Gelar juara dunia Moto GP dari tahun 2001-05 membuat Rossi menjadi sebuah Icon
Semua pihak harus angkat topi dengan rekor tersebut. Karena selain Valle hanya Mick Doohan yang mampu menyamai prestasi tersebut pada tahun 1994,95,96,97 dan 98. Namun dibalik kesuksesan tersebut ada beberapa fakta menarik yang saia yakin bisa membuat para fans “the Doctor” mengerenyitkan dahi.
KILAS BALIK VALENTINO ROSSI
2000 - Juara : K.Roberts Jr (Suzuki/Pabrikan) - Runner up Rossi (Honda/Satelit)
Musim debut Valentino Rossi di kelas 500cc. Musim ini dijuarai oleh Kenny Robets Jr. Sedangkan juara bertahan Alex Criville (Repsol Honda) memulai trend baru yaitu juara dunia tampil melempem saat mempertahankan gelarnya. Musim ini menunjukan Rossi bakal menjadi kandidat serius, karena dimusim perdananya ia mampu berada di posisi runnerup dengan 1 gelar juara seri.
2001 - Juara Rossi (Honda/Satelit) - Runner up Biaggi (Yamaha/Pabrikan)
Musim gila Valentino Rossi. (Menjuarai 11 seri) grandprix tampil mendominasi. Trend juara dunia yang tampil loyo kembali terlihat. Kini giliran Kenny Roberts Jr yang harus puas berada di posisi 10. Musim ini hanya Biaggi yang mampu menjadi penantang serius Valentino Rossi.
2002 - Juara : Rossi (Honda/Pabrikan) - Runner up Biaggi (Yamaha/Pabrikan)
Kembali lagi Rossi tampil gila dengan (menjuarai 11 seri) tanpa mendapat perlawanan berarti dari pesaingnya. Sekaligus untuk pertama kalinya sejak tahun 2000 dimana juara bertahan mampu tampil baik untuk setidaknya berada di posisi 5 besar. Kali ini Valle berhasil menjadi juara bertahan.
2003 - Juara : Rossi (Honda/Pabrikan) - Runner up Gibernau (Honda/Satelit)
Rossi mulai mendapat pesaing, Tidak saja oleh pembalap gaek Biaggi, namum Gibernau dan Cappirosi yang sebenarnya juga sudah termakan usia mulai mampu mengganggu konsistensi Rossi. Tetapi Rossi mampu mengatasinya dengan kembali tampil dominan untuk mempertahankan gelar dengan (menjuarai 9 seri).
2004 - Juara : Rossi (Yamaha/Pabrikan) - Runner up Gibernau (Honda/Satelit)
Rossi kembali di tantang oleh pembalap tim satelit Sete Gibernau. Tetapi Rossi masih mampu dominan dengan (menjuarai 9 seri) grandprix. Musim ini Rossi mengambil keputusan kontroversial dengan pindah ke Tim Yamaha. Namun membuktikan bahwa dirinya masih tetap mampu tampil konsisten.
2005 - Juara : Rossi (Yamaha/Pabrikan) - Runner up Melandri (Honda/Satelit)
Rossi kembali mendominasi dengan tampil gila, (11 juara seri) tetapi musim ini lagi - lagi Rossi ditantang oleh pembalap tim Satelit, Marco Melandri. Disaat yang sama Gibernau, Biaggi yang semakin tua tidak dapat berbuat banyak.
2006 - Juara : Hayden (Honda/Pabrikan) - Runner up Rossi (Yamaha/Pabrikan)
Sebuah “turning point”, Untuk pertama kalinya Rossi berada di posisi kedua klasemen sementara sampai pada paruh musim semenjak tahun 2001 untuk kemudian kehilangan gelar juara dunia. Kemenangan seri terbagi rata. Rossi musim ini hanya (memenangi 5 seri) Melandri dan Capirossi 3 seri, Hayden 2 seri, Pedrosa, Elias dan Bayliss 1 seri. Sebagai catatan Rossi terjatuh di seri akhir untuk kemudian gelar juara diambil oleh Hayden yang bermodalkan tampil konsisten. Selain itu kehadiran pembalap Rookie yang berusia sangat belia musim ini seperti Dani Pedrosa dan Casey Stoner menjadi catatan tersendiri .
2007 - Juara : Stoner (Ducati/Pabrikan) - Runner up Pedrosa (Honda/Pabrikan)
Musim terburuk dalam karir Rossi. Selain terlempar dari posisi 2 besar untuk pertama kalinya, kehadiran 2 sophomore tersebut mampu mencuri perhatian bahkan Stoner mampu tampil dominan dengan (menjuarai 10 Seri) sedangkan bagi Stoner dan Pedrosa menjadikan keduanya secara kombinasi sebagai pembalap paling muda yang menjadi juara dan Runner up. Hayden kembali meneruskan tradisi, juara bertahan yang tampil buruk.
2008 - (Paruh Musim)
Setelah 9 seri berlangsung Valle untuk sementara duduk di posisi ke dua klasemen sementara. Jumlah kemenangan seri dibagi rata 3 seri dijuarai oleh Stoner, 3 Seri oleh Rossi, Dua oleh Pedrosa dan 1 oleh Lorenzo. Sampai paruh musim Stoner menunjukan dirinya tidak sama dengan Hayden, Roberts Jr ataupun Criville, Karena dirinya selalu tampil konsisten sepanjang musim. Musim ini Rossi kembali dikepung oleh pembalap berusia diabwah 23 tahun Stoner, Lorenzo dan Pedrosa. Yang pada musim sebelumnya terbukti mampu mempecundangi Rossi
2000-2002 : Bersaing dengan pembalap Gaek / Sisa era Mick Doohan
Pada musim ke dua dan ke tiga Rossi mampu tampil dominan, namun hal ini tidak lepas dari “Fresh”nya Valentino rossi dan “usangnya” pesaing Rossi. Max Biaggi, Alex Criville, Baros dan Kenny Robets Jr tidak lain adalah pembalap era Mick Doohan. Yang telah melewati masa kejayaanya. Disaat yang sama Rossi justru pada usia puncak karirnya. Sehingga meski pada awal karirnya hanya didukung oleh tim Nastro Azzuro tetapi Skil Rossi dapat mengatasi performa motor yang dikendarai oleh para pembalap gaek tersebut.
2003-2005 : Bersaing dengan Pembalap Tim Satelit
Berbeda dengan era GP 500, Era Moto GP, Faktor motor memiliki peran penting ketibang skill pembalap itu sendiri. Pada musim ini Gibernau dan Melandri tidak lain adalah pembalap tim Satelit dimana kemampuan motor mereka lebih inferior dibanding motor yang dikendarai Valle
2006 - Sekarang : Dikalahkan Pembalap Muda dengan Motor Mumpuni
Jika ditanya kenapa sejak 2006 dominasi Valle di moto gp praktis sirna. Tak lain karena Faktor kehadiran pembalap muda seperti Hayden, Stoner, Pedrosa dan Lorenzo yang didukung motor yang sangat mumpuni. PAsalnya sepanjang karir Rossi di Moto GP, Rossi hanya bertarung melawan Pembalap Tua ataupun Pembalap Satelit. Disaat ke hadiran pembalap muda dengan semangat menggebu-gebu plus didukung habis habisan oleh Pabrikannya, Valentino Rossipun kelabakan, tak heran ia sering kali melakukan kesalahan sendiri.
Tetapi kesimpulanya Rossi adalah pembalap yang bisa dibilang paling beruntung. Dengan skill yang luar biasa ia mampu memaksimalkan sebagai soerang pembalap “in the right time” dengan sempurna. Sepanjang karirnya ia hanya mendapat perlawanan oleh pembalap tua maupun pembalap tim satelit. Dimana memungkinkan dirinya untuk menciptakan rekor2 spektakuler tanpa perlu disaingi oleh pembalap lain. Sekarang disaat pembalap muda bermunculan Rossi sudah berada di penghujung karirnya seperti juga legenda sebelumnya Mick Doohan ia akan meninggalkan catatan tersendiri tanpa perlu berduel habis habisan sebagai mana yang akan dihadapi oleh Stoner, Pedrosa dan Lorenzo di masa yang akan datang. Pertanyaanya mampukah Rossi merebut kembali gelar juara dunia sebelum dirinya benar benar memutuskan “Gantung Motor” ?












KOMENTAR