Arsip untuk April, 2008

29
Apr

Jalan Raya Itu Ibarat Medan Perang Bagi Bikers … (1)

Secara statisik kecelakaan jalan raya baik ringan hingga berkategori fatal selalu didominasi oleh pengendara roda dua yang tidak lain adalah pengendara motor (bukan sepeda ya). Penyebabnya bisa bermacam macam mulai dari (1)ketidak disiplinan pengendara itu sendiri, pengaruh (2)infrastruktur jalan raya, (3)kondisi motor, akibat (4)kendaraan lain hingga (5)minimnya teknik dalam berkendara. Untuk itu ada beberapa hal yang patut diperhatikan agar kita selamat saat berkendara di jalanan yang penuh tantangan ini.

Kesadaran dan Mental Bikers

Sebagai langkah pertama adalah melatih kesadaran dan mental seorang bikers itu sendiri. Karena baik keselamatan maupun kecelakaan biasanya bermulai dari faktor ini. Ditekankan di sini bahwa yang dipentingkan adalah “kesadaran” bukan kedisiplinan, karena dengan adanya kesadaran maka dengan sendirinya maka kedisiplinan akan hadir secara otomatis tanpa perlu ancaman baik dari aparat maupun yang faktor lainya. Berikut merupakan hal yang patut disadari untuk dikerjakan dan sesuatu yang sering menjadi biang penyebab terjadinya kecelakaan.

(1) Mematuhi Peraturan Lalulintas

Sebenarnya ini adalah kesadaran paling mendasar untuk dilakukan bagi setiap bikers untuk menghindari hal yang tidak di inginkan. Mulai dari berhenti di saat lampu merah, stop di belakang garis putih hingga menyalakan lampu sain saat ingin belok ataupun berpindah jalur. Sayangnya sering kali untuk hal seperti inipun masih sering kali dilanggar. Biasanya pelanggaran seperti ini terjadi pada perempatan yang sepi ataupun tidak dijaga oleh petugas.

(2) Peranti Keselamatan Dipakai Bukan Untuk Menghindari Tilang

Sering kali pengendara hanya dipakai untuk menghindari di tilang petugas, sehingga peranti keselamatan tersebut terkesan seadanya. Seperti helm catok, mengenakan sandal jepit, ukuran kaca spion yang terlalu kecil hingga kondisi motor yang “sekedar” bisa dipakai berjalan meski sebenarnya motor tersebut tidak layak untuk dipakai.

(3) Melatih Mental dan - “Insting”

Bikers yang memiliki mental baik adalah seseorang bikers yang mampu mengatur emosi seperti tidak mudah terpancing oleh prilaku bikers lainya, mematuhi aturan lalu lintas hingga tidak memaksakan diri untuk terus berkendara disaat kondisnya tidak memungkinkan. Yang terakhir adalah tidak mengesampingkan “Insting” seperti bila merasa ada firasat tidak “enak” untuk berkendara maka sebaiknya hal itu tidak dikesampingkan karena kadang firasat sering kali tidak jauh berbeda dari kenyataan.

Kondisi Infrastruktur Jalan Raya

Seperti yang telah kita ketahui bahwa di indonesia terutama di Jakarta dikenal memiliki berbagai macam rintangan yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakan lalulintas sekalipun pengendara tersebut telah mematuhi peraturan lalu lintas dengan sebaik baiknya. Untuk itu ada beberapa tips yang dapat membantu pengendara untuk memahami kondisi infrastruktur jalan agar terhindar dari kecelakaan yang tidak perlu.

(1) Menghafal Kondisi Jalan hingga Menggunakan Rute Aman

Agar terhindar dari kecelakan seperti dikarenakan melindas separator busway hingga terjatuh karena melindas lubang merupakan kecelakaan yang paling sering menimpa bikers dijakarta. Untuk itu sebaiknya seorang bikers memahami dan menghafal kondisi jalanan yang menjadi rute keseharianya. Karena dengan menguasai kondisi jalan, dengan mudah bahaya laten seperti lubang maupun separator busway dapat diantisipasi oleh bikers dengan baik.

Menggunakan rute aman, artinya seorang bikers dapat memilih jalur yang sudah ia kuasai plus menghindari jalur dimana jalur tersebut memiliki resiko cukup besar bila dilalui oleh pengendara sepeda motor. Jalur yang memilki kondisi jalanan berlubang, licin, gelap dan banyak dilalui kendaraan besar umumnya merupakan jalur yang berkategori beresiko untuk dilalui. Sebisa mungkin untuk menghindari jalur tersebut.

(2) Memilih Jalur yang paling aman

Mungkin aneh kedengaranya namun ini terbukti benar! Jalur sebelah kiri bagian kanan atau mudahnya berada di lajur paling kiri namun berda di bagian paling kanan pada jalur tersebut bisa dibilang pilihan paling baik. Disamping kebanyakan lubang berada di lajur tengah penempatan spanduk, bendera partai maupun ormas berada di jalur kanan. Pasalnya seringkali bendera tersebut berada pada posisi horisontal sehingga bisa tertabrak oleh badan pengendara motor. Lain halnya pada lajur kiri. Bila pengedara berada di jalur kiri di sebelah kiri seringkali banyak pejalan kaki, kendaraan berhenti maupun bus yang sembarangan menaik-turunkan penumpang. Akibatnya disamping memaksa bikers untuk sering berhenti hal ini bisa membuat pengendara motor cepat lelah dan pada akhirnya bisa menabrak penghalang tersebut.

(3) Menerapkan Sistem “Give Away” Pada Lintasan Tanpa Marka

Sistem “Give Away” artinya mendahulukan pengendara yang ingin lurus terlebih dahulu baru melakukan belok atau berputar. Seringkali pengendara sering berlomba2 untuk belok atau memutar tanpa lintasan tanpa marka. Padahal sering kali banyak pengendara lain yang sedang melaju cepat. Akibatnya tabrakan antara kendaraan yang melaju lurus dengan kendaraan yang ingin membelok ataupun memutar. Karena itu pilihan untuk “mengalah” pada kendaraan yang ingin lurus merupaka sebuah langkah yang bijaksana untuk menghindari kecelakaan.

Bersambung …

27
Apr

Honda CS 1 Kalah Heboh Dibanding Ninja ZX250R ?

Honda CS One Heboh, Ninja ZX 250R Lebih Heboh Lagi ?

Kehadiran motor Honda CS1 boleh saja merupakan sebuah langkah besar dalam memperebutkan market share dan untuk kembali mendongkrak pamor ATPM Honda yang belakangan dinilai sempat terpuruk akibat minimnya inovasi yang dilakukan AHM.Tetapi dengan selang waktu yang hanya terpaut 2 bulan dan tidak kalah dinanti kehadiran Kawasaki Ninja berkapasitas 250cc bisa dibilang membayang bayangi sensasi yang dihadirkan AHM melalui produk barunya ini.

Sudah Pasti Si Hijau 250cc akan Lebih Mencolok

Meski dalam volume penjualan kalah jauh, tetapi kehadiran “bench mark” baru di kelas 250cc ini pastinya membuat penampilan “nyeleneh” Honda CS 1 menjadi sedikit ternetralisir. Pasalnya Kawasaki ini merupakan sebuah “Moge” terjangkau, dan pastinya mengakui atau tidak memiliki “Moge” hampir dipastikan merupakan keinginan semua bikers, sedangkan memiliki motor “nyeleneh” belum tentu menjadi keinginan semua orang. Kehadiran Kawasaki Ninja ZX 250R pastinya merupakan sebuah “pengabul impian” karena meski dinilai lumayan mahal 43-48 juta rupiah otr, tetapi harga tersebut masih relevan dibanding harga “Moge” 600cc ke atas yang harga barunya saja masih berada dikisaran 200 juta ke atas …

25
Apr

Test “Drive” Kawasaki Ninja ZX 250R !

Pengen moto pas lagi naik motor, cuma rada2 malu gitu he…he…he :mrgreen:

Akhirnya Rasa Penasaran Tersebut Sedikit Terjawab

Pada siang hari tanggal 24 april kurang pukul 13.00 AEST Indobikers iseng2 masuk kedalam showroom Kawasaki yang berlokasi di Elzabeth Street. Niatnya adalah mencari helm Shark sekaligus berharap dapat melihat langsung Kawasaki Ninja ZX 250R terbaru. Tidak disangka ternyata di dalam showroom yang juga menjual motor raksasa ZX 14 tersebut sudah nongkrong beberapa unit Kawasaki ZX 250R.

Kebetulan disana ada beberapa orang yang juga sedang mencoba motor tersebut (di parkiran), tanpa pikir panjang saia pun ikut Nimbrung. Entah karena saat itu saia sedang menggondol helm Nolan Storner N62 ress (untuk oleh2) atau karena saia memakai topi Ducati Corse, salesnya tanpa basa basi langsung nyuruh saia naik di atas motor tersebut :-D hup tanpa pikir panjang saia langsung berada di motor tersebut.

Riding Position Yang Kompromi, Tapi Jangan dilihat dari Belakang !!!

Meski berkategori Sportbike / Light Superbike namun riding position Kawasaki Ninja ZX 250 tersebut justru lebih mendekati saudarnya yang berjenis Sport Touring ZZ 250R. Apalagi dibandingkan dengan motor superbike semisal Ducati 996 yang beberapa waktu lalu sering saia pakai wara-wiri di sentul, motor ini lebih memiliki riding position yang normal. Tetapi jangan harap akan mendapatkan kenyamanan semisal mengendarai Multistrada ataupun Suzuki B-King Sekalipun, karena bagaimanapun genetik Kawasaki Ninja ini tetap saja merupaka sebuah Sportbike.

Dilihat dari depan ZX 250R ini begitu cantik - terlebih tidak ternoda dengan tempat pelat nomor (disini motor cukup memasang plat nomor di belakang)  Bahkan untuk seorang rider yang bertinggi diatas 180cm motor dengan bobot bersih 152 kg ini tetap terlihat lumayan besar. Apalagi jika dilihat dari samping, meski riding position terbilang tidak terlalu ekstrim namun jika dilihat pengedara motor seolah sangat membungkuk. Hanya saja ukuran ban belakang yang extra kecil alias 130/60×17 membuat penampilan Ninja ini seolah menjadi cingkrang karena ukuran ban yang kurang lebar. Namun hal ini bukan masalah karena swing arm motor ini mampu mengakomodir ban berukuran 150/60×17 dengan aman.

Bergembiralah Konsumen Kawasaki di Indonesia

Ternyata di Australia sekalipun motor Kawasaki yang dijual hanyalah yang bermesin konvensional alias masih menggunakan karburator! Belum lagi hanya ada dua warna yang bisa dipilih yaitu warna merah dan hitam solid! Belum lagi untuk urusah harga, bayangkan di Indonesia motor ini di bandrol Rp 43/45 juta o the road. Sedangkan di sini motor ini di bandrol $7000 AUD dengan kisaran kurs $1 AUD adalah 8.500 maka harga motor ini adalah 59.500.000  alias 60 Juta Rupiah 8O Sepertinya kita semua harus angkat topi dengan keseriusan dan kemurahan hati Kawasaki Motor Indonesia :-D yang telah menghadirkan motor ini dengan bermagai macam pilihan warna dan harga yang amat wajar, jika tidak mau dibilang murah.

24
Apr

Yamaha Vino … Asyik!

Sekilas Yamaha Vino

Yamaha Vino  adalah skutik berkapasitas 125cc yang memiliki desain retro. Desain Yamaha vino sendiri bisa dibilang lebih european oriented dibanding asian oriented yang kebanyakan berdesain futuristis. Yamaha vino sendiri kurang lebih adalah lebih pende sekitar 10-13cm dibanding yamaha Mio Soul dan lebih ramping sekitar 4 cm. Kecil memang namun sesuai fungsinya motor ini memang di desain untuk digunakan di dalam kota.

Keliling Melbourne CBD naik Vino … Asyik

Kebetulan Indobikers berkesempatan mencoba mengendarai Yamaha Vino miliki bro Andi. Mengelilingi Melbourne CBD mulai dari Exhibition - Spring - Lygon - Swanston - Collin st dan berakhir di exhibition alias tempat semula. Motor berukuran mini tersebut ternyata mampu bermanfuer dengan baik baik di saat menikung maupun berakselerasi. Meski hanya menggunakan rem tromol depan-belakang namun rem tersebut sudah cukup untuk kecepatan Vino yang hanya 75 km/jam.

Dijual Rp 14,4 juta rupiah on the road, hmm …

Dengan kurs 1$ Aud = 8000, motor ini dibandrol $1800 alias 14.4 juta rupiah. Sudah termsuk sebuah helm Nolan Classic dan boks Givi. Sebuah tawaran yang menarik terlebih jika dibandingkan dengan harga Kawasaki Ninja ZX 250 yang dibandrol $6000 Aud ataupun Aprilia New RS 125 Jorge Lorenzo yang berada di kisaran $8000. Betul menjadi sebuah tawaran yang sangat menarik terlebih di Melbourne kecepatan maksimum adalah 80 km/jam.

Vino Classic masuk Indonesia …

Seandainya Yamaha Vino masuk ke indonesia melalui YMKI alias di ckd bisa jadi harga serupa juga menjadi bandrol untuk menebus Vino . Yang pasti motor ini memiliki keunggulan tersendiri dibanding kompetitornya seperti Vario, Skywave bahkan Mio sendiri. Selain penampilan yang benar benar berbeda motor ini memiliki fitur yang jauh user friendly dan kenyamanan yang lebih dibanding skutik lokal yang telah lama beredar. Berminat ?

Update : Dari Guspur : Bener Gus ternyata itu hanya Vino saja, soalnya maklum yang empunya motor kurang faham mengenai motor. Untuk Vino/Vino Classic harganya hanya terpaut 200 Aud. Tenkyu …

21
Apr

Kawasaki Athlete 125, (bukan) Penantang Honda CS1 ?

Setelah berturut turut publik indonesia mendapatkan penawaran heboh yang taklain adalah Honda CS1 dan Kawasaki Ninja  ZX 250R kini giliran segmen bebek sport mendapat pendatang baru yang tidak kalah hebohnya. Yap, tidak lain adalah Kawasaki Athlete 125 dimana beberapa bulan yang lalu sempat wara wiri di jakarta sebagai motor “siluman” saat melakukan uji coba .

Athlete 125, Sedikit Ekstrem namun Masih Wajar

Tidak seperti Honda CS1 yang memiliki desain benar benar nyeleneh. Kawasaki Athlete pada dasarnya masih dalam kategori bebek Normal, terlihat dari tipe transmisi semi otomatik, mesin yang nyaris tidur, hingga sistem pendingin udara. Belum lagi bentuk foot step standarnya yang sangat konvensional.

Hanya saja desain eksterior Kawasaki Athelete yang terbilang berani, mulai dari desain winshield yang menyerupai winshield Benelli TNT, desain seat cowl yang patah patah fairing samping meruncing hingga tangki bensin yang ada di belakan kemudi menjadikan penampilan Kawasaki Athlete begitu mencolok.

Mesin 125cc  dan Suspensi setengah Tidur : Dahsyat !

Seperti yang kita ketahui kawasaki Athlete di persenjatai mesin 125cc yang mampu menelurkan tenaga sebesar 10 hp pada 8000 rpm. Memang tidak terlalu besar tetapi ingat bahwa sasaran kawasaki Athlete adalah pasar bebek konvensional semisal Suprafit, JupiterZ, Shogun ataupun Honda Supra Fit. Sehingga tenaga raksasa bukan segala galanya di segmen ini tetapi kepraktisan dan kenyamanan lah yang berperan penting. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran rem cakram ganda yang tentunya disamping pengoprasiannya lebih mudah dari pada rem tromol penampilan motor ini pun juga terdongkrak. Posisi suspensi monoshock yang setengah tidur (seperti pada Ducati Monster 696) memungkinkan pengendara bermanufer lebih fleksibel dan lebih nyaman dibanding motor dengan suspensi vertikal.

Seharusnya Harganya tidak lebih dari 14.5 juta …

Melihat segmen yang akan dimasukinya Kawasaki Athlete dimana kisaran harganya adalah 14 hingga 15 juta mengingat raja dikelas ini adalah Shogun 125 dipatok pada angka 14 jutaan dan Supra X pada anggka 14,7 maka dengan segala fitur seperti Suspensi Monoshock dan dua cakram maka harga yang relevan pada motor ini adalah 14,5 juta rupiah. Karena naik 1 juta rupiah saja sudah memasuki kelas Hyper Underbone dan Crossover. Maka saia yakin kisaran harga motor Kawasaki Athelete ini tidak lebih dari kisaran 14-15 juta rupiah.

20
Apr

Suzuki RGV250 vs Honda NSR 250R

Jawara tahun 1990an - Its 2 Stroke era Mite !

Di era tahun 1990an dimana kepopuleran motor 2 tak masih berada setara dengan motor 4 tak, bahkan bagi kalangan muda yang termasuk di dalam kategori speed Freak, motor 2 tak dianggap jauh lebih bergengsi dibanding motor 4 tak. Bahkan pasaran motor di tanah air waktu itu justru didominasi oleh motor dua tak seperti Yamaha F1ZR, RZR 135, Suzuki Tornado, RGR150 hingga NSR 150. tetapi hal tersebut juga didorong dengan kondisi ekonomi Indonesia yang betul-betul baik shingga waktu itu kadang performanc + Fahion menjadi segala galanya.

Top of the Top adalah RGV250 dan Honda NSR 250

Mungkin kini top of the line speda motor dipegang oleh dinasit Ducati 1098R, Yamaha R1SP atau Suzuki GSXR 1000. tetapi semua motor tersebut bermesin 4 tak. Tetapi pada era tahun 1990an dimana performa motor 4 tak tidak segarang sekarang maka motor 2 tak tetap menjadi pilihan utama. Dari sekian banyak motor 2 tak, hanya ada 2 motor yang pantas disebut Raja 2 Tak, yaitu Suzuki RGV250 dan Honda NSR250.

Sekilas Honda NSR 250

  • Bobot : 138 kg
  • Mesin : twin 250cc Liquid Cooled
  • Tenaga : 48hp/ 9000 rpm 
  • Torsi : 33nm / 8200 rpm

Dengan bobot yang hanya 138 kg motor buatan Honda tersebut mampu memproduksi tenaga yang terbilang sangat besar apalagi mengingat mesinya hanya 250cc. Dengan suspensi pro-arm dan kenalpot yang terletak di kanan kiri penampilan Honda NSR 250 ini bak mengendarai motor HB Honda besutan Ralf Waldman. Sayang Honda menghentikan produksi motor ini pada tahun 1999.

Sekilas Suzuki RGV250 Gamma 

  • Bobot : 128 kg
  • Mesin : twin 250cc Liquid Cooled
  • Tenaga : 68hp/ 9500 rpm 
  • Torsi : 53nm / 8750 rpm
  • Motor buatan Suzuki ini diproduksi antara tahun 1987-1997. Motor ini menjadikan motor 2 tak lainya bak seekor kura kura tua nan lamban. Bayangkan motor ini hanya berbobot 128 kg atau masih lebih ringan 7 kg dibandingkan Cagiva Mito 125. Tenaga motor yang terbilang tidak wajar tersebut berimbas pada penghentian produksinya dikarenakan tenaga motor yang terlalu besar. Walau demikian mesin RGV Gamma tersebut diadopsi oleh aprilia hingga tahun 2003. Jadi jangan heran jika mesin Aprila RS250 begitu perkasa.

    Kini Jawara 2 Tak Tinggal Kenangan ?

    Kini baik Suzuki RGV250, Honda NSR250 maupun Aprilia RS250 sudah tidak diproduksi baik dengan alasan keamanan maupun regulasi Euro III. Tetapi buat penggemar motor dua tak tidak perlu kuatir karena meski sedikit masih tersisa beberapa motor dua tak dengan performa dahsyat yang masih diproduksi  dan bahkan diperbaharui. Motor tersebut antara lain Aprilia RS 125 R (2007), Cagiva Mito Revo (200 8) maupun Kawasaki Nija ZX 150. Dua nama pertama mampu meledakan tenaga sebesar 39hp.

    19
    Apr

    Pakir Khusus “Motor Besar” di Loby, Syaratnya Apa ?

    Jejeran Ducati di Senayan City

    Parkir Khusus “Motor besar” di Loby Hotel / Mal

    Hampir di setiap mal yang berkategori Hi-end semisal Plaza Senayan, Pondok Indah mall 2, Citos hingga Senayan City kita sering melihat tanda “Parkir Khusus Motor Besar” yang terletak di loby utama ataupun di depan Cafe Bean. Namun sering kali juga kita mendapati motor berkapasitas 125cc semisal Cagiva Mito atapun Aprilia RS 125 diparkir disitu. Bahkan seringkali juga kita mendapati jejeran Vespa Corsapun ikut diparkir di lokasi tersebut. Sebaliknya belum pernah saya melihat motor seperti Thunder 250 yang diparkir di lokasi tersebut. Sehingga menimbulkan pertanyaan, sebenarnya motor yang seperti apakah yang berhak di parkir di tempat khusus terebut.

    Lebih Tepatnya  di Sebut Parkir Motor Eksotis berukuran Besar

    Yap, mungkin tepatnya parkiran motor yang berada di loby tersebut sebaiknya di sebut parkir khusus motor eksotis berukuran besar. Karena pada dasarnya sebutan “Motor Besar” itu sendiri memiliki makna bias. Karena motor akan dianggap berukuran “besar” dari sisi mananya? Apakah dari kapasitasnya atau dari ukuranya? Ambil contoh Aprilia RS125 dibandikngkan Ducati 1098, kapasitas mesinya terpaut 975cc tetapi dari segi ukuran Ducati 1098 tidak lebih besar dari Cagiva Mito. Belum lagi kategori “Motor Besar” itu sendiri. Apakah 250cc itu besar? Ataukah Motor berkapasitas 400cc sudah cukup dianggap sebagai motor besar? Sehingga sebaiknya sebutan parkiran khusus tersebut di sebut sebagai parkiran khusus “motor eksotis” dibanding di sebut parkir khusus motor besar. Nampaknya bila demikian hak istimewa tersebut bisa jadi juga dimiliki Kawasaki Ninja ZX 250, meski kapasitanya hanya 250cc namun ukuranya yang cukup besar bisa menjadi “surat ijin” parkir di loby mall tersebut.

    Disamping menambah gengsi Mall tersebut, juga menghindari tangan Jahil

    Konon pihak manajemen mal tersebut memiliki alasan baik strategis maupun oprasional. Sebagai alasan strategis menurut salah satu karyawan mall tersebut dengan kehadiran motor motor eksotis tersebut selain mampu menarik perhatian pengunjung lain, secara tidak langsung dapat menaikan status mall tersebut. Untuk alasan oprasional sering terjadi kejadian dimana motor tersebut di rusak alias dibaret bahkan samapi ad yang kaca spionya di copot saat di parkir di parkiran motor yang terletak di basement. Menghindari terulangnya kejadian tersebut nampaknya manajmen mall menerapkan peraturan tersebut. Belum lagi sulitnya akses ke dalam parkiran khusus motor seperti yang ada di plasa senayan, bila menggunakan motor berukuran besar dan lebar semisal Goldwing, Multistrada ataupun Electraglide. Jangankan untuk memarkir motor yang sudah sangat sempit untuk masuk kedalam parkiranpun sudah merupakan usaha yang melelahkan. Sehingga tidak heran hampir di seluruh Mal Hi-end tersebut memberikan fasilitas parkiran khusus untuk motor berukuran besar dan eksotis tersebut.   

    17
    Apr

    Harga Kawasaki Ninja ZX 250 = 43 Juta, Termasuk Murah Lho!

    Foto : Triatmono

    Harga tersebut bisa dibilang Murah untuk kelasnya !

    Mungkin harga segitu bagi sebagian orang dianggap terlalu mahal. Mengingat motor sport lokal yang paling populer di tanah air semisal CBR 150 ataupun Kawasaki Ninja 150 RR hanya bermain di kisaran 32-35 juta rupiah. Tetapi sebenarnya harga segitu serasa sangat wajar apalagi di bandingkan motor sport ringan eropa semisal Cagiva Mito 125 yang dibandrol 49 juta otr.  

    Di Amerika di bandrol US $3500 - Indonesia Rp 43 Juta

    Dengan kurs 1 dolar = 9300 rupiah maka harga Ninja ZX  250 sekitar 32,5 juta rupiah. Harga tersebut belum termasuk shipping cost, pajak bea masuk, PPN 10%, pajak balik nama dan PPH sebesar 2.5%. Sebagai perbandingan jika motor besar alias di impor langsung maka harga motor dikali 20%  baru bisa mendapat harga on the road. Kalau istilah pedangan berati KMI sendiri tidak mengambil keuntungan terlalu besar. Terlebih sebagai ATPM KMI harus mempersiapkan berbagai infrastruktur semisal pendidikan terhadap mekanik dan suply spareparts. Berarti memang harga 43 juta tersebut bisa di bilang sangat murah.

    Jangan anggap remeh versi Karburator !

    Meski versi Ninja Zx 250 yang masuk ke Indonesia adalah versi Karburator, bukan injeksi tetapi sebenarnya hal ini justru dipilih karena akan memberikan kemudahan bagi para konsumen. Meski dikatakan memiliki tenaga sedikit lebih besar tetapi sebenarnya keuntungan tersebut tidak signifikan. Disamping dalam perawatan lebih rumit harganya pun lebih mahal. Hal ini juga dibenarkan oleh Bin Bin mekanik Ducati dari tim Paddock 40 bahwa untuk kegunaan harian justru motor sport yang menggunakan karburator justru lebih effisien dibanding yang menggunakan system injeksi. Sebagai tambahan di saat terjepit hampir semua bengkel mampu memperbaiki mesin dengan menggunakan karburator dibanding mesin injeksi yang lebih rumit.  

    16
    Apr

    Kawasaki Ninja ZX 250 vs Motor Gede 2nd

    Big Is Beautifull …

    Bagi bikers, mengakui atau tidak mengakui anggapan semakin besar motor maka semakin digemari lah dia, hal ini memang menjadi mayoritas pemikiran yang lumrah di kalangan bikers tanah air. Tidak terkecuali bagi Kawasaki Ninja ZX 250 yang telah mendapat gelar  “lights sportbike terbaik 2008″ versi majalah two wheels. Tetapi ada beberapa pertimbangan yang menarik untuk dilakukan sebelum menjadikan si Hijau ini menjadi milik kita.

    Harga 45 Juta vs Moge 2nd Hand : untuk penggunaan Harian

    Sampai detik ini Indobikers berlum mendapat konfirmasi harga on the road Kawasaki ZX 250. Meski demikian harga 45 juta menjadi kemungkinan terbersar buat motor  Kawasaki ini. Dengan kapasitas 250cc twin silinder dan desain menawan memang sulit untuk tidak tergoda. Apalagi melihat pesaingnya saat ini yang masih ”jauh” dibawah ZX 250cc. Tetapi lain halnya bila membandingkan dengan motor besar, anggap saja 400cc ke atas. Memang untuk dibandingkan dengan Ducati Monster M400 harganya masih terpaut jauh setidaknya anda harus menambah minimal 50 juta rupiah lagi hanya untuk mendapatkan Monster M400 keluaran tahun 2003. Lain halnya jika dibandingkan dengan sesama moge Jepang. Jika punya uang sekittar 20-30 juta rupiah bukan tidk mungkin Honda CBR 600 keluaran tahun 2001 atau Yamaha R6 tahun 2000 bisa berpindah tangan. Memang usianya cukup tua, tetapi biasanya motor tersebut memiliki kondisi cukup baik dan terawat. Belum lagi tenaga mesin in line 4 silinder yang setidaknya mampu menembakan tenaga sebesar 80hp keatas. Tetapi bila memang sudah “ngebet” apalagi tujuanya cuma buat harian Kawasaki ZX 250 memang pilihan paling realistis dibanding moge second hand.

    Kawasaki ZX 250 vs Aprilia RS250 dan Supersport : untuk di Sirkuit / Balap

    Habitat Kawasaki ZX 250 sebenarnya tidak dijalan raya, motor ini juga cocok di “pelihara” di sirkuit. Tetapi harga 45 Juta rupiah ditambaj 25 juta rupiah, anda bisa mendapatkan sebuah Aprilia RS 250 on the road buatan tahun 2003,  Ingat mesin RS250 V-twin mampu meledakan tenaga sebesar sedikitnya 70hp. Apalagi dengan menambah jumlah yang sama anda bisa mendaptkan minimal Yamaha R-6 2002 atau GSXR 600 tahu yang sama. Hanya saja jangan harap motor supersport tersebut bisa digunakan di jalan umum, karena motor tersebut tidak memiliki lampu ataupun kaca spion dan hanya memiliki izin untuk di gunakan di sirkuit sentul. Agaknya jika hanya untuk “Track Oriented” nampaknya ZX 250 bukan pilihan utama deh ;-D

     

    15
    Apr

    Kawasaki Ninja ZX 250 - Kelas Tersendiri

    Namanya sama, brand nya sama tapi kok Inferior ?

    Selama ini konsumen di tanah air kerap mengeluh bahwa produk yang di jual ATPM biasanya memiliki standar baik penampilan, performa maupun fitur yang lebih inferior dibandingkan produk serupa yang di jual di negri tetangga, apalagi di Jepang. Terlihat jelas dari perbandingan antara NSR 150 made in Federal Motor, Kawasaki Ninja 150 saat dibandingkan NSR 150 RR/SP hingga Kawasaki Ninja Serpico/KRR.

    Kawasaki Ninja ZX 250 : Di seluruh dunia kwalitasnya Sama !

    Namun image seperti itu nampaknya akan segera luntur, terimakasih kepada Kawasaki Motor Indonesia yang akan segera meluncurkan Kawasaki Ninja ZX 250. Meski harganya sudah memasuki kawasan kepala empat alias 40 juta ke atas namun dijamin konsumen penggemar motor sport sejati di jamin tidak akan kecewa. Meski potensi kekecewaan masih sangat besar terutama soal inden, dimana sepertinya animo masyarakat akan motor ini begitu besar, alias peminat melebihi suply

    Kualitas Dunia, dijamin Laku Keras, Buruan Inden!

    Terlebih jika melihat besarnya pasar CBR 150 dan ZX 150 yang harganya sendiri telah memasuki kisaran 33 juta keatas. Karena di segmen ini harga yang terpaut sekitar 10 juta nampaknya masih dalam batas kewajaran. Hal ini tidak terlepas dari spesifikasi ZX 250 yang sama persis dengan yang dijual belikan di Jepang hingga Amerika Serikat dimana konsumen tanah air juga akan mendapatkan Kawasaki ZX 250 yang berkonvigurasi  In Line Twin 250cc, DOHC plus fairing yang mirip dengan ZX 1000. Sehingga tidak perlu minder apalagi ragu, karena Kawasaki ZX 250 ini merupakan produk dengan standar dunia dengan kualitas terbaik di kelasnya!

    13
    Apr

    Luar Biasa Animo Masyarakat Pada Honda CS1

    Setelah peluncuran Honda CS1 di salah satu televisi swasta, sesuai prediksi Indobikers bahwa rasa penasaran masyarakat akan motor crossover ini sangat luar biasa, bahkan hal ini sampai menaikan traffic di Indobikers yang rata-rata kedatangan pengunjung sekitar 5.200 sehari, melonjak hingga hampir 4 kali lipatnya. Bahkan fenomena ini berlanjut hingga 3 hari berikutnya.  

    Antara Penasaran dan Berminat

    Mungkin  penasaran bisa dijadikan alasan utama mengapa banyak masyarakat yang tertarik dengan CS1. Tetapi hal ini bukan berarti motor ini tidak mampu menarik peminat. Ingat penampilan yang “nyeleneh” dan eksotis adalah kunci mujarab untuk membuat konsumen penasaran terhadap CS1. Untuk kemudian calon konsumen tersebut berminat atau tidak itu adalah urusan kedua, namun biasanya sangat sulit bagi para calon konsumen untuk tidak menaikan statusnya menjadi “konsumen” terbaru Honda CS1.

    Ternyata Jurus AHM memang Ampuh!

    Pengalaman memang guru yang sulit ditandingi. Meski banyak yang mempredikisi bahwa tahun 2008 merupakan tahun dimana Yamaha Motor Kencanan Indonesia mampu menyalip Astra Honda Motor sepertinya hal tersebut tidak akan terjadi. Mengingat Honda telah mengeluarkan senjata pamungkasnya yaitu CS1. Diprediksi motor Crossover ini akan mampu mengobrak-abrik pasaran motor, tidak hanya bebek tetapi juga pasar motor skutik hingga motor light cruiser. Bisa jadi motor ini akan menjadi sebuah Ikon spedamotor modern seperti halnya dinasti Rx King di tahun 80an, Astrea 90an hingga Satria FU era milenium.

    13
    Apr

    3 Seri Grand Prix 3 Juara dari 3 Motor !

    Casey Stoner meski membaik namun belum Maksimal :?

    3 seri balapan 3 Juara !

    Debut sempurna Jorge Lorenzo di kelas moto Gp berlanjut. Setelah tiga kali melakukan Hattrick Pole position akhirnya Lorenzo berhasil merebut kemenanganya yang pertama kali di kelas MotoGP. Hal ini membuat persaingan semakin terbuka. Karena bersama dengan Pedrosa mereka sama sama mengoleksi nilai 61, kemudian disusul oleh Valentino Rossi dengan nilai 47 dan Juara dunia Casey Stoner diposisi ke 4 dengan nilai 40.

    Rossi Melorot, Stoner Belum Maksimal

    Valentino Rossi, meski sempat memimpin di lap lap awal nampaknya harus kembali puas untuk berada di podium ketiga. Penyakit lama yang menjangkiti Rossifumi musim lalu nampaknya belum hilang, karena setiap menjelang akhir lomba Rossi nampaknya selalu kedodoran.

    Lain halnya dengan Juara dunia Casey Stoner, meski start di posisi ke 9 dan kemudian terlempar ke posisi sebelas dan sempat mengalami insiden ketika bagia pada speedomotornya lepas, namun Stoner mampu bangkit untuk finis di posisi 6. Meski demikian nampaknya Ducati harus berhutang kepada stoner mengingat dalam 3 seri pertama ini hanya Stoner lah satu satunya rider Ducati yang mampu menjadi juara dan finsi 10 besar.

    Kelompok Arisan ala Desmosedici GP8 (minus Stoner)

    Untuk ketiga kalinya berturut turut, Marco Melandri, Toni Elias dan Silvain Guintoly hanya menjadi kelompok “arisan” di posisi 10-15. Seolah hanya Casey Stoner saja yang berjuang mati matian menjaga reputasi Ducati di kancah moto GP. Apakah hal ini menandakan bahwa pasukan veteran yang didepak Ducati musim lalu Capirex,  Barros dan Hoffman lebih mumpuni dibanding pasukan muda flamboyan semisal Melandri dan Ellias?




    Jarak Tempuh

    • 1,252,938 Km

    INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community