11
Jun
08

Alasan Menjadi Fanatik Brand (Merk) Motor

Ada anggapan bahwa seseorang yang fanatik akan sebuah merk adalah seseorang yang buta akan informasi ataupun perkembangan teknologi. Anggapan tersebut bisa saja benar, tetapi bisa saja salah. Tergantung dari situasi dan kondisi serta fungsi motor itu sendiri. Berikut beberapa alasan yang menyebabkan seseorang menjadi fanatik brand/merk dari berbagai sudut pandang.

Fanatik Karena Faktor Sugesti

Faktor ketidak tahuan menjadi penyebab seseorang menjadi fanatik seperti ini. Namun tidak juga mengesampingkan faktor dimana produk tersebut sebelumnya telah berhasi memproduksi sebuah produk yang luar biasa sempurna sehingga menjadi sebuah benchmark tersendiri. Gaung kehebatan produk tersebut ternyata sangat luas bahkan sampai membayangi produk suksesornya. Bahkan untuk kalangan konsumen awam nama besar produk tersebut menjadi sebuah nilai plus hingga dapat membuat konsumen tersebut mengesampingkan faktor lain semisal performa sebagai nilai pembanding. Produk yang memiliki penggemar fanatik dalam kategori ini tak lain adalah Honda. Namun kemampuan produsen menjaga mutu produk merupakan faktor vital tersendiri, termasuk juga menjaga nilai jual kembalinya :-D

Fanatik yang menjadi sebuah Brand Cult

Fanatik yang seperti ini merupakan fanatik yang sulit di ganggu gugat. Biasanya fanatik seperti ini menjangkiti bikers yang telah mapan, terutama secara ekonomi. Umumnya bagi bikers yang sudah berada pada tingkat fanatik seperti ini mereka tidak akan memikirkan faktor ekonomis, tetapi bagi mereka motor dari brand tersebut adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hidup mereka karena antara bikers dan motornya memiliki sebuah ikatan emosional. Biasanya brand yang telah menjadi sebuah Cult adalah berasal dari Amerika dan Eropa semisal Harley-Davidson, BMW Motorrad dan Ducati. Sebagai tambahan biasanya justru bikers seperti ini malah terbilang jarang menggunakan motor kesayangan mereka sebagai kendaraan oprasional harian, dan cenderung menggunakan kendaraan lain sebagai alat transportasi utama. Mmm Bikers apa bukan sih ;)

Fanatik Karena Warisan Turun Temurun

Biasanya, fanatik brand seperti ini hanya terjadi bila seorang bikers memiliki hubungan yang erat dengan orang tuanya. Ditambah lagi para “leluhurnya” memiliki tangan dingin dan apik dalam merawat sepeda motor kesayanganya. Tidak aneh bila menemukan motor yang sama telah berpindah sampai tiga generasi dalam kondisi sempurna. Umunya motor yang paling sering menjadi motor warisan adalah dari jenis Piaggio Vespa. Classic!

Fanatik Karena Ciri Khas Tertentu

Bila sebuah brand memiliki ciri khas tertentu semisal Performa ataupun reabilitas, maka konsumen akan memilih brand tersebut di banding brand lainya, meski brand kompetitornya menawarkan performa maupun harga yang lebih kompetitif umumnya konsumen tetap memilih brand tersebut. Disamping itu, dengan memiliki ciri khas tersebut secara tidak langsung brand motor tersebut memiliki daya getar lebih dibanding brand motor lainya. Di indonesia brand Kawasaki dan Yamaha menjadi contoh paling jelas.

Sisi Positif dan Negatif Fanatik Terhadap Suatu Brand

Apapun bila dilakukan secara teratur dan tekun pastinya akan membuahkan hasil. Sama seperti seseorang yang secara konstan menggunakan sebuah produk dari brand yang sama. Faktor pertama adalah bikers tersebut akan memahami seluk beluk motor tersebut, baik dari karakter mesin maupun cara merawat motor tersebut secara efisien dan praktis. Faktor kedua adalah kepuasan dan ikatan emosional antara bikers dan motornya. Akhirnya sebagai mana pasangan suami-istri seorang bikers dan motor dari brand tersebut menjadi sebuah kesatuan yang tidak terpisahkan. Ikatan emosional seperti ini membuat bikers tersebut akan lebih merawat motornya secara maksimal.

Bila sebuah produk tidak lagi mampu menawarkan keunggulan dibanding produk lainya, sepertinya bikers tersebut seharunya tidak lagi menggunakan motor dari brand tersebut. Apalagi bila disangkut pautkan dengan faktor ekonomis dan efisiensi. Tetapi karena tingkat kefanatikan dengan brand tersebut cukup tinggi bukan tidak mungkin walau sudah tidak kompetitif produk dari brand tersebut masih terus digunakan. Effeknya adalah disamping pemborosan dan dapat mengakibatkan menurunnya kemampuan konsumen dalam memilah dan menilai sebuah produk. Tergantung dari mana melihatnya sih ;)


101 Tanggapan ke “Alasan Menjadi Fanatik Brand (Merk) Motor”


  1. 1 nimorate Juni 11, 2008 pukul 4:20 am

    Brand suatu produk mungkin bisa jadi bahan pertimbangan PERTAMA bagi konsumen sebelum mengambil keputusan.

  2. 2 memphis Juni 11, 2008 pukul 7:52 am

    hari gini jadi “Fanatik Brand” IMHO
    kenapa harus loyal kepada satu merk??

    mana yg menawarkan harga/kwalitas terbaik saat itu ya ambil aja, kita kan konsumen gitu loh.
    konsumen adalah raja.

    belajarlah jadi konsumen yg smart :)

    sekian dulu matur suwun

  3. 3 Abon Sapi Juni 11, 2008 pukul 8:16 am

    karna emang udah suka yaaa….susah berpindah kelain body…..xixixixixixixixi…… :mrgreen:

  4. 4 íçâŀβгөẅή™ Juni 11, 2008 pukul 8:50 am

    fanatik terhadap brand awalnya karena kepuasan terhadap produk yang digunakannya, dengan kepuasan pada satu konsumen maka satu konsumen tersebut akan menularkannya kepada yang lain, karena kekonsistenan produsen tersebut memuaskan para pelanggannya dan dengan rentang waktu yang cukup panjang, maka terbentuklah brand minded, dan ini adalah kewajaran, contoh yang paling jelas ya pada H**d*, produsen ini sudah sekian lama bermain pada jenis produk yang sama, yaitu 4 tak, ditambah jaringan pendukung salesnya yang kuat, jadi memang sangat-sangat wajar konsumen di Indonesia fanatik terhadap brand ini.

    Retorika wrote: “…, biasanya justru bikers seperti ini malah terbilang jarang menggunakan motor kesayangan mereka sebagai kendaraan oprasional harian, dan cenderung menggunakan kendaraan lain sebagai alat transportasi utama”

    >alasannya … ribet, ga memungkinkan, dan sayang kalo lecet :-D

  5. 5 k0meng Juni 11, 2008 pukul 8:55 am

    Kalo liat avatar gue pasti imagenya k0meng Yamaha…….hie hie hie

    Mau ganti avatar sayang juga, karena udah minded…

    Eh jadi ngelantur…..

    Intinya Brand itu ibarat personality!!!

    Punya image
    Punya karakter
    Punya social comunication
    Punya ………………….dll

  6. 6 Yudu Juni 11, 2008 pukul 9:40 am

    gw sie gak fanatik, menurut gw rugi kalo fanatik thd satu brand aja.
    pokoknya brand yg bisa kasih bagus dan prestice kalo dibawa, gw berusaha untuk punya.
    kayak motor tiger revo gw yg baru. ^_^ (mode pamer: on) walopun orang bilang jadul, yg penting prestice coyy,. cewe2 pada nglirik kalo dilewatin ;)
    kalo gw beli v-ixion lirikan ceweknya gak sedasyat tiger broo ^_~ (karena faktor harga kali yeee :) ) sebenernya mo beli ninja 250 tapi kerna kantong tipiz tiger revo aja udah cukup kale yeee. ^_^
    lagian jaman sekarang motor bukan buat kebut2an bro, jaman sekarang fungsi motor cuma 2, yaitu:
    1. Transportasi
    2. ngeceng
    wkekeekkekekekekeeeeee 8)

  7. 7 íçâŀβгөẅή™ Juni 11, 2008 pukul 9:55 am

    @Yudu
    tambahin 7 juta lagi bisa beli Ninja RR tuh bro, tampangnya lebih keren :-)
    atau tambah dikit lagi dapet CBR, lebih cakep dan yang jelas lebih mahal :lol:

  8. 8 Ma2n Juni 11, 2008 pukul 10:26 am

    @all bro
    saat ini Saya jadi agak fanatik brand gara-gara :
    1. Dapet motor warisan ortu (sy pernah nanya tuh sama bro sekalian buat modif kaki-kaki) sampe sekarang belum kesampean…
    2. Karena temen sy juga banyak yg pake 1 merek
    3. MotoGP mempengaruhi banyak fanatik sy sama merek.(bravo Rossi)

    kenapa saya bilang agak fanatik? soalnya babe sy rencananya mau beli motor yg beda merek sm yg saya pake jadi mudah-mudahan di turunin ke sy lagi dalam 1 ato 2 tahun. jadi no problem lahganti merek lagi…

  9. 9 Yudu Juni 11, 2008 pukul 10:26 am

    @íçâŀβгөẅή™

    CBR gak gagah bro, body terlalu ramping, gak sesuai ma badan gw yg gembul. ^_^
    mo nya ninja yg 250 aja bro. tapi gak punya duitnya. tambahin dunk bro.. kekekekekeeeee 8)

  10. 10 íçâŀβгөẅή™ Juni 11, 2008 pukul 10:35 am

    @yudu
    CBR gagah kalo yang nyemplak berat badan ideal dan tinggi ga lebih dr 175 cm.
    kalo gembul emang cocok ke tigi revo.
    elo kurang berapa beli ZX-250? entar gw tambahin seribu deh :lol: he..he..he..

  11. 11 íçâŀβгөẅή™ Juni 11, 2008 pukul 10:52 am

    sekilas info:

    Ingin Diboncengi Legenda Ducati di Sirkuit Sepang?

    Untuk mengikuti seleksi, perserta diharuskan mendaftar melalui situs Marlboro X2 (http://www.marlborox2.com/) atau datang langsung ke outlet-outlet Marlboro Red Racing di beberapa Mal di 6 kota yaitu, Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Pekanbaru. Kemudian dilakukan seleksi, mulai administrasi, interview, hingga kemampuan mengemudikan motor. Selanjutnya akan dipilih 60 orang untuk mengikuti seleksi dan pelatihan mengenai praktik mengendarai motor sport Ducati yang diberikan langsung oleh instruktur Ducati Italia di sirkuit Sentul 30 Agustus mendatang. Pihak Marlboro dan Ducati Indonesia akan mendatangkan langsung 14 unit Ducati Hypermortard 1000 cc, 14 unit Ducati Monster 696, dan 3 Ducati Superbike 1098 dua tempat duduk. Setelah itu dipilih lima orang terbaik yang berhak berangkat ke Sepang Malaysia.

    Di Sepang, mereka akan mendapat kesempatan bertemu langsung dengan pembalap Ducati, Casey Stoner dan Marco Melandri di Paddock Ducati di sirkuit Sepang bersamaan dengan gelaran seri Moto GP Oktober mendatang. Yang paling berkesan, peserta berkesempatan duduk di bangku penumpang, menjajal Ducati Moto X2 yang dimodifikasi khusus sehingga aman digunakan untuk berboncengan. Di sini Randy Mamola akan memboncengi satu per satu peserta dan mengocok perut mengitari 2 putaran sirkuit. Pada trek lurus, Moto X2 dapat melaju hingga kecepatan 300 km/jam.

    sumber: autos.okezone.com

    ayo pada daftar… kapan lagi !

  12. 12 Yudu Juni 11, 2008 pukul 11:00 am

    @íçâŀβгөẅή™

    Bener nie bro?????
    gak papa di tambahin seribu, tapi duit seribunya sebanyak 50000 lembar yaaa. wkekekekeeeee.
    mau,.. mauuu,….

  13. 13 Abon Sapi Juni 11, 2008 pukul 11:20 am

    CBR mah terlalu kerempeng….kali2 AHM mau masukin, tapi didesain ulang, entah full fairing, half fairing, atau naked. tapi…..ntar dibilang gonta ganti baju lagi???????? :lol:

  14. 14 íçâŀβгөẅή™ Juni 11, 2008 pukul 11:23 am

    @Abon Sapi
    kalo ganti baju gede nanti dibilang bajunya kegedean lage, ga sesuai lah, ato karena udah ga laku lagi di Thailand makanya dijual disini
    he…he…he… ada ada aja ;-)

  15. 15 guspur Juni 11, 2008 pukul 11:23 am

    @Abon
    …plus mesinnya jadul!!! :P

  16. 16 íçâŀβгөẅή™ Juni 11, 2008 pukul 11:28 am

    @Yudu
    itu bukannya nambahin tapi namanya beliin.
    ya udh d gw kasih, tapi setelah itu beliin gw CBR 600… gimana? rugi-rugi dah ;-)

  17. 17 Yudu Juni 11, 2008 pukul 11:28 am

    FYI, Buat yg sering naik busway.

    Busway Akan Beroperasi Hingga Tengah Malam

    Setelah KRL (Kereta Rangkaian Listrik) eksekutif malam resmi dioperasikan beberapa hari yang lalu, Pemprov DKI berencana mengoperasikan Bus Trans Jakarta hingga tengah malam. Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo dan tim sedang menindak lanjuti usulan tersebut. Hal yang akan menjadi pertimbangan utama untuk pengoperasian Bus Trans Jakarta hingga tengah malam tersebut adalah frekuensi dan volume armada yang akan dioperasikan pada malam hari, yang harus disesuaikan dengan kebutuhan yang diminta masyarakat. Pihak Operator sendiri tidak keberatan dengan usulan tersebut, karena Bus di bayar berdasarkan kilometer.

  18. 18 BJUBAH HITAM Juni 11, 2008 pukul 11:35 am

    Kalau ama brand fanatik …..karena belum pernah mencoba yg lain…tp kalau sudah coba yg lain baru dech berpikir….

  19. 19 Abon Sapi Juni 11, 2008 pukul 11:44 am

    @BH
    gw tadinya fanatik ama VR1000RR gw….kebetulan pas itu nyobain Ninja 250….langsung deh, fanatik gw ilang. tapi begitu liat2 isi dompet….langsung gw jadi fanatik lagi :mrgreen:

  20. 20 BJUBAH HITAM Juni 11, 2008 pukul 11:47 am

    wakakaka…kalau isi dompet mah kaga bisa Bohong ……gara-gara isi dompet orang bisa fanatik dan bisa tdk….wakakakakak

  21. 21 Yudu Juni 11, 2008 pukul 11:48 am

    @íçâŀβгөẅή™

    CBR 600?
    iya tuh temen gw orang yamaha ada yg punya juga motor CB, tapi udah di modif ma dia. karena yg modif orang yamaha, namanya dia ganti jadi CB-R. truz katanya modifikasinya cuma ngabisin duit 600rb,
    jadi deh CB-R 600.
    nti gw tanyain ma doi, motornya dijual gak. kalo di jual gw bayarin deh buat loww,…

    wuakakakakakakakaakakakakaaaaa

  22. 22 guspur Juni 11, 2008 pukul 12:04 pm

    @yudu
    Buat gua aja!… serius… gua mau nampung… gua emg lg nyari CB… harga penerima BLT tapi nyak? :P

  23. 23 Yudu Juni 11, 2008 pukul 12:38 pm

    @guspur

    Wis tuo, ojo numpak motor. sing puenak ki yo pancen di tumpak i karo bojo.
    *halahhhh,.. nglantur!

  24. 24 guspur Juni 11, 2008 pukul 1:40 pm

    @yudu
    Kalo buat yg satu itu gua fanatik berat!!!… senggol bacok!!!… :D

    sniff… sniff…

  25. 25 Abon Sapi Juni 11, 2008 pukul 1:54 pm

    halah, senggol sithik, kan banyak tukang spet….dempul sana, poles sini, lansung tembak semprot, hehehe :-D

  26. 26 Aries Juni 11, 2008 pukul 2:15 pm

    Ada Uang Ada Barang,
    Harga Pantas Berkualitas Tancap Gas,
    harga motor di tanah air ini sangat variatif, ngga usah maniak brand tertentu lah. di pilih…di pilih…di pilih….

  27. 27 Wong Biasa Juni 11, 2008 pukul 2:23 pm

    Dengan modal seperti itu (image honda) seharusnya AHM berani produksi motor sport full fairing dengan CC lumayan gede. silahkan lah ambil basis mesin cbr 150 ato apa terserah nyang lebih gede sekalian juga boleh. desain robah lah biar tambah gagah.. Tapi pertanyaannya kenapa ga mau?? Kenapa mereka ga melihat klo CBR yang CBU dengan harga mahal gitu aja laku.. apalagi klo AHM bisa produksi dengan harga lebih murah???? Silahkan mas-mas AHM dijawab,..why? gw yakin ada alasannya. Plis jangan komen klo takut ntar dibilang mesin jadul or ganti chasing. Coz, gw yakin klo CKD bakalan lebih murah ato CBU tapi AHM yang import kan lebih meyakinkan layanan after salesnya, sukur2 bisa neken harga.

    Gw jadi inget adek gw mo beli motor, terus bokap gw ngasih saran beli CBR aja, eh dia malah milih Ninja RR. Ya sukurlah, lebih worth the price kali menurut dia.

  28. 28 Yudu Juni 11, 2008 pukul 2:57 pm

    @Wong Biasa

    kalo “menurut gw” strategi market AHM lebih mementingkan motor yg worth it buat mereka (AHM) dari sisi daya beli masyarakat indonesia. mending bikin motor biasa tapi laku keras daripada bikin motor “keren+mahal” tapi gak laku

    Selain itu AHM juga menghindari berkompetisi dg produknya sendiri (lagian siapa jg yg mau compeet ma produk sendiri)

    sekarang jika CBR di produksi masal di Indonesia oleh AHM, otomatis dia akan bersaing dg Megapro & Tiger karena segmen pasarnya yg hampir sama.

    anggap kita adalah produsen
    teori aja nie kalo jualan 1000 unit dg 1 varian (otomatis biaya produksi sama) maka keuntungan yg didapat akan lebih banyak dari pada jualan 1000 unit dg 10 varian (biaya produksi akan bervariasi).
    itu kalo kita berada di sisi produsen

    kalo kita ada di sisi konsumen ya pengennya semua motor keren di keluarin. ^_^

    yahh, berdoa aja AHM bakal keluarin motor2 keren dg harga terjangkau

  29. 29 boogieHD Juni 11, 2008 pukul 2:59 pm

    @wong biasa

    gini bro, di ngara ini masi ada regulasi pembatasan cc utk motor yg CKD, yaitu 250 cc. di atas itu, harus import. so utk skrg GA MUNGKIN buat ngerakit motor di sini dgn cc > 250.

    klo regulasi itu dicabut / diubah lain lagi ceritanya, minimal di jalanan uda seliweran Bandit 400 ato CBF 400. lha wong cc 400 aja dibilang moge, cm beda 150 cc dibanding Thunder 250 cc, gmn yg 600 ampe 1000 cc? cb nanya retorika, gmn prosedur impor motor CBU (ada postingannya di blog ini, ttg Ducati 848 putih pertama yg masuk Indo), sama biayanya, bikin lemes bro.

    itulah masalah krusialnya, shg byk orang yg akhirnya nyelundupin motor dari Singapore. napa? harga g terlalu mahal (bodong, kaga ada pajak), barang standar internasional.

    klo uda ada Suzy GSX 1000R CKD, harganya MUNGKIN bisa di bwh 150 juta, so lebih terjangkau walopun masih mahal. reasonable price lah.

    jgn mimpi ada moge CKD klo regulasinya blon dicabut.

    peace

  30. 30 Wong Biasa Juni 11, 2008 pukul 3:32 pm

    @ Yudu
    Okelah alasan ente bisa gw terima,. Gw juga setuju klo produsan ga mau saingan frontal dengan produknya sendiri. tapi klo kita perhatiin produk honda tu juga lumayan banyak terus antar produknya selisih harganya juga bekisar 1-1,5 juta.. misal Fit-X vs Revo (jelas2 sama2 bebek 100 cc tentu dengan banyak perbedaan), terus mega pro CW vs tiger. di bikin gitu ajalah. CBR 150 misal 25-26 juta. Menurut gw sih laku. lagian kan beda type tiger (yang demen steet fighter ato seneng touring bisa milih ini) ama CBR (lebih ke sport murni). Ini sih pendapat gw aja.. kali aja mereka mau denger. iye ga bro.. :D

    @ boogieHD
    yaudah bikin aja yang mentok 250 cc. gitu aja kok repot. sniff.. sniff.. (ketularan guspur) Gw malahan setuju klo motor CBU diatas 250 tetep dikenai PPnBM, dah seharusnya lah bro.

  31. 31 Yudu Juni 11, 2008 pukul 4:16 pm

    @Wong Biasa

    Yahh,.. mudah2an tu CBR dikeluarin asal bukan CB-R600 punya temen gw.. kekekekekeee
    berdoa aja bro.

    *tapi kayaknya AHM bakal keluarin tuh motor, kita tunggu aja.

  32. 32 Abon Sapi Juni 11, 2008 pukul 4:49 pm

    @Yudu
    wah…..info daleman patut ditunggu niy :-D

  33. 33 íçâŀβгөẅή™ Juni 11, 2008 pukul 5:17 pm

    Bajaj XCD 125 udah di lauching ya bro kemaren malem? info yg gw dpt harganya 13,5jt OTR.

    tambah satu lagi nih pilihan.
    yang brand minded kayaknya ga akan lirik nih motor, kalo pun dilirik paling cuma pengen cari-cari kejelekannya.
    he…he…he…;-)

  34. 34 cyberoader Juni 11, 2008 pukul 9:52 pm

    Kayaknya kalo udah mencoba berbagai motor, rasa fanatik kita berkurang deh (ga tau jg kalo ada yg masi suka ngotot :D), soalnya buat apa punya motor kenceng jika keadaan lalu lintas tdk memungkinkan. Kecuali buat mereka yg tinggal di daerah, dimana lalu lintasnya lebih lengang (drpd jkt, atau kota besar lainnya).

  35. 35 jammers Juni 12, 2008 pukul 1:54 am

    inget pepatah Michael Ballack,’barang bgs psti mahal,barang mahal blm tentu bgs’..jd klo mnurut ane,fanatik itu perlu,tp hrs te2p rasional..nyambung kagak yak?cuek we lah,weuheu:)..klo pepatah ane siy,’barang mahal susah kebeli’XP

  36. 36 tozzymodif Juni 12, 2008 pukul 3:34 am

    Fanatik krn puas thd suatu brand … wajar.

    fanatik krn brand (walau produk gampang rusak) … ini yg aneh buat gw.

    Tp ada juga lho orang2 yg kayak deskripsi nomor 2 di atas. Motor blom setahun udah bolak-balik masuk bengkel, tetep aja ngerasa itu yg paling bagus ;).
    Pejah gesang nderek, ceritanya …. hehehehehe.

    Untung gw bukan termasuk yg begitu. Buat gw, mau merek apapun, kalo emang bagus dan enak, layak dan pantas dimiliki (itupun klo budget-nya mencukupi … :D)

  37. 37 Taufik Juni 12, 2008 pukul 7:03 am

    ^^ Betul kata bang Ferry Hardono diatas ;)
    Gw mungkin salah satu contohnya, awalnya pilih honda kerena banyak nemu di jalanan.
    Tapi akhirnya Kepincut Yamaha …trus terakhir milih kawasaki … yaaa githu deeeh
    Tapi hikmahya…jadi lebih tau banyak…karena mo-nggak mau musti banyak belajar

    pokoknya gw akan selalu fanatik sama produk bagus ..produck oriented-bukan merk oriented …. ;)
    tepi tetep aja thresholdnya Budget :-(

  38. 38 Abon Sapi Juni 12, 2008 pukul 7:50 am

    “tepi tetep aja thresholdnya Budget ”
    budget yg mencukupi untuk kualitas terbaik :-D

  39. 39 wyren Juni 12, 2008 pukul 8:52 am

    Wah.. Kok banyak yang nyambungin fanatik ke CBR?? Emang sih.. gw fanatik varian CBR. Walaupun CBR nya bodong en ancur2an (aki soak, bodi gak ada, sein ilang, oli ada yang mbeler….). Hehhe, peace ah bro… Lagi narsis nih :-D

    Ntar untuk turing ma istri harus punya GL….. GoLd-Wing. Wekekke…

  40. 40 ucupss Juni 12, 2008 pukul 10:20 am

    Kadangkala fanatik merek kan lahir dari justifikasi tidak bisa ganti merek. makanya timbul kekecewaan yang berujung pendiskreditan..

  41. 41 BJUBAH HITAM Juni 12, 2008 pukul 11:07 am

    Gua akan fanatik brand SUZUKI jika B-KING dijual ke GUA seharga SMASH ..gua akan fanatik HONDA jika GOLDWINGS dijual seharga supra fit gua akan fanatik …..akan..fanatikk..akan..fanatik…( duhh keyboardnya rusak nih…….)

  42. 42 k4sev Juni 12, 2008 pukul 11:08 am

    kalo menurut sy sih fanatik itu perlu biar blog ini rame hehehe…. (just kidding) :lol:

  43. 43 guspur Juni 12, 2008 pukul 11:09 am

    @BH
    Ada Suzuki C-KING seharga Smash mau??…
    :P

  44. 44 Abon Sapi Juni 12, 2008 pukul 11:36 am

    lha smash emang ceking je….

  45. 45 b4t4m_h4ck3r Juni 12, 2008 pukul 11:45 am

    Numpang lewat aja….
    Mo nyapa GusPur…
    !
    !
    !
    !
    !

  46. 46 AD! Juni 12, 2008 pukul 11:51 am

    Betul… setuju…

    Semua kembali ke bikers masing2x…

    Contohnya Honda terkenal dg iritnya ya kan? padahal di koran motor ada yg motor hondanya di modif mesinnya (bore up) lha ini kan efek negatifnya motor itu jadi boros… dll, juga di jalan sehari - hari ada tuh yg di bore up mesinnya dan bukan dari satu merk saja… (tdk semua bikers dan ini kenyataan sampai sekarang)

    Intinya dari kalangan tertentu bikers Honda sendiripun ada yg ingin motornya tdk irit… malah dg bangga mejeng di koran motor dan menampilkan spesifikasi agar motor hondanya lebih kenceng… (aku sih mikir katanya motor irit)
    Dan kasus ini juga ada dg merk lainnya…

    Juga yg suka kebut - kebutan di jalan bukan dari satu merk saja… juga yg suka trek2xan… ini kenyataan…
    Jangan kan Honda yg terkenal irit… Yamaha & Suzuki yg suka perang balap di ajang road race seperti moto prix & indo prix klu di jalan yg sopan juga banyak tuch…

    Nah silahkan simpulkan… Semua kembali ke bikers nya masing2x… maaf koreksi jika ada kata2x yg salah… 2 whells 4ever & love bandung 4ever.

  47. 47 guspur Juni 12, 2008 pukul 11:52 am

    @^
    Silahkan Mas… ati2 di jalan… :P

  48. 48 guspur Juni 12, 2008 pukul 11:53 am

    ^^@batam hacker

  49. 49 guspur Juni 12, 2008 pukul 11:54 am

    @AD!
    Jadi kesimpulanna naon Kang?

    :-?

  50. 50 gusdur Juni 12, 2008 pukul 12:27 pm

    suka suka yuyu aja deh mau komentar apa dari pada diem aja motor ga punya……..nya nya nya……

  51. 51 Ha Ge Juni 12, 2008 pukul 2:50 pm

    eh sodara yah pur sama dur……

  52. 52 guspur Juni 12, 2008 pukul 3:07 pm

    @^
    Nggak… dia mungkin salah satu penggemar… mhuahahahahhahahaaaa… :))

  53. 53 AD! Juni 12, 2008 pukul 3:09 pm

    @guspur
    Gini gus aku perjelas lagi…

    Aku hanya komentarin “Alasan Menjadi Fanatik Brand (Merk) Motor dari RETORIKA” aku tdk membahas komentar2x yg ada di atas… dan aku menyimpulkan setuju…

    Terus kenapa arah komentarku ke merk Honda?
    Begini dari aku kecil dulu kalau ada yg ngomongin motor bebek pasti yg diomongin motor Honda irit, kuat nanjak, mesin makin panas makin stabil… dll dan menjelek -jelekan merk lain (Yamaha, Suzuki & Kawasaki) ini kenyataan hidup saya bahkan nenek moyangku penggemar Honda, secara tdk langsung moyangku dan orang2x sekitarku waktu itu fanatik abiz dg merk honda, persis seperti yg di bahas RETORIKA di atas.

    Aku sich wkt itu nggak ngerti ikut saja kata moyangku… tapi setelah bertambah dewasa dan bertambahnya wawasan tentang motor… ahh semua motor sama saja tergantung kebutuhan juga niat bikersnya…

    Dari bikers yg baik, sopan santun sampai yg urak -urakan, kebut - kebutan, geng motor…dll di jalan raya ada dan tdk tertuju pd satu merk saja… Anda ingat di berita TV tentang geng motor di Bandung… Apakah motor mereka pakai satu merk saja? nggak tuch, saya org Bandung dan saya tahu motornya tidak satu merk…

    Saya fanatik dg Yamaha tapi tdk fanatik berlebihan. Sama iklan Yamaha itu juga nggak ngaruh sama saya, saya cuma ketawa lihat komeng bawa motor sampai bajunya sobek2x sampai2x jembatan hancur… ah biarin aza itu kan hanya iklan, pd kenyataannya nggak gitu kok…

    Semua kembali ke jiwa bikersnya masing2x, Fanatik boleh asal jangan berlebihan karena semua motor sama punya kelebihan dan kekurangan… ngerti ora gus, sekarang bisa menyimpulkan sendiri kan? … maaf koreksi jika ada kata2x yg salah… 2 whells 4ever & love bandung 4ever.

  54. 54 guspur Juni 12, 2008 pukul 3:41 pm

    @^
    Teu terang kang… atu da seueur teuing penjelasana… tiasa dijadikeun sakalimat teu?… heuheuheu… :D

    punten ieuh…

    sniff… sniff…

  55. 55 AD! Juni 12, 2008 pukul 4:03 pm

    @guspur

    Ah tergantung gus…

    Kadang panjang kadang pendek apalagi kalau lihat wanita cantik… pinginnya panjang, panjang, panjang… et dilarang VIKTOR… :)

  56. 56 jammers Juni 12, 2008 pukul 5:05 pm

    ah,ane mah emang fanatik..fantat dempak ti leuleutik XP..knp jd nyambungny k geng mtor eui?

  57. 57 supra mania Juni 12, 2008 pukul 5:08 pm

    yah…knapa ya q bisa fanatic ma supra…wkekkeek

  58. 58 DragStarAce Juni 13, 2008 pukul 8:37 am

    @ all
    knp y, disaat kita ngebahas fanatisme thdp brand tertentu gini, seseorang (yg biasa menuai badai kontroversi) yg gw hrpkn muncul justru ga nongol2?

    seorang pendekar (pujaan para salesman) yg mati2an membela sebuah brand demi menjaga ‘kesakralan’ brand tsb….

    pendekar tsb terkenal dgn nickname….
    you know laaahhh….
    hwakakakakakak….

    *lari tunggang langgang
    *kocar kacir
    *kesandung batu
    *nyemplung sumur

  59. 59 DragStarAce Juni 13, 2008 pukul 8:53 am

    *ehm.. ehm..
    (serius mode : ON)

    klo gw pribadi, ga tw knp, fanatik bgt ma satu motor (mungkin lebih pas disebut varian drpd brand, meskipun masih mengusung nama sebuah brand besar) : NSR 150 SP

    hehehe… cuma masuk kategori lightsport sih, dan pada beberapa moment emang prnh ditinggal Ninja 150 RR… tapi meskipun tmn2 gw ngompor2in spy beralih ke Ninja, dgn konsisten gw ttp jwb “maaf, ga deh…”

    klo dari kategorisasi menurut bro Retorika, gw rasa gw paling cocok masuk kategori historikal, soalnya motor ini awalnya NSR 150 R warisan abang yg kemudian diolah melalui proses dagang yg disebut ‘tukar-tambah’… hehe…

    tp selain itu, ada jg faktor sugestinya… kejayan NSR 500 ditangan Michael Doohan… semua orang tau sejarahnya…

    -salam peace-

  60. 60 AD! Juni 13, 2008 pukul 8:54 am

    @jammers
    Aduh ternyata sensitif ya klu membahas geng motor… saya mohon maaf klu ada pihak2x yg tersinggung atau merasa di rugikan…

    Saya hanya membahas “Alasan Menjadi Fanatik Brand (Merk) Motor dari RETORIKA” dan komentarku di atas ada kata2x geng motor… ya itu nyambung sebab mereka pakai motor dan motor mereka tdk fanatik dg satu merk…

    Punteun a Positif Thinking nya… lamun aa Negatif Thinking ieu ujung2xna tiasa ribut… punteun yeuh…

    Sekali lagi mohon maaf… mohon koreksi lagi klu ada kata2x yg salah… 2 wheels 4ever & love Bandung 4ever.

  61. 61 DragStarAce Juni 13, 2008 pukul 10:02 am

    mahap, om Retorika…
    mw nebeng test avatar y…

    matur sembah nuwun…
    xixixixixixi…..

  62. 62 dragstarboyz Juni 13, 2008 pukul 10:06 am

    aduh, ternyata diriku salah…
    skali lg maafkanlah… karna aku…
    post comment lagi….

  63. 63 AD! Juni 13, 2008 pukul 10:11 am

    @DragStarAce

    Oke aza anda fanatik dg NSR 150 SP, saya juga sempet suka waktu Valentino Rossi di Team Nastro Azzuro (Honda NSR500)…

    Tapi saya pribadi sih tetep menilai sekali 2 tak tetep 2 tak… NSR 150 SP untuk body saya acungi jempol tapi untuk mesin jempol saya terbalik ke bwh…

    Baca komentar saya di “Lawan Pertama Ninja 250R … Yamaha YZF 250R atau GSX 250 ?” oleh RETORIKA Mei 30, 2008…
    Kalau saya menerangkan disini jadi kepanjangan nanti guspur sewot lagi… :)

    Buat bikers lainnya tolong koreksi saya kalau memang motor 4 tak asap knlpotnya lebih berpolusi dari 2 tak…

    Saya mohon masukannya… maaf klu ada kata2x yg salah… 2 wheels 4ever & love Bandung 4ever.

  64. 64 Yudu Juni 13, 2008 pukul 10:14 am

    @DragStarAce

    orang nya lagi main di tetangga bang! ^_^

  65. 65 dramholic Juni 13, 2008 pukul 11:08 am

    @AD!
    secara regulasi euro 2 motor 4 tak dalam kondisi standar saja kadar emisinya sudah lulus euro 2.terlebih lagi sekarang ada teknologi PAIR dari Suzuki, AIS dari Honda yang menekan kadar polutan..
    mungkin saya sama dengan ente,suka body NSR tapi untuk mesin gak deh..
    CBR mesin suka,bodi kekecilan..
    Ninja mesin suka,bodi suka,harga kemahalan…
    Smash mesin-bodi fifty fifty,pake itu aja deh..

  66. 66 guspur Juni 13, 2008 pukul 11:19 am

    @^
    Kl Smash TROMOL jadi sixty-forty donx?… atau malah seventy-thirty???… heuheuheu… :D

  67. 67 jammers Juni 13, 2008 pukul 11:21 am

    @AD!..santei we kang..cuman,kykny dah ga musim lagi deh geng motor..geus ka laut,heu2..ngomongin fanatisme,RX-king bnyk yg fanatik tuh,kalangan rampok a.k.a bangsat a.k.a robber,weuheuXP..bcanda deng

  68. 68 AD! Juni 13, 2008 pukul 11:25 am

    @dramholic

    Ha110x… Oke dech setuju… terima kasih masukannya… :) oke lanjut…

  69. 69 jammers Juni 13, 2008 pukul 11:27 am

    @AD!..pokonamah,HIDUP PERSIB we lah,heu2 :) -yoskimaskim-

  70. 70 sbp Juni 13, 2008 pukul 11:50 am

    yah gpp klo brandMinded, asal masih realistis aja

    bwt yg punya Shogun125/NewShogun125,gabung ke sini yak…

    http://www.sml125.co.cc/index.php?referredby=39

  71. 71 dragstarboyz Juni 13, 2008 pukul 1:49 pm

    @ AD!
    Tapi saya pribadi sih tetep menilai sekali 2 tak tetep 2 tak… NSR 150 SP untuk body saya acungi jempol tapi untuk mesin jempol saya terbalik ke bwh…

    y tergantung jempolnya..eh, mksdnya mandangnya dr segi apa dulu…
    klo dari polutannya, y saya akui mtr 2-tak memang sedikit ‘nakal’. tp klo ngomongin power, hehe… yg prnh jajal NSR/Ninja pasti tw rasanya…

    lgpula, mnurut saya agak kurang pas klo mengidentikkan penggemar 2-tak sbg org yg ‘ga sayang bumi’. trus mesin2 diesel yg asapnya item2 ky tinta cumi, apa kabar?
    dan apa ada yg berani jamin bhw tiap org yg bawa mtr 4-tak itu pecinta lingkungan? apa mereka sama sekali ga menghasilkan pencemaran/polusi dlm keseharian mereka? blm tentu kan? saya jg yakin, sebagian besar org milih 4-tak karena alasan irit, dan bukan karena ramah lingkungan..

    dan bukan pula berarti mtr2 2-tak ga ‘berusaha’ utk mengurangi polusi yg mereka timbulkan. misal NSR 150 SP punya yg namanya HECS (Honda Evolutional Catalyzing System). fitur ini memungkinkan NSR 150 SP mengurangi dampak polusi thdp lingkungannya.. satu itikad baik, bukan?

    dan sebagai tambahan agar tidak terlalu OOT, saya bukan fanatikan 4-tak, bukan pula hooligan 2-tak.. saya hanya penggemar seri NSR beserta legendanya, lebih spesifik lg NSR 150 SP (yg kebetulan berbasis mesin 2-tak).

    sekian kiranya yg dpt saya sampaikan. mohon maaf yg sebesar2nya jika sedikit OOT.
    apabila terdapat kata2 yg kurang berkenan, mohon dimaafkan..

    SALUTE for PEACE!!!

  72. 72 guspur Juni 13, 2008 pukul 1:56 pm

    Iya nih ah!!!… 2 tak bikin polusi aja!!!… bikin polusi udara dan suara!!!…
    Sini semua… yg punya F1ZR taon 2000an… jual motornya ke gua!!!… buruan!!!… butuh nih… heuheuheu… :D

    tengterngtengteng….nghuuuuuuuuuuukkk!!!
    yeagh baby!!!…yeagh!!! >:D

  73. 73 dragstarboyz Juni 13, 2008 pukul 1:58 pm

    @ yudu

    tetangga yg mana? mbak pretty? waduuuh, pak RT ini ada2 aja… digulat ama bu RT baru tw rasa…
    (RT = ReTorika)
    hwakakkakak….

    *kabur ala mang dadang

  74. 74 AD! Juni 13, 2008 pukul 3:08 pm

    @dragstarboyz
    Ya dech silahkan… pemerintah aza masih mengizinkan kok motor 2 tak ada, satu yg pasti masyarakat akan menilai…

    Jangan bicara mesin diesel, mobil atau Bus terlalu jauh, kita lagi bicara mengenai motor 4 tak dan 2 tak dalam kasus ini, saya sedikit ke arah Global Warming karena penyumbangnya salah satunya dari kita pengguna motor selain Bus, Mobil, Pabrik dll… tapi saya menilai penyumbang terbesar dari motor adalah yg mesinnya 2 tak…

    Anda bilang NSR 150 SP menggunakan HECS (Honda Evolutional Catalyzing System)… oke saya setuju… tingkatkan lagi klu perlu… semakin tdk berpolusi semakin ramah lingkungan dan efeknya semakin banyak motor 2 tak di jalan raya ya nggak… nanti juga saya akan beralih ke 2 tak… (pingin motor kenceng+murah=2 tak solusinya… kapan ya motor 2 tak ramah lingkungan??? motogp aza kelas 125 dan 250 akan di ganti 4 tak)…

    Oke saya tdk menghalangi anda kan… 2 wheels 4ever & love Bandung 4ever.

  75. 75 babad150f Juni 13, 2008 pukul 3:16 pm

    honda bagus di sockbreker,suzuki kuat di part,yamaha enteng di putaran rendah,kawasaki dan lain2nya belum pernah ngrasain,ya kira2 bgitoo

  76. 76 Abon Sapi Juni 13, 2008 pukul 3:18 pm

    @guspur
    alaaahhhh…..padune meh dimodip we…….

  77. 77 guspur Juni 13, 2008 pukul 3:24 pm

    @Abon
    Sssssssssssttttt…!!! ben didol murah!… gko taktampanane… :P

    @AD!
    Di Bandung pan?… barudak TS hampir semuanya Pecinta Alam siah… adventure… menikmati alam… Saya… pemake 4tak… tapi Pecinta Arak… hayyah!… hahahahahaha…
    Gak deng… bukan Pecinta Alam… tapi Pecinta Vety Vera… hayyah! lagi… heuheuheu… :D

    sniff… sniff…

  78. 78 Abon Sapi Juni 13, 2008 pukul 3:38 pm

    “Saya… pemake 4tak… tapi Pecinta Arak”
    nek tak gawakno le literan gelem ra?

    ora gawe TS modipan ae Gus?

  79. 79 AD! Juni 13, 2008 pukul 3:57 pm

    @guspur
    Kade ah nyrios teh tong kitu… antep keun we barudak TS mah mencintai alam… da abdi ge cinta alam sareng cinta awewe… :)

    Tapi nu suarana hi5x, acukna bodas, rambutna panjang, bolong tukangna abdi mah alim, mangga we kanggo guspur… :)

  80. 80 BJUBAH HITAM Juni 13, 2008 pukul 4:00 pm

    Bon arak …iku kanggo ngurut …arep ngurut opo sampeyan …Knalpot ben iso panjang….

  81. 81 dramholic Juni 13, 2008 pukul 4:44 pm

    @AD!
    tapi bukan berarti aku gak suka sama sekali dengan 2 tak,vespaku memiliki kenangan tersendiri..

  82. 82 guspur Juni 13, 2008 pukul 4:51 pm

    @Abon
    TS modifan kedhuwuren Bon… prefer F1Z pake shock dpn YZ… (nek enek duite :P)

    Btw, guyon Bon… gak doyan arak… opo meneh arak Mbekonang… beuuuuuu… ampuuuunnn!!! :P

  83. 83 Ian Juni 13, 2008 pukul 7:10 pm

    Gw emang fanatik merk, tp tidak fanatik buta. Kalo merk yg gw suka punya produk kurang greget ya gw kritik. Yang jelas gw penggemar produk bagus yang ngertiin konsumen.

  84. 84 lafadl Juni 13, 2008 pukul 10:29 pm

    nice blog…

  85. 85 Ngintip Juni 14, 2008 pukul 9:57 am

    @ dragstarboys
    Stju bro,2 stroke never died (moga2)
    Salam ngacirrr
    Trengtengtengteng….ngeeeeeeng….ckiiiiit
    *balik lg k rmh,lupa bw STNK :)

  86. 86 OeMan Juni 14, 2008 pukul 1:53 pm

    gua sebenarnya mo fanatik sama produk lokal,kanzen…harga murah tapi spare part nya susah cari.

    terus mo fanatik lagi sama produk lokal lain,HAPPY MOTOR…harganya murah,tapi dealernya aja gak ada di kota saya.

    mo fanatik sama mocin…..udah hancur lebur duluan sebelum gua fanatik sama mocin..

    mo fanatik sama kawasaki,terutama sama ninja 250R….tapi harganya amit2.

    Mo fanatik sama suzuki….produknya gak ada yg bikin gua naksir…

    terus ama YAMAHA,saingannya HONDA dalam penjualan….naksirnya ama V-ixion…..tapi indent gila,,,sementara gua paling males nunggu.

    sekaran Bajaj namanya lagi naek daun…..keluaran bajaj memang bikin gua tertarik…tapi dealernya gak ada di kota sayah….! wk wk wk

    JADI TETEP AJE JATOH KE HONDA…secara turun temurun makenya HONDA…! Dan gak terlalu repot mikirin masalah after sales dll wk wk wk

  87. 87 dragstarboyz Juni 14, 2008 pukul 4:01 pm

    ky yg udah saya bilang, saya bukan fanatikan 4-tak, bukan jg hooligan 2-tak…

    di klub sendiri, malah semuanya campur jd 1, mulai dr Honda LS 125, NSR 150, Ninja 150, CBR 150, FXR 150, sampe Kawasaki Ninja ZX 250 R.. sayangnya, Ninja 250nya belum ada yg bawa…
    hwakakakak…

    nah, saya hanya salah 1 dari sekian bnyk pengguna 2-tak….

    teng…trengtengtengteng… klontang…
    *dilempar kaleng ama tetangga sebelah krn berisik

  88. 88 ppp Juni 14, 2008 pukul 6:27 pm

    untungnya dirumah ada beberapa motor dengan merk berbeda…
    tapi kebanyakan bebek…
    jadi gak fanatik ke satu merk dech…
    kalo menurut saya semua motor2 punya ciri khas masing2…
    pengalaman saya mencoba berbagai merk tsb ditinjau dari performanya sbb…
    yamaha=tarikan enteng tapi rpm atas ngos2an…
    suzuki=tenaga ngisi terus terutama rpm menengah tapi rangka kayaknya kurang stabil untuk bermanuver extreme…
    kawasaki=stabil buat jalan jauh,rpm atas gak ada matinya cuman tarikan berat…
    honda=irit tarikan lumayan tapi top speed paling bontot…

  89. 89 b6417kmc Juni 14, 2008 pukul 7:45 pm

    Gus, nte nyari F1Zr? Ane punya tuh, taun ‘03. Tapi gw minta tolong lu modip aja, karena kgak bakal gw jual tuh motor :D

    -orang fanatik F1ZR-

  90. 90 guspur Juni 14, 2008 pukul 10:40 pm

    @b6417kmc
    Yaelah ente sob… ngemodif FIZR orang cuma bikin gw menangis sedih… hikshiks…
    Jual aja lah ke gua… mtar kl dah gua modif gua kirimin fotonya deh buat wallpaper kl ente kangen… hehehehehe…
    Hhhhhh…(*sigh)… Kangen ama F1Z telor asin gua… terkutuklah maling sialan itu!!! nyesel 7 turunan lu maling F1Z gua yg dalemannya udah kayak janda beranak lima!!!….
    Lhoh?! kok jadi curhat?!!…hikshiks…
    Ah, ente sih…
    Aaaarrrrggghhhhh…

    -pengenfanatikF1Zlagi-

  91. 91 dramholic Juni 15, 2008 pukul 1:23 pm

    @b6417kmc
    cuma satu yang gw minta dari elo,lepaskanlah cakramnya..
    gitu aja kok repyot..

  92. 92 h4k3r_du²lz Juni 15, 2008 pukul 7:39 pm

    kapan dibahas modif P200 ….. … ……

  93. 93 killbill1 Juni 16, 2008 pukul 4:16 pm

    Kalo karena kepicikan dan ketololan,termasuk fanatik karena apa ya?
    saya maunya motor :
    1.harga baru murah
    2.harga jual kembali tinggi
    3.hemat bensin
    4.bisa ngangkut banyak
    5.gak bisa rusak
    6.kencang
    7.kuat
    8.bebas pajak tahunan
    9.bisa kredit tanpa uang muka dan bayar angsuran bulanan semaunya.
    10.hadiah hasil undian

  94. 94 b6417kmc Juni 16, 2008 pukul 5:11 pm

    @guspur
    aduh, saya jadi merasa bersalah.
    Sebenernya mah ane mau aja njual ntu montor. tapi ampe sekarang, ane blum dapet motor pengganti yang kayak gitu. pengennya nyari motor 4tak (biar gak geter2 pas ngebut) yang mesinnya powerful, tapi bodi ramping. istilah gw siy, kecil tapi bertenaga.

    rencana siy nyari yang motor sport. masalah berikutnya adalah yang termasuk kriteria itu cuma CBR dan gw gak kuat buat ngebayarnya, hiks..

    @retorika
    kemaren ikutan konvoi ducati gak? hehe..

  95. 95 RU120 Juni 17, 2008 pukul 11:24 am

    wah…nama saya termasuk fanatik dengan salah satu merek nggak ya??? hehehe….
    nggak fanatik…pengen ganti tapi sayaaaaaaanngg bangetttttt : ) banyak kenangan bersama RU ku tersayang : ) maklom…beli dari baru….eh maksudnya di beliin bpk…skaligus peninggalan bpk..hiks2… bersama RU kulewati hidup2ku
    bersama RU kuberjuang dikehidupan yang penuh godaan….
    tapi…

    kalo kepaksanya harus dijual yauda..heheheh(ktawa sambil nangis)

    ah uda ah…semua merek punya lebih dan kurang.. jangan menutup mata..jangan membuta : )

  96. 96 PECINTA YAMAHA Juni 18, 2008 pukul 4:16 pm

    GW HANYA CINTA YAMAHA..
    HIDUP YAMAHA..!!

  97. 97 AD! Juni 20, 2008 pukul 10:59 am

    @dramholic
    Nggak ada hubungannya antara Global Warming dg kenangan Vespa mu… hubungannya ya asap knalpot Vespamu itu… dulu juga aku pencinta Yamaha F1Z R… uuh sudahlah dg motor 4 tak ku yg sekarang setidaknya sdh membantu mengurangi polusi udara.

    @Pabrikan Motor Indonesia
    Aku tetap akan menunggu motor bertenaga listrik/Matahari dg kemampuan seperti tenaga BBM, atau apalah Hybrid, Blue Energy, Brown Energy … dll yg penting planet bumi ini terselamatkan (di pandang dari segi motor)… saya bukan lulusan Teknik Mesin kalianlah ahlinya, maka dari itu tetaplah mencoba… selamat berjuang… merdeka.

    @pencinta yamaha
    Ujutes… uka aguj atnic atinaw…
    Pudih atinaw… he ahamay…!!! nad bisrep…

    Eh Kenapa tulisannya terbailk ya??? wahh keyboardnya rusak nii… betulin dulu ahh…
    2 wheels 4ever & love Bandung 4ever.

  98. 98 earton00 Juni 20, 2008 pukul 8:28 pm

    Bro,knapa gak coba beli emoto,ga ada polusi 100%

  99. 99 gl-master Juli 23, 2008 pukul 11:44 am

    waktu sma gw fanatik rxking/rgr tapi gw bawa astrea 800 bekas eyang kakung, waktu kul gw fanatiknya fxr tapi bw bawa glpro seken lelangan kantor bokap, skg gw fanatik ama vixion/cbr tp malah udah inden beat(disuruh bini) ,gw termasuk fanatik apa dunkz??

  100. 100 daeng indrda Agustus 17, 2008 pukul 3:13 pm

    bro gua nanya kenapa sieh motor baru yang baru dibeli gak boleh lansung boncengan sieh???????
    balas ke email gua ar.bowoindralaksmana_indra@yahoo.co.id

  1. 1 Honda Beat bakal Menghajar Mio ? « INDOBIKERS Ping balik pada 15th Jun 2008 pukul 5:27 pm

Tinggalkan Balasan




Jarak Tempuh

  • 1,643,477 Km