Berakhir sudah seri kejuaraan dunia MotoGp musim 2007. Banyak terjadi perubahan di musim balap kali ini. Mulai dari perubahan kapasitas mesin motor dari 990cc menjadi 800cc hingga munculnya Juara dunia dan dominasi baru. Tetapi yang menjadi catatan tersendiri adalah kekuatiran terjadinya dominasi oleh sebuah pabrikan.
Motor 800cc
Ini adalah perubahan paling signifikan didalam spesifikasi motor. Tujuan utamanya adalah demi memperlambat kecepatan motor. Meskipun top speed motor dapat ditekan tetapi kecepatan motor saat melibas tikungan justru meningkat. Penyebabnya adalah bobot motor yang menjadi lebih ringan. Disamping itu tenaga motor pun tidak berkurang secara signifikan. Terlebih setelah melalui beberapa seri pertama pemecahan rekor di sirkuit pun justru terjadi setelah kapasitas motor dikurangi.
Perang Ban - Michellin vs Bridgstone
Perang Ban Michellin vs Bridgestone dimenangkan oleh Bridgestone secara mutlak. Dari 18 seri yang berlangsung Bridgeston berhasil meraih 12 kali kemenangan (Stoner-10), (Capirosi-1) dan (Vermuellen-1). Sedangkan Michellin yang mengandalkan tim Fiat Yamaha dan Repsol Honda hanya mengumpulkan 6 kemenangan (Rossi-4) dan (Pedrosa-2). Meski demikian kesuksesan Bridgestone juga tidak lepas dari Dominasi Ducati pada musim ini.
Casey Stoner hingga Valentino Rossi
Kendati kerap dianggap “Menang karena faktor Motor” namun sebenarnya Casey Stoner memiliki kemampuan dan kematangan layaknya Valentino Rossi. Terbukti Stoner mampu menyumbangkan 10 kemenangan. Bandingkan dengan rekan setim Loris Cappirosi yang hanya mampu membukukan 1 gelar juara seri meski menggunakan motor yang sama. Berbanding terbalik dengan Cappirosi, Nicky Hayden dan Valentino Rossi tahun ini memang bernasib sial. Hayden terpuruk di posisi kedelapan klasemen akhir dan Valentino Rossi untuk pertama kalinya harus puas berada di posisi ke tiga. Nestapa Rossi dan Hayden tidak lepas dari buruknya kualitas tunggangan mereka. Bila motor Hayden terlalu pedrosa sentris YZR M1 Rossi lebih lengkap lagi. Tenaga motor yang kurang, gejala Chatter hingga amburadulnya reabilitas turut serta menghantui Rossi sepanjang musim.
Ducati Marlboro Team dan Rizla Suzuki
Dominasi Stoner artinya dominasi Ducati Marlboro team. Total tim berwarna merah ini mengumpulkan 533 poin kemudian disusul Repsol Honda dengan 369 dan Rizla Suzuki dengan 368. Ini merupakan prestasi luar biasa untuk tim suzuki. Ingat Suzuki tidak memiliki tim satelit sehingga mereka hanya berkonsentrasi dengan dua pembalapnya. Terpaut 1 poin dengan pembalap yang kelasnya satu tingkat lebih rendah dibanding pembalap Repsol Honda juga dapat dijadikan catatan tersendiri. Kesuksesan Suzuki tidak lepas dari reabilitas motor dan mantapnya pengendalian GSV-R. Meski kalah performa namun dapat dikendalikan lebih mudah. Fiat Yamaha? Tim ini hanya berada di peringkat ke 4 dengan nilai 365. Buruknya tim ini akbat keburukan tim Fiat Yamaha itu sendiri. Hampir sepanjang musim kita melihat Rossi dan Edwards berjuang sendirian tanpa dukungan motor. Menyalahkan ban? Nampaknya karet Michellin yang melekat pada tim Repsol tidak lah seburuk karet Michellin yang melekat pada tim Fiat Yamaha kok. Ingat rigiditas sasis dan kinerja suspensi juga berpengaruh pada kondisi ban motor dan kemampunya melekat pada lintasan.
Kesimpulan
Kapasitas motor mengecil namun performa meningkat, Stoner kembali membawa nama Australia untuk kembali mendominasi ajang balap motor dunia. Ducati mendominasi jalanya musim 2007, bukan hal yang aneh untuk Ducati karena sejak pertama kali ikut di kejuaraan MotoGp (2003) tim ini hanya membutuhkan 6 seri balapan sebelum mendapatkan gelar juara seri pertamanya. Artinya Ducati hanya membutuhkan seorang pembalap yang cocok buat motor Desmosedicinya dan Sosok itu ada pada Casey Stoner. Dominasi Bridgestone atas Michellin awalnya dijadikan Fiat Yamaha sabagai kambing hitam buruknya performa motor meski akhirnya publik pun tahu bahwa hancurnya Rossi musim ini justru lebih dikarenakan buruknya performa Yamaha ketibang performa Michellin. Di musim 2007 ini merupakan untuk pertama kalinya bagi Rossi terlempar dari tiga besar, terimakasih untuk Pedrosa dan Repsol Hondanya. Sekarang kita tinggal menantikan seri grand prix Qatar yang akan berlangsung pada tanggal 9 maret 2008 untuk kembali menyaksikan Stoner, Pedrosa dan Rossi dalam kejuaraan dunia MotoGp musim 2008. Sampai Jumpa! :-d
KOMENTAR