Kini pabrikan dengan nama besar ini hanya punya 1 produk
Setelah kehadiran Mito di awal dekade 90an hingga akhir 2007, Varian lain dari keluarga Cagiva hanyalah Cagiva Grand Canyon & Elefant (Touring) dan Cagiva Raptor & V Raptor (street fighter) bermesin Suzuki SV650 dan TL 1000. Varian X-Tra Raptor merupakan varian berkapasitas 1000cc juga bermesin Suzuki menjadi varian ekslusif. Varian Cagiva X3 Raptor yang menggunakan pro-arm dan knalpot undertail gagal memasuki lini produksi. Begitu juga Cagiva Mito 500 4tak bertenaga 60hp juga tidak jelas statusnya. Detik ini hanya Cagiva 525SP bermesin 125cc 2 tak menjadi satu satunya andalan Cagiva.
Jika diproduksi dapat menjadi alternatif tersendiri sebagai commuter superbike
Di Indonesia Cagiva Mito Merupakan LegendaTersendiri
Bicara tentang Cagiva Mito, tentunya kita bicara tentang “mini” Ducati 916. Merupakan motor 2 tak bermesin 125cc yang mampu menelurkan tenaga sebesar 34 hp dengan bobot cuma 133 kg. Mito sendiri merupakan sebuah legenda tersendiri terutama bagi mereka yang akan melangkah ke moge. sebagai catatan Cagiva Mito merupakan motor favorit blogger wordpress seperti Indobikers, bro Triatmono dan ilham (kafemotor)
Hanya saja setelah lebih dari 12 tahun mengabdi, barulah penggantinya hadir yaitu Cagiva 525sp, hanya saja seperti lirik lagu “is a little to late” kran impor motor besar telah dibuka dan kehadiran ninja 150r dan apalagi Ninja 250r membuat motor 125cc 2 tak yang dibandrol hampir 60 juta ini (versi Mito 125R) ini tenggelam. Bahkan harga 2nd Mito yang tadinya bermain di kisaran 35-38 juta ini kini ambles menjadi hanya berada di kisaran 25 juta rupiah.
Pertama karena ini kelas Superbike dimana Ducati merupakan juara bertahan WSBK sekaligus perwakilan dari benua eropa, Honda dijadikan tolak ukur sebagai pabrikan motor paling dominan dimuka bumi, sedangkan Yamaha merupakan perwakilan dari dunia MotoGP yang menjadi kiblat bagi motor sport roda dua. Bagi penggemar Kawasaki, Suzuki, Aprila dan KTM nanti akan ada liputanya …
Ducati Superbike 1198S
Produk terbaru ducati di 2009 sebagai perwujudan dari 1098R agar lebih rasional. Berkapasitas mesin 1200cc (1198) ini memiliki penampilan serupa dengan 1098R. Hanya saja karena lebih ditujukan sebagai keperluan harian maka beberapa fitur dari 1098R yang mubazir digunakan diluar sirkuit, di hilangkan dan dijadikan fitur opsional. Fitur yang hilang adalah : Slipper Clutch, Internal Mesin Titanium, Body Carbon dan sub frame Allumunium
Keunggulan dan Fitur Andalan 1198S
1. Merupakan motor massal kedua (setelah 1098r) yang memiliki Traction Control aktif. Traction control tersebut memiliki 8 tingkat intervensi, mulai yang paling rendah cocok digunakan pembalap pro saat melibas sirkuit, hingga paling tinggi – level 8 cocok digunakan di jalan licin.
2. Ducati Data Analysis, tinggal di colok ke laptop maka telemetery motor akan langsung terbaca. Lagi lagi fitur mubazir jika motor tidak digunakan di sirkuit.
3. Torque to Weight Ratio. Bobotnya paling ringan (169kg) dengan tenaga sebesar 170 hp (klaim) merupakan terkecil dibanding CBR dan R1, tetapi kebalikanya Torsi 1198 paling besar yaitu 132 nm / 8.250 Dengan bantuan DTC – alias traction control aktif tidak heran Troy Bayliss mampu mendominasi WSBK 2008.
Honda CBR 1000 RR Fireblade
Ini merupakan produk All New Honda Superbike, Desainya memang aneh, bagian depanya begitu masif , dengan model blunt nose seperti paus pembunuh dan dibagian belakangnya terlalukecil. Namun bukan Honda namanya jika membuat produk asal asalan, semua dilakukan demi faktor aerodinamis. Tenaga motor ini memang bukan yang paling besr tercatat hanya 178 hp dan torsi sebesar 110 nm adalah yang paling kecil, tetapi kalau boleh tahu, kapan kita butuh tenaga 100hp ?
Keunggulan dan Fitur Andalan Fireblade
1. Honda Electronic Steering Damper (HESD) salah satu fitur standar motor ini, fungsinya jelas yaitu membantu mengurangi chatter saat motor berakselerasi pada kecepatan tinggi,
2. Desain Extra Aerodinamis, hempasan angin maupun percikan hujan tertahan dan teralirkan melalui desain fairing blunt ini, terkesan sepele memang, namun dalam perjalanan jarak jauh seperti touring ataupun penggunaan di sirkuit terbukti mampu mengurangi konsumsi bbm dan fatigui pengendara, lagi lagi Honda memang jagonya faktor ergonomis
3. Knalpot samping dengan format 4-2-1-1 tidak memakan tempat dan terlihat sangat rapih! Panas yang ditimbulkan juga tidak terasa, sepertinya boncenger akan memilih motor dengan knalpot samping ketimbang undertail.
Yamaha YZF R1
Motor Superbike terbaru Yamaha, segala macam fitur dijejali di motor ini. Meski memiliki bobot paling berat dibanding dua rivalnya namun tenaga motor ini merupakan yang paling besar yaitu 182 hp (klaim) / 12.000 rpm, sedangkan torsi sebesar 116 nm bisa di keluarkan pada 10.000 rpm. Sebuah statistik luar biasa dari motor seberat 174 kg ini.
Keunggulan dan Fitur AndalanYZF R1
1. Mesin 998cc inline 4 silinder menggunakan mode crossplane crankshaft dimana firing interval diposisikan pada 270º – 180º – 90º – 180º. sebuah keunggulan mutlak dibanding rival utamanya 1198 yang cuma menggunakan dua silinder. Pasalnya cranckshaft tersebut membuat penyaluran selalu merata di setiap tingkat putaran mesin, membuat pengendara baik amatir maupun profesional memiliki kontrol penuh terhadap tenaga dan traksi motor.
2. Sasis Die Cast magnesium dimana sasis menjadi lebih tipis namun lebih rigid. Memang dirancang untuk menopang Tenaga dan bobot masif YZF R1, kesetabilan motor memang sangat luar biasa, terutama saat melibas tikungan.
3. Power To Weight Ratio : meski paling berat 174kg namun Tenaganya paling besar yaitu 182 hp. Artinya untuk urusan putaran atas motor ini praktis tidak punya saingan. Tetapi penggunaan tenaga masif tersebut rasanya hanya cocok digunakan di sirkuit, setuju ?
Kesimpulan :
Sulit memisahkan ketiganya, namun jika dibawa ke dalam dunia nyata maka Honda CBR1000RR adalah pemenangnya, karena meski Tenaga kalah dari R1 dan torsi + bobot kalah dari 1198S namun dibanding motor superbike lainya performa CBR1000RR tetap merupakan momok dan sangat masif.
Bagi Yamaha dan Ducati, seolah mereka melupakan dunia nyata, dimana faktor kenyamanan berkendara, mengantar keluarga (boncenger) adalah hal krusial. sedangkan desain fairing dan knalpot undertail merupakan rapor merah di sektor ini, sehingga wajar jika mereka harus menganggung malu pada Honda yang begitu komplit di semua lini!
Mungkin menjadikan motor MotoGP bertenaga 220-240 hp sebagai motor harian sudah merupakan ide gila, tapi ternyata hal itu telah dilakukan oleh Ducati dengan Desmosedici RR (GP6) dan hasilnya sukses. Namun bagai mana bila membangkitkan kembali motor MotoGP / GP500 bermesin 2 tak ? Ya honda pada tahun 1996 pernah melakukanya dengan menjual kepada publik NSR 500 V2 besutan Tadayuki Okada. Tapi itu ditujukan kepada tim balap privateer atau kolektor. Tidak demikian dengan Yamaha, desas desus yang beredar Yamaha akan membangkitkan kembali RD500 dan menjualnya kepada publik!
Sekilas RD500LC
Motor ini dibuat pada tahun 1984-86. menggunakan mesin V4 berkapasitas 500cc. Bobotnya lumayan berat untuk ukuran motor jaman secarang yaitu 211 kg bandingkan dengan Ducati 1198, dengan kapasitas lebih dari 2 kali lipat cuma berbobot 167 kg, tapi tunggu dulu usia motor ini tepaut 25 tahun alias seperempat abad !!! mengandalkan rangka deltabox jadul, motor ini mampu mencapai kecepatan 225 km/j. Motor ini memiliki 3 restriktor tenaga yaitu untuk pasar jepang 64hp, eropa 88hp dan tanpa restriktor 118 hp pada 9.500 dengan torsi 64 nm. Sayang lagi lagi karena alasan emisi, dan keselamatan umur motor ini sangat pendek yaitu tak lebih dari 2 tahun. Pertanyaannya adalah Apakah Yamaha RD500R bisa melewati tantangan emisi untuk kemudian dapat diproduksi massal ?
Tentu kita tidak asing mendengar nama Honda Astrea (motor hemat) ,Tiger 2000, (motor gede) Yamaha RX King (motor maling) dan Kawasaki Ninja (motor kenceng), Dari mulai bikers sejati hingga nenek-nenek awam rasanya familiar dengan nama nama tersebut. Bahkan mereka dengan mudah bisa membedakan mana motor Honda Astrea mana yang bukan. Tetapi zaman sekarang dimana persaingan semakin ketat dan berbagai tipe motor bermunculan, mampukah kehadiran legenda baru tersebut muncul kembali.
Laku Tapi Tidak Akan terlalu dikenang …
Sejauh Ini baru Yamaha Mio yang menjadi legenda (icon) skutik modern
Sejauh ini di milenium ke tiga sepertinya baru Yamaha mio yang pantas disebut legenda. Tak lain karena bentuk, fungsi dan jenisnya begitu familiar. Bahkan tak jarang motor skutik kini disebut “Mio” seperti di era 80-90an dahulu dimana motor bebek disebut “honda bebek”. Nah kini pertanyaanya adalah apakah Honda Blade yang dinobatkan sebagai produk andalan honda mampu menjadi legenda baru ? mengingat Vega R, Revo hingga V-ixion pun belum mampu menyamai pendahulunya. Tetapi jangan lupa kadang sebuah motor tidak serta merta harus menjadi market leader untuk menjadi sebuah icon. Contohnya adalah RX King dan kini Satria FU, meski bukan produk paling laris namun merupakan produk yang populer di masayarakat!
Performa 848 Sangat Berguna Bagi Pemula apalagi bagi yang Pro!
Bobotnya cuma 164 Kg, tenaganya mencapai 134 hp pada 10.000 rpm (klaim) dan torsinya hampir 97 nm pada 8000 rpm. Belum lagi fitur “shift gear asistance” dimana 3 lampu merah pada dashboard full digital akan menyala pertanda torsi maksimum sudah tercapai sekaligus memberitahu pengendara untuk melakukan shift up. Ditangan amatiran seperti Indobikers saja dengan racing line amburadul lap time bisa didapat 1.56 sedangkan ditangan pengendara yang baik laptime bisa ditempuh dalam kisaran 1.45 dengan mudah padahal motor dalam kondisi standar. Top speed di straight line bisa mencapai 260 km/j. Untuk keperluan balap, jumlah lap, lap time dan telemeteri data analizer sudah tersedia di dashboard tinggal colok ke laptop untuk di analisa. Sayang tidak seperti kakanya Steering damper dan suspensi ohlins bukan merupakan fitur standar. Oh ya pada Ducati One Make Race 1 Maret ini, Indobikers di atas 848 standar berhasil mendapat posisi ke tiga overall di belakang bro Hiroshi (DDOCI) 1098 dan bro Stiawan 1098S (Vendetta).
Ditangan amatiran saja enak, apalagi di geber sama profesional …
Kurang Cocok Untuk Harian
Riding position 848 sebenarnya tidak seekstrim 999 ataupun GSXR 750, bahkan karena dimensinya yang terbilang mungil (sama dengan ninja ZX 250) motor ini mampu meliuk diantara mobil disaat mengarungi kemacetan lalu lintas. Hanya saja desain winshield yang rendah membuat tangan pengendara pasti terjepit jikala motor sedang melakukan belokan lock to lock. Keadaan diperparah dengan knalpot undertail yang extra panas serta jok pembonceng ekstra kecil membikin boncenger makin tersiksa.
Sejak tahun 2005 praktis Yamaha tidak melakukan perubahan signifikan pada produk flagshipnya, YZF R1. Namun menurunya penjualan di pasar eropa (tidak terjadi pada R6) disinyalir karena produk kompetitor seperti Ducati, Honda, Suzuki dan Kawasaki plus KTM telah menelurkan varian all new pada line up superbikenya. hal ini direspon oleh Yamaha dengan merilis All new R1 pada tahun 2009.
Mesin 998cc inline 4 silinder menggunakan mode crossplane crankshaft dimana firing interval diposisikan pada 270º – 180º – 90º – 180º. sebuah keunggulan mutlak dibanding rival utamanya 1198 yang cuma menggunakan dua silinder. Pasalnya cranckshaft tersebut membuat penyaluran selalu merata di setiap tingkat putaran mesin, membuat pengendara baik amatir maupun profesional memiliki kontrol penuh terhadap tenaga dan traksi motor.
Cross Crackshaft
Yamaha Menuangkan Semuanya Pada R1 2009 dan Tidak akan ambil Resiko
Ternyata usut punya usut, pembatalan duel Rossi vs Bayliss alias duel antara YZF R1 2009 vs Superbike 1098R erat kaitanya dengan unsur dagang (gara gara statement/artikel ini Indobikers sempat di cap berat sebelah, padahal penulis juga merupakan pengendara YZF R1 ) Yap karena jika sampai kalah dengan Bayliss secara langsung bisa menjadi preseden buruk bagi marketing Yamaha.
Padahal Yamaha tidak tanggung tanggung dalam membangunYZF R1 ini. Bayangkan tenaga 182 hp dengan mudah bisa di telurkan pada 12.000 rpm, sedangkan torsi sebesar 116 nm bisa di keluarkan pada 10.000 rpm. Sebuah statistik luar biasa dari motor seberat 174 kg ini. tenaga tersebut lebih besar dari CBR1000RR fire blade (178 hp) dan 1198s (170 hp). Urusan sasis lain lagi, terlihat tidak berubah namun bahan yang digunakan adalah Die Cast magnesium dimana sasis menjadi lebih tipis namun lebih rigid. Berbeda dengan R1 sebelumnya, Yamaha kini menggunakan Rem terbaik didunia, yaitu Brembo sebagai fitur standar penghenti laju motor.
Menghilangkan Keganjilan
Kita bicara WSBK, alias “indoprixnya moge” dimana motor yang bertarung disini adalah motor yang dijual massal minimal 150 unit. Nah disini letak keganjilanya! Yamaha merupakan satu satunya pabrikan yang belum pernah menjadi jawara WSBK, padahal pabrikan ini merupakan pabrikan paling konsisten sepanjang sejarah WSBK. Jika dihitung dalam kurun waktu 10 tahun kebelakang, Ducati sudah 3 kali mengganti tipe motor, Honda 3 kali, Suzuki 2 kali dan Kawasaki 3 kali. Sedangkan Yamaha sejak perubahan regulasi selalu konsistern menggunakan tipe YZF R1, namun tetap hampa gelar! Rasanya hal ini yang kerap membuat YZF R1 kadang menjadi minder bila membahas dunia WSBK. Apalagi bila dibandingkan tim Suzuki dan Kawasaki, mereka saja setidaknya pernah merasakan menjadi kampiun. Mungkinkah keganjilan itu sirna di tangan R1 2009 ini ? Hmm
Tak ada gading yang tak retak … Masih ingat artikel ini kan ? Link , Memang sampai detik ini AHM masih memimpin penjualan sepeda motor di tanah air. Tetapi bukan berarti posisi AHM bisa dikatakan aman 100% Pasalnya pada beberapa segmen justru line up AHM memiliki sisi lemah yang “lagi lagi” masih memimpin namun dengan selisih penjualan yang semakin menipis dibanding kompetitorya. Meski sejauh ini dan setidaknya 2-3 tahun kedepan kelas bebek Honda AHM memang sangat superior dibanding Yamaha sekalipun.
Honda VTR 250 : Mini Ducati Monster dengan Twin Tube Trellis Frame
Segmen Medium Sport Cruiser sudah mulai Goyah
medium cruiser alias motor lelaki kelas menengah 125-160cc merupakan salah satu lubang paling besar yang parlu ditutup AHM. karena sejak adanya V-Ixion dan Thunder 125 otomatis dominasi Honda di kelas ini praktis sudah hilang. Padahal jika saja Yamaha mampu memproduksi V-Ixion lebih cepat, hampir dipastikan prosentase penjualan Vixi sudah jauh melampau mega pro. Disamping harga yang nyaris sama V-ixi jelas jelas lebih superior di semua lini.
Heavy Cruiser Honda memang aman, Tapi sampai kapan ?
Honda Tiger 2000, New Tiger, Tiger Revo dan New Tiger Revo mata picik atau apapun julukanya memang merupakan market leader dikelas Heavy cruiser. Sedangkan Yamaha Scorpio Z dan Pulsar 180 harus puas berada di bawah bayang bayang si macan. Meski demikian faktor ini bukan melulu karena usaha keras AHM, melainkan karena loyonya kompetitor. Scorpio memang terkutuk sejak awal, Pulsar diyakini masyarakat masih kurang sreg dengan “bajaj nya” akibatnya Tiger tetap tegar dipuncak tanpa perlu mengupdate produknya, hanya saja jika memang Yamaha, Suzuki ataupun Kawasaki serius “bermain” dikelas ini niscaya AHM dijamin kalang kabut sekaligus memicu Honda menelurkan produk lebih berkwalitas. Artinya jika memang tetap ingin berkuasa di kelas flagship ini satu satunnya jalan adalah dengan mempersiapkan armada Honda Hornet 250 atau setidaknya VTR 250. Jadi semuanya juga tergantung kompetitor, makin serius mereka, makin serius pula lah AHM menggarap produknya, seperti yang dilakukan mereka di segmen bebek, ya kan ?
Ok,kita bicara tenaga mesin. Honda mengklaim CBR1000RR Fireblade 2009 ini mampu mengeluarkan tenaga sebesar 178hp (klaim) pada 12.000 Rpm alias meningkat 20 hp dibandingkan Fireblade varian 2004-2007. Honda Electronic Steering Damper (HESD) salah satu fitur standar motor ini, fungsinya jelas yaitu membantu mengurangi chatter saat motor berakselerasi pada kecepatan tinggi. Desain nose cone didesain mirip Paus pembunuh / killer whale (hewan predator paling cerdas) membuat aliran udara mengalir dengan cepat ke arah air intake. Kompresi CBR1000RR dibuat super tinggi mendekati angka 12.3 : 1 dan bobot motor 172 kg.
Penampilan Baru… Harga Tetap !
Tidak sulit menemukan perbedaan, yang jelas seperti juga Yamaha YZF R1 2009, ini adalah varian All new CBR yang tentunya total berbeda dengan farian sebelumnya (mirip dengan CBR-600RR 2003-2007) Sasis juga demikian dibuat lebih ramping dan tipis, tetapi lebih rigid, sehingga memungkinkan motor untuk melakukan akselerasi-deselerasi secara ekstrim tanpa mengalami problem kesetabilan. Posisi knalpot yang sebelumnya serupa dengan milik Dani Pedrosa (satu di samping kanan, satu lagi di bawah seat cowl) kini berubah menjadi 1 berada disamping dengan konfigurasi 4-2-1-1 . Agaknya trend kenalpot seperti ini bakal menjadi trend, karena ternyata All new Kawasaki ZX-10R dan Aprilia RSV4 juga melakukan yang sama. Sayangnya jika knalpot tersebut di ganti dengan produk aftermarket penampilan motor justru terlihat janggal. Ternyata ada satu hal yang sama sekali tidak berubah pada CBR1000RR ini, yaitu yang tidak berubah adalah harga motor, karena motor ini dijual 9000 gbp alias sama persis dengan varian pendahulunya. Jika penasaran dengan CBR1000RR Fireblade 2009, datang saja ke sirkuit sentul pada kejurnas Superbike Nasional tangal 1 maret 2009, pastinya anda bisa menyaksikan Fireblade 2009 warna maroon membantai lawan lawanya dikelas MP-10
Dua musim terakhir ini di motoGp kita menyaksikan duel sengit antara Casey Stoner dengan Ducatinya melawan Valentino Rossi dengan Yamahanya. meski musim 2007 Rossi terlepar di peringkat ke tiga namun jumlah kemenangan kedua pembalap pada dua musim terakhir ini adalah 13 kemenangan untuk rossi dan 16 kemenangan untuk Stoner. Aritnya dari total 36 balapan hanya menyisakan 7 kemengan bagi pembalap lainya itu pun 2 diantaranya di kuasai pembalap Ducati dan Yamaha. Sedangkan bagi pabrikan Honda mereka harus puas meraup 4 kemenangan. Hal yang sama juga terjadi di WSBK dimana Troy Bayliss berhasil menggondol juara dunia dengan 1098Rnya dengan mengalahkan Troy lainya (Corser) serta Noriyuki Haga yang tak lain adalah pembalap yamaha YZF R1. Seperti juga di MotoGP persaingan papan atas juga tetap dikuasai Ducati dan Yamaha. Akibatnya seolah persaingan di dunia motor sport hanya terpaku pada dua pabrikan ini padahal masih terdapat pabrikan besar lainya seperti Suzuki dan siapa lagi kalau bukan Honda !
Ketiadaan Pembalap Kompeten, Penyebab Anjloknya Gengsi Honda di Motorsport
Mungkin honda telah sukses menjadi juara dunia MotoGP 2006 lewat Nicky Hayden dan WSBK 2007 lewat tangan James Toseland. Namun nampaknya kedua pembalap kurang memiliki kharisma layaknya Rossi, Stoner, Bayliss atau Biaggi sekalipun. Sehingga kesuksesan mereka kurang mendapat sambutan oleh publik. Kalaupun ada pembalap berbakat seperti Pedrosa, ia dianggap kurang memiliki fighting spirit sehingga kerap pasrah ketika disusul saat memipin lomba baik oleh Rossi Stoner atau bahkan Lorenzo sekalipun. Sedangkan jagoan Honda di WSBK adalah Carlos Checa yang kadung dianggap pembalap buangan motogp Nampaknya yang perlu dilakukan oleh HRC bukan meramu RC212 ataupun CBR Fireblade, karena rasanya dua motor tersebut dirasa sudah sangat sempurna. Tetapi justru mencari bakat baru nan kharismatik agar tidak saja gelar yang didapat, namun animo masyarakat juga dapat kembali mereka raih. Akankah Dovisiozo mampu melakukanya ?
Dahulu pada era 1980-90an kelas 750cc 4 silinder merupakan kelas Superbike. Alias kelas motor sport paling atas, bagi motor yang memiliki kapasitas di atas itu akan dianggap sebagai motor hypersport – sport touring. Nama nama besar muncul di kelas ini, seperti Honda RC-45 besutan Aaron Slight, Honda Nr-750 hingga Collectors Item Yamaha R-7 merupakan penguhni mengerikan yang berkapasitas 750cc.
Sekarang Yang Tersisa hanya Superport 600cc dan Superbike 1000cc
Seiring bergulirnya waktu, regulasi pun berubah, bagi motor yang ingin bermain di kelas supersport maksimum memiliki kapasitas 600cc / 4 silinder atau 750cc / 2 silinder. Bagi mereka yang ingin berkompetisi di kelas Superbike kapasitas maksimum bagi motor 4 silinder adalah 1000cc dan 1200cc bagi motor 2 silinder. Akibatnya motor 4 silinder 750cc bak anak ayam kehilangan induk. Bermain 600 di kelas supersport tidak boleh, bermain di kelas Superbike maka harus bersiap jadi juru kunci. Honda menghentikan produksinya, Kawasaki dan Yamaha hanya konsentrasi di kelas ZX6, R6 serta ZX10 dan R1. Suzuki meski membuat GSXr-600 dan GSXr-1000 tetapi ia tidak melupakan kelas 750cc, dengan menelurkan GSXr-750.
GSXR 750 Sebuah Kompromi Yang Sempurna …
Bagi mayoritas biker amatir tenaga motor berkapasitas 1000cc dirasa terlalu besar, baik untuk keperluan sehari hari ataupun Track day sekalipun. Tetapi tidak sedikit yang menganggap motor 600cc memiliki torsi yang terlalu kecil, hingga memaksa mereka bermain di rpm tinggi, dan pastinya ini sulit dilakukan diluar sirkuit. Karena itulah Suzuki membuat GSX-R 750 dengan mengkombinasikan antara Torsi besar seperti pada Gixxer 1000cc tapi dengan horspower lumayan wajar ala Gixer 600.
Kapasitas mesin Gixxer adalah 750cc dengan 4 silinder. Tiap silinder dilengkapi 2 injektor. Rasio kompresinya adalah 12.5:1 Jeroan pun tidak kalah canggihnya dengan bejibunnya pernak pernik terbuat dari titanium. sistem pendinginan ala SRAD – Suzuki ram air Direct pun setia hadir disini. ketegangan rantai diatur secara otomatis plus ECU diprogram bisa membatasi torsi saat motor melakukan deselerasi. Sayang teknologi fly by wire ala Yamaha R6 belum ada disini. Tenaga maksimum Gixxer 750 adalah 128 hp pada 12.800 rpm (fastbike) dan torsi maksimum adalah 83 nm pada 10.000 rpm. Sebuah motor yang sangan menggiurkan …
… Tapi untuk Apa ?
Ok, ini motor memang bisa dibilang sempurna baik teknologi maupun perfoma. Tetapi bila tidak bisa dikategorikan Superbike atau pun supersport dan tidak ada pembanding yang sesuai, maka akan sulit memberikan gelar pada motor ini, selain jagoan yang kesepian. Tapi tunggu dulu, ternyata Gixxer kedatangan teman baru, yaitu Ducati Superbik 848. Motor ini pun bisa dibilang ikut tersesat kejurang kesepian seperti Gixxer 750. Pasalnya Regulasi membatasi kapasitas mesin 2 silinder untuk turun di superpot adalah 750cc sedangkan Kapasitas 848, ya 848cc … nah mungkin suatu saat FIM ataupun IMI akan membuka kelas baru yang dinamakan Super Kesepian ? He he ngawur mana mungkin! tapi yang jelas baik Gixxer maupun 848 merupakan motor yang cukup kompromi untuk digunakan sebagai kendaraan harian ! Setuju ?
Beberapa waktu yang lalu sempat terjadi sedikit kehebohan, saat sebuah atpm papan atas membuat iklan yang rada membingungkan konsumen. Namun hal ini masih bisa dimaklumi selama iklan ATPM tersebut tidak melakukan black campaign secara terang terangan. layaknya Iklan parpol yang akhir akhir ini semakin memalukan dan membuat keresahan di masyarakat!
Narsis Boleh, asal jangan Black Campaign … Setuju !
Yang namanya iklan sudah selayaknya mampu menarik perhatian publik dan menunjukan superiortas produknya. Meski kadang kadang (selalu sih) terkesan lebay dan narsis, namun hal itu dinilai oke, oke saja. Tidak heran selogan, “bagai manapun lebih unggul”, “si gesit irit” hingga “Semakin terdepan” menjadi sebuah jargon yang tidak asing di telinga kita. Hanya saja jangan sampai iklan tersebut membuat bingung konsumen apalagi sampai menghina terang terangan produk kompetitor. Nah! Sukurlah sampai saat ini belum pernah terjadi sebuah ATPM secara terang terangan menghina seluruh produk dan ATPM lainya layaknya sebuah parpol baru-baru ini. So, kalo mau bersaing memang harus dilakukan dengan cara yang sehat dan sportif, setuju !
Inovasi Honda : Memproduksi Motor Balap Untuk Dijual Masal
Salah besar bila menganggap Ducati Desmosedici RR merupakan motor balap grand prix pertama yang dijual masal. Karena jika dilihat kebelakang justru HRC Honda lah yang menginspirasi Ducati untuk melakukan hal tersebut. Hanya saja konsep mereka sedikit berbeda, bila ducati menargetkan konsumen awam, mengingat kapasitas mesin motor yang mereka tawarkan sudah tidak lagi diizinakan turun di motoGP namun bebas digunakan di jalan raya, produksi masal bagi HRC Honda adalah memproduksi motor untuk dibeli oleh tim balap privateer untuk terjun di balap grandprix atau menjadi barang koleksi mengingat tidak seperti desmo RR motor ini tidak road legal
Berat 103 kg, tenaga maksimum 135 bhp, Cuma ada 33 unit !
NSR 500V memiliki bobot 103 kg, alias hanya sedikit lebih berat dari saudanya, Honda Suprafit namun soal tenaga jangan ditanya 135 bhp merupakan tenaga dengan setingan standar. Torsi maksimum motor ini adalah 105nm pada 8.000 rpm. meski terpaut 50-60 hp dibanding kompatriotnya yang bermesin V4, motor ini tidak boleh dipandang remeh, Tadayuki Okada, Shiniichi Itoh, Alex Barros hingga Takuma-Haruchika Aoki bersaudara pun berhasil berada di posisi top ten menggunakan motor ini. Barbeda dengan motor V4nya yang hanya dipinjamkan, motor NSR500V memang ditujukan untuk dijual. tercatat 33 motor berhasil di produksi. Nasibnya kandas ketika perubahan regulasi dari 500cc ke 1000cc pada tahun 2006. Jika beruntung memilikinya dijamin pemilik Desmosedici RR ataupun MV Agusta F4cc dijamin akan sirik kepada anda
KOMENTAR