Arsip untuk Mei, 2008

30
Mei

Lawan Pertama Ninja 250R … Yamaha YZF 250R atau GSX 250 ?

Sportbike 250cc Bakal Menjamur !

Seperti sebuah siklus, nampaknya era motor sportbike 250cc bakal kembali bangkit sejak mulai pudarnya kejayaan mesin dua tak pada akhir dekade 1990an. Hal ini dinilai wajar karena sejak memasuki abad 21 ini pengendara motor baik di indonesia maupun di eropa-jepang hanya disuguhi tiga pilihan utama yaitu motor Sport2 tak berkapasitas 125cc kemudian langsung meloncat drastis pada motor dari kelas Supersport 600cc dan kemudian melanjutkan pada motor berkategori Superbike 1000cc. Hal ini diakibatkan saat itu seluruh sportbike 250cc bermesin 2 tak yang kesemuanya tidak lulus uji emisi euro 3

250cc Sebagai Kelas Penghubung

Hal ini ditenggarai oleh regulasi yang berlaku pada negara produsen utama roda dua yaitu Eropa & Jepang dimana mereka menerapkan tiga kategori Surat Ijin Mengemudi, Yaitu “L” yang berarti Learning dimana seorang bikers selama 2 tahun pertama hanya diperboehkan mengendarai sepeda motor berkapasitas dibawah 125cc dan bertenaga kurang dari 20 hp. Setelah melewati masa tersebut barulah bikers tersebut diperbolehkan mengendarai motor berkapasitas 250cc dengan batasan tenaga sebesar 30 hp dalam kategori ini sim yang diperoleh Bikers tersebut adalah “P” alias personal. Setelah melalui berbagai ujian barulah bikers tersebut berhak mengendarai motor dengan kapasitas dan performa apapun yang ia sukai.

Namun agaknya hal ini merupakan suatu celah potensial bagi produsen motor, karena dengan menciptakan motor dengan kapasitas mesin 250cc 4tak maka seorang bikers dengan sim “P” sudah dapat merasakan dan mengendarai motor Superbike ringan, tanpa harus menunggu proses dan waktu terlalu lama.

Kawasaki Ninja ZX 250R Sudah, Tinggal Yamaha YZF 250R dan Suzuki GSX 250R menyusul ?

Jika kembali pada tahun 1990an dunia speda motor dipenuhi motor sport 250cc hi-performance bermesin 2 tak tidak lain mereka adalah Honda NSR 250, Suzuki RGV 250 dan Aprilia RS250. Seiring dengan waktu satu persatu motor tersebut hilang dari peredaran. meski Kawasaki ZZ 250 tetap bertahan namun motor tersebut memiliki konsep Spor Touring, bukan sportbike murini. Nampaknya jika saat ini Kawasaki menjadi Pionir kebangkitan motor sport 250cc. Hal ini bukan tidak mungkin bila melihat potensi pasar yang dimiliki kelas tersebut. Apalagi bagi Yamaha, nampaknya kehadiran YZF 250R atau lebih cocok disebut “adik” dari R6 hanya tinggal menunggu saat peluncuran nya saja. Hal ini menilik dari keberadaan YZF 125R yang tinggal berganti mesin saja! Kita tunggu :-D !!!

26
Mei

Honda CS1 - Motor Berkopling Paling Nyaman

Rute : Mampang-Warung Buncit-Kemang Pada Jam 5.30 Sore 

Indobikers berkesempatan mencoba Honda CS1 milik sahabat, yang juga merupakan pengguna Honda CBR Fireblade Repsol 1000, terlepas apakah masbro yang satu ini seorang fanatik Honda atau bukan :roll: , pokoknya yang penting Indobikers bisa merasakan tingkat kenyamanan motor Honda CS One pada kondisi jakarta yang sesungguhnya yaitu menghadapi macet, jalan merayap dan situasi dimana kopling motor bekerja dengan keras dan mesin yang menggunakan radiator tidak tersuplai aliran udara dengan maksimal.  

Kopling dan penyaluran tenaga optimum

Kopling Honda CS1 lembut, terlepas dari kondisi motor yang relatif baru tetapi kondisi jalanan Mampang-Warung Buncit yang memaksa pengendara motor melakukan stop - jalan dan memindahkan gigi 1-2 dan posisi setengah kopling secara konstan ternyata tidak melelahkan bahkan bila dibandingkan motor bebek konvensional (tanpa kopling sekalipun). Hal ini tidak lepas dari penyaluran tenaga motor pada putaran mesin rendah yang optimum dan effisian - ingat optimum disini artinya tenaga yang disalurkan adalah “pas” cukup untuk menggerakan motor dengan baik pada putaran rendah-menengah. Karena kadang tenaga terlalu besar seperti pada Satria FU justru tidak effisien karena tenaga dan torsi terlalu besar justru membuat pengendara menarik tuas kopling secara penuh atau berkendara merayap dalam posisi setengah kopling. Kontras dengan Honda CS1 tenaga motor yang cukup besar mampu dipergunakan secara optimal dan tidak mubazir. Ganjaranya pun menjadikan konsumsi BBM CS1 pun akan menjadi lebih effisien.

Tempat Penyimpanan dibelakang Stang … Berguna lho!

Umumnya motor berkopling tidak memiliki fitur seperti ini, bahkan tidak semua skutik tidak memilki fitur ini. Kesanya sederhana, namun tempat penyimpanan ini bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan botol minuman mineral ukuran kecil. Gunaya terasa saat berda di kemacetan, karena pengendara dapat meminum disaat sedang mengantri di kemacetan, hal ini terbukti vital karena di tengah antrian kendaraan, udara jakarta yang berkisar antara 34-38 derajat celcius bisa meningkat menjadi 40 derajat celcius terutama di dalam kemacetan akibat panas yang diproduksi oleh mesin kendaraan bermotor. Dengan adanya fitur tersebut pengendara dapat mengurangi resiko dehidrasi dengan meminum air mineral dan menjaga konsentrasi tanpa perlu repot menyimpanya di tas ataupun digatung pada kantog plastik … wah !

 

25
Mei

Tips Berkendara Hemat BBM

BBM Naik … Apa Boeh Buat !

Nasi sudah jadi bubur :( tetapi setidaknya sebagai pengguna sepeda motor terutama sebagai sarana berkendara harian hal tersebut tentunya harus di tanggapi dengeng cerdas dan taktis, bukan hanya sekedar menanggapinya dengan sumpah serapah ataupun mengantri BBM berjam jam sebelum kenaikan harga. Ada sedikit tips yang setidaknya dapat membantu mengurangi ongkos oprasional dalam berkendara, nah!

Sepeda Motor dan Kondisinya

Untuk melakuan penghematan BBM langkah pertama adalah untuk melakukan Cek&Ricek kondisi sepeda motor. Sudah barang tentu faktor utama yang perlu di perhatikan adalah kondisi, baik mesin maupun kondisi sepeda motor secara keseluruhan.

  1. Mesin, Karburator dan Saringan Udara : Hal yang pertama dilakukan adalah mengecek kondoso terutama kebersihan karburator, dan saringan udara dari kerak yang terdapat pada bagian tersebut. Karena bila saja terdapat kotoran ataupun benda yang mampu mengganggu sistem kerja bagian tersebut sudah barang tentu kinerja mesin akan menurun dan berimbas pada konsumsi BBM motor tersebut - ini terkait dengan psikologi berkendara dan teknik mengemudi.
  2. Kembalikan Ke Kondisi Standar : Performance kit, semisal knalpot, saringan udara hingga stelak spuyer pada karburator maupun perangkat lainya yang mampu meningkatkan performa motor - termasuk ban ukuran lebih lebar dari ukuran standar tentunya akan membuat konsumsi BBM motor melonjak dibanding kondisi motor dalam keadaan standar. Untuk itu mengembalikan kondisi motor ke pada spek standar sudah pasti dapat memangkas konsumsi BBM
  3. Service Berkala : Hal ini terkait dengan poin pertama dan kedua. Dengan melakukanservis berkala setidaknya dapat menjaga kondisi dan performa motor agar motor tetap dapat memberikan performa otimal tanpa harus mengkonsumsi BBM lebih banyak dari saat motor masih dalam kondisi baru/fresh from the oven … kue kalee :mrgreen:

 

Teknik Mengemudi dan Pskiologi Pengendara

Motor kondisi standar belum tentu akan berfungsi optimal bila teknik mengemudikanya sembrono alias tidak efisien. Tentunya dengan sedikit tips dalam berkendara maka motor tersebut akan lebih efisien dan berimbas pada penghematan BBM.

  1. Atur Bukaan Gas dan RPM : Semakin besar bukaan gas artinya semakin banyak asupan bensin ke karburator / injektor. Sudah barang tentu konsumsi bahan bakar akan meningkat drastis dibanding saat motor dalam kondisi stasioner. Sama seperti mengatur putaran mesin, semakin tinggi putaran mesin maka semakin banyak bahan bakar yang tersedot. (ingat beda dengan efek engine brake lho) jadi atur putaran mesin pada putara menengah, meski tidak sampai torsi maksimum namun motor tetap dapat melaju dalam kecepatan normal.
  2. Sering Mengoper Perseneling - menjada Torsi dan Putaran Mesin : Posisi gigi yang tepat di kecepatan yang tepat dan putaran mesin yang tepat adalah kunci hemat BBM. Bila putaran mesin tinggi menggunakan gigi rendah, disamping tidak nyaman hal ini juga menyebabkan pemborosan BBM. Sama persis dengan putaran mesin rendah, dalam posisi gigi tnggi. Untuk mencapai torsi optimum memaksa pengendara membuka gas lebih lebar, effeknya ya itu … pemborosan!
  3. Jangan Membuka Gas Maksimum : Umumnya pengendara motor langsung membuka gas secara maksimum begitu melihat lampu hijau. Memang rasanya lega begitu keluar kemacetan, namun pembukaan gas secara maksimum hampir sama effeknya dengan melakukan “Geber-geber gas” akibatnya pembakaran tidak effisien.
  4. Jangan Terpancing Kebut Kebutan : Ngebut itu enak! Betul! Tapi dalam rangka hemat BBM dan keselamatan sebaiknya mengedara motor cukup dalam kondisi normal saja. Cukup lakukan bukaan gas secukupnya dan berkendaralah sewajarnya. Insyaalah selain aman, nyaman anda bisa berhemat BBM Setuju ?!!!
22
Mei

GP 250 Diganti dengan GP 400/500/600 ?

(note-gambar nggak ada hubunganya sama tulisan)

Motor 2Tak 250cc Sudah Tidak Lagi Diproduksi

Salah satu imbas penerapan regulasi emisi Euro III untuk pasar Eropa memaksa beberapa pabrika seperti Aprilia, Honda dan Suzuki untuk menutup line up produk 250cc berkapasitas 2 tak. Produk yang paling terakhir menjadi korban adalah Aprilia RS250 pada tahun 2004 silam. Akibatnya seolah menadi sia sia bagi pabrikan untuk terjun habis habisa di kelas 250cc tersebut bila toh pada akhirnya berbagai terobosan yang mereka temukan lewat motor prototype yang diikut sertakan di kelas tersebut menjadi sia sia belaka, karena - terutama untuk teknologi mesin hampir mustahil untuk diaplikasikan pada motor produksi masal mereka. Hal ini kontras berbeda dengan motor yang beraksi di kelas MotoGP dan GP 125. Bila di kelas Moto GP lebih berbicara masalah prestise dan penerapan teknologi pada motor superbike, pada GP 125 lain lagi ceritanya, karena di kelas ini berbagai pabrikan terutama pabrikan eropa masih memproduksi motor sport bermesin 2 tak. Sehingga yang bakal tergeser adalah kelas 250cc  dimana merupakan sebuah kelas tanggung!

Antara Mesin 400,500 atau 600cc

Bila berbicara kelas pengganti Gp 250cc, pilihanya ada 3 kelas, pertama adalah kelas 400cc. Namun kendalanya hampir tidak ada pabrikan yang masih memproduksi motor berkapasitas 400cc. Hal serupa juga terjadi pada motor kelas 500cc. Namun bila berbicara kelas 600cc, kemungkinan akan berbenturan dengan kejuaran World Supersport maupun Superstoc. Sehingga bukan tidak mungkin kelas “tanggung” seperti di MotoGP yang berkapasitas 800cc juga akan diperlombakan sebagai pengganti Gp 250. Kita tunggu!

20
Mei

Honda NR - Sebuah Mahakarya Honda

Futuristis Sepanjang Masa

Futuristis identik dengan kecangihan teknologi dan desain. Karena itu Futuristis amat relatif dengan waktu. Sesuatu yang dianggap futuristis hari ini belum tentu dianggap futuristis pada tahun berikutnya. Bahkan ada anggapan, bila ingin selalu terlihat futuristis maka pilihlah produk bernuansa kassik. Namun tidak semua produk dapat mengikutinya, apalagi sebuah produk yang mampu melawan hukum alam tersebut.

Mahakarya Yang Mencoba Melawan Hukum Alam 

Mungkin banyak orang menganggap motor Harley Davidson Eectra Glide merupkan sebuah mahakarya roda dua bagi kategori motor touring. Selain desain yang tidak termakan zaman dari edisi pertama hingga kini rasanya tidak terdapat perubahan yang signifikan. Namun hal itu terasa wajar, apalagi memang sebuah desain klassik umumnya memang tidak mudah kelihatan kuno.

Lain halnya dengan kategori motor sport atau Superbike, dimana dalam waktu beberapa tahun saja sebuah produk yang tadinya dianggap futuristis bisa jadi dianggap sebuah produk kuno. Mungkin hanya Ducati Superbike 916 saja yang masih dianggap tidak ketinggalan zaman padahal motor tersebut merupakan keluaran tahun 1994.  Tetapi walau bagaimanapun meski telah mendapat gelar sebagai motor Superbike terbaik sepanjang masa versi Discovery Channel maupun majalah Two Wheels motor 916 sudah terasa usang apabila di sandingkan dengan penerusnya baik Superbike 999 apalagi varian 1098.

Tidak demikian dengan produk Honda, sejak pertama kali di rilispada tahun 1992, hingga kini motor empat silinder ini rasanya masih saja terlihat futuristis bahkan bila dibandingkan dengan Honda CBR 600 RR edisi tahun 2007 ataupun Honda Fireblade 1000 edisi 2008.

Bayangkan Desain Motor Ini Sudah Berumur 16 Tahun

Single side swing Arm, atau istilahnya lebih populer disebut Pro Arm, Knalpot Kolong yang kini merupakan sebuah lambang identitas superbike modern hingga fairing Carbon Fiber yang amat ringan kesemuanya adalah  teknologi yang sangat populer saat ini. Bahkan bisa dibilang setidaknya pengaplikasian salah satu fitur tersebut merupakan sebuah standar bagi sebuah Sportbike/ Superbike saat ini bila mereka ingin disebut sebuah motor canggih nan futuristis. 

Namun bayangkan bila tiga fitur canggih tersebut sudah perupakan opsi standar bagi motor yang dirilis pada tahun 1992, alias sudah berusia 16 tahun lamanya. Bahkan bisa dibilang baik siluet maupun desainyapun bisa dibilang lebih futuristis bila dibanding pendahulunya yang berusia jauh lebih muda.

Adalah Honda NR 750 yang pertama kali irilis pada tahun 1992 ini merupakan sebuah masterpiece yang memiliki kekekalan secara futuristis. Mulai dari desain, fitur maupun performa Honda NR merupakan sebuah kesempurnaan yang sulit ditandingi oleh produk manapun, bahkan bagi Honda untuk mengulanginya pun dirasa cukup sulit.

Tanpa Restriktor mesin 750cc ini sanggup menelurkan 160hp

Tampang keren dirasa percuma bagi Honda bila NR tidak didukung performa yahud. Mesin V4 yang menggunakan oval piston ini mampu menelurkan tenaga sebesar 160 hp pada 14.000 Rpm. Hanya saja Honda membatasi output tenaganya pada 125 bhp semata mata demi keselamatan pengendaranya. Terlebih teknologi piston oval tersebut merupakan untuk pertama kalinya digunakan untuk motor jalan raya. Kalaupun ada yang menggunakanya lagi adalah Ducati Desmosedici RR, itupun mereka terlambat 15 tahun dibanding Honda NR. Hanya saja akibat harga yang sangat mahal pada waktu itu ( $50.000 ) plus hanya diproduksi sebanyak 300 unit Akhirnya nasib Honda NR tidak berbeda dengan motor eksotis lainya, yaitu hanya menjadi penghuni garasi maupun hiasan ruang tampu para kolektor sepeda motor. Boleh dibilang sisi positifnya adalah meski telah berusia 16 tahun dijamin kebanyakan kondisi motor Honda NR tetap terjaga dengan baik. 

 

20
Mei

Tiga Yamaha Dipodium … Gila !!!

Pedrosa Gagal Manfaatkan Pole Position

Podium 1,2 dan 3 dikuasai oleh 3 pembalap Yamaha. Tidak lain adalah Valentino Rossi, Lorenzo dan Collin Edwards. Pole Position Danii Pedrosa gagal dimanfaatkan oleh pembalap Honda yang satu ini karena pada akhir balapan ia hanya berhasil menduduki peringkat 4. Lebih sial dialami Casey Stoner. Juara bertahan kembali “apes” saat motornya mengalami kerusakan teknis.

Ducati Salah Mengontrak Pembalap : Melandri, Elias, Guintoli … Kelaut Aja !

Kontras saat di dukung oleh Capirossi, Barros atau Hoffman, prestasi motor Ducati lebih baik dari musim ini. Meski dua nama pertama sudah hampir menginjak kepala empat, namun setidaknya mereka masih mampu menyumbangkan gelar juara maupun finish di podium. Ingat musim lalu Capirossi duduk di posisi 8 klasemen akhir, dan Barros berhasil duduk di peringkat 10. Kini justru saat diperkuat pembalap flamboyan seperti Melandri dan Ellias jangankan memperebutkan posisi podium, untuk bersaing mendapatkan posisi 10 besar pun mereka kesulitan. Praktis hanya Stoner saja yang masih mampu berbicara banyak. Kalau begitu sebaiknya Ducati kembali mengontrak para pembalap gaek tersebut jika ingin kembali menguasai Moto Gp seperti musim sebelumnya.

18
Mei

Mesin Sonic Lawas Di Honda CS1 ? Itu Belum Seberapa !

Penggunaan mesin Sonic Lawas pada Honda CS One Gress di mata konsumen masih dianggap kontroversial. Karena banyak juga yang menganggap AHM malas melakukan inovasi maupun trobosan teknologi dan hanya mengandalkan mesin lawas untuk mengurangi biaya produksi. Tetapi di belahan bumi lain hal tersebut justru bisa dibilang wajar. Tetapi ingat penggunaan mesin lawas untuk varian motor baru, bukan berarti motor baru tersebut hanya melakukan penggantian casing seperti halnya yang dilakukan AHM pada Tiger Revo. Tetapi motor tersebut memang betul betul gress, hanya saja menggunakan varian  mesin yang sudah pernah dipakai oleh produk sebelumnya. Sama seperti yang dilakukan oleh AHM pada CS one. Hubungan antara Mesin dengan Motor sendiri sebenarnya banyak yang lebih rumit dari itu contohnya adalah : … 

1. Satu Mesin Beberapa Varian

Ini umumnya dilakukan oleh pabrikan eropa seperti Ducati. Seperti juga Honda yang menggunakan mesin Sonic pada CS1 alias satu mesin digunakan oleh dua varian, ducati juga melakukan hal yang serupa. Mesin 1000 DS alias mesin Dual Spark L twin 1000cc berpendingin oli digunakan tidak saja oleh varian Multistrada, namun juga digunakan oleh varian Monster S2R, GT1000 Classic, Supersport hingga Hypermotard. Artinya yang dilakukan oleh Ducati terbilang lebih ekstrim dibanding yang dilakukan oleh Honda karena ducati menggunakan 1 mesin untuk 6 varian! 8O

2. Beberapa Tipe Mesin untuk satu Varian

Uniknya hal yang sebaliknya dilakukan juga oleh Ducati, yaitu untuk satu varian menggunakan beberapa mesin sekaligus! Sebagai contoh adalah yang terjadi pada Ducati Monster. Untuk varian Monster 620ie menggunakan mesin L Twin 620cc berpendingin udara. Tetapi untuk mesin berkapasitas 750cc Monster menggunakan mesin L Twin 750cc berpendingin oli. Untuk varian monster berkapasitas 1000cc justru lebih rumit lagi karena memilki empat varian dengan empat jenis mesin yang berbeda contohnya adalah :

  • Monster S4 1000 - L Twin 916cc liquid cooled (Superbike 916)
  • Monster S2R - L Twin 992cc berpendingin oli (Multistrada, SS1000, GT1000)
  • Monster S4R - L Twin 996cc Liquid cooled (Superbike 996)
  • Monster S4RS - L Twin 999cc Liquid cooled (Superbike 999)

Artinya untuk sebuah varian Monster saja Ducati menggunakan lebih dari 5 jenis mesin. Dan umumnya mesin tersebut digunakan oleh motor dari kelas yang berbeda. Tetapi penggunaan mesin tersebut tidak sesimpel melakukan penggantian ban, namun meski basis mesinya sama, tetapi telah dilakukan proses de- tunned artinya mesin tersebut mengalami proses seting ulang. Contohnya pada mesin Monster S4RS, meski mesin S4RS sama persis dengan Superbike 999 tetapi karakter kedua mesin tersebut jauh berbeda. Bila pada 999 torsi maksimum berada pada Rpm tinggi, pada S4RS torsi tertinggi justru dicapai pada putaran menengah. Hal ini didasari karena S4RS bukan merupakan motor sport, tetapi motor street fighter alias motor jalanan. Kesimpulan yang bisa diambil adalah meski di klaim (menggunakan mesin yang sama) namun karakter mesin tentu saja berbeda, apalagi bila mesin tersebut di gunakan oleh motor dari kelas yang berbeda 

3.Satu Mesin untuk beberapa Merk Motor ? Wah !

Hal seperti ini paling sering dilakukan oleh Suzuki. Salah satu contohnya adalah penggunaan mesin V-2 RGV 250 Gamma pada Aprilia RS 250. Hal tersebut berlanjut hingga kini. Sebagai contoh adalah penggunaan mesin berbasis mesin Suzuki SV 650. Mesin ini juga digunakan oleh Cagiva Raptor 650, V-Raptor 650 dan Hyosung GT 650. Sedangkan untuk motor berkapasitas 1000cc mesin Suzuki TL 1000 digunakan juga oleh Cagiva sebagai mesin Raptor 1000 dan V-Raptor 1000.

Jadi jangan heran bila karakter antara Cagiva Raptor 1000 dengan TL 1000 agak sedikit mirip, meski kedua motor tersebut berasal dari brand yang berbeda. Agakanya hal yang dilakukan oleh Suzuki ini akan terus berlanjut dan bukan tidak mungkin akan ditiru oleh pabrikan lainya.

Tidak Cuma Menghemat Biaya Lho !

Jika banyak pihak menuding penggunaan satu mesin untuk beberapa varian ataupun satu mesin untuk beberapa merk motor adalah upaya untuk menghemat ongkos produksi, hal tersebut benar adanya. Namun hal tersebut tidak melulu dilakukan pabrikan sekedar untuk meraup keuntungan sebanyak banyaknya. Tetapi dengan melakukan hal tersebut banyak keuntungan lain yang bisa diraih. Keuntungan tersebut antara lain.

  1. Pabrikan Bisa Berkonsentrasi Mengembangkan Sasis. Pemahaman Sasis disini bukan hanya rangka namun termasuk juga suspensi dan lengan ayun. Karena untuk memaksimalkan performa motor tidak saja hanya mengandalkan kekuatan mesin semata, namun settingan suspensi, jarak-posisi lengan ayun juga menentukan pengendalian motor. Dengan demikian pabrikan bisa dengan mudah melakukan seting pada rangka apabika mereka sudah memahami karakter mesin yang akan digunakan pada motor tersebut.
  2. Memudahkan Konsumen. Hal ini akan bermanfaat terutama bagi konsumen yang menggunakan motor dari merk yang sama. Ambil contoh pengendara Sonic yang akan beralih kepada Honda CS 1. Motor dengan pengalamanya diatas Sonic sedikit banyak ia akan lebih mudah menguasai CS 1 untuk kemudian memaksimalkan performa CS 1. Meski hal yang kedua tidak disarankan untuk dilakukan di jalan umum.
  3. Mendukung After Sales Service. Mesin sama dengan produk sebelumnya. Artinya suku cadang motor tersebut akan lebih mudah ditemui di pasaran, plus teknisi pun tidak akan kesulitan untuk memperbaiki motor tersebut bila mana motor tersebut mengalami kerusakan. Terkesan sepele memang, namun manfaatnya akan terasa saat motor tersebut mengalami masalah :)
17
Mei

Kabar Duka - Bikers Senior Sophan Sophian Kecelakaan

Kecelakaan Sophan Saat Mengikuti Touring “Jalur Merah Putih”

Sophan Sophian salah seorang tokoh yang juga merupakan Bikers senior telah meninggal dunia saat mengikuti/memimpin konvoi Jalur Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Konvoi tersebut diikuti berbagi jenis motor besar terutama dari jenis Motor Touring dan Choppers antara lain dari Harley Davidson, BMW, Goldwing. Rencananya aktor kawakan tersebut bersama rombongan akan mengelilingi pulau jawa sekaligus mengadakan bahkti sosial di setiap tempat dimana rombongan berhenti.  

Kronologi Kecelakaan Almarhum Sophan Sophian

Sekitar pukul 09.49 WIB, rombongan ini melintas di wilayah Ngawi, Jawa Timur menuju Sragen, Solo. Namun saat berada di perbatasan Ngawi-Sragen, tepatnya di kawasan hutan Widodaren, sepeda motor besar yang tunggangi Sophan menghantam lubang besar. Seketika itu juga, sepeda motor tersebut oleng dan akhirnya terjatuh.

“Waktu jatuh Pak Sophan belum meninggal. Namun dia mengalami patah kaki dan tidak sadarkan diri. Dia kemudian dilarikan ke RS Sragen dengan menggunakan ambulans dan meninggal beberapa saat kemudian,” ujar Tri Erika, salah satu peserta Konvoi Jalur Merah Putih kepada detikcom, Sabtu (17/5/2008).

Menurut Tri, Sophan mengalami kecelakaan tunggal. Dalam peristiwa itu hanya motor Sophan yang terjatuh. Dia membantah informasi yang menyebutkan kecelakaan itu melibatkan 2 sepeda motor lainnya. “Yang jatuh cuma motornya Pak Sophan, tidak ada lagi. Lubangnya cukup besar, seukuran ban motor Harley-lah,” ungkap Tri.

Diakui Jalur Tersebut Cukup Rawan

Meski tidak di ikuti oleh komunitas Ducati Desmo Owners Club - DDOCI, namun banyak anggota DDOCI senior yang sudah beberapakali melewati melawati rute tersebut memang diakui memiliki rintangan yang sulit, mulai dari tikungan berliku hingga lubang besar. Akibatnya meski telah dibekali pengalaman maupun skill yang mumpuni tetap saja rute tersebut cukup berbahaya untuk dilalui. Terbukti kali ini telah memakan korban Bikers Senior - Sophan Sophiaan.

Tujuan Mulia ” Konvoi Jalur Merah Putih”

Meski sempat di protes karena memasuki jalan Tol, namun sebenarnya rombongan konvoi ini telah mengantungi izin resmi dari kepolisian untuk memasuk jalan bebas hambatan tersebut. Tujuan konvoi Jalur Merah Putih adalah upaya komunitas motor besar utuk membangkitkan rasa kebanggaan terhadap bangsa indonesia yang sudah mulai pudar karena sentimen pengkotak2kan berdasarkan SARA. Terbukti di setiap tempat konvoi berhenti mereka melakukan upacara bendera yang kini sudah jarang dilakukan, serta melakukan bakti sosial kepada masyarakat setempat, sebagai catatan bahkti sosial yang dilakukan tidak sekedar simbolis namun memang memiliki kapasitas layaknya bhakti sosisal pada umumnya alias signifikan.

Selamat Jalan Broters - INDOBIKERS mengucapkan Turut Berduka Cita  

Meski tidak mengenal dekat secara pribadi, selaku media Sepeda Motor , Redaksi Indobikers mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Sophan Sophian. Semoga amal ibadanya diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa. Selamat jalan Bro, …

Links : Kronolois Kecelakaan

17
Mei

1 Juta Pengunjung, 230 Postingan, 30 Ribu Komentar !

Sejak pertama kali di buat pada bulan Mei 2007 hingga saat ini, kurang lebih 1 tahun kemudian INDOBIKERS sudah kedatangan lebih dari 1 juta pengunjung. Sekitar 230 artikel dari berbagai kategori sudah di posting. Tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada tamu INDOBIKERS yang aktif memberikan komentar entah itu sekedar saran, pendapat, kritik maupun posisi podium pertamax. Bahkan beberapa nama pembaca bisa dengan mudah di kenal mulai dari Gus Pur dengan Sniff2nya, Honda Bebek yang memang amat antagonis, Ical Brown, Girifumi, Taufik, Boogie HD ataupun Benkel Spedamotor dengan analisa tajamnya menambah marak kolom artikelnya. Bagi para tamu yang tidak sempat saia sebutkan disini termasuk bro Ilham Kafemotor juga saia ucapkan trimakasih. Mudah mudahan seiring dengan waktu serta belum kelarnya INDOBIKERS.NET yang kembali di tunda launchingnya menjadi tanggal 1 Juni, karena semata2 agar saat pindahan INDOBIKERS.NET mampu memberikan perbedaan yang signifikan dibanding saat masih numpang di WordPress. Tetapi bukan blog ini akan di matikan ataupun di terlantarkan lho! Blog ini tetap akan berporasi seperti sedia kala.  Mudah mudahan INDOBIKERS bisa menjadi tempat nongkrong para bikers di dunia maya. Salam Bikers !!!

 

15
Mei

MV Agusta F4 CC … X Tra Exlusif, X Tra Mahal !

Bagi penikmat balap motor, tentunya nama MV agusta merupakan sebuah nama yang tidak asing ditelinga. Tidak heran bersama salah seorang pembalap legendaris bernama Giacomo Agostini mereka mampu meraih gelar juara dunia granprix dimana 7 diantaranya di persembahakan melalui keahlian Giacomo Agostini mengendarai MV Agustanya

Back From The Dead

Berkat campur tangan Cagiva yang kembali menghidupi MV Agusta, dan lahir melalui rancangan sang maestro Massimo Tamburini, MV Agusta kembali melahirkan dinasti sepeda motor berjenis superbike. Tujuanya tidak lain adalah untuk menyaingi dominasi Ducati yang saat itu mengandalkan Ducati 996 sebagai flagship produknya. Produk Mv Agusta tersebut  dinamakan MV Agusta F4 Series, yang pertama tama dilaunching pada tahun 1998 dengan kapasitas mesin 750cc 4 silinder. Namun produk CRC tersebut (Cagiva Research Center) dirasa kurang mumpuni untuk menyaingi performa Ducati 996, akibatnya CRC memutuskan untuk terus memproduksi motor dengan varian mesin yang berbeda namun menggunakan basis sasis yang sama. Keluarga MV Agusta F4 Series tersebut antara lain :

  • F4 Oro - 750cc - 126 hp (199 8)
  • F4 S - 750cc - 126 hp (1999)
  • F4 EVO S2 - 750cc - 137 hp (2002)
  • F4 Senna - 750cc - 137 hp (2002)
  • F4 SPR - 750cc - 146 hp (2004)
  • F4 Ago - 998 - 166 hp (2005)
  • F4 S - 998 - 166 hp (2005)
  • F4 Tamburini - 998 - 173 hp (2005) 
  • F4 Senna - 998 - 174 hp (2006)
  • F4 Veltro Strada - 998 - 177 hp (2006)
  • F4 Veltro Pista - 998 - 185 hp (2006)
  • F4 R - 998 - 175 hp (2006)
  • F4 R 312 - 998 - 183 hp (2007)
  • F4 CC - 1078  - 200 hp  (2007)

 

MV Agusta F4 CC - 1078cc, 200hp, 140nm, $120.000

Jika ada motor dai kelas superbikes (dibawah 1200cc) yang mampu menandingi performanya mungkin hanyalah Ducati Desmosedici RR dengan kapasitas 990cc dan 200hp. Itupun harganya hanya setengah dari MV Agusta F4 CC. F4 CC sendiri artinya singkatan dari Claudio Castiglioni yang tak lain adalah pemilik MV Agusta dan Cagiva. Motor yang di bandrol $120.000 dolar atau sekitar 1.1 milliar rupiah ini (off the road) 8O ini hanya diproduksi 100 unit.

Selain menawarkan performa yang luar biasa motor ini memiliki nilai ekslusifitas dibanding produk lainya. Mulai dari bagian mesin yang terbuat dari titanium, hingga jok kulit yang terbuat dari bahan kulit khusus rancangan rumah mode ternama. Sedikitnya jumlah F4 CC yang beredar di pasaran juga turut menambah nilai ekslusifitas motor ini. Nampaknya motor ini lebih cocok di pajang di ruang tamu ataupun menjadi hiasan sebuah istana dibandingkan untuk digunakan harian ataupun dipakai di sirkuit sekalipun. Berminat ?

12
Mei

Honda CS1 / CS One - Minim Masalah ?

Buah Riset Yang Matang

Kehadiran CS1 yang telah lama ditunggu bahkan bisa dibilang terlalu lama ditunggu, setidaknya memiliki sisi positif yang sulit ditandingi oleh produk baru lainya. Keunggulan tersebut adalah minimnya masalah pada CS1. Karena biasanya masalah yang kerap mendatangi produk baru tersebut adalah keluhan dari konsumen terhadap “kelemahan” yang dikarenakan perbedaan desain produk baru tersebut saat dibandingkan dengan produk sebelumnya. Seperti yang menerpa Bajaj Pulsar saat baru di launching dengan keluhan : kasarnya sambungan pada sasis motor saat dibandingkan dengan pesaingnya yang lebih lawas : Honda Tiger, ataupun posisi foot step penumpang pada Yamaha mio yang kerap menuai protes akibat posisinya yang berada terletak terlalu keluar yang notabene cukup berbahaya, saat dibandingkan dengan Yamaha Nuovo.

Namun hal tersebut (sejauh ini) belum ada komplain pada produk andalah AHM tersebut. Meski dinilai memiliki desain agak kontroversial, motor ini tidak memiliki masalah baik dari segi ergonomis maupun performa. Untuk faktor sasis dan ergonomis nampaknya ini adalah salah satu buah yang dipetik dari reseach yang cukup lama dan matang oleh pihak AHM

Penggunaan mesin Sonic yang teruji

Untuk urusan mesin nampaknya penggunaan satu jenis mesin untuk beberapa varian juga berlaku pada produk buatan AHM ini. Penggunaan mesin Sonic, meski terbilang lumayan berumur namun memiliki keuntungan tersendiri. Yang pertama adalah reabilitas nya yang sudah teruji dan bila mana memiliki kelemahan pada desain maka dapat dengan mudah di atasi. Keuntungan kedua dengan mesin Sonic adalah - meski tidak masuk secara resmi melalui AHM namun sedikit banyak teknisi AHM telah mengetahui seluk beluk mesin tersebut sehingga bila terjadi masalah ataupun untuk melakukan perbaikan, para teknisi tersebut dapat melakukanya tanpa harus melalui proses pelatihan berlebih. Dengan menggunakan mesin Sonic yang memiliki performa yang hanya berbeda sedikit dengan Jupiter MX ataupun SatriaFU maka para pengguna produk CS1 tidak perlu beradaptasi terlalu lama untuk mengetahui karakter motor tersebut. Hal ini konon bertolak belakang dengan pengguna Satria FU.

Akankah Pabrikan Lain Menyusul ?

Menggunakan mesin lawas untuk produk baru dikelas yang berbeda nampaknya merupakan sebuah langkah jitu. Terbukti dengan kesuksesan Satria 150 FU dengan FXR, kemudian disusul dengan Honda CS1. Bukan tidak mungkin strategi serupa akan ditiru oleh pabrikan lain. Karena hal ini terbilang cukup wajar mengingat menggunakan mesin lawas artinya dapat meringankan ongkos produksi dan perawatan serta di saat yang sama pabrikan dapat lebih berkonsentrasi pada desain sasis maupun eksterior motor. Toh selama performa mesin lawas tersebut masih mumpuni rasanya tidak ada salahnya untuk digunakan pada motor varian terbaru. :-D

11
Mei

Antara Warna Dengan Sepeda Motor

Tidak hanya partai yang memiliki kaitan erat dengan warna tertentu. Antara Motor dengan warna pun ternyata demikian. Bahkan dengan warna seseorang dapat menebak merk motor tersebut hanya dengan melihat warnanya. Kadang saking terikatnya dengan warna tersebut menjadi tidak ”sreg” bila memilih warna selain warna khas brand motor tersebut. Kini hampir setiap motor memiliki warna khas namun belum tentu warna khas tersebut begitu mengkikat dengan motor tersebut. Berikut merupakan urutan ikatan paling erat antara warna dengan brand motor terebut.

1. Kawasaki dan Lime Green

Kawasaki, bahkan sering disebut motor “Geng Hijau” warna Lime Green sendiri begitu terikat dengan Kawasaki sampai-sampai tidak ada brand lain yang berani menggunakan warna Lime Green sebagai opsi warna dalam produknya. Sebagai catatan bagi Kawasaki warna hijau juga digunakan di dalam ajang balap baik Moto GP maupun WSBK.

2. Ducati dan Solid Red

Seperti saudaranya yang beroda empat, Ferarri  Ducati hanya menawarkan produknya dalam 3 warna yaitu Merah, Kuning, Hitam terlepas kini mengeluarkan produk berwarna putih untuk 848 namun seperti juga Ferarri yang menggunakan warna Merah dalam ajang motor sport dan opsi warna utama pada produknya pada akhirnya warna merah solid tersebut menjadi warna khas pabrikan asal Bologna ini.

3. Aprilia dan Warna Hitam Dof

Masih ingat ketika Max Biaggi menjadi kampiun Gp 250 pada tahun 1995-97 sebelum pindah ke Honda pada tahun 1998. Warna hitam dof pada Chesterfield Aprilia nya menjadi sebuah momok tersendiri. Kini hampir semua semua jejeran aprilia menggunakan warna tersebut, meski warna Silver merupakan alternatif kedua bagi pabrikan Italy ini.

4. Bajaj dan Hitam Metalik

Meski secara brand belum setenar pabrikan Jepang maupun Italy tetapi motor buatan india ini sendiri memiliki warna tersendiri yaitu Hitam Metalik. Terbukti dari jejeran produknya yang hampir seluruhnya didominasi warna Hitam metalik

5. Suzuki dan Two Tone Biru Solid dan Putih

Sebenarnya warna utama suzuki adalah kombinasi dua warna alias two tone Biru Putih. Namun karena warna tersebut terbilang jarang dipilih oleh konsumen ditanah air. Namun kini produk Two Tone tersebut dapat ditemukan pada produk seperti Satria 150 FU ataupun New shogun.

6. Yamaha antara Biru dan Two Tone Merah dan Putih

Yamaha adalah sebuah brand mapan tetapi untuk warna justru publik dibikin bingung dengan warna ciri khasnya. Karena mereka memiliki 2 warna utama yaitu Biru metalik ataupun kombinasi Putih Merah. Hal ini di buat tambah rumit dengan warna kombinasi Kuning Hitam. Namun seiring dengan waktu plus keterlibatan Yamaha di Moto GP menjadikan warna Biru metalik semakin identik dengan Yamaha,

7. Honda dan Warna Apa yah ?

Produsen motor terbesar didunia ini justru malah terkesan malah tidak memiliki warna khas. Padahal pabrikan dengan pangsa pasar terbesar ini memiliki juga memiliki warna dan liveri khusus. Yang tidak lain adalaha kombinasi tiga warna yaitu Putih, Merah dan Hitam. Hanya saja karena luasnya jejeran produk Honda maka warna tersebut menjadi tidak begitu menonjol.




Jarak Tempuh

  • 1,252,938 Km

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community