers Mengendarai GSR-600 seolah melakukan nostalgia dengan Monster 600. Namun perbedaanya cukup mencolok. Suara mesin GSR-600 begitu halus dan ukuran GSR-600 yang tidak terlalu besar membuat motor ini paling nyaman untuk di kendarai. Kecepatan maksimum yang diperoleh Indobikers di straight lane adalah 180 km/jam.

3 lap merasakan tenaga Suzuki B-King

Setelah bertukar motor dengan bro Amos, Indobikers merasakan dahsyatnya kesetabilan dan tenaga Suzuki B-King. Ukuran ban belakang 190/55 membuat rasa pe-de dalam mengendarai king-kong ini. Meski baru pertama kalinya mengendarai streetfighter penderita gigantsme ini rasanya tetap nyaman saat melahap tikungan r2 pada kecepatan 130 km/jam. Pada lap kedua Indobikers mencoba membuka gas secara full untuk mengetahui top speed B-King. Ternyata B-King memanglah “King” sesungguhnya. Saat membuka gas penuh, perpaduan antara tenaga sebesar 180 hp dan hebusan angin pada kecepatan 235 km/jam menekan pengendara hingga seperti terlempar ke belakang … Dahsyat! Bahkan bagi bro Amos yang merupakan rider Monster S4Rs (sudah terbiasa menjinakan tenaga sebesar 130hp) menganggap B-King merupakan street fighter paling dahsyat yang pernah ada. Hanya saja kebanyakan para rider sepakat bahwa ukuran B-King yang terlalu besar sangat sulit digunakan di jalanan umum. Bayangkan bila Multistrada 1000 andalan Indobikers saja terasa lebar, bila dibandingkan B-King Multistrada hanya berukuran setengahnya saja 8O Wow!

260 km/jam di atas Suzuki Hayabusa K2 dan saran dari bro Bona

Sebelum mencoba Suzuki Hayabusa K2, Indobikers dan bro Amos di ingatkan oleh Bro Bona (DDOCI & R15 + Blogger Wp) yang telah terlebih dahulu mencoba motor super bikinan suzuki ini. Pesan beliau sebenarnya cukup simpel yaitu “sering-sering lihat speedo meter” 8O pasalnya berbeda dengan motor Ducati yang bersuara kasar serta memiliki viberasi tinggi, Suzuki Hayabusa bersuara halus layaknya Honda Vario - serius bukan bercanda. Sehingga seringkali rider tidak sadar bahwa ia telah mengendarai Hayabusa terlalu cepat. Indobikers berhasil menembus 261 km/jam pada lintasan lurus. Sedangkan bro Amos lebih cepat lagi yaitu 270 km/jam lebih. Bedanya dengan B-King karena menggunakan fairing hempasan angin pada Hayabusa tidak terlalu terasa. Dahsyat !

Suzuki Intruder 1800 dan DR400 Supermoto

Ini motor terakhir yang di coba oleh kami. Bro Amos mengendarai Intruder dan Indobikers mengendarai DR400 Supermoto, namun karena tidak terbiasa menggunakan chopper maka tidak banyak yang bisa diceritakan bro Amos selain sulitnya menikung. Bagi Indobikers mengendarai DR400 Supermotto mirip mengendarai jetski. Memiliki tenaga putaran bawah yang tinggi namun sayang topspeednya hanya 145 km/jam. Disamping gejala melayang, suspensi terlalu empuk membuat perasaan kurang pede saat menikung.

Harga Moge tersebut agak Kemahalan deh …

Penawaran menarik dari Indomobil tersebut sayangnya memiliki nilai minus. Yaitu harganya agak kemahalan. Memang bila dibandingkan harga Ducati, pricelist tersebut masih jauh lebih murah. Namun bila dibandingkan harga yang ditawarkan oleh importir umum semisal Hotpipes harga Moge dari Suzuki Indomobil terpaut cukup jauh. Sebagai contoh di Hotpipes GSR-600 di bandrol 160 juta on the road sedangkan di Suzuki Indomobil motor serupa dipatok pada harga 170 juta dan Off the road pula! Mudah mudahan seiring berjalanya waktu pricelist yang dikeluarkan Indomobil Suzuki akan menurun agar semua bikers dapat menikmati moge bersama sama :-D

Bravo Suzuki Indomobil ! Bravo Hayabusa ! Bravo B-King !

24
Feb

Honda Tiger Revo STD vs Bajaj Pulsar 200 DTS-I

bapu.jpg

Varian Hi-End Pulsar vs Low end Tiger - harga +  20 juta 

Ok, ini untuk yang kedua kalinya Indobikers melakukan komparasi antara Bajaj Pulsar 200 DTS-i vs Honda Tiger Revo. Sepertinya untuk kedua produk kita tidak perlu repot mendeskripsikan fitur yang ditawarkan kepada kedua produk. Untuk urusan Riding review pun sepertinya usah lah ditanya karena rata2 kita sudah pernah mencoba keduanya :-D

Supaya komparas lebih sistematis Indobikes membuat 4 kriteria utama yang sering dijadikan pertimbangan sorang bikers terhadap produk pilihanya yaitu :

  1. Desain dan fitur pada motor
  2. Performa motor
  3. Brand dan resale value
  4. Jaringan purna jual 
  5. Harga motor & Value for money = mencakup kriteria 1-4

Untuk keunggulan telak akan mendapat (poin 2) sedangkan untuk keunggulan tipis hanya akan mendapat (poin1)

Desain dan Fitur

  • Bajaj Pulsar 200 DTS-i bisa dibilang bak pinang di belah dua dengan Pulsar 180 DTS-i yang membedakan hanyalah jok susun dan desain knalpot. Fitur yang menjadi nilai tambah Pulsar 200 bagi kompetitornya adalah oil cooler, speedometer digital dan velg cast wheel
  • Honda Tiger Revo 200 - Jika yang  dijadikan tolak ukur adalah Revo standar maka fitur velg cast wheel dan cakram belakang bisa dihilangkan . Secara kasat mata tidak terlihat sisi elegan terutama bila dibandingkan dengan versi Tiger Revo CW.

Kesimpulan : Dari fitur yang ditawarkan Pulsar unggul telak dari Revo 

 (Pulsar 2 - Revo 0) 

Performa Motor

  • Pusar 200 DTS-i boleh dibilang lebih besar 20cc dibanding saudara tuanya. Tetapi dengan bobot 145 kg (bandingkan Monster M600 saja hanya 168 kg) tambahan tenaga menjadi 18hp pada 8000 rpm bisa dibilang sia sia. Top Speednya hanya 128 km/j. Untuk urusan akselerasi 0-60  justru menurun menjadi 5.80 sec
  • Tiger Revo memiliki bobot 137 kg dengan top speed 125 km/jam. Akselerasinya adalah 5.66 sec untuk 0-60 km/j. Tenaga sebesar 16.7 hp 8500 rpm nampaknya tidak terbuang percuma

 Kesimpulan : Meski bertenaga lebih kecil tetapi bobot ringan plus akselerasi membuat Revo unggul dari Pulsar

(Pulsar 2 - Revo 1)

Brand dan Resale Value

  • Brand Bajaj adalah titik terlemah dari produk atau dinasti Pulsar. Disamping identik dengan kendaraan klasik beroda tiga banyak konsumen baik awam ataupun yang faham tentang dunia roda dua masih meragukan kualitas produk Bajaj. Imbasnya resale value merk bajaj bervariatif dan bila di jual luar kota besar hal ini menjadi pertanyaan
  • Honda adalah Honda. Jika ada produk motor yang paling dikenal adalah Honda. Bahkan nama Honda di Indonesia sudah merupakan jaminan tersendiri. Resale value produk Honda sangat merata, bahkan bila dijual di daerah paling pelosok sekalipun.

Kesimpulan : Membandingkan Brand Honda dengan Bajaj ibarat David vs Goliath, Honda unggul telak dari Bajaj

(Pulsar 2 - Revo 3)

Jaringan Sales, Service, Sparepart

  • Layaknya ATPM baru calon pemilik Bajaj kerap dihantui dengan jaringan Sales, Service dan Sparepart. Bahkan peminat Bajaj yang di tempat terpencil kerap mengeluhkan kesulitan meminang Pulsar. Bahkan mereka harus menyebrang laut hanya demi memperoleh serigala hitam ini
  • Showroom Honda dan Ahass ibarat semut. Ada dimana mana dan dimana saja. Terlepas dari keluhan konsumen terhadap layanan Ahass tetapi ini sudah menjadi bukti bahwa jaringan AHM lebih baik dari pada BAI

 Kesimpulan : Sama seperti Brand, Jaringan pendukung Revo jauh lebih baik dibanding Pulsar

(Pulsar 2 - Revo 5) 

Harga motor - Value for Money (kriteria 1-4)

  • Bajaj Pulsar 200 DTS-i dihargai Rp 20.000.000,- keunggulan yang dimiliki Pulsar dari kompetitornya adalah desain dan fitur.
  • Honda Tiger Revo Standar dihargai Rp 20.400.000 keunggulan yang dimiliki Revo dari sainganya adalah meliputi Performa, Brand-resale value  serta dukungan jaringan 3s AHM

Kesimpulan akhir

Disini terlihat jelas saat dilakukan komparasi antara varian Hi-end Pulsar melawan varian Low end Tiger Revo. Dengan harga yang hanya terpaut 400 ribu justru terlihat keunggulan produk Honda Tiger Revo Standar terhadap Pulsar 200 DTS-i. Hal ini disebabkan selisih harga yang terpaut terlalu dekat antara brand Bajaj dengan kemapanan Honda. Lain halnya dengan Pulsar 180 DTS-I bila disandingkan dengan Revo CW ataupun Revo STD memiliki harga yang terpaut 4 dan 7 juta merupakan faktor keunggulan signifikan. Terlepas dari berbagai kontroversi seputar statement petinggi AHM,  sepertinya jika konsumen ingin memilih motor crusier pilihlah Tiger Revo STD bagi value for money  karena mungkin ini satu satunya produk AHM dengan Value for money yang sesuai :-D  jika ingin produk alternatif yang lebih baik satu satunya pilihan lain adalah Pulsar  180 DTS-i. Bukan Pulsar 200 DTS-i dan bukan pula Tiger Revo CW.

13
Feb

Mega Komparasi : Astra Honda Motor vs Yamaha Motor Kencana Indonesia

gelut.jpg

Postingan kali ini untuk memfasilitasi kegatalan konsumen sepeda motor tanah air. Karena sangat tidak adil jika kita hanya membicarakan beberapa produk tanpa melihat latar belakang ATPM dan produsen dibelakangnya. Berbeda dengan produsen motor eropa yang cenderung mementingkan kualitas produk tanpa memikirkan keuntungan (nggak heran makanya Bimota, Benelli sampai MV Agusta sampai bisa bangkrut) di Indonesia ATPM disini tentunya mementingkan keuntungan sebesar besarnya diatas segala galanya baru kemudian kepuasan konsumen dan terakhir teknologi produk. Jadi komparasi kali ini kita menilai dua hal terakhir (kepuasan konsumen dan teknologi produk) tidak lupa dukungan perusahaan leasing yang juga mampu mendongkrak penjualan motor tersebut.

Sekilas - Astra Honda Motor

Berdiri pada tahun 1971 dengan nama PT Federal Motor kemudian berubah menjadi Astra Honda Motor pada tahun 2000 setelah melakukan merger. Memiliki 3 line produksi dengan mempekerjakan 13.027 orang karyawan. Kapasitas produksi AHM adalah 3 juta unit setahun. Telah memproduksi motor sebanyak 15 juta unit lebih.

  • Penjualan : Memiliki jaringan showroom di 30 propinsi sebanyak lebih dari 1500 dealer
  • Jaringan 3s : AHASS merupakan andalan AHM dalam memuaskan konsumen
  • Produk unggulan : Honda Supra dan Honda Megapro
  • Produk kebanggaan : Honda Tiger Revo
  • Produk ikon - legendaris : Honda Tiger 2000 dan Honda Astrea

Kunci sukses Astra Honda Motor

Setiap produsen tentunya memiliki strategi khusus dalam memasarkan produknya, AHM yang selama ini menguasai pasar domestik tentunya memiliki beberapa strategi khusus diantaranya

  • Promosi : Menonjolkan image sebagai motor paling hemat dikelasnya
  • Jaminan : Produk awet dengan suku cadang terjamin melalui AHASS

Kritik terhadap AHM

Pasti ada yang tidak puas terhadap ATPM satu ini, dan keluhan konsumen yang paling di suarakan antara lain

  • Produk outdated : Sering dianggap Jadul dan terlalu sering berganti baju dan minim fitur baru
  • Minim Variasi : Seuluruh produk AHM kebanyakan merupakan produk kuda beban


Sekilas - Yamaha Motor Kencana Indonesia

Berdiri pada tahun 1974. Kini memiliki 3 jalur perakitan dengan mempekerjakan sekitar 6.000 lebih karyawan. Kapasitas produksi YMKI adalah 3.500 motor per hari atau sekitar 1.277.000 motor setahun. Sampai dengan tahun 2006 telah memadati indonesia dengan memproduksi 5 juta sepeda motor.

  • Memiliki dealer lebih dari 800 buah yang tersebar di 30 propinsi
  • Jaringan bengkel dikenal dengan Bengkel Resmi Yamaha
  • Produk Unggulan : Yamaha Vega R, Yamaha Mio
  • Produk kebanggan : Yamaha V-Ixion
  • Produk ikon - legendaris : Yamaha RX-King dan Yamaha F1Z

Kunci sukses penjualan Yamaha

Ini dia resep Yamaha sehingga bisa menempel bahkan mengungguli penjualan Astra Honda Motor

  • Promosi : Menonjolkan image motor kencang dan sporti plus keterlibatan Valentino Rossi
  • Jaminan : Produk memiliki fitur canggih dan bervariatif untuk pasar lokal

Kritik terhadap YMKI

Bagi konsumen yang alergi terhadap produk YMKI antara lain disebabkan oleh faktor berikut

  • Penjualan : Butuh inden berbulan bulan terutama yang ingin membeli secara cash.
  • Perawatan dan image Yamaha bagi sebagian kalangan masih berada dibawah Honda

Kesimpulan

Demi menjaga objektifitas INDOBIKERS maka untuk pertama kalinya INDOBIKERS memberikan kesimpulan yang cukup bias yaitu : Bagi bikers yang hobi terhadap kecepatan dan fashion mungkin bisa pilih produk Yamaha Motor Kencana Indonesia sedangkan bagi bikers yang menggunakan motor sebagai alat trasnportasi titik atau untuk perusahaan mungki produk AHM masih jadi pilihan paling logis. Tetapi kesimpulan akhir tetap ditangan anda :-D

Note : Perusahaan Leasing ke dua ATPM berimbang jadi nggak ada komparasinya apalagi statistiknya :-D

08
Jan

Menanti Pertarungan antara Bajaj 125 XCD vs Suzuki Thunder 125

xcd.jpg 

Tahun 2008 ini kita menantikan pertarungan antara Bajaj vs Suzuki

Jika kita melihat kedua motor tersebut, nampaknya keduanya bertarung di kelas “kuda beban” alias motor oprasional. Artinya kedua motor ini lebih mementingkan reabilitas dan kenyamanan dibanding performa maupun penampilan. Kedua merk tersebut memiliki keunggulan dan kekurangan. Bila Bajaj 125 Xcd memiliki keunggulan pada sektor penampilan, Suzuki Thunder memiliki keunggulan pada jaringan after sales service maupun jaminan referensi akan ketahanan mesin. 

Kalau Indobikers Pilih Pulsar 180 DTSi … Lho ?

Jika ada pilihan antara Bajaj 125 Xcd dan Thunder 125 Indobikers malah merekomendasikan Bajaj Pulsar 180 DTSi. Lho kok begitu? Tak lain karena faktor harga, maupun keunggulan performa. Karena bila ditimbang-timbang keunggulan 125 Xcd terhadap Thunder 125 hanyalah pada sektor penampilan lain tidak. Sehingga bila tujuanya sebagai “kuda beban” sepertinya Thunder 125 lebih cocok di jadikan andalan. Tetapi bila tujuanya lebih dari sekedar guna beban, maka kakaknya yang berkapasitas 180cc justru lebih mumpuni. Karena Pulsar 180 DTS-i memiliki keunggulan baik penampilan, performa maupun reabilitas yang lumayan teruji. Kesimpulanya untuk mendapatkan kuda beban yang baik Suzuki Thunder 125 lebih baik dibanding Bajaj 125 XCD, tetapi bila menginginkan motor yang multifungsi tidak ada salahnya memilih varian Bajaj 180 DTS-i , simply jangan tanggung tanggung deh

:mrgreen:  




Jarak Tempuh

  • 1,252,938 Km

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community