Arsip untuk Agustus, 2007



10
Agt

Memiliki Moge , Tidak Sulit Kok!

gs250fk7.jpg

Bagi sebagian orang, memiliki moge merupakan sebuah impian yang sulit terwujud, mulai dari harga yang selangit, ketidak praktisan moge sebagai kendaraan oprasional hingga keruwetan pengurusan surat menyuratnya. Tetapi sebenarnya keadaanya tidak seseram yang dibayangkan karena sebenarnya banyak cara dan jalan pintas untuk memiliki moge tanpa harus mengeluarkan biaya ratusa juta dan pusing tujuh keliling  mengenai pengurusan surat menyuratnya

Uang tunai adalah syarat utama

Yups, dan ini yang bisanya menjadi ganjalan pamungkas bagi orang yang ingin memiliki moge. Tidak seperti membeli motor pada umumnya yang dapat dengan mudah memperoleh bantuan melalui leasing untuk moge hanya dua merk yang secara resmi diakui leasing yaitu Ducati dan Harley-Davidson itupun hanya dapat dilakukan bila anda membeli produk baru yang barang tentu harganya selangit. Cukup siapkan uang tunai antara 90 - 125 juta rupiah jika sudah terpenuhi artinya bro tinggal selangkah lagi sebelum memiliki moge!

Malu bertanya sesat di jalan

Pepatah tersebut tepat 100% buat seseorang yang ingin membeli moge. Karena banyak sekali orang yang ingin mencari untung di dalam ketidak tahuan seseorang. Mulai dari iming iming, harga miring plus surat sakti, surat tilang dan surat sementara semuanya adalah PENIPUAN! semurah apapun yang namanya moge bodong tidak seenak moge sehat. Karena yang namanya moge bodong tidak memiliki nilai jual kembali kecuali untuk kanibalisasi! Disamping itu moge tersebut tidak dapat diasuransi, Bahkan sekarang banyak komunitas yang enggan menerima bikers yang menggunakan moge bodong. Jangan hanya karena iming iming harga miring, uang puluhan jutapun melayang. Ingat, moge baru dibilang moge jika memiliki STNK dan BPKB dan lebih sempurna lagi jika memiliki Faktur :) .

Untuk mendapatkan informasi mengenai bagaimana mencari dan membeli moge lebih baik bertanya kepada anggota komunitas moge itu sendiri, umumnya saat mereka berkumpul di komunitas masing2, mereka akan dengan senang hati membantu dan memberikan informasi, ketimbang membaca iklan di koran2 karena kadang banyak yang menjual moge bodong dengan berbagai iming iming mengiurkan! 

Memilih Motor yang cocok

Umumnya di indonesia tipe motor yang beredar tidak terlalu banyak karena umumnya moge yang beredar adalah tipe sport, sport touring, street fighter dan cruiser kalaupun ada varian di luar itu hanyalah motor supermotard itu pun terbatas pada merk KTM Supermoto, KTM Duke dan Duc Multistrada. Sebaiknya tipe moge yang dipilih hendaknya tidak terlalu berbeda dengan motor yang sudah biasa digunakan sehari hari agar ketika mengendarainya tidak terlalu canggung.

Memeriksa Kondisi Motor

Namanya barang second sudah pasti kondisinya tidak sebaik ketika baru, namun umumnya moge hanya dipakai pada akhir pekan atau ketika dipakai pemiliknya saat melakukan touring, jadi jangan heran ketika melihat motor keluaran tahun 2001 namun kilometernya belum menyentuh 5000 km. Yang perlu di perhatikan adalah sasis moge tersebut, karena bila pernah mengalami kecelakaan walau telah diperbaiki perbedaan tetap saja terasa. Untuk bagian yang lainya, tidak perlu dikuatirkan karena bila mengalami kerusakan dapat diganti dengan mudah. Moge dengan kondisi tersebut disebut moge kondisi “bahan” karena setelah di beli, moge tersebut biasanya langsung dibawa kebengkel oleh pemilik barunya untuk di service, cat ulang dan penggantian part yang sudah rusak. 

ATPM dan Komunitas

Keberadaan ATPM merupakan hal vital bagi moge, karena dengan adanya ATPM keberadaan mekanik dan sparepart barang tentu bukan menjadi masalah. Komunitas moge berbeda dengan komunitas motor biasa, karena keanggotaan pada komunitas moge memiliki banyak keuntunganya mulai dari potongan harga hingga jual beli  akseoris aftermarket yang belum tentu dijual di indonesia. Karena tidak sedikit anggota komunitas bikers yang kerjanya bolak balik ke luar negri dan “titipan aksesoris” dari rekan rekan di komunitas sudah menjadi barang wajib yang biasanya selalu dipenuhi oleh mereka. 

Yang Patut Diwaspadai

Moge keluaran tahun 2001 ke atas umumnya memiliki dokumen lengkap, mulai dari Faktur, STNK dan BPKB sehingga jangan pernah mau menerima tawaran moge tanpa dokumen yang lengkap! Udah ga jaman pake moge bodong Bro! Moge keluaran 2000 atau lebih tua lagi umumnya belum memiliki dokumen resmi hingga harus melalui proses pemutihan dengan biaya lebih dari 50 juta rupiah, sebaiknya pilih moge keluaran tahun 2001 ke atas karena kelengkapan dokumenya lebih terjamin.

Kecelakaan, separah apapun dapat diperbaiki namun bila sasisnya telah mengalami cacat sebaiknya tidak perlu ditengok apalagi dibeli. Karena bila sasis pernah mengalami cacat kesetabilan motor akan menurun drastis sehingga performa tinggi moge tidak bisa dioptimalkan dan kalau dipaksakan dkuatirkan malah berakibat fatal.

Yang Dapat Dimaklumi

STNK tidak diperpanjang. Umumnya terjadi ketika moge tersebut akan dijual oleh pemilik lamanya. Hal ini lumah karena umumya pemilik barunya ingin langsung melakukan balik nama sehingga sering kali moge yang akan dijual tidak diperpanjang STNKnya dan menunggu pemilik baru untuk melakukan perpanjangan STNK sekalian proses balik nama

Komponen berbahan karet seperti ban telah getas. Bukan karena kurang dirawat, melainkan biasanya alasan moge tersebut dijual dikarenakan pemiliknya telah bosan sehingga moge tersebut jarang digunakan. Begitu juga dengan Aki yang soak ini urusan biasa buat moge jadi tidak perlu kuatir.

Perbedaan tahun pembuatan motor dengan usia motor di BPKB . Jangan heran jika mendapati motor buatan tahun 2001 tetapi di BPKBnya tertera buatan tahun 2003. Karena sering kali ATPM maupun importir mengimpor sekaligus lebih dari 10 motor. Sedangkan motor tersebut belum tentu laku terjual dalam waktu satu tahun, kadang motor tersebut baru terjual 2 tahun kemudian. Sehinga jangan heran jika melihat Honda CBR 600 rakitan 2004 memiliki “usia” di BPKBnya tahun 2005 atau 2006.   

Pentingnya Asuransi All Risk

Kebanyakan moge saat ini telah di asuransi - All Risk sehingga kerusakan sedikit saja bisa langsung di klaim. Hal ini sungguh bermanfaat mengingat harga sparepart baru moge sangat mahal. Terlebih lagi, jika telah melakukan klaim kitapun diperbolehkan mengganti sparepart sendiri untuk kemudian biaya pembelian sparepart tersebut diganti oleh asuransi. Biaya pembuatan asuransi tersebut adalah 2,5% dari harga motor.

Berikut merupakan Estimasi biaya tambahan setelah membeli moge “Bahan”

biaya-tambahan.jpg

10
Agt

Jakarta Untuk Semua … Bikers Juga Dong!!!

flanders.jpg

Pilkada DKI sudah berakhir, tidak lupa kita ucapkan selamat kepada DR.Ing.H Fauzi”Flanders”Bowo dan Mayjen (purn) Prijanto sebagai gubernur dan wakil gubernur yang telah memenangkan Pilkada DKI. Meski dikritik karena mendapat dukungan dari 19 parpol, tetapi justru hal itulah yang melambangkan semangat Pancasila karena parpol tersebut memiliki beberapa dasar aliran, mulai dari Nasionalis, Islami dan Kristiani.

Sepintas setelah melihat wajah bung “Foke” saya teringat dengan karakter didalam film animasi The Simpson yang bernama Ned Flanders yang digambarkan sebagai seorang karakter yang mau mendengar keluhan tetangganya dan selalu menepati janjinya.

Terlepas dari anjuran seseorang yang mengatakan “…maka warga DKI yang memiliki pikiran waras dan rasional sudah pasti akan memilih Adang Daradjatun - Dhani Anwar…” yang jelas mayoritas penduduk DKI (termasuk juga banyak bikers, telah menenetukan pilihanya) haruslah membuktikan bahwa mereka bukanlah seseorang yang sok tau dan sok pintar sehingga berhak menghina pemilih yang berbeda aliran.  Sehingga pada akhirnya mereka memilih calon yang tidak “dianjurkan”  dan sudah merupakan kewajiban bagi yang terpilih untuk membuktikan bahwa kepada pemilihnya bahwa mereka (yang memilihnya) bukanlah orang yang tidak waras dan tidak rasional!

 Jakarta untuk semua … Biker juga Dong !!!

Kembali ke motor. Kemacetan di sana sini merupakan kendala bagi pemilik kendaraan bermotor. Dahulu hanya pemilik kendaraan roda empat saja yang mengeluh, namun sekarang pengemudi motor pun menjadi korban kemacetan :( . Belum lagi jalanan yang rusak parah dan licin ketika diguyur hujan. Tidak jarang banyak biker yang mengalami kecelakaan akibat parahnya kondisi jalan.

Bikers Masih Terpinggirkan

Jika memang kondisinya seperti ini artinya Jakarta belum seratus persen untuk semua, karena masih banyak ruas jalan yang belum diperuntukan untuk bikers. Hal lain adalah masalah angkutan umum yang semena mena berhenti sehingga kemacetan semakin parah dan kadang tidak jarang mengakibatkan tabrakan beruntun. Sebaiknya jika memang semboyan Jakarta untuk semua seharunya dilakukan dengan semestinya. Karena Jakarta saat ini memang belum untuk semua! terutama belum untuk kendaraan bermotor, jangankan buat wong cilik seperti bikers (motor < Bus/Angkot) wong mobil aja masih terpinggirkan kok!

09
Agt

Modifikasi “Edan” Ducati Monster 620S.ie

chrome1.jpg

Pertama kali berjumpa pada bulan maret lalu penampilan Monster 620S.ie ini terbilang biasa saja namun kini penampilan motor buatan tahun 2004 ini bisa dibilang edan, karena modifikasi yang dilakukan oleh salah seorang Ducatista Jakarta ini memang terbilang edan. Bahkan dikalangan sesama Ducatisti pun cuma bisa geleng geleng kepala dan terkagum kagum! Karena bagian yang tersisa dari Ducati Monster 620 S.ie ini hanyalah tinggal rangka dan blok mesinya saja, sisanya telah diganti dengan aksesoris aftermarket baik aftermaket resmi Ducati maupun parts aftermarket tidak resmi.  

Monster 620 S.ie

Mungkin buat sebagian orang perbedaan antaran Duc Monster M600, M620ie dan M620Sie tidak lah terlalu mencolok, tetapi bagi pemerhati motor tunggangan Dennis Rodman pada film double team ini varian “S” merupakan varian yang termasuk langka. Karena bobot varian “S” lebih ringan sekitar 5 kg dari varian standar. Disamping itu banyak komponen yang biasanya terbuat dari besi diganti dengan alumunium contohnya adalah pada swing-arm belakang. Disamping itu varian “S” pada Duc Monster di indonesia hanya terdapat satu unit saja.

Full Kevlar

Spakbor depan Duc Monster yang terbuat dari plastik diganti dengan buatan Ducati Corse yang terbuat dari kevlar, kinshield kecil nan manis orisinal Monster pun turut dipensiunkan dan diganti dengan buatan Performance yang terbuat dari kevlar bercampur akrilic. Spakbor belakang yang memang sudah kevlar dari pabriknya bukanya aman dari sentuhan modifikasi, spakbor produk Corse yang terbuat dari kevlar dan berdesain minimalis kini menghiasi buritan salah satu varian Monster paling langka ini.  

Full Chrome

Tangki bensin yang terbuat dari bahan fiberglas di buang, kemudian diganti dengan tangki khusus yang terbuat dari bahan chrome, kabarnya untuk mendapatkan tangki seperti ini harus memsan terlebih dahulu ke Bologna sebelum bisa memperolehnya. Lampu sein depan dan belakang diganti dengan lampu sein lipat, dengan lapisan chrome tentunya. Spion standar yang dulunya diganti dengan produk Corse, kini diganti lagi dengan produk Performance yang bernuansa alumunium metalik, “… yang chrome beneran blum ada, kalo udah ada ntar gw ganti lagi …” ujar si empunya motor tersebut.

Full Performance

Knalpot ganda standar yang terbuat dari alumuniun telah dipensiunkan gantinya adalah satu set knalpot Performance under seat carbon seharga satu unit Mega pro kini bertengger di bawah jok 620S.ie ini. Hasilnya adalah tenaga 620S.ie yang hanya 73 hp kin menjadi 85 hp hanya dikarenakan pergantian knalpot. Engine cover standar bawaan pabrik juga ikut dilibas, gantinya adalah engine cover rancangan Performance yang terbuat dari kevlar dengan manis menutup pangkal kenalpot depan varian “S” ini.

Biayanya Hmm …

Biaya yang dikeluarkan si empunya motor ini kurang lebih cukup untuk membeli sebuah Duc Monster M600 keluaran tahun 2003 atau seharga Daihatsu Terios baru. Sialnya biaya tersebut diluar ongkos kirim, karena si empunya sendirilah yang mondar mandir keluar negri demi mendapatkan aksesoris unik dan antik tersebut … edan !!!

 

06
Agt

Stiker Indobikers Karya Temanmu : Bagus Lho !

stiker-indobikers-hijau.jpg

- by Ksatria Muda Perkasa -

Stiker dan logo Indobikers karya temanmu, Ksatria Muda Perkasa memang luar biasa imajinatif dan kreatif karena memadukan unsur seni, abstrak dan dunia motor sports. di sajikan dalam berbagai warna dan latar belakang sesuai merk motor yang di tujukan. Sebagai contoh, Hijau adalah warna Kawasaki dan warna biru adalah Yamaha.

stiker-indobikers-all.jpg

Mudah mudahan jika disetujui oleh nyang bikin stiker ini bisa di bikin buat stiker tempelnya, dan buat yang berminat tinggal kirim alamat ntar di kirim lewat pos, tapi ini baru ide pribadi ane lo, tergantung nyang bikin ni stikernya bung Ksatria Muda Perkasa :)

06
Agt

Bajaj Pulsar, Mana Kelebihanya ???

plsa.jpg

-by Wyryoko- 

SERANGAN SPORADIS TERHADAP PULSAR !!! 

Sejak pertama kali di luncurkan pada akhir 2006 seakan Bajaj Pulsar 180 DTSi mendapat pujian tidak berhenti dan seolah olah menjadi sebuah mahakarya baru, tetapi apakah memang benar demikian? Atau malah pembodohan terhadap konsumen gaya baru ala Bollywood ? Bagi Pulsarian yang terkenal setia mati dan agresif bila Pulsarnya mendapat kritikan, ditunggu pembelaanya oke!

Teknologi DTSi itu …

Oke, Digital Twin Spark Pulg Ignition ini memang sebuah teknologi tulen milik Bajaj dan sudah di patenkan, dan terbuti mampu menekan volume pengunaan konsumsi bbm tetapi apakah teknologi tersebut merupakan sebuah mahakarya yang bila diaplikasikan mampu membuat perubahan performa yang signifikan, seperti halnya teknologi katup demodromic ducati ataupun big bang nya Honda. Sebagai catatan tekonologi seperti itu diaplikasikan di ajang balapan seperti moto GP atau GP 500 sehingga meski tidak merefleksikan secara langsung tetapi ajang motor sports tetap menjadi ajang untuk unjuk kebolehan teknologi pabrikan motor. Disaat yang sama dengan berbagai alasan Bajaj justru enggan untuk berpartisipasi di ajang balapan tersebut.

Penghargaan Semu Bajaj …

  • Bike of the Year 2007 CNBC-TV18 Autocar Auto Awards
  • Bike of the Year 2005 2005 OVERDRIVE Awards 2005
  • Indigenous Design of the Year 2005 OVERDRIVE Awards 2005
  • Bike Maker of the Year 2004 ICICI Bank OVERDRIVE Awards 2004
  • Auto Tech of the Year 2004 ICICI Bank OVERDRIVE Awards 2004
  • Bike of the Year 2004 ICICI Bank OVERDRIVE Awards 2004
  • BBC World Wheels Viewers Choice Two Wheeler of Year 2003 BBC World Wheels Award 2003

Memang, Pulsar memiliki banyak penghargaan tetapi apakah penghargaan tersebut lebih dikarenakan bajaj bersaing di mana negara industri maju seperti Jepang dan Italy tidak ikut serta di dalamnya. Kalaupun beberapa produk buatan mereka ikut didalam kategori yang sama tetapi produk yang diikut sertakan dalam persaingan bukanlah produk utama melainakan sub produk yang dirancang khusus untuk dipasarkan di negara tertentu, ambil contoh Honda Tiger Revo, di negara asalnya Tiger Revo tidak di jual belikan apalagi di produksi karena memang tidak memenuhi standard Jepang melainkan hanya merupakan sub produk Honda yang khusus di produksi di Indonesia. Jangan lupa Bajaj pun memiliki produk lain seperti Kinetic Comet yang bermain di kelas 250cc. Dengan bermain pada kapasitas mesin yang sama mana berani Bajaj head to head melawan Honda Hornet 250! Oh ya hampir lupa Bajaj belum pernah mendapat penghargaan dari institusi otomotif terkemuka eropa apalagi  Jepang.

Performa 180cc DTSi yang pas pasan …

Banyak yang bilang Performa Bajaj 180 DTSi luar biasa, baik di dalam penyaluran tenaganya maupun kesetabilanya tetapi tenaga  16,5 hp dari mesin 180cc bukanlah hal yang bisa dibanggakan meski bukan hal yang memalukan. Tapi coba bandingkan dengan Suzuki FXR 150 Satria 150 FU yang mampu menghasilkan tenaga 16,3 hp dengan kapasitas mesin yang lebih kecil dan denganbobot yang jauh lebih ringan dibanding Pulsar, dan yang terakhir ini bebek bro!

Mana Fiturnya ?!!

  • Digital Speedo dan Lampu sein otomatis

Sepintas keren, apalagi buat konsumen indonesia yang mudah terkagum kagum dengan melihat hal yang baru, tetapi justru inilah titik kelemahan pada Pulsar. Karena dalam kondisi tertentu justru malah bikin sulit untuk dilihat, untuk ini silahkan liat postingan di kafemotor. Ongkos produksi speedometer digital pun lebih murah dibanding analog! Lampu sein otomatis mungkin awalnya untuk memudahkan namun terbukti justru bikin repot, hal ini justru keluar dari mulut pemakai pulsar itu sendiri! 

  • Penampilan Bajaj yang besar dan berat

Sekalilagi perlu di ingat, Bajaj di rancang untuk pasar India dan ukuran fisik orang india berukuran lebih besar dibanding orang asia tenggara pada umumnya sehingga tidak heran Pulsar memiliki ukuran yang cukup bongsor bila dibandingkan motor Indonesia -Lisensi Jepang.   Tapi bagaimana tongkrongan Pulsar entah 180 - 220 bila dibandingkan produk asli jepang semisal Honda Hornet 250 ataupun Cagiva Raptor 125 pikir sendiri deh!

Bobot 139 kg pada mesin 180cc itu bukan hebat, melainkan ibarat seorang pemuda yang mengalami obesitas akibat primitifnya kandungan besi  pada pulsar yang belum mengenal istilah bahan komposit. Akibatnya Pulsar 180 Dtsi mengalami kesulitan dalam berlikaliku di kepadatan lalulintas.

  • Tanpa suspensi monoshock apalagi unitrak dan cakram belakang

Pemilik bajaj berdalih bahwa  suspensi dual shock pada bajaj luar biasa empuk, tetapi sebenarnya didalam hati mereka tentunya lebih memilih memiliki suspensi monosock dibanding suspensi ganda. Terbukti banyak orang memodifikasi suspensi motornya menjadi monoshock, tetapi mana ada orang yang memodifikasi motornya dari monoshock menjadi dual shock. Ini karena biaya pembuatan sasis dan swing arm untuk menopang motor yang menggunakan suspensi monoshock lebih mahal karena dibutuhkan sasis yang lebih kuat untuk menopang teknologi suspensi tersebut. Belum lagi keandalan suspensi monoshock atau unitrak dalam melibas berbagai medan baik di sirkuit maupun jalan tidak rata.

Lagi lagi efisiensi yang dilakukan Bajaj dengan Pulsar 180 DTSi nya, meski faktanya motor tersebut mampu dihentikan dengan sebuah rem cakram depan dan tromol belakang tetapi demi meningkatkan penampilan apa salahnya sih memasang rem cakram belakang pada serigala india yang satu ini ?

  • Jaringan 3S dan Image yang perlu dibangun

Meski mulai menjamur tetapi jaringan 3S Bajaj masih jauh dibawah pasukan Yakuza, apalagi bila dibandingkan Suzuki, Yamaha apalagi Honda disamping itu faktor image dimasyarakat Bajaj pun masih cukup lemah sehingga satu satunya cara menarik konsumen adalah memberikan harga yang “murah” dan penampilan berbeda, karena tampil beda merupakan keinginan kebanyakan masyarakat di indonesia.

Kesimpulanya : Beli Bajaj Pulsar ? Tergantung deh !

Membeli produk baru memang beresiko, tetapi apa yang telah ditawarkan Bajaj Pulsar bukan lah hal yang luar biasa, mengingat minimnya fitur plus harga murah yang ditawarkan. Karena dengan keterbatasan fitur yang dimiliki, performa yang pas pasan diperburuk dengan masih keterbatasan dukungan after sales servicenya, harga 16,5 juta rupiah memang merupakan harga yang “adil” bagi sebuah produk yang memiliki fitur pas pasan. Bila harga 16,5 juta  diberikan kepada Yamaha V-ixion atau Honda Tiger Revo barulah menjadi hal yang luar biasa! Buat Pulsar, harga yang “cuma” segitu terasa cukup adil kok baik buat konsumen maupun produsenya !

:) - Indobikers says : Biar lebih asik, biar dibandingkan dengan beberapa postingan orisinil INDOBIKERS sebelumnya, setuju!

http://ducatimonster.wordpress.com/2007/06/12/raja-cruiser-bajaj-pulsar-180-dtsi-vs-honda-tiger-revo/#comment-2583 

http://ducatimonster.wordpress.com/2007/05/29/pilih-mana-pulsar-dtsi-vs-suzuki-satria-150-fu/

 

05
Agt

Tumplek Blek Untuk Hari Kemerdekaan !!

tumplek-blek-a.jpg 

Kali ini acara “tumplek blek” telah di gelar kembali dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia ke 62. Namun yang dimaksud kali ini adalah - Big Bikers Sunday Riding Tumplek Blek - kenapa? untuk yang kesekian kalinya beberapa perkumpulan motor besar yang ada di kota Jakarta berkumpul bersama di Auto Mall untuk kemudian bersama sama melakukan konvoi dengan mengibarkan bendera sang merah putih mengelilingi kota Jakarta melalui Rute Semanggi, Sudirman, Kuningan dan Berakhir di Monas. Indobikers yang juga ikut serta dalam konvoi tersebut mencatat setidaknya hampir 500 motor besar dari berbagai jenis Komunitas bergabung menjadi satu untuk melakukan konvoi tersebut. 

tumplek-blek-b.jpg   tumplek-blek-c.jpg

Komunitas Bikers yang turut serta diantaranya komunitas Gabungan Aprilia - Cagiva kemudian Komunitas Ducati dan Harley Davidson yang juga kebetulan memang bermarkas di Auto Mall dan komunitas Big Bikers kwartet jepang. Beberapa jenis motor berkategori langka tercatat hadir di acara ini seperti Aprilia RSV Mille 1000, Cagiva X-Tra Raptor, Ducati Supersports 750, Honda CBR 600 Nastro Azzuro, Kawasaki ZZR 1400 2007, Suzuki Hayabusa 1300,Yamaha R6 Fiat Edition dan banyak lagi. Sebuah catatan positif yaitu merupakan berita baik bagi para bikers yang meragukan legalitas surat menyurat bahwa 90% dari motor yang ikut serta di acara ini merupakan moge dengan surat menyurat lengkap. Untuk motor jenis Ducati, prosentase kelengkapan surat menyuratnya sudah mencapai 100%. Jadi tidak perlu lagi ragu untuk bergabung menjadi Ducatista sejati! 

 

02
Agt

Honda Memang Lebih Unggul … Trimakasih Honda !

21839-w500.jpg

Keunggulan Produk Astra Honda Motor

Pada bulan Maret 2007, penjualan motor produk YMKI mencapai 159.035 unit, sedangkan AHM hanya mampu menjual 151.008 unit. Untuk pertama kalinya di dalam sejarah penjualan motor Yamaha berada di atas Honda. Penggemar motor di tanah air pun menjadi gempar. Berbagai teori pun bermunculan mulai dari peningkatan pengetahuan masyarakat akan perkembangan teknologi motor, efek kepindahan Valentino Rossi ke Yamaha hingga caci maki terhadap konsumen produk AHM, yang menganggap mereka gila merk . Tetapi kejutan mulai reda ketika penjualan Honda kembali menyusul Yamaha di bulan berikutnya. Dengan dalih mengalami permasalahan lini produksi seakan YMKI berusaha menepis bahwa keadaan kembali seperti sedia kala. Mulanya konsumen percaya namun semakin hari seolah membuat peristiwa yang terjadi pada bulan Maret lalu hanyalah sensasi sesaat.  Bahkan laporan terakhir ketika IIMS sedang berlangsung  menyebutkan bahwa selama kuartal pertama 2007 AHM berhsil menjual motor sebanyak 923.329 unit dan di saat yang sama YMKI hanya mampu menjual sebanyak 886.351 unit. Seperti jarak antara Valentino rossi dan Casey Stoner yang semakin lama semakin jauh. Mungkin memang benar bila kita mengatakan bahwa Honda memang lebih unggul :mrgreen: 

Dalam bisnis yang penting untung

Semuanya pasti setuju bila mengatakan motor buatan MV Agusta merupakan sebuah mahakarya. Entah seri Brutale, F4, Senna ataupun Veltro semuanya menawarkan keindahan desain, performa mesin dan keawetan produk. Keindahan rancangan motor MV Agusta jauh lebih artistik bila dibandingkan Eccose, Perfoma MV Agusta berada jauh dibandingkan Ducati dan ketahanan motor MV Agusta pun berada jauh di atas Honda. Tetapi apa yang terjadi di lapangan jauh berbada dengan di pabrik. Jika saja tidak di hidupkan kembali oleh Cagiva lalu kemudian dijual ke Proton mungkin seperti juga dengan pendirinya Domenico Agusta, bahwa nama MV Agusta akan mati dan menjadi tinggal kenangan.

Tidak demikian dengan Astra Honda Motor dengan produknya yang akhir akhir ini dianggap telah melakukan pembodohan kepada konsumen. Karena AHM menjual produk barunya dengan hanya melakukan gonta ganti casing tanpa merubah jeroan atau menambahkan teknologi baru. Namun apa yang telah dilakukan AHM selama ini ternya ta cukup efektif dan sukses. Terbukti meski memiliki teknologi yang lebih inferior dibanding pesaingnya produk AHM menjadi pilihan utama di kalangan masyarakat.

Karena di dalam dunia bisnis keadaanya seperti di medan perang. Untuk mencapai kemenangan dibutuhkan berbagai faktor yang saling menunjang. Jika di dalam pertempuran dikenal dengan koordinasi “trimatra” yaitu darat laut dan udara maka di dalam industri roda dua dikenal dengan dukungan 3S yaitu Sales,Service dan Sparepart.

Sales 

AHM sangat gencar dalam membuat iklan didalam produknya, baik melalui iklan, jargon dan melalui komunikasi antar konsumen konsumenya sendiri. Produk yang ditawarkan pun sederhana namun memiliki penampilan yang “Wah” sehingga membuat konsumen tertarik. Buat konsumen yang berniat melakukan leasing atau kredit AHM pun melayani dengan baik tanpa menggunakan prosedur yang njlimet sehingga tidak membuat konsumen menjadi ragu. Rancangan AHM pun berpenampilan paling wah sehingga membuat konsumen jatuha hati pada pandangan pertama.

Service

Gerai service motor Honda berada dimana mana sama seperti warteg, di setiap tempat gerai service honda dapat terjangkau. Yang paling mencolok adalah warna abu abu dan merah pada gerai service Honda sebagai ciri khas sehingga memudahkan konsumen untuk membedakan mana gerai resmi AHM mana yang bukan.

Sparepart

Mesin motor buatan AHM sangat identik antra satu sama lain sehingga memudahakan dalam mendistribusikan spare part. Bahkan kesamaan sparepart yang dilakukan AHM ini juga diikuti oleh produsen mobil seperti Toyota dan Audi Volkswagen.  Disamping itu persamaan tersebut memudahakan AHM dalam melakukan pelatihan terhadap mekanik mekaniknya.

 Perilaku Konsumen Indonesia

Mayoritas konsumen di indonesia umumnya berada di level menengah kebawah dan tingkat pendidikan mereka pun hanya berada pada level standar. Sehingga mereka justru menjadi ragu akan adanya inovasi baru, entah karena kuatir mudah rusak, (hal yang sama terjadi juga di dunia mobil, ketika transmisi otomatik pertama kali diperkenalakan pada awal tahun 80an dibutuhkan dua dekade untuk meyakinkan masyarakat bahwa transmisi otomatik tidak rewel dibanding transmisi manual) entah karena mendengar “kata orang” dan yang paling penting rata rata mereka enggan mencoba hal baru. Sehingga terjadilah kontinuitas regenerasi konsumen. Sehingga jangan heran jika produk AHM yang sederhana tersebut selalu berada di posisi paling depan di hati konsumen …  

Trimakasih Honda  :mrgreen:

01
Agt

Teknologi “Canggih”, Perlu Nggak Ya ?

zz.jpg

Tiap kali membaca posting di blog tentang motor pasti ujung ujungnya membahas tentang penerapan teknologi “canggih” pada motor harian. Tetapi kalau dipikir lebih dalam apakah memang perlu sebuah motor yang hanya akan digunakan sebagai sarana trasportasi titik memiliki teknologi “canggih” ? Bukankah justru merupakan hal yang mubazir bila teknologi canggih tersebut tidak memberikan keunggulan yang signifikan dibanding teknologi konvensional ?

  • Fungsi senapan : Menembakan peluru dengan tepat ke sasaran yang dituju
  • Fungsi motor oprasional : Mengantarkan penggunanya ke tempat tujuan dengan aman dan nyaman

Masih ingat tentang senapan canggih buatan amerika bernama G11 ? sebuah senapan yang dirancang memiliki akurasi luarbiasa akurat karena menggunakan sistem elektro magnetik sehingga untuk menembakan pelurunya tidak membutuhkan mesiu. Walhasil saat menembak sasaran senapan G11 tidak menghasilkan recoil sama sekali. Bertolak belakang dengan senapan Avtomat Kalashnikov 47 atau lebih dikenal dengan AK-47. Senapan serbu paling primitif , pertama kali dibuat tahun 1947. Menggunakan baja stamping dan mekanisme sederhana AK-47 hanya akurat bila ditembakan pada jarak kurang dari 400 meter. Laras yang pendek membuat suara yang keras dan menghasilkan recoil yang besar. Tetapi apakah AK 47 kalah bila dibandingkan dengan G11 ? Tidak! Karena kini proyek G11 justru gagal di tengah jalan, sedangkan meski sudah berumur 60 tahun lebih AK-47 masih di produksi hingga saat ini. Karena fungsi dasar senapan adalah : Menembakan peluru dengan tepat ke sasaran yang dituju plus memiliki ketahanan dan kemudahan oprasional baik onderdil, amunisi dan harga yang murah. Jadi bila dihitung hitung kesederhanaan pada AK-47 menjadi nilai tambah dibanding G11 yang canggih tetapi mahal.  

Kategori “Canggih” untuk konsumen indonesia

Sebelumnya ada baiknya memahami status “Canggih” bagi masyarakat Indonesia. Sebuah motor akan dianggap memiliki teknologi canggih bila menerapkan teknologi yang tidak terdapat pada motor ”biasa” keluaran tahun 80-90an, seperti radiator, injection, sasis deltabox, Side stand switch, Turn sign auto off, transmisi automatis dan yang paling segar adalah penerapan speedo digital. Bila sebuah produk memiliki 2 atau tiga dari fitur tersebut maka motor tersebut akan dikategorikan “canggih” bagi konsumen di tanah air. Padahal teknologi tersebut sudah ada sejaka belasan tahun yang lalu, tetapi karena terlanjur menjadi nilai plus sebuah produk maka kita dapat menjadikan teknologi tersebut sebagai barometer motor “canggih” melawan motor berteknologi biasa.

Motor “Canggih” vs Motor “Biasa” dalam penggunaan harian 

Bila kita membandingkan sebuah produk dengan produk lainya mungkin akan menjadi begitu subjektif maka komparasi kali ini kita akan melakukan komparasi teknologi “Canggih” tersebut melawan teknologi “Biasa” dalam penggunaan harian.

1. Radiator (Yamaha Jupiter MX, V-Ixion, Honda Vario) 

Penggunaan radiator memang sangat berguna buat motor berperforma tinggi ataupun bermesin besar, namun bila motor bermesin dibawah 150cc tetapi menggunakan radiator mungkin akan menjadi janggal. Karena dengan kapasitas mesin yang “hanya” segitu sampai perlu menggunakan radiato segala, bukankah buat mesin dengan kapasitas tersebut mengunakan  pendingin udara sudah cukup ?

(+) Mendinginkan mesin lebih baik dibandingkan hanya menggunakan udara

(+) Dengan adanya radiator membuat mesin motor terlihat lebih besar

(-) Bila Radiator bermasalah mesin akan lebih mudah overheating

(-) Harga Motor menjadi lebih mahal

(-) Menambah bobot motor 

2.Injection (Yamaha V-ixion, Honda CBR 125 Eropa)

Teknologi yang satu ini memang menjadi perdebatan hangat dikalangan bikers, namun dikalangan penggemar moge, sepakat bahwa mesin berkarburator lebih sip karena bila terjadi masalah saat touring ke luar kota mesin injeksi lebih sulit diperbaiki dibanding mesin berkarburator.

(+) Mesin lebih hemat

(+) Polusi udara yang dihasilkan bisa diminimalisir

(-) Bila terjadi kerusakan lebih rumit untuk memperbaikinya

(-) Bila dibandingka kerburator biaya produksinya lebih mahal

(-) Sulit merubah seting

3.Sasis Deltabox (Yamaha V-ixion, Suzuki FXR, Honda CBR 150, Kawasaki Ninja)

Entah apa yang membuat sasis deltabox dikategorikan canggih, soalnya sampai lebaran monyet :mrgreen: pun tidak semua motor menjadi lebih baik bila menggunakanya, bayangkan bila skutik menggunakan deltabox, patsi aneh kan?

(+) memiliki struktur yang lebih kuat dibanding sasis diamond

(+) lebih ringan sehingga dapat menekan bobot motor yang berujung pada penghematan bbm

(-) tidak semua motor cocok menggunakan sasis deltabox

(-) biaya pembuatanya lebih mahal

4.Side Stand Switch (Honda Vario)

Mungkin kita sepakat bahwa tidak ada sisi negatif pada teknologi yang satu ini, karena disamping dapat mencegah motor berjalan sendiri atau tanpa sengaja perseneling masuk dan pedal gas dibuka teknologi ini memastikan bahwa ketika berjalan standar samping motor dalam kondisi terlipat.

(+) meningkatkan keamanan

5.Turn Sign Auto Off  (Bajaj Pulsar 180 DTSi)

Niatnya meniru teknologi mobil tetapi menurut pemilik motor dengan teknologi ini justru bikin repot karena sering mati sendiri, apakah ini merupakan tanda bahwa sistem turn sign auto off merupakan teknologi yang gagal ?

(+) memastikan lampu sign mati sesaat setelah lampu tidak diperlukan 

(-) sering kali bikin repot pengendaranya

6. Speedo meter Digital (Bajaj Pulsar 180 DTSi, Multistrada)

Keren dan kesanya canggih, namun sebenarnya teknologi seperti ini juga memiliki kelemahan disana sini, terutama buat kita yang tinggal di negara tropis. Tergantung darimana melihatnya. Dahulu mobil mobil masal produksi jepang sempat menggunakanya namun kemudian ditinggalkan, kalaupun kini ada mobil yang menggunakanya adalah Mercedes type W222 (S-Class) tetapi bukan merupakan speedo digital melainkan layar LCD komputer berkapasitas 20 gb yang juga berfungsi seperti I-Drive pada mobil BMW.

(+) Lebih akurat

(+) Dengan menggunakan satu layar dapat menunjukan berbagai macam informasi sehingga menghemat tempat

(+) Ongkos produksi murah

(-) Sulit dibaca dikala terik matahari

(-) Didalam cuaca extrim rentan rusak

(-) Sulit di perbaiki 

Transmisi Otomatis (Kymco Jetmatic, Honda Vario, Yamaha Mio, Nuovo, Vespa Corsa)

Diperkenalakn kepada masyarakat indonesia mejelang sea games 1997 satu dekade yang lalu melalui produk Kymco. Kini motor bertransmisi laris bak kacang goreng. Disamping menawarkan kemudahan dan kenyamanan kini masyarakat sudah percaya akan ketahanan produk yang menggunakan transmisi otomatis ini. 

(+) Mudah pengoprasianya terutama dibanding motor yang menggunakan kopling

(+) Nyaman digunakan terutama didalam kondisi macet

(+) Biaya produksi murah

(-) Kurang performa, menyulitkan saat ingin bermanufer atau mendahului kendaraan di depanya

Kesimpulanya :

Mungkin sekarang tegantung konsumen itu sendiri, apakah dengan teknologi “Canggih” yang ditawarkan sesuai dengan kegunaanya, atau malah sebenarnya teknologi tersebut merupakan hal mubazir yang kegunaanya justru tidak sebanding dengan harganya? Asal jangan justru semakin “canggih” teknologi pada motor justru menjadi nilai minus dimata konsumen?




Jarak Tempuh

  • 1,643,552 Km

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community