Varian Hi-End Pulsar vs Low end Tiger - harga + 20 juta
Ok, ini untuk yang kedua kalinya Indobikers melakukan komparasi antara Bajaj Pulsar 200 DTS-i vs Honda Tiger Revo. Sepertinya untuk kedua produk kita tidak perlu repot mendeskripsikan fitur yang ditawarkan kepada kedua produk. Untuk urusan Riding review pun sepertinya usah lah ditanya karena rata2 kita sudah pernah mencoba keduanya
Supaya komparas lebih sistematis Indobikes membuat 4 kriteria utama yang sering dijadikan pertimbangan sorang bikers terhadap produk pilihanya yaitu :
-
Desain dan fitur pada motor
-
Performa motor
-
Brand dan resale value
-
Jaringan purna jual
-
Harga motor & Value for money = mencakup kriteria 1-4
Untuk keunggulan telak akan mendapat (poin 2) sedangkan untuk keunggulan tipis hanya akan mendapat (poin1)
Desain dan Fitur
-
Bajaj Pulsar 200 DTS-i bisa dibilang bak pinang di belah dua dengan Pulsar 180 DTS-i yang membedakan hanyalah jok susun dan desain knalpot. Fitur yang menjadi nilai tambah Pulsar 200 bagi kompetitornya adalah oil cooler, speedometer digital dan velg cast wheel
-
Honda Tiger Revo 200 - Jika yang dijadikan tolak ukur adalah Revo standar maka fitur velg cast wheel dan cakram belakang bisa dihilangkan . Secara kasat mata tidak terlihat sisi elegan terutama bila dibandingkan dengan versi Tiger Revo CW.
Kesimpulan : Dari fitur yang ditawarkan Pulsar unggul telak dari Revo
(Pulsar 2 - Revo 0)
Performa Motor
-
Pusar 200 DTS-i boleh dibilang lebih besar 20cc dibanding saudara tuanya. Tetapi dengan bobot 145 kg (bandingkan Monster M600 saja hanya 168 kg) tambahan tenaga menjadi 18hp pada 8000 rpm bisa dibilang sia sia. Top Speednya hanya 128 km/j. Untuk urusan akselerasi 0-60 justru menurun menjadi 5.80 sec
-
Tiger Revo memiliki bobot 137 kg dengan top speed 125 km/jam. Akselerasinya adalah 5.66 sec untuk 0-60 km/j. Tenaga sebesar 16.7 hp 8500 rpm nampaknya tidak terbuang percuma
Kesimpulan : Meski bertenaga lebih kecil tetapi bobot ringan plus akselerasi membuat Revo unggul dari Pulsar
(Pulsar 2 - Revo 1)
Brand dan Resale Value
-
Brand Bajaj adalah titik terlemah dari produk atau dinasti Pulsar. Disamping identik dengan kendaraan klasik beroda tiga banyak konsumen baik awam ataupun yang faham tentang dunia roda dua masih meragukan kualitas produk Bajaj. Imbasnya resale value merk bajaj bervariatif dan bila di jual luar kota besar hal ini menjadi pertanyaan
-
Honda adalah Honda. Jika ada produk motor yang paling dikenal adalah Honda. Bahkan nama Honda di Indonesia sudah merupakan jaminan tersendiri. Resale value produk Honda sangat merata, bahkan bila dijual di daerah paling pelosok sekalipun.
Kesimpulan : Membandingkan Brand Honda dengan Bajaj ibarat David vs Goliath, Honda unggul telak dari Bajaj
(Pulsar 2 - Revo 3)
Jaringan Sales, Service, Sparepart
-
Layaknya ATPM baru calon pemilik Bajaj kerap dihantui dengan jaringan Sales, Service dan Sparepart. Bahkan peminat Bajaj yang di tempat terpencil kerap mengeluhkan kesulitan meminang Pulsar. Bahkan mereka harus menyebrang laut hanya demi memperoleh serigala hitam ini
-
Showroom Honda dan Ahass ibarat semut. Ada dimana mana dan dimana saja. Terlepas dari keluhan konsumen terhadap layanan Ahass tetapi ini sudah menjadi bukti bahwa jaringan AHM lebih baik dari pada BAI
Kesimpulan : Sama seperti Brand, Jaringan pendukung Revo jauh lebih baik dibanding Pulsar
(Pulsar 2 - Revo 5)
Harga motor - Value for Money (kriteria 1-4)
-
Bajaj Pulsar 200 DTS-i dihargai Rp 20.000.000,- keunggulan yang dimiliki Pulsar dari kompetitornya adalah desain dan fitur.
-
Honda Tiger Revo Standar dihargai Rp 20.400.000 keunggulan yang dimiliki Revo dari sainganya adalah meliputi Performa, Brand-resale value serta dukungan jaringan 3s AHM
Kesimpulan akhir
Disini terlihat jelas saat dilakukan komparasi antara varian Hi-end Pulsar melawan varian Low end Tiger Revo. Dengan harga yang hanya terpaut 400 ribu justru terlihat keunggulan produk Honda Tiger Revo Standar terhadap Pulsar 200 DTS-i. Hal ini disebabkan selisih harga yang terpaut terlalu dekat antara brand Bajaj dengan kemapanan Honda. Lain halnya dengan Pulsar 180 DTS-I bila disandingkan dengan Revo CW ataupun Revo STD memiliki harga yang terpaut 4 dan 7 juta merupakan faktor keunggulan signifikan. Terlepas dari berbagai kontroversi seputar statement petinggi AHM, sepertinya jika konsumen ingin memilih motor crusier pilihlah Tiger Revo STD bagi value for money karena mungkin ini satu satunya produk AHM dengan Value for money yang sesuai :-D jika ingin produk alternatif yang lebih baik satu satunya pilihan lain adalah Pulsar 180 DTS-i. Bukan Pulsar 200 DTS-i dan bukan pula Tiger Revo CW.

menurutku cuma satu kelemahan tiger…harganya itu lo…turunin dong!!!!!!,klo mesin jadul n performa yg lelet sih ngak terlalu aq pikirin,emang neh mtr buat balap apa?,tiger enaknya buat jalan santail,apalagi klo pemandangannya bagus….mak nyuss!!!!,klo di desa2 pasti pada milih tiger,klo di kota mending milih pulsar,pakai sesuai kondisi………
keduaxxxxxxx
klo gw sie pilih Pulsar, walopun gw g maniak Pulsar. Bosen liat Tiger uda malang melintang 10 taun lebih tapi g ada perubahan sgnifikan.
peace
@ Arrow dan Boogie HD
^ Kalau harga, lha revo segitu aja dibeli & laku, siapa yg nggak mau untung gede… biar cepet balik modal…..
setuju dengan bro etorika, kalau 20.4 jt untuk tiger sih wajarlah. Beda 4 jt apa hanya untuk pelek cw doang atau ada spek lain yang lebih rendah dari revo cw?
Varian revo mahal smua, kalo pulsar 180 ya ckup value lah… bwt apa duit 24jt ditebusin revo, mnding tmbh 1jt bwt nebus mobil nano! Bs angkut 4org lbh hmt! Bensin subsidi kan mo dibatasi…hiks…
yach..lumyan masih 10 besar..
Tigi 24 juta..mending beli RR second th 2006..wek…
tapi bener juga tuch katannya arrow89, tigi banyak di pake di perkampungan untuk bawa beras sama padi ke pasaar, soale torsinya gede, jadi angkut apa aja di jabanin….kuat..( terbukti di kampung ane )….
PISS
yessss!!!
Masih 10 besar, masi dapet poin.
wah, harganya “maut” juga yach…koq gak bisa jadi value kayak pulsar 180? meski bajaj juga memiliki produk dan mutu yang bagus, tapi kalo mainnya dikisaran harga motor touring jepang kaya scorpio atau tiger, kayaknya bukan pilihan bijak deh. mungkin perlu kalkulasi ulang soal harga, kalo masih mau terus langgeng disini.
Akhh… pulsar 200, pruduk yg mubazir!!
bo2t klewat berat, cc tanggung! model itu2 lagi!
Tigy klewat mahal, (yg cw 24jtan) ‘busett…
fitur itu2 aja, cuma casing doank gnti!
‘hmmm… mnding V-xion aj dh!
@^
v-ixion tuh bukan motor turing, tapi naked bike
jadi saingannya bukan tiger ato pulsar. sama aja kalo anda bilang lebih baik beli FU 150….lain kelas bro
PEACE
mending kelas dunia Ninja 250 R yg di amerika katanya laris manis..
mending DP tiger trus nticil pulsar…
hmm….gak minat deh
Dua2nya punya kelebihan dan kekurangan. dua2nya menurut ane bagus dan yang pasti dua2nya bukan motor yang ngeluarin asep. gue paling anti ame motor nyang ngebul nyang ngeluarin asep
Motor model kayak gitu ude bukan jamannya lagi
Peace…
Sebagai pengguna P180 menurut G harga 20jt untuk P200 “agak” mahal, karena menurut G harga yang pantas sekitar 19.5jt (beda 2.5jt dari harga P180 yang udah naek jadi 17jt)
En sekilas kasat mata emang sih P200 gak beda jauh ma P180 (cuma jok susun en oil cooler), tapi tolong donk yang dibahas gak cuma itu
Keterangan di bawah saya dapat dari milis Pulsarian (info dari bro Benny)
1. Speedometer
Masih setipe dengan P 180, hanya saja, kali ini indicator accu dan indicator oli yang semula tidak aktif di P 180, di P 200 dapat berfungsi seluruhnya
2. Knalpot
P 200 menggunakan knalpot yang dimensinya lebih besar dari P 180, dengan cat warna krom (ada potensi warna menguning dalam masa penggunaannya) . Menilik silencer/muffler yang besar dan bulat, menambah kesan gagah P200. Diameter leher kenalpot tampak membesar sesudah melewati Exhaust-TEC
3. Exhaust-TEC
Berbeda dengan p180, Exhaust TEC di P-200 terdapat sekrup/bukaan di bagian atas, belum jelas fungsinya.
4. Air Scoop di tangki
Salah satu daya tarik P200 yaitu adanya air scoop di bagian tangki, mengingatkan kita pada Honda Tiger Revolution. Setelah melihat dan memegang part tersebut, kesan pertama yang terasa adalah “ringkih” (fragile), air scoop tersebut masing-masing hanya dipegang oleh 2 baut yang menempel pada sepotong besi yang di las ke tangki. kekuatan air scoop P200 secara pribadi saya ragukan dalam hal menahan benturan, kendati dalam tiap kasus kecelakaan Pulsar yang saya amati, bagian tangki selalu AMAN namun untuk P200, jika impact yang terjadi besar, tidak menutup kemungkinan utk lepas.
5. Handle grip
Sudah mengaplikasi model split grip seperti Tiger Revolution, dengan desain seperti ini, mengangkat bagian belakang motor jadi lebih mudah
6. Dudukan footstep
Berbeda dengan P180, benda berwarna putih ini memiliki lekuk yang lebih ke bawah
7. Tuas Transmisi
Tuas transmisi sudah mengaplikasi model kopel, dan tanpa dudukan tumit, seperti Kawasaki Ninja/ Yamaha Scorpio, perpindahan gear yang sulit dan kasar pada P180 tidak ditemukan di sini.
8. Tuas rem belakang
Desain rem belakang yang sangat berbeda sekali dengan P180, pada P180 penyakit yang kerap ditemui adalah “seret”, dimana tuas rem tidak kembali lagi setelah diinjak karena kotor di as tuas rem, semoga di P200 tidak terjadi.
9. Swing Arm
Irisan melintang swing arm P200 adalah segi empat dengan chamfer (lekukan) di ke empat sisinya, bukan persegi 4. Mirip sekali dengan milik Kawasaki ninja RR, hanya saja lebih besar. Swing arm P200 juga memungkinkan kita untuk memasukkan ban sampai 140/70 17, hanya saja akan bergesekan dengan rod penghubung tuas rem. Ukuran yang masih wajar tanpa mengubah apapun adalah 130/70 17.
10. Gear belakang
Gear belakang menggunakan 38 mata, tidak diketahui jumlah mata gear depan, P 180 menggunakan gear depan 15 mata dan gear belakang 43 mata
11. Rantai
Rantai tampak lebih besar dari P 180, menggunakan seal karet di tiap joint mata rantainya, dugaan sementara tipe rantai adalah tipe 520 (sekilas mengingatkan pada rantai DID), berbeda dengan rantai P180 yang tipe 428
12. Damper di tangki
Bagi para lelaki, bersyukurlah, kini P200 dilengkapi dengan karet peredam getar di tangkinya, anda tidak perlu takut “berdekatan” dengan tangki.
13. Split Seat
Jok P200 kini terpisah dengan 2 mekanisme bukaan masing-masing untuk jok bagian depan dan bagian belakang. Yang sangat terasa jika jok ini diduduki adalah: keras, berbeda dengan P180 yang lebih empuk.
14. Rangka
Rangka P200 terlihat lebih panjang, coba perhatikan bagian rangka yang menyembul dari tangki. Jika diperhatikan di bagian kolong tangki, percabangan rangka lebih lebar dibandingkan P180. Ranggap penopang mesin lebih melengkung. Bagian rangka di spakbor kolong juga menyempit, sepertinya akan sulit bagi pemilik yang ingin mengaplikasikan monoshock di P200. Terdapat pula dudukan baut di rangka di depan mesin, kemungkinan digunakan untuk engine guard.
15. Shock Breaker belakang
Shock breaker belakang berwarna hitam doff tampak lebih panjang dan sudutnya lebih curam ke arah swing arm, bagian ujung shock breaker yang berhubungan dengan swing arm Nampak kecil, belum diketahui apakah ini potensial patah, melihat bagian ini tidak menahan momen, sepertinya tidak masalah jika dimensinya relative kecil. Penambahan sambungan shock breaker after market sangat tidak disarankan.
16. Shock breaker depan
Pernah ada ulasan dari website mengenai patahnya shock breaker P200 mengingat desain dudukan caliper rem depan yang terpisah, namun kini telah diperbaiki di P200 yang masuk ke Indonesia (lihat gambar). Shock depan juga tanpa seal cover seperti P180 dengan warna hitam doff.
17. Mesin
Tentunya dengan bore x stroke yang lebih besar dari P180, dilengkapi dengan oil cooler. Tentunya kapasitas oli akan bertambah, tidak seperti P180 yang hanya 1 liter. Karburator terlihat sekilas masih sama dengan P180. Logo Bajaj Nampak lebih besar. Tidak terdapat kick starter pada P200. Availability, reliability dan durability electric starter harus diuji.
18. Electrical
Electric starter P200 tidak mengenal mati seperti pada P180 yang jika mesin mati mendadak dan langsung di start kembali, lampu back light speedometer tidak akan menyala. Pada P200 kasus ini tidak terjadi.
19. Braking
Rem depan menggunakan cakram dengan ukuran lebih besar, dan belakang menggunakan tromol.
20. Tutup Rantai
Berbeda dengan P180 yang mengaplikasikan system tutup rantai tertutup, P200 mengaplikasikan tutup rantai terbuka.
Tolong komparasinya diperbaiki lagi, jadi pembaca bisa “benar2″ komparasi antara P200 VS Revo STD
Thanx
waa…mahal bgt tu..
btw kpn ya bajaj pulsar yg pake DTS-FI keluar?
btw,brapa duit yah??
@ Eco
Honda Tiger dilawan.
Begini mas yg bilang Tiger ngak pernah inovasi.
coba bandingin model Tiger tahun 94 sama tIger Revo pasti kan beda, walaupun tetp sama2 cakepnya.
Kalau urusan mesin mah disempurnakan terus.
ente lihat nanti 5 thaun lagi apakah yamamah.
puser user, cucuk i, kaoskaki ganti mesin secara total atawa ngak?
krn pemaen baru 4 tak jadina klhtnnya pake mesin baru padahal yah krn baru diluncurin
Honda ngak gembar gembor mesin baru tapi mesin ama terus disempurnakan.
^^ada yang seneng nih dg hasil komparasi.
Pilihan ada ditangan pembeli (kecuali yang beli dg paksaan), jadi ya terserah Anda mau pilih yang mana, sesuaikan dengan kebutuhan. Kalo suka model pulsar ya beli pulsar, kalo takut masalah 3S ya beli Honda….
Bagi saya Pulsar 180 & 200 adalah dua tipe motor yg berbeda kelas, bukan sekedar motor yg sama dgn fitur berbeda spt komparasi artikel ini yg menyamakan keduanya dgn Tiger Revo Standar & CW. jadi motor pembandingnya kurang mengena…. (sebaiknya Megapro vs Pulsar 180, Tiger Revo vs Pulsar 200. dari segi harga & ukuran mesin, komparasi ini lebih cocok)
menurutku strategi Bajaj dgn Pulsar 200 kurang pas krn antara kedua produk unggulannya (180 vs 200), tampilannya nyaris sama (aku sendiri terkecoh, baru ngeh pas liat airscoopnya kalo motor itu Pulsar 200 yg baru). jadi bagi pembeli awam, penambahan uang 3 jeti hanya dapet motor berpenampilan serupa dgn yg 180. sdgkan Honda, penampilan Tiger & Megapro dibuat berbeda jadi pembeli awam pun tidak merasa ‘rugi’ dgn perbedaan harga keduanya.
@Abon sapi
knp ixion,, Krna gw ga selera ma dua-duany bro!
PEACE
@honda bebek
OK lah kalo mesin di sempurnakan.
Tapi kenapa masalah RANTAI BERISIK gak pernah ilang dari mulai Tiger generasi awal sampe yg sekarang Tiger Revo. ?????
Masa pabrikan sekelas AHM gak bisa atasi masalah ini ????? yang lain gak pada berisik, kenapa Tiger kudu berisik ????
Tanya KEN APA ????
bajaj pulsar 200 DTS-i kemahalan yaks… wah jd enaknya milih yg 180 ya??
klo dari performa mesin bagusan mana bos?
Tiger Revo lebih unggul daripada Pulsar 200 dts-i?
Masa sih?
Selaku pemerhati motor yang dikonsumsi rakyat Indonesia (dijual massal di Indonesia alias bukan barang Import), penulis merasa perlu untuk melakukan komparasi “tandingan” antara produk terbaik Bajaj Pulsar di pasaran Indonesia (Pulsar 200 dts-i) dengan competitor yang sekelas dengannya yakni Honda Tiger Revo versi non CW (velg spoke).
Begitu banyak pendapat yang berseliweran mengenai Pulsar 200 dts-i. Ada yang menganggap Pulsar 200 dts-i adalah produk mubazir dikarenakan kenaikan bobot yang tidak diiringi oleh kenaikan horse power yang signifikan dari Pulsar 200 dts-i tsb.
Apakah memang benar seperti itu?
Mari kita telaah satu persatu beberapa hal yang mesti dibandingkan antara Pulsar 200 dts-i dengan Honda Tiger Revo (spoke) . Sengaja ke-5 point penilaian di bawah penulis contek dari blog ducatimonters dengan tujuan memberikian tulisan yang berimbang.
1.Desain dan fitur pada motor
2.Performa motor
3.Brand dan resale value
4.Jaringan purna jual
5.Harga motor & Value for money
I. Desain dan Fitur
1.Bajaj Pulsar 200 DTS-i bisa dibilang bak
pinang di belah dua dengan Pulsar 180 DTS-i
yang membedakan hanyalah jok susun dan
desain knalpot. Fitur yang menjadi nilai
tambah Pulsar 200 bagi kompetitornya adalah
oil cooler, speedometer digital dan velg cast
wheel.
PENDAPAT ane:
Bagi yang belum memiliki Pulsar 200 dts-i tentu akan mengatakan hal tersebut. Mari kita lihat perbedaan fitur yang ada antara Pulsar 200 dts-i dgn Tiger Revo :
a. Jenis lampu sein yang dimiliki oleh Pulsar 200 dts-i memiliki perbedaan dengan Tiger Revo CW maupun Spoke yang menggunakan lampu sein masih manual. Lampu belakang Pulsar yang jauh lebih futuristik dibandingkan dengan Tiger Revo. Buktinya? Mana ada modifikator mencari lampu belakang Tiger Revo untuk memodifikasi motor? Tapi begitu banyak modifikator yang mencari lampu belakang Pulsar sehingga PT BAI mengeluarkan kebijakan harus ada STNK Bajaj Pulsar untuk membeli onderdil Pulsar.
b.Kapasitas tangki yang bisa memuat 15,2 ltr. Lebih banyak dibandingkan dgn milik Tiger Revo. Hal itu akan menguntungkan bagi Touriner. Ditambah lagi pengapian yang dimiliki oleh Pulsar 200 dts-i lebih sempurna dibandingkan dgn Tiger Revo.
c.Rangka yang DOUBLE CRADLE. Tiger Revo tetap menggunakan Single Cradle.
d.Peredam getaran mesin yang tidak dimiliki oleh Tiger Revo. Padahal Tiger Revo didesign sebagai motor touring yang tentunya ditujukan untuk pemakaian dgn waktu yang cukup lama. Bayangkan bila selama 2 jam perjalananan tangan bikers terus kesemutan? Di Pulsar 200 dts-i hal tersebut tidak ditemukan.
e.Sensor deteksi yang tidak dimiliki oleh Pulsar 180, Tiger Revo & Scorpio Z. Dalam hal ini, keunggulan yang belum dimiliki oleh kompetitor (bahkan saudara kandung) Pulsar 200 dts-i adalah sensor untuk mendeteksi jumlah oli, pendeteksian atas saringan udara dan juga panas mesin bila melewati batas normal serta pendeteksian atas batteray (aki) motor.
f.Arm yang dimiliki oleh Pulsar 200 dts-i “memang” dirancang untuk mempermudah para modifikator bila ingin mengubah dual shock menjadi mono shock.
g.Oil Cooled. Bagi pecinta touring sejati tentu tahu apa akibat yang fatal bagi mesin non radiator & non oil cooled bila menggenjot motor lebih dari 4 jam non stop dgn kecepatan di atas 80 km/jam. Sekali lagi : dengan kecepatan rata-rata di atas 80kpj. Tapi hal itu tidak akan terjadi bila motor tersebut difasilitasi dengan Oil Cooled yang benar-benar berfungsi maksimal. Oil cooled berguna untuk menjaga suhu oli. Semakin tinggi titik didih dari oli akan berakibat fatal bagi mesin.
h.Ban tubless dan Velg CW yang dimiliki oleh Pulsar 200 dts-i adalah bawaan standar. Ukuran belakang adalah 120-8-17 dan depan adalah 90-90-17. Hal ini sanga berbeda dengan Tiger Revo (type CW sekalipun). Body Tiger Revo yang gambot tidak didukung dengan kaki kai yang terlihat kekar.
Tapi penulis akui kalau ban standar Pulsar memiliki kompon yang keras dan alur / grip yang tidak cocok digunakan pada kondisi basah.
i.Shock Pulsar yang jelas berbeda dengan Honda. Pulsar = Shock Nitrox dan Tiger Revo = Shock oli.
j.Suara mesin Pulsar yang jauh lebih halus dibandingkan dengan Tiger Revo.
2.Honda Tiger Revo 200 - Jika yang dijadikan tolak ukur adalah Revo standar maka fitur velg cast wheel dan cakram belakang bisa dihilangkan . Secara kasat mata tidak terlihat sisi elegan terutama bila dibandingkan dengan versi Tiger Revo CW.
PENDAPAT ane gini:
Ane pernah nanya ke AHASS berapa biaya velg CW orisinil tuk Tieger Revo. Harganya kisaran 2 jt-an. Padahal di Pulsar 200, velg CW sudah menjadi perlengkapan standar.
II.Performa Motor
•Pusar 200 DTS-i boleh dibilang lebih besar 20cc dibanding saudara tuanya. Tetapi dengan bobot 145 kg (bandingkan Monster M600 saja hanya 168 kg) tambahan tenaga menjadi 18hp pada 8000 rpm bisa dibilang sia sia. Top Speednya hanya 128 km/j. Untuk urusan akselerasi 0-60 justru menurun menjadi 5.80 sec
PENDAPAT ane :
Bobot Pulsar 200 dts-i bila dibandingkan dengan Monster M600 adalah suatu perbandingan antara Toyota Land cruiser dengan Ferari. Hal yang menggelikan bila membandingkan motor sport touring produk dari negara berkembang dengan motor sport produk dari negara maju. Bayangkan apa yang diraih oleh Pulsar yang usianya jauh di bawah Tiger ( Honda). Bagaikan anak kecil melawan orang Dewasa yang sudah mapan.
•Tiger Revo memiliki bobot 137 kg dengan top speed 125 km/jam. Akselerasinya adalah 5.66 sec untuk 0-60 km/j. Tenaga sebesar 16.7 hp 8500 rpm nampaknya tidak terbuang percuma.
PENDAPAT PENULIS
Pendapat ini belum jelas diambil dari narasumber mana. Berhubung penulis sendiri sudah melakukan uji coba (sendiri) dengan menggunakan Tiger Revo (spoke) vs Pulsar 200, kenyataan yang didapat top speed Tiger Revo jauh dibawah Pulsar 200. Secara kasat mata saja bisa dilihat dari jumlah gir belakang yang dimiliki Pulsar 200 & Tiger Revo (silahkan dicheck kembali)
Kesimpulan : Meski bertenaga lebih kecil tetapi bobot ringan plus akselerasi membuat Revo unggul dari Pulsar hanyalah ilusi semata ‘tuk menyenangkan hati para Tigerist.
III.Brand dan Resale Value
a.Brand Bajaj adalah titik terlemah dari produk atau dinasti Pulsar. Disamping identik dengan kendaraan klasik beroda tiga banyak konsumen baik awam ataupun yang faham tentang dunia roda dua masih meragukan kualitas produk Bajaj. Imbasnya resale value merk bajaj bervariatif dan bila di jual luar kota besar hal ini menjadi pertanyaan
PENDAPAT ane :
Kalau yang dimaksud ducatimonster tentang brand BAJAJ merupakan brand “jelek”. Hal tersebut “mungkin” hanya berlaku di seputaran Jakarta. Kenapa? Produk lawas BAJAJ (identik dipanggil bajay) hanya dikenal di Jakarta.
b.Honda adalah Honda. Jika ada produk motor yang paling dikenal adalah Honda. Bahkan nama Honda di Indonesia sudah merupakan jaminan tersendiri. Resale value produk Honda sangat merata, bahkan bila dijual di daerah paling pelosok sekalipun.
PENDAPAT ane:
Tentu Honda menang dlm hal 3S. Kalau Pulsar menjadi yang lebih unggul dari Honda atas 3S justru akan menjadi pertanyaan : Honda yang sudah puluhan tahun kok bisa kalah dari BAJAJ (BAI) secara notabene baru hitungan tahun eksis di Indonesia dgn ATPM resminya?
Kesimpulan : Membandingkan Brand Honda dengan Bajaj ibarat David vs Goliath. Tunggulah 10 thn ke depan, apakah HONDA akan masih tetap lebih besar daripada BAJAJ?
IV.Jaringan Sales, Service, Sparepart
•Layaknya ATPM baru, calon pemilik Bajaj kerap dihantui dengan jaringan Sales, Service dan Sparepart. Bahkan peminat Bajaj yang di tempat terpencil kerap mengeluhkan kesulitan meminang Pulsar. Bahkan mereka harus menyeberang laut hanya demi memperoleh serigala hitam ini.
PENDAPAT ane:
Sekali lagi: Justru hal yang luar biasa telah terjadi. BAJAJ yang tidak punya Jaringan 3S seperti Honda, Yamaha & Suzuki justru diminati oleh “pembeli” dari tempat terpencil. Orang hanya akan membeli motor yang diyakini 3S-nya susah apabila motor tersebut diyakini akan mendongkrak Prestige si pemilik. Contohnya dalam pembelian motor Ducati. Apakah 3S-nya sehebat Honda? Bahkan Ducati sendiri 3S-nya kalah dari BAI.
•Showroom Honda dan Ahass ibarat semut. Ada dimana mana dan dimana saja. Terlepas dari keluhan konsumen terhadap layanan Ahass tetapi ini sudah menjadi bukti bahwa jaringan AHM lebih baik dari pada BAI
PENDAPAT ane:
Untuk kesekian kali-nya : Tentu Honda menang dlm hal 3S. Kalau Pulsar yang lebih unggul justru akan menjadi pertanyaan : Honda yang sudah puluhan tahun menancapkan kukunya dgn ATPM resmi di Indonesia kok bisa kalah dari BAJAJ (BAI)yang secara notabene baru hitungan tahun eksis di Indonesia lewat ATPM resmi. Tapi yang justru menjadi pertanyaan: BAI yang 3 S-nya lebih sedikit drpd Honda, kenapa untuk tahun penjualan 2007 sudah berhasil menjual 10.000 motor?
Kesimpulan akhir
Tiger Revo hanya menang di nama. Berhubung Tiger Revo membawa nama Honda. Tapi nama-pun belum tentu selamanya menjadi suatu jaminan. Misalnya suatu saat Ducati mengeluarkan produk 200cc dan melemparkannya ke pasaran Indonesia, apakah bisa sukses penjualannya seperti Bajaj? Penulis yakin hal itu tidak akan meraup sukses. Kenapa? Karena teknologi-nya pun akan disesuaikan dengan harga Rp 20.000.000,- s/d 24.000.000,-
Yang mengherankan, kenapa Ducati Monster (bro’ Retorika 1000) membandingkan Pulsar 200 dts-i dengan Tiger Revo spoke? Padahal kelas Pulsar 200 dts-i adalah setingkat Tiger Revo CW.
Piss
bajaj 200 seharga itu kayaknya masih kemahalan deh, belum saatnya bajaj jual mahal mengingat jaringan service dan onderdilnya masih seret dibanding produk jepang
Wah bajaj lagi bajaj lagi….
gantian donk cari info tentang Tiger 250 hehehe…
mmm…
pulsar 200 agak kemahalan dikit
yg 200 aja udah 20 jt
gimana yg 220 fi?
@ Calon pembeli bajaj pulsar 200 DTS-I
Untuk itu makanya rekomendasi lternatif justru diberikan kepada Pulsar 180
@ calon pembeli bajaj pulsar 200
Nti kalo loe jadi beli tuh pulsar, cerita2 ye gimana rasanya naek tuh motor…
@calon pembeli bajaj pulsar
sayapun menunggu review anda
yes, lebih value yang 180….
but, gw gak minat 2-2nya….coz gak punya duit utk beli
gw pake mongtor matik aja. hargane gk tlalu mencekik, plus dapet nyamannya, gakusah tarik lepas kopling, gakusah mindah persneling, tinggal pelintir, langsung mak….wusssss!!!!!
Kalo gw di kasi pulsar…gw trima dengan senag hati… kalo gw di kasi tiger revo…gw trima dengan sukacita = ) tapiii….itu kan kalo di kasi…
duh gustiii paringi E-class (wah nglunjak) eh ikhlaas
tiger ok… pulsar ok. gw jg msi mikir2 mo gnti tiger apa pulsar ato scorpio ato… hmm..ninja gmana ya??? kayaknya nggak nasuk itungan..
sodara2..sodari2 skalian… motor apa yang paleng nggak rewel????(murah perawatannya, mudah perawatannya, part selalu tersedia) mohon masukannya hyaaaaaa…soale motor bakal dipake sampe lamaaa bgt… (kayak RU gw..dr taon 97 sampe skarang blum turun mesin n masi tokcer..elektrik start idup…kick start cukup skali kick)
@ calon pembeli Bajaj
Gw juga ngikut!!! Gw tunggu reviewnya sodara setelah beli tu motor
Sayang ndak ada review Handling.
Kalok pengalaman sayah nyobak Pulsar, lebih manteb (mbacanya pake B !!!).
Terus terasa lebih empuk saat menghajar jalanan bumpy.
Menurut sayah itu kelebihannya.
Maklum, sayah udah uzur, jadi ndak ngetes Sprint nya gimana, maupun Top Speed nya sebrapa….
Kalok soal Resale Value, sayah ndak begetoo mempedulkeun.
Pokoke kalok udah mbeli barang, ya sayah nikmati.
Soal ntar-ntarnya gimana, itu soal nanti.
***lempar bengsin….. Wuuuuuzzz…..***
mudah2an suzuki yg mo keluar udah…monoshock, dohc, kalo diatas 200cc pake radiator, harga pasti bersaing, soal tampang gw percaya sama disainer suzuki… Aaamiiin…
Ane pernah ngerasain P 180, memang dibandingkan dengan product jepun yang laen ga kalah, lebih empuk shocknya, lebih mantab handling nya…
dan katanya nih P200 disebut banyak orang lebih muantab ketimbang yang P180, jadi menurut ane dengan kondisi appearance yang seperti itu dan didukung dengan perubahan perubahan dari varian yang P180 memang cocoknya komparasi dilakukan dengan Tigy Revo CW, dan misal ane disuruh milih ane tetep milih P200 nya ( tapi siapa ya yang mau suruh pilih, trus bayarin…, hehehehe )
piss bro
gule pengguna P-200 sejak 20 januari 08, sampai sekarang happy2 aja… Tapi seblm beli tuh motor, gue udah ngumpulin inpo di dunia maya ini…. Lalu begitu motor dikirim ke rumah, 2 hari kemudian udah gue semplak menuju bengkel MJ untuk dilakukan ; port n polish di saluran isap dan buang cylinder head, lalu potong pulser untuk ngilangin ngorok…. hasilnya, mesin yang udah alus bunyinya, jadi lebih alus lagi, sampai gue sebel karena knalpot segede itu kok suaranya gak macho sm skl… tarikan lebih enak dikit… tapi misih kurang puas juga, lalu seminggu y.l. gue minta mas Mul dedengkot bengkel MJ untuk memasang CDI BRT Smart Click…. setting pengapian maju dari 35 menjadi 36 drajat, limiter RPM pada 11.000…. Nah, gue skarang bnr2 puassss lair batin… tarikan sudah nyobain sama Scorpio, gue bisa nempel terus dengan jarak kurang dari 1 ban, geber gas pol sampai jarak 700 meteran masih nempel aja, memang gue gak bisa nglewatin si scorpio, tapi dia jg gak bisa meninggalkan gue hehehehe….. saat rpm mencapai 10.000, lampu peringatan memang nyala merah, tapi jarum terus naik sampai 11.000 tanpa kendala apapun, dan setelah dipasang CDI BRT, suara mesin lebih garing meledak, tapi masih jauh dari berisik…. tarikan di rpm bawah jelas2 lebih ringan bro….. dan sejak ber CDI BRT, gue blum pernah diasapi tiger, baik sejak awal start maupun top speed…. hehehe… gue happy nih… keluhan tinggal soal ban blakang licin saat jalan basah….. ya gimana2 namanya jalan basah ya lebih baek jalan felan2 aja lah….. kabar2nya setelah lebih dari 3 bulan, ban yang awalnya licin akan menjadi lebih lengket ke aspal, mudah2an bener sih….
crita lanjutan dari balapan sama scorpio itu… setelah 700m mungkin si penyemplak scorpio kesel kok gak bisa ninggal gue, akhirnya mengendorkan gas…. hehehehe…. ya slesailah pertarungan sekejap itu….. tapi gue bisa bayangin, kalo saat itu ada tiger revo ikutan gas pol bareng gue dan si scorpio, PASTI lah ketinggalan jauh di blakang heheheheheheehehehehhh……
crita gue diatas itu mohon dianggap sekaligus sebagai jawaban atas keluhan pulsar 200 katanya lelet di rpm bawah, kalah tarikan sama tiger…. jadi 3 langkah modif ringan itu hasilnya PASTI mengalahkan tiger di segala putaran mesin… port n polish, potong pulser dan pasang CDI BRT …..
untung si penunggang scorpio nya belum ganti karbu pake pe28 atau ganti cdi juga
wah comment dari pengguna pulsar lebih detail dan panjang.mana neh comment dari pengguna tiger??
@calon pembeli Pulsar 200 dts-i (bln maret 200
ntar kalo udah jadi beli P200, tolong dbandingain skalian ma F150 ya..
kalo data dari PENULIS bener, berarti Tiger Revo, ma P200 masih ketinggalan dari F150 standard dong..?
memang ane selama ini masih blom pnah nyoba jalan bareng dgn P200, tapi klo Tigi Revo & megaPro udah,,.
dan yg ane tau, kasian ekspresi pemilik Tigi tiu pas ditinggal sama F150 (standard)..
ane jadi merasa bersalah pas dia ‘ngajakin’ (dia nggeber2 gas se d suatu traffic light)..
Bwt pemilik tigi yg waktu itu qta pernah jaln bareng,, maap ya..
ane g bermaksud niggalin ente..
ane pikir motor ente bakalan nyalip ane di awal makanya ane langsung tancap gas..
ternyata..
.: no offense, just share info :.
@pemilik Pseries
Ati2 sama ban belakangnya, keliatannya ga begtu stabil.. perah ane liat org naik itu motor kok keliatan agak “selip” pas belok agak tajam..
.: keep smile :.
@ honda bebek..
nggak pake nunggu 5 tahun lagi bro…
tahun ini udeh mau keluar kawasaki 250 2 silinder ..
AHM…? kalau mau keluarin revo 250 masih 1 silinder , mending benerin rante dulu dech…:))
PISS
Bajaj 180cc OK, yang 200 cc kemahalan, apalagi harus ganti Tigi Revo…..Sangat kemahalan.
Pake aja Vixi, harga terjangkau cc kecil, tarikan OK bensin Hemat. Cuman area mesin terlalu kopong ya!!!
mas bj
bandingannya ngak sama tuh
mesinnya udah dioprek dan kayaknya ngak lama lagi juga bakalan jebol
mas riez
mesin ferrari juga berisik tapi untuk penggemarnya
dianggap musik.
idem juga Honda Toger suaranya emang ciri macho.
FU150 gak rugi deh murmer, lari kenceng, ngoprek tinggal plug in aja, spare part byk & murah….mmm tongkrongan nampol juga sih ga kalah sm motor laki
piss
macho dari mana honbek?elo pake tigi gak?di ulas disini donk.kelebihan nya di mana?segi handling,performance,price ama yang lainnya.
Ngakak guling-guling sama komen atas sayah….
(bener kan sayah bilang, emang Ndak Semua Tengkorank Ingsinya Otak….)

Mangsud sayah, si Honda Bebek Peking….
Peace….
halah males deeh ngomongin motor laki tapi cuma 1 silinder! Tanggung euy! Dengerin toe kate penggemar ninja, tungguin ninja 250 aje mantap dah 2 silinder… Moga2 aje suaranya macho, tp kalo suaranya sebelas dua belas sama motor2 tanggung 1 silinder yg lagi dibicarain diatas, maleees deeh… Mending gw tetep pake motomatic gw..
Meng!!!
lu seharian ngilang kmana?
lama tak jumpa
kaos kaki nenek 250 suaranya kurang bagus
kalah jauh ama suarana Honda CB 200
malahan lebih bagus suaranya Honda Tiger
kalo pengen buktiin cari di youtube
ninja 250
Honda Tiger amat banyak keunggulannya
dan sebagian kecil udah dibahas di atas oleh Mas Ducati walau pada kenyataanny mah Keunggulan Honda sulit dituliskan dengan kata-kata.
.
Saya pikir faktor utama membeli Ninja 250 bukan suaranya tapi performa sama stylenya….tapi kembali ke selera masing2lah…peace
Setuju mas honbek… saya penggemarmu…
bos retorika….
katanya tvs sport yg kyk pulsar ud da y..
bs cr tw g
@ ALL
Kalau mau nanya2 soal P180 & P200 datenk aja ke Taman Suropati hari Jumat malem, terserah mau datenk naik apa aja (mobil/motor) mo cobain P180 & P200 dengan senang hati temen2 Pulsarian membantu semua informasi en test drive motor
Seandainya saja fitur P 200 body tiger revo…
Yah…ngomongnya pake otak donk Honda bebek..kaga berkelas dech…..maklum banci kaleng yg masih bocah ……jadi kaga bisa terima kekurangan motornya…emang bener kaga semua KEPALA ISINYA OTAK —- KAYA UDANG AJA LUH….
mulutmu harimaumu.
orang yg nyerang pribadi krn tidak bisa berdisuksi dgn baek dan bener jelas otaknya sprti apa isinya.
idemlah ama otak udang.
ah ,,, ku aing mah teu kabeli coyyy!!!
mending meli hijet 1000 iuh _ iuh atuh!!!!
napa AHM gak mau bikin CBX250 Twister yah? ato emang khusus buat pasar eropa aja? Suzuki aja dusu drani masukin thunder GSX250, meski kurang laku. takut gak laku apa?
@ Tiger Revo
Kagak usah deh lue pake catut nama Tiger. Tiger sang legendaris, gak level dengan lue komentator amatiran.
Kowe orang cuma sales kan, tukang jualan. Gak usah kowe orang belagu. Kasih komen jangan sembarangan.
Bagaimana pun Tiger jelas lebih berkelas. Kowe orang ngerti apa soal prestis dan kualitas motor
@ Mbolgodos
Kowe punya otak tak seperti yg gw bayangkan sebelumnya. Kemampuan kowe orang bikin blog cuma kelas teri..gak usah pakai ngotak otakin orang. Kowe orang sendiri yg nggak punya otak. Kowe orang gak mampu beli honda aja belagu.
Atau kalau kowe orang udah punya anak bini, anak kowe orang minta Tiger kowe orang kagak gableg kecret. Makanya kowe orang stress dengan maki Honda..untuk pelampiasan. Pantesnya kowe orang mancal becak
….waduh… …bakal terjadi kerusuhan lagi nih…
sniff… sniff…
asyik panas2an g!!!!
pk ac dulu ah…..
beli kipas angin dulu ah….
ote-ote dulu aaaaaaaaaahhhh…
heuheuheu…
sniff… sniff…
Blue corner?? are you ready??!!!
red corner?? are you ready??!!!
…
Let’s get it on!!!!!
@abon Sapi
Sori Bon lagi sibuk amat, jadi gak bisa keluyuran di dunia maya he he he.
@ Gus Pur
Ayo GUS makin HOT makin laris manis!!!!
Jadi wasit atau jadi bandar kali ini GUS!!!!
Kalo Gus jadi Bandar, nanti Gue ikutan nombok deH!!!!
ane bingung nih sob; kok yg OOT ga dihapus ya?
komentar yg berbau bensin dan api seharusnya ga ditampilin dong (yahh… itu mah saran ane aje).
klo mo komen, komen yg sehat sob.
okeh…
–maap ane jg OOT–
^^^
Ntar jarak tempuhnya nggak tinggi.
@Komeng
Kali ini gua jadi penonton aja deh…
Pengen sih sekali-kali jadi kompor…
mmm…
dah pernah liat dr deket Pulsar 200… las2an knalpotnya… kalo bahasa Perancisnya… “nggilani”!!!…
heuheuheu…
@Guspur
Udah Gus, kalo bahasa Jermannya juga”katrok”
mendingan beli yang 180cc “tak iye Gus???”
@Komeng
Iya Meng… masih mendingan yg 180… atau beli yg 200 trus knalpotnya diganti pake yg 180???… mau beli gak lu Meng???…
“” komentar yg berbau bensin dan api seharusnya ga ditampilin dong (yahh… itu mah saran ane aje).
klo mo komen, komen yg sehat sob.”
jangan bro…soale itu salah satu bumbunya blok ini penuh dengan komentar dan discuss panasssss…
kan yg reme blok nya ducati juga…wakakakak…
bentul gitu bos, asal jangan jotosan di dunia nyata aja, di sini mah, mau sampai banting PC juga nggak masalah..wakakaka..
Manasih lagi nich..
“kaos kaki nenek 250 suaranya kurang bagus
kalah jauh ama suarana Honda CB 200
malahan lebih bagus suaranya Honda Tiger”
kalau nyari motor karena suaranya…mending beli supra ganti knalpot brisik, dijamin orang pada minggir, inget ….ada article nya ducati tuch…knalpot racing untuk intimidasi atau accelerasi….
PISS
@ Gus Pur
Kalo Gue Gus, beli aje yang 180, nah yang 200 bagian lu Gus. Otreeeee! Khan elo ebih gede dari pada Gue! OK
@ Penggemar ninja.
kalo beli motor karena suaranya, mending gak beli motor. Rekam aja suaranya MOGE ditape-recorder, kemudian “play” pada saat anda ingin mendengarnya. Tol gak NJA?????
dream bike, soale gw sekarang cukubh berpuwas jadi Karisma Rider
@Komeng
Gak ah Meng!… gua mah masih menikmati naek Supra Fit… biarin dikatain ndeso juga… kalo sampe menyinggung harga diri personal aja baru gua clurit!!!… ta’ iye???… E clorit be’en ma sengko’ Cong!… heuheuheu…
sniff… sniff…
@ Komeng
Meng kowe orang tumben tdk dengkul dengkulin gw, apa kowe orang udah insyaf. Yang benar kelihatan dan yang jelek ketahuan. Artinya kowe orang sudah maafin gw ya..
@ all
Honda bebek orang teraniaya diblog ini, kita yg punya otak wajib membelanya. Honda Bebek bicara soal honda tdk asal njeplak, tapi didasari fakta yg sebenarnya. Bagaimana Honda telah begitu berjibaku di segala medan dari tanjakan, jalan berlubang, berlumpur. Mulai Honda Pitung, astrea 83 dan yg tercanggih sekarang Supra injeksi telah betul2 teruji kehebatannya.
Orang yg suka ngegobog2in Honbek justru bicara asal mangap tidak fair, tidak objektif dan sarat akan kepentingan untuk memuaskan nafsu batinnya sendiri. Memuji barang sendiri secara berlebihan adalah perbuatan jumawa…..
Hidup Honda………
@Gus Pur
Bo a…Bo… Dek re..Ma Cong? Ma E Clorit sengko…. tak iye….? Tobuk lah E clorite be’een.
@ Su’udon
Don, Dek re ma sampean, Utek dengkul be’en Cong!!!
E clorit be’en ma sengko’ Cong!
klo pengen suaranya jadi bagus.. pake balon aja nyelip di garpu trus biar kena jair2 dijamin deh keren.. sepeda aja dikira motor klo pake balon apalagi motor..?? huehueh
@Penggemar Ninja;
Oke sob…
Tarik maning…
@ Gus Pur
Sorry Gus kalo masih belum betuuuul, gue baru di sini 4 hari setelah keliling Surabaya. He he he.!
Mohon maaf kalo salah pengucapan.
Kalo Vixi gimana Gus, udah baik ato masih kurang itu produk laki dari Yamaha? Kasih masukan dong, mumpung ada rekan aye dari Yamaha Motor Company. Otreee!
Be’en ye pade Meng… Je cem-acem… E ped’eng be’en ma sengko Meng!!!…
…
bhuahahahahahahaaaaa…
:))
@Komeng
Vixion udah bagus Meng… tp entah kenapa persaan image-nya di kelas itu kok masih bagusan Pulsar ya???…
Trus bilangin Om.B Meng… suruh ganti tuh knalpotnya… masa kayak pake knalpot MX???… sama aja dg Tiger make knalpot Supra itu mah… xixixixixixixiiii…
sniff… sniff…
@Gur Pur
@komeng
gw gak paham bahasa medure, tolong di translate ya
@gus pur
Hua..ha…ha…….pade bei cong, e clorit, e ped’deng, be’en ma sengko bei Gus!!!
Hua…ha…ha……
Uhuuuuuuuuy.
@ Gus Pur
jadi Kaya laki tapi knalpotnya cewe gitu ya Gus??? kurang lelaki gitu!!! apa saran loe selain itu gus, mumpung orangnya lagi minum-minum di sebelah gue sambil lirik-lirik nich laptop Hua…ha.ha.
@Komeng
hahahahahaaa… Udah ah Meng… Kasian yg laen kl kita ngoceh pake bahasa Madura… gak jelas topiknya pula… xixixixixiiii…
Next time kita diskusi pake bahasa yg laen… Sunda, Palembang, Kalimantan, dsb… Merdeka!!!
Translate-in dulu tuh yg diatas2… ada yg nanya tuh…
@Komeng
Udaaaah… segitu aja dl opini gua… keenakan ntar YMKI bisa survey gratis… xixixixixiiiii…
Atu da dimana-mana teh teu aya nu haratis atuh Kang Komeng… Komo deui surpei motor… beuuuuuhhh… pasti awis pissan… Janten nyak sakitu hungkul we ti abdi nyak???… punten pissaaan…
sniff… sniff…
@ Gus pur
wah elo aja yang translete Gus, because of my maduraese not good enough. I’m shy to you Gus!
Laen kali kita pake bahasa dayak, banjar, sunda dan palembang, kalo aye sempet ke tempat sono Gus! Ok, I’m agree with your Idea.
Arigato Gozimazu Gus!!!
Maksute: arigato gozaimasu, maaf salah tulis. Sumimasen.
Doo itashimashite Komeng san!!!
Padang boleh nggak meng..wak..
@honbek
maksud gue,tulis preview elo selama menggunakan tigi,bukannya pake kalimat”sulit di ungkapkan dengan kata2″
@su’udzon
apa neh tunggangannya?dari awal koment yang mengulas secara detail cuman pengguna pulsar.sedangkan tigi hanya dari penulis blog.nah..situ mau mereview ndak kuda besi yang di tungganin?
Bro Memphis dan Hondabebek yang baik hati… gue memang sekalian mau test ketahanan mesin P-200 ini dalam jangka panjang bakalan kayak apa… kalo rencana modif selanjutnya, memang PE-28 Keihin ada dalam otakku…. hehehehe… pokoknya apapun yang kiranya mudah aplikasinya, asal BUKAN bore-up, gue mau nyoba aja…. Setelah PE-28 nantinya mungkin mikir2 soal perbandingan gigi hehehehe….. Kalo ternyata mesin gue jebol dalam waktu gak terlalu lama, Insya Allah akan gue laporin juga disini… Tapi ssst… jangan bilang2 ya, gue ganti oli mesinnya dalam periode yang sangat singkat, yaitu tiap 1000 atau max 1500 km aja, dan pakenya oli Verkol yang gue anggap cukup baik… Jadi mudah2an bisa memperpanjang usia mesin heheheheheheheheeehhh…
komparasi 20jt? scorpio kok ga dimasukin? kan berada di kisaran itu..
menurut gua,
body work & style memang lebih bagus tiger revo..
perfomance p200 kalah dikit dari scorpio..
secara general (gua cuma punya 3 point yaitu fitur, performance & handling), p200 still the best choice..
dalam kondisi standar aja, gue yakin P-200 baru bisa ngejar Tiger setelah lewat 500-600 meteran… itu harus diakui, bahwa tarikan bawah P-200 masih kurang galak…. Dan gue hormat sama bikers yang anti modif mesin, maunya standar2 aja…. kalo gue sih memang termasuk aliran motor kencang hehehhe… gak puas sama performa standar aja….
Ayo bro honda_bebek, bro su’udzon, masa sgtu aja egonya..?? Keluarin lg donk fanaticisme nya…!!! Timpa lagi..!!! Timpukin lagi..!!! Lemparin bom molotov skalian..!!! Bakar..bakarr..!!! Ane udh siapin ambulan.. Btw, buat bro penggemar tinja, eh…ninja, suka suara knalpot moge g?
@ BJ
kenapa nggak lou beli ninja aja bro, klo emang speed lover..hehehehe..
Emang pulsi 200 pake karbu apaan..? nggak sekalian pake karbu setan aja ventury 34..wakakakaka..
yang penting jetting nya pas bro, baru tuch motor enak di pakai,..
untuk speed lover ninin sengada lawan lah..
PISS
Bwt bro BJ, kalo gue suka motor kencang dgn mesin standar, paling banter ganti bhn bakar N cdi, lbh sportif bwt tarikan head to head… Kwkwkwkwk…
@ Bro penggemar ninin….. hehehe…. mohon maap gue lebih sreg dengan ninja yang 4-tak… yaitu yang 250cc mau kluar beberapa bulan lagi, bersamaan dengan kluarnya Pulsar 220 fuel injection…. hehehehe….. Skarang ini kan eranya 4 tak, mohon maap buat kawan2 pengguna 2 tak, no offense ya……
@ Bro donal bebek… gue memang respek sama penganut aliran motor standar…. tapi kalo ganti CDI itu namanya bukan standar lagi doooong….
@ bro penggemar ninin… kayaknya karbu P-200 itu Mikuni model vaccuum… jadi kurang spontan dan kurang kejam tarikannya. Mungkin dia lebih ngejar keiritan BBM….
Bro pggmar ninja :-~ ! Bwt speed lover sih, kalo sm2 standar NSR lah seng ada lawan..!!! Kalo piranti pnmbah akselerasinya sama ya teteeep NSR seng ada lawan…!!! Bukan motor tinja…!!!
Kwkwkwkwk… (Kompor mode : ON) Bwt bro BJ, tp motorku msih standar kok, baru rencana aja gnti cdi BRT, kalo gnti cdi aja udh ga standar, ane ya ga jd gnti cdi… ane cm pgn si nasir yg msh standar larinya ga kesusul sm motor standar laennya…
@ penggemar ninja
Kalo pake sistem moderasi komentar, saia yang bisa gempor
@ Semua
diskusi biar hot, asal jangan overheat … keep going
pulsar…bau karie ga ya?hahahhhahahahhaha
baca majalah otomotif edisi feb disitu ada komparasi p2
0 vs tigi stlh gue baca tigi kalah sama p2
0 itu hasil tes otomotif, puas lu hundam
baca majalah otomotif edisi feb disitu ada komparasi p2
0 vs tigi stlh gue baca tigi kalah sama p2
0 itu hasil tes otomotif, puas lu hundam
tumben gw setuju sama si bebek, emang mantepan suaranya CB200 drpd tigy… Gw tetep gak demen biarpun si tigy diganti knalpot moge sekalipun, suaranya tetep kurang macho masih terasa khas 1 silindernya.. yah emang seeh terserah masing2 orang, kalo gw emang demen yg suaranya macho bukan sekedar “berisik”… gak kuat beli ducs ya skrg beli matic dulu deeh
@komeng
sombong lu meng…..mentang2 syuting, hehehehe
ngomong apaan ama guspur?gw kagak mudheng….
meng, vixy kalo menurut gw kakinya kurang gemuk….masa masih 11-12 ama jupie MX? sepatbornya jadi kopong. lebarin aja ban+velgnya, kaya viper yg pernah ditampilin itu lho, lebih macho. knalpot juga….modelnya kurang sangar. YMKI harus bikin disain baru. kalo body gak masalah siy….udah bagus.
@ Gus Pur
Hanyoseo Gus!
basa opo meneh kui meng…..mumet…..bikin kesleo lidah
@ Abon Sapi
Tadinya Gus Pur mau menclurit (senjata khas madura) aku, kalo kena clurit gus pur katanya bisa mati. he he he …..
betul khan GUS!!!!!
Yang terakhir pake Korea Bon, cuma aku gak fasih, mungkin Gus PUR jauh lebih Fasih. “Nihon Go” (bahasa jepun) Gus Pur juga OKE lho Bon, saya jadi salut nich ama Gus.