Arsip untuk Juli, 2007

30
Jul

SURVEY !!! Artikel Favorit Bloggers

Setelah lebih dari 3 bulan, terhitung sejak bulan April 2007, blog Indobikers telah memposting berbagai artikel dari berbagai kategori. Artikel yang diposting pun tidak saja berasal dari Indobikers, banyak juga artikel yang berasal dari pelanggan Indobikers, seperti bro Wyren, dan bro Girifumi. Setelah melihat statistik, dari berbagai macam artikel yang telah diposting - beberapa artikel mendapat respon yang luar biasa dari para bloggers, baik dari jumlah pembaca maupun blogger yang memposting komentar.

Berikut merupakan kategori artikel yang memiliki jumlah pembaca terbanyak

  1. Motor Baru

  2. Informasi dan Tips

  3. Japanese Motorcycle Gallery

Topik mengenai motor produk lokal merupakan yang paling favorit

Ada sebuah fakta yang cukup menggembirakan buat para penggemar motor di indonesia, terutama bagi para bikers yang peduli akan perkembangan teknologi roda dua di tanah air. Karena topik mengenai perkembangan dan juga kontroversi mengenai speda motor produksi ATPM lokal merupakan topik yang mendapat respon paling banyak di banding topik lainya. Artinya sedikit banyak sudah mulai membuktikan bahwa melalui blogg pun informasi seputar industri roda dua di tanah air dapat tersebar di masyarakat.

Harapan INDOBIKERS

Minimal dengan situasi yang demikian dapat membuka kuping buat para produsen roda dua ditanah air agar mendengarkan keinginan bikers di tanah air akan aplikasi teknologi canggih nan murah pada produk produk buatanya. sedangakan buat para pengunjung INDOBIKERS diminta saranya melalui angket berikut ini :

ANGKET - SURVEY INDOBIKERS 

  • Caranya sangat mudah, tinggal tulis pilihan A, B,C atau D pada kolom komentar seperti biasa kemudian tulis saran anda menegenai perubahan yang perlu dilakukan oleh INDOBIKERS mengenai postingan artikel berikutnya.

  • Setelah mendapat 100 jawaban dari para bloggers maka angket akan ditutup dan jumlah saran terbanyak akan dijadikan acuan mengenai postingan INDOBIKERS berikutnya.

Pilih A, B, C atau D untuk Artikel yang akan diposting INDOBIKERS pada bulan September mendatang

A. INDOBIKERS lebih menitik beratkan dalam memposting artikel mengenai perkembangan seputar teknologi motor/ motor baru dan permasalahanya yang akan dipasarkan di Indonesia.

B. INDOBIKERS  lebih menitik beratkan dalam memposting artikel mengenai modifikasi motor yang ada di tanah air maupun luar negri.

C. INDOBIKERS lebih menitik beratkan dalam memposting artikel mengenai kontroversi seputar permasalahan dalam dunia speda motor tanah air, baik dalam hal politik dagang dan strategi pemasaranya

D. Jangan dirubah! tetap seperti saat ini saja, yaitu mengkombinasikan berbagai macam artikel.

Silahkan isi angket, mudah mudahan bisa membantu kami dalam  mengembangkan blog INDOBIKERS ini, oh iya terimakasih buanyaak buat jawaban pada angketnya yah !!!

 

 

30
Jul

PULSAR … FENOMENA RODA 2

pulsi.jpg

Bajaj Pulsar, itulah namanya sebuah produk spedamotor roda dua buatan India. Hadir ke tanah air secara resmi pada kuartal ke tiga tahun 2006 Bajaj Pulsar langsung menjadi ikon tersendiri bahkan bisa dibilang Pulsar langsung menjadi momok tersendiri terutama bagi produsen motor yang sudah lebih mapan seperti Honda dan Yamaha.

Kenapa Pakai nama Bajaj ?

Terus terang bagi orang orang yang menggeluti dunia marketing, pastinya mereka paham betul mengenai hubungan faktor image dengan kesuksesan penjualan sebuah produk. Anehnya Bajaj Auto Indonesia justru tetap menggunakan nama “Bajaj” sebagai nama produknya yang justru di Indonesia nama “Bajaj” terlalu identik dengan kendaraan umum beroda tiga. Sehingga mau tidak mau Bajaj Pulsar harus bergelut dengan merubah image Bajaj roda tiga menjadi Bajaj roda dua. Tetapi tidak seperti halnya yang dilakukan produsen mobil Toyota, daripada harus bersusah payah dalam merubah brand image Toyota sebagai produsen mobil masal menjadi produsen mobil mewah, mereka melalui Toyota Amerika menggunakan nama Lexus untuk produk high-end dan membiarkan nama Toyota sebagai produsen mobil massal. Coba bayangkan jika Bajaj menggunakan nama lain, mungkin penjualan Pulsar (meski sekarang sudah dianggap fenomenal) akan menjadi dua atau tiga kali lipat dibanding sekarang. wuih….

Belum puas Bajaj coba gandeng Ducati dan Triumph

Sadar akan berbagai keterbatasan teknologi dan kurang kuatnya image, kini Bajaj mencoba menggandeng Ducati dan Triumph. Teknologi tinggi dan image kuat yang dimiliki Ducati memang amat dibutuhkan Bajaj, terutama apabila Bajaj ingin membuat motor sports murni ataupun bila Bajaj ingin terjun di dunia balap. Untuk Triumph, yang memang kondang sebagai produsen motor touring dan motor klasik setidaknya dapat dijadikan Bajaj sebagai percontohan dalam membuat motor klasik.

29
Jul

Honda Vario Bermasalah ?

pario.jpg 

Mungkin ini berita agak ketinggalan, namun inilah faktanya. Buat pemilik Honda Vario buatan September 2006 hingga Maret 2007 disarankan segera memeriksakan motornya ke bengkel resmi Astra Honda Motor.

Kerusakan Tidak Jelas

Ada beberapa pihak bengkel yang mengatakan, Kerusakan terjadi pada bagian rem belakang Honda Vario, tetapi sumber lainya justru memberitakan bahwa Honda Vario memiliki permasalahan pada girbox sehingga menyebabkan terkuncinya mesin ketika motor sedang melaju pada kecepatan tinggi akibat yang ditimbulkan motor akan kehilangan kesetabilan dan dapat mengakibatkan kecelakaan fatal.

Menurut salah satu sales Astra Honda Motor di daerah pasar minggu, salah satu permasalahan yang dialami AHM saat ini adalah kurangnya stok Honda Vario pasca PRJ, sehingga mau tidak mau mereka harus meningkatkan volume produksi dalam mengantisipasi pesatnya penjualan Yamaha Mio. Pria berkacamata ini juga menyebutkan bahwa secara jujur bahwa kualitas mesin dan sasis Vario agak sedikit lebih Inferior dibanding Yamaha Mio. Meskipun demikian ia tetap mengklaim bahwa dengan ukuran fario yang sedikit lebih besar dari Mio, Vario lebih nyaman digunakan ibu2 ataupun pembantu rumah tangga untuk melakukan belanja dan antar jemput anak ke sekolah

Tanggung Jawab AHM 

Sebagai bentuk tanggung jawab Astra Honda Motor dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan berkendara, AHM Akan melaksanakan kampanye pemeriksaan dan penggantian Anchor Pin/Nut (jika perlu) secara coma-cuma, khususnya untuk :

Honda Vario tipe Spoke Wheel : nomor rangka MH1JF11186K000044 s/d MH1JF11127K066543 nomor mesin 4061JF11E 1000051 s/d JF11E1064761, 

 Honda Vario tipe Cast Wheel : nomor rangka MH1JF12186 K000043 s/d MH1JF12127K082501 / nomor mesin 4066JF1000052 s/d JF12E1082441).

26
Jul

Harga Motor Baru : Bajaj-Cagiva-Ducati-Honda

Daftar Harga Motor Baru

bajaj-honda.jpg

Keterangan :

* Melalui Importir umum

Harga dapat berubah rubah sesuai kondisi - Aktual sampai tanggal 1 Juli 2007

26
Jul

Biker Harley Davidson (dadakan) di Semarang

harley-883-sportster.jpg

by - Wyren

Harley Davidson, motor yang selalu dimpor bulat-bulat dari negeri pama Sam ini selalu saja memiliki penggemar dan pem”benci”nya. Suaranya yang menggelegar sudah menjadi trade-mark. Bahkan penggemar Harley pun bisa membedakan suara HD dari Suara moge cruiser yang lain semacam Yamaha Road-star warrior atau Kawasaki Vulcan dengan mata tertutup. Bahkan jika menonton acara Nathional Geoghrapic tentang manufacturing Harley Davidson, Harley disebut sebagai salah satu jiwa Amerika. Hummmm… Kayaknya cukup basa-basinya.. Langsung ke main topic.

kondisi jalan di kota semarang tidak semrawut kota Jakarta, macetpun masih merambat pelan. Karena saya tidak suka ngambil cara Harley yang menggeber motor untuk ngambil jalan, mending sabar di barisan mobil. Kasihan bebekers yang keganggu sama deru HD kalo ngambil di kiri jalan. Bahkan saya kalau jalan hanya sekitar 2000an rpm gigi 3 atau 4..

Dari soal tampang dulu deh …

Karena motornya sudah dimodif “aneh”… Kenapa gw nyebut aneh? Soalnya tidak ada kesesuaian dalam perubahan modif ini. Tidak ada arah yang jelas. Bahkan berkesan bolt-on (karena beli). Stangnya kalo di katalog aksesoris HD drag style, tangki tear drop shape biasa, jok single seater berkesan cafe racer, and buntut style HD sportster lawas. Karena penasaran akhirnya gw tanya ke bokap.

Gw: Pah… ni HD sebetulnya stylenya apa sih?
Bokap: FUTURISTIK!
Gw : Waduhhhhh…

Kesan dan pesan …

Feeling pertama saat naik ke sadel (kuda besi) Harley adalah feeling gak nyaman. Karena kebiasaan saya selama 3 tahun adalah kaki mendekap tangki motor, motor Tiger tepatnya. Karena kaki merasa melayang, tetapi berbeda dengan naik bebek biasa yang kakinya juga melayang. Mungkin karena belum biasa juga sih. Tapi who cares? Toh gak akan sering saya pakai…

Setelah memutar bundaran dikomplek perumahan 1x, jalan raya pun akhirnya dijabanin juga. Setelah jalan beberapa kilometer menuju ke bengkel, saya mikir “ni motor gampang banget dikendarai !” Beneran! Gak perlu waktu dan tenaga untuk dapat meng-exploitasi kemampuan motor. Tidak seperti Tiger yang notabene semi sport touring sehingga power terletak pada rpm 5000-7000 rpm, sejak rpm 1500 pun Harley sudah dapat menyentak dengan torsinya. Tapi jika rpm mulai menyentuh 5000an rpm, power akan terasa kosong. Ya sesuai dengan karakternya yang “long stroke”. Walaupun kapasitas mesinnya 1200cc tapi top-speed hanya sekitar 176kpj (motoriders) 160 kpj-an (bokap yang nyoba pas touring). This is not a race bike, this is daily use bike! Tapi apa dikata, kebanyakan rider Harley malah memakainya hanya saat-saat tertentu.

Cerita lain,pagi-pagi waktu “manasin” motor di jalan yang relatif kosong, gw coba tarik, Gigi 2 mampu 100 kpj. Lumayan lah (jangan ditiru…. Orang geblek…)

Pada saat lampu merah ada bapak-bapak naik bebek ngajak omong:

Bapak2: Ni motor kenceng ya
Gw: Hehehehe.. Biasa aja pak
Bapak2: Ni motor besar banget ya.. Pasti berat banget..
Gw: Gak kok pak, biasa aja…
Bapak2: Bensinya boros gak?
Gw: 1:15 sampek 1:20 bisa lah pak (Padahal gw belum pernah nyoba sih… Asal Bunyi doang :-D )
Bapak2: Oh, lumayan irit ya…

Lampu hijau menyala… Ddn sang bapak berlalu… yah, at least bisa bikin kesan positif :-D

Hal-hal remeh tentang Harley Davidson:

-Rem belakang lebih pakem daripada rem depan. Jadi gak bisa mengendarai dengan style pembalap aspal yang total mengerem dengan rem depan. Ditambah dengan Torsi terlalu besar, engine brake mendadak jadi tidak nyaman. Ditakutkan ban belakang bisa “spin” dan menghilangkan traksi ban belakang secara total.

-Masalah berat Harley Davidson sebetulnya tidak perlu terlalu diperhatikan, toh sudah dipikir oleh insinyur Harley dengan membuat HD seceper mungkin sehingga membuat handling jadi gampang dan tidak terasa berat jika ke ke-DUA kaki menopang bobot motor.

-Ban depan berkesan tidak memberi traksi yang bagus saat menikung.. Kayaknya lebih cocok dengan amerika yang lebih banyak jalan lurus dan tidak banyak tikungan.

-Suspensinya cukup “aneh” setelah di setel oleh bokap. Terasa sekali yang depan sangat empuk yang belakang mati. Akhirnya saya setel sendiri, tapi tetap yang belakang masih terlalu keras. Bahkan suspensi Tiger pun masih jauh lebih nyaman.. :(

-Pernah saya pakai ke kampus sekali, parkir dibarisan mobil. Walaupun agak was-was juga sih, soalnya gak ada kunci stang…

-Panas mesinnya terasa sekali di kaki, tapi tidak terasa mempengaruhi performanya tuh… bahkan mekanik rujukan HD pun mengatakan HD  lawas makin panas mesinnya, makin bagus performanya. Yah, saya cuma membaca sih, jadi percaya2 saja… :-p

-Getaran mesin bikin tangan kesemutan. Banget! … Parah! Masak baru 5 menit udah kerasa kesemutan?? (bukan pegel lo…)

-Perpindahan gear sangat kasar, tapi saya maklumi karena sudah menjadi trade-mark dan ini salah satu yang dicari HD-mania di luar negeri sono…

Apalagi pacar sudah mengancam kalau saya naik HD di depannya :-D .. Katanya “suaranya merusak kuping!!!”.. Padahal itu dalam keadaan stasioner dan knalpot standar HD.. Apalagi kalau sudah pakai knalpot costum atau aftermarket..

24
Jul

Ini Baru Namanya Revo !!!

new-monster-00.jpg

Untuk penggemar moge, ini bukan isu belaka melainkan sebuah fakta. Untuk penggemar Honda Tiger nama revo bukan pula merupakan sebuah sindiran karena memang nggak ada hubunganya dengan honda tiger kok!

Mengingat usia dinasti Ducati Monster yang kini telah berusia lebih dari 14 tahun sejak pertama kali diperkenalkan kepada publik pada tahun 1993 sebenarnya Ducati Monster telah beberapa kali mengalami facelift minor meski untuk urusan mesin Ducati Monster justru lebih sering mengalami perubahan. Artinya kebalikan dari Astra Honda Motor yang lebih menitik beratkan pada sektor penampilan, pabrikan yang berasal dari kota Bologna ini justru terkenal karena seringya menggonta ganti mesin pada produknya.

Perubahan penampilan yang dilakukan

Pada varian Monster Revo ini terlihat cukup banyak perubahan yang dilakukan pada sektor penampilan. Pertama adalah Headlamp, setelah bertahan selama 14 tahun akhirnya Ducati mengganti lampu bulat menjadi lampu berbentuk diamond cut. Sebagian menilai lampu depan Monster tersebut mengambil contoh dari MV Agusta Brutale dan Yamaha FZ1.

Perpindahan lokasi knalpot dari sisi kanan (varian SR) menjadi dibawah jok seperti terinspirasi oleh varian Superbike, seperti yang dilakukan pada dinasti 916 yang melegenda, 999 yang kurang sukses dipasaran hingga dinasti 1098 yang taklain merupakan varian terbaru.

 Yang dipertahankan

Kecuali varian berkapasitas dibawah 700cc, seluruh Monster menganut single side swing arm. Begitu juga varian Monster Revo yang terbaru ini. Sasis twin tube trellis ciri khas Ducati pun tidak disentuh, Namun nampaknya suspensi depan kini menggunakan merk Marzocchi, bukan menggunakan merk Ohlins.  

 Kontroversi Monster Revo

Perubahan pada sektor headlamp dan penempatan knalpot persis dibawah jok nampaknya masih menuai banyak kontroversi, terutama dikalangan penggemar fanatik Ducati. Karena meski merupakan dari keluarga i.e (gambar) namun rancangan terbaru Ducati ini terlalu berbau jepang dan sangat modern sehingga meninggalkan kesan classic yang selama ini menjadi ciri khas Ducati. Agakanya hal ini harus segera ditanggapi secara seksama bila kegagalan pemasaran varian superbike 999 tidak terulang lagi di masa mendatang.

Perbedaan Minor pada keluarga Monster

Buat kalangan yang awam terhadap keluarga Monster, berikut merupakan tabel yang dapat membedakan jenis Monster yang satu dengan jenis yang lainya . Karena masing masing tipe Monster memiliki fitur tersendiri dan fitur tersebut berfungsi juga sebagai ciri khas dan tanda  kapan Monster tersebut dibuat.

keluarga-besar.jpg

22
Jul

Harga segini mending beli mobil !

bleno.jpg

Buat para blogger pasti sering membaca komen seperti judul posting kali ini. Biasanya komentar tersebut keluar ketika kita membicarakan motor berharga diatas 40 juta rupiah, tul? Sebenarnya ini memang kenyataan yang harus dihadapi oleh seluruh produsen kendaraan roda dua di negri tercinta ini. Permasalahannya adalah, bagaimana bisa produsen motor menerapkan berbagai macam piranti canggih pada motor buatanya jika harga motor buatanya naik “sedikit” saja konsumen langsung berteriak.

Yamaha V-Ixion

Launching Yamaha V-ixion yang baru baru ini baru dilakukan, sedikit banyak juga mendapat komentar miring berkaitan dengan harga yang diberikan. Ketika bulan januari V-ixion diperkirakan akan dibandrol 17 juta on the road, kemudian naik sedikit, menjadi 18 juta, dan pada akhirnya menjadi 19,5 juta rupiah. Kejadian seperti ini membuat calon konsumen V-ixion berteriak, meskipun pada akhirnya mereka tetap membeli motor tersebut.

Biker Sejati

Solusinya adalah pada konsumen kendaraan roda dua di indonesia itu sendiri. Berbeda dengan di negara negara Australia, Eropa barat ataupun negara maju lainya. Di negara berkembang di indonesia, kebanyakan masyarakat memilih membeli kendaraan roda dua karena secara ekonomi mereka tidak mampu membeli kendaraan roda empat aka mobil. Sehingga begitu harga motor sudah melewati titik 40 juta, dimana dengan kisaran harga tersebut sudah dapat membeli mobil sedan sekelas Suzuki Baleno keluaran 98 maka tak jarang atau bahkan hampir semua konsumen yang telah memiliki uang melebihi 40 juta untuk dibelanjakan mereka pun spontan beralih ke kendaraan roda empat. Lain halnya di negara maju, ambil contoh Selandia Baru  dimana harga Yamaha R1 baru berada di kisaran 18.000 $ sedangkan harga Honda Jazz tahun 2006 berada di kisaran 13.000 $, tetapi kenapa masih saja banyak konsumen memilih membeli Yamaha R1 yang justru lebih mahal dari Honda Jazz? Karena mereka membeli motor bukan karena mereka tidak mampu membeli mobil melainkan mereka merupakan biker sejati. Apapun keadaanya mau udara dingin hingga 3 derajat ataupun udara panas hingga 40 derajat mereka tetap memilih sepeda motor buat keperluan oprasional harian.

Konsekuensi buat Bikers

Jangan harap ATPM akan membuat motor dengan standar Jepang atau Eropa. Sehingga satu satunya jalan bagi bikers jika ingin menikmati motor berstadar Jepang atau Eropa yang semestinya satu satunya jalan adalah mengimpor motor tersebut atau membeli Moge. Meskipun konsekuensinya adalah harga yang harus ditebus cukup mahal.    

21
Jul

Kenali Mereka !

avatar.jpg

Avatar Avatar Indobikers dan Kafemotor

20
Jul

BIKER TAI … Ada apa denganmu ?

Sudah beberapa hari ini blogg Indobikers telah menerima komentar dari Blogger bernama “BIKER TAI”. Entah apa maksudnya oleh blogger kita yang satu ini dengan memposting berbagai komentar yang bernada provokasi. Tetapi yang jelas mungkin ada beberapa hal yang membuat “BIKER TAI” melakukan hal yang demikian

  1. Kepingin punya motor tapi nggak dibeliin oleh orang tuanya
  2. Orang yang kesepian (tidak punya pacar atau teman) sehingga ingin mencari perhatian
  3. Sekedar membuat provokasi semata
  4. Pernah sakit hati dengan pengendara bikers

Jika poin yang ke empat, silahkan keluarkan unek2 tentang biker kepada kami Indobikers agar kita posting dan dijadikan bahan untuk interospeksi diri agar situasi menjadi lebih baik lagi.

Tips :

Buat para langganan blogg Indobikers yang sering posting komen sebaiknya membuat akun di wordpress jadi dapat memiliki avatar.  Seperti yang telah dilakukan oleh brothers Wyren, Hendra_Ku, purmana dan lainya karena telah memiliki avatar dan akun di wordpress maka buat orang yang berniat iseng dan ingin mengadu domba antara sesama bloggers hal ini menjadi sulit dilakukan karena mereka tidak akan bisa bersembunyi dibalik nick name orang lain untuk melakukan provokasi atau membuat komentar menggunakan nama orang lain.

19
Jul

Harley-Davidson Kenapa Harus Arogan ?

carli.jpg 

Tidak jarang kita membaca milis mengenai arogansi brotherhood bikers di Indonesia, salah satunya yang paling sering menjadi topik pembicaraan adalah mengenai arogansi dari kelompok motor tersebut adalah yang menggunakan motor Harley Davidson.

Ini merupakan sebuah salah satu kisah tentang Arogansi H-D di Indonesia

Kontroversi ini dimulai dari kekesalan Sarie Febriane akibat ulah para pengendara sepeda motor Harley-Davidson pada tanggal 5 Februari yang lalu. Pengalaman pribadi Sarie ini kemudian ditulis dan menyebar dari milis ke milis dengan cepat. Tulisan lengkap dari Sarie dapat dibaca misalnya pada blog milik Arie Reynaldi.

Ketika tiba di depan perumahan di dekat Polsek Cinere, terdengar bunyi sirine melengking dan deru suara motor yang sangat gaduh. Tak lama kemudian gerombolan  pengendara Harley Davidson, yang jumlahnya sekitar dua puluhan, tampak dari arah berlawanan (dari arah Sawangan ke arah Jkt).

Ketika itu saya sempat berpikir positif, Ah, kalau lagi macet begini mungkin mereka akan lebih sabar dan sopan, berderet rapi mengikuti arus yang memang sedang merambat pelan. Tapi rupanya tidak ! Saya memperlambat kendaraan karena khawatir tersenggol motor2 mahal mereka, yang mulai menyelip, memasuki ruang di sisi kanan mobil saya. Ketika mobil di depan saya sudah lebih maju, arus motor Harley dari arah berlawanan semakin banyak dan dengan arogannya mengambil kira2 sepertiga lajur di depan saya.

Para pengendara itu dengan tangannya menyuruh saya lebih minggir ke kiri, padahal sisi jalan sebelah kiri juga sudah mentok. Ketika itu mobil saya sudah hampir sampai bagian jalan yang bottle-neck. Sementara, di sisi kanan mobil saya sudah diisi dengan motor2 besar mereka. Jelas,saya enggak mau memaksakan diri lebih mepet ke kiri, wong saya bergerak di lajur yang semestinya !!

Karena saya enggak mau ngalah, para pengendara itu pun gondok dan meraung2kan gasnya. Saya lalu balas mengedip2kan lampu jauh mobil saya kpd motor2 di depan saya itu. Mereka gak terima. Salah seorang begundal HD lalu menggebrak kap mobil saya.

Pengendara itu kayaknya tambah panas, dan ngegebrak lagi. Jelas saya enggak terima. Dengan kepala melongok ke luar jendela, saya pun mendampratnya lagi dengan desibel suara makin tinggi (baca:teriak). Terpaksa deh, jadi tontonan para pengendara mobil lain. Tiba-tiba, mungkin karena marah didamprat perempuan (kecil pula), salah seorang pengendara lain yang bertubuh gempal banget melayangkan tangannya yang kekar ke arah saya yang masih melongokkan kepala ke luar jendela sambil mendamprat. Saya pikir dia belagak ngancam mau nempeleng, rupanya spion mobil saya digamparnya dengan kuat sampai terlipat ke arah dalam.

Saya benar2 panas, akhirnya saya maki dia dengan sumpah serapah kasar (yang pertama kali keluar dari mulut saya di tahun 2006 ini), tentu dengan teriakan. Pokoknya jengkel luar biasa. Tapi tiba2 sebagian otak saya teringat pada Arundhati, malaikat kecil saya..yang masih 20 bulan..Saya teringat juga cerita seorang bapak yang bonyok2 digamparin gerombolan HD hanya karena laju motornya terhalang mobil si bapak.

Saat melambatkan kendaraan untuk memasuki kompleks, satpam kompleks yang kebetulan nonton peristiwa itu, cuma bilang: Yah, sabar ajalah Mbak, maklum orang punya duit, ngerasa yang punya negara. Kita mau apa? ujarnya dengan wajah setenang telaga.

Tulisan Sarie kemudian ditanggapi oleh Zulfikar Alasyah, salah satu peserta konvoy Harley-Davidson yang kebetulan bertemu dengan kendaraan Sarie tersebut.

Tanggapan dari Zulfikar dapat dibaca misalnya pada Email yang diteruskan ke milis Orari DKI

Yang paling menarik menurut saya adalah sepenggal pernyataan dari Zulfikar di bawah ini:

Perlu dipahami bahwa sebelum bertemu dengan mobil si Ibu Sarie, rommbongan kami kira kira juga telah antri dalam kemacetan kira kira 15 menit lamanya. Hal ini membuat mesin motor H-D menjadi panas, dan tentunya dikhawatirkan mesin dapat terjadi Over heating. Belum lagi setiap engine H-D dilengkapi dengan engine cut off yang dalam kondisi panas tertentu akan mati guna menghindari Over-Heating, jadi solusi yang terbaik adalah secepat mungkin motor dapat terhindar dari kemacetan dan melaju di jalan yang tidak terhambat,agar angin dapat segera mendinginkan mesin. Lagi pula manfaat lain mengendarai motor adalah ketika macet motor lebih diuntungkan karena dapat menyelip diantara kendaraan mobil yang tersendat.

Sedikit Analisa mengenai Motor H-D

Terus terang saya sendiri tidak mau terlibat terlalu jauh dalam menghakimi kelompok H-D namun memang ada beberapa fakta yang sulit sekali dibantah. Seandainya memang saya hanya orang awam yang belum pernah merasakan moge boleh saja orang menganggap analisa saya didasari rasa kecemburuan sosial semata, tetapi hal ini sedikit banyak bisa saya tepis. Sebagai pengendara motor dan juga pemilik moge yang tidak kalah kelas dibanding Motor H-D (nampang mode-on)saya sendiri cukup kecewa dengan pola pikir sebagian kecil para pemilik H-D di Indonesia.  

Pertama :

  • Jujur saja saya justru cekikian sendiri setelah melihat tanggapan yang mengatakan motor H-D mudah sekali mengalami overheat bila sedang berhenti terlalu lama. Seandainya jawaban tersebut diberikan kepada tukang ojek mungkin mereka akan percaya tapi …Bukankah motor H-D dirancang sebagai motor touring dan daily use, bukan sebagai motor balap sehingga seharusnya mereka harus mampu bertahan di kala kemacetan lalu lintas. Bahkan pengalaman pribadi saya menggunakan moge yang kebetulan juga menggunakan pendingin udara, bila terjebak kemacetan untuk waktu yang lama cukup matikan saja mesin motor bila tidak mau mengalami over heat, simple kan?

Kedua :

  • Melihat konvoi moge merupakan hal yang lumrah, tetapi coba ingat ingat sedikit, pernahkah anda melihat konvoi Ducati menggunakan pengawal dari kepolisian? Atau konvoi Vendeta (Aprilia - Cagiva) menggunakan pengawal seperti halnya Konvoi H-D? Belum pernah ada kejadian konvoi moge masuk kejalan tol kecuali konvoi H-D.

Ketiga :

  • Kelompok Harley sangat selektif dalam memilih anggotanya. Tidak seperti klompok motor lain yang memiliki motto “asalkan merk sama apapun tipenya silahkan bergabung” kelombok H-D menyeleksi betul jenis tipe apa yang dimiliki si pengendara sebelum bergabung dalam brotherhood. Saya sendiri mendapat informasi tersebut dari paman saya yang kebetulan memiliki dua unit H-D versi Electra Glide dan Screaming Eagle. Meski tidak aktif di dalam brotherhood ia mengatakan bahwa beberapa jenis H-D seperti 883 Sportster tidak dianggap sebagai motor H-D sejati karena dinilai terlalu kecil dan kurang gagah.

Keempat :

  • Dibanding kelompok moge lainya kelompok H-D memiliki paling banyak memiliki sub brotherhood community dan anggota. Merekapun paling sering melakukan kegiatan bakti sosial terutama bila dibandingakan dengan komunitas moge lainya. Terus terang ini merupakan contoh sikap positif yang patut ditiru oleh komunitas bikers lainya. Sayang seribu sayang bila masih ada anggota dari H-D yang melakukan tindakan arogan. Jangan karena nila setitik rusak coca cola sebelanga.

Tolong sadari karena komunitas moge bukan cuma H-D masih banyak orang lain yang mempunyai cukup rezeki untuk membeli moge selain H-D tetapi tetap low profile dan tidak memiliki sikap arogan seperti pemilik H-D. Bukankah semakin tinggi status sosial semakin sopanlah seseorang dalam bertingkah laku?   Bravo Bikers !!   

Link : http://priyadi.net/archives/2006/02/14/kontroversi-harley-davidson-di-internet/

19
Jul

Moge buat harian? No Problem!

monster1.jpg 

Ini nyata, dan dilakukan di jakarta. Menggunakan motor Ducati Monster M600 berbobot mati 177 kg, Indobikers sudah seminggu terkhir ini berada di jakarta dan menjadikan moge sebagai kendaraan oprasional. Asalkan tahu trik bagai mana memanfaatkan tenaga sebesar 70 hp /7000 rpm yang dimiliki Monster, maka rute kemang - senayan city  dan pondok indah Mall menjadi hal sepele, bahkan bila dibandingkan dengan menggunakan Yamaha Mio Sekalipun.

Perpindahan gigi cukup satu, dua dan tiga

Meliuk liuk dikemacetan warung Buncit hingga Mampang bukan menjadi masalah buat Motor Ducati monster, asal kita terbiasa memainkan bukaan gas, melakukan over taking diantara mobil dan bus kopaja menjadi lebih mudah. Tidak pernah terasa under power saat melakukan over taking. Kalaupun ada halangan hanyalah ketika mobil menghalangi, tetapi cukup menggeber gas dua kali saat ingin mendahului, suara khas raungan mesin 2 silinder 600cc mau tidak mau membuat mobil di depan memberi jalan.  Masalah baru timbul, ketika ingin menyelinap diantara mobil saat lampu merah, karena memiliki ukuran yang besar dan lebar sebaiknya kita jangan latah dengan mengekor motor bebek di depan karena bisa bisa malah kita tersangkut diantara mobil mobil yang sedang berhenti. Mau tidak mau jika hal demikian terjadi sebaiknya kita ikut berhenti dan menunggu hingga mobil didepan mulai bergerak lagi. Saat lampu hijau tinggal masukan gigi 1, hingga kecepatan 35 km/jam baru pindahkan ke gigi 2. Jangan lupa sering sering melihat speedometer, karena saat mencapai kecepatan 80 km/jam sudah saatnya meemindahkan ke gigi 3. Praktikalnya selama mengarungi rute tersebut hanya gigi 1, 2 dan 3 lah yang terpakai sedangkan gigi 4 dan 5 hanya menjadi pengangguran saja.

Keutungan Memakai Moge.

Dibanding menggunakan motor Touring seperti Tiger Revo menggunakan moge sebagai kendaraan oprasional ada beberapa keuntungan, dua diantaranya adalah, pertama jika masuk Mall kita tidak perlu bersusah paya ketempat parkir, cukup parkir di lobby itupun kita tidak perlu membayar retribusi parkir. Kedua kita menjadi enggan berkendara ugal ugalan ataupun show off di jalan umum. Umumnya disebabkan karena ukuran besar speda motor membuat kita lebih berhati hati dalam mengendarainya.

Hal yang harus diingat.

Tenaga besar moge, dan halusnya penyaluran tenaga membuat kita lupa bahwa kita telah mengendarai speda motor terlalu cepat, segera kurangi kecepatan dan harus sering melihat speedo meter. Jangan mudah terpancing jika disusul oleh sepeda motor lainya. Selalu yakinkan diri anda bahwa, “motor anda pasti bisa menyusulnya jika anda mau  tetapi tidak untuk saat ini !”   Simpan nomor mekanik dan teknisi kepercayaan anda, karena bila mengalami permasalahan anda tinggal menelepon mereka untuk segera meminta bantuan mereka.

Perbandingan Gigi dan Kecepatan Monster 600*

  1. Perseneling 1 :   0   -  30 km/jam

  2. Perseneling 2 : 30   -  80 km/jam

  3. Perseneling 3 : 80   -  110 km/jam

  4. Perseneling 4 : 110 -  155 km/jam

  5. Perseneling 5 : 155 - 200 km/jam **

 *motor dalam kondisi standar dengan bensin penuh (16,5L) dan pengendara berukuruan 175/68 kg

**Gatot Subroto - minggu pagi pukul 7.00)

***Tidak dianjurkan mengemudi dengan kecepatan tinggi, apapun motor yang digunakan karena amat berbahaya, sebaiknya kecepatan 80-100 km/jam adalah kecepatan yang paling ideal.

 

15
Jul

Mending beli Honda Tiger Revo !!!

revo.jpg 

Cuplikan pembicaraan dan tanya jawab tentang spedamotor buat anak kuliahan :  

  • Ibu Mertua : Mat, bisa tolongin mama nggak?

  • Ahmed: Oh kenapa ma?

  • Ibu Mertua : Ahmed kan ngerti motor, jadi menurut ahmed motor yang cocok buat Fahri kuliah itu apa an ya?

  • Ahmed: Maunya yang kayak gimana kira kira?

  • Ibu Mertua : Ye motor biasa aja, yang gak rewel sama gak culun2 amat.

  • Ahmed: Bebek?

  • Ibu Mertua : Jangan bebek juga sih, ntar dianya malu tau kan si fahri gimana orangnya, tapi kalo kelewat keren nanti dipek kebut2an sama tu anak!

  • Ahmed: Mending Tiger aja, tampang keren tapi rada boyo jadi ga bakal bisa dipake kebut2an

  • Ibu Merua: oh gitu, makasi ya mad ,… xzxzxzzzx (transmisi terputus)   

Yups! Inilah jawaban Indobikers ketika ditanya ibu mertua tentang speda motor yang cocok untuk dipakai adik ipar pergi kuliah.  Kenapa yang disarankan justru Honda Tiger revo yang jelas jelas ketinggalan jaman dan uder performence? Justru inilah yang jadi pertimbangan kenapa Honda Tiger yang dipilih oleh Indobikers.

Beberapa Faktor yang jadi pertimbangan

  1. Honda itu bengkelnya ada dimana mana jadi suatu saat itu motor punya masalah jadi gak sulit buat diperbaiki. Apalagi buat anakmuda yang sering kesana kemari sendirian keandalan mesin merupakan faktor mutlak

  2. Tampangnya lumayan macho, apalagi buat anak muda yang cenderung fashionable, jadi bisa mendukung penampilan mereka buat nampang dan nongkrong dengan teman temanya.

  3. Tiger Revo adalah motor touring dengan kenyamanan berkendara yang cukup baik, disamping itu meski bertampang sangar tetapi memiliki performa yang payah sehingga untuk dipakai ugal ugalan hal itu sulit dilakukan

  4. Komunitasnya banyak dan dukungan ATPM cukup terjamin, jadi keluhan mengenai keberadaan spareparts bisa di eliminasi.

  5. Yang terahir …Masa bodo, orang bukan ane yang beli, bukan pula ane yang make jadi yang penting tuh motor gak rewel buat oprasional harian dan ujung ujunya ane gak bakal direpotin!

Jadi initnya, meski kita mengetahui seluk beluk mengenai keunggulan maupun kekurangan sebuah speda motor, ada saat saat tertentu  kita tidak bisa melawan keadaan. Betul Pulsar 180 DTSi lebih baik tetapi saya tidak yakin jaringan servicenya, So pasti performa V-ixion mantap, tapi apa bisa saya menjamin motor tersebut tidak dipakai kebut kebutan. Lalu menawarkan Ninja 150 atau CBR 150 oh no way kalau itu motor di oprek trus dipakai kebut kebutan ane ga mau ujung ujungnya ketempuan. Wahai AHM sepertinya konsumen anda bertambah satu orang lagi tuh! 




Jarak Tempuh

  • 1,252,931 Km

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community