Berakhir sudah seri kejuaraan dunia MotoGp musim 2007. Banyak terjadi perubahan di musim balap kali ini. Mulai dari perubahan kapasitas mesin motor dari 990cc menjadi 800cc hingga munculnya Juara dunia dan dominasi baru. Tetapi yang menjadi catatan tersendiri adalah kekuatiran terjadinya dominasi oleh sebuah pabrikan.
Motor 800cc
Ini adalah perubahan paling signifikan didalam spesifikasi motor. Tujuan utamanya adalah demi memperlambat kecepatan motor. Meskipun top speed motor dapat ditekan tetapi kecepatan motor saat melibas tikungan justru meningkat. Penyebabnya adalah bobot motor yang menjadi lebih ringan. Disamping itu tenaga motor pun tidak berkurang secara signifikan. Terlebih setelah melalui beberapa seri pertama pemecahan rekor di sirkuit pun justru terjadi setelah kapasitas motor dikurangi.
Perang Ban – Michellin vs Bridgstone
Perang Ban Michellin vs Bridgestone dimenangkan oleh Bridgestone secara mutlak. Dari 18 seri yang berlangsung Bridgeston berhasil meraih 12 kali kemenangan (Stoner-10), (Capirosi-1) dan (Vermuellen-1). Sedangkan Michellin yang mengandalkan tim Fiat Yamaha dan Repsol Honda hanya mengumpulkan 6 kemenangan (Rossi-4) dan (Pedrosa-2). Meski demikian kesuksesan Bridgestone juga tidak lepas dari Dominasi Ducati pada musim ini.
Casey Stoner hingga Valentino Rossi
Kendati kerap dianggap “Menang karena faktor Motor” namun sebenarnya Casey Stoner memiliki kemampuan dan kematangan layaknya Valentino Rossi. Terbukti Stoner mampu menyumbangkan 10 kemenangan. Bandingkan dengan rekan setim Loris Cappirosi yang hanya mampu membukukan 1 gelar juara seri meski menggunakan motor yang sama. Berbanding terbalik dengan Cappirosi, Nicky Hayden dan Valentino Rossi tahun ini memang bernasib sial. Hayden terpuruk di posisi kedelapan klasemen akhir dan Valentino Rossi untuk pertama kalinya harus puas berada di posisi ke tiga. Nestapa Rossi dan Hayden tidak lepas dari buruknya kualitas tunggangan mereka. Bila motor Hayden terlalu pedrosa sentris YZR M1 Rossi lebih lengkap lagi. Tenaga motor yang kurang, gejala Chatter hingga amburadulnya reabilitas turut serta menghantui Rossi sepanjang musim.
Ducati Marlboro Team dan Rizla Suzuki
Dominasi Stoner artinya dominasi Ducati Marlboro team. Total tim berwarna merah ini mengumpulkan 533 poin kemudian disusul Repsol Honda dengan 369 dan Rizla Suzuki dengan 368. Ini merupakan prestasi luar biasa untuk tim suzuki. Ingat Suzuki tidak memiliki tim satelit sehingga mereka hanya berkonsentrasi dengan dua pembalapnya. Terpaut 1 poin dengan pembalap yang kelasnya satu tingkat lebih rendah dibanding pembalap Repsol Honda juga dapat dijadikan catatan tersendiri. Kesuksesan Suzuki tidak lepas dari reabilitas motor dan mantapnya pengendalian GSV-R. Meski kalah performa namun dapat dikendalikan lebih mudah. Fiat Yamaha? Tim ini hanya berada di peringkat ke 4 dengan nilai 365. Buruknya tim ini akbat keburukan tim Fiat Yamaha itu sendiri. Hampir sepanjang musim kita melihat Rossi dan Edwards berjuang sendirian tanpa dukungan motor. Menyalahkan ban? Nampaknya karet Michellin yang melekat pada tim Repsol tidak lah seburuk karet Michellin yang melekat pada tim Fiat Yamaha kok. Ingat rigiditas sasis dan kinerja suspensi juga berpengaruh pada kondisi ban motor dan kemampunya melekat pada lintasan.
Kesimpulan
Kapasitas motor mengecil namun performa meningkat, Stoner kembali membawa nama Australia untuk kembali mendominasi ajang balap motor dunia. Ducati mendominasi jalanya musim 2007, bukan hal yang aneh untuk Ducati karena sejak pertama kali ikut di kejuaraan MotoGp (2003) tim ini hanya membutuhkan 6 seri balapan sebelum mendapatkan gelar juara seri pertamanya. Artinya Ducati hanya membutuhkan seorang pembalap yang cocok buat motor Desmosedicinya dan Sosok itu ada pada Casey Stoner. Dominasi Bridgestone atas Michellin awalnya dijadikan Fiat Yamaha sabagai kambing hitam buruknya performa motor meski akhirnya publik pun tahu bahwa hancurnya Rossi musim ini justru lebih dikarenakan buruknya performa Yamaha ketibang performa Michellin. Di musim 2007 ini merupakan untuk pertama kalinya bagi Rossi terlempar dari tiga besar, terimakasih untuk Pedrosa dan Repsol Hondanya. Sekarang kita tinggal menantikan seri grand prix Qatar yang akan berlangsung pada tanggal 9 maret 2008 untuk kembali menyaksikan Stoner, Pedrosa dan Rossi dalam kejuaraan dunia MotoGp musim 2008. Sampai Jumpa! :-d
emang M1 rossi tahun 2007 ada gejala chatter ? justru motor honda yg kena gejala ini di awal2 seri dulu. sampe tim satelitnya pada ngeluh gak habis2. tanya aja melandri
kalo masalah power, semua motor kalah power lawan ducati .
menurut gue tahun ini honda yg lebih pantas malu. pabrikan terbesar dgn motor terbanyak dipake cuma menang 2 seri.
@ Wayne Rainey
Gejala chatter masih ada, ini juga diakui Rossi. Honda memang cuma menang di dua seri tetapi pembalap honda lebih sering mengalami kecelakaan (Human Erorr) dibanding Yamaha (Technical Error) secara keseluruhan dua duanya mengecewakan. Masalahnya Yamaha terlalu bergantung sama skill rossi di saat yang sama Collin edwards terlalu lambat.
Ingat bro moto gp mirip seperti sepak bola, setiap orang punya tugas masing masing dan tidak boleh bergantung. Ingat arsenal musin 2005-6-07. Terlalu bergantung dengan Henry hasilnya? tidak maksimal. bandingkan dengan kondisi arsenal sekarang, semuanya merata, hasilnya jauh lebih baik.
Persis yang dilakukan Suzuki, kemampuan Hopkins dan Vermeullen merata, jadi tidak ada ketergantungan 1 sama lain. Tim Rizla Suzuki pun berada diatas Fiat Yamaha. Dengan kehadiran Jorge Lorenzo mungken dapat membantu rossi dalam mengembangkan yamaha.
lho, emangnya kecelakaan selalu karena human error ? kan bisa juga gara2 motor gak stabil
dulu pedrosa sering banget ngeluh motornya gak stabil ditikungan, top speed yg kurang dll. hayden juga lumayan sebenarnya cuma karena kurang cocok dgn spek motor pedrosa jadi kurang maksimal.
kalo soal chatter di M1 gue belum pernah baca. soalnya dulu pra season 2007 aja pihak yamaha udah seneng bgt dgn mesin 800cc gejala itu hilang. sedangkan honda masalah itu justru muncul di awal2 musim.
untuk tahun depan sebenarnya gue pengen lihat kawasaki lebih oke. cuma kok milih pembalap john hopkins. dia emang jago, jago ngumpulin poin. yg penting finish. gak berani duel
kayae 2006 yamaha terlalu fokus pada 990 cc nya,karena musim itu lagi duel sengit ma honda
2007 baru mulai fokus ke 800 cc, sedangkan tim2 lain udah lebih dulu ngriset 800 cc mereka. akhirnya apa? yamaha kedodoran mbenahi performa M1, mulai dari power, handling, sampai2 ban yang jadi gak sinkron ma M1, ditambah lagi aturan baru ban….makin membuat M1 terpuruk.
Ingat….Rossi termasuk tipikal pembalap yang menginginkan kesempurnaan,dia membalap untuk menang,bukan cuma untuk ngriset aja….makanya kita sering dengar rossi ngeluh soal motor,soal ban..hal yang hampir2 tidak pernah dia katakan di 2001,2002,2003, bahkan saat 2004 pun pas pertama kali ke yamaha ngeluhnya gak sebanyak 2007 ini.
kenapa pindah ke yamaha? Rossi tau,M1 sangat potensial hanya belum ketemu aja setingannya, makanya kita liat 2004 dia udah bisa juara dunia,apalagi 2005 hampir2 gak ada lawan (mirip2 2003 pas terakhir pake RCV)
sehebat-hebatnya mental rossi,pasti akan down juga kalo pacuannya gak pernah bener….makanya diseri2 akhir 2007 kita liat rossi sering nglakuin kesalahan2 di tikungan.
moga aja riset yamaha musim depan lebih oke, kan bisa makin rame tuh motoGP hehehehe…
kesuksesan di balap tidak hanya ditentukan pembalap, tapi keseluruhan faktor, baik itu tim, motor maupun pembalapnya.
stoner+marlboro ducati+desmocedici adalah contoh nyata kesuksesan di motoGP 2007.
Bravo MotoGP
di valencia udah keliatan power duc kalah sama power honda
Tahun depan Honda bakalan merajai.
liat aja duc, cucuki, yamamah, kaos kaki bakalan diasepin sama Honda.
Honda emang juaranya GP.
@5
yoi bro
@wayne rayne
rossi sekarang udah jadi masa lalu, dada rossi, biarlah penantang baru yg bertarung, yg lalu biarlah berlalu halah
@ Wayne Rainey
Main aman model john Hopkins itu mirip main aman ala Hayden, gak perlu nekat duel ala pedrosa atau Rossi yang Penting kan Poin
@ HONDA BEBEK
Jangan terlalu senang dulu melihat performa honda di valencia, banyak faktor yang turut mempengaruhi.
Keuntungan buat Pedrosa
1. Pedrosa main di kandang
2. Cederanya rossi turut membuat semangat pedrosa naik
3. Stoner terlihat tidak begitu ngotot (tidak ngejar rekor rossi)
4. Pedrosa merupakan pembalap yang memiliki target kongkrit
Perlu Dicatat
1. Lihat bagaimana jarak pedrosa-stoner di akhir balapan dari selisih 2 detik akhirnya hanya berbeda 0,9 detik.
2. Motor hayden betul2 kedodoran dan dari posisi ke 3 akhirnya finnish ke 8
3. Tim seperti yamaha tidak mungkin tinggal diam, ingat Rossi sempat mengultimatum yamaha. Plus hadirnya Jorge lorenzo turut membantu pengembangan YZR M1
4.Rizla Suzuki, tidak bisa dianggap enteng, musim ini di klasemen Team konstruktor hanya terpaut 1 poin dengan Repsol honda. Artinya secara motor tim suzuki cukup mumpuni sayang pembalap mereka masih kalah kelas dibanding Repsol honda
Kita tunggu
Jadi tidak sabar menunggu musim 2008. Pertarungan bakal seru banget karena peta dominasi sudah bergeser secara merata. Ducati vs Honda vs Yamaha vs Suzuki. Semuanya merata. Bagaimana dengan Bridgestone vs Michellin vs Dunlop?
(** ngegas lagi… **)
jago kita besok marco melandri deh
gimanapun dunia balap tuh berubah terus, gak ada yang bisa saling menyalahkan. saatnya harus kalah semua harus lapang dada. karena masing-masing saling memperbaiki perfoma, tentunya yang tidak mau mengikuti perubahan yang akan tertinggal terus..
soal pembalap, saya paling suka pribadinya rossi. selalu rendah hati dan jarang mengkambinghitamkan faktor lain diluar dirinya.
menghargai teamnya meski banyak kekalahannya disebabkan kurang padunya team.
ane pegang jorge lorenso dech, biasanya klo lagi baru naik
tingkat semangatnya meledak-ledak..kkkk..:))
tontonan yang megasyikkkan..malah…kalah dibanding
pacaran..kkkkk..:))
PISS
Hmmm…bukannya Yamaha yang wajib malu, berani2nya bikin keok seorang juara dunia, the circuit star, Valentino Rossi.
nanti di seri motogp 2008 di tim yamaha hanya rossi yng mengunakan ban bridgestone , dan gue yakin juara dunia tahun depan kemungkinan akan direbuk kembali oleh valentino rossi
di kutip dari
http://www.detiksport.com/motogp/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/05/time/152416/idnews/848713/idkanal/81
@ Wayne
Yach..saya setuju sama komentar @7. Masanya Rossi memang sebentar lagi akan lewat, di ganti “anak-anak kecil” yang pecicilan. Musim besok memang tinggal tergantung Yamaha dan Rossi sendiri..Tahun ini jelas, Rossi selalu menyalahkan ban..padahal siy yg salah memang motornya ( Confirm kesimpulan diatas)
Menurut gw, seharusnya 2008 Rossi sdh tidak di yamaha..Itu krn mereka sdh enak, sdh pernah juara dunia jadi sepertinya terlena…Ga liat kanan-kiri, dah gitu cuma ngandelin Rossi saja..padahal, beliau itu juga sudah semakin TUA untuk ukuran pembalap motogp
Nah, sy sich berharap tahun 2008 Jorge bisa memberikan “sesuatu” yg berbeda sama Yamaha, juga si Toseland biar dia cuma di tim satelit (ini salahnya Yamaha, dr dulu ga memperhatikan tim satelit) jgn Rossa, Rossi, Rossa, rossi mulu..Juga buat Yamaha, jgn kaya kerbau di cucuk hidung terus sama Rossi..Ntar dia bilang ada chatter, bikin sasis baru, mesin pelan bikin baru, trus ban ga enak, minta ganti (untungnya mekaniknya sendiri ga setuju)..Yamaha kudu buka mata kaya Tim lainnya…Kudu ngikut kaya Honda dan Ducati kl memang motornya mau lebih kompetitif…
Semoga tahun 2008 lbh baik
kata rossi dikutip dari crash.net :
“Tyres are about a matter of feeling and trust,” he said. “And I have lost trust in Michelin over the last two years.”
“I don’t think I can win with Michelin,” he said. “I think Michelin will be a lot better next year, and they will have a bigger budget, but it’s not my problem. With Michelin you tell them what the problem is, but you can never get a good answer. With Yamaha you sit down and talk and they give you an answer.”
berarti rossi nggak kehilangan kepercayaan dgn yamaha
harusnya rossi ke kawasaki aja …. gak perlu takut power ducati lagi. toh ban juga bridgestone
@ wayne rainey
Rossi satu satunya pembalap Yamaha yang pake bridgestone nah, kalo tahun 2008 yang juara dunia tetap Casey Stoner trus yang mau disalahin tinggal Yamaha. bila Musim 2009 rossi pindah tim / ganti motor tapi yang juara dunia tetap masih Casey Stoner artinya Rossi kelaut aja…
Casey Stoner susah juara lagi tahun depan
langkahi dulu Melandri.
18 .kesannya rossi kok gak jadi juara lalu mengkambinghitamkan motor & ban.
kan semua pembalap juga gitu. stoner waktu kalah dari rossi juga bilang koplingnya bermasalah, setelan kurang bagus dll. hayden pedrosa hopkins dll kalo finish kurang bagus pasti juga nyalahin motor atau bannya
ditunggu aja tahun depan apakah benar seperti yg dibilang rossi bahwa 2x dia gagal jadi juara gara michelin
@ wayne rainey
xixixix … kayaknya situ sakit hati banget yah kalo yang juara Stoner – Ducati! xixixix
kalo nggak salah 2002-2005 rossi juara dengan michelin – if iam not wrong yah!
sudah saatnya punya avatar masbro!
@20
yah itulah masbro……seorang yang udah didewakan di motogp ketika kalah masih aja gak bisa seketika diterima hehehehe…
kalo ane sih nganggap wajar aja, toh namanya juga hidup….
ada saat2 jaya,tapi ada juga saat2 kalah
setuju ma no 11 lah……
hehehehehe
kayaknya balapan motogp 2007 benar2 diluar prediksi kebanyakan orang… seinget ane, akhir tahun 2006 yang dijuarai oleh hayden, banyak yang prediksi kandidatnya juara untuk 2007 adalah rossi, hayden, pedrosa… ternyata salah besarrrrrr…. stoner melumat 10 victory.
sedangkan untuk 2008 bisa aja diluar prediksi. misal vermuelen, atau malah lorenzo yang langsung juara… let’s see november next year
untuk musim depan…gue masih pegang antara yamaha dan ducati.rossi dan lorenzo.melandri dan stoner.
ada satu yang ada pada rossi tapi tidak ada pada pembalap yang lain yaitu sisi entertainer.rossi bisa menghibur penonton.mungkin musim depan ada di diri lorenzo.
@22 koro
Salah bro. Rossi awal tahun ini sudah memprediksi kalau lawannya tahun ini bukan hayden, capirex, ataupun pedrosa. Melainkan stoner.
Bahkan dia sempet bilang kalau kombinasi kegarangan desmosedichi dipadu dengan talenta stoner merupakan monster yang menakutkan. Bahkan rossi berani memprediksi kalau stoner akan meraup kemenangan minimal 6 kali.
Yamaha terlalu terlena dengan kemenangan 2004-2005. Disaat pabrikan lain getol nyiapin senjata baru mereka masih saja berkutat dengan mesin yang ga ada tenaganya, alias ga berani bereksperimen membuat ramuan baru. Katup pneumatis saja yamaha paling buncit ngaplikasi kan? Honda emang masih berkutat dengan klep konvensional, akan tetapi mereka sudah mematenkan material per klep yang sangat hebat.
Honda dengan yamaha sama gagalnya. Yamaha gagal membuat rossi tersenyum akan tetapi bisa menang dalam beberapa seri. Sedangkan Honda yang notabene menurunkan motor terbanyak cuma bisa menangin 2 seri saja serta cuma bisa menang 1 angka diatas Suzuki dalam pengumpulan point.
Tahun depan musuh stoner bukan hanya rossi. Melainkan melandri merupakan musuh dalam selimut yang sewaktu waktu bisa memborbardirnya. Harap dicatat bahwa melandri walaupun memegang mesin nomor dua serta berada di tim satelit masih mampu mempecundangi tim repsol Honda yang notabene selalu dibekali piranti terbaru.
Lorenzo tahun depan pasti akan menyuguhkan aksi2 seru beserta dovi karena masih anak baru. Mereka akan berlomba untuk mendapatkan titel rooky of the year, jika perlu juara dunia sekalipun.
Kalau tahun depan 46 tidak bisa maksimal lagi mau tidak mau memang kita harus mengakui kalau sudah waktunya regenerasi di balap terdasyat sejagat ini. Mungkin sudah waktunya rossi hanya menyandang predikat legenda hidup, bukan legenda yang akan mencetak legenda2 baru dalam dunia olahraga motor.
Salam biker.
Ternyata ga ada yang juara dunia…
yah gw setuju ma komentar ttg org2 yg msh g bs trima klo stoner juara…
kalopun pedrosa yg di ducati blm tentu bisa sehebat stoner..
toh stoner sanggup menunggangi bike yg kenceng..
cuma di tikungan aja stoner yg agak down, n g sengotot rossi..
mnrt gw sih, taon nih nasib sial buat rossi n bukan karena kejayaan Tho Doctor da berakhir…
tp performa M1 n bannya..
gw pernah liat ban michelin yg copot sebagiann karetnya
kl g slh wkt balap di sanghai..
msh ingat seri moto gp di assen 2007?
rossi start dr no 11 n jd jawara loh…
stoner yg td nya memimpin,eh malah disalip rossi..
faktornya ya byk tikungan, n skill stoner di tikungan mmg dibawah rossi..
coba perhatikan gaya stoner balap wkt jmp tikungan n bandingkan ma rossi trz pedrosa n hayden…
stoner lah yg plg lemah di tikungan diantara mrk berempat
n gw jg perhatiin klo stoner uda disalip. dia g bkln bisa ngejar balik di tikungan..cuma ngandalin kekencangan motor. itulah skill yg g dimiliki pembalap lain..
taon ini mmg peforma yg buruk buat yamaha..n keadaan inilah yg buat rossi srg mrasa ragu dgnpeforma ban n motornya..
taon dpn keknya M1-bridgestones-rossi bisa nyaingi stoner-ducati-BS..
n jangan remehkan pedrosa jg loh hehehehe…
@ Semuanya deh
Rossi belum tua tua amat sih, wong mick doohan aja pertama ngerasain juara umur 30 kok. Rossi next year baru 29 lho.
@ 27
Bener bro….tapi liat Sikon Doohan dulu mah beda ma jamannya Bang Rossi skr…Jadul, si Doohan menang krn lawannya rata2x sudah sepuh (maksudnya lebih senior/pemain lama) Lha..kalo Rossi skr??? Lawannya anak-anak baru kemaren bisa bawa motor Motogp, yg artinya beliau mulai terlihat “tua”…
Kalo gitu tinggal tunggu 2008 aja..kita liat performa Rossi-Yamaha dgn ban Bridgestone-nya
@24
Gw satuju dengan pendapat ente..sdh diperkirakan kok dr awal2x serie kl Yamaha sdg “mimpi indah”.
O..ya tahun 2008, watch out for Honda. Mesin baru mereka sudah katup pneumatis lo…Kita liat aja speednya bisa nyamain ducati ga ya?? Kl ngeliat serie Valencia kemarin sich, tuw Honda bisa nyalip Ducati dgn gampang di trek lurus…tanda performa mesinnya naik drastis..wah itu masih klep konvensional..,katup pnuematis???? Apa sama aja kaya Yamaha yg trouble terus????
Dikutip dari Crash.net:
In its struggle to win back the MotoGP world championship, Yamaha will NOT build a V4 engine, will NOT adopt pneumatic valve gear, and will NOT copy Ducati’s desmosdromic valve operation.
Masao Furusawa, Yamaha’s head of engineering, said that he has investigated alternatives for the YZR-M1, but will stick with an in-line four-cylinder layout, using traditional valve spring technology.
“We have made a lot of computer simulations of a V4 and we have found good and bad points,” Furusawa said in a media presentation. Yamaha preferred the in-line four because it permits a more compact engine and a shorter wheelbase.
Furusawa admitted that valve springs had a ceiling of 19,000-20,000rpm. But he said: “Increasing the rpm increases the power, but at the same time you have more friction between the piston and the cylinder. And I don’t think that over 20,000rpm is the way to go. I would like to make an engine that has lower rpm but good torque, one that makes a good ‘conversation’ between the rider and the tyre.”
Yamaha has tested a pneumatic-valve engine this year, but Kouichi Tsuji, leader of the M1 project, said: “From the point of view of fuel efficiency and power, we have had no gain from it. If we find a benefit we would be ready to use it.”
“We are struggling to maintain horsepower and fuel efficiency,” Furusawa admitted. “We always try to make a good engine, but the result isn’t always the same as our plans.”
Terjemahan Bebas:
Untuk kembali menjadi juara dunia MotoGP, Yamaha TIDAK akan mengembangkan mesin V4, TIDAK akan menggunakan katup pneumatik, dan TIDAK akan menggunakan katup desmodromik-nya Ducati.
Masao Furusawa, kepala teknik Yamaha, mengatakan telah menyelidiki berbagai alternatif bagi YZR-M1, namun tetap akan memakai mesin bersilinder empat sejajar/segaris, yang menggunakan teknologi katup dengan per konvensional.
“Kami telah berulang kali menggunakan simulasi komputer terhadap mesin V4 dan menemukan beberapa hal yang menguntungkan dan merugikan,” ujar Furusawa dalam suatu presentasi. Yamaha memilih mesin empat segaris karena merupakan mesin yang lebih ringkas dan memiliki wheelbase (jarak sumbu roda?) yang lebih pendek.
Furusawa mengakui bahwa katup dengan per memiliki batasan sampai 19.000 – 20.000 rpm. Namun ia menyatakan bahwa: “Meningkatkan rpm berarti meningkatkan tenaga, namun pada saat yang sama terjadi lebih banyak gesekan antara piston dan silinder. Menurut saya meningkatkan rpm hingga 20.000 bukanlah cara yang tepat. Saya lebih suka menciptakan mesin yang memiliki rpm rendah tetapi memiliki torque (tenaga putaran) yang bagus. Suatu mesin yang dapat mengakomodasi dengan baik antara keinginan pembalap dan kondisi ban”.
Tahun 2007 ini Yamaha telah menguji mesin ber-katup pneumatik, namun demikian Kouichi Tsuji, pimpinan proyek M1, mengatakan: “Dari segi efisiensi bahan bakar dan tenaga, tidak ada manfaatnya menggunakan katup pneumatik. Jika ada tentu kami akan menggunakannya”.
“Kami sedang berjuang mengupayakan tenagakuda dan efisiensi bahan bakar,” kata Furusawa. “Kami senantiasa berusaha membuat mesin yang bagus, namun hasilnya seringkali tidak sama dengan rencana”.
CMIIW
Duh..kasian yach Yamaha Jepang…Lg pusing ngasih mesin ke Rossi..
Nah…dr bacaan diatas sdh terbaca bahwa sebenernya yang selama ini di perbincangkan ternyata benar : YAMAHA tidak sekuat kompetitornya dalan hal R&D dan tetap dgn budaya Konvensionalnya…Wah berita agak krg menyenangkan buat Rossi niy. Padahal sdh terbukti bahwa mesin V-4 lbh kencang tuw..liat aja Ducati dan Honda di serie2x terakhit
FYI, Tahun ini Honda sdh mencoba RCV baru, mesin katuop pneumatis, rangka dan fairing baru (liat http://www.motogp.com)
Lihat tahun depan aja dah. Pokoknya darah2 mudah macam lorenzo, dovi and d’angelis akan ngrecokin pertarungan para raja motogp.
Honda kemaren bisa dibilang sebenarnya ditolong sama skil pedrosa. Ketika tikungan terakhir menjelang trek lurus pedrosa mampu nyingkat waktu dari pembalap lain. Ini karena dia sdh hapal betul dg lay out sirkuit ini. Rossi pun bilang ditikungan inilah kunci sukses supaya bisa bertenaga ditrek lurus. Bobot tubuh pedrosa juga ngasi kontribusi yang sangat besar. Dengan body imut serta berat badannya yang ringan sedikit tidaknya akan mendongkrak tenaga motor mengail tenaga lebih awal serta bisa ngerem lebih dekat dengan tikungan.
Perhatiin saja waktu pedrosa ngegasak tikungan terakhir tersebut doi sliding, tp stoner tidak. Begitu pula saat trek lurus. Top speed honda kagak tinggi2 amat, itu dibantu oleh teknik curi angin. Trus saat R1 pedrosa lebih lambat ngerem dari stoner. Makanya doi bisa nyikat si Crash.
Di titik ini pula rossi jumpalitan karena memaksa kemampuan M1 yang pelan supaya bisa nafas di trek lurus alias rolling speed. Sayang michelin kaga mendukung plus bobot doi jg lbh berat dari pedrosa. Makanya doi jumpalitan karena bibir ban cuma napak tipis banget. Gimana tidak? Ban dipaksa bergasing jauh melampaui usaha ban itu sendiri menapak. Dalam hal ini skill lah yang bicara. Makanya saya bilang race terakhir kemarin Honda ditolong talenta pedrosa.
Pabrikan sebesar sayap ngepak tidak akan tinggal diam. Tahun ini riset mereka sdh mumpuni, tinggal penyempurnaan lagi tahun depan. Riset pneumatis mereka sudah jalan.
Tidak seperti biasanya ducati tutup mulut. Biasanya mereka sdh nyiapin mesin atau gembar gembor sana sini mengenai kedasyatan mesin mereka.
Suzuki sepertinya masih meraba raba setingan tahun depan plus nyari ramuan baru supaya mereka bisa lebih laju tahun depan. Tim ini bisa dibilang tim kuda hitam. Ditambah capirex yang dibuang ducati. Semangat capirex yang dibuang akan sangat berharga di tim ini.
Kawasaki sebenarnya mempunyai mesin yang sangat kompak plus distribusi tenaga yang sangat apik. Sayang selama 2006 rangka masih yang menjadi persoalan. Kelihatan dalam beberapa seri puniet kelimpungan ngerem motornya.
Yamaha masih bingung. Mereka terlalu terpukul dengan semua keadaan yang sebnarnya sudah diramalkan sebelumnya oleh para pengamat motogp. Mereka paling belakangan ngriset mesin. Padahal mereka yang dulu selalu gembar gembor tentang ban 16 inci. Awal musim 2007 burgess sempet bilang tenaga M1 bisa dikail sedikit tidaknya 20% dari tenaga yang disemburkan di awal seri. Namun disaat tenaga dinaikan justru performa ban tidak ngedukung. Beberapa seri ban michelin rossi ngelotok mirip ban vulkanisir truk tronton alias ngelupas. Ini jg salah yamaha karena pelit kasi informasi data2 motornya ke michelin. Ya…mau ga mau tenaga diturunin lagi demi ngawetin ban.
Tahun depan pastinya akan lebih meriah lagi dari sekarang. kalau saya pribadi berharap supaya tahun depan tidak lagi ada tim atau pembalap yang mendominasi sepanjang musim. kalaupun ada yang mendominasi sedikit tidaknya punya jiwa entertain seperti rossi.
@yponk
Wah hebat komennya bro.
Persoalan Ban untuk motor yg kurang power memang krusial karena dari BHP (Brake Horsepower/tenaga mesin sebelum dipasang di motor) ke WHP (Wheel Horsepower/tenaga mesin setelah mesin dipasang di motor dan berupa putaran roda) kalo tidak salah tenaga akan turun sekitar 10% – 20%, jadi kalo ban-nya bagus tentu konversi tenaga BHP ke WHP tidak berkurang banyak.
piss lah..
Mantan juara dunia MotoGP, Valentino Rossi, Jumat (9/11) waktu setemppat, mengatakan, ia berminat balapan untuk Ducati pada 2009 bila kendaraan Yamahanya tidak lebih baik di musim mendatang.
Casey Stoner, pembalap Ducati, meraih gelar juara dunia musim ini, sementara Rossi menempati posisi ketiga, posisi yang ditempati untuk pertama kalinya di luar dua besar pada kategori apapun sejak musim pertamanya tahun 1996.
Pembalap asal Italia tersebut akan tetap di tim Yamaha musim mendatang, tetapi telah memberi peringatan kepada tim tersebut.
“Bila lebih baik, saya dapat menunggu setahun lagi. Bila tidak, tidak ada lagi yang harus diperbuat,” kata Rossi kepada http://www.gazzetta.it.
“Saya mempunyai hubungan baik dengan keduanya (Ducati dan Honda), yang pasti saya lebih memilih Ducati, karena kendaraan itu buatan Italia,” katanya.
Dimana2 balapan itu saling tolong menolong, pabrikan ditolong pembalap dan pembalap ditolong pabrikan.
Demikian pula dengan Yamaha, klo tidak ditolong skill Rossi, ga bs Yamaha konstruktor no 3.
Yamaha hanya tertolong Rossi karena hanya dengan Rossi bisa 4 kali finis 1. Klo ga ada Rossi yaa ga pernah juara. Bisa dipastikan posisi konstruktor dibawah Suzuki yang juara sekali dan Yamaha bakalan bersaing ketat dengan Kawasaki dengan skor 100an. Karena total poin 2 pembalap utama Yamaha (Rossi & Edwards) kalah dengan 2 pembalap utama Suzuki (Hopkins & Vermeulen).
http://en.wikipedia.org/wiki/2007_Grand_Prix_motorcycle_racing_season
Analisa aja, keliatan sekali klo Yamaha is weak, klo ga segera melakukan perubahan, susah bersaing di 2008. Apalagi klo ditinggal Rossi.
@ wayne rainey
Yang memalukan itu Yamaha, bukan Honda.
Udah pake Rossi masih katrok, tapi nyalahin Michelin melulu.
Apai emang skill Rossi udah ngak diakui lagi ?
Namun disaat tenaga dinaikan justru performa ban tidak ngedukung. Beberapa seri ban michelin rossi ngelotok mirip ban vulkanisir truk tronton alias ngelupas. Ini jg salah yamaha karena pelit kasi informasi data2 motornya ke michelin. Ya…mau ga mau tenaga diturunin lagi demi ngawetin ban.
Info yang ngak bisa dipercaya dan bohong besar kalau tunggangan Rossi punya surplus tenaga.
sebenernya rossi itu hebat,tapi memang motor yamaha kurang ok.smoga aja tahun depan yamaha punya riset yang lebih.biar bisa menang lagi.masak setiap di trek lurus selalu kalah.pembalap dah ok tapi kalau motor kurang…..
Yang penting mah lihat balapan semakin seru, semakin banyak susul menyusul di tikungan bikin ati tambah deg-degan. Mau yang menang rossi, vermoulen, stoner, pedrosa atau lainnya nggak penting lah.
Sing penting lagi trans 7 tetep menyiarkan motogp. Hidup trans7 dan motoGP
@ 38
lho kan yg nyalahin michelin rossi sendiri bukan saya.
fakta juga kalo honda cuma juara 2 kali dgn menyandang gelar pabrikan terbesar. tapi tahun depan honda pasti oke tuh, duit dia banyak buat ngembangin motor.
kio menurut ak,rosi ngaku aj klo kalah ga’ sah pake acara nyalahin ban lah,inilah,itu lah.tetep aj dy kalah sama yg muda2 coz semakin tua kegesitan orang semakin berkurang.ya kita liat aja thn dpn apakah rosi masih bisa berjaya. klo ak thn depan tetep pegang D.pedrosa.
@ myheart
hi…mungkin kamu belum begitu kenal Rossi ya.
rossi mungkin memang low profile, but… tuk “jarang mengkambinghitamkan faktor lain diluar dirinya” kayana ga banget deh. buktinya tahun ini (2008) di minta Yamaha tuk ganti ban jadi Brigestone!!! and bukannya di pertengahan musim Vale ngeluh kalo dia ga bisa bersaing ma Casey coz Vale ga punya ban sebaik Brigestone and “top speed motor” sekencang Desmosedici GP7.
yah… kita tunggu aja musim 2008, coz kalo sampe duet Yamaha-Brigestone masih belum “bertaring” Vale mo minta apalagi ya??? minta pindah ke Ferrari kali… ^_^
tunggu aja pembalasan vale ! Stoner hanya menang sekali enggak bisa jadi patokan ! Tapi ducati memang raja 4 tak contohnya di superbike ~!
menurut saya lorenzo pantas menyandang gelar juara duni di balik orangnnya tanpan ,gak seperti valentino rosii yang katrok banget tuch he..he..he..,sorry cuman ngomentarin aja
Rossi sudah mempunyai cara ampuh menghadapi stoner di track lurus…
liat pertandingan kemaren ngak, rossi bisa ngikutin stoner dibelakangnya … keren broo.
liat highlight nya di http://motogp46.blogsome.com