Arsip untuk Mei, 2008



09
Mei

Penyebab Kemacetan Bukan Cuma Kendaraan Pribadi !!!

Penertiban Parkir Motor ala DLLAJ Yang Kontroversial ( Teori Kambing Hitam? )

Untuk mengurangi kemacetan Pemda DKI menginstruksikan segenap aparat DLLAJ untuk melakukan penetiban terhadap parkir liar baik yang dilakukan oleh kendaraan roda 4 ataupun kendaraan roda dua semisal sepeda motor dan mugkin sepeda onthel :lol: namun sebenarnya tindakan demikian tidak sepenuhnya benar. Karena penyebab kemacetan tidak melulu disebabkan parkiran sembarangan kendaraan pribadi namun juga disebabkan oleh berbagai faktor, tidak terkecuali kelalaian Pembda DKI dalam menyediakan infrastruktur yang memadai.  

Jangan Selalu Menyalahkan Kendaraan Pribadi Dong !

Sudah bosan rasanya jika mendengar pejabat terutama pejabat pemerintah DKI yang melulu menyalahkan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil sebagai biang kemacetan. Meski jumlah mereka terus membengkak namun tidak sepenuhnya kemacetan disebabkan oleh keberadaan kendaraan pribadi tersebut.

Kendaraan umum semisal Bus, Angkot hingga  Truk merupakan pihak yang selama ini selalu saja lolos dari tuduhan. Padahal sudah merupakan fakta bahwa hampir kalau tidak mau dibilang seluruh kemacetan disebabkan oleh antrian kendaraan yang terpaksa ikut berhenti ketika Bus dan Angkot berhenti di tengah jalur untuk menaik-turunkan penumpang. Bahkan banyak titik kemacetan disebabkan oleh keberadaan terminal liar seperti yang ada di perempatan Cilandak-Ampera. Sama seperti kendaraan pribadi yang dituding sering parkir sembarangan, nampaknya kendaran Bus dan Angkot justru selalu berhenti sembarangan diluar halte yang disediakan justru lolos dari tudingan aparat Pembda yang konon sering mengambil kesimpulan yang terlalu dini.

Faktor lain penyebab kemacetan tidak lain karena kondisi jalan yang amburadul alias tidak layak pakai. Kondisi seperti ini sering kali memaksa kendraan untuk melaju dalam kecepatan lambat untuk menghindari kerusakan maupun kecelakaan. Namun seperti biasa, dari pada memperbaiki kondisi jalan dengan maksimal Pemda nampaknya lebih senang menyalahkan kendaraan pribadi sebagai biang kemacetan.

Menggembosi Ban dan Pengikatan ban dengan Rantai …

Alasanya adalah memberikan efek jera, nampaknya solusi tersebut hanya akan menimbulkan masalah. Karena sampai sat ini selain di gedung pusat pertokoan atau perkantoran hampir tidak ditemukan tempat parkir khusus kendaraan roda dua.  Akibatnya hampir di seluruh tempat di kawasan Jakarta, yang disebut lahan parkir untuk sepeda motor adalah di trotoar alias bukan ditempat parkir semestinya. . Menggembosi Ban, dan Pengikatan dengan rantai sendiripun belum memiliki dasar hukum yang jelas. Terlebih melihat mental Aparat DLLAJ yang jauh dari mumpuni bisa jadi tindakan menggembosi dilakukan tanpa tujuan yang jelas namun menjadi sebuah perbuatan yang legal. Parahnya tindakan seperti ini - terutama penggembosan bisa dimanfaatkan oleh pihak yang ingin berbuat “iseng”. Pada akhirnya, alih alih mengurangi kemacetan yang terjadi justru menyusahkan pemilik kendaraan pribadi. Payah :?

06
Mei

Membangun Brand Image Seperti Honda, Sulit Bro !

Membangun brand Image adalah sebuah perkara yang sulit, rumit dan kadang tidak semudah yang dibayangkan meski sebuah pabrikan telah mangalokasikan dana yang tidak sedikit. Karena untuk terciptanya brand yangkuat sebuah manufaktur terutama speda motor tidak saja harus mampu membuat produk berkualitas baik namun juga harus mampu konsisten didalam sebuah bidang serta memiliki ciri khas tertentu.

Di Asia Pasifik Brand Honda seperti Toyota , Lho Kok ?

Untuk kawasan regional Asia Pasific Brand Honda merupakan sebuah produsen spedamotor yang paling besar baik dari segi pemasaran, produk maupun asetnya. Kesuksesan Honda menguasai pasar tentunya tidak lepas dari brand Image honda yang sangat berpengaruh di masyarakat alias konsumen. Usaha dan kekuatan nama besar Honda tidak dapat diraih seperti membalikan telapak tangan atau seperti usaha yang dilakukan oleh Roman Abrahamovic dalam membangun Chelsea yang dapat diperoleh hanya dengan mengucurkan dana ratusan juta dolar.

Dibutuhkan usaha keras semisal memproduksi berbagai produk untuk berbagai segmen secara konsisten dengan standar yang sama. Sehingga brand tersebut memiliki sebuah pondasi kuat disetiap segmen, bahkan kalaupun konsumen tersebut melakukan shift up alias “naik kelas” produk tersebut mampu mengakomodir kebutuhan konsumen transegmen tanpa harus membuat konsumen tersebut melirik merk lain.

Hal ini dibuktikan dengan variasi produk Honda yang dimulai dari segmen paling dasar dalam piramida produk Honda. Semisal diawali dengan produk Moped kemudian City Bike, Light Sport hingga Superbike maupun grand Tourer. Ibarat melakukan kaderisasi dari generasi ke generasi maupun trans segmen yang dilakukan oleh Toyota, pabrikan besar seperti Honda memiliki kemampuan memupuk konsumenya dari menawarkan produk varian paling dasar hingga varian paling Hi-end yang notabene kebanyakan produk mereka hanya mampu dibeli oleh mereka yang sudah berstatus mapan.

Memiliki Ciri Khas Tersendiri seperti Kawasaki dan Yamaha

Cara lain yang dapat di tempuh untuk membangun brand image adalah membangun ciri khas seperti image “Sporty” oleh Yamaha dan “Super Fast” ala Kawasaki. Namun mengapa secara global pemasaran mereka tidak bisa sesukses Honda ? Sebenarnya cukup sederhana. Image Sporti maupun Hi performance ala Kawasaki sendiri secara tidak langsung memiliki sisi negatif. Yang tidak lain adalah mengkotak kotakan konsumen itu sendiri. Akibatnya bagi mayoritas konsumen yang cenderung menggunakan speda motor sebagai kendaraan beban akan sedikit mengalami rasa sungkan untuk membeli produk tersebut. Efek langsungnya hanya kelompok konsumen yang fanatik dengan aura dan gaya ”Sporty”  lah yang menjadikan Yamaha atau Kawasaki sebagai pilihan utamanya, padahal kelompok konsumen berkategori tersebut tidak sebanyak konsumen ”umum” yang membeli motor sekedar hanya menjadikanya kuda beban.

Image Kuat Brand Italy, Kenapa Gagal Menguasai Pasar?  

Siapa sih yang tidak kenal Ducati, spedamotor yang disamakan dengan Ferarri roda dua. Atau Eksotisme MV Agusta, Benelli hingga keganasan produk Aprilia? Tetapi kenapa mereka gagal menguasai pasar bahkan untuk dinegrinya sendiri pun mereka hanya menjadi pabrikan urutan kesekian yang berada jauh dibelakan kwartet jepang? Yang lebih ironis merekapun sempat mengalami pailit untuk jangka waktu tertentu padahal secara brand Image mereka tidak kalah kuat dibanding produsen jepang.

Hal ini utamanya disebabkan oleh faktor harga. Umumnya mereka membandrol produknya 2 atau 3 kali lipat lebih mahal dibanding produk serupa dengan produk pesaingnya yang berasal dari negri matahari terbit. Padahal produk yang mereka tawarkan tidak memiliki keunggulan yang signifikan dibanding produk jepang tersebut, jika tidak mau dibilang lebih buruk bila dilihat dari faktor reabilitas. Disamping itu harga tersebut membatasi segmentasi konsumen mereka dimana bagi konsumen di luar segmen terebut terpaksa membeli produk lain yang memiliki resiko yaitu : kalaupun secara ekonomi mereka telah mampu membeli produk italy namum karena telah merasakan produk Jepang akibatnya mereka menjadi sungkan untuk beralih kepada produk lain (italy) yang ironisnya produk tersebut tadinya begitu mereka impikan.  

Untuk itu rasanya alasan ekslusifitas tidak mampu mereka jadikan nilai jual untuk menantang produk dari jepang. Salah satu cara bagi mereka untuk tetap eksist hanyalah mengandalkan konsumen setia yang telah menjadikan brand mereka sebagai bagian dari hidup alias “Cult” tidak heran dari tahun ke tahun konon konsumen mereka bisa dibilang itu-itu saja. Kalaupun ada usaha pabrikan Italy melakukan trobosan adalah yang dilakukan oleh Cagiva dengan menggunakan produk jepang (Suzuki sebagai mesin Raptor 600,1000 dan Hyosung sebagai bakal mesin Mito 500) namun akibatnya kadang menjadi bumerang. Disamping memiliki harga yang tetap lebih mahal dibanding produk Jepang lainya, produk tersebut kurang diminati oleh pencinta motor Italy sejati.   

04
Mei

Yamaha FZ 150 … Alternatif Kawasaki Ninja ZX 250

Sepertinya kehadiran Kawasaki Ninja ZX 250R tidak hanya membuat konsumen berdebar debar (entah karena nggak sabaran ingin membeli, sekedar penasaran ataupun kecewa karena bandrolnya dianggap kemahalan) tetapi kehadiran Sport Bike Kawasaki ini setidaknya sedikit banyak mengganggu rencana pabrikan lain, tidak terkecuali YMKI.

Yamaha FZ150 - Varian Hi-End Yamaha Regional

Yamaha FZ 150 atau supaya lebih gampang bisa di identikan sebagai Miniatur Yamaha Fazer 600. Merupakan salah satu motor Street Fighter ringan. Terlebih dengan kapsitasnya yang hanya 150cc namum memiliki penampilan sangar layaknya motor berkapasitas 600cc. Sebuah resep jitu untuk meraih pasar terutama di Indonesia. Motor ini memilik tenaga sebesar 18-20 hp. Dengan kapasitas 150cc tenaga sebesar itu dirasa cukup untuk digunakan sebagai motor harian.

Alternatif Dari Yamaha untuk Fazer 250

Bisa dibilang tampilan Fazer 250 tergolong konvensional, terlebih jika dibandingkan dengan Kawasaki ZX 250R.  Dengan kapasitas 250cc memaksa YMKI mamatok harga tinggi untuk produk yang satu ini. Akibatnya bukan tidak mungkin bila YMKI memaksakan merilis produk ini akan bernasib sama dengan Suzuki Thunder 250 alias mati muda. Mungkin dengan kehadiran Yamaha FZ 150 diharapkan motor ini tidak sja dapat memperkuat brand image Yamaha tetapi juga mampu meraih pasar dalam jumlah yang signifikan mengingat secara teknologi dan ongkos produksi Yamaha FZ 1 tidak lebih mahal dari Yamaha V-Ixion hanya saja FZ 150 mampu memberikan penampilan lebih elegan dibanding saudaranya. Kita tunggu ! 

04
Mei

MotoGP Makin Seru … Doni Tata dapat Poin

4 Seri Balapan 4 Juara

Sejak digelar pertama kali di Qatar, musim balap 2008 telah menghasilkan 4 pembalap dari 4 seri yang berbeda. Dimulai oleh Casey Stoner kemudian Pedrosa, Lorenzo dan kini Valentino Rossi yang selama ini telah puasa gelar sejag GP Estoril Musim Lalu. Pada klasemen sementara Dani Pedrosa masih memimpin, disusul oleh Lorenzo, Rossi dan Juara bertahan Casey Stoner. bukan tidak mungkin diseri berikutnya kita bisa mendapatkan juara baru entah itu James Toseland, Marco Melandri, Andra Dovisio, ataupun Criss Vermeulen 

Lorenzo Hebat, Melandri Bangkit 

Patut di acungi jempol adalah Jorge Lorenzo yang masih mampu finnish diposisi ke empat meski sebenarnya pembalap Yamaha ini berada dalam kondisi cedera di kedua kakinya. Nampaknya Marco Melandri kembali menunjukan tajinya setelah untuk pertama kalinya mampu finish di posisi lima besar. Karena sebelumnya terdengar kabar yang mengatakan bahwa Max Biaggi atau Alex Barros akan mengganikan salah satu dari tiga pembalap Ducati tersebut (yang pasti bukan Stoner)

Doni Tata Dapat Poin !!! Hore …

Setelah 3 seri sebelumnya berada di posisi buncit, Akhirnya Doni Tata berhasil mendulang poin (1) berkat finish diposisi ke 15. Mudah mudahan mendapatkan poin di setiap seri meski hanya berupa satu digit mampu dijadikan rutinitas bagi pembalap harapan bangsa ini. Bravo Doni tata ! 

02
Mei

UPDATE : Kawasaki Ninja ZX 250R adalah 6 Speed

Sumber : Bro Taufik / http://ninja250r.wordpress.com/

Beberapa rekan sempat menyanyakan perihal Ninja 250R yang katanya cuma mengadopsi 5 speed transmisi. Awal mendengarnya saya cukup terkejut dan berfikir dalam hati apa benar KMI mengeluarkan versi Speck Down N250R untuk pasar Indonesia. Terlebih lagi sepanjang saya membaca review review mengenai N250R di berbagai media Online, tidak pernah satupun situs yang menyebutkan ada versi 5 speed dari Ninja 250R. ternyata Biang keladi dari Rumors ini adalah Kesalahan interpretasi pembaca Tabloid OTOMOTIF yang mengulas Test Ride Ninja 250R Pada Halaman 27 Edisi 52/XVII. Berikut saya coba tuliskan sepenggal artikel penyebab rumors ini :

.…Bejek terus hingga peak rpm di angka 10.000 rpm. Melepas Gigi ke-2 torsi berangsur berkurang dan entakan sama sekali tak terasa. Mungkin Racikan gigi Rasio transmisi yang berat (perbandingan kecil-kecil) bisa jadi penyebab. Geber terus hingga gigi ke -5 (terakhir). Hampir tak ada perbedaan alias minim entakan.

nah kata: (terakhir) yang diketik jurnalis Otomotif ini yang menjadi penyebab salah interpretasi ini. Pembaca mengira Gear Ninja 250R hanya sampai 5. Padahal maksud Kata “terakhir” disana adalah gear maksimum yang bisa si tester gunakan karena keterbatasan jarak, maklum tes jalan raya, di Jakarta Pulak. Padahal kalau pembaca jeli disana ada kalimat: (perbandingan kecil-kecil) yang bila diartikan berarti terdapat banyak tingkatan gear transmisi cmiiw. Saya sampai menelefon langsung salah satu dealer Kawasaki untuk memastikan bahwa produk Ninja 250R yang di jual di Indonesia memiliki 6 transmisi kecepatan. Walaupun begitu ilmu saya jadi bertambah karena menurut Bro retorika of INDOBIKER- dalam salah satu artikelnya- untuk pemakaian city ride, 5 transmisi lebih sesuai dibandingkan 6 transmisi. Demikian mudah-mudahan atrikel ini menjawab keraguan mengenai jumlah transmisi Ninja 250R

01
Mei

Kawasaki Ninja ZX250R - 5 Speed ? Ndak Masalah !!!

Penggantian Girbox bukan berarti Cost Down

Kawasaki Ninja ZX250R yang akan beredar di tanah air dikabarkan mengalami “down grade” dengan mengganti girbox 6 speed menjadi 5 speed. Meskipun demikian jika hal itu dianggap sebagai usaha KMI melakukan cost down tidak sepenuhnya benar. Karena penggunaan girbox 5 speed sendiri memiliki berbagai keuntungan terutama bagi sepeda motor yang dipergunakan di Indonesia.

Keuntungan Girbox 5 speed dibanding 6 speed

Meski girbox 5 speed mutlak lebih inferior dinbanding girbox 6 speed dalam penggunaan di track alias sirkuit tidak demikian dengan penggunaan harian. Terlebih hampir seluruh “bakal” konsumen Kawasaki Ninja ZX 250r akan menggunakan motor tersebut sebagai kendaraan harian, bukan untuk penggunaan sirkuit. Karenanya tidak heran KMI menggunan girboks 5 percepatan dibanding girboks 6 speed. berikut merupakan keunggulan girbox 5 speed dibanding 6 speed untuk penggunaan di kota besar seperti Jakarta.

  • Rasio Panjang : Girbox 5 speed artinya memiliki rasio yang panjang. Sehingga pengendara tidak perlu terlalu sering memindahan perseneling. Hal ini menguntungkan terutama saat digunakan pada saat berada di kawasan padat, yang mengharuskan motor melaju pada kecepatan yang relatif naik-turun diwaktu yang dekat.
  • Biasanya” penggantian girbox juga disertain sedikit “tuning” pada mesin. Kebanyakan hasilnya adalah motor memiliki torsi besar diputaran menengah. Meski membuat motor meski memiliki peak power lebih rendah namun mamu berakselerasi lebih cepat di putaran menengah.
  • Pada kapasitas 250cc kadang gigi 6 jarang terpakai. Dalam pemakaian dalam kota bisa dibilang gigi 6 hampir tidak pernah terpakai. Namun dengan rasio pendek mengharuskan pengendara lebih sering melakukan perpindahan perseneling yang berujung pada keletihan. Karenanya disamping dianggap mubazir penggunaan girbox 5 percepatan bisa meminimalisir keletihan pengendara.

Untuk Pemakaian Sirkuit Lain Lagi Ceritanya

Tetapi jika pembelian Kawasaki Ninja ZX 250R ini ditujukan untuk penggunaan di sirkuit, memang untuk memaksimalkan performanya salah satu caranya adalah mengganti girboks 5 speed menjadi 6 speed dan melakukan penggantian knalpot standar. Sepertinya hal inipun dapat dengan mudah dilakukan mengingat parts aftermarket Kawasaki tidak sulit untuk ditemukan di pasar.




Jarak Tempuh

  • 1,643,477 Km

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community