Tak terasa kita sudah menginjak pertengahan tahun 2007…Tak terasa sudah sepuluh tahun berlalu sejak Tadayuki Okada menjuarai Gp 500 di Sentul … Tak terasa sudah 11 tahun sejak pertama kali indonesia menjadi penyelenggara kejuaraan dunia balap motor … Tak terasa pula sejak pertama kali riuh riang penonton menyambut kemenangan Masaki Tokudome atas Haruchika Aoki … Tak menyangka sudah satu dekade berlalu kita tidak menjadi penyelenggara balap grandprix …
Kembali ke Lap…top! Masih ingat tahun 1996 dan 1997? Bagai mana wajah kendaraan roda dua di indonesia saat itu? Marilah kita sejenak melupakan V-ixion, Pulsar, Fu atau Desmosedici kita kembali ke masa sepuluh tahun silam …
Awal kebangkitan motor bebek …
Sebelum tahun 1995 bergulir, umumnya motor bebek masih didominasi oleh produk Astra Honda Motor. Varian yang beredar pun belum begitu banyak dan modelnya pun begitu monoton dan didominasi warna hitam dengan velg SW. Bahkan penggunaan rem cakram depan hanya terbatas pada motor kelas sport atau berkapasitas diatas 135cc. Namun sejak diluncurkanya Yamaha F1Z dan Suzuki Tornado GS pada pertengahan 94 dan 95 konsumen mulai mengenal motor bebek berwarana cerah (karena biasanya berwarna hitam dengan striping hijau atau merah) dan memiliki performa yang lumayan. Meski penerapan suspensi monoshock masih merupakan impian, konsumen sudah bisa memiliki motor bebek yang menggunakan rem cakram depan. Pencerahan ditandai dengan penyelenggaraan Gp sentul tahun 1997, seakan berlomba lomba pabrikan berusaha melakukan peningkatan mutu motor bebeknya. Mulai dari diperkenalkanya bebek dengan “kopling2an” Yamaha F1ZRH hingga lahirnya Suzuki Satria 125 dengan rangka deltabox dan supensi monoshock. Belum lagi bangkitnya Kawasaki di Indonesia dengan ditandai peluncuran motor bebek Kawasaki Kaze 110cc.
Masih dikuasai motor sport 2 tak kelas dua …
Hanya ada empat varian motor sport yang beredar pada tahun 96 dan 97. Suzuki RGR 150 yang sudah berumur 6 tahun sejak diluncurkan pertama kali tahun 1991,Yamaha RZR berkapasitas 135cc, Honda NSR 150 dan yang terakhir adalah Kawasaki Ninja 150. Keempat motor tersebut memiliki persamaan yang menyedihkan pada zamanya. Keempat varian tersebut merupakan varian kelas dua dalam keluarganya. Jika Honda NSR merupakan versi down grade dari NSR 150 RR, RGR merupakan spekdown dari RGV maka Ninja 150 merupakan varian termurah dari keluarga Ninja 150. Untuk RZR sendiri merupakan RXZ 135 yang dipasangi fairing dan suspensi gas cushion. Persamaan yang kedua adalah semua motor tersebut belum dilengkapi velg CW sehingga penampilannya terlihat agak ganjil. Untuk urusan teknologi mesin hanya Ninja 150 dan NSR 150 yang dilengkapi radiator. Yang paling unik, apalagi bila dibandingkan kondisi saat ini Hanya NSR 150 keluaran AHM lah yang paling mendekati spesifikasi standar motor sport kelas satu pada waktu itu, karena nilai minus NSR 150 hanyalah tidak digunakanya velg CW sebagai velg standar. Coba bila dibandingkan dengan motor sport yang beredar di negeri gajah putih atau negeri jiran saat itu. Mereka sudah diperkuat dengan Kawasaki KRR, Serpico kemudian Honda NSR 150 RR/SP atau malah Yamaha TZM 150. Harapan sempat terwujud dengan di rilisnya TZM 150 pada kuartal ke tiga tahun 98 namun harapan itu kembali hilang saat mendengar kabar nasib TZM yang semakin tidak jelas. Kehausan konsumen akan motor sports kelas satu pun baru terwujud di awal milenium ke tiga, sejak kehadiran Suzuki FXR dan Kawasaki Ninja 150 RR di pasar tanah air.
Kondisi motor cruiser tidak jauh beda dengan sekarang …
Bila peningkatan drastis terjadi pada varian motor bebek dan motor sports hal sebaliknya malah terjadi pada motor jenis cruiser. Jika dahulu ada varian bernama Honda GL Max dan GL Pro, kini masih ada kok motor serupa dengan nama Mega Pro. Jika dahulu ada motor kencang dengan nama Rx King, kini nama yang serupa pun masih banyak dijual di showroom Yamaha di Indonesia. Bahkan cruiser paling megah saat itu Honda Tiger 2000 yang dirilis pada tahun 1994 masih dijual di showroom AHM hingga saat ini, namun dengan baju baru tentunya.
Kini lebih baik dan lebih banyak pilihan … setuju ?
Sekarang motor bebek di indonesia sudah memiliki standar teknologi yang jauh lebih baik bahkan bila dibandingkan dengan motor yang beredar di negara tetangga sekalipun. Siapa sih yang tidak gentar mendengar nama Satria 150 FU? Bebek paling kencang sejagat raya buatan Suzuki ini merupakan motor paling baik dikelasnya saat ini. Yamaha Jupiter MX 135 pun tidak perlu minder bila disandingkan dengan Honda Nova Sonik 125 buatan negri jiran. Suzuki FXR, Kawasaki Ninja 150 RR dan Honda CBR pun merupakan motor sport 150cc kelas satu di dalam keluarganya. Namun ironisnya, motor jenis cruiser yang beredar saat ini masih merupakan varian kelas dua didalam keluarganya. Seperti V-ixion meski di sebut sebut canggih namun kualitasnya masih dipertanyakan oleh sebagian pengamat kendaraan roda dua. Bajaj pulsar pun hanya varian 180 DTSi yang di masukan, varian 220 DTSi yang sudah jelas memiliki performa luar biasa justru malah dilupakan oleh ATPM Bajaj di Indonesia. Sekarang terserah konsumen, mau pilih jenis motor yang mana? Yang pasti kini kualitas motor rakitan lokal yang beredar di pasaran sudah sama dengan rakitan negri Jiran ataupun rakitan Thailand. Jangan lupa varian skutik pun sudah banyak pilihanya …bingung?


Yeahhhhh …. pertama !
Koreksi ya Om,
Sebelum tahun 1995…. bebek masih didominasi oleh produk Astra Honda Motor.
Federal Motor kali om, soalnya beda nama dah pasti beda perusahaan, beda share saham dll, orang-orangnya masih sama tapi dah pada beda tempat.
Hmm….. Kayaknya pilihannya masih sedikit banget. variety rangenya masih sempit… Hehehe…. Paling menarik adalah satriaF dan bajaj pulsar.. MX-V-ixion? Gak nafsu ah…..
mas ducati,
selama pengguna motor Indonesia nyetirnya masih kaya raja jalanan
rasanya ngak pantes dijual motor dengan HP gede.
motorist di Indo pantesnya pake motor 0.1 hp doang
@ 3
SATUJUUU…
Kalo gue sih paling BENCI ama iklan Yamaha,, setiap iklannya tuh mempertontonkan adegan kebut-kebutan
DAMPAKNYA….?????
Para pengguna motor di jalanan malah jadi smakin gila kebut-kebutan, mungkin terinspirasi ama iklan n image Yamaha.
Pemerintah seharusnya memperhatikan iklan-iklan yang beredar di masyarakat
@4
setuju jg….di kota gw….yg pake yamaha pada kebut2an, potong kiri-kanan, lampu merah terobos, ngebox2…seberapa sih kencengnya motor Indonesia….asal tahu aja ya…rossi di yamaha tuh yg hebat ya rossi-nya bukan motornya yg yamaha, settingannya aja belum pas….ngaca dong yamaha owner….merdeka
@4
setuju jg….di kota gw….yg pake yamaha pada kebut2an, potong kiri-kanan, lampu merah terobos, ngebox2…seberapa sih kencengnya motor Indonesia….asal tahu aja ya…rossi di yamaha tuh yg hebat ya rossi-nya bukan motornya yg yamaha, settingannya aja belum pas….ngaca dong yamaha owner….merdeka!!!!
jangan nyerang satu merek motor aja dong..itu sudah jadi budaya kita dan memang itulah perilaku orang indonesia..
semua kembali ke diri masing masing…….kalu cuma gara gara iklan jadi orang indonesia pad ngikutin ya gue pikir gak semua..ada orang memang pinggin ngebut karena buru waktu…karena dia hobby dan lainnya..heheheeee……banyak aspek deh….
@7
tambah satu lagi….suka ngebut krn kebelet B**l…hahahaha…..tp emang di tempat gw kebanyakan yg pake yamaha yg kebut2an gara2 iklan, motor gw jg yamaha eh punya paman dink….piss
@CXRINK
Emang dijalan begitu kok. Kayaknya pemakai satriaF lebih sopan daripada jupiterMX lo… (dikota gw)..
Dalam ati penunggang satriaF:
“darpada gw mancing kebut2an gak jelas, bisa jatuh korban… Mending pelan2 aja ah…
Dalam ati penuggang MX:
Nih motor canggih gw… Mana yang bisa gw lawan ya????
Nih gak nyerang Yamaha tok.. Pemakai Ninja RR yang naik lebih sopan dariapada penunggang Tiger Revo… Motor sama2 jarang… Gak pilih kasih to?
Eh… Back to leptup… Sori bung Ducati..
Kayaknya kok nggak nyambung antara artikel ama comment-nya ya? Lagian gw nggak lihat ada hubungan antara merek ama perilaku di jalan. Apalagi ama iklan.
Mungkin cm pendapat pribadi yg subyektif klo merek A pengendaranya lebih ugal-ugalan drpd merek B. Apalagi klo kita pengendara merek B, tentu aja kita nggak mau dicap ugal-ugalan. Peace.
Klo dalam sepuluh tahun aja perkembangan motor dah begitu pesat, gimana ya sepuluh tahun ke depan? Mungkin semua motor dah pake injeksi, monoshock, ama double cakram ya. Ato jangan2 Tiger masih ada. Cuma ganti baju doang. Hahahaha.
yah ga msk 10 besar. huhuhuhuh..
Suzuki Crystal ga disebut nih om ducati? Dulu waktu taun2 segitu mayan ngetop juga nih motor, dipake balap dimana-mana.
@ speedlover
hehe..mungkin motor malah jadi collectors’ item, seperti di banyak negara sekarang
kayaknya sktar tahun 2000 gitu keluar Yamaha Touch ya,motornya kecil tp kenceng (klo namanya gk salah sebut lho, hehehe), tp baru keluar sebentar trus menghilang,,bener gk?
yup bener….hilangnya….cm gara2 cacat produksi…cm gw lom tau kebenarannya….dulu pernah ngasapi ninja tuh si touch
@ 1 Bolore
Betul dulu masih namanya federal motor sebelum berubah dengan nama AHM Astra honda Motor, trims lo atas info tambahanya …
” Coba bila dibandingkan dengan motor sport yang beredar di negeri gajah putih atau negeri jiran saat itu. Mereka sudah diperkuat dengan Kawasaki KRR, Serpico kemudian Honda NSR 150 RR/SP atau malah Yamaha TZM 150″ (cuplikan artikel di atas)
Dari dulu ampe sekarang kayaknya sama aja dech
Indonesia selalu kebagian produk-produk kelas dua…
Kalo teknologinya sama juga, tapi harganya lebih mahal
Kenapa kita selalu terjajah seperti ini……???
hiks … hiks… hiks…
@ purmana
Huahahaha…terjajah ya karena kita sendiri.
Kalo dah ngomong soal dagang, motor selalu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakatnya. Tekonologi motor juga akan diterapkan kalo sudah dibutuhkan oleh masyarakatnya. Awal jualan kan pake analisa juga, paling simpel diliat Poleksosbudhankam trus bisa ditambahin ama analisa SWAT, nah kalo ternyata masyarakatnya lebih menerima model family bike kayak saat ini….ya dengan terpaksa kita harus terima apa adanya. Rakyat Indonesia kan ga hanya tinggal dikota yang modern penuh dengan sarana prasarana yang ada.
Makanya kita sama-sama yang harus maju …. ga hanya yang dikota aja. Merdeka !!!
@ ducatimonster
hiks … hiks… hiks…
Jangan sedih … kita buat Indonesia lebih baik, ok.
hehehehe
iya padahal ane sendiri yang nulis … sampe terharu karena membaca tulisan Purmana Hiks… Hiks… Hiks …
kalo ada penggemar bola bisa link juga ke
http://thierryhenry14.wordpress.com
masih sedih atas kepindahan Henry je barca Hiks… Hiks…
analisa SWAT…(grrrrrrrr)
… maksudnya analisa SWOT ….. hehehehe…kecepetan ngasih komen nih.
ih.. ngeri juga ya kita selalu kebagian produk kelas ecek-ecek…
…eh lupa….
‘lam kenal bro…
Mito termasuk motor nostalgia gak yah ??
http://triatmono.wordpress.com/2007/05/26/de-restricted-cagiva-mito-nggak-muassaalah/
@4 ampe 10
Gue setuju ama pendapat iklan bisa mempengaruhi perilaku. Ini berlaku pada pribadi yang mudah terpengaruh, dan sayangnya orang Indonesia sebagian besar mudah dipengaruhi.
Tapi gue lebih melihat perilaku kita dijalan lebih dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, kedewasaan, dan kesadaran akan lingkungan.
Suatu hari pernah ketemu dilampu merah, supra fit didepan gue di spatbor blakangnya ada tulisan ‘Awas Nyalib’, di lampu rem ada tulisan ‘Setan Jalanan’, di blakang helm ada tulisan ‘Monyet Lu’. Begitu lampu hijau langsung kelihatan cara dia membawa motornya: ugal-ugalan, salib & klakson seenaknya.
Silahkan nilai sendiri, pribadi yang bagaimana yang sampe memasang tulisan yang demikian provokatif seperti ini.
Sekarang baru komentarin artikel hehehe
Setuju mas ducati, kini memang lebih baik dan lebih banyak pilihan. 6 bulan lau bingung milih FU ato MX. Sekarang bingung milih Pulsar ato Vixion. Beberapa bulan kedepan bakalan ada pilihan baru lagi.
Mestinya persaingan gak cuma model & varian. Paling enak kalo terjadi perang fitur, performa, & HARGA (seperti airlines & operator HP) dari tiap pabrikan.
dear friends
am from mauritius & i want to buy a kawasaki krr zx150 ninja .please help me to fine one new for me in indonesia.thanks mail me….
Kalau gue dah cukup puas pake RZR, ngrawat gampang n
ga pernah rewel, udah ngater touring kemana-mana termasuk lautan pasir di Bromo
Halo Bro.
kalo Gw sih, nyang penting naek motor tuh aman……gak sradak…sruduk…….
lhaaaa wong bebek koq ngebut?
mao kemana…mazzz….
jangan menghina produk orang, belum tentu lebih baik…
Terima kasih H***A.
salam.
Kuda gw juga disebutin tuh RGR 1997 cuman bisa ga gw dapetin katalog sparepartnya ya ? pleas kasih tau gw butuh nih
rxz ngeluarin 4 tak dong, bodinya kan ramping
62 tahun berlalu kemerdekaan bangsa kita, 40 tahun berlalu sejak astra cs berdiri, tapi meski sudah menginjak awal abad 21, sampe hari ini bangsa kita belum bisa bikin motor sendiri, baik dalam bentuk sepedamotor maupun cuma motor listrik atao motor bakar stasioner. Bahkan bikin trafo listrik aja gak bisa, padahal tukang2 service gulung trafo banyak yang jago. Dulu texmaco pamerkan mobil mpv di senayan, sampe hari ini gak jadi produksi. Sekarang barang2 china menyerbu dan mendominasi pasar kita, dari bolu kukus, permen, buah2an, gula, tusuk gigi, tools, motor, pompa, electronics, electrics, sekarang mobil. Belum barang2 dari Thailand, Vietnam, M’sia, S’Pore, Jepang, Korea, Eropa, Amerika, dll. Masak seh gak ada satupun barang yang bisa kita hasilkan selain berandalan, koruptor, preman, pengemis, pemalak, calo, maling, rampok, pemerkosa, pengedar/pemakai narkoba, penyelundup, kriminal? Negeri ini jadi rebutan dunia untuk tempat pemasaran produk2 mereka, karena dunia tahu bangsa kita gak punya produk yang murni hasil daya cipta sendiri yang mandiri. Makanya, begitu krisis moneter langsung KO, karena amat bergantung barang2 impor. Sedangkan hasil kekayaan alam lebih banyak dinikmati bangsa lain, seperti hasil tambang, migas, kayu, semua diekspor dalam kapasitas yang besar tetapi bukan dalam bentuk yang sudah memilki nilai tambah yang tinggi, masih dalam bentuk mentah. Gak semua memang, masih ada yang sudah bernilai jual baik, tapi kalah dominan daripada yang masih mentah. Sementara hasil perekayasaan masih didominasi teknologi asing. Coba lihat, mana ada pabrik yang peralatannya bukan buatan asing. Gak ada satupun!!!
he kang yayat, kanzen kan buatan indonesia, bangga dong dikit.
Motor2 sekarang makin kenceng aja, yang bawa juga makin ugal2an.
Turut menghimbau para pengguna roda 2 (kyk SBY aja) supaya berkendara lebih aman, jangan main serobot2 aja, potong sana-potong sini.
aduhh si wyren ini otaknya ko pendek banget sihh, pake bilang yg punya yamaha tukang ngebut lah. loe tuhhh kayanya ga boleh gitu dehh.klo semua orang indonesia kaya eloe yg berpikiran pendek gimana bisa majuuu man
ukuran spuyer suzuki RGR 150 brapa? mainjet dan pilotjet…tks
kenapa gastrck jadi anak tiri…gastrck merupakan awal mula dari balap motor tanah air…cb tanya dewa race Hendri,dy juga merasakan blapan trsb,,deni orlando juga gitu