19
Apr
08

Pakir Khusus “Motor Besar” di Loby, Syaratnya Apa ?

Jejeran Ducati di Senayan City

Parkir Khusus “Motor besar” di Loby Hotel / Mal

Hampir di setiap mal yang berkategori Hi-end semisal Plaza Senayan, Pondok Indah mall 2, Citos hingga Senayan City kita sering melihat tanda “Parkir Khusus Motor Besar” yang terletak di loby utama ataupun di depan Cafe Bean. Namun sering kali juga kita mendapati motor berkapasitas 125cc semisal Cagiva Mito atapun Aprilia RS 125 diparkir disitu. Bahkan seringkali juga kita mendapati jejeran Vespa Corsapun ikut diparkir di lokasi tersebut. Sebaliknya belum pernah saya melihat motor seperti Thunder 250 yang diparkir di lokasi tersebut. Sehingga menimbulkan pertanyaan, sebenarnya motor yang seperti apakah yang berhak di parkir di tempat khusus terebut.

Lebih Tepatnya  di Sebut Parkir Motor Eksotis berukuran Besar

Yap, mungkin tepatnya parkiran motor yang berada di loby tersebut sebaiknya di sebut parkir khusus motor eksotis berukuran besar. Karena pada dasarnya sebutan “Motor Besar” itu sendiri memiliki makna bias. Karena motor akan dianggap berukuran “besar” dari sisi mananya? Apakah dari kapasitasnya atau dari ukuranya? Ambil contoh Aprilia RS125 dibandikngkan Ducati 1098, kapasitas mesinya terpaut 975cc tetapi dari segi ukuran Ducati 1098 tidak lebih besar dari Cagiva Mito. Belum lagi kategori “Motor Besar” itu sendiri. Apakah 250cc itu besar? Ataukah Motor berkapasitas 400cc sudah cukup dianggap sebagai motor besar? Sehingga sebaiknya sebutan parkiran khusus tersebut di sebut sebagai parkiran khusus “motor eksotis” dibanding di sebut parkir khusus motor besar. Nampaknya bila demikian hak istimewa tersebut bisa jadi juga dimiliki Kawasaki Ninja ZX 250, meski kapasitanya hanya 250cc namun ukuranya yang cukup besar bisa menjadi “surat ijin” parkir di loby mall tersebut.

Disamping menambah gengsi Mall tersebut, juga menghindari tangan Jahil

Konon pihak manajemen mal tersebut memiliki alasan baik strategis maupun oprasional. Sebagai alasan strategis menurut salah satu karyawan mall tersebut dengan kehadiran motor motor eksotis tersebut selain mampu menarik perhatian pengunjung lain, secara tidak langsung dapat menaikan status mall tersebut. Untuk alasan oprasional sering terjadi kejadian dimana motor tersebut di rusak alias dibaret bahkan samapi ad yang kaca spionya di copot saat di parkir di parkiran motor yang terletak di basement. Menghindari terulangnya kejadian tersebut nampaknya manajmen mall menerapkan peraturan tersebut. Belum lagi sulitnya akses ke dalam parkiran khusus motor seperti yang ada di plasa senayan, bila menggunakan motor berukuran besar dan lebar semisal Goldwing, Multistrada ataupun Electraglide. Jangankan untuk memarkir motor yang sudah sangat sempit untuk masuk kedalam parkiranpun sudah merupakan usaha yang melelahkan. Sehingga tidak heran hampir di seluruh Mal Hi-end tersebut memberikan fasilitas parkiran khusus untuk motor berukuran besar dan eksotis tersebut.   


76 Tanggapan ke “Pakir Khusus “Motor Besar” di Loby, Syaratnya Apa ?”


  1. 1 ekowd April 19, 2008 pukul 1:25 pm

    Memang seharusnya liatnya jangan dr ukuran saja, karena kalo dilihat sekilas, lebar motor seperti ducati monster tidak lebih lebar dr honda tiger.
    Tapi banyak faktor lain yang mepengaruhi mengapa ‘motor besar’ sebaiknya diberi lahan parkir khusus.

    Yang pertama yang jelas adalah nilai dr motor itu sendiri. Dimana komponen2 ‘motor besar’ memang cenderung lebih mahal. Contohnya sein & spion, walaupun bentuknya mirip, tapi harganya bisa sampai 10-20 kali lipat. Padahal dua komponen tersebut sangat sering tersenggol di parkiran umum.
    Berkali2 parkir di parkiran umum, sering sekali gw ‘menangkap basah’ orang lagi naikin motor gw, lagi nyobain. Gw sendiri ngga keberatan, tapi faktanya hal seperti itu menambah resiko komponen patah atau tergores.

    Mungkin hal lain adalah radius putar setang dan bobot kendaraan itu sendiri yang menyebabkan motor besar susah bermanuver di parkiran sempit dan susah digeser2.

    Pertamax ga ya?

  2. 2 RETORIKA April 19, 2008 pukul 1:29 pm

    @ Ekowd

    Iya ko, permatam kok as usual seperti lagi balapan kan ;)

    Btw besok sampaikan salam gw buat Ramos ya!

  3. 3 radix April 19, 2008 pukul 1:29 pm

    yang ngebingungin sih yg model yamaha tesseract itu parkirnya dimana..

  4. 4 fanderlart April 19, 2008 pukul 2:15 pm

    bagaimana dengan parkiran motor “normal”, terkadang kualitas parkiran sangat mengkhawatirkan dalam arti, tanpa atap, impit-impitan-rawan efek domino, dll…
    keterbatasan lahan biasa dijadikan alasan…
    jadi iri sama parkiran moge…

  5. 5 Penggemar ninja April 19, 2008 pukul 2:23 pm

    lumyan 10 besar..:)

    baca dulu ah…

  6. 6 Penggemar ninja April 19, 2008 pukul 2:28 pm

    kadang nggak semua mall punya parkiran special moge..jadi gimana solusinya..?

    pa parkir di lahan mobil aja yach..:))

    PISS

  7. 7 boogieHD April 19, 2008 pukul 2:36 pm

    klo gw punya BMW R series lawas taun 50an bisa g ya parkir di lobby hotel / mall?? :lol:

    kan motornya juga motor besar :D ? emang bner sie kata bro ekowd, yg harus diliat ya value nya. cuz masi byk orang yg kecemburuan sosialnya tinggi alias ngiri klo ada moge parkir di tempat parkir biasa.

    btw perasaan hampir di semua lobby mall or hotel kelas atas emang ada tempat parkir khusus buat mobil dan motor eksotis.

    di mariott sby aja gw pernah liat porsche di parkir di dpn lobby, emang disuruh parkir di situ ma security nya. begitu juga klo harley, diminta parkir di lobby.

    peace

  8. 8 sotau_aja April 19, 2008 pukul 2:40 pm

    @retorika
    “Sehingga sebaiknya sebutan parkiran khusus tersebut di sebut sebagai parkiran khusus “motor eksotis” dibanding di sebut parkir khusus motor besar.”
    lalu kriteria eksotis itu yg seperti apa..??
    klo saya punya Kawasaki AR ‘85 atau Honda CB200 atau Vespa Congo atau Suzy GT350 yang komplit bin mulus seperti baru keluar dari pabrik (yang saya anggap eksotis) boleh parkir situ ndak…??
    Kalau ndak boleh juga mending disebut “Parkir Khusus Motor 35 JUTA Keatas Only”

  9. 9 gagah77 April 19, 2008 pukul 2:43 pm

    Gw pernah parkir di Plaza Semanggi (parkiran Motor), alhasil spion hilang (dua-duanya) and tachometer hampir lepas.
    Sejak tuh gw kaga’ pernah mau nginjakin kaki lagi di Plaza Semanggi.

  10. 10 Taufik April 19, 2008 pukul 4:50 pm

    Mengenai parkir khusus motor ekslusif boleh juga…tapi gimana tentang kesenjangan sosial yang kemungkinan muncul ya …
    mohon maaf baik Supra Fit maupun Ducati multistrada…rodanya kan sama2 dua
    mungkin lebih wise gini
    tetep di parkiran yang sama.(basement)..tetapi disediakan lahan parkir khusus…bukan karena status ekslusifitasnya..tapi karena tarifnya..lahan khusus dengan tarif premium 2 atau 3 x lipat tarif normal misalnya dengan penanganan security berbeda
    mohon maaf lahir batin bila tidak berkenan

  11. 11 wesnoth April 19, 2008 pukul 6:01 pm

    Taufik

    gue sangat sependapat sama loe, terlalu apa yah, gimanaaaa gitu, wew. cape deh, untung warnet ga narok tempat kusus pemilik moge maenya di ruang kusus dengan spek PC monster dan bandwithnya super tinggi( padahal bayarnya sama aja 3000), nanti di mall kalo pemilik moge WCnya ada internetnya trus ada tukang ilap “Sensor” padahal bayarnya tetep seribu, mang si pemilik supra fit, vega, smash dll mang ga bayar ya atau dia bayarnya cuma 500.
    maaf ya, kalo ga di maafin juga gapapa,

  12. 12 RETORIKA April 19, 2008 pukul 7:50 pm

    @ Taufik & Wesnoth

    “”tetapi disediakan lahan parkir khusus…bukan karena status ekslusifitasnya..tapi karena tarifnya”

    Sebenarnya meski dikategorikan (gratis) sebenarnya pemilik motor yang parkir di loby tersebut secara etika justru membayar antara 10-20 ribu rupiah sbagai tip. Dan bukanya itu juga termasuk parkir khusus ?

    Disamping mempermudah menyelesaikan resiko masalah keamanan, pihak mall juga diuntungkan dengan kehadiran motor trsebut, karena pastinya motor tersebut dapat menarik perhatian pengunjung.

    Terkait dengan Ekowd & Gagah 77

    kejaidian serupa juga pernah dialami waktu pake Mito masuk semanggi, motor sepionya baret dan retak karena di paksa “nyempil”

    Sepertinya kalau bicara kesenjangan sosial sih nggak sampe sgitunya lah, karena hampir 90% pengunjung mall hi-end tersebut menggunakan kendaraan roda4 pribadi kok

    @ sotau aja

    setau saia jika emang penampilanya mencolok alias kincong bole2 aja kok parkir di situ, daripada masuk parkiran biasa trus ada bagian yang kesenggol atau rusak nanti malah brabe.

  13. 13 boogieHD April 19, 2008 pukul 10:04 pm

    @retorika

    tapi kan bermasalah klo di sejajarin ma motor yg umum, di tempat parkir umum. kan g smua yg masuk mall pake mobil?

    logikanya klo di tempat parkir umum ada motor yg harganya 200 jutaan ke atas (ex: Ducati 848) di antara motor yg harganya 10 jutaan, mnurut gw sie itu juga bisa jadi faktor kecemburuan sosial. ingat perbandingan value nya beda jauh. so masi ada sie yg namanya kesenjangan di antara 10% pengunjung yg masuk mall hi end (angka 10 % referenced dr komen anda)

    peace

  14. 14 Taufik April 19, 2008 pukul 11:49 pm

    Wah sebenernya kalo membahas sesuatu yang berbau Ekslusifitas pasti mau tidak mau, suka tidak suka akan selalu berbenturan dengan yang namanya kesenjangan. Toh kita dijalan selalu berdampingan kan…buat apa saat parkir kita ingin dibedakan.
    btw barusan Yaris gw parkiran sejajar ama Bentley dan Xenia…got my point..

  15. 15 Taufik April 19, 2008 pukul 11:54 pm

    “Sebenarnya meski dikategorikan (gratis) sebenarnya pemilik motor yang parkir di loby tersebut secara etika justru membayar antara 10-20 ribu rupiah sbagai tip. Dan bukanya itu juga termasuk parkir khusus ?”

    betul bisa dikatakan spt itu…tapi mungkin lebih wise lagi bila dilegalkan..toh pemilik supra fit/vega R/Mio/Smash baru jg nggak pengen mongtornya baret2 kan he he he :-)

  16. 16 Taufik April 19, 2008 pukul 11:57 pm

    “Disamping mempermudah menyelesaikan resiko masalah keamanan, pihak mall juga diuntungkan dengan kehadiran motor trsebut, karena pastinya motor tersebut dapat menarik perhatian pengunjung.”

    Wah kalo ini sudah mulai ke tataran bisnis … Silent gw kalo gini…
    tapi mohon jangan sampai keinginan parkir khusus ini datang dari fihak pemilik MOGE, apalagi bila sampe kedengeran ke publik…. bisa ditebak kan tanggapan publik kita yang lagi susah beli minyak goreng ini

  17. 17 boogieHD April 20, 2008 pukul 1:11 am

    @gagah77

    uda dapet HD street glide nya bro? yg baru? sorie OOT.

    peace

  18. 18 SPC April 20, 2008 pukul 1:41 am

    @Taufik1,2,3

    pemecah rekor hetrik nih
    tapi setuju ma anda!
    emang saya mau apa Megapro saya baret2, oh mai got.

    . kok mesti di beda bedain sih…
    oke kena tip 20 ribu, gue juga mau kasih tip 20 ribu(asal jangan lebih) kalo motor saya itu aman, praktis, dan nyaman, RONNNCARRRR,
    loh kok ngiklan saya, suer nih.
    wah ga mau saya dibeda2in, yang boleh beda2in itu cuma harga dan kerennya doang aja, kalo tempat parkir jangan lah!!!.

    Bogie HD

    piece pale lo.
    serah lo lah pemilik HD tukang pelanggaran UUTE.
    loh, anda bilang kalo sama2 parkir ma motor murah kayak punya gue nanti kesenjangan ini lah itulah, oh gitu, lo bilang nanti ada yang iri inilah itulah, lebih iri kalo di buatkan tempatnya lah bro. gimana sih lo, kalo sama2 parkir emang ada yang bilang apa? ih jahat banget nih mall, motor kita ditarok di tempat ginian, ada gunung berapi meleduk, teroris, zionis dsb, kalo moge ditarok di tempat enak, rapi, asri, ada burung2 berkicaunya, ada pohon2 cemaranya dsb.
    Gue jamin Ga adalah, paling mereka ngomong cuma Gini
    “wah liat tuh motor, keren ya, CCnya berapaan tuh, wah hebat banget. ah gue deket2 parkirnya, biar gapunya, deket aja dah buat seneng” kalo juga cemburu, palingan pngin naek aja tuh mereka( cuma pingin, ga mungkin dia naekin motor lo, pasti mikir panjang dia. kalo lecet baret yang cuma bisa diliat dari alat apa tuh namanya mikroskop pasti mereka takut kayak gue.
    paling gitu, wajar tuh biasa aja, yang ada sesama parkir saling senang.
    kalo dibuat tempat baru, yang ada nanti seperti perkataan yang ga enak, malah kesel tuh pemilik motor kayak aye. yang ada nanti saya lempar bom molotop tuh biar meleduk semua.
    ato gue lempar minyak goreng yang gue dapetnya antri2an. oh ya kayaknya perkataan saya ini kelewat ya, wajarlah motor saya kan katro mesin jadul seperti kata2 anda. diwajarkan saja, otak gue kan setara ma motor katro gue. cocok?
    maap nih bro taufik, anda ngomong dengan sopan santun dan ramah ketamahan, kalo gue ga berpendidikan. harap di maklupin. susah seneng rame2. jauh deket 2 ribu. Kencing berak tetep 1000

    stelah gue baca lagi teks diatas, ancur banget percakapan gue.

    oke

    salam,
    bengkel sepeda motor

    loh itu sih trademarknya si bengkel sepeda motor
    yaudah yang lain ah

    apa ya.

    Sniff Sniff
    ini kan punya si guspur. apa dong punya gue?

    yaudah deh ini aja :
    assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

  19. 19 RETORIKA April 20, 2008 pukul 3:20 am

    @ Taufik

    ”Yaris gw parkiran sejajar ama Bentley dan Xenia…got my point..”"

    Yap, di mall hi-end pun Ferrari 612 pun parkiranya berdampingan dengan daihatsu ceria :-D

    “Wah kalo ini sudah mulai ke tataran bisnis … Silent gw kalo gini…”

    Nah, sekarang fahamkan, policy tersebut memang datang dari jajaran pengurus mall itu sendiri, disamping mereka dapet untung, mereka nggak mau kena komplain dari pemilik motor2 tsb.

    tapi mohon jangan sampai keinginan parkir khusus ini datang dari fihak pemilik MOGE, apalagi bila sampe kedengeran ke publik….

    bisa jadi, karena bukan tidak mungkin, parkiran tsb di buat karena pemilik saham/direksi/ pemilik toko disitu adalah pemilik moge sehingga secara khusus dibuatkan parkiran tersebut.

    ingat, seperti di Cafebean memang disengaja digunakan sebagai sarana kongkow bikers.

    @ Bogie HD & Taufik

    Masalah kesenjangan sosial tentu saja pasti tidak pernah hilang, tapi hmm tapi yah makanya di sebut “Hanya ada di Mall Hi-end” karena diperkirakan status sosial pengunjungnya relatif homogen, jadi kesenjangan tersebut bisa di minimalisir.


    @ SPC

    Final Warning ya, disini bukan forum yang nyenggol masalah politik apalagi berhubungan dengan masalah seperti tersebut ok!

  20. 20 gagah77 April 20, 2008 pukul 7:03 am

    @boogieHD
    :D Agak urang enak ngebahas itu di blog ini. Ntar kyk bro’ SPC atau yg lain pada nge-cap HD Bikers suka pamerlah atau arogan.
    …………………………………………………….zip.
    Rencana sdh pasti 100% yg baru. Hny saja blm dpt warna yg cocok. Kata bagian marketing-nya mungkin kuartal ke-2 baru mereka masukin warna yang gw pesan. Itupun masih dalam (MUNGKIN) rencana mereka! Klo emang ngga jadi dimasukin ama tu dealer, mau tidak mau belinya lewat IU kenalan deh.

    @SPC
    Tenang bro’ . . . santai. Tidak ada yang mau memperlebar kesenjangan sosial di blog ini. Blog milik bro’ RETORIKA ini adalah blog yang dibuat untuk mewadahi para pecinta otomotif khususnya pengendara roda dua.
    So…..santai aja bro’. Di blog ini semuanya diperbolehkan utk fanatik dgn merk atau jenis motornya tapi jelas ndak boleh main politik-politikan di sini :)

  21. 21 gagah77 April 20, 2008 pukul 7:17 am

    Kembali ke topik.

    Parkir khusus itu sebenarnya tidak “milik” Moge saja loh. Para pemilik mobil juga sudah mendapat pelayanan khusus utk parkiran.

    Maaf nih, klo di hotel-hotel “yang bagus” (ntar klo pake kalimat “hotel yg mewah” dikirain sombong atau ingin memperlebar jurang perbedaan sosial) sudah lama disediakan fasilitas parkir “VALET PARKING”.
    Selain itu bukan hny di Hotel. Sudah mulai banyak rumah sakit (di jakarta) yg menerapkan sistem pelayanan parkir tsb (Valet parking).

    Sebagai orang yang sdh lama berkecimpung di dunia usaha, tentunya akan “mencari” cara agar pembeli atau konsumen untuk tertarik menjadi konsumen kita. Gw melihat cara Mall atau cafe-cafe yang menyediakan parkir khusus kpd pemilik motor “eksostis” atau Moge adalah cara untuk menjaring para konsumen juga. Dan hal itu menurut gw wajar saja. Lah wong ngga melanggar UU atau peraturan apapun.

    Argumen bro’ RETORIKA mengenai “kemungkinan” pemilik mall atau cafe sebagai pemilik moge sehingga dibuat parkiran khusus moge, itu bisa saja benar adanya. Spt gw misalnya, gw minta khusus parkiran di depan kantor gw untuk mobil dan motor gw. Lah wong gedung kantor milik gw, berarti gw ngga ngerugiin siapapun khan? Lain halnya klo gw nyogok DLLAJ atau DITLANTAS untuk nyediain lahan parkir khusus buat gw di tepi jalan yang ramai, itu baru arogan namanya.

  22. 22 wyren April 20, 2008 pukul 8:51 am

    @SPC
    Makanya kalo ke mall gak pkk mogenya. Tp pkk mobil “biasa” sama keluarganya.. La wong gw pkk tiger ke mall yg padet aja mikir2…

    Nalar dikit ngapa sih…..

  23. 23 Wesnoth April 20, 2008 pukul 12:05 pm

    Kalo hari sabtu dan minggu blog sepi ya, besok baru boming lagi kali ya?. Hmmn.

  24. 24 stoner27 April 20, 2008 pukul 1:37 pm

    yang punya jangan sombong..
    yang ga punya jangan ngiri..
    yang otak rusuh tobat..
    yang kriminal laporin polisi..
    yang punya duit beli kontan..
    yang ga punya duit nabung dulu lah…

  25. 25 Taufik April 20, 2008 pukul 2:00 pm

    @ALL

    gw bisa simpulkan bahwa artikel ini sebenarnya mengungkapkan segi marketing way dari pemilik rumah2 kuliner, yg memberikan layanan/fitur lebih yakni sesuatu yang tidak didapatkan oleh pelanggannya di tempat lain…studi kasusnya adalah Parkiran Motor

    …fenomena ini menjadi sedikit berbau kesenjangan bila dilihat kasat mata oleh kita, tetapi dengan mencoba berfikir jernih …mungkin dapat kita terima cara yang ditempuh orang yang lagi usaha… sepanjang tidak melanggar peraturan, norma dan etika

  26. 26 RETORIKA April 20, 2008 pukul 2:57 pm

    [[gw bisa simpulkan bahwa artikel ini sebenarnya mengungkapkan segi marketing way dari pemilik rumah2 kuliner, yg memberikan layanan/fitur lebih yakni sesuatu yang tidak didapatkan oleh pelanggannya di tempat lain…studi kasusnya adalah Parkiran Motor ]]

    Nah itu dia kesimpulanya :-D , jadi nggak usah terlalu berpikir terlalau jauh deh … dibawa santai aza

  27. 27 stoner27 April 20, 2008 pukul 4:51 pm

    Sebenarnya yang jadi masalah lahan parkir sering tidak sebanding dengan jumlah motor yang mau parkir, jadi ngga kira2 mepetnya, dan orang sering kalo ngeluarin motor main sikat aja..

    jangankan moge..naik bebek kalo masih baru kinclong juga akan mikir2..
    jadi sah2 aja ada mall & resto yang memanfaatkan kerennya moge untuk marketing mereka dan juga meberi fasilitas untuk pemilik moge untuk tidak was2.. sama2 untunglah..
    bagi yang ga punya moge.. terus terang saya juka seneng liat motor gede2 dan kinclong.. sekedar pengen aja boleh lah..
    asal jangan kriminil.. (nyongkel, baret, dll).

    manusia memang susah puas..
    gue punya cagiva pengen ngelus monster.

    ada orang yang punya monster pengen ngelus multistrada, eh sudah punya multistrada malah sekarang pengen ngelus superbike 999, abis itu mau ngelus 848, terus 1098, terus..desmosedici…hehehe

  28. 28 motorloe April 20, 2008 pukul 4:55 pm

    @semua
    emank sengaja dibuat tempat parkir untuk moge kalo gak hancur deh tu moge, di gores2, ban nya dikempesin ama org yg iri
    hati2 kalo punya moge

  29. 29 motorloe April 20, 2008 pukul 4:56 pm
  30. 30 fanderlart April 20, 2008 pukul 5:18 pm

    kalo keilangan motor (atau sebagian part macam spion dkk) di parkiran semacam ini diganti ndak ya?
    kebanyakan parkiran kan mencantumkan keterangan kehilangan bukan tanggung jawab pengelola, biasanya di karcis parkir…

  31. 31 stoner27 April 20, 2008 pukul 6:02 pm

    @^
    ooo.. pasti diganti mas..!
    ya diganti sama karcis parkir itu…hehehe

  32. 32 chris April 20, 2008 pukul 6:07 pm

    @^
    waduh..hahaha..^^

  33. 33 saham April 21, 2008 pukul 7:16 am

    jadi percuma dunk motor2 laki tanggung dah <20cc 1 silinder pula, mw didandanin bak moge sekalipun tetep aje gak bakal boleh parkir khusus di depan mal! Tetep dipandang sebelan mata, kalo gitu tulis aje pengumuman, yg boleh parkir disini yg bener2 punya performa moge bukan sekedar tampilan aje… kalo gak gitu ntar odong2 didandanin moge boleh parkir juga dunk :)

  34. 34 antiAHM April 21, 2008 pukul 8:46 am

    yg namanya gembel teuteup aja gembel mana ada sih yg mau nyamain kastanya… teuteup aja Faket mUrah gw ga bakal ditaro didpn mall apalagi di-vallet-in :(

  35. 35 fanderlart April 21, 2008 pukul 9:48 am

    @saham
    wah repot dong kalo begitu, sebelum parkir di test ride dulu, di hitung waktunya pakai Vericom, dyno test…
    baru boleh parkir…

    hehehe… :-))

  36. 36 ekowd April 21, 2008 pukul 11:31 am

    @gagah77:

    Yup, memang buat gw pribadi juga plaza semanggi adalah yang paling menyebalkan parkir motornya.

    Setelah temen motornya dirusak di parkiran dalam, gw selalu parkir diluar yang dijaga warga. Tapi kabarnya parkir luar juga sudah dilarang ya? (udah lama ngga kesana lagi).
    Sebenernya punya kenalan di manajemen & menurut dia untuk motor besar boleh parkir di lobby depan. Tapi prosesnya sangat rumit. Harus melewati beberapa ‘pencegatan’ oleh security. Walaupun akhirnya bisa juga parkir di lobby (setelah menelpon manajemen), ternyata proses seperti itu harus terus diulang setiap kali kesana.

    Sekarang setiap kali ada yang ngajakin ketemuan di plaza semanggi, ane selalu nolak, kecuali penting banget

  37. 37 ddsyamsu April 21, 2008 pukul 12:43 pm

    gw pernah ke plaza smanggi, naik motor.
    ampuuuuuuuuuuun…….. gak lagi2 ah. pas mo ambil helm ma jaket, sempet dikira ilang, lama baru ketemunya. eh, back to topic….
    menurut g wajar aja moge dapat parkir khusus, tp dgn catatan tarif parkirnya pun harus beda dgn motor biasa. gak usah iri lah liat moge orang…. ( gw sih gak punya jg )

  38. 38 ddsyamsu April 21, 2008 pukul 12:46 pm

    en hati2 buat yg parkir motor di PLANGI, sering ada kejadian helm atau mtr kita dikerjain, gak tau tuh ulah siapa…. pengelola parkir gak beres disana, musti ada pembenahan dan pengawasan yg extra ketat.

  39. 39 Honda Bebek April 21, 2008 pukul 12:53 pm

    ane ngak setuju sama diskriminasi kayak begitu.

    Mas Reto, tolong list malll yg kayak begituan biar bisa diboikot mallnay ama pengguna roda 2.

  40. 40 RETORIKA April 21, 2008 pukul 1:03 pm

    @ Ekowd / Gagah77 dan lain lain

    Ini sedikit pengalaman pas ke plasa semanggi …

    Biasanya sering mampir ke plasa semanggi waktu abis dari Otomol, pas pake monster , motor nggak bisa diparkit karena terlalu dempet, akhirnya nyogok security supaya bisa parkir di terotoar dalem ( deket parkiran motor ) :?

    Yang kedua kali pake Multi, jangankan mau parkir, masuk aja nggak bisa, untung waktu kesana bareng anak buah he he , jadi saia turun dia nugguin motor di luar gedung :lol:

    Terakhir kesana pake Vario … spion pecah cover depan baret (kayaknya keserempet motor mau keluar dari situ :( huh ! makanya kalo ke Pelangi mending naik mobil (parkirnya nggak kalah menderitanya) atau naik umum aja

    @ hondabebek

    Sebenarnya mal2 tersebut bukan melakukan diskriminasi, bahkan alasa diskriminasi hanyalah hal yang mengada-ngada :)

    Tetapi berhubung mall tersebut berkategori Hi-End sehingga kebanyakan, bahkan hampir seluruh pengunjungnya menggunakan mobil/kendaraan roda 4. Kalaupun ada pengunjung yang datang menggunakan roda 2 adalah pengunjung yang menggunakan motor besar / eksotis.
    Karena itu Mall Hi-End tersebut menerapkan kebijakan pengunjung pengguna roda dua bisa parkir di loby. Disamping jumlahnya hanya sedikit hal tersebut memberi keuntungan bagi jajaran marketing mall tersebut + kemudahan dalam pengelolaan parkir.

    Disamping itu parkiran motor di loby sendiri padadasarnya diadakan bukan untuk pengunjung, tetapi untuk karyawan mall tersebut. Makanya parkiran pada Mall Hi-End terkesan terbatas dan padat, tidak lain karena hanya ditujukan untuk karyawan. :-D

  41. 41 dfg April 21, 2008 pukul 1:30 pm

    @^jauh diatas sono
    …yg namanya gembel teuteup aja gembel mana ada sih yg mau nyamain kastanya… teuteup aja Faket mUrah gw ga bakal ditaro didpn mall apalagi di-vallet-in….

    huahahahhahahha kesian deh lo

  42. 42 icalbrown April 21, 2008 pukul 1:38 pm

    udah pernah parkir di Ambasador belum bro? lebih parah dari Pelangi…
    pakiran sekarang udah ga jelas lagi bentuknya. parkirnya ngasal aja, asal taro aja gitu, ga mikir kalo orang mo keluar gimana.

    kalo urusan parkir moge dimana, motor biasa dimana, gw sih ga ambil pusing, lah… ketemu moge dijalan aja gw biasa aja, mobil mewah macam ferari aja gw sambil lalu, ga pernah tuh gw pelototin ampe mata gw copot. santai aja lah. justru gw sering pelototin motor gw sendiri ( rada Narsis :|o|: ).
    “motormu adalah motormu, motorku adalah motorku”
    :|o|: :|o|: :|o|:

  43. 43 antiAHM April 21, 2008 pukul 1:48 pm

    @^
    ya iyalah secara motor ente >50juta harganya, coba ngeliat yg 16jutaan kaya motor ane pasti kelilipan mata ente

  44. 44 eRwiNoItaLianO April 21, 2008 pukul 3:11 pm

    @anak demit

    Jangan lupa Visor gw ya, N94 warnanya yang agak bronze jangan yang clear, sekalian nitip BAILEYS OR TIA MARIA , aWaS lo kalo gak bawa

  45. 45 Badboyz April 21, 2008 pukul 4:32 pm

    Gimana kalo parkiran dibikin jadi persegmen aja, misalnya berdasarkan CC-nya, biasanya kan makin besar cc-nya, motornya makin besar dimensinya *kecuali tipe2 moge sport*….soale pengalaman g parkir motor selama ini, selalu uyel2an, apalagi yg punya bebek *no offense, g juga pengguna bebek bro.*, parkirnya suka pada srudak-sruduk, nyempil sana-sini…klo g liat siy yg punya motor lebih gedean, parkirnya masih rada mudeng…eniwei, ada benernya juga sih dibikin tempat parkir khusus begitu *walopun g juga ngiri*, soalnya syapa yang mau parkir di tempat parkir khusus motor, klo tempat parkirnya umumnya berada di luar mal, keujanan, kepanasan, acakadul ga keruan….

  46. 46 Busa_tio21 April 21, 2008 pukul 5:50 pm

    Soal kebijakan parkir khusus moge gw ngga tau apakah itu berasal dari pihak pengelola gedung/mall atau dari pihak pemilik moge. Tapi kalau untuk area parkir mocil jelas itu kebijakan dari pihak pengelola.

    Untuk parkir khusus, ngga cuma buat moge aja kok, buat mocil jg pernah ada. Gw pengguna bebek pernah ngrasain hal kayak gitu, lumayan “bangga” juga sih.

    Dulu kira2 tahun 97-99 hampir di setiap mall (Jakarta - Bekasi) di area parkir motor ada kapling area khusus buat motor bebek yaitu Suzuki Shogun.
    Gw sebagai pengguna Shogy awalnya kaget jg pas masuk parkiran langsung diarahin ke area khusus, disitu ada tulisan “Parkir khusus Shogun”.
    Pas parkir gw nebak2, apa pihak Indomobil kerjasama sama pengelola gedung/mall untuk pengguna Shogy dikasih area khusus? Gw pikir, Indomobil itung2 promosi ni sekalian ngasih pelayanan lebih buat pengguna produknya (Shogun awal eranya 4 tak Suzuki).
    Waktu mo keluar area parkir gw tanya ke petugasnya,
    “Mas, kenapa kok cuma Shogun yg ada parkiran khususnya?”
    Kata petugas, “Itu mas, CDI-nya suka dicolongin, pada ilang.”
    Waakkss…….. kaya krupuk kesiram kuah, jadi lemes bo’. Awalnya bangga akhirnya malah was-was.

  47. 47 gagah77 April 21, 2008 pukul 9:20 pm

    Ternyata . . . .
    Banyak juga bikers pengunjung blog RETORIKA yg punya pengalaman pahit ketika menitipkan motornya di parkiran.

    Nah….itu berarti semua bikers dari mulai penunggang bebek, bebek matic, sport touring, Sport hingga Moge punya kesamaan problem. So….semua bikers mestinya kudu saling mendukung and saling toleransi.

    Ada pesan/pertanyaan dari soulmate gw nih (berhubung dia baru-baru ini ngebaca koment-koment di blog Bro RETORIKA ini):
    “Kapan ya ada penunggang SBK / MOGE yang melototin motor bebek < 150cc krn dia takjub ngelihat motor bebek itu atau mengancungkan jempol buat pengendara bebek matic krn keunikannya atau bahkan memuji motor sport < 250cc?
    Sepertinya susah terjadi . . . . .”

    Terus terang gw ngga bisa jawab tuh . . :?

  48. 48 RETORIKA April 21, 2008 pukul 9:52 pm

    @ Gagah77

    Saia … sumpah saia salah satunya yang sering melototin Skutik. terutama yang full Saloon modifl. Saiangnya foto2 motor tersebut tertinggal di hard-disk saia di jakarta

    Saia pun selain pake MTS juga sering pake skutik Vario, udah ganti jok, Velg sampe pake winshield, eh begitu tinggal repaint warna bunglon

    @ Semua

    masalah parkir motor juga sedang saia godog nih … maklum masih ngutak ngatik indobikers.net dulu :mrgreen:

    @ Erwin

    Kalo ada ya bos, kalo N-62 dijamin ada n 94 belum tau …

  49. 49 Taufik April 21, 2008 pukul 10:28 pm

    ngomong2 sebenernya usaha parkir mongtor jauh lebih menguntungkan dari pada parkir mubil deh…lha wong mongtor hanya butuh 1/3 lebar mubil
    harga parkirnya cuma setengah parkir mubil cmiiw
    kenapa pengusaha perpakiran tidak jeli melihat peluang ini ya??
    parkiran mongtor pasti suempit..nempel2, kagak ada batas yang jelas kayak parkir mubil. dan begini begitu deh

  50. 50 RETORIKA April 21, 2008 pukul 10:47 pm

    @ Taufik

    Bener juga yah … tapi kalo usaha parkir motor di Oz dijamin bisa nangis bombay…wong disini parkir motor adalah gratis karena boleh sembarangan parkir di trotoar :-D

    Sebenarnya masalah perparkiran motor merupakan topik tersendiri, disamping masih kurang memadai, keamananya juga masih kurang

  51. 51 bironk April 21, 2008 pukul 11:27 pm

    setuju parkir lobby coz memang motornya bagus mo ngomong apa ( bagus pasti yg expensive ) or classic

    lucu deh blog ini, ada yg ngamuk ada yg damai,
    sebenarnya ga bs dipaksain lho, semua itu segmented lho,
    ada yg bebek
    ada yg matic
    ada yg ayam jago
    ada yg baby sport
    ada yg HD
    ada yg Ducati

    liat deh gimana mo disamain riding objective dan feel nya aja ga nyambung,
    tp sejauh ini bagus kok nyari persamaannya,
    SALUT,
    akur selalu Riders Indo…

    Peace

  52. 52 RETORIKA April 21, 2008 pukul 11:30 pm

    @ Bironk

    Gapapa, namanya juga Forum , kalau semua damai atau perang bukan forum dong …

  53. 53 bironk April 22, 2008 pukul 12:01 am

    @ Retorika

    just comment aja kok sob,..

    jadi semua setuju parkir di lobby nih???

  54. 54 Bintang Terang April 22, 2008 pukul 8:15 am

    kalau saya, parkirnya diPolda Metro Jaya, dan ke Mall Hi-End yang dimaksud naik taksi atau jalan kaki aja. kecemburuan sosial gak ada, motor gak dibaret-baret atau ditunggangi tanpa izin, atau ada yang ‘menyimpan’ untuk selamanya part motor, toh kalaupun ada, tinggal bilang “itu OKNUM Polda Metro Jaya” habis perkara…. hehehe.
    nanti kalau Bro-bro sekalian mampir kerumah GW, gw sediain parkir di depan rumah, jangan digarasi, khawatir bersinggungan dengan Scorpi, Super 150 & Supra Fit, plus KZ 200 bahan. hehehehe lagi.
    dijamin aman, paling banter bakal banyak tukang dagang mangkal (simay, bakso, etc) karena ada tontonan ‘motor besar a.k.a eksotis’…huahahaha

  55. 55 Badboyz April 22, 2008 pukul 8:52 am

    @bironk
    setuju2 aja lah….*walopun ngiri*…g juga maklum koq pengendara MOGE was-was tentang keamanan motornya.jangankan MOGE, g aja was-was sama keamanan motor g, apalagi pengendara MOGE.hehehehe…
    @ RETORIKA
    “Sebenarnya masalah perparkiran motor merupakan topik tersendiri, disamping masih kurang memadai, keamananya juga masih kurang”
    Setuju bro…keamanan masih sangat kurang…ga usah keamanan deh, pelayanan aja ditingkatkan…kalo mo parkir motor selalu harus nyari tempat sendiri, geser2 motor sendiri, padahal si petugasnya udah ngeliat, tapi cuek bebek…pernah satu kali, petugasnya kelihatan care sama customer, eh ternyata, supervisornya lagi ada disitu….huehehehehe….

    @Taufik
    betul bro, parkir motor lebih menguntungkan.coba liat traffic keluar masuknya, walopun bayarnya lebih kecil, tapi traffic keluar masuk motor masih jauh lebih tinggi dari mobil…sayangnya pihak pengelola kurang menghargai para customer dari segmen motor…

    Buat g sendiri sih, ga masalah kalo harus membayar mahal untuk parkir asal keamanan dan kenyamanan yang diberikan juga setimpal…
    yah, harusnya sih what you get is what you paid…

  56. 56 icalbrown April 22, 2008 pukul 8:56 am

    @antiAHM
    nggak ah, motor gw ga > 50jt.
    dirumah gw cuma ada ZX-150 aja yg paling mahal. gw sehari-2 pake bebek kwek-kwek-kwek :D
    walaupun antara tunggangan dgn bodi ga matching, ane pede aje.
    ngapain ngeliatin keatas terus (baca: kendaraan kelas atas), terima aja yg udah diberikan, masih banyak saudara2 kita yg ga punya kendaraan pribadi.
    dibawa santai aja sob. :)

    –> pengelola perparkiran tolong benahi dirimu, jangan cuma minta duit doang, tp pelayanan ‘0′.

  57. 57 Badboyz April 22, 2008 pukul 9:01 am

    @All
    yah, harusnya sih itu bukan suatu kecemburuan sosial ya…g sendiri walaupun orang kecil, tapi g sangat menghargai dan mengagumi MOGE, apalagi kalo sikapnya ga arogan seperti bikers dari kalangan tertentu yang suka seenaknya…
    toh mereka juga bisa beli kendaraan seperti itu juga dari hasil keringat sendiri, hanya kita2 ini yang ga tau seperti apa perjuangan seseorang untuk bisa memiliki sesuatu atau mencapai cita2nya…kita2 ini cuma melihat saat seseorang sudah *katakanlah* hidup enak, tanpa tahu perjuangan dibaliknya….
    so guys, berbesar hatilah untuk menghargai perbedaan yang ada…

  58. 58 ekowd April 22, 2008 pukul 12:24 pm

    Ngomongin apa aja dimana aja ngga akan lepas dr kesenjangan atau kecemburuan sosial.
    Jd kl menurut gw, mendingan ngga usah dipikirin sekalian deh. Berusaha aja berperilaku se-’normal’ mungkin di jalan, dan berdoa aja. InsyaAllah ngga kenapa2 di jalan.

    Ngga usah ngomongin motor atau mobil eksotis. Ada yang jamin yang naik xenia <100jt-an (yang masih masuk mobil low-end) ngga dicemburuin sama yang naik bebek 10jt-an? Banyak juga temen gw yang ga nganggep moge gw tuh kendaraan bagus, karena mereka lebih bangga dengan kendaraan roda 4 mereka yang beratap, ber-audio & ber-AC. Jadi argumen apa aja juga ga ngaruh, pasti ada yang berpendapat beda.

    Balik ke topik, kl masalah parkiran khusus, kl memang disediakan pengelola ya gw pake. Kalo memang ngga ada, selama memungkinkan, gw akan parkir bareng motor yang lain (kayak RSPI). Kl memang ngga memungkinkan gw akan bilang ke pengelola, biasanya dikasih solusi sementara kok (kayak blok m plaza). Kl ga bisa & ga ada solusi ya gw nga kesana (kayak plangi).

    Masalah parkir aja ngga usah dipusingin lah. Apalagi masalah pendapat orang lain tentang motor gw. lebih EGP lagi… Mau dibilang bagus ya syukur, mau disirikin ya monggo, mau berpendapat ‘mendingan buat beli sembako buat fakir miskin’ ya silahkan aja….
    Buat gw sendiri pake motor gede udah dengan perhitungan matang2 kok. Gw ga mau macet2 naik mobil, mau biaya operasional yang lebih murah dr mobil, & mau riding experience & enjoyment yang lebih dr motor cc kecil. Makanya pilih moge buat sehari2. Dapet parkir khusus & gratis bukan alasan utama. Anggep aja bonus.

    Hmmm… sorry yak bro owner, malah jadi curhat nih :)

  59. 59 antiAHM April 22, 2008 pukul 1:21 pm

    emang bagusan naek moge sih soalnya selama gw jalan blm pernah liat moge isi premium(apa belinya ngumpet2 yak…) teuteup aza mengharapkan di spesialisasikan secara gw ga akan dtg ke t4 yg tdk menspesialisasikan parkiran utk gw.
    ‘perjuangan dibaliknya’ i.e: nodong ortu biar dibilang gaul kalo naek moge… ini termasuk dari hasil keringat sendiri kan walopun usahanya ke ortu sendiri

  60. 60 antiAHM April 22, 2008 pukul 1:25 pm

    zx150 yg mana tuh bro, koq gw taunya cuma zx130 ya :(
    http://www.kawasaki-motor.co.id/product-zx130.htm

  61. 61 chris April 22, 2008 pukul 3:11 pm

    blom diupdate tuh bro AHM..
    tp..ngmg”..ngeliat website” merk motor indo yg lain..cth,AHM,SUZUKI,YAMAHA..koq kekny KMI yg plg jlq y..^^!..peace..^^..

  62. 62 icalbrown April 22, 2008 pukul 4:22 pm

    @antiAHM:
    “zx150 yg mana tuh bro, koq gw taunya cuma zx130 ya ”

    waduh bro… kurang pengetahuan nih :lol:
    kiding deng.
    ZX-150 itu barang impor dari Thailand (CBU). disini namanya Ninja-150RR aka KRR.
    elo ga akan nemu di websitenya Kawasaki ( lah.. ni website kayak rumah tak bertuan kok (ga up to date :lol: )

  63. 63 antiAHM April 22, 2008 pukul 4:36 pm

    ya maap bro icalbrown, belinya cuma di IU ya yg krr? ini yg make vering kan ya… kayanya harganya cuma 28juta ya mas…

  64. 64 icalbrown April 23, 2008 pukul 9:13 am

    @antiAHM
    elo tanya sendiri aja harganya ke IU deh. biar jelas n detail plus clear.
    dari yg elo tulis kayanya belum mudeng. :D

    Ninja ZX-150 = (baca: sama dengan) Ninja RR-150
    yg membedakan,
    Ninja ZX-150 di”Build” di Thailand.
    Ninja RR-150 di”Build” di Indonesia.

  65. 65 antiAHM April 23, 2008 pukul 9:26 am

    xixixixixix teuteup aza harga zx150 3xnya fu gw… :(
    btw kode ‘zx’ utk pasaran di eropa dgn mesin 600cc keatas bener gak yak…

  66. 66 Vemri Ardhika April 23, 2008 pukul 12:02 pm

    bro2 semua coba deh liat parkiran kampus Gunadarma Kelapa dua, wew bertingkat-tingkat…rapi pula…..TOP deh…kalo ada yang bawa moge masih cukup kok bareng2 yg lain, setiap lantai ada pak satpamnya…bagus deh pokonya…aman lagi.hahahaha…….dulu ane Gundar,hueeeheheheheh ;p

    eh mau tanya juga, gsx250 gw eksotik gak ya…kan udah dimodif diatas 30juta…

  67. 67 RU120 April 23, 2008 pukul 12:08 pm

    iya tuh…bli bbm nya bukan premium sampe2 ada yang suka ndorong2 motor…hehehehehe ; )

    yang jelas seh motor2 yang nggak umum sbaeknya parkir di lobby…khan memenuhi pelayanan kepada konsumen : )
    dikasih aturan yang jelas lebih baek lagi…misalnya ada kartu langganan/ijin parkir di lobby. bukan apa2 seh…biar lebih tertib : )
    tertib dijalan,tertib diparkiran : )

    anti aha em
    nggak papa yang penting FUnya motor dan itu motor Faket mUrah : )
    trus bedanya ZX ama ZXR apa ya??? ZX7 ZX6 ZXR750 ZXR400

  68. 68 Vemri Ardhika April 23, 2008 pukul 12:33 pm

    wah paling enak kalo parkir dutempat begituan montor dilap-lap, semir2, n berrccciiiiihhhhh…
    gitu gak ya????
    ada2 aja sih….motor mau 50cc sampe 2000cc tetep aja motor, mau ditunggangi juga rasanya sama, cuma beda mesinnya aja…..
    eh iya di Blok M plaza tuh juga semrawut…diatur kayak gimana juga te2p aja sodok sana sodok sini.
    waktu diBP itu pernah sih bawa motor, dan securitynya bilang “mas mas motor besar gak bisa, gak muat” wah dengan hati yg dongkol gw parkir aja dipinggir trotoar!nyogok tukang soto,hahahahaha…

  69. 69 antiAHM April 23, 2008 pukul 12:44 pm

    yg paling asiiik parkir di blok m plaza… xixixixixi dorong tuuuh motor sampe ujung :lol: untung cuma fu msh entengan di dorongnya, coba kalo yg gedean diikit….

  70. 70 Vemri Ardhika April 23, 2008 pukul 12:56 pm

    udah gitu panas banget ya bro antiAHM, hahahahaha…….bayangin aja dorong harley dari ujung ke ujung,hahahahahaha…..dasar BP….

  71. 71 antiAHM April 23, 2008 pukul 1:13 pm

    hahahahaha iya pengap abizzz bozz

  72. 72 Stradaholic April 23, 2008 pukul 10:57 pm

    parkir khusus motor besar??tp knp vespa et4 blh masup yaa,ato cagiva/aprilia 125,or mngkn jg gilera dna/runner??..knp tiger200 nggak blh,knp pulsar180/200 tak diijinkan,bgtu jg dgn thunder250..pdhl ketiga tsb lbh “besar” dr ketiga tsb diawal??,masuk donk dlm kategori “motor besar”??,lantas..yg dimaksud “besar” dlm hal ini,besar apanya??bodi,cc,or besar…harganya??hhehe..

    mngkn lbh tepatnya “parkir khusus motor buildup eksotis” kli yaa..biar “smua” masup,,mule dr si imut et4..D1098..goldwing..fatboy..

    setujuuuu??!!,tolong yg pny temen di manajemen mall2 tsb,agar dpt dihimbau supaya diganti regulasi tsb,agar gak menyesatkan&jd polemik b’kepanjangan..:p

    Brgds,

  73. 73 ekowd April 24, 2008 pukul 8:57 am

    @Stradaholic:

    Mungkin ya berkaitan dengan nilai motor. Satu lagi, ada hubungannya dengan rider juga. Banyak yang punya Vespa cc kecil yang biasa naik motor besar kayak Harley juga.
    Pernah liat langsung waktu awal2 ada parkir khusus di PIM, ada Vespa impor lagi diusir satpam. Dianya marah2, ngomong “saya biasanya naik Harley saya parkir disini”.
    Gw mikir o’on juga tuh orang, soalnya ya waktu itu lo lagi ngga naik motor gede, jadi jangan parkir disitu!!
    Yah, begitulan mental ‘orang2 gede’ negeri kita. Mungkin akhirnya sekarang udah males argue gitu, jadi dibolehin aja Piaggio impor, walaupun cc kecil.

    Sebenernya sih bisa2 aja motor lokal parkir disitu kl bisa ngakalin. Sering liat tiger modif diparkir di parkiran moge PIM. Secara body sih ga keliatan kl itu tiger, tapi mesinnya ngga bisa boong.
    Yang paling gampang ya pake tipe cruiser kayak honda phantom 200cc. Sering liat motor tersebut parkir juga, cuma ganti emblem di tangki jadi Harley Davidson

  74. 74 badboyz April 24, 2008 pukul 4:40 pm

    “parkir khusus motor buildup eksotis”
    Pulsar juga Buildup loh mas…hihihihihihi….

  75. 75 Hedwig™ Agustus 21, 2008 pukul 11:27 am

    mungkin berdasarkan pajak STNK nya :)

  76. 76 darknovember Agustus 26, 2008 pukul 10:19 am

    Parkirannya satu lokasi ama motor laen, dikasi beda ukuran per lot parkir aje…nyang mbeda’in pengendara motor itu kan bisa ato gak bisa dia pake motor, pelihara motor, parkirin motor ama kemampuan beli motor..ixixixixix…so kalo bawa motor “eksotis” cukup ke acara kumpul2 sesama pemakai motor tsb yg udah di koordinasiin dulu ama pemilik lahan parkir, kalo sehari2 mah….motor lain jg bakal kena resiko rusak diparkiran….hla…di jejel kayak tumpukan rongsokan geeto.

Tinggalkan Balasan




Jarak Tempuh

  • 1,643,429 Km

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community