Gelar juara dunia Moto GP dari tahun 2001-05 membuat Rossi menjadi sebuah Icon
Semua pihak harus angkat topi dengan rekor tersebut. Karena selain Valle hanya Mick Doohan yang mampu menyamai prestasi tersebut pada tahun 1994,95,96,97 dan 98. Namun dibalik kesuksesan tersebut ada beberapa fakta menarik yang saia yakin bisa membuat para fans “the Doctor” mengerenyitkan dahi.
KILAS BALIK VALENTINO ROSSI
2000 – Juara : K.Roberts Jr (Suzuki/Pabrikan) – Runner up Rossi (Honda/Satelit)
Musim debut Valentino Rossi di kelas 500cc. Musim ini dijuarai oleh Kenny Robets Jr. Sedangkan juara bertahan Alex Criville (Repsol Honda) memulai trend baru yaitu juara dunia tampil melempem saat mempertahankan gelarnya. Musim ini menunjukan Rossi bakal menjadi kandidat serius, karena dimusim perdananya ia mampu berada di posisi runnerup dengan 1 gelar juara seri.
2001 – Juara Rossi (Honda/Satelit) – Runner up Biaggi (Yamaha/Pabrikan)
Musim gila Valentino Rossi. (Menjuarai 11 seri) grandprix tampil mendominasi. Trend juara dunia yang tampil loyo kembali terlihat. Kini giliran Kenny Roberts Jr yang harus puas berada di posisi 10. Musim ini hanya Biaggi yang mampu menjadi penantang serius Valentino Rossi.
2002 – Juara : Rossi (Honda/Pabrikan) – Runner up Biaggi (Yamaha/Pabrikan)
Kembali lagi Rossi tampil gila dengan (menjuarai 11 seri) tanpa mendapat perlawanan berarti dari pesaingnya. Sekaligus untuk pertama kalinya sejak tahun 2000 dimana juara bertahan mampu tampil baik untuk setidaknya berada di posisi 5 besar. Kali ini Valle berhasil menjadi juara bertahan.
2003 – Juara : Rossi (Honda/Pabrikan) – Runner up Gibernau (Honda/Satelit)
Rossi mulai mendapat pesaing, Tidak saja oleh pembalap gaek Biaggi, namum Gibernau dan Cappirosi yang sebenarnya juga sudah termakan usia mulai mampu mengganggu konsistensi Rossi. Tetapi Rossi mampu mengatasinya dengan kembali tampil dominan untuk mempertahankan gelar dengan (menjuarai 9 seri).
2004 – Juara : Rossi (Yamaha/Pabrikan) – Runner up Gibernau (Honda/Satelit)
Rossi kembali di tantang oleh pembalap tim satelit Sete Gibernau. Tetapi Rossi masih mampu dominan dengan (menjuarai 9 seri) grandprix. Musim ini Rossi mengambil keputusan kontroversial dengan pindah ke Tim Yamaha. Namun membuktikan bahwa dirinya masih tetap mampu tampil konsisten.
2005 – Juara : Rossi (Yamaha/Pabrikan) – Runner up Melandri (Honda/Satelit)
Rossi kembali mendominasi dengan tampil gila, (11 juara seri) tetapi musim ini lagi – lagi Rossi ditantang oleh pembalap tim Satelit, Marco Melandri. Disaat yang sama Gibernau, Biaggi yang semakin tua tidak dapat berbuat banyak.
2006 – Juara : Hayden (Honda/Pabrikan) – Runner up Rossi (Yamaha/Pabrikan)
Sebuah “turning point”, Untuk pertama kalinya Rossi berada di posisi kedua klasemen sementara sampai pada paruh musim semenjak tahun 2001 untuk kemudian kehilangan gelar juara dunia. Kemenangan seri terbagi rata. Rossi musim ini hanya (memenangi 5 seri) Melandri dan Capirossi 3 seri, Hayden 2 seri, Pedrosa, Elias dan Bayliss 1 seri. Sebagai catatan Rossi terjatuh di seri akhir untuk kemudian gelar juara diambil oleh Hayden yang bermodalkan tampil konsisten. Selain itu kehadiran pembalap Rookie yang berusia sangat belia musim ini seperti Dani Pedrosa dan Casey Stoner menjadi catatan tersendiri .
2007 – Juara : Stoner (Ducati/Pabrikan) – Runner up Pedrosa (Honda/Pabrikan)
Musim terburuk dalam karir Rossi. Selain terlempar dari posisi 2 besar untuk pertama kalinya, kehadiran 2 sophomore tersebut mampu mencuri perhatian bahkan Stoner mampu tampil dominan dengan (menjuarai 10 Seri) sedangkan bagi Stoner dan Pedrosa menjadikan keduanya secara kombinasi sebagai pembalap paling muda yang menjadi juara dan Runner up. Hayden kembali meneruskan tradisi, juara bertahan yang tampil buruk.
2008 – (Paruh Musim)
Setelah 9 seri berlangsung Valle untuk sementara duduk di posisi ke dua klasemen sementara. Jumlah kemenangan seri dibagi rata 3 seri dijuarai oleh Stoner, 3 Seri oleh Rossi, Dua oleh Pedrosa dan 1 oleh Lorenzo. Sampai paruh musim Stoner menunjukan dirinya tidak sama dengan Hayden, Roberts Jr ataupun Criville, Karena dirinya selalu tampil konsisten sepanjang musim. Musim ini Rossi kembali dikepung oleh pembalap berusia diabwah 23 tahun Stoner, Lorenzo dan Pedrosa. Yang pada musim sebelumnya terbukti mampu mempecundangi Rossi
2000-2002 : Bersaing dengan pembalap Gaek / Sisa era Mick Doohan
Pada musim ke dua dan ke tiga Rossi mampu tampil dominan, namun hal ini tidak lepas dari “Fresh”nya Valentino rossi dan “usangnya” pesaing Rossi. Max Biaggi, Alex Criville, Baros dan Kenny Robets Jr tidak lain adalah pembalap era Mick Doohan. Yang telah melewati masa kejayaanya. Disaat yang sama Rossi justru pada usia puncak karirnya. Sehingga meski pada awal karirnya hanya didukung oleh tim Nastro Azzuro tetapi Skil Rossi dapat mengatasi performa motor yang dikendarai oleh para pembalap gaek tersebut.
2003-2005 : Bersaing dengan Pembalap Tim Satelit
Berbeda dengan era GP 500, Era Moto GP, Faktor motor memiliki peran penting ketibang skill pembalap itu sendiri. Pada musim ini Gibernau dan Melandri tidak lain adalah pembalap tim Satelit dimana kemampuan motor mereka lebih inferior dibanding motor yang dikendarai Valle
2006 – Sekarang : Dikalahkan Pembalap Muda dengan Motor Mumpuni
Jika ditanya kenapa sejak 2006 dominasi Valle di moto gp praktis sirna. Tak lain karena Faktor kehadiran pembalap muda seperti Hayden, Stoner, Pedrosa dan Lorenzo yang didukung motor yang sangat mumpuni. PAsalnya sepanjang karir Rossi di Moto GP, Rossi hanya bertarung melawan Pembalap Tua ataupun Pembalap Satelit. Disaat ke hadiran pembalap muda dengan semangat menggebu-gebu plus didukung habis habisan oleh Pabrikannya, Valentino Rossipun kelabakan, tak heran ia sering kali melakukan kesalahan sendiri.
Tetapi kesimpulanya Rossi adalah pembalap yang bisa dibilang paling beruntung. Dengan skill yang luar biasa ia mampu memaksimalkan sebagai soerang pembalap “in the right time” dengan sempurna. Sepanjang karirnya ia hanya mendapat perlawanan oleh pembalap tua maupun pembalap tim satelit. Dimana memungkinkan dirinya untuk menciptakan rekor2 spektakuler tanpa perlu disaingi oleh pembalap lain. Sekarang disaat pembalap muda bermunculan Rossi sudah berada di penghujung karirnya seperti juga legenda sebelumnya Mick Doohan ia akan meninggalkan catatan tersendiri tanpa perlu berduel habis habisan sebagai mana yang akan dihadapi oleh Stoner, Pedrosa dan Lorenzo di masa yang akan datang. Pertanyaanya mampukah Rossi merebut kembali gelar juara dunia sebelum dirinya benar benar memutuskan “Gantung Motor” ?

Valentino Rossi sering jatuh, tapi sering juara!
Jadi, kalau mau juara, kita perlu sering jatuh?
Keduaaaaxxxxxx…, maksain banget yach….:))
Tapi kita mengakui talenta Rossi. the entertainer.
@Retorika
“Pertanyaanya mampukah Rossi merebut kembali gelar juara dunia sebelum dirinya benar benar memutuskan “Gantung Motor” ?” … mene ke tehe, … Sorry Om becande… tapi klu prediksi saya dia masih mampu… terlihat dari sikapnya yg masih mengharapkan tampil juara dunia lagi dg segala faktor2x di dunia balap MotoGP… yah saya cuma bisa prediksi tapi tetap sampai sekarang saya masih angkat topi buat Rossi… Keep Fighting bro…
kayaknya skil rosi emang masih paling top saat ini, jadi sebaiknya jangan pake motor yang terbaek biar motogp makin rame
“kesimpulanya Rossi adalah pembalap yang bisa dibilang paling beruntung.”
om Umar & om Retorika berpikir sama ttg Rossi, hi..hi..hi..
hmmm..
pertanyaannya,
emangnya umur 28 tahun udah tua ya
emangnya usia muda menjamin lebih dari yg lebih tua
tolong apresiasinya broo…. !
motoGP bukan sekedar balapan terus menang, tapi motoGP adalah hiburan yang mengasyikkan, kalo cuma bisa nyelonong sendirian didepan mah ga cihuy !
@Brown
Bener brown… aku sich mikir klu Rossi ke Ducati thn depan MotoGP agak membosankan seperti waktu Rossi di Repsol… tapi denger2x Rossi thn depan masih di Yamaha bener nggak si???
@Retorika
Untuk tahun 2003-2005,Valle bertarung dengan team Satelit?? Memangnya team pabrik saat itu nggak ikut balapan??? Ikut bukan..Bukankah saat itu team pabrikan yg lain juga punya motor hebat dgn pembalap hebat??? Lalu kemana mereka ketika Valle menunggang motor pabrikan(Yamaha),and saat itu RC212V sangat tangguh jauh diatas M1…betul Valle beruntung tapi Skillnya emang luar biasa..sangat luar biasa…Tahun 2006 and 2007 adalah kekalahan rossi akibat banyaknya masalah teknis YZR-M1…mungkin tahun ini 2008,akan terbukti sebab kemampuan motor sudah rata – rata sama..prediksi saya Rossi akan sedikit kesulitan mengingat pembalap muda spt Dani,Lerenzo,Stoner sedang powerfull…
apapun motornya,rossi is always the best!!!!
@Arrow89
betul setuju… klu stoner sudah 6 kali juara dunia atau minimal 5 kali seperti M.Doohan baru aku angkat topi… pedrosa, lorenzo juga… sok atuch buktikan dirimu lbh hebat dari Rossi, Doohan & Agostini… aku tunggu prestasinya…
Ada yg belum dimiliki Pedrosa dan Stoner.. Teknik overtaking nya itu lho bro.. Pedrosa ato stoner menang pasti karena memimpin jauh di depan, paling stoner cuma bisa overtake di straight.. Assen 07, sekali Rossi overtake Stoner, Stoner udh pasrah aja.. Ato waktu Pedrosa mau overtake hayden misalnya, butuh beberapa lap baru bisa, beda dengan Rossi yg pintar melihat kesempatan untuk overtake.. Yah.. sebelum pemuda2 itu punya skill overtaking yg bagus, gw masih dukung Rossi..
Hmm.. Kalo ada orang yg bisa gantiin Rossi di generasi berikutnya, menurut gw orangnya:
- Lorenzo
- Dovizioso
- Marco Simoncelli
- Mika Kalio
..dan..
- Doni Tata ( i hope..
)
Kalo ada yg beda pendapat boleh lagh.. Gw nyari yg nekat2 aja.. *
*kecuali yg terakhir
dovi memang top kynya….ahli di braking(ky rossi),start bgs,overtaking juga brani……sayang mtrnya ngak ndukung…..smoga thn depn ngantiin hayden…:P
@gal120
Om aku termasuk pemerhati Doni Tata selama karirnya di ajang Road Race dia memang bagus mangkanya Yamaha berani bawa dia ke ajang All Japan Championship lalu di bawa ke MotoGP tapi nih kembali lagi Yamaha sekarang tdk fokus di 250cc… saya sich mikirnya faktor motor yg kurang kompetitif klu seprti itu pasti overlap terus di seri2x selanjutnya… padahal klu Doni Tata bersinar di MotoGP nama negara kita bakal terangakat…
Yah namanya juga baru terjun di dunia balap internasional sebenarnya kita hrs ngerti (tdk ada org sukses langsung sukses) klu thn dpn masih gitu2x juga aku juga tdk yakin si…
@ SEMUA
Usia pembvalap tidak bisa dijadikan patokan umur berapa dia pensiun. Seperti Criville yang pensiun pada umur 31 atau seperti Loris yang masih aktif di usia 35. Yang jelas kadang kesuksesan awal / dini seperti rosi membuat dirinya kehilangan tantangan pada usia dini. Karena itu rossi sendiri tidak mau berjanji banyak disaat usianya menginjak diatas 30 tahun. Nah !
Disini beda antara sang “Entertainer” atau sang “Result Orented” kadang gaya membalap akan menentukan sendiri apakah ia akan menjadi sang “entertainer” seperti Rossi atau seorang Ressult Oriented sperti Stoner dan Pedrosa, Nah !
Bung Retorika
wah wah wah….saya setuju sekali tuh dg artikel diatas apalagi bagian paragraf akhirnya… “Keberuntungan!” ….. thats what I have in my mind…
Umar..Loe lagi..nongol..kalau Retorika bilang beruntung yang beralasan dgn mengatakan Rossi memang HEBAT didukung keberuntungan situasi tapi Loe tidak mau mengakui kehebatan Rossi…malah loe ngotot bilang Stoner paling hebat…aku ingin lihat 6 tahun kedepan apa Stoner yg loe banggain bisa juara terus…Ingat Gua bukan pendukung Rossi tapi salut n angkat topi buat Rossi karena prestasi 7 KALI JUARA DUNIA…”beruntung sekali Rossi bisa juara dunia 7 kali hmmm…”.
valentino rossi still the best………..!!!
@LCO75
Om komentarnya mirip2x Ical Brown di gosip2x sebelumnya… wkt itu Ical Brown juga ngebahas komentarnya Om Umar… he5x…
@Retorika
Om secara ‘pribadi’ jagoin siapa sih (pembalap) juga motor (merk) di Motogp??? firasat saya sich kaya Om Umar… maaf jgn marah ya cuma nanya…
@all
Retorika=Umar???
he3x…
Valentino Rossi di tahun 2003-2005 memang bertarung dengan runner up yang membela di tim Honda Gresini.
justru itu malah hebat..ingat tahun sebelumnya. 2002,motor Honda 5 besar siapa saja? nomer 3,Loris Capirossi.nomer 4,Alex Barros. Yang salah adalah tim HRC notabene pabrikan Honda Repsol!!!
aku dukung rossi sama sekali tidak ada kesamaan motor yang aku pakai.tapi emang dia hebat..
pendukung pembalap kan macam2..
ada karena kesamaan tunggangan,karena dia pake Yamaha,dia jadi fanatik sama Biaggi.
karena pake Suzuki,jagoin Capirossi..
pake Ducati,ya siapa lagi kalo bukan Marco Melandri..
pake Kanzen,dukung Rossi
@Retorika
Haaaah betul Om yg dikatain Dramholic Retorika=Umar…
Kayaknya betul Bro…Retorika = Umar, dia awalnya ngefans sama Ducati krn motor dia juga Ducati. Kemudian Stoner naik Ducati and juara 2007…jadi deh…makanya si Umar gelap Mata…sampai2 “Tiada pembalap sehebat Stoner”..wa..kakk..kakk
liat gambar paling atas deh.
saya ingin membuka sisi saya, saya tidak menggunakan Motor utk aktivitas sehari-hari walaupun saya punya motor, sayangnya merk yg saya & keluarga pakai utk waktu senggang saya tidak ikut dalam Gp. Saya suka kecepatan tinggi (dalam arti untuk lomba), tapi saya tidak begitu suka F1 karena bagi saya terlalu membosankan karena lap yg terlalu banyak & kadang kemenangan di tentukan oleh faktor lain seperti Pit Stop(bukan berarti membosankan utk orang lain). saya sudah mulai suka MotoGp sejak dari 500cc dulu hanya mungkin ada komentar saya yang melenceng jauh mengenai MotoGp (maaf karena daya ingat saya mmg tdk bagus).
Mengapa saya suka Stoner? karena sejak dahulu Rossi terlalu dominan karena belum menemukan rival diatasnya. dan menurut saya stoner sangat berkualitas disaat teman seperjuangannya dg tunggangan yg sama berbeda dalam posisi yg jauh dg Stoner.
Mungkin saya akan mengangkat Topi dan acungkan 2 jempol saya untuk rossi seandainya dia bisa menjadi juara tahun ini. karena apa? mungkin banyak yg mengomentari 2 musim sebelumnya yang menyatakan faktor ini dan itu. dan untuk tahun ini semua faktor tsb sudah dipenuhi utk rossi (koreksi kalau mmg blm ada yg dipenuhi).
Sorri kalau kritik saya terasa kurang mengenakan utk rossi mania karena menurut saya mmg bagus untuk berpendapat “Extereme” dibandingkan mengikuti arus yang menurut hati nurani saya pribadi perlu disampaikan.
Untuk urusan mengomentari teknis mesin atau product baru launching saya kurang begitu suka karena saya sendiri mengakui saya tidak punya minat untuk itu.
thanks.
@Umar Setyo
mengikuti arus? sori..gw suka rossi karena yang lain suka rossi..
aku suka tanpa adanya paksaan dan tekanan pihak manapun.
saya suka atas kesadaran diri sendiri.
kalo mengomentari teknis kurang begitu suka kenapa tetap kommen seakan2 tahu benar?
@retorika
idem deh kayak yang diatas..
salam olahraga…
@brown
Gambar yg mana???
@Umar Setyo
… ah capeee deeh…
@umar setyo
kenapa ya waktu Stoner pake Honda, dia jatoh terus?
gw nanya nih, kali aja elo lebih tau kenapa.
makasih nih kalo dijawab.
setahu saya, komentar saya di 2 artikel sebelumnya gak ada yg nyinggung masalah teknis mesin. (tolong tunjukin yg mana? saya udah liat ulang koq!!) saya lebih menyoroti faktor “keberuntungan” rossi sejak dari awal…
ya udah kalo cape tidur…….
^.
Menurut saya pribadi, waktu dg Honda awal kariernya stoner masuk kelas GP wajar untuk penyesuaian. sama kaya rossi seingat saya waktu pertama kali naek kelas GP sering jatoh juga. kalo kemaren jatoh berarti skill nya udah balik ke awal!!
itu pendapat saya pribadi!
saya pribadi bukan pendukung rosi, saya malah lebih suka pedrosa. alesannya kenapa saya juga gak tau, tapi yang jelas saya tidak naik motor honda
tapi kl ada yang berpendapat rosi juara karena faktor keberuntungan sih saya rasa tidak benar!. diawal karirnya di motoGP 500, jelas dia ada ditim satelit, yang jelas2 motornya pasti kalah bagus dengan tim pabrikan (saya menyimpulkan begitu karena dulu sering tim2 satelit mengeluhkan motornya), bahkan dulu diawal2 motogp 4tak, masih ada sebagian tim satelit yang menggunakan mesin 500cc 2tak. tapi biar ditim satelit dia bisa juara kan? kemana pembalap tim pabrikan?
terus saat dia juara dan mendapat perlawanan dari tim satelit, semantara dia sendiri ada ditim pabrikan. apa dia lantas mendapat keuntungan dari situ, saya rasa tidak juga buktinya saat gibernau pindah tim pabrikan dia gak bisa berbuat apa2 (eh ini kl gak salah inget lho ya, harap koreksi). dan pada kemana tim pabrikan lainnya? pembalap meraka juga bukan pembalap sembarangan lho. paling waktu itu sesekali ducati mencuri kemanangan dibeberapa rice. dan saya pikir sih, ducati bisa juara karena dia punya motor yang bagus, dan itu wajar kan emang ducati udah duluan ngembangin motor 4 tak untuk moto GP, (di era 2 tak kayaknya ducati gak ikutan yah?)
ditahun 2006 dimana haiden jadi juara, hampir setiap kekalahan / gagal finisnya rosi itu dikarenakan motor nya bermasalah. jadi alasan karena tidak konsistenya tunggangann adalah fakta yang tidak bisa di tolak lagi.
nah untuk tahun 2007 dimana stoner dan ducatinya jadi juara, rosi beralasan motornya tidak kompetitif dan jeleknya perporma micelin. apa itu alasan yang mengada2? saya rasa nggak! bukannya saat itu top speed dan garangnya tenaga ducati jadi pembicaraan hangat. bahkan sama honda aja powernya motor rosi kalah. untuk masalah ban, hampir disetiap seri yang ada di 3 besar adalah motor yang menggunakan ban brigston. hanya ada beberapa seri aja yang kebetulan michelin cocok dengan sirkuitnya dia bisa juara. fakta ini benerkan?
kesimpulannya sih rosi bisa juara karena memang dia punya skil yang hebat, oh ya satu lagi apa ada pembalap lain saat ini yang punya style balap sebagus rosi? stoner aja bisa ngelewati rosi kalo ditrek lurus, ditikungan????? (ya bisa sih, kl lagi beruntung)
@AD!
banner bro… masa’ ga ngeliat ntu sapa :mrgren:
@Umar Setyo
oo… gitu yaa…
hmm… ya.. ya.. ya…
kalo ikke mah suka Daniel Pedrosa,soalnya doi ganteng sih!!!
jangan tanyain ikke soal teknis,tapi kalo tanya pemain basket paling top asal Amerika ya Iker Casillas!!!
mas Umar hebat deh analisanya!cuman stoner lagi gak lucky!mending pindah aja kayak ikke.
ada nomer hp gak mas?
seeedddoootttttt!!!!!
Rossi sekarang jadi arogan (semau gue). Dari jaman dulu mana ada 1 tim pake 2 merk ban sampe2 pake 2 paddock.. Makin keliatan kalo wktu race dia suka maksa karna motornya kalah performa. Emang seru sih, tp kalo maksa2 gt kesannya jadi makin arogan. “Nih gw punya skill lebih, gw bisa nikung semiring mungkin, gw bs late braking, gw bisa nyalip setipis2nya”. (Inget kejadian senggolan sm Gibernau, jg smpe spatbor dpn somplak). SEANDAINYA bikers2 disini ikutan jg & disalip dg gaya yg sprti itu gw yakin Rossi udh diincer n bisa2 ditabrak (fakta di jalan raya, bikers gampang terprovokasi).
@ AD!
Doni Tata menurut gw mending taun depan keluar dulu, ke WSBK ato All Japan ato kemana.. Tunggu taun 2011 kan GP250 diganti 4tak 600 cc tuh.. Pasti Yamaha turun juga..
Moga aja bisa sukses kayak Rossi..!
Hehe.. Ga OOT kan..
Memang benar, rossi udah tua… Sudah saatnya mikir kubur, gak usah aneh2 lagi… khan malu, udah tua, suka aneh – aneh… kalah lagi… tinggal tunggu gimana akal pabrikan jepang buat atasin desmodromic… Ducati terlalu superior… Kalo pabrikan jepang “minjem” teknologi desmodromic, bayar berapa ya?
pneumatic emang bisa mengejar sedikit ketinggalan dari desmodromic, tapi sayang nggak aplikatif buat motor produksi massal… Ducati cetan, kenceng amad sech…
udah…
kita lihat aja nanti result motogp berikutnya….
Weleh, seru nih pembahasannya..tapi kok ya pas rossi di moto gp aja ya yang di bahas, gimana dengan karirnya pas di 125cc sama di 250 cc, kok nggak di ulas juga toh? apa itu termasuk faktor keberuntungan juga atau gimana gitu mas…? mbok ya di bahas juga siapa-siapa aja lawannya pas di 125 sama 250 cc gitu…biar tambah jelas…
Ahhhh..andai Rossi pindah ke kawasaki..pasti gw makin..tertarik lagi….
ijo..ijo…ijo..
nggak ada lou nggak rame.:))
PISS
@nimorate
namanya juga balapan yah harus ngotot atuh akang.peace
Ya coba dibahas dong tuntas, dari rossi lahir dia udah juara apa aja. Apakah emang dia beruntung atau dia emang dia punya skill. Kurasa dia punya skill
@xxl123
Yah itu sih pendapat gw aja bro, namanya jg komentar
cuma kalo Rossi makin banyak gaya gitu, jadi ngeri ngeliatnya & cenderung mencelakakan.
“Sadarlah Rossi bahwa kodratmu hanyalah sbg manusia biasa, dan kau bukanlah dewa.. tak pernah berbuat dosa..”
@penggemar ninja
Setuju Rossi ke Kawasaki skalian buktiin kalo dia menang bukan karna keberuntungan semata, jangan lupa ajak juga Jeremy Burgess ya..
wekekekekekk
Betul. Gak rame. Gak bakal sempet ngeliat rantai motor prototype putus (selama gw nonton GP pertama kali ngeliat rantai motor GP putus) kalo gak ada kawasaki… Ajaib… Gak papa. Masih ada hari esok untuk masa depan yang lebih baik..
Rossi ==> ke kawasaki
Stonner ==> ke yamaha
Pedrosa ==> ke Suzuki
Prediksi lou pada , mana yang yang menang..:))
PISS
^ Yang menang.. Lorenzo..!
@Penggemar ninja
Stoner…. Hehehhe….
Dovizioso deh..
Huhu
@100cc
Untuk teknologi pnumatic valve…siapa bilang hanya bisa sedikit mengejar Desmodromic valve,Sebenarnya pnumatic valve menghasilkan tenaga mesin yg sangat besar,contoh GP F1. Saking besarnya power yg dihasilkan Pnumatic sehingga aplikasi ke mesin motor perlu rekayasa disana sini karena body motor yg sangat kecil berbeda dgn mobil dgn empat roda. Bahkan udara atau gas yg dimampatkan itu mesti dibuatkan sistem pendukung lainnya shg tenaga liar pnumatic tidak merusak akselerasi motor. Teknologi ini sangat mahal dan rumit,sehingga tdk efesien diterapkan pada motor produksi masal,toh di jalan raya yang diperlukan adalah motor nyaman,handling bagus,mesin halus silent,tenaga yg mudah dikendalikan,perawatan/part yg murah maka spring valve lah yg perlu dipakai,itulah sebabnya Pabrikan Jepang masih memakai Spring valve untuk motor masalnya. Desmodromic jg menghasilkan tenaga besar namun masih menjadi kendala di kenyamanan mengendara yakni masalah getaran dan suara mesin yg sangat kasar,meski di MotoGP ini bukan menjadi halangan tapi di motor masal tetap terasa ada yg kurang.
@^
Cerdik… cerdik sekali untuk memperkeruh suasana… aku sich mikir lagi (nggak tau bener ato enggak) Umar Setyo=100cc=Retorika… maaf ini hanya perkiraan… model2xnya sama sich…
@Umar Setyo
Oh… gitu… Hmm… Hmmm… Cape deeeh…
@Untuk yg fanatik…
Anda semua komentar juga kagak ngaruh sejarah MotoGP adalah data otentik… Yg saya tahu sekarang ini masih di pegang Honda untuk World Championship, Yamaha kalah tipis, MV Agusta (Bagus, hanya d awal musim), Suzuki sedikit, Ducati baru 1 kali, Kawasaki belum, merk lain ??? … Menurut anda siapa seharusnya yg percaya diri???
@AD!
Kanzen …!
@all
ada yg tau perbedaan mekanisme kerja antara katup pneumatic dg desmodromic??
@^ dulu pernah dibahas di kafemotor tuh..
kalo gt liat2 arsip lg deh..
pada awalnya saya cukup mengagumi performa Rossi dan motornya baik saat dia di Honda atau Yamaha. tapi seiring waktu dominasi tersebut memang akan terjadi karena belum adanya rival yang sepadan saat itu. th 2004 saat Ducati masuk GP dg ridernya Bayliss & capirex Ducati belum menunjukan performa apalagi saat itu antara 2 tak dan 4 tak digabung dalam 1 race. dan Rossi mmg Juara dunia diatas Sete & Biagi tapi itu keunggulan yg wajar walau Biagi& sete mecoba mjd rival tp mrk ber-2 mmg bukan rival yg sepadan. 2005bisa dibilang masih tahun nya Rosi tp saat itu Ducati dg Checa & capirex masih bukan tandingan walau dg motor sekelas Ducati. 2006 adalah titk awal Rivalitas utk Rossi dg masuknya Stoner di motoGp bersama ducati. pengaruhnya sudah sangat jelas dengan terisihnya Rossi oleh hayden dimana banyak race yg akhirnya di ambil oleh Ducati baik Capirex atu Stoner. 2007 mrpkn puncak Ducati menguasai lomba Dominasi Stoner, disini mulai terlihat perbedaan kualitas Rossi, hal yg paling di expose saat itu adalah masalah ban. padahal jauh sebelum nya selalu memakai merk yg sama??? 125 point selisih!!!2008 – walau sempat membuat kagum di 3 seri berturut2 tapi itu merupakan keberuntungan semata. karena saat ini Ducati di perkuat bbrp rider penggembira yang tidak memberikan kontribusi sukup utk meraih angka. tapi minggu lalu sudah jadi sebuah pembuktian Stoner mmg tidak terkejar walau 2 rider unggulan dibelakng saling rebutan.
Rolling Stoner
Bagi saya debut sebenarnya utk Rossi adalah th 2005 saat berpindahnya dari 500Ccc menjadi motoGp. dan utk awal perpindahan kelas masih OK lah karena belum ada lawan sepadan. dan ternyata 2005 mnrt sy tdk se-WAH yg orang bicarakan krn saat itu bisa di hitung rider yg berkualitas. level rivalitas tertinggi hanya ada pada Melandri yg kita sendiri tau kualitas nya spt apa. dan itu terbukti dg bbrp taun berikut nya dg masuknya pendatang2 muda yg jauh berkualitas dari Rossi (pedrosa & Stoner), yg mengakibatkan dirinya terseok-seok utk mencapai puncak klasmen. dan akhirnya kandas oleh Hayden. dan 2007, sangat parah perbedaan kualitas rider disini bisa dilihat dari perolehan point, kalau ibarat kata tanpa 4 kali turun balap pun stoner bisa juara. untuk 2008, hanya faktor keberuntungan yg bisa membuat 46 ada di puncak klasmen karena kendala dg tunggangan Ducati di race sebelumnya.
Haydenlah yg cocok disebut orang yg beruntung…coba anda tonton lg balapan 2006 !! kata2 anda seolah – olah Rossi kalah dari Hayden. Anda juga tonton lg semua balapan 2007..bagaimana Rossi bisa kalah oleh Stoner !!! Pointnya coba tonton yg bener2 fighting face to face antar Rossi dgn Stoner…Rossi always win the fight,dgn sgt mudah mengovertake Stoner di tikungan kemudian dgn mudah Stoner overtake Rossi di track lurus,Why?? cause Ducati more powerfull than Yamaha at that year , Yamaha menghadapi masalah teknis di tahun 2006,2007 (Engine and tyres) anda mengatakan dari dulu pakai Michelin…benar,tp dgn mesin yg terus di kembangkan dan new pneumatic valve berakhir dgn masalah di ban..bahkan Yamaha menyesuaikan tenaga M1 dgn ban. Seharusnya banlah yg disesuaikan dgn karakter mesin motor dgn begitu anda akan tahu apa sebenarnya yg sgt berperanan saat balapan saat itu..Oh ya th 2004 Ducati tdk bagus karena spek mesin 990 cc untuk L4 tdk cocok, mesinnya hampir mentok dgn ban depan..akhirnya diakalin dgn hasil minimal.Terseok – seok spt kata anda itu sangat konyol..coba hitung berapa kendala teknis yg dialami team Yamaha di th 2006,2007 hingga Rossi gagal podium..tonton yg cermat ok..Terus Pedrosa…coba perhatikan baik2..sekali dilalui oleh Rossi,dia tdk pernah punya kebranian untuk mendahului Rossi lg..padahal RC212V more strong than M1..doi mental Tempe.Apakah Bener – bener 7 kali juara dunia karena keberuntungan…Nieto and Doohan aja acungkan jempol buat Rossi..apalai saya…Pendapat saya Rossi,Stoner pembalap hebat punya style masing2..kehebatan mereka ditunjang oleh motor masing masing terutama Stoner,sy hanya melihat sedikit keistimewaan ketika di kelas 250 tapi sgt buruk waktu di motoGP(Honda)..sedangkan kehebatan motor jg ditentukan oleh karakter sirkuitnya.
@Retorika
Oma ati2x ada yg mo adu domba nih… Wah ini yg mo niru2x RETORIKA… nulis Retorika sajah salah… hmmm coba lihat lagi di atas RETRORIKA (artinya komentar ini bukan asli dari Retorika)… di ualang – ulang lagi komentarnya menuh – menuhin database aza… aya – aya wae he110x
@LCO75
“padahal RC212V more strong than M1″
Dari hongkong????? Jelas2 tahun ini M1 diatas angin..
“Rossi always win the fight,dgn sgt mudah mengovertake Stoner di tikungan kemudian dgn mudah Stoner overtake Rossi di track lurus,Why?? cause Ducati more powerfull than Yamaha at that year”
ya eyalah… Emang nikung gak ngabisin tenaga??? Apalagi late braking en over take.. Itu menguras tenaga. namanya balap ya pkk strategi. Bukan modal dengkul. Ngapain maksain salip2an kalo bisa hemat tenaga (dan ban)..
BTW. kayaknya gak ada deh bahasa Inggri pkk “more strong”, kalo baku pkknya “stronger”. Tapi sapa tau anda guru bahasa Inggris… jadinya kebisaan pakek bahasa Inggris tidak baku. Bahasa Inggris gw kan cuma level SMA..
@lco75
tambahan,kayanya anda ndeso banget yah?hahahah
@Wyren
Saya pakai bahasa inggris jalanan Bro..Sorry saya terlalu sering bergaul dgn Tourist,Saya orang Bali rumah saya dikelilingi hotel berbintang lima..setiap hari saya pake bahasa Inggris gaul di Bali..Bali memang Ndeso International..Loe pernah Ke Bali gak Bro…gua sambut Loe dengan gaya Ndeso..
Coba check ke situs MotoGP..kencengan mana MI dgn RC212V..(lihat top speednya)
Anda boleh berkomentar hemat tenaga dan ban atau strategi boleh aja..tapi itulah realnya yg sering terjadi saat itu.
awas ada provokator !!!!!!
rame sekali yah 3 hari belakangan ini?
Untuk yang menganggap saya = Retorika adalah salah besar.
Dari awal saya ikut forum ini saya hanya mengungkapkan faktor “Keberuntungan” Rossi dan itu adalah feeling & perasaan saya. mungkin Bung Retorika membaca pendapat saya dan dia sepaham dengan saya, atau bung Retorika membaca sumber lain yang mungkin sama dengan apa yang saya baca. sehingga bung Retorika membuat sebuah aartikel seperti itu.
Tapi apapun yang mendasari Bung Retorika menulis artikel diatas ada kemungkinan tidak sejalan dengan pendapat nya pribadi. perlu diingat penulisan sebuah artikel atau buku sekalipun banyak dipengaruhi oleh faktor external dari sipenulis itu sendairi.
Negara kita adalah negara yg bebas mengeluarkan pendapat, kalo pendapat saya tidak sejalan dengan rekan semua saya tidak bisa memaksakan untuk menerima pendapat itu. (walau saya pernah menyarankan utk cari rider idola yg lain) apalagi ini hanya sebatas seorang rossi yang bukan merupakan seseorang yang berpengaruh di negara kita ini.. mungkin di negara lain???
@Retrorika
emang tahun 2006 stoner naik ducati yah? bukannya dia ditim satelitnya honda?
@wyren
rosy nyalip ditikungan bukannya balap dengan modal dengkul lho, tapi emang skil dia disitu bagus, dan dibagian itu juga dia bisa menutup kekurangan motor dia dibanding motor stoner. bagaimanapun juga ditrek lurus rosi gak bakalan menang, dan kebalikannya juga ditrek nikung gak bakalan stoner bisa nyalip rosi, yah selain paktor handling motor juga mungkin skil dia gak sampai sejauh itu.
hehe…
ada yang ngarep Rossi pindah ke Kawak?? xixixxikkkk…kasian yg gak pernah kepondium ngarep rider sehebat rossi buat ngebetot cengcorang ijo.
Gw sih lebih seneng rossi naek bajaj ato Aprilia aja kalo jadi gabung GP taun depan.
Biarin Kawak usaha sendiri!!
Umar
Hari minggu kan ada balapan Gp tuh nonton bareng yuk.!!! Gw pengen tau gaya lu ngomentarin stoner…waktu diasepin rossi nanti…
@CODOT BENCOT
balik lagi loe, kemane ajee.. hi..hi..hi…
Bron
maklum orang lapangan jarang pegang komputer, muter-muter mulu. memang seru nih blog..salute buat yg bikin. walo gak aktif tp kadang kalo pas pegang komputer pengennya browsing ke blog ini dulu. baru browsing ke yang nyerempet Bokep!!! hehe…
buat Penggemar Ninja, sorry yah rossi udah di booking taun depan ama Yamaha jadi usaha sendiri aja. Tuh jagoannya si Umar aja yg di bajak biar jadi terbukti si Umar masih idolain stoner gak kalo di urutan 10 keatas mulu….
hehe damai bro..
memang Rossi sudah belajar banyak mengenai ban dan itu sebabnya dia ngotot pake Bridgestone karena dia sudah tau performa ban tsb dan itu satu-satunya cara agar bisa bersaing dengan Stoner. itu sebabnya bbrp rekannya saat ini yg masih pake M performanya tidak sebagus dy. contoh Lorenzo yang saat ini di urutan 4 yang tidak konsisten disetiap balapan. CE yang sama sekali tidak konsisten.
sementara Stoner adalah real rider yang mempunyai kemampuan di atas Rossi. ini terbukti dari bbrp balapan Rossi bisa mendahului Stoner karena keberuntungan semata. kualitas Stoner jauh diatas Melandri yang memakai tunggangan dg spesifikasi yang sama. mmg rossi sudah juara berkali-kali tapi itu dulu tanpa adanya Stoner. jadi Rivalitas sudah sangat terbukti dan Stoner lah rider sejati.
Itulah kehebatannya Stoner. Seandainya Rossi di pindah ke Ducati pasti nasibnya sama dg Capirex,Gib, Melandri. Bukannya promosi, tetapi para Rossi mania harus mulai melirik idola baru…yah mungkin lebih baik Jorge Lorenzo atau Stoner atau mungkin Pedrosa. tapi Stoner mungkin yang paling di seharusnya lebih di favoritkan dibanding mrk semua.
@LCO75
Good good, yah, begitulah kalo liat cuma data topspeed.. Emang motoGP itu adu topspeed kayak di salt lake?? Gw sering ke bali (nginep di hotel patra, enak, deket airport, en ke pantai tinggal jalan, hehehe, tapi dibayarin ortu semua…)… Paling ntar KKL sambil liburan ke bali.. Ntar saya kabarin, sapa tau ketemu… Heheh..
@wongnjowo
Emang… Gw mbelain Stoner kok… Emangnya gw gak tau skill Rossi dimana… Yang pasti namanya balapan semuanya ditentuin tikungan. Trek lurus 1,2km (beda 20kpj lah dalam 1 detik). Iya, hebat. Tapi kalo nikung ( 10 kali misal, beda 3kpj aja, misal 1 tikungan 3 detik). Dijamin langsung jauh (coba aja itung).. Gw males… Udah bosen pegang kalkulator en ngonversi2…
@wyren
kalo gt main2 ke rmh gw bro, wekekekekekek……
@^
Hehehhe, kalo KKL (Kan Kayak Liburan) mana bisa… Ntar deh kalo ada turing Harley ke bali, sapa taw gw diajak
@Wyren
Okey good..nanti gua ajak loe ke Dream Land…good sunset dan ombak besar cocok untuk surfing. Loe ikut group HD ya..Namanya apa? Gua ada di Dewata Biker(Japan Bigbike Motorcycle). Perdebatan Rossi dgn Stoner cukup sudah,kita hanya perlu melihat Stoner 6 tahun ke depan.Sanggupkah dia melampaui Rossi?? Itu saja. Saya juga berharap ada pembalap yg lebih hebat dari Rossi.
Keep in Good Freinds.
Duh…kyknya masih ribut antara Rossi, Stoner Pedrosa, Hayden DKk…
Dah ga usah diributin, masing2x punya dan akan ada masanya berjaya…tul ga???
@anto
benul….kalo dah tua palingan juga pensiun, mikir anak bini, kekekekekek….
@anto.
setubuh banget ! sodara bukan, temen bukan, ihhhh pikirin amat…
Rossi taon depn pindah ke WSBK ! udah kaga usah banyak komen !
gawe lagi ah….
Jangan menilik prestasi rossi cuma di motogp, liat saat 125,250 mungkinkah dia cuma beruntung jadi juara,,,dari dulu sampe sekarang kelas ini selalu dihuni pembalap muda dan motor yg hampir sama rata tinggal gemana skill dan konsistensi pembalapnya, perlu di ingat pula cuma rossi pembalap muda yg mampu bersaing di kelas 500cc saat itu yg katanya paling susah dikendalikan, balik kejaman motogp,,, motor sekarang tuh semua dah full elektronik kontrol jadi para young gunner lebih mudah menguasai motor liat aja pedrosa ma stooner waktu masih di kelas 990cc sering jatuh kan.
@^
Knapa jadi begono ya… ??? (binun)
rame sekali yah 3 hari belakangan ini?
Untuk yang menganggap saya = Retrorika adalah betul sekali..
Dari awal saya ikut forum ini saya hanya mengungkapkan faktor “Keberuntungan” Rossi dan itu adalah feeling & perasaan saya. mungkin Bung Retorika membaca pendapat saya dan dia sepaham dengan saya, atau bung Retorika membaca sumber lain yang mungkin sama dengan apa yang saya baca. sehingga bung Retorika membuat sebuah aartikel seperti itu.
Tapi apapun yang mendasari Bung Retorika menulis artikel diatas ada kemungkinan tidak sejalan dengan pendapat nya pribadi. perlu diingat penulisan sebuah artikel atau buku sekalipun banyak dipengaruhi oleh faktor external dari sipenulis itu sendairi.
Negara kita adalah negara yg bebas mengeluarkan pendapat, kalo pendapat saya tidak sejalan dengan rekan semua saya tidak bisa memaksakan untuk menerima pendapat itu. (walau saya pernah menyarankan utk cari rider idola yg lain) apalagi ini hanya sebatas seorang rossi yang bukan merupakan seseorang yang berpengaruh di negara kita ini.. mungkin di negara lain???
@Retorika
Saya bukan org yg negatif thinking, sampai sekarangpun saya blm punya bukti klu Retorika=Umar Setyo. Saya mo tanya nich boleh nggak komentar fanatik seperti Om Umar Setyo???
Aku pikir menjadi org baik itu sulit dari pada menjadi org tdk baik… artinya komentar fanatik/memperkeruh suasana itu sangat mudah… aku juga bisa komentar seperti Om Umar Setyo, jgn ke hal takhnis dulu contohnya nich “semua yg pake motor Honda, Suzuki & Kawasaki adalah orang Ideot” lha pasti yg suka ke tiga merk tersebut akan protes ma aku… percaya nggak??? klu tdk protes tambahain lagi komentar yg lbh pedas…
Aku tdk habis pikir kenapa komentar Om Umar di biarkan begitu saja??? lihat saja di atas… lama -lama aku jadi agak kecewa nich…
bro sekalian,mungkin ini lebih obyektif..
http://prado2.com/valentino-rossi-inikah-akhir-keberuntunganmu.htm
Saya sarankan untuk tdk membahas komentar saya karena bagaimanapun juga Stoner masih berada di atas angin, lihat saja sekarang motornya sudah membaik dan sekali lagi buat Rossi itu hanya faktor keberuntungan saja. Seperti yg sudah saya jelaskan awal kemenangan Rossi hanya di lawan oleh senior yg sdh berumur jadi kurang tantangannya dan terbukti sekarang di lawan yg lbh muda jadi sulit melawan, sekali lagi faktor keberuntungan.
hati2 ‘retrorika’ tidak sama dengan ‘retorika’ mungkin dia mau bikin orang salah faham sama indobiker
apakah retrorika = umar setyo?? kok komennya banyak yg sama persis (sampe ke huruf2nya sama)??? apa dia cuma mau memfitnah umar setyo???
yg jelas 2-2nya memperkeruh suasana
Betul dia sekarang kategorinya sudah jadi pembalap senior bukan lagi pembalap muda, lihat saja Loris, C. Checa, Max B. dah terlalu tua di kalahkan sama yg muda – muda.
@ɔılɐq ɹıʞunɾ
).
maklumin aja mas,
lahh… yang komen disini kan ga pake password atau apapun yg bersifat personal.
tinggal nyantumin nama semau gw dah bisa komen (gentle ga ya
entah atas dasar apa,, meneketehe.
Juara kebetulan/keberuntungan yah si stooner,,,,,beruntung punya motor paling kenceng, klo pembalap skill tinggi coba dia pindah tahundepan pake motor kawasaki bisa juara dunia ga, rossi dah terbukti pindah dari honda ke yamaha yg kala itu performanya jelek banget eh ternyata bisa juara dunia 2x,,,, fakta fakta fakta…….. kembali ke laptop eh rossi hehe
@Brown
Bener Brown… ini kan blognya Retorika (bersifat pribadi) artinya Bung Retorika yg punya kendali… semua kembali ke Retorika… ya udah dech moga2x nanti lbh baik lagi … seperti Band Peterpan saja “Hari yg cerah”… na… na… na…
terimakasih untuk yang sudah MENIRU PERSIS NAMA SAYA dan sudah memposting ulang tulisan saya. dan mungkin anda bisa menjadi penerus saya untuk memberikan komentar mengenai Valentino Rossi atau Stoner. Jika memang saya dianggap terlalu fanatik dan terlalu merendahkan Rossi itu juga saya minta maaf. karena bagi saya sekali lagi itu adalah dasar fikiran saya dan tidak di buat-buat jika ada yang merasa kecewa dengan komentar seperti itu sekali lagi saya ucapkan minta maaf sebesar-besarnya.
Dan jika ada orang lain yang memiliki dasar pemiiran yang sama dg saya silahkan saja toh seharusnya tidak ada larangan untuk itu.
Dan mungkin ini adalah postingan saya yg terakhir karena terlalu banyak yang dengar komentar saya mungkin akan bertambah banyak orang yang gerah dengan saya.
Bagi saya dukungan apapun yang anda berikan pada seseorang tidak akan merubah apapun di real arena balapan karena sekali lagi hanya faktor skill yang di tunjang keberuntungan yang bisa menjadi pemenang.
Maju terus Otomotif Indonesia.
@Umar Setyo
Kenapa Om mengundurkan diri, dlm blog ini tdk ada istilah komentar terakhir. (logika bermain!!!)… teruskan saja Om komentar kefanatikannya malah jadi tambah seru lho…
Seperti Band Peterpan saja “Hari yg cerah”… na… na… na… Maju terus Dunia Otomotif Indonesia… yoo lanjut…
… kok di tunggu2x nggak komen ya…??? … ck… ck… ck…
@Umar Setyo
Ya deh saya juga minta maaf klu ada kata2x yg tdk baik/bagus terhadap anda, saya tunggu komentar2xnya lagi… yups…
@Umar Setyo
mending mlipir aja kesini :
http://prado2.com/valentino-rossi-inikah-akhir-keberuntunganmu.htm#comment-42
niscaya idem juga deh,he3x…
Saya bukan penggemar siapapun dan saya ga fanatik sama siapapun, tetapi saya hanya penggemar olah raga adu cepat.
Menurut saya Rossi adalah seorang entertainer & enginner, dia mampu mengangkat motor jeblok jadi juara dunia itu alasannya. Dan secara kebetulan selagi dia menjadi penghibur yang juara, lawannya pun tidak ada yang sebanding dengan dia baik dari segi skill, usia maupun motor. Jadi faktor keberuntungan pun menyertai dia.
Mungkin sedikit saya sesalkan kenapa Stoner, Pedrosa, Lorenzo muncul belakangan…., jika mereka muncul saat Rosi masih muda mungkin MOtoGP akan lebih seru, selain itu kenapa perangkat traction control dalam motoGP juga dijadikan satu keharusan, hal itu juga sebagai salah satu penyebab terbunuhnya skill Rossi dan berkurangnya nilai hiburan pada MotoGP.
Mungkin MotoGP kedepannya bisa seperti F1 dgn kendaraan2 yg serba perfect dan serba komputerisasi dimana skill para pembalapnya sudah dibatasi dengan keaneka ragaman perangkat pembantu….
@LCO75
Tapi di khan udah ada desmosedici versi produksi massal khan??? Untung belum masuk WSBK…
yang jelas ducati masih tetep cetan… kenceng amad… kapan ya ada motor nasional 800 cc, yang ikud balap motoGP??? Kanzen MBH 800 CC…
@AD!
Enaq aja nyama – nyamain saya sama orang lain… swt… grr… guk guk…
komen 100 cc yang pertama dan kedua tulisan saya, yang ketiga entah sapa…
Ya yang namanya padi, semakin tua semakin merunduk, bukan semakin pecicilan, itu menurut saya yang lebih baik…
Mekaten kemawon…
@ neo300400
Btw F1 bukannya perangkat traction control udeh dihilangkan…terbukti diawal kompetisi banyak pembalap yang blom terbiasa..termasuk flipe massa..slip…
kecuali kimi, karena udeh senior..dia udeh biasa balapan tanpa taction control…
harusnya tuh MotorGp dihilngin aja tuch perangkat yg bikin skil pembalap kurang keluar aslinya..
PISS
@neo300400
Rossi insinyur??? Anda Insinyur juga ya bisa ngomong kayak gitu???? Ajaibbbb….
bah masih berlanjut rupanya
. Beruntung atau tidak memang sebenarnya apa yang dipermasalahkan? kan yang penting hasil akhirnya