Arsip untuk Kategori 'biker gossip'



12
Agt

Tiru Kawasaki - Bajaj Konsentrasi di Kelas Cruiser

Sulitnya Bersaing Di Lahan “Panas”

Segmen bebek, skutik hingga light cruiser adalah segmen paling favorit. Karena disamping volume penjualan yang tinggi, segmen ini tidak pernah sepi pembeli. Tetapi masalah lainya bagi pabrikan yang masih seumur jagung di segmen ini telah dihuni oleh pabrikan mapan, tidak lain adalah Honda, Yamaha dan Suzuki. Artinya bagi Atpm seperti KMI dan BAI mereka justru seperti seolah mundur dari persaingan di segmen ini dan justru berkonsentrasi di segmen yang sepi pesaing.

Segmen Heavy Cruiser … Musuhnya Cuma Tiger Revo !!!

Di segmen Heavy Cruiser praktis pesaing yang akan dihadapi pasukan BAI hanyalah Honda Tiger Revo. Meski di segmen ini juga terdapat Yamaha Scorpio tetapi praktis Bajaj Pulsar 180 DTSI hingga Pulsar 220 DTSFI hanya perlu bersaing melawan Tiger Revo yang memang kadung menjadi Bench Mark di segmen ini.

Berharap Mengikuti Sukses KMI dengan Ninjanya.

Saat pertama bereinkarnasi pada tahun 1996 Kawasaki hadir dengan dua produk andalan yaitu Kaze (bebek) dan Ninja 150 (Sport 2tak). Saat itu Kaze harus head to head melawan Astrea Grand, Suzuki Shogun dan Yamaha Crypton. Sedangkan Ninja 150 menghadapi Suzuki RGR dan NSR 150. Tetapi kemudian Honda menghentikan produksi NSR 150 yang kemudian diikuti Suzuki dengan mengganti RGR dengan Suzuki FXR. Hasilnya bisa ditebak, Kawasaki praktis menguasai pasar motor sport jadi artinya bagi konsumen peminat motor sport mau tidak mau produk KMI adalah satu satunya pilihan tunggal.

Bukan tidak mungkin hal serupa juga akan dialami oleh BAI. Ketika mereka mampu menguasai segmen Heavy Cruiser dengan melaunching beberapa pilihan produk di segmen ini. Mengharapkan AHM meninggalkan segmen ini mungkin terlalu muluk dan terasa tidak mungkin tetapi setidaknya dengan memberikan banyak pilihan produk di segmen ini BAI memiliki pluang besar untuk mengikuti sukses kawasaki di salah satu segmen tersebut.

11
Jul

Ketika Kehidupan Dunia “Bikers” Menjadi Sebuah Trend

Kurang dari 3-4 tahun yang lalu rasanya terbilang jarang kita menonton acara di stasiun tivi lokal yang mengulas tentang seluk beluk roda dua. Kalaupun ada terbilang jarang dan layaknya acara dengan rating Rendah, umumnya acara tersebut tidak berumur panjang. Termasuk juga didalam media cetak, ambil contoh majalah Motoriders, majalah ini tidak berumur panjang kendati menyajikan informasi akurat dan dikemas didalam majalah bernuansa Hi-End.

Ketika Dunia Bikers memasuki Layar Lebar

Ambil contoh film Tarix Jabrix dan Liar. Meski saia pribadi belum menontonya tetapi hal ini bisa dianggap positif bagi dunia roda dua ditanah air. Karena ini menandakan betapa besar jumlah masyarakat yang menjadikan speda motor sebagai bagian dari gaya hidup. Dengan dibuatnya film layar lebar bertemakan dunia Bikers ataupun acara yang menyajikan liputan khusus roda dua menegaskan bahwa dunia dan status seseorang sebagai bikers kini telah mendapat pengakuan dan porsi besar di kalangan masyarakat pada umumnya

Bagai Mana Menjaga Kelangsungan Trend ini ?

Kelakuan buruk beberapa kelompok “bikers” dibandung ataupun arogansi pengendara motor besar menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh komunitas bikers di Tanah Air. Konon hal tersebut bisa memicu redupnya trend bikers di tanah air. Dengan menjaga sopan santun berkendara apalagi saat melakukan konvoi dijamin kelangsungan trend ini akan bertahan  untuk jangka waktu yang lama.  Bravo Bikers !!!

08
Jul

Launching Produk, Bloggerpun Turut Ditanya

Yang namanya marketing, artinya bagaimana caranya membuat suatu produk menjadi laris manis dipasaran. Tidak terkecuali melalui dunia maya. Bahkan blogers pun turut dimintai pendapatnya mengenai peluncuran suatu produk.

Seperti gambar yang dimuat di atas, Indobikers dan Bro Tri  turut dimintai keterangan oleh Koran Tempo terkait dengan peluncuran suatu produk.  Hal ini bukan yang pertama, tetapi yang jelas  ini  juga bisa diambil sisi positifnya, yaitu berarti dunia maya turut memiliki peran baik sebagai sumber informasi dan sumber corong keluh kesah dimata konsumen.

Blogers, Mengomentari Secara Objektif dan Menghindari Black Campaign

Nah setidaknya hal ini bisa dicermati, karena dengan banyaknya komentar yang ada di suatu blog dapat dijadikan oleh pabrikan / Atpm sebgai kotak saran terbuka yang  dapat mengetahui reaksi publik mengenai sebuah produk di mata konsumen. Apalagi dengan traffik yang ada. Katakanlah, jika sebuah blog memiliki traffik antara 4.000-8.000 sehari, artinya minimal 10% dari merek akan membaca artikel tersebut plus komentarnya. Bukan tidak mungkin dari 10% pembaca blog akan terpengaruh  dan  artinya  pabrikan dapat menjadikan kelompok 10% tersebut menjadi pangsa  pasar  yang  potensial. Selama komentar dan liputan yang ada masih objektif, kadang blog juga dapat dijadikan media advertising terhadap sebuah produk, apalagi bila produk tersebut mendapat reviev positif, tentunya Produk tersebut akan mendapat keuntungan tersendiri. Nah!

24
Jun

Bajaj Kapan Terjun Di Grand Prix ?

Dunia balap, tidak melulu di identikan dengan olah raga adu kebut dan susul menyusul, apalagi bila dihubungkan dengan balap grand prix yang notabene adalah ajang balapan profesional dimana tidak hanya pembalap tetapi pabrikan dan sponsorpun dituntut untuk selalu memberikan yang terbaik bagi tim nya.

Balap Adalah Ajang Pembuktian Performa,Teknologi dan Gengsi

Bagi produsen otomotif ajang balap adalah sebuah cara paling gampang untuk membuktikan bahwa produknya lebih superior dibanding pabrikan lainya. Meski tidak secara langsung dapat mengaplikasikan teknologi balap pada produk massalnya, namun bila sebuah pabrikan mampu memenangkan balapan apalagi gelar juara dunia maka secara langsung gengsi pabrikan tersebut akan terangkat, karena dangan menjadi juara artinya produsen tersebut mampu membuktikan bahwa pihaknya mampu membuat sebuah produk yang begitu superior dan sempurna. Hal ini berujung pada image bahwa produk keluaran pabrikan tersebut merupakan produk yang berkualitas dibanding produk lainya.

Win On Sunday Sell On Monday

Anggapan ini populer di amerika pada tahun 1950-70an namun nampaknya hal ini juga terjadi di dunia roda dua. Sebagai contoh nyata adalah penjualan Ducati pasca beberapa kemenangan Stoner di moto GP awal 2007 lalu, hal ini berimbas dengan melonjaknya penjualan motor Tersebut yang mencapai hampir 2 kali lipat. Meskipun sampai saat ini jumlah Ducati masih dibawah angka 200 unit namun pengaruh dominasi Ducati di motoGP berimbas pada penjualan motor tersebut. Hal yang sama ternyata juga berlaku di Australia dan Amerika Serikat.

Tidak Perlu Menjadi Pabrikan Raksaksa Untuk Terjun di Grand Prix

Mungkin Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki merupakan pabrikan motor terbesar di dunia dan sudah lumrah bagi pabrikan seukuran mereka untuk terjun di balapan, namun bagaimana dengan pabrikan kecil seperti Aprilia, Ducati maupun KTM ? Namun ternyata meski merupakan produsen motor liliput bila dibandingkan kwartet Jepang bukan menjadi penghalang bagi pabrikan kecil tersebut untuk ikut serta di dalam ajang Grand PRix. Bahakan dalam beberapa tahun terakhir justru pabrikan kecil tersebut mampu mengambil alih dominasi pabrikan raksasa jepang untuk kemudian tampil sebagai Juara Dunia.

Apa Alasanya Bajaj Tidak Ikut Balapan ?

Pabrikan Raksasa, dengan pasaran yang mendunia dalam arti memiliki pasaran luas dimana dukungan finansial besar untuk modal turun di grand prix bukan menjadi masalah bagi Bajaj, nampaknya masih belum mampu membuat Bajaj Pe-De untuk ikut berkompetisi di ajang balap paling bergengsi yaitu Moto GP atau bahkan Gp 125 ataupun 250.

Di Dunia Grandprix Produsen Tidak Bisa Berdalih “Kami Kalah Karena Melakukan Cost Down”

Entah karena takut bahwa bila produknya kalah bersaing akan berimbas pada kepercayaan diri konsumen, namun bukan berarti kealpaan Bajaj dari ajang motor sport dunia akan dapat di tolelir begitu saja. Karena lambat laun hal ini akan membuat kesan bahwa bajaj hanyalah produsen otomotif yang hanya mampu membuat produk yang laku dipasaran tanpa mampu membuktikan bahwa produknya memiliki performa yang dapat bersaing dengan produk pabrikan lainya. Ingat, secara simbolis dan gengsi, untuk menunjukan kemampuannya sebuah produsen dalam membuat motor berperforma tinggi adalah melalui partisipasi di ajang balap. Tidak ada istilah cost down ataupun target market di sini, “pokoknya” its all about competing and winning.

Memuaskan Konsumen, Sekaligus Pembuktian : Bisakah Bajaj Membuat Motor Hi Performance ?

Padahal rasanya sudah sewajarnya Bajaj berani untuk terjun ke dunia balap grand prix. Karena sudah sewajarnya bagi Bajaj memuaskan dahaga konsumenya yang sudah barang tentu ingin melihat brand kesayanganya bersaing di ajang grand prix. Alasan Bajaj selama ini hanyalah karena ingin memperkuat brand image dan memuaskan konsumen. Faktanyal salah satu cara bagi pabrikan untuk memperkuat brand image adalah dengan cara ikut Balapan. Malu dong dengan pabrikan kecil seperti Derbi, Gilera atau bahkan Loncin , meski dua pabrikan pertama hanyalah pabrikan yang bisa dibilang kerdil, namun mereka masih gentlemen untuk bersaing melawan muka muka lama. Toh usaha mereka tidak sia sia, karena mereka terbukti mampu bersaing dan bahkan meraih kesuksesan ! Apakah anggapan para pecinta motor Jepang selama ini benar bahwa bajaj tidak mampu membuat motor hi perfomance ? Karenanya dengan 1001 alasan pihaknya absen dari dunia balap ?

Jadi gimana Bajaj ? Semangat Dong !!!

13
Jun

Memboncengi Hantu … Hiii

Dijalan Sepi mendadak Motor Terasa Berat Ternyata ada Yang Nebeng

Kisah ini benar benar terjadi di kawasan Depok - Cibinong

Pernahkah anda merasa mendadak merinding saat melewati jalanan yang sepi dengan penerangan minim ? Ini dialami salah satu pengendara motor, katakanlah yang bernama Anto. Pada malam itu Anto baru pulang setelang nongkrong di rumah temanya yang tinggal dikawasan pesona Depok. Karena ia memiliki kesibukan di pagi hari membuat Anto memaksakan diri untuk pulang kerumahnya yang berada di daeran cibinong. Pada pukul 12 malam iapun berkendara melalui jalur KSU yang merupakan jalan tembus ke daerah Cibinong. Meski memiliki kondisi jalan yang cukup baik banyaknya tikungan plus pohon rindang tanpa disertai penerangan memadai membuat perjalanan Anto di tengah malam menjadi sulit.

Ditengah perjalanan dan hanya di terangi lampu motor dan sinar bulan mendadak motor yang dikendarai Anto menjadi terasa berat. Bahkan Antopun terpaksa membuka gas lebar lebar saat keluar tikungan dan mengerem lebih awal saat masuk tikungan. Karena rasa takut akan adanya perampok, Anto pun mengabaikan keadaan tersebut. Setelah melwati rute berliku sampailah Anto pada komplek perumahan tempat tinggalnya dengan selamat.

Keesokan harinya Anto kebetulan bertemu hansip yang malam itu sedang melakukan ronda di komplek perumahan anto tinggal. Karena malam itu ia (hansip) melihat anto yang baru pulang pada tengah malam dan sontak bertanya kepada anto. “Wah tumben mas, ngajak pacar nginep di rumah ? Emang nggak dimarain sama babeh ?” Anto pun terdiam seribu bahasa …

Balapan Liar Melawan Teman …

Diceritakan Oleh Seorang Sahabat Yang Tinggal Di Otista

Setelah hampir seminggu melakukan wisata bersama teman teman SMU dalam rangka merayakan kelulusan dari SMU anggap saja si “Amir” pun pulang kerumahnya yang berada di kawasan Cipinang jakarta timur. Karena memang seorang yang kecanduan ngetrek-trekan liar sesampainya di rumah yang dilakukan amir adalah langsung menaiki motor kesayanganya tanpa bertemu dengan keluarganya terlebih dahulu dan mengendarai motornya ke “sirkuit” favoritnya.

Berhubung bukan malam minggu dan hampir dini hari “sirkuit” Amir yang berada di jalan Otista Raya sepi dari aktivitas. Jangankan orang biasa, teman teman Amir yang biasanya ikut “balapan” pun tidak ada yang nongkrong disitu. Berhubung kehabisan pulsa Amir pun seperti layaknya “tukang trek trekan” ia pun berputar putar, dari mulai Terminal Jatinegara hingga ujung jalan Otista untuk mencari “lawan”. 1kali tidak ada, 2 kali tidak ada, mulai jenuh Amirpun memutuskan berputar yang ketiga kalinya. Pikirnya “ini yang terakhir kalo nggak ada juga gue pulang ke rumah!” Ternyata tepat dibawah jembatan penyebrangan di depan “Youth Center” Amir bertemu temanya yang bernama Bakri yang kebetulan sedang sendirian juga, seperti Amir ia pun sedang mencari “lawan” alangkah gembiranya Amir, ia pun menhampiri sahabatnya itu dan mengajaknya melakukan “Drag Race” mengitari jalan Otista. Sama seperti Amir, Bakri pun mengendarai motor tanpa menggunakan helm maupun piranti pengamanan lainya. Amir dan Bakri pun bersenang senang hingga menjelang subuh. Sebelum akhirnya keduanya memutuskan pulang kerumah masing masing.

Keesokan paginya, ditengah rasa lelah karena habis pulang berwisata dan rasa ngantuk karena habis nge-trek semalaman Amir dibangunkan oleh ibunya ; “Mir…Mir… Bangun! Ibu di Telepon, Temanmu mengingal Mir!” Amir pun mendadak terbangun, ia sontak melek dan bertanya siapa temanya yang dikabarkan meninggal pada ibunya. Ibunya pun mengatakan bahwa temanya yang baru saja meninggal adalah Bakri, ia kecelakaan saat kebut kebutan beberapa hari lalu di saat Amir sedang berwisata dan sempat beberapa hari berada di dalam kondisi koma, sebelum akhirnya meninggal. Amirpun terdiam dan bertanya, siapakah yang dinihari tadi ia ajak “trek-trekan” ? Apakah memang seseorang yang menyerupai Bakri, atau memang Arwah Bakri yang ingin mengucpakan kata Selamat Tinggal yang terakhir kalinya buat Amir ? Wallahu Allam deh

(Bersambung)

30
Mei

Lawan Pertama Ninja 250R … Yamaha YZF 250R atau GSX 250 ?

Sportbike 250cc Bakal Menjamur !

Seperti sebuah siklus, nampaknya era motor sportbike 250cc bakal kembali bangkit sejak mulai pudarnya kejayaan mesin dua tak pada akhir dekade 1990an. Hal ini dinilai wajar karena sejak memasuki abad 21 ini pengendara motor baik di indonesia maupun di eropa-jepang hanya disuguhi tiga pilihan utama yaitu motor Sport2 tak berkapasitas 125cc kemudian langsung meloncat drastis pada motor dari kelas Supersport 600cc dan kemudian melanjutkan pada motor berkategori Superbike 1000cc. Hal ini diakibatkan saat itu seluruh sportbike 250cc bermesin 2 tak yang kesemuanya tidak lulus uji emisi euro 3

250cc Sebagai Kelas Penghubung

Hal ini ditenggarai oleh regulasi yang berlaku pada negara produsen utama roda dua yaitu Eropa & Jepang dimana mereka menerapkan tiga kategori Surat Ijin Mengemudi, Yaitu “L” yang berarti Learning dimana seorang bikers selama 2 tahun pertama hanya diperboehkan mengendarai sepeda motor berkapasitas dibawah 125cc dan bertenaga kurang dari 20 hp. Setelah melewati masa tersebut barulah bikers tersebut diperbolehkan mengendarai motor berkapasitas 250cc dengan batasan tenaga sebesar 30 hp dalam kategori ini sim yang diperoleh Bikers tersebut adalah “P” alias personal. Setelah melalui berbagai ujian barulah bikers tersebut berhak mengendarai motor dengan kapasitas dan performa apapun yang ia sukai.

Namun agaknya hal ini merupakan suatu celah potensial bagi produsen motor, karena dengan menciptakan motor dengan kapasitas mesin 250cc 4tak maka seorang bikers dengan sim “P” sudah dapat merasakan dan mengendarai motor Superbike ringan, tanpa harus menunggu proses dan waktu terlalu lama.

Kawasaki Ninja ZX 250R Sudah, Tinggal Yamaha YZF 250R dan Suzuki GSX 250R menyusul ?

Jika kembali pada tahun 1990an dunia speda motor dipenuhi motor sport 250cc hi-performance bermesin 2 tak tidak lain mereka adalah Honda NSR 250, Suzuki RGV 250 dan Aprilia RS250. Seiring dengan waktu satu persatu motor tersebut hilang dari peredaran. meski Kawasaki ZZ 250 tetap bertahan namun motor tersebut memiliki konsep Spor Touring, bukan sportbike murini. Nampaknya jika saat ini Kawasaki menjadi Pionir kebangkitan motor sport 250cc. Hal ini bukan tidak mungkin bila melihat potensi pasar yang dimiliki kelas tersebut. Apalagi bagi Yamaha, nampaknya kehadiran YZF 250R atau lebih cocok disebut “adik” dari R6 hanya tinggal menunggu saat peluncuran nya saja. Hal ini menilik dari keberadaan YZF 125R yang tinggal berganti mesin saja! Kita tunggu :-D !!!

01
Mei

Kawasaki Ninja ZX250R - 5 Speed ? Ndak Masalah !!!

Penggantian Girbox bukan berarti Cost Down

Kawasaki Ninja ZX250R yang akan beredar di tanah air dikabarkan mengalami “down grade” dengan mengganti girbox 6 speed menjadi 5 speed. Meskipun demikian jika hal itu dianggap sebagai usaha KMI melakukan cost down tidak sepenuhnya benar. Karena penggunaan girbox 5 speed sendiri memiliki berbagai keuntungan terutama bagi sepeda motor yang dipergunakan di Indonesia.

Keuntungan Girbox 5 speed dibanding 6 speed

Meski girbox 5 speed mutlak lebih inferior dinbanding girbox 6 speed dalam penggunaan di track alias sirkuit tidak demikian dengan penggunaan harian. Terlebih hampir seluruh “bakal” konsumen Kawasaki Ninja ZX 250r akan menggunakan motor tersebut sebagai kendaraan harian, bukan untuk penggunaan sirkuit. Karenanya tidak heran KMI menggunan girboks 5 percepatan dibanding girboks 6 speed. berikut merupakan keunggulan girbox 5 speed dibanding 6 speed untuk penggunaan di kota besar seperti Jakarta.

  • Rasio Panjang : Girbox 5 speed artinya memiliki rasio yang panjang. Sehingga pengendara tidak perlu terlalu sering memindahan perseneling. Hal ini menguntungkan terutama saat digunakan pada saat berada di kawasan padat, yang mengharuskan motor melaju pada kecepatan yang relatif naik-turun diwaktu yang dekat.
  • Biasanya” penggantian girbox juga disertain sedikit “tuning” pada mesin. Kebanyakan hasilnya adalah motor memiliki torsi besar diputaran menengah. Meski membuat motor meski memiliki peak power lebih rendah namun mamu berakselerasi lebih cepat di putaran menengah.
  • Pada kapasitas 250cc kadang gigi 6 jarang terpakai. Dalam pemakaian dalam kota bisa dibilang gigi 6 hampir tidak pernah terpakai. Namun dengan rasio pendek mengharuskan pengendara lebih sering melakukan perpindahan perseneling yang berujung pada keletihan. Karenanya disamping dianggap mubazir penggunaan girbox 5 percepatan bisa meminimalisir keletihan pengendara.

Untuk Pemakaian Sirkuit Lain Lagi Ceritanya

Tetapi jika pembelian Kawasaki Ninja ZX 250R ini ditujukan untuk penggunaan di sirkuit, memang untuk memaksimalkan performanya salah satu caranya adalah mengganti girboks 5 speed menjadi 6 speed dan melakukan penggantian knalpot standar. Sepertinya hal inipun dapat dengan mudah dilakukan mengingat parts aftermarket Kawasaki tidak sulit untuk ditemukan di pasar.

27
Apr

Honda CS 1 Kalah Heboh Dibanding Ninja ZX250R ?

Honda CS One Heboh, Ninja ZX 250R Lebih Heboh Lagi ?

Kehadiran motor Honda CS1 boleh saja merupakan sebuah langkah besar dalam memperebutkan market share dan untuk kembali mendongkrak pamor ATPM Honda yang belakangan dinilai sempat terpuruk akibat minimnya inovasi yang dilakukan AHM.Tetapi dengan selang waktu yang hanya terpaut 2 bulan dan tidak kalah dinanti kehadiran Kawasaki Ninja berkapasitas 250cc bisa dibilang membayang bayangi sensasi yang dihadirkan AHM melalui produk barunya ini.

Sudah Pasti Si Hijau 250cc akan Lebih Mencolok

Meski dalam volume penjualan kalah jauh, tetapi kehadiran “bench mark” baru di kelas 250cc ini pastinya membuat penampilan “nyeleneh” Honda CS 1 menjadi sedikit ternetralisir. Pasalnya Kawasaki ini merupakan sebuah “Moge” terjangkau, dan pastinya mengakui atau tidak memiliki “Moge” hampir dipastikan merupakan keinginan semua bikers, sedangkan memiliki motor “nyeleneh” belum tentu menjadi keinginan semua orang. Kehadiran Kawasaki Ninja ZX 250R pastinya merupakan sebuah “pengabul impian” karena meski dinilai lumayan mahal 43-48 juta rupiah otr, tetapi harga tersebut masih relevan dibanding harga “Moge” 600cc ke atas yang harga barunya saja masih berada dikisaran 200 juta ke atas …

13
Mar

Motor Baru AHM , Another Hoax ???

f150_01.jpg

DEMI MENJAGA MUTU DAN KUALITAS INDOBIKERS MAKA POSTINGAN KALI INI AKAN DI UPDATE …

UNTUK ITU SILAHKAN BACA POSTINGAN YANG INI DULU DEH

28
Feb

Tulisan Indobikers DIJIPLAK Tanpa Izin oleh majalah BIKER’S

 plagiator.jpg

Dengan Ini Redaksi Indobikers Mengecam tindakan penulis majalah Bikers yang dengan sengaja melakukan TINDAKAN COPY PASTE postingan tanpa izin. Tidak tanggung tanggung artikel yang di jiplak ada 4 artikel. diantaranya tentang :

Judul postingan yang di jiplak :

Plagiator merupakan tindakan amat TERCELA 

Apa susahnya menghubungi penulis/redaksi Indobikers. Padahal telah disediakan nomor telefon, email atau bahkan bila masih mendapat kesulitan dalam menhubungi Indobikers bisa saja menghubungi melalui komunitas bikers yang berafiliasi dengan Indobikers seperti Kafemotor.org atau melalui Ducati Desmo Owners Club apa bila redaksi majalah Bikers memang memiliki sopan santun sebelum mengambil postingan yang ada di Indobikers. 

Diberitahu Ilham Kafemotor

Jika saja tidak diberitahu oleh bro Ilham kafemotor mungkin Indobikers tidak mengetahui kejadian tersebut. Terus terang Indobikers menuntut KLARIFIKASI dari redaksi majalah BIKERS atas tindakan PENJIPLAKAN artikel tanpa izin tersebut. untuk itu Indobikers meminta majalah bikers untuk menghubungi no : 021-98710870 untuk melakukan klarifikasi.  

Padahal seluruh Informasi yang dipublikasikan melalui Indobikers adalah Gratis bukan untuk tujuan komersil. Setidaknya sikap sopansantun - minta izin yang punya sebelum meniplak bukan pekerjaan yang sulit bukan?

Update : Ternyata Artikel Ini juga Dijiplak

 

26
Feb

Cepat Sembuh Eduardo !!!

unhgpecib.jpg

Dunia diluar sepeda motor, ada sesuatu yang lebih saya cintai : Arsenal FC !

Postingan kali ini ditujukan kepada salah seorang striker terbaru Arsenal FC, asal Kroasia Eduardo “dudu” Da Silva yang baru mengalami cedera parah karena di tackle secara kasar oleh seorang pemain “amatiran” dan tak berbakat M.Taylor.

Semga Eduardo dapat segera sembuh dan kembali kelapangan seperti semula meski dibutuhkan waktu setidaknya 8 bulan hingga 1  tahun untuk mengembalikan performanya seperti semula.

Get well soon Dudu !

Note : Komentar Iseng  akan langsung dihapus !

08
Feb

Pemutihan Motor Besar, Apa kabar ?

modo.jpg 

Dahulu sempat ramai dibicarakan mengenai syarat pemutihan motor besar. Tetapi kini seolah isu tersebut bak banjir tahunan melanda jakarta, ada kalanya ramai dibicarakan kemudian surut kembali entah kemana rimbanya. Sebenarnya sudah banyak pihak yang mempermasalahkan prosedur dan sistem kerja pemutuhan yang berujung mereka enggan mengikuti proses pemutihan tersebut. 

Prosedur Ribet, Lama dan Gak Jelas

Tidak seperti mengurus surat menyurat motor baru yang resmi atau melakukan balik nama, konon banyak pihak yang mengeluhkan proses pemutihan motor yang amat ribet, tidak hanya harus bolak balik ke beberapa instansi tetapi porsedur yang tidak jelas kerap menjadi hambatan. Bahkan meski meminta bantuan aparat atau pihak yang ahli di bidang ini pun kerap mendapat hambatan. Bahkan ada isu yang santer bahwa pemutihan sendiri merupakan  sebuah proses yang sama silumanya dengan motor itu sendiri.  

Biayanya Terlalu mahal bahkan melebihi harga Barunya yang “isi”

Biaya yang terlalu mahal (mencapai 142% dari harga motor tersebut) disinyalir menjadi salah satu penyebab engganya pemilik moge bodong mengikuti proses pemutihan. Tidak saja dianggap Mahal, tatapi konon sangat mahal. Mengingat biaya yang di butuhkan untuk melakukan pemutihan motor tersebut konon melebihi harga baru motor tersebut yang isi. :? Effek lainya adalah saat dijual kembali pun pemilik moge bodong kembali dirugikan akibat calon pembelinya cenderung langsung memilih membeli moge resmi dengan surat yang langsung lengkap, baca : bukan pemutihan. Kembali lagi disini membuat pemilik moge bodong yang diputihkan menjadi pihak yang dirugikan.

Solusi Sementara bagi moge bodong dan yang diputihkan 

Jika memiliki moge bodong berusia lanjut dimana biaya pemutihan tidak sebanding dengan nilai jual motor tersebut bisa jadi proses kanibalisasi menjadi jalan akhir dari motor tersebut, tragis memang tetapi mungkin ini memang langkah yang terbaik baginya. Sedang bila memiliki moge yang telah diputihkan dengan biaya sendiri bisa jadi motor tersebut tidak dijual mengingat besarnya biaya pemutihan tersebut, melainkan dipakai si pemilik untuk jangka waktu yang lama. Ada saran atau info tambahan ? :-D

Terkait dengan ini : Pemilik Moge Bodong jadi Korban




Jarak Tempuh

  • 1,643,529 Km

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community