Arsip untuk Kategori 'Informasi & Tips'

04
Jul

Faktor Lain Dibalik Gelar 5 Kali MotoGP Valle …

Gelar juara dunia Moto GP dari tahun 2001-05 membuat Rossi menjadi sebuah Icon

Semua pihak harus angkat topi dengan rekor tersebut. Karena selain Valle hanya Mick Doohan yang mampu menyamai prestasi tersebut pada tahun 1994,95,96,97 dan 98. Namun dibalik kesuksesan tersebut ada beberapa fakta menarik yang saia yakin bisa membuat para fans “the Doctor” mengerenyitkan dahi.

KILAS BALIK VALENTINO ROSSI

2000 - Juara : K.Roberts Jr (Suzuki/Pabrikan) - Runner up Rossi (Honda/Satelit)

Musim debut Valentino Rossi di kelas 500cc. Musim ini dijuarai oleh Kenny Robets Jr. Sedangkan juara bertahan Alex Criville (Repsol Honda) memulai trend baru yaitu juara dunia tampil melempem saat mempertahankan gelarnya. Musim ini menunjukan Rossi bakal menjadi kandidat serius, karena dimusim perdananya ia mampu berada di posisi runnerup dengan 1 gelar juara seri.

2001 - Juara Rossi (Honda/Satelit) - Runner up Biaggi (Yamaha/Pabrikan)

Musim gila Valentino Rossi. (Menjuarai 11 seri) grandprix tampil mendominasi. Trend juara dunia yang tampil loyo kembali terlihat. Kini giliran Kenny Roberts Jr yang harus puas berada di posisi 10. Musim ini hanya Biaggi yang mampu menjadi penantang serius Valentino Rossi.

2002 - Juara : Rossi (Honda/Pabrikan) - Runner up Biaggi (Yamaha/Pabrikan)

Kembali lagi Rossi tampil gila dengan (menjuarai 11 seri) tanpa mendapat perlawanan berarti dari pesaingnya. Sekaligus untuk pertama kalinya sejak tahun 2000 dimana juara bertahan mampu tampil baik untuk setidaknya berada di posisi 5 besar. Kali ini Valle berhasil menjadi juara bertahan.

2003 - Juara : Rossi (Honda/Pabrikan) - Runner up Gibernau (Honda/Satelit)

Rossi mulai mendapat pesaing, Tidak saja oleh pembalap gaek Biaggi, namum Gibernau dan Cappirosi yang sebenarnya juga sudah termakan usia mulai mampu mengganggu konsistensi Rossi. Tetapi Rossi mampu mengatasinya dengan kembali tampil dominan untuk mempertahankan gelar dengan (menjuarai 9 seri).

2004 - Juara : Rossi (Yamaha/Pabrikan) - Runner up Gibernau (Honda/Satelit)

Rossi kembali di tantang oleh pembalap tim satelit Sete Gibernau. Tetapi Rossi masih mampu dominan dengan (menjuarai 9 seri) grandprix. Musim ini Rossi mengambil keputusan kontroversial dengan pindah ke Tim Yamaha. Namun membuktikan bahwa dirinya masih tetap mampu tampil konsisten.

2005 - Juara : Rossi (Yamaha/Pabrikan) - Runner up Melandri (Honda/Satelit)

Rossi kembali mendominasi dengan tampil gila, (11 juara seri) tetapi musim ini lagi - lagi Rossi ditantang oleh pembalap tim Satelit, Marco Melandri. Disaat yang sama Gibernau, Biaggi yang semakin tua tidak dapat berbuat banyak.

2006 - Juara : Hayden (Honda/Pabrikan) - Runner up Rossi (Yamaha/Pabrikan)

Sebuah “turning point”, Untuk pertama kalinya Rossi berada di posisi kedua klasemen sementara sampai pada paruh musim semenjak tahun 2001 untuk kemudian kehilangan gelar juara dunia. Kemenangan seri terbagi rata. Rossi musim ini hanya (memenangi 5 seri) Melandri dan Capirossi 3 seri, Hayden 2 seri, Pedrosa, Elias dan Bayliss 1 seri. Sebagai catatan Rossi terjatuh di seri akhir untuk kemudian gelar juara diambil oleh Hayden yang bermodalkan tampil konsisten. Selain itu kehadiran pembalap Rookie yang berusia sangat belia musim ini seperti Dani Pedrosa dan Casey Stoner menjadi catatan tersendiri .

2007 - Juara : Stoner (Ducati/Pabrikan) - Runner up Pedrosa (Honda/Pabrikan)

Musim terburuk dalam karir Rossi. Selain terlempar dari posisi 2 besar untuk pertama kalinya, kehadiran 2 sophomore tersebut mampu mencuri perhatian bahkan Stoner mampu tampil dominan dengan (menjuarai 10 Seri) sedangkan bagi Stoner dan Pedrosa menjadikan keduanya secara kombinasi sebagai pembalap paling muda yang menjadi juara dan Runner up. Hayden kembali meneruskan tradisi, juara bertahan yang tampil buruk.

2008 - (Paruh Musim)

Setelah 9 seri berlangsung Valle untuk sementara duduk di posisi ke dua klasemen sementara. Jumlah kemenangan seri dibagi rata 3 seri dijuarai oleh Stoner, 3 Seri oleh Rossi, Dua oleh Pedrosa dan 1 oleh Lorenzo. Sampai paruh musim Stoner menunjukan dirinya tidak sama dengan Hayden, Roberts Jr ataupun Criville, Karena dirinya selalu tampil konsisten sepanjang musim. Musim ini Rossi kembali dikepung oleh pembalap berusia diabwah 23 tahun Stoner, Lorenzo dan Pedrosa. Yang pada musim sebelumnya terbukti mampu mempecundangi Rossi

2000-2002 : Bersaing dengan pembalap Gaek / Sisa era Mick Doohan

Pada musim ke dua dan ke tiga Rossi mampu tampil dominan, namun hal ini tidak lepas dari “Fresh”nya Valentino rossi dan “usangnya” pesaing Rossi. Max Biaggi, Alex Criville, Baros dan Kenny Robets Jr tidak lain adalah pembalap era Mick Doohan. Yang telah melewati masa kejayaanya. Disaat yang sama Rossi justru pada usia puncak karirnya. Sehingga meski pada awal karirnya hanya didukung oleh tim Nastro Azzuro tetapi Skil Rossi dapat mengatasi performa motor yang dikendarai oleh para pembalap gaek tersebut.

2003-2005 : Bersaing dengan Pembalap Tim Satelit

Berbeda dengan era GP 500, Era Moto GP, Faktor motor memiliki peran penting ketibang skill pembalap itu sendiri. Pada musim ini Gibernau dan Melandri tidak lain adalah pembalap tim Satelit dimana kemampuan motor mereka lebih inferior dibanding motor yang dikendarai Valle

2006 - Sekarang : Dikalahkan Pembalap Muda dengan Motor Mumpuni

Jika ditanya kenapa sejak 2006 dominasi Valle di moto gp praktis sirna. Tak lain karena Faktor kehadiran pembalap muda seperti Hayden, Stoner, Pedrosa dan Lorenzo yang didukung motor yang sangat mumpuni. PAsalnya sepanjang karir Rossi di Moto GP, Rossi hanya bertarung melawan Pembalap Tua ataupun Pembalap Satelit. Disaat ke hadiran pembalap muda dengan semangat menggebu-gebu plus didukung habis habisan oleh Pabrikannya, Valentino Rossipun kelabakan, tak heran ia sering kali melakukan kesalahan sendiri.

Tetapi kesimpulanya Rossi adalah pembalap yang bisa dibilang paling beruntung. Dengan skill yang luar biasa ia mampu memaksimalkan sebagai soerang pembalap “in the right time” dengan sempurna. Sepanjang karirnya ia hanya mendapat perlawanan oleh pembalap tua maupun pembalap tim satelit. Dimana memungkinkan dirinya untuk menciptakan rekor2 spektakuler tanpa perlu disaingi oleh pembalap lain. Sekarang disaat pembalap muda bermunculan Rossi sudah berada di penghujung karirnya seperti juga legenda sebelumnya Mick Doohan ia akan meninggalkan catatan tersendiri tanpa perlu berduel habis habisan sebagai mana yang akan dihadapi oleh Stoner, Pedrosa dan Lorenzo di masa yang akan datang. Pertanyaanya mampukah Rossi merebut kembali gelar juara dunia sebelum dirinya benar benar memutuskan “Gantung Motor” ?

02
Jul

Honda Bebek, Hasil Sebuah Kejeniusan

Jika kita berbicara tentang Honda maka kita akan terbayang sebagai salah satu pabrikan otomotif terbesar di dunia. Terlebih jika kita sedang membicarakan mengenai produk paling termashur keluaran pabrikan asal jepang ini, tentunya tidak akan lepas dengan kata “Honda Bebek”.

Terdengar memang sedarhana, namun faktanya Honda dengan varian Moped nya tersebut tidak bisa dianggap remeh. Disamping sangat sukses secara penjualan namun desain “Bebek: itu sendiri merupakan sebuah mahakarya yang bisa dibilang sangat jenius, bahkan boleh dibilang lebih jenius bila dibandingkan produk semacam Suzuki Hayabusa sekalipun !


Konsep Sederhana : Motor Untuk Siapapun Juga !

Dahulu umumnya speda motor hanya bisa digunakan oleh kaum pria. Karena posisi tanki yang berada di tengah membuat pengendara wanita yang umumnya mengenakan rok akan kesulitan untuk menaiknya. Kalaupun ada alternatif lain adalah dengan mengendarai Skuter, yang waktu itu merupakan trade mark Piaggio. Tetapi ukuran lebar dan perseneling manual yang terletak ditangan sudah barang tentu akan menguras tenaga bagi penggunanya apalagi mereka yang berasal dari kaum hawa.

Motor Kecil, Fleksibel dan User Friendly - Nah !

Pertama kali di produksi pada tahun 1958 bebek pertama Honda ini hanya berkapasitas 50cc, sebagai kendaraan alternatif speda untuk digunakan sebagai alat transportasi keseharian jarak dekat. Dengan ukuran yang kecil plus transmisi tanpa kopling membuat kendaraan ini tidak sulit untuk diganakan siapapun juga, baik oleh wanita, ibu rumah tangga ataupun seseorang yang berukuran kecil.

Yang merupakan sebuah Inovasi tersendiri ada pada “leher bebek” itu sendiri. Karena dengan posisi seperti itu disamping memudahkan seseorang yang mengenakan rok untuk menaikinya, juga berfungsi untuk dijadikan tempat menyimpan atau menggantung barang, baik tas ataupun plastik belanjaan.

Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat motor jenis ini begitu laris terutama di kawasan Asia, dimana waktu itu baik secara ekonomi hanya mampu membeli speda motor dengan harga murah plus produk tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh siapa saja baik oleh Ayah, Ibu ataupun Anak. Karena itulah produk “bebek” tersebut Begitu laris manis di Pasaran.

Kini “Bebek” Semakin Besar dan Semakin Bervariasi.

Daiawali dengan kapasitas mesin yang hanya 50cc, kini varian bebek telah semakin besar, mulai dari 90, 100, 110, 125 hingga 150cc. Target marketnyapun semakin bervariasi, baik sekedar kendaraan “rumahan” alias untuk sekdar antar jemput sekolah-pasar, kendaraan oprasional hingga murni untuk sport dinasti bebek telah memiliki dinasti tersendiri. Bahkan varian hybrid antara Bebek dengan Skuter ataupun Bebek dengan sport bike telah bermunculan. Hal ini menandakan bahwa inovasi “membuat leher bebek” merupakan sebuah kejeniusan tersendiri yang mungkin akan bertahan hingga 50-100 tahun kedepan. :-D

15
Jun

Honda Beat bakal Menghajar Mio ?

*gambar dirampok dari bro Tri :evil:

Mio Mengungguli Vario - Tapi Tidak “Membunuhnya”

Perang skutik kembali memanas setelah Honda melaunching produk yang dinamakan “Honda-Beat” sebagai produk yang memang di tujukan menjadi direct competitor Yamaha Mio dan Mio Soul. Selama ini Yamaha Mio bisa dibilang unggul cukup telak dibanding Honda Vario. Salah satu alasan utamanya tidak lain adalah harga yang terpaut sebesar 2.4 juta per unitnya. Dengan selisih harga yang demikian tidak heran Yamaha Mio mampu mengasapi penjualan Vario. Tetapi bukan berarti ini menjadi jaminan bahwa hal serupa terjadi pada Honda Beat. Ingat Vario meski hampir kalah segala galanya dari Mio tidak menjadi produk “penggembira” sebagaimana yang terjadi pada Suzuki Spin.

Dengan Selisih “Hanya” 300 Ribu mampukah Mio Bertahan ?

Dengan selisih harga yang “Hanya” 300 ribu, pada segmen ini kita kembali kepada market skutik itu sendiri. Sama seperti pasar Bebek konvensional, rata2 konsumen pada market ini adalah konsumen awam. Dimana faktor performa dan penampilan bukan menjadi sebuah faktor penentu. Di segmen ini konsumenya lebih mementingkan kepraktisan dan amat terpengaruh dengan isitlah “Katanya” yang selebihnya bisa di baca disini. Disinilah kejelian AHM dalam melihat pasar, karena belajar dari kurang suksesnya Vario dalam bertarung dengan Mio maka Honda memilih varian skutik low cost untuk melakukan serangan balik. Toh sesuai dengan fakta dilapangan, dengan spesifikasi “apa adanya” hal tersebut tidak menjadi masalah bagi konsumen, karena lagi-lagi disini “kefanatikan” pada merk kembali menjadi faktor penentu. Selisih 300 rb sepertinya merupakan harga kompromi atas penggunaan nama besar dari brand “Honda” sebagai nilai plus tersendiri.

Ingat! Segmen Mio-Beat kebanyakan di dominasi oleh Remaja/Pelajar dan Ibu rumah tangga. Sehingga selain keputusan memilih produk masih berada di pihak orang lain (orang tua) membuat faktor nama besar brand akan sangat berpengaruh dalam pemilihan produk!

Mudah Mudahan Yamaha Mio menerapkan “Predatory Price”

Jika analis tersebut benar, dan mudah mudahan benar :mrgreen: bahwa Honda Beat dapat mengalahkan Mio
justru banyak konsumen yang mendapat keuntungan dari pristiwa ini 8O yap! Harapanya dalam mengcounter serangan Honda Beat, Yamaha menerapkan strategi harga yang bersaing dengan melaunching produk yang lebih murah lagi dari Mio :-D nah! Dengan demikian meski kecil peluangnya. peluang perang tarif layaknya pada oprator telepon seluler bisa terjadi pada dunia roda dua. Kecil kemungkinanya tapi who Knows ?

11
Jun

Alasan Menjadi Fanatik Brand (Merk) Motor

Ada anggapan bahwa seseorang yang fanatik akan sebuah merk adalah seseorang yang buta akan informasi ataupun perkembangan teknologi. Anggapan tersebut bisa saja benar, tetapi bisa saja salah. Tergantung dari situasi dan kondisi serta fungsi motor itu sendiri. Berikut beberapa alasan yang menyebabkan seseorang menjadi fanatik brand/merk dari berbagai sudut pandang.

Fanatik Karena Faktor Sugesti

Faktor ketidak tahuan menjadi penyebab seseorang menjadi fanatik seperti ini. Namun tidak juga mengesampingkan faktor dimana produk tersebut sebelumnya telah berhasi memproduksi sebuah produk yang luar biasa sempurna sehingga menjadi sebuah benchmark tersendiri. Gaung kehebatan produk tersebut ternyata sangat luas bahkan sampai membayangi produk suksesornya. Bahkan untuk kalangan konsumen awam nama besar produk tersebut menjadi sebuah nilai plus hingga dapat membuat konsumen tersebut mengesampingkan faktor lain semisal performa sebagai nilai pembanding. Produk yang memiliki penggemar fanatik dalam kategori ini tak lain adalah Honda. Namun kemampuan produsen menjaga mutu produk merupakan faktor vital tersendiri, termasuk juga menjaga nilai jual kembalinya :-D

Fanatik yang menjadi sebuah Brand Cult

Fanatik yang seperti ini merupakan fanatik yang sulit di ganggu gugat. Biasanya fanatik seperti ini menjangkiti bikers yang telah mapan, terutama secara ekonomi. Umumnya bagi bikers yang sudah berada pada tingkat fanatik seperti ini mereka tidak akan memikirkan faktor ekonomis, tetapi bagi mereka motor dari brand tersebut adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hidup mereka karena antara bikers dan motornya memiliki sebuah ikatan emosional. Biasanya brand yang telah menjadi sebuah Cult adalah berasal dari Amerika dan Eropa semisal Harley-Davidson, BMW Motorrad dan Ducati. Sebagai tambahan biasanya justru bikers seperti ini malah terbilang jarang menggunakan motor kesayangan mereka sebagai kendaraan oprasional harian, dan cenderung menggunakan kendaraan lain sebagai alat transportasi utama. Mmm Bikers apa bukan sih ;)

Fanatik Karena Warisan Turun Temurun

Biasanya, fanatik brand seperti ini hanya terjadi bila seorang bikers memiliki hubungan yang erat dengan orang tuanya. Ditambah lagi para “leluhurnya” memiliki tangan dingin dan apik dalam merawat sepeda motor kesayanganya. Tidak aneh bila menemukan motor yang sama telah berpindah sampai tiga generasi dalam kondisi sempurna. Umunya motor yang paling sering menjadi motor warisan adalah dari jenis Piaggio Vespa. Classic!

Fanatik Karena Ciri Khas Tertentu

Bila sebuah brand memiliki ciri khas tertentu semisal Performa ataupun reabilitas, maka konsumen akan memilih brand tersebut di banding brand lainya, meski brand kompetitornya menawarkan performa maupun harga yang lebih kompetitif umumnya konsumen tetap memilih brand tersebut. Disamping itu, dengan memiliki ciri khas tersebut secara tidak langsung brand motor tersebut memiliki daya getar lebih dibanding brand motor lainya. Di indonesia brand Kawasaki dan Yamaha menjadi contoh paling jelas.

Sisi Positif dan Negatif Fanatik Terhadap Suatu Brand

Apapun bila dilakukan secara teratur dan tekun pastinya akan membuahkan hasil. Sama seperti seseorang yang secara konstan menggunakan sebuah produk dari brand yang sama. Faktor pertama adalah bikers tersebut akan memahami seluk beluk motor tersebut, baik dari karakter mesin maupun cara merawat motor tersebut secara efisien dan praktis. Faktor kedua adalah kepuasan dan ikatan emosional antara bikers dan motornya. Akhirnya sebagai mana pasangan suami-istri seorang bikers dan motor dari brand tersebut menjadi sebuah kesatuan yang tidak terpisahkan. Ikatan emosional seperti ini membuat bikers tersebut akan lebih merawat motornya secara maksimal.

Bila sebuah produk tidak lagi mampu menawarkan keunggulan dibanding produk lainya, sepertinya bikers tersebut seharunya tidak lagi menggunakan motor dari brand tersebut. Apalagi bila disangkut pautkan dengan faktor ekonomis dan efisiensi. Tetapi karena tingkat kefanatikan dengan brand tersebut cukup tinggi bukan tidak mungkin walau sudah tidak kompetitif produk dari brand tersebut masih terus digunakan. Effeknya adalah disamping pemborosan dan dapat mengakibatkan menurunnya kemampuan konsumen dalam memilah dan menilai sebuah produk. Tergantung dari mana melihatnya sih ;)

01
Jun

Harga Kawasaki Ninja 250R dan Kawasaki KLX 250

Akhirnya setelah dinanti sekitar hampir 3/4 tahun lamanya :roll: emang ada ya istilah itu :lol: Kawasaki Motor Indonesia akhirnya resmi melaunching motor sports betulan (bukan down grade dan bukan pula motor sports kelas dua). Tetapi apapun itu yang terpenting kini adalah : Berapa harga resmi produk tersebut ?

Kawasaki Ninja ZX 250 R = Rp 45 Juta OTR

Meski telah beredar beberapa unit sebelumnya, namun harga resmi Kawasaki Ninja 250R ini adalah 44.9 juta rupiah, onn the road. Sehingga bisa dibilang ini adalah salah satu motor lansiran ATPM lokal dengan harga yang paling mahal. Namun seperti yang sudah banyak dibahas sebelumnya, harga tersebut hanya terpaut sekitar 12 juta rupiah dibanding Honda CBR 150R ataupun dengan adik kandungnya sendiri KAwasaki ZX 150 yang bermesin 2 tak. Sehingga rasanya harga tersebut memiliki Value for money terbaik dikelasnya

Kawasaki KLX 250s = Rp 55 Juta OTR

Meski sama sama produk baru, nampaknya gaung motor trail Kawasaki KLX 250s ini hampir tidak terdengar gaungnya dibanding saudaranya yang bernuansa small superbike ini. Apalagi setelah mendengar harga motor ini yang mencapai Rp 55 juta 8O, dengan harga seperti ini anda bisa mendapatkan Honda CBR 600  keluaran tahun 98 OTR atau menjadikan Kawasaki Ninja ZX 250R anda kondisi full options. Namun lagi lagi ini tergantung selera pembeli sebagai konsumen. Apakah akan membeli KLX 250s atau Ninja 250R yang harganya  terpaut 10 juta rupiah lebih murah. Hmm

25
Mei

Tips Berkendara Hemat BBM

BBM Naik … Apa Boeh Buat !

Nasi sudah jadi bubur :( tetapi setidaknya sebagai pengguna sepeda motor terutama sebagai sarana berkendara harian hal tersebut tentunya harus di tanggapi dengeng cerdas dan taktis, bukan hanya sekedar menanggapinya dengan sumpah serapah ataupun mengantri BBM berjam jam sebelum kenaikan harga. Ada sedikit tips yang setidaknya dapat membantu mengurangi ongkos oprasional dalam berkendara, nah!

Sepeda Motor dan Kondisinya

Untuk melakuan penghematan BBM langkah pertama adalah untuk melakukan Cek&Ricek kondisi sepeda motor. Sudah barang tentu faktor utama yang perlu di perhatikan adalah kondisi, baik mesin maupun kondisi sepeda motor secara keseluruhan.

  1. Mesin, Karburator dan Saringan Udara : Hal yang pertama dilakukan adalah mengecek kondoso terutama kebersihan karburator, dan saringan udara dari kerak yang terdapat pada bagian tersebut. Karena bila saja terdapat kotoran ataupun benda yang mampu mengganggu sistem kerja bagian tersebut sudah barang tentu kinerja mesin akan menurun dan berimbas pada konsumsi BBM motor tersebut - ini terkait dengan psikologi berkendara dan teknik mengemudi.
  2. Kembalikan Ke Kondisi Standar : Performance kit, semisal knalpot, saringan udara hingga stelak spuyer pada karburator maupun perangkat lainya yang mampu meningkatkan performa motor - termasuk ban ukuran lebih lebar dari ukuran standar tentunya akan membuat konsumsi BBM motor melonjak dibanding kondisi motor dalam keadaan standar. Untuk itu mengembalikan kondisi motor ke pada spek standar sudah pasti dapat memangkas konsumsi BBM
  3. Service Berkala : Hal ini terkait dengan poin pertama dan kedua. Dengan melakukanservis berkala setidaknya dapat menjaga kondisi dan performa motor agar motor tetap dapat memberikan performa otimal tanpa harus mengkonsumsi BBM lebih banyak dari saat motor masih dalam kondisi baru/fresh from the oven … kue kalee :mrgreen:

 

Teknik Mengemudi dan Pskiologi Pengendara

Motor kondisi standar belum tentu akan berfungsi optimal bila teknik mengemudikanya sembrono alias tidak efisien. Tentunya dengan sedikit tips dalam berkendara maka motor tersebut akan lebih efisien dan berimbas pada penghematan BBM.

  1. Atur Bukaan Gas dan RPM : Semakin besar bukaan gas artinya semakin banyak asupan bensin ke karburator / injektor. Sudah barang tentu konsumsi bahan bakar akan meningkat drastis dibanding saat motor dalam kondisi stasioner. Sama seperti mengatur putaran mesin, semakin tinggi putaran mesin maka semakin banyak bahan bakar yang tersedot. (ingat beda dengan efek engine brake lho) jadi atur putaran mesin pada putara menengah, meski tidak sampai torsi maksimum namun motor tetap dapat melaju dalam kecepatan normal.
  2. Sering Mengoper Perseneling - menjada Torsi dan Putaran Mesin : Posisi gigi yang tepat di kecepatan yang tepat dan putaran mesin yang tepat adalah kunci hemat BBM. Bila putaran mesin tinggi menggunakan gigi rendah, disamping tidak nyaman hal ini juga menyebabkan pemborosan BBM. Sama persis dengan putaran mesin rendah, dalam posisi gigi tnggi. Untuk mencapai torsi optimum memaksa pengendara membuka gas lebih lebar, effeknya ya itu … pemborosan!
  3. Jangan Membuka Gas Maksimum : Umumnya pengendara motor langsung membuka gas secara maksimum begitu melihat lampu hijau. Memang rasanya lega begitu keluar kemacetan, namun pembukaan gas secara maksimum hampir sama effeknya dengan melakukan “Geber-geber gas” akibatnya pembakaran tidak effisien.
  4. Jangan Terpancing Kebut Kebutan : Ngebut itu enak! Betul! Tapi dalam rangka hemat BBM dan keselamatan sebaiknya mengedara motor cukup dalam kondisi normal saja. Cukup lakukan bukaan gas secukupnya dan berkendaralah sewajarnya. Insyaalah selain aman, nyaman anda bisa berhemat BBM Setuju ?!!!
20
Mei

Honda NR - Sebuah Mahakarya Honda

Futuristis Sepanjang Masa

Futuristis identik dengan kecangihan teknologi dan desain. Karena itu Futuristis amat relatif dengan waktu. Sesuatu yang dianggap futuristis hari ini belum tentu dianggap futuristis pada tahun berikutnya. Bahkan ada anggapan, bila ingin selalu terlihat futuristis maka pilihlah produk bernuansa kassik. Namun tidak semua produk dapat mengikutinya, apalagi sebuah produk yang mampu melawan hukum alam tersebut.

Mahakarya Yang Mencoba Melawan Hukum Alam 

Mungkin banyak orang menganggap motor Harley Davidson Eectra Glide merupkan sebuah mahakarya roda dua bagi kategori motor touring. Selain desain yang tidak termakan zaman dari edisi pertama hingga kini rasanya tidak terdapat perubahan yang signifikan. Namun hal itu terasa wajar, apalagi memang sebuah desain klassik umumnya memang tidak mudah kelihatan kuno.

Lain halnya dengan kategori motor sport atau Superbike, dimana dalam waktu beberapa tahun saja sebuah produk yang tadinya dianggap futuristis bisa jadi dianggap sebuah produk kuno. Mungkin hanya Ducati Superbike 916 saja yang masih dianggap tidak ketinggalan zaman padahal motor tersebut merupakan keluaran tahun 1994.  Tetapi walau bagaimanapun meski telah mendapat gelar sebagai motor Superbike terbaik sepanjang masa versi Discovery Channel maupun majalah Two Wheels motor 916 sudah terasa usang apabila di sandingkan dengan penerusnya baik Superbike 999 apalagi varian 1098.

Tidak demikian dengan produk Honda, sejak pertama kali di rilispada tahun 1992, hingga kini motor empat silinder ini rasanya masih saja terlihat futuristis bahkan bila dibandingkan dengan Honda CBR 600 RR edisi tahun 2007 ataupun Honda Fireblade 1000 edisi 2008.

Bayangkan Desain Motor Ini Sudah Berumur 16 Tahun

Single side swing Arm, atau istilahnya lebih populer disebut Pro Arm, Knalpot Kolong yang kini merupakan sebuah lambang identitas superbike modern hingga fairing Carbon Fiber yang amat ringan kesemuanya adalah  teknologi yang sangat populer saat ini. Bahkan bisa dibilang setidaknya pengaplikasian salah satu fitur tersebut merupakan sebuah standar bagi sebuah Sportbike/ Superbike saat ini bila mereka ingin disebut sebuah motor canggih nan futuristis. 

Namun bayangkan bila tiga fitur canggih tersebut sudah perupakan opsi standar bagi motor yang dirilis pada tahun 1992, alias sudah berusia 16 tahun lamanya. Bahkan bisa dibilang baik siluet maupun desainyapun bisa dibilang lebih futuristis bila dibanding pendahulunya yang berusia jauh lebih muda.

Adalah Honda NR 750 yang pertama kali irilis pada tahun 1992 ini merupakan sebuah masterpiece yang memiliki kekekalan secara futuristis. Mulai dari desain, fitur maupun performa Honda NR merupakan sebuah kesempurnaan yang sulit ditandingi oleh produk manapun, bahkan bagi Honda untuk mengulanginya pun dirasa cukup sulit.

Tanpa Restriktor mesin 750cc ini sanggup menelurkan 160hp

Tampang keren dirasa percuma bagi Honda bila NR tidak didukung performa yahud. Mesin V4 yang menggunakan oval piston ini mampu menelurkan tenaga sebesar 160 hp pada 14.000 Rpm. Hanya saja Honda membatasi output tenaganya pada 125 bhp semata mata demi keselamatan pengendaranya. Terlebih teknologi piston oval tersebut merupakan untuk pertama kalinya digunakan untuk motor jalan raya. Kalaupun ada yang menggunakanya lagi adalah Ducati Desmosedici RR, itupun mereka terlambat 15 tahun dibanding Honda NR. Hanya saja akibat harga yang sangat mahal pada waktu itu ( $50.000 ) plus hanya diproduksi sebanyak 300 unit Akhirnya nasib Honda NR tidak berbeda dengan motor eksotis lainya, yaitu hanya menjadi penghuni garasi maupun hiasan ruang tampu para kolektor sepeda motor. Boleh dibilang sisi positifnya adalah meski telah berusia 16 tahun dijamin kebanyakan kondisi motor Honda NR tetap terjaga dengan baik. 

 

17
Mei

Kabar Duka - Bikers Senior Sophan Sophian Kecelakaan

Kecelakaan Sophan Saat Mengikuti Touring “Jalur Merah Putih”

Sophan Sophian salah seorang tokoh yang juga merupakan Bikers senior telah meninggal dunia saat mengikuti/memimpin konvoi Jalur Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Konvoi tersebut diikuti berbagi jenis motor besar terutama dari jenis Motor Touring dan Choppers antara lain dari Harley Davidson, BMW, Goldwing. Rencananya aktor kawakan tersebut bersama rombongan akan mengelilingi pulau jawa sekaligus mengadakan bahkti sosial di setiap tempat dimana rombongan berhenti.  

Kronologi Kecelakaan Almarhum Sophan Sophian

Sekitar pukul 09.49 WIB, rombongan ini melintas di wilayah Ngawi, Jawa Timur menuju Sragen, Solo. Namun saat berada di perbatasan Ngawi-Sragen, tepatnya di kawasan hutan Widodaren, sepeda motor besar yang tunggangi Sophan menghantam lubang besar. Seketika itu juga, sepeda motor tersebut oleng dan akhirnya terjatuh.

“Waktu jatuh Pak Sophan belum meninggal. Namun dia mengalami patah kaki dan tidak sadarkan diri. Dia kemudian dilarikan ke RS Sragen dengan menggunakan ambulans dan meninggal beberapa saat kemudian,” ujar Tri Erika, salah satu peserta Konvoi Jalur Merah Putih kepada detikcom, Sabtu (17/5/2008).

Menurut Tri, Sophan mengalami kecelakaan tunggal. Dalam peristiwa itu hanya motor Sophan yang terjatuh. Dia membantah informasi yang menyebutkan kecelakaan itu melibatkan 2 sepeda motor lainnya. “Yang jatuh cuma motornya Pak Sophan, tidak ada lagi. Lubangnya cukup besar, seukuran ban motor Harley-lah,” ungkap Tri.

Diakui Jalur Tersebut Cukup Rawan

Meski tidak di ikuti oleh komunitas Ducati Desmo Owners Club - DDOCI, namun banyak anggota DDOCI senior yang sudah beberapakali melewati melawati rute tersebut memang diakui memiliki rintangan yang sulit, mulai dari tikungan berliku hingga lubang besar. Akibatnya meski telah dibekali pengalaman maupun skill yang mumpuni tetap saja rute tersebut cukup berbahaya untuk dilalui. Terbukti kali ini telah memakan korban Bikers Senior - Sophan Sophiaan.

Tujuan Mulia ” Konvoi Jalur Merah Putih”

Meski sempat di protes karena memasuki jalan Tol, namun sebenarnya rombongan konvoi ini telah mengantungi izin resmi dari kepolisian untuk memasuk jalan bebas hambatan tersebut. Tujuan konvoi Jalur Merah Putih adalah upaya komunitas motor besar utuk membangkitkan rasa kebanggaan terhadap bangsa indonesia yang sudah mulai pudar karena sentimen pengkotak2kan berdasarkan SARA. Terbukti di setiap tempat konvoi berhenti mereka melakukan upacara bendera yang kini sudah jarang dilakukan, serta melakukan bakti sosial kepada masyarakat setempat, sebagai catatan bahkti sosial yang dilakukan tidak sekedar simbolis namun memang memiliki kapasitas layaknya bhakti sosisal pada umumnya alias signifikan.

Selamat Jalan Broters - INDOBIKERS mengucapkan Turut Berduka Cita  

Meski tidak mengenal dekat secara pribadi, selaku media Sepeda Motor , Redaksi Indobikers mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Sophan Sophian. Semoga amal ibadanya diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa. Selamat jalan Bro, …

Links : Kronolois Kecelakaan

17
Mei

1 Juta Pengunjung, 230 Postingan, 30 Ribu Komentar !

Sejak pertama kali di buat pada bulan Mei 2007 hingga saat ini, kurang lebih 1 tahun kemudian INDOBIKERS sudah kedatangan lebih dari 1 juta pengunjung. Sekitar 230 artikel dari berbagai kategori sudah di posting. Tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada tamu INDOBIKERS yang aktif memberikan komentar entah itu sekedar saran, pendapat, kritik maupun posisi podium pertamax. Bahkan beberapa nama pembaca bisa dengan mudah di kenal mulai dari Gus Pur dengan Sniff2nya, Honda Bebek yang memang amat antagonis, Ical Brown, Girifumi, Taufik, Boogie HD ataupun Benkel Spedamotor dengan analisa tajamnya menambah marak kolom artikelnya. Bagi para tamu yang tidak sempat saia sebutkan disini termasuk bro Ilham Kafemotor juga saia ucapkan trimakasih. Mudah mudahan seiring dengan waktu serta belum kelarnya INDOBIKERS.NET yang kembali di tunda launchingnya menjadi tanggal 1 Juni, karena semata2 agar saat pindahan INDOBIKERS.NET mampu memberikan perbedaan yang signifikan dibanding saat masih numpang di WordPress. Tetapi bukan blog ini akan di matikan ataupun di terlantarkan lho! Blog ini tetap akan berporasi seperti sedia kala.  Mudah mudahan INDOBIKERS bisa menjadi tempat nongkrong para bikers di dunia maya. Salam Bikers !!!

 

15
Mei

MV Agusta F4 CC … X Tra Exlusif, X Tra Mahal !

Bagi penikmat balap motor, tentunya nama MV agusta merupakan sebuah nama yang tidak asing ditelinga. Tidak heran bersama salah seorang pembalap legendaris bernama Giacomo Agostini mereka mampu meraih gelar juara dunia granprix dimana 7 diantaranya di persembahakan melalui keahlian Giacomo Agostini mengendarai MV Agustanya

Back From The Dead

Berkat campur tangan Cagiva yang kembali menghidupi MV Agusta, dan lahir melalui rancangan sang maestro Massimo Tamburini, MV Agusta kembali melahirkan dinasti sepeda motor berjenis superbike. Tujuanya tidak lain adalah untuk menyaingi dominasi Ducati yang saat itu mengandalkan Ducati 996 sebagai flagship produknya. Produk Mv Agusta tersebut  dinamakan MV Agusta F4 Series, yang pertama tama dilaunching pada tahun 1998 dengan kapasitas mesin 750cc 4 silinder. Namun produk CRC tersebut (Cagiva Research Center) dirasa kurang mumpuni untuk menyaingi performa Ducati 996, akibatnya CRC memutuskan untuk terus memproduksi motor dengan varian mesin yang berbeda namun menggunakan basis sasis yang sama. Keluarga MV Agusta F4 Series tersebut antara lain :

  • F4 Oro - 750cc - 126 hp (199 8)
  • F4 S - 750cc - 126 hp (1999)
  • F4 EVO S2 - 750cc - 137 hp (2002)
  • F4 Senna - 750cc - 137 hp (2002)
  • F4 SPR - 750cc - 146 hp (2004)
  • F4 Ago - 998 - 166 hp (2005)
  • F4 S - 998 - 166 hp (2005)
  • F4 Tamburini - 998 - 173 hp (2005) 
  • F4 Senna - 998 - 174 hp (2006)
  • F4 Veltro Strada - 998 - 177 hp (2006)
  • F4 Veltro Pista - 998 - 185 hp (2006)
  • F4 R - 998 - 175 hp (2006)
  • F4 R 312 - 998 - 183 hp (2007)
  • F4 CC - 1078  - 200 hp  (2007)

 

MV Agusta F4 CC - 1078cc, 200hp, 140nm, $120.000

Jika ada motor dai kelas superbikes (dibawah 1200cc) yang mampu menandingi performanya mungkin hanyalah Ducati Desmosedici RR dengan kapasitas 990cc dan 200hp. Itupun harganya hanya setengah dari MV Agusta F4 CC. F4 CC sendiri artinya singkatan dari Claudio Castiglioni yang tak lain adalah pemilik MV Agusta dan Cagiva. Motor yang di bandrol $120.000 dolar atau sekitar 1.1 milliar rupiah ini (off the road) 8O ini hanya diproduksi 100 unit.

Selain menawarkan performa yang luar biasa motor ini memiliki nilai ekslusifitas dibanding produk lainya. Mulai dari bagian mesin yang terbuat dari titanium, hingga jok kulit yang terbuat dari bahan kulit khusus rancangan rumah mode ternama. Sedikitnya jumlah F4 CC yang beredar di pasaran juga turut menambah nilai ekslusifitas motor ini. Nampaknya motor ini lebih cocok di pajang di ruang tamu ataupun menjadi hiasan sebuah istana dibandingkan untuk digunakan harian ataupun dipakai di sirkuit sekalipun. Berminat ?

12
Mei

Honda CS1 / CS One - Minim Masalah ?

Buah Riset Yang Matang

Kehadiran CS1 yang telah lama ditunggu bahkan bisa dibilang terlalu lama ditunggu, setidaknya memiliki sisi positif yang sulit ditandingi oleh produk baru lainya. Keunggulan tersebut adalah minimnya masalah pada CS1. Karena biasanya masalah yang kerap mendatangi produk baru tersebut adalah keluhan dari konsumen terhadap “kelemahan” yang dikarenakan perbedaan desain produk baru tersebut saat dibandingkan dengan produk sebelumnya. Seperti yang menerpa Bajaj Pulsar saat baru di launching dengan keluhan : kasarnya sambungan pada sasis motor saat dibandingkan dengan pesaingnya yang lebih lawas : Honda Tiger, ataupun posisi foot step penumpang pada Yamaha mio yang kerap menuai protes akibat posisinya yang berada terletak terlalu keluar yang notabene cukup berbahaya, saat dibandingkan dengan Yamaha Nuovo.

Namun hal tersebut (sejauh ini) belum ada komplain pada produk andalah AHM tersebut. Meski dinilai memiliki desain agak kontroversial, motor ini tidak memiliki masalah baik dari segi ergonomis maupun performa. Untuk faktor sasis dan ergonomis nampaknya ini adalah salah satu buah yang dipetik dari reseach yang cukup lama dan matang oleh pihak AHM

Penggunaan mesin Sonic yang teruji

Untuk urusan mesin nampaknya penggunaan satu jenis mesin untuk beberapa varian juga berlaku pada produk buatan AHM ini. Penggunaan mesin Sonic, meski terbilang lumayan berumur namun memiliki keuntungan tersendiri. Yang pertama adalah reabilitas nya yang sudah teruji dan bila mana memiliki kelemahan pada desain maka dapat dengan mudah di atasi. Keuntungan kedua dengan mesin Sonic adalah - meski tidak masuk secara resmi melalui AHM namun sedikit banyak teknisi AHM telah mengetahui seluk beluk mesin tersebut sehingga bila terjadi masalah ataupun untuk melakukan perbaikan, para teknisi tersebut dapat melakukanya tanpa harus melalui proses pelatihan berlebih. Dengan menggunakan mesin Sonic yang memiliki performa yang hanya berbeda sedikit dengan Jupiter MX ataupun SatriaFU maka para pengguna produk CS1 tidak perlu beradaptasi terlalu lama untuk mengetahui karakter motor tersebut. Hal ini konon bertolak belakang dengan pengguna Satria FU.

Akankah Pabrikan Lain Menyusul ?

Menggunakan mesin lawas untuk produk baru dikelas yang berbeda nampaknya merupakan sebuah langkah jitu. Terbukti dengan kesuksesan Satria 150 FU dengan FXR, kemudian disusul dengan Honda CS1. Bukan tidak mungkin strategi serupa akan ditiru oleh pabrikan lain. Karena hal ini terbilang cukup wajar mengingat menggunakan mesin lawas artinya dapat meringankan ongkos produksi dan perawatan serta di saat yang sama pabrikan dapat lebih berkonsentrasi pada desain sasis maupun eksterior motor. Toh selama performa mesin lawas tersebut masih mumpuni rasanya tidak ada salahnya untuk digunakan pada motor varian terbaru. :-D

11
Mei

Antara Warna Dengan Sepeda Motor

Tidak hanya partai yang memiliki kaitan erat dengan warna tertentu. Antara Motor dengan warna pun ternyata demikian. Bahkan dengan warna seseorang dapat menebak merk motor tersebut hanya dengan melihat warnanya. Kadang saking terikatnya dengan warna tersebut menjadi tidak ”sreg” bila memilih warna selain warna khas brand motor tersebut. Kini hampir setiap motor memiliki warna khas namun belum tentu warna khas tersebut begitu mengkikat dengan motor tersebut. Berikut merupakan urutan ikatan paling erat antara warna dengan brand motor terebut.

1. Kawasaki dan Lime Green

Kawasaki, bahkan sering disebut motor “Geng Hijau” warna Lime Green sendiri begitu terikat dengan Kawasaki sampai-sampai tidak ada brand lain yang berani menggunakan warna Lime Green sebagai opsi warna dalam produknya. Sebagai catatan bagi Kawasaki warna hijau juga digunakan di dalam ajang balap baik Moto GP maupun WSBK.

2. Ducati dan Solid Red

Seperti saudaranya yang beroda empat, Ferarri  Ducati hanya menawarkan produknya dalam 3 warna yaitu Merah, Kuning, Hitam terlepas kini mengeluarkan produk berwarna putih untuk 848 namun seperti juga Ferarri yang menggunakan warna Merah dalam ajang motor sport dan opsi warna utama pada produknya pada akhirnya warna merah solid tersebut menjadi warna khas pabrikan asal Bologna ini.

3. Aprilia dan Warna Hitam Dof

Masih ingat ketika Max Biaggi menjadi kampiun Gp 250 pada tahun 1995-97 sebelum pindah ke Honda pada tahun 1998. Warna hitam dof pada Chesterfield Aprilia nya menjadi sebuah momok tersendiri. Kini hampir semua semua jejeran aprilia menggunakan warna tersebut, meski warna Silver merupakan alternatif kedua bagi pabrikan Italy ini.

4. Bajaj dan Hitam Metalik

Meski secara brand belum setenar pabrikan Jepang maupun Italy tetapi motor buatan india ini sendiri memiliki warna tersendiri yaitu Hitam Metalik. Terbukti dari jejeran produknya yang hampir seluruhnya didominasi warna Hitam metalik

5. Suzuki dan Two Tone Biru Solid dan Putih

Sebenarnya warna utama suzuki adalah kombinasi dua warna alias two tone Biru Putih. Namun karena warna tersebut terbilang jarang dipilih oleh konsumen ditanah air. Namun kini produk Two Tone tersebut dapat ditemukan pada produk seperti Satria 150 FU ataupun New shogun.

6. Yamaha antara Biru dan Two Tone Merah dan Putih

Yamaha adalah sebuah brand mapan tetapi untuk warna justru publik dibikin bingung dengan warna ciri khasnya. Karena mereka memiliki 2 warna utama yaitu Biru metalik ataupun kombinasi Putih Merah. Hal ini di buat tambah rumit dengan warna kombinasi Kuning Hitam. Namun seiring dengan waktu plus keterlibatan Yamaha di Moto GP menjadikan warna Biru metalik semakin identik dengan Yamaha,

7. Honda dan Warna Apa yah ?

Produsen motor terbesar didunia ini justru malah terkesan malah tidak memiliki warna khas. Padahal pabrikan dengan pangsa pasar terbesar ini memiliki juga memiliki warna dan liveri khusus. Yang tidak lain adalaha kombinasi tiga warna yaitu Putih, Merah dan Hitam. Hanya saja karena luasnya jejeran produk Honda maka warna tersebut menjadi tidak begitu menonjol.




Jarak Tempuh

  • 1,252,931 Km

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community