
Street Fighter, konsep apakah itu ?
Motor favorit di kalangan bikers di indonesia adalah motor bernuansa sport-cruiser. Tetapi sebenarnya julukan motor sport-cruiser tak lain berasal dari istilah “Street Fighter” yang artinya “Petarung Jalanan”. Disebut demikian karena motor berkonsep street fighter merupakan adaptasi dari motor superbike namun mengalami beberapa penyesuaian agar mampu bermanufer di jalanan umum namun tidak kehilangan performa sebagaimana motor superbike. Berbagai jenis motor rakitan lokal yang menggunakan konsep street fighter sebagai acuan kini menjadi motor favorit dikalangan bikers antara lain Bajaj Pulsar, Honda Tiger Revo,Kawasaki Ninja 150 dan yang paling segar yaitu Yamaha Vixion.
Penyesuaian yang dilakukan terbilang cukup sederhana. Pertama adalah melepaskan fairing depan sehingga dapat memamerkan mesin motor yang berukuran besar dan terlihat kekar tersebut. Langkah kedua yaitu menyesuaikan riding position agar pengendara tidak terlalu cepat lelah ketika motor harus bermanufer di kepadatan lalulintas. Langkah yang terakhir adalah dengan menyesuaikan mesin agar lebih memiliki torsi dan semburan tenaga pada rpm lebih rendah, karena pada motor superbike tenaga maksimum baru di peroleh ketika jarum tackometer mencapai pada angka 10-13 sedangkan untuk motor street fighter tenaga maksimum dapat di raih pada putaran mesin menengah yaitu pada kisaran 7.000 hingga 9.000 rpm.
The Real King of Street Fighter
Tidak banyak motor street fighter beredar di indonesia, kalaupun ada dalam jumlah yang signifikan pun hanyalah berasal dari dua merk asal Italy yaitu Cagiva dan Ducati. Walau demikian populasi motor tersebut setelah digabungkan tidak lebih dari 150 unit.
Cagiva Raptor 650 / 1000
Dirancang oleh Miguel Angel Galuzzi yang juga merupakan perancang Ducati Monster menjadikan motor buatan Cagiva ini begitu mirip dengan Ducati Monster. Kalaupun ada perbedaan yang kasat mata adalah pada bentuk tangki bensin yang memiliki bentuk mengotak. Selebihnya semuanya persis dengan Monster.
Perubahan radikal baru terjadi ketika Cagiva mengeluarkan varian V-Raptor. Baik sasis dan mesin sebenarnya tidak berubah. Namun fairing mini berbentuk trapesium menjadi ciri khas Cagiva V-Raptor. Sebagai catatan penting yaitu seluruh varian Cagiva Raptor dan V-Raptor menggunakan mesin suzuki SV 650 dan TL 1000. Hal ini dilakukan oleh cagiva untuk menghemat biaya produksi dan meningkatkan reabilitas motor.
Varian Street Fighter Cagiva : Raptor 650,1000 V-Raptor 650,1000 Xtra-Raptor 1000 Carbon dan X3 Raptor 1000
Ducati Monster Family
Juga dirancang oleh Miguel Angel Galluzi, Monster pertama kali di perkenalkan kepada publik pada tahun 1993. Mulai dikenal oleh publik setelah menjadi kedaraan harian Dennis Rodman dalam film Simon Sez pada tahun 1996. Awalnya Ducati Monster merupakan Varian Street Fighter dari Ducati Pantah namun kemudian Monster menggunakan varian superbike 916 sebagai basis produksi. Kini seluruh varian Monster menggunakan mesin superbike sebagai sumber tenaganya. Jadi jangan heran jika melihat Monster yang berkonsep street fighter dapat dengan mudah mengasapi Honda CBR 1000RR atau Yamaha R1
Kebalikan dari Astra Honda Motor yang hobi menggonta ganti baju produknya, Ducati justru hobi menggonta ganti mesinya. Bahkan bagi seorang ducatisti pun sulit membedakan varian mesin yang satu dengan yang lain. Untuk urusan penampilan luar hanya ada dua varian dasar yang dapat dibedakan, pertama adalah varian berkode M yaitu dengan swing arm normal dan yang ke dua adalah Monster dengan berkode SR yang menggunakan swing arm tunggal.
Varian Ducati Monster : M400, M600 Dark/ie, M620 Dark/ie/Sie, M 695, S4 1000,S2R 800,S2R 1000, S4R 1000, S4Rs 1000, S4Rs 1000 Tetastretta
Pilih Mana ? Raptor atau Monster
Sebenarnya keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing masing. Tetapi untuk “pemain” di segmen ini mungkin perbedaan harga (baru) 50-100 juta rupiah bukan menjadi masalah. Konsumsi bbm yang lumayan “hemat” karena berada pada kisaran 1L untuk 10/18 km pun bisa menjadi topik yang bicarakan. Yang menentukan adalah selera dan emosional bikers itu sendiri.
Pilih Raptor jika …
-
Menyukai model motor yang agak sedikit nyeleneh dan Futuristis
-
Tidak mau repot, karena reabilitas mesin Suzuki SV 650 atau TL 1000 sudah terbukti pancen oye.
-
Gemar mengendarai harian, karena radius puntir Raptor lebih besar dibanding Monster
-
Penggila modfikasi, harga Baru Raptor terpaut 95 juta dengan Monster, selisih uang tersebut bisa dugunakan untuk biaya modifikasi.
Beli Monster Jika …
-
Menyenangi motor berdesain neo classic
-
Kemakan gengsi, karena brand Ducati sedikit berada diatas Cagiva
-
Speed Freaks, mesin superbike pada Monster meski rewel tetapi jauh lebih perkasa dibanding mesin Raptor.
-
Senang dengan aksesoris,karena komunitasnya lebih luas jadi pernak pernik orisinal mudah di dapat.
Catatan Menarik :
-
Harga Cagiva Raptor termurah adalah keluaran tahun 2002 di bandrol mulai dari Rp 85.000.000 (Raptor 650)
-
Harga Ducati Monster termurah adalah keluaran tahun 2000 di hargai mulai dari Rp 80.000.000 (M 600 Dark)
KOMENTAR