Arsip untuk Juni, 2008

29
Jun

Honda CBR 150 R, Amunisi Terbaru AHM ?

Serangan Sporadis AHM atas Kompetitornya

Rasanya setelah melakukan serangan sporadis terhadap Yamaha melalui produk “indegineus” Honda CS1, dan mengganggu dominasi Mio dengan Honda Beatnya sekarang giliran pasaran light sport bike yang di serbu oleh AHM. Tetapi rasanya bila memang benar, Rasanya hal ini amat mungkin mengingat amunisi yang satu ini terbukti manjur bahkan dengan harga yang relatif cukup mahal.

Honda CBR 150R, Muka Lama Harga Baru, OK deh!

Sejauh ini Honda CBR 150R memang laris manis melalui tangan Importir umum, padahal harganya sendiri dibanrol diatas 30 jutaan. Mungkin yang akan dilakukan AHM adalah melakukan Face lift dengan menggunakan headlamp CBR 125R yang plek mirip Honda CBR 600R tahun 2003-2006. Karena CKD dijamin moto ini akan dibandrol dibawah 30 jutaan. Mungkin dengan bandrol 25 jutaan pun motor ini dapat menggoyahkan hati para konsumen calon pembeli V-Ixion ataupun Kawasaki Ninja 150RR.

28
Jun

MotoGP Assen : Stoner Juara, Pedrosa 2nd, Edwards 3rd … Rossi ?

Ducati Cuma Bisa Dikendarai Stoner

Stoner Kembali menunjukan bahwa dirinya merupakan satu satunya pembalap yang mampu memanfaatkan torsi dan tenaga “gila” Desmosedici Gp7/8. Sedangkan posisi kedua berhasil diraih oleh Dani Pedrosa yang untuk saat ini memimpin klasemen sementara Moto Gp. Sedangkan posisi podium ketiga yang tinggal beberapa meter berhasil direbut Edwards dari genggaman Nicky Hayden. Rossi ? Kesalahan ditikungan pertama membuat Rossi tercecer di posisi ke 11. Dengan demikian nampaknya Gelar juara dunia Moto Gp tidak akan jauh dari Stoner, Pedrosa dan Rossi. Untuk Lorenzo nampaknya posisi ke 6 cukup baik bagi dirinya mengingat ia masih dalam pemulihan dan karirnya pun masih sangat panjang.

Trio Kwek Kwek ? Waduh ….

Disaat rekan setim Casey Stoner meraih kemenangan demi kemenangan, Melandri pun ikut menyertai dengan menjadi pembalap nomor satu dari belakang. Kecuali Guintoly,  Melandri dan Ellias yang tadinya sempat unggul 20 detik di depan Rossi (setelah terjatuh) dengan mudah kembali diasapi Valentino Rossi. Rumor paling santer adalah Nicky Hayden sudah menandatangani  kontrak dengan Ducati sebagai pembalap  pengganti Melandri musim depan.

24
Jun

Bajaj Kapan Terjun Di Grand Prix ?

Dunia balap, tidak melulu di identikan dengan olah raga adu kebut dan susul menyusul, apalagi bila dihubungkan dengan balap grand prix yang notabene adalah ajang balapan profesional dimana tidak hanya pembalap tetapi pabrikan dan sponsorpun dituntut untuk selalu memberikan yang terbaik bagi tim nya.

Balap Adalah Ajang Pembuktian Performa,Teknologi dan Gengsi

Bagi produsen otomotif ajang balap adalah sebuah cara paling gampang untuk membuktikan bahwa produknya lebih superior dibanding pabrikan lainya. Meski tidak secara langsung dapat mengaplikasikan teknologi balap pada produk massalnya, namun bila sebuah pabrikan mampu memenangkan balapan apalagi gelar juara dunia maka secara langsung gengsi pabrikan tersebut akan terangkat, karena dangan menjadi juara artinya produsen tersebut mampu membuktikan bahwa pihaknya mampu membuat sebuah produk yang begitu superior dan sempurna. Hal ini berujung pada image bahwa produk keluaran pabrikan tersebut merupakan produk yang berkualitas dibanding produk lainya.

Win On Sunday Sell On Monday

Anggapan ini populer di amerika pada tahun 1950-70an namun nampaknya hal ini juga terjadi di dunia roda dua. Sebagai contoh nyata adalah penjualan Ducati pasca beberapa kemenangan Stoner di moto GP awal 2007 lalu, hal ini berimbas dengan melonjaknya penjualan motor Tersebut yang mencapai hampir 2 kali lipat. Meskipun sampai saat ini jumlah Ducati masih dibawah angka 200 unit namun pengaruh dominasi Ducati di motoGP berimbas pada penjualan motor tersebut. Hal yang sama ternyata juga berlaku di Australia dan Amerika Serikat.

Tidak Perlu Menjadi Pabrikan Raksaksa Untuk Terjun di Grand Prix

Mungkin Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki merupakan pabrikan motor terbesar di dunia dan sudah lumrah bagi pabrikan seukuran mereka untuk terjun di balapan, namun bagaimana dengan pabrikan kecil seperti Aprilia, Ducati maupun KTM ? Namun ternyata meski merupakan produsen motor liliput bila dibandingkan kwartet Jepang bukan menjadi penghalang bagi pabrikan kecil tersebut untuk ikut serta di dalam ajang Grand PRix. Bahakan dalam beberapa tahun terakhir justru pabrikan kecil tersebut mampu mengambil alih dominasi pabrikan raksasa jepang untuk kemudian tampil sebagai Juara Dunia.

Apa Alasanya Bajaj Tidak Ikut Balapan ?

Pabrikan Raksasa, dengan pasaran yang mendunia dalam arti memiliki pasaran luas dimana dukungan finansial besar untuk modal turun di grand prix bukan menjadi masalah bagi Bajaj, nampaknya masih belum mampu membuat Bajaj Pe-De untuk ikut berkompetisi di ajang balap paling bergengsi yaitu Moto GP atau bahkan Gp 125 ataupun 250.

Di Dunia Grandprix Produsen Tidak Bisa Berdalih “Kami Kalah Karena Melakukan Cost Down”

Entah karena takut bahwa bila produknya kalah bersaing akan berimbas pada kepercayaan diri konsumen, namun bukan berarti kealpaan Bajaj dari ajang motor sport dunia akan dapat di tolelir begitu saja. Karena lambat laun hal ini akan membuat kesan bahwa bajaj hanyalah produsen otomotif yang hanya mampu membuat produk yang laku dipasaran tanpa mampu membuktikan bahwa produknya memiliki performa yang dapat bersaing dengan produk pabrikan lainya. Ingat, secara simbolis dan gengsi, untuk menunjukan kemampuannya sebuah produsen dalam membuat motor berperforma tinggi adalah melalui partisipasi di ajang balap. Tidak ada istilah cost down ataupun target market di sini, “pokoknya” its all about competing and winning.

Memuaskan Konsumen, Sekaligus Pembuktian : Bisakah Bajaj Membuat Motor Hi Performance ?

Padahal rasanya sudah sewajarnya Bajaj berani untuk terjun ke dunia balap grand prix. Karena sudah sewajarnya bagi Bajaj memuaskan dahaga konsumenya yang sudah barang tentu ingin melihat brand kesayanganya bersaing di ajang grand prix. Alasan Bajaj selama ini hanyalah karena ingin memperkuat brand image dan memuaskan konsumen. Faktanyal salah satu cara bagi pabrikan untuk memperkuat brand image adalah dengan cara ikut Balapan. Malu dong dengan pabrikan kecil seperti Derbi, Gilera atau bahkan Loncin , meski dua pabrikan pertama hanyalah pabrikan yang bisa dibilang kerdil, namun mereka masih gentlemen untuk bersaing melawan muka muka lama. Toh usaha mereka tidak sia sia, karena mereka terbukti mampu bersaing dan bahkan meraih kesuksesan ! Apakah anggapan para pecinta motor Jepang selama ini benar bahwa bajaj tidak mampu membuat motor hi perfomance ? Karenanya dengan 1001 alasan pihaknya absen dari dunia balap ?

Jadi gimana Bajaj ? Semangat Dong !!!

22
Jun

MotoGP Inggris : Stoner Juara, Rossi 2nd Pedrosa 3rd

Penghuni Podium 1,2,3 = L4 Alias Lu Lagi Lu Lagi :mrgreen:

Tidak banyak berubah dari dua seri sebelumnya, pada moto Gp Inggris ini podium ternyata kembali dikuasai tiga pembalap yang sama yaitu Casey Stoner, Valentino Rossi dan Dani Pedrosa. Hanya saja perbedaanya adalah kali ini giliran Casey Stoner yang menjadi juara pertama, untuk kemudian disusul oleh Rossi dan Pedrosa. Tidak bisa dipungkiri nampaknya mulai terlihat jelas bahwa gelar juara dunia tidak akan jauh dari Tiga nama tersebut, kalaupun ada nama selain mereka adalah Jorge Lorenzo yang masih mungkin merebut gelar juara dunia musim ini. Sebagai Tambahan Doni Tata hanya finish di urutan ke 19 dan kembali di overlap.

Trio Kwek Kwek Trancam Bubar ?

Setelah selalu tampil “konsisten” memalukan di setiap seri kini Marco Melandri, Toni Ellias dan Silvain Guintoli kembali meneruskan “konsistensi” mereka untuk selalu finnish diluar 10 besar :lol: bahkan khusus untuk Marco Melandri lebih luar biasa, disaat rekanya Stoner berhasil menjuarai GP Donington Park, ia justru finnish di urutan ke 16 berada dibelakang pembalap pengganti Ben Spies yang baru pertama kali turun membalap di MotoGP. Menurut gossip yang beredar musim depan Marco akan di depak oleh Ducati dan digantikan oleh Sete Gibernau. Karena sepertinya faktor usia bukan jaminan seseorang akan tampil superior ataupun justru inferior. Gossip lain kalaupun bukan Gibernau, maka pengganti Marco adalah Cris Vermeullen ataupun James Toseland. Lain halnya dengan gossip yang diberitakan oleh Crash.Net, justru Hayden lah yang akan mendampingi Stoner musim depan. Kita tinggu !

19
Jun

Ducati Superbike Touring By Supermotto @ Sentul

Pada tanggal 14-15 juni 2008 kemarin Ducati Desmo Owners Club bersama PT Supermotto Inonesia selaku distributor resmi Ducati Indonesia diundang untuk mengikuti acara Superbike Touring at Sentul sebagai supporting race pada acara Indoprix kemarin. Sayangnya waktu persiapan yang sangat sempit dan ketidak hadiran Indobikers di atas 999 karena masih berada di Australia sedikitnya peserta membuat acara supporting race ini tidak seramai seharusnya. :mrgreen:

Tidak Ada Kompromi Soal Safety

Persaratan dasar  untuk mengikuti acara ini tentunya adalah memiliki motor Ducati, kemudian perangkat safety seperti wearpack balap, helm balap (full face, model ikat) sepatu dan sarung tangan balap dan back protector. Kondisi motor harus tanpa lampu dan perangkat rem dan ban harus dalam kondisi sempurna juga.


Starter Pada Acara Supporting Race adalah :

  1. Didi - ST2 - 964cc
  2. Eko - ST2 - 964cc
  3. Jade - Monster S2R - 992cc
  4. Bona - Monster S4 - 992cc
  5. Triatmono - Monster S2R - 800cc
  6. Iboy 0 Monster 620ie -620cc
  7. Nugroho - Superbike 1098
  8. Ochi - Superbike 1098
  9. Danang - Multistrada - 992cc
  10. Andre - Multistrada - 992cc

Antara Bloger WordPress dan Balap Superbike

Yang menarik disini adalah 3 dari sepuluh peserta balapan pendukung tersebut merupakan bloger WordPress :-D yang sering wara wiri di blogsphere , yaitu Bro Triatmono, Bro Bona Djalins dan bro Nugroho. Yang nggak menarik disini :( adalah satu lagi Bloger wordpress yang terpaksa absen disini adalah Indobikers karena baru bisa pulang pada awal juli nanti.

17
Jun

Mungkinkah Yamaha R-15 Dihadirkan Oleh YMKI

Sebagai Komplimen V-Ixion atau Antisipasi Honda CBR 150 AHM ?

Sebagai mana yang kita ketahui, saat ini hanya ada dua jenis motor berkategori sport ringan yang beredar di indonesia, 1 diwakili oleh Kawasaki melalui Ninja ZX 150 RR dan satu lagi diwakili oleh Honda, melalui importir umum memasukan motor CBR 150. Tetapi disini keduanya memiliki kelemahan, jika Kawasaki menganut mesin jenis 2 tak dimana konsumen terutama di kota besar mulai merasa alergi dengan mesin ini sedangkan sejauh ini CBR hanya hadir melalui IU yang membuat harganya melonjak.

Tetapi melihat perkembangan terakhir dimana AHM semakin agrsif dalam melakukan penetrasi pasar, bukan tidak mungkin CBR 150 yang memang sudah terbukti laris manis dipasaran akhirnya “di akui” sebagai bagian dari pasukan AHM. Tentunya bila hal ini terjadi yang jelas kisaran harga CBR 150 yang bermain di kisaran 30 jutan “tengah” akan berubah menjadi berada di kisaran 20 jutan “atas” dengan demikian setidaknya dapat mengganggu pasaran V-Ixion, terutama pada kosumen yang memiliki duit “lebih”, karena bila memandingkan kedua jenis motor, jelas dari segi Fitur, Performa hingga Penampilan V-Ixion jelas kalah jauh dibanding CBR. Sehingga sudah sewajarnya YMKI untuk berpikir ulang untuk menambah varian produknya dalam rangka merebut pasar sport bike ringan yang semakin hari semakin banyak penggemarnya.

Secara Penampilan YZF R-15 Lebih Unggul Dibanding Kompetitornya

Dibanding kompetitornya, YZF R-15 memiliki penampilan yang lebih “wah” dibanding kompetitornya. Jika model Kawasaki ZX 150 RR terasa mulai usang, body ramping CBR 150 rasanya terlihat sangat inferior dibandingkan bodi “Scale Down” R-1 yang terpasang pada R-15. Belum lagi secara perorma kedua motor pun bisa dikatakan hampir sama. Bisa dilihat sekilas dari siluet dan spesifikasi yang ada, ternyata Yamaha R-15 sendiri tidak memiliki spedifikasi yang terlalu berbaeda dengan Yamaha V-Ixion. Rasanya pemasangan Fairing, cakram belakang, dan sedikit perubahan pada deltabox tidak akan memakan biaya hingga menempatkan Vixion ber Fairing ini dibandrol di kisaran 30 juta-an. Bila dikalkulasi, rasanya harga 25-27 juta rupiah dirasa merupakan harga yang wajar bagi motor ini, terlebih bila memang YMKI serius untuk memangsa pasaran Ninja 150 RR dan CBR 150 versi AHM.

15
Jun

Honda Beat bakal Menghajar Mio ?

*gambar dirampok dari bro Tri :evil:

Mio Mengungguli Vario - Tapi Tidak “Membunuhnya”

Perang skutik kembali memanas setelah Honda melaunching produk yang dinamakan “Honda-Beat” sebagai produk yang memang di tujukan menjadi direct competitor Yamaha Mio dan Mio Soul. Selama ini Yamaha Mio bisa dibilang unggul cukup telak dibanding Honda Vario. Salah satu alasan utamanya tidak lain adalah harga yang terpaut sebesar 2.4 juta per unitnya. Dengan selisih harga yang demikian tidak heran Yamaha Mio mampu mengasapi penjualan Vario. Tetapi bukan berarti ini menjadi jaminan bahwa hal serupa terjadi pada Honda Beat. Ingat Vario meski hampir kalah segala galanya dari Mio tidak menjadi produk “penggembira” sebagaimana yang terjadi pada Suzuki Spin.

Dengan Selisih “Hanya” 300 Ribu mampukah Mio Bertahan ?

Dengan selisih harga yang “Hanya” 300 ribu, pada segmen ini kita kembali kepada market skutik itu sendiri. Sama seperti pasar Bebek konvensional, rata2 konsumen pada market ini adalah konsumen awam. Dimana faktor performa dan penampilan bukan menjadi sebuah faktor penentu. Di segmen ini konsumenya lebih mementingkan kepraktisan dan amat terpengaruh dengan isitlah “Katanya” yang selebihnya bisa di baca disini. Disinilah kejelian AHM dalam melihat pasar, karena belajar dari kurang suksesnya Vario dalam bertarung dengan Mio maka Honda memilih varian skutik low cost untuk melakukan serangan balik. Toh sesuai dengan fakta dilapangan, dengan spesifikasi “apa adanya” hal tersebut tidak menjadi masalah bagi konsumen, karena lagi-lagi disini “kefanatikan” pada merk kembali menjadi faktor penentu. Selisih 300 rb sepertinya merupakan harga kompromi atas penggunaan nama besar dari brand “Honda” sebagai nilai plus tersendiri.

Ingat! Segmen Mio-Beat kebanyakan di dominasi oleh Remaja/Pelajar dan Ibu rumah tangga. Sehingga selain keputusan memilih produk masih berada di pihak orang lain (orang tua) membuat faktor nama besar brand akan sangat berpengaruh dalam pemilihan produk!

Mudah Mudahan Yamaha Mio menerapkan “Predatory Price”

Jika analis tersebut benar, dan mudah mudahan benar :mrgreen: bahwa Honda Beat dapat mengalahkan Mio
justru banyak konsumen yang mendapat keuntungan dari pristiwa ini 8O yap! Harapanya dalam mengcounter serangan Honda Beat, Yamaha menerapkan strategi harga yang bersaing dengan melaunching produk yang lebih murah lagi dari Mio :-D nah! Dengan demikian meski kecil peluangnya. peluang perang tarif layaknya pada oprator telepon seluler bisa terjadi pada dunia roda dua. Kecil kemungkinanya tapi who Knows ?

13
Jun

Memboncengi Hantu … Hiii

Dijalan Sepi mendadak Motor Terasa Berat Ternyata ada Yang Nebeng

Kisah ini benar benar terjadi di kawasan Depok - Cibinong

Pernahkah anda merasa mendadak merinding saat melewati jalanan yang sepi dengan penerangan minim ? Ini dialami salah satu pengendara motor, katakanlah yang bernama Anto. Pada malam itu Anto baru pulang setelang nongkrong di rumah temanya yang tinggal dikawasan pesona Depok. Karena ia memiliki kesibukan di pagi hari membuat Anto memaksakan diri untuk pulang kerumahnya yang berada di daeran cibinong. Pada pukul 12 malam iapun berkendara melalui jalur KSU yang merupakan jalan tembus ke daerah Cibinong. Meski memiliki kondisi jalan yang cukup baik banyaknya tikungan plus pohon rindang tanpa disertai penerangan memadai membuat perjalanan Anto di tengah malam menjadi sulit.

Ditengah perjalanan dan hanya di terangi lampu motor dan sinar bulan mendadak motor yang dikendarai Anto menjadi terasa berat. Bahkan Antopun terpaksa membuka gas lebar lebar saat keluar tikungan dan mengerem lebih awal saat masuk tikungan. Karena rasa takut akan adanya perampok, Anto pun mengabaikan keadaan tersebut. Setelah melwati rute berliku sampailah Anto pada komplek perumahan tempat tinggalnya dengan selamat.

Keesokan harinya Anto kebetulan bertemu hansip yang malam itu sedang melakukan ronda di komplek perumahan anto tinggal. Karena malam itu ia (hansip) melihat anto yang baru pulang pada tengah malam dan sontak bertanya kepada anto. “Wah tumben mas, ngajak pacar nginep di rumah ? Emang nggak dimarain sama babeh ?” Anto pun terdiam seribu bahasa …

Balapan Liar Melawan Teman …

Diceritakan Oleh Seorang Sahabat Yang Tinggal Di Otista

Setelah hampir seminggu melakukan wisata bersama teman teman SMU dalam rangka merayakan kelulusan dari SMU anggap saja si “Amir” pun pulang kerumahnya yang berada di kawasan Cipinang jakarta timur. Karena memang seorang yang kecanduan ngetrek-trekan liar sesampainya di rumah yang dilakukan amir adalah langsung menaiki motor kesayanganya tanpa bertemu dengan keluarganya terlebih dahulu dan mengendarai motornya ke “sirkuit” favoritnya.

Berhubung bukan malam minggu dan hampir dini hari “sirkuit” Amir yang berada di jalan Otista Raya sepi dari aktivitas. Jangankan orang biasa, teman teman Amir yang biasanya ikut “balapan” pun tidak ada yang nongkrong disitu. Berhubung kehabisan pulsa Amir pun seperti layaknya “tukang trek trekan” ia pun berputar putar, dari mulai Terminal Jatinegara hingga ujung jalan Otista untuk mencari “lawan”. 1kali tidak ada, 2 kali tidak ada, mulai jenuh Amirpun memutuskan berputar yang ketiga kalinya. Pikirnya “ini yang terakhir kalo nggak ada juga gue pulang ke rumah!” Ternyata tepat dibawah jembatan penyebrangan di depan “Youth Center” Amir bertemu temanya yang bernama Bakri yang kebetulan sedang sendirian juga, seperti Amir ia pun sedang mencari “lawan” alangkah gembiranya Amir, ia pun menhampiri sahabatnya itu dan mengajaknya melakukan “Drag Race” mengitari jalan Otista. Sama seperti Amir, Bakri pun mengendarai motor tanpa menggunakan helm maupun piranti pengamanan lainya. Amir dan Bakri pun bersenang senang hingga menjelang subuh. Sebelum akhirnya keduanya memutuskan pulang kerumah masing masing.

Keesokan paginya, ditengah rasa lelah karena habis pulang berwisata dan rasa ngantuk karena habis nge-trek semalaman Amir dibangunkan oleh ibunya ; “Mir…Mir… Bangun! Ibu di Telepon, Temanmu mengingal Mir!” Amir pun mendadak terbangun, ia sontak melek dan bertanya siapa temanya yang dikabarkan meninggal pada ibunya. Ibunya pun mengatakan bahwa temanya yang baru saja meninggal adalah Bakri, ia kecelakaan saat kebut kebutan beberapa hari lalu di saat Amir sedang berwisata dan sempat beberapa hari berada di dalam kondisi koma, sebelum akhirnya meninggal. Amirpun terdiam dan bertanya, siapakah yang dinihari tadi ia ajak “trek-trekan” ? Apakah memang seseorang yang menyerupai Bakri, atau memang Arwah Bakri yang ingin mengucpakan kata Selamat Tinggal yang terakhir kalinya buat Amir ? Wallahu Allam deh

(Bersambung)

11
Jun

Alasan Menjadi Fanatik Brand (Merk) Motor

Ada anggapan bahwa seseorang yang fanatik akan sebuah merk adalah seseorang yang buta akan informasi ataupun perkembangan teknologi. Anggapan tersebut bisa saja benar, tetapi bisa saja salah. Tergantung dari situasi dan kondisi serta fungsi motor itu sendiri. Berikut beberapa alasan yang menyebabkan seseorang menjadi fanatik brand/merk dari berbagai sudut pandang.

Fanatik Karena Faktor Sugesti

Faktor ketidak tahuan menjadi penyebab seseorang menjadi fanatik seperti ini. Namun tidak juga mengesampingkan faktor dimana produk tersebut sebelumnya telah berhasi memproduksi sebuah produk yang luar biasa sempurna sehingga menjadi sebuah benchmark tersendiri. Gaung kehebatan produk tersebut ternyata sangat luas bahkan sampai membayangi produk suksesornya. Bahkan untuk kalangan konsumen awam nama besar produk tersebut menjadi sebuah nilai plus hingga dapat membuat konsumen tersebut mengesampingkan faktor lain semisal performa sebagai nilai pembanding. Produk yang memiliki penggemar fanatik dalam kategori ini tak lain adalah Honda. Namun kemampuan produsen menjaga mutu produk merupakan faktor vital tersendiri, termasuk juga menjaga nilai jual kembalinya :-D

Fanatik yang menjadi sebuah Brand Cult

Fanatik yang seperti ini merupakan fanatik yang sulit di ganggu gugat. Biasanya fanatik seperti ini menjangkiti bikers yang telah mapan, terutama secara ekonomi. Umumnya bagi bikers yang sudah berada pada tingkat fanatik seperti ini mereka tidak akan memikirkan faktor ekonomis, tetapi bagi mereka motor dari brand tersebut adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hidup mereka karena antara bikers dan motornya memiliki sebuah ikatan emosional. Biasanya brand yang telah menjadi sebuah Cult adalah berasal dari Amerika dan Eropa semisal Harley-Davidson, BMW Motorrad dan Ducati. Sebagai tambahan biasanya justru bikers seperti ini malah terbilang jarang menggunakan motor kesayangan mereka sebagai kendaraan oprasional harian, dan cenderung menggunakan kendaraan lain sebagai alat transportasi utama. Mmm Bikers apa bukan sih ;)

Fanatik Karena Warisan Turun Temurun

Biasanya, fanatik brand seperti ini hanya terjadi bila seorang bikers memiliki hubungan yang erat dengan orang tuanya. Ditambah lagi para “leluhurnya” memiliki tangan dingin dan apik dalam merawat sepeda motor kesayanganya. Tidak aneh bila menemukan motor yang sama telah berpindah sampai tiga generasi dalam kondisi sempurna. Umunya motor yang paling sering menjadi motor warisan adalah dari jenis Piaggio Vespa. Classic!

Fanatik Karena Ciri Khas Tertentu

Bila sebuah brand memiliki ciri khas tertentu semisal Performa ataupun reabilitas, maka konsumen akan memilih brand tersebut di banding brand lainya, meski brand kompetitornya menawarkan performa maupun harga yang lebih kompetitif umumnya konsumen tetap memilih brand tersebut. Disamping itu, dengan memiliki ciri khas tersebut secara tidak langsung brand motor tersebut memiliki daya getar lebih dibanding brand motor lainya. Di indonesia brand Kawasaki dan Yamaha menjadi contoh paling jelas.

Sisi Positif dan Negatif Fanatik Terhadap Suatu Brand

Apapun bila dilakukan secara teratur dan tekun pastinya akan membuahkan hasil. Sama seperti seseorang yang secara konstan menggunakan sebuah produk dari brand yang sama. Faktor pertama adalah bikers tersebut akan memahami seluk beluk motor tersebut, baik dari karakter mesin maupun cara merawat motor tersebut secara efisien dan praktis. Faktor kedua adalah kepuasan dan ikatan emosional antara bikers dan motornya. Akhirnya sebagai mana pasangan suami-istri seorang bikers dan motor dari brand tersebut menjadi sebuah kesatuan yang tidak terpisahkan. Ikatan emosional seperti ini membuat bikers tersebut akan lebih merawat motornya secara maksimal.

Bila sebuah produk tidak lagi mampu menawarkan keunggulan dibanding produk lainya, sepertinya bikers tersebut seharunya tidak lagi menggunakan motor dari brand tersebut. Apalagi bila disangkut pautkan dengan faktor ekonomis dan efisiensi. Tetapi karena tingkat kefanatikan dengan brand tersebut cukup tinggi bukan tidak mungkin walau sudah tidak kompetitif produk dari brand tersebut masih terus digunakan. Effeknya adalah disamping pemborosan dan dapat mengakibatkan menurunnya kemampuan konsumen dalam memilah dan menilai sebuah produk. Tergantung dari mana melihatnya sih ;)

08
Jun

Honda Beat Si Penantang Mio !

Nampaknya meluncurkan Honda CS1 dianggap masih kurang bagi AHM. Kini giliran segmen skutik yang coba di ganggu oleh AHM. Jika selama ini Skutik Mio/Soul menjadi penguasa dengan harganya yang terbilang murah yaitu dengan harga 11-11,7 juta sulit ditandingi oleh Skutik Vario yang bermain di angka 14 jutaan. Nampaknya AHM akan berusaha memangkas margin sebesar 3 juta rupiah, ingat tidak dengan men downgrade Vario tetapi justru mengeluarkan produk yang benar benar gres :-D !

Honda Beat

Belajar dari pengalaman sebelumnya dimana Vario yang ternyata tidak mampu menyaingi kelarisan Mio, AHM kini dikabarkan akan meluncurkan Honda Beat/Icon. Disinyalir produk ini akan lebih murah di banding Vario. Diperkiranan Honda Beat/Icon sendiri akan di bandrol sekitar 11-12 juta an. Hal ini dilakukan dengan asumsi bahwa dengan harga yang terpaut sekita 2-3 juta saja Vario dapat menguntit Mio, bagaimana jika dengan produk dengan harga yang relatif sama ?

Fitur Mubazir = Out !

Salah satu langkah yang dilakukan oleh Honda membuat harga Honda Icon/Beat menjadi murah adalah dibuangnya fitur yang “mubazir” bila digunakan oleh motor harian. Mulai dari Radiator, Rem Tangan hingga Body motor yang rumit penuh sambungan. Harapanya segmen pada motor kelas ini lebih mengutamakan simplisitas dibanding estetika. So … tunggu apa lagi ? Apakah Honda Beat dapat mem Beat Mio ? Kita Tunggu !

08
Jun

Motogp Spanyol : Pedrosa, Rossi, Stoner Podium! Jorge Lorenzo KO !

Doni Tata - di overlap dan hanya finis di posisi ke 18

Big Four Hanya Terpaut 50 Poin

Kemenangan Pedrosa di spanyol membuat jarak antara dirinya dan Rossi hanya terpaut 7 poin. Sedangkan secara keseluruhan the “Big Four” hanya terpaut 50 poin dari 12 seri yang tersisa. Namun bukan tidak mungkin the “Big Four” akan berubah menjadi the “Big Three” setelah melihat perkembangan 2 seri terakhir dimana Stoner berhasil mengembalikan performanya dan penampilan buruk yang dialami oleh Jorge lorenzo dimana di seri sebelumnya ia jatuh dan kini terpaksa absen karena terjatuh dalam sesi latihan. Kita hanya berharap kecelakan bertubi yang menimpa Lorenzo tidak menghancurkan performanya, setelah apa yang terjadi pada Darrl Beattie pada era 90an.

Trio “Kwek Kwek” apa kabar ?

Disaat rekanya bertarung mempertahankan juara dunia dan khususnya pada seri ini dimana Stoner dan Rossi memberi “pelajaran” terhadap Andrea Dovisiozo bagaimana membalap di Moto Gp, Seperti yang sudah diperkirakan dan menjadi rutinitas - Melandri hanya mampu finish ke 11, Guintoli ke 13 dan Toni Ellias lebih hebat lagi karena ia mendapat Black Flag :lol:

05
Jun

Mau Ngebut Dengan Aman ? Ke Sirkuit Sentul Aja !

Kebut Kebutan Di Jalan Umum ? Udah Nggak Jaman Deh !

Sering kali pemuda pengendara sepeda motor sering di identikan sebagai pemuda berandal yang sering mengganggu ketertiban umum. Hal ini tidak lain karena kebiasaan mereka melakukan adu kebut alias trek-trekan di jalan umum.

Disamping sering kali tidak menggunakan piranti keamanan yang memadai, mereka pun menggangu pengguna jalan lainya. Mulai dari suara berisik hingga sering kali mengintimidasi pengguna jalan lainya. Resiko kebut kebutan di jalan umum pun terbilang sangat tinggi. Mulai dari lubang di jalanan, kendaraan lainya hingga image buruk yang kerap menjadi identik dengan kalangan bikers.

Ngebut Di Sirkuit Sentul, Puas, Aman dan Tambah Ilmu

Bagi bikers yang ingin memacu sepeda motor dengan aman, plus menambah skill, berlatih di Sirkuit Internasional Sentul menjadi pilihan paling tepat. Terutama bagi para awam alias pemula (maksudnya baru pertama kali ke sirkuit) disarankan untuk meminta bimbingan dari pengelola sirkuit. Karena memacu motor di sirkuit tidak sama dengan memacu motor di jalan umum. Ada tekhnik yang harus di pelajari dan dipahami terlebih dahulu. Dengan melakukan koordinasi dengan pihak pengelola sirkuit terlebih dahulu, apa lagi bila kesentul bersama komunitas sangat mengasyikan bila berlatih teknik safety riding dari para pembalap senior ataupun instruktur berpengalaman.

Ikuti Peraturan Yang Ada, Karena Ini Sirkuit bukan arena Bermain !

Berlatih di sirkuit tidak sama dengan berlatih main go-kart. Karena disini berbagai jenis sepedamotor maupun bergai bikers dengan berbagai jenis skill yang mereka kuasai berda di dalam satu sirkuit yang sama sehingga peraturan yang ada harus di patuhi. Peraturan vital salah satunya adalah untuk tidak memotong garis pit serta memahami kode warna bendera.

Piranti Keamanan Optimal, Meminimalisir Resiko

Piranti Keamanan Yang Dianjurkan

  • Helm Full Face (DOT/SNELL)
  • Wear Pack Racing (Termasuk Body Protector)
  • Sarung Tangan Racing (Sampai Pergelangan tangan)
  • Sepatu Khusus Balap
  • Back Protector Komplit (Menutupi Punggung sampai Bokong)

Piranti Keamanan Minimal

  • Helm Full Face (DOT/SNELL)
  • Jaket + Body Protector
  • Robotic Knee Protector
  • Sepatu Naik Motor
  • Back Protector
  • Sarung Tangan

Hal ini telah terbukti berhasil melindungi tubuh bikers. Dan ini dialami sendiri oleh Indobikers saat “cinta tanah air” alias Jatuh di gravel saat berlatih menggunakan Multistrada beberapa waktu yang lalu :lol:

INFO TAMBAHAN

  • Jadwal Sepeda Motor - Pukul 9.00 s/d 12.30 dan Pukul 13.00 s/d 14.00 Wib
  • Biaya latihah - Dibawah 600cc : Rp 75.000 s/d Rp 150.000, Diatas 600cc Rp 250.000 s/d Rp 300.000




Jarak Tempuh

  • 1,643,477 Km

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community