
Berbeda dengan standar internasional - Konsumen harus jeli agar tidak dibodohi ATPM
Berbeda dengan standard klasifikasi motor Internasional, di tanah air tidak terdapat pakem yang jelas mengenai klasifikasi motor. Tercatat hanya ada tiga jenis klasifikasi motor yang jadi patokan, yaitu Bebek, Skutik dan Sport. Namun sepertinya untuk jenis bebek dan skutik hampir semua pihak baik konsumen maupun Atpm memiliki kesepakatan mengenai klasifikasi motor tersebut. tetapi untuk kategori “sport” inilah yang sering membuat kerancuan maupun kebingungan di kalangan konsumen karena selama ini Atpm sepertinya berhak mengklaim bahwa produknya berjenis “Sport” meski semestinya hanya berjenis City Cruiser.
Pada dasarnya di Indonesia hanya terdapat dua kategori motor dengan 4 sub kategori dan 2 sub cabang kategori
Sports Bike : Artinya motor berkategori sport. Lebih mengutamakan performa ketibang kenyamanan. Ciri ciri motor Sport bike itu sendiri adalah : 1. Memiliki riding position membungkuk 2. Memiliki jok belakang bertingkat 3. Menggunakan fairing 4. Suspensi belakangnya menganut sistem monoshock. Di kelas Sportsbike itu sendiri di bagi dalam beberapa sub kelas diantaranya :
-
Light Sportsbike (125cc-250cc) Umumnya motor yang bermain di kelas light sportsbike menggunakan konfigurasi mesin dua tak. Contoh motor di kelas ini adalah : Aprila RS 125/250, Cagiva Mito, Honda CBR 125/150 Kawasaki ZX 150/250 Yamaha YZ125R
Naked Bike : Mudahnya adalah motor yang tidak menggunakan fairing. Biasanya motor ini lebih menonjolkan mesin sebagai nilai estetika motor. Meski demikian motor naked bike belum tentu cocok digunakan sebagai motor harian. kelas Naked Bike terbagi menjadi dua jenis yaitu :
-
Street Fighter : Simpelnya motor di kelas ini adalah motor dari kelas Supersports dan Superbike namun tanpa menggunakan fairing. Hal lainya yang menjadi ciri kelas ini adalah memiliki tenaga besar di putaran menengah. Umumnya di gemari bikers yang menginginkan motor berperforma tinggi namun cukup nyaman untuk dipakai di jalan umum. Contoh motor Street Fighter adalah : Aprilia Tuono, Benelli TNT,Cagiva V Raptor, Ducati Monster, Mv Agusta Brutalle, KTM Super Duke
Road Bike : Didefinisikan sebagai motor harian dengan fitur serta performa standar. Digunakan sebagai sarana transportasi “titik” maupun untuk komuter. Motor jenis ini di bagi dalam beberapa jenis. Satu hal yang perlu diingat, jangan terlalu mengharapkan performa maupun sensasi berkendara pada motor jenis ini. Karena motor jenis ini diperuntukan untuk kendaraan komuter semata.
-
Skuter : Diawali oleh piaggio dengan varian vespa, sekarang hampir setiap produsen motor memproduksi motor jenis ini. Umumnya memiliki transmisi otomatis sehingga amat cocok digunakan di dalam kota maupun menghadapi kemacetan. Contoh motor jenis skutik : Honda Vario, Gillera Runner, Suzuki Spin Suzuki Burgman, Yamaha Mio, Aprilia 125
-
Stock Bike / City Cruiser : gabungan dari motor Naked bike dan Touring yang dirancang kembali untuk kebutuhan dalam kota. Salah satu perubahan yang dilakukan adalah dengan meningkatkan efisiensi bbm dan penurunan performa. Contoh motor jenis ini adalah : Honda Tiger Revo, Bajaj Pulsar, Suzuki Thunder, Kawasaki Ninja 150, Yamaha RX King , V-Ixion
-
Moped : Lebih dikenal sebagai bebek. Definisi moped sendiri merupakan akronim dari motor plus pedal,disingkat moped. Sudah termasuk barang langka. Bebek amat populer dinegara negara asia karena ukuran mesinya yang kompak serta lincah dalam bermanufer. Tetapi dibeberapa negara kapasitas maksimum mesin moped adalah 99cc, kontras dengan di Indonesia dimana moped memiliki mesin setara dengan motor jenis light sportsbike. Konon biasanya disebut bebek “jantan” atau Super Underbone.karena memang memiliki spek,capability di atas bebek biasa. Disebut sport (mungkin) karena memiliki fitur ala motor sport seperti kopling manual, perpindahan gigi 1-N-2-3-4,monoshock, dan memiliki rem cakram.
-
Moped Standar : Honda Supra Fit, Suzuki Smash, Yamaha Vega R, Kawasaki Blitz
-
Moped - light Sportsbike : Honda Nova Sonic 125, Suzuki Satria 150 FU, Yamaha Jupiter MX
Pengkategorian Amburadul Ala ATPM = Motor Sportbike
Dikatakan “amburadul” karena paling sering di temui ATPM seenaknya saja mengklaim bahwa jualanya adalah motor “Sportbike” padahal sebenarnya “City Cruiser” hal ini dikarenakan Atpm seringkali menganggap bahwa setiap motor memiliki tangki di tengah (lihat klaim Atpm pada produk seperti : Honda Mega Pro, Yamaha RX King hingga V-Ixion) atau menurut bro Girifumi ” kalo definisi motor sport menurutku ya batangan,ada tulang antara jok ke bawah setang (backbone).terus ada tangki yang melintang” .mereka dengan mudah mengkategorika motornya sebagai “sportsbike” padahal justru produknya merupakan jenis “city cruiser” Hal ini dikarenakan dengan mengklaim produknya sebagai “sportbike” maka produknya memiliki nilai jual lebih dibanding produk ber kasta “Cruiser” untuk itu hendaknya konsumen dan bikers lebih jeli agar tidak mudah diperdaya oleh klaim asal asalan Atpm. Bravo Bikers Cerdas Indonesia :-D
Note* Update by Giriffumi
KOMENTAR