Arsip untuk Mei, 2007

30
Mei

Honda Terlalu Konservatif dan Lamban

payah.jpg

Pengalaman adalah guru yang tak tertandingi. 

Peribahasa yang sangat umum di ucapkan, mulai dari jenjang sekolah hingga kedalam dunia kerja. Tetapi apa yang dilakukan oleh Astra Honda Motor masih jauh panggang dari api. Entah apa yang membuat produsen motor paling besar di dunia ini enggan melakukan interospeksi diri.

Dominasi puluhan tahun  AHM di tanah air kini sirna sudah. Keunggulan penjualan ratusan ribu unit pertahun kini telah direbut oleh Yamaha. Meski kini penjualan AHM kembali unggul sekitar 9 ribu unit tetapi ini bukan berarti Honda akan kembali mendominasi pasar nasional. Ini hanya merupakan faktor kebetulan, karena di saat yang sama produsen saingan terberat Honda, Yamaha mengalami kerusakan pada production line sehingga terhambatnya distribusi motor Yamaha kepada konsumenya. Secara langsung berpengaruh dalam jumlah penjualan Yamaha di Indonesia.

Honda masih memakai pola tahun 80an …

Apa yang dilakukan Astra Honda Motor memang terbilang tidak masuk akal. Bahkan keputusan jajaran direksi Astra Honda Motor Indonesia menjadi topik yang dibahas secara resmi di dalam diskusi ”Managerial Decision Making” di Holmes Institute - James Cook University Melbourne. Menurut para pakar yang membahas masalah ini, yang terjadi pada AHM adalah ”Jajaran direksi pada AHM tidak dapat menganalisa pasar secara seksama dan bahkan cenderung terlalu berpandangan sempit dan konservatif”. Hal tersebut umumnya terjadi pada perusahaan menegah ke bawah, tetapi hal seperti ini hampir tidak pernah terjadi pada perusahaan raksaksa apalagi perusahaan multi nasional yang berasal dari Jepang.  Kejadian serupa biasanya terjadi pada industri otomotif menengah seperti perusahan Triumph Motorcycle Company, yang sempat bangkrut pada tahun 1983. Faktor yang menjadikan  Triumph bangkrut adalah sikap konservatif jajaran direksi perusahaan yang enggan merubah dan menambah jajaran produk , terutama produk yang diinginkan konsumen. Sejak kebangkitan ekonomi tahun 80an, ”Pelanggan adalah raja” yang artinya produsen sudah tidak dapat mendikte keinginan konsumen namun justru konsumenlah yang mendikte produsen.  

Kalau kita berasumsi dengan keputusan jajaran direksi  Astra yang hyper konservatif akan menjadikan Astra Honda Motor  mengalami kebangkrutan, sepertinya hal demikian tidak akan terjadi. Tetapi jika tetap di biarkan, jangankan mengejar Yamaha, untuk bersaing dengan Suzuki pun mungkin sulit. Akhirnya Honda harus bersiap menjadi produsen motor nomor tiga di tanah air.  

Apa susahnya merilis produk hi-end ?

Salah satu faktor yang paling mencolok di mata masyarakat awam adalah keengganan AHM melakukan perakitan produk Hi-end, seperti Honda CBR 150. Padahal jika Honda memproduksi CBR 150, dijamin harga motor tersebut akan turun setidaknya sekitar 15-20 persen dan dijamin dapat dengan mudah mematahkan dominasi Kawasaki di market motor sport nasional.

Belum lagi Honda Tiger, yang hanya berganti baju terus terusan. Mau sampai kapan AHM bermain main seperti ini, mengharap konsumen tertipu dengan baju baru mesin lama Tiger Revo? Apakah Honda lupa bahwa tak jauh dari Indonesia telah lama beredar motor Honda jenis CBF 250 dan VTR 250? Kalau menganggap luar negri bukanlah faktor yang diperhitungkan, bagai mana jika melihat keadaan pasar di tanah air? Yamaha dengan V-ixion dan Bajaj Pulsar 180 DTSi sudah menjadi bahaya laten bagi Tiger Revo. Kalau bukan karena nama besar dan jaminan 3S terus terang saja Honda Tiger Revo bisa dibilang tida ada apa apanya sama sekali dibanding dua pesaingnya tersebut.

Dalih terakhir jajaran direksi AHM kemungkinan ialah : “Pasar bebek yang paling dominan jadi kami hanya akan berkonsentrasi ke market tersebut saja!” tapi buktinya ? Nihil! Jajaran Supra dengan berbagai varian dengan atau tanpa double cakram dan velg racing tidak terlalu berpengaruh. Disebabkan karena produk Suzuki, Yamaha dan Kawasaki sudah terlalu menarik dan canggih di banding produk Honda.

Masih mau percaya kejutan di bulan Juni ?

Satu satunya keunggulan Honda dibanding merk lain tinggal jaringan 3s Astra Honda Motor yang maha luas dan sulit disaingi oleh merk lainya, tetapi bagaimanapun ujung tombak pemasaran produk bukan melulu hanya karena nama besar dan jaringan 3s tetapi nilai jual dan daya tarik  produk itu sendiri. Dijamin sehebat apapun jaringan 3s, kalau produk yang ditawarkan tidak menarik dijamin produk tersebut akan kehilangan konsumen. Apalagi dengan selogan “Paling Irit” sepertinya sudah … basi dan nggak jaman deh! Emang loe doang yang bisa bikin motor irit?  

29
Mei

Pilih Mana … Pulsar 180 DTSi vs Suzuki Satria 150 FU

tinju.jpg

Siapa sih yang nggak kenal Suzuki Satria ? Bebek sport 150cc , dan satu satunya bebek sport rakitan lokal yang tersedia dipasaran. Saat ini Satria 150 FU sama sekali tidak punya saingan yang sekelas,  jadi bagai mana kita sandingkan si bebek galak ini dengan pendatang baru asal negri Bollywood Bajaj Pulsar 180 DTSi.  Meskipun terkesan komparasi yang aneh dan nggak wajar tapi nggak dosa juga kan kalo dilakukan … 

Suzuki Satria 150 FU

Meski memonopoli kelas bebek sport di tanah air, Satria 150 FU jauh dari mengecewakan, atau bagi sebagian orang merupakan bebek sport yang nyaris sempurna. Tampilan yang sporti dan performa yang luar biasa (bagi seekor bebek) bahkan merupakan bebek tercepat di dunia. Didukung velg palang dan sasis deltabox betul betul mendongkrak tampilan FU. Harganya pun bisa dibilang murah jika dibanding fasilitas dan performa yang di berikan.

Kapasitas mesin 150cc DOHC mampu menghasilkan tenaga 16,3 hp dan untuk menghentikan motor tersebut dua buah rem cakram di depan dan dibelakang dapat memberi rasa percaya diri bagi pengendara FU.  Sasis deltabox mampu memberi kesetabilan dalam kecepatan tinggi maupun dalam menikung. Speedo meter semi digital dan tudung lampu yang menyerupai lampu depan Hayabusa semakin memberi kesan mewah pada FU.  Kalaupun ada kekurangan pada FU adalah mesinya yang belum memakai radiator, meskipun sebenarnya bukan masalah tetapi setidaknya dapat membuat penampilan FU menjadi lebih gahar. Selain itu ukuran lebar ban satria sedikit terlalu kecil dibanding tenaga mesin FU yang tergolong besar.

 Sebagai produk dari produsen motor ternama dan sudah lama berkecimpung di dunia otomotif tanah air, jaringan 3S suzuki sudah tidak perlu diragukan. Apalagi untuk urusan modifikasi, tidak sulit untuk mencari racing kit orisinal FU, apalagi yang after market dijamin bukan masalah bagi para modifikator mania.

Bajaj Pulsar 180 DTSi 

Meski sudah berdiri sejak 29 November 1945 Bajaj merupakan pendatang baru pada dunia otomotif nasional . Meski bagi sebagian orang brand Bajaj masih identik dengan kendaraan umum beroda tiga, tetapi keberadaan Pulsar 180 DTSi diperkirakan dapat memperbaiki brand Bajaj yang tadinya yang terkenal sebagai produsen kendaraan umum menjadi produsen speda motor yang andal. Meski untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan banyak waktu dan penanaman modal yang tidak sedikit .

Untuk urusan model dan tampilan, mungkin Pulsar merupakan salah satu yang paling keren, apalagi jika dilihat dari faktor value for money. Harga 16,5 juta (versi CW) memang yang paling kompetitif dibanding produk lainya. Kalaupun ada saingan sekelas mungkin hanya dari V-ixion, tapi itu lain cerita. Tampilan Pulsar memang  gagah dan wibawa. Tudung lampu besar yang didukung mesin 180cc membuat motor India ini mampu menghasilkan tenaga 16,5 hp.  Untuk urusan fitur, Pulsar tidak perlu diragukan, lampu belakan LED yang identik dengan Suzuki SV650 sudah terpasang di motor pendatang baru ini. Belum lagi, lampu sen yang otomatis hilang kalau dibelokkan kembali,  lampu pengingat yang akan menyala jika standar samping masih belum terlipat dengan sempurna, hingga spedometer digital yang berwarna oranye menambah kesan bahwa Pulsar merupakan produk unggulan yang tidak bisa diremehkan. Pengendaraan Pulsar yang berukuran besar ini cukup stabil bahkan lebih baik bila dibandingkan dengan Honda Tigger Revo yang notabene lebih besar dan lebih mahal. Satu satunya kekurangan Pulsar 180 DTSi adalah tidak digunakanya  suspensi monoshock yang umumnya merupakan fitur standar pada motor sekelasnya.

Kalaupun ada keraguan dalam konsumen untuk membeli Pulsar adalah karena kurangya show room pulsar di luar kota besar. Justru hal inilah yang menjadi penghambat bagi Pulsar untuk merubah image ”Bajay” menjadi “Bajaj”. Umur Bajaj di indonesia  yang baru berumur satu tahun juga menjadi faktor yang menjadi minus nilai Pulsar. 

Kesimpulan Bajaj Pulsar 180 DTSi vs Suzuki Satria 150 FU

Kalau boleh dibuat kesimpulan terus terang saja akan sangat naif jika dibilang Suzuki Satria 150 FU sebagai yang pertama dari dua produk yang dibandingkan. Karena terus terang saja, ini pandangan pribadi ane yang nggak punya Pulsar dan nggak punya FU. Kalau dibilang bagus ya dua duanya bagus, bahkan keduanya pun sempurna. Tapi meski sangat Subjektif menurut ane, meski Bajaj merupakan industri otomotif  ke 4 terbesar di dunia,  tampaknya untuk mendapat kepercayaan penuh dari  konsumen tidak bisa hanya dilakukan melalui promosi dan pembuktian kualitas produk tetapi tetap dibutuhkan waktu yang cukup panjang. Image Jepang sebagai negara industri paling maju di dunia juga ikut mempengaruhi pilihan konsumen. Disinilah yang membuat FU berada diatas Pulsar. Kalau saja Pulsar itu buatan Yamaha atau Honda… 

 

28
Mei

ITALY vs JEPANG … Bagusan Jepang kok !!!

brutale.jpg 

Apakah kualitas motor buatan Jepang lebih buruk daripada motor buatan Italy? Sehingga produsen utama Italy seperti Ducati dan Aprilia berhak memasang harga dua kali lipat lebih mahal dibanding produk serupa yang dibuat oleh produsen Jepang? Terus terang saja, anggapan motor Italy lebih bagus dari buatan Jepang itu betul betul salah …

Anggapan demikian bakal menjadi hal yang lumrah apabila keluar dari pemilik motor Jepang, tapi anehnya anggapan tadi keluar dari pemilik motor Italy itu sendiri … Lho???

Faktor Kualitas dan Reabilitas    Jepang 2 : Italy 0

Oke, kalau kita ngebahas masalah kualitas buatan tentu saja yang namanya harga biasanya nggak bakal bohong. Detail motor buatan Italy sedikit lebih baik dibanding buatan Jepang. Hal ini bukan menjadi nilai plus buat motor buatan Italy namun sudah menjadi keharusan buat mereka membuat hal yang demikian, kenapa? Dengan mematok harga yang dua kali lipat lebih mahal tentu saja mereka memberi alesan bahwa produk mereka adalah rakitan tangan tanpa bantuan mesin. Jadi istilahnya yang namanya hand made  pasti lebih baik dari pada buatan mesin.

Jika membahas reabilitas, jangan ditanya deh! Oli mesin ngerembes pada motor baru, hanya karena si motor tidak dipakai selama setengah bulan, apakah hal yang demikian pernah terjadi pada motor buatan Jepang? kayaknya sih gak mungkin terjadi, kecuali motor tersebut habis masuk jurang! Tapi hal tersebut sangat lumrah buat motor buatan Italy bahkan untuk varian Monster sekalipun, yang dianggap sebagai motor paling reliable diantara produk Ducati lainya. Itu baru yang pertama, masalah kemacetan lalu lintas  juga menjadi nilai minus tambahan buat produk Italy. Pernah lihat Kawasaki Ninja RR mogok hanya karena overheat?  Kebalikanya, buat motor buatan Italy malah dianjurkan untuk mematikan mesin apabila sedang terjebak di kemacetan untuk menghindari overheat, tak peduli dia memiliki radiator sebesar papan karambol! Sialnya sistem hidup - mati mesin demi menghindari overheat ini berimbas pada aki motor yang menjadi cepat soak. Karena umumnya motor italy tidak punya kick starter jadi begitu aki soak, maka si pengemudi harus bergaya seperti Valentino Rossi yang mendorong - dorong motornya setelah terjatuh hanya untuk menghidupkan mesin … hiks! 

Penampilan dan Performa   Jepang 2 : Italy 2

Untuk dua faktor ini bolehlah kita mengacungkan jempol untuk motor Italy. Penampilan mereka memang jauh lebih gagah dibanding motor buatan jepang yang sekelas. Coba aja bandingin Honda NSR SP vs Cagiva Mito atau Kawasaki Ninja 150 RR vs Aprilia RS 125 tentu berbeda jauh bukan? Tidak lain karena untuk urusan fitur motor buatan negeri spageti ini tidaklah pelit. Suspensi upside-down, sasis deltabox alumunium dan ban ukuran besar sudah menjadi standar, meskipun ini juga terkait dengan standar keamanan eropa yang sangat ketat.

Pernah lihat balapan indonesian road-race di sentul pada awal tahun 2000an? Waktu itu pesertanya menggunakan Kawasaki Ninja KRR yang di korek abis dan memakai full racing kit ditambah pembalap kenamaan, Yamaha TZM dengan kondisi sama persis dengan KRR cuma bedanya jokinya lebih beken lagi. Mereka melawan pasukan merah Cagiva Mito yang hanya dilengkapi velg almunium dan karburator dell orto 28mm. Meski hanya 125cc dan diperkuat pembalap seadanya tapi mereka mampu menghabisi pasukan Jepang tanpa ampun. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah tenaga dan torsi mesin standar motor sport buatan italy hampir 20% lebih besar dari motor buatan Jepang, teknologi sasis mereka pun  lebih mumpuni jadi tidak heran hal yang sama terjadi di sirkuit.

Value For Money dan Jaringan 3 S    Jepang  4  : Italy  2

Untuk yang satu ini, silahkan lihat sendiri di jalanan. Dan jawabanya pun langsung ketemu, Kalo motor Italy itu tidak laku karena harga mereka yang terlalu mahal dan jaringan 3 S mereka yang amburadul. Tidak perlu kuatir, bahkan di Eropa pun hal yang sama berlaku. Yang lebih ironis lagi adalah motor yang beredar di Italy sendiri adalah 60 Persen merupakan motor buatan Jepang. Di Indonesia sih hal biasa, kalau namanya motor buatan Italy sampe ngalamin kerusakan mesin, minimal setengah bulan tu motor bakalan nganggur, gak peduli merk tersebut di dukung ATPM atau tidak, tapi itu faktanya sih.   Apakah hal yang sama terjadi sama buatan Jepang? hmm belum pernah tuh rasanya ngedenger hal yang seperti itu terjadi kalau pun ada pasti sudah rame di beritakan di media peliput dunia otomotif.   

kwsaki.jpg

Kesimpulannya adalah …

Konsumen motor Jepang umumnya lebih bijak dalam memilih produk, meskipun pilihanya adalah motor yang memiliki Value for Money paling rendah diantara jajaran produk Jepang, Tetapi pilihannya lebih baik dibanding produk buatan Italy. Bagi pengguna motor Italy, mereka sebenarnya lebih memiliki ikatan emosi tersendiri dengan Produk buatan Italy. Mengesampingkan segala macam faktor, passion for the brand lah yang mereka kejar, karena ibarat sebuah karya seni buatan manusia, “kecacatan merupakan bagian dari perasaan, dan dengan persaanlah yang membedakan manusia dengan mesin” 

 

26
Mei

Lahirnya Raja Baru Pada Kerajaan Yamaha

jos2.jpg   jes.jpg   jus.jpg

V-Ixion sang legenda baru Yamaha

Article 2 tak VS 4 tak yg sekelas? Vixion rasanya lebih enak kalo dibandingin RX King, yang satu kakek yang mau tutup usia, yang satu lagi bayi baru lahir… ” (arantan)

Setelah hampir seperempat abad menjadi “King” pada kerajaan Yamaha, nampaknya Rx King sudah harus bersiap lengser dari posisinya sebagai raja. Karena sang pengganti yang telah lama di tunggu telah tiba. Raja baru itu bernama Yamaha V-Ixion yang penyerahan perdananya kepada konsumen baru saja dilakukan beberapa hari yang lalu.

Memang di butuhkan waktu yang cukup lama untuk menjadi yang terbaik dan kadang menjadi yang terbaik tidak cukup. Bahkan tak jarang sang pengganti yang telah lama dipersiapkan justru gagal menggantikan posisi sang raja dari singgasana. Terbukti kegagalan Suzuki FXR 150 dalam menggantikan posisi RGR 150, diluar faktor krismon, padahal jika dipikir-pikir FXR adalah salah satu motor yang nyaris sempurna pada masanya.  Kini beban berat itu dipikul oleh Yamaha V-ixion. Tugasnya tidak lain adalah menjadi legenda baru yamaha. Tinta emas yang telah di tulis oleh Rx-King selama puluhan tahun kini harus di pertahankan oleh V-Ixion.   

Keharusan untuk sukses menggantikan posisi Rx-King sebagai ikon Yamaha memang hal yang wajar. Mengingat usia Rx-King yang sudah berusia seperempat abad. Disamping itu pepatah yang mengatakan “umur tidak bisa dilawan” menjadikan V-Ixion betul-betul menjadi ujung tombak pada dinasti motor sport Yamaha Indonesia. Apalagi kini Yamaha bukan lagi sebagai pengekor AHM dalam masalah penjualan melainkan pesaing terberat AHM. Permasalahanya justru timbul pada masalah pemasaran itu sendiri. Karena harga jual V-Ixion harus ditekan serendah mungkin tetapi di saat yang bersamaan teknologi yang terdapat pada V-Ixion harus jauh lebih unggul di banding Rx-King yang digantikan, dan minimal setara dengan produk keluaran Astra Honda Motor plus Kawasaki Indonesia.  

Dibanding Rx King , V-Ixion Unggul di semua lini

Sejauh ini jika dibandingkan hampir semua fitur yang ada pada V-Ixion telah mengungguli  Rx-King, Mulai dari mesin 4 langkah yang tentunya lebih hemat dibanding mesin 2 langkah pada Rx-King. Sistem pendinginan mesin yang menggunakan radiator, Suspensi Monoshock sampai elctric starter untuk memudahkan menghidupkan mesin. Performa 4-tak V-ixion pun hanya terpaut 2hp dibanding mesin 2-tak Rx-King. Bahkan untuk teknologi sasis, V-Ixion sudah menggunakan model Deltabox murni, menjadikan motor yang memiliki sasis paling canggih bahkan dibandingkan motor yang berada satu kelas diatasnya semisal Kawasaki Ninja 150 RR dan CBR 150. Sekarang kita tinggal menunggu, apakah kesuksesan penjualan V-Ixion dapat mengimbangi sang raja tua Rx-King? kita tunggu!

  kingion.jpg

Spesifikasi V-Ixion vs Rx King

 

25
Mei

V-Ixion motor untuk bikers …

vixion300pxl1.jpg 

Permintaan yang Dikabulkan

Kalau dulu di tahun 90an kita cuma bisa “nerima” mentah mentah apa yang di tawarkan produsen, sekarang justru produsen yang harus “ngedengerin” kata konsumen. Bahkan jika produsen masih ngotot mencoba mengontrol keinginan pasar, justru mereka yang harus terkena imbasnya. Market leader dan brand paling dominan di tanah air, Honda adalah contoh paling segar. Dahulu mereka bisa seenaknya memaksakan produk outdated mereka kepasaran tanpa harus mendengarkan teriakan dari para konsumer yang mendambakan teknologi cangih dan tampilan keren. Kelengahan dan ketidak pedulian Honda pada konsumen nampaknya terbaca oleh Yamaha Motor Indonesia. Perlahan tapi pasti, pabrikan berlambang garputala ini berhasil memperlebar jarak dengan Honda, dan akhirnya mereka berhasil menyusul penjualan Honda dan unggul lebih dari 10.000 unit. Meskipun pada akhirnya Honda kembali mengklaim bahwa mereka kembali menjadi nomor satu nampaknya, ini hanya merupakan usaha recovery pabrikan berlogo sayap tersebut dan sedikit banyak tertolong oleh problem yang terjadi di dalam production line Yamaha Indonesia.

Sekarang kita tidak sedang membahas strategi pemasaran maupun persaingan antara dua pabrikan. Namun lebih kepada kejelian pabrikan dalam menanggapi keinginan konsumen. Bila dilihat dari latar belakang konsumen, selain produk  (Tiger/revo dan CBR 150) rata-rata konsumen Honda berasal dari kalangan mapan, maupun kelompok orang yang lebih mengutamakan motor sebagai sarana transportasi “titik” atau sebagai sarana transportasi dari titik A ke titik B. Sehingga  saat membeli motor, penampilan maupun kecanggihan motor bukanlah merupakan faktor yang diutamakan. Seiring dengan berjalanya waktu, tingkat pengetahuan konsumen akan teknologi mulai berkembang dan kelompok konsumen usia “mapan” yang hanya menganggap motor sebagai transportasi “titik” mulai tergantikan oleh  kelompok usia yang lebih muda dan tentunya mereka lebih concern akan perkembangan teknologi dan lebih kritis terhadap produk yang ditawarkan oleh pabrikan.

Harga 19 juta oke tambah 1 juta lagi … Sempurna!

Suara konsumen Yamaha yang umumnya berusia muda (selain Tiggy dan CBR 150 anak2 sekolahan dan mahasiswa umumnya mereka lebih memilih produk buatan Kawasaki, Suzuki, Yamaha dan Bajaj … alasanya tak lain karena menganggap produk tersebut lebih keren kale!) mereka menginginkan motor yang cukup Fashionable, Hi performance , nyaman dijadikan motor harian dan yang paling penting memiliki harga yang terjangkau. Maka Yamaha disertai segala alasan keterlambatannya melaunching motor dengan harga 19 juta, yang dapat memenuhi kriteria tersebut. Penampilan V-Ixion cukup fashionable dengan sasis deltabox dan pelek palang 5, mesin SOHC 16hp serta suspensi Unitrak bisa memenuhi kriteria canggih nan high performance. Untuk urusan BBM mesin 4 langkah sudah menjadi jawaban. Kalaupun ada kekurangan minor pada V-Ixion seperti absenya rem cakram belakang, bisa diatasi pembeli dengan menyiapkan dana tidak lebih dari satu juta untuk  membeli parts after market, seperti rem cakram belakang , sekalian membeli jaket dan helm baru untuk mendongkrak penampilan bikers di atas V-Ixion terbaru.  

Untuk PT Astra Honda Indonesia, Bagaimana bro! Apakah CBR 125R menjadi jawabanya? …. Kita tunggu! 

25
Mei

CBR 125 Mantap !

cbr125xx.jpg

Buat pecinta motor sport 4 langkah dan para modifikator mania … saatnya memperkenalkan produk terbaru Honda CBR 125 R terbaru !

Motor terbaru keluaran honda ini memang masih saudara kandung dari Honda CBR 150 yang beredar di tanah air. Bahakan bisa dibilang hampir semua fitur yang terdapat pada CBR 125 R serupa dengan yang ada pada CBR 150. Namun perbedaan yang paling mencolok antara kedua motor ini adalah desain bodinya. Lebih menyerupai Honda CBR 600 RR model tahun 2003 - 2006. Sehingga tidak salah jika para pencinta modifikasi dan pemilik Honda Cbr 150 di tanah air terinspirasi untuk melakukan modifikasi terhadap tungganganya menjadi Honda CBR 125 R.

Sederhana dan tidak sulit.

Dengan basis motor yang sama, model sasis yang sama bukanlah hal yang sulit untuk merubah tunggangan  kesayangan CBR 150. Hanya dengan membeli beberapa parts CBR 125 R maka sim salabim berubahlah CBR 150 menjadi CBR 125 R versi eropa.

cbrdeatail.jpg

Parts CBR 125 R yang perlu beli

1.Fairing depan (satu set)

2.Lampu depan (satu set)

3.Panel dashboard (kanan - kiri) 

4.Penutup tangki depan

Sebagian besar parts dari CBR 150 yang masih bisa di gunakan diantaranya , lampu sein, spakbor depan dan seluruh panel belakang. tapi ada baiknya buat modifikator untuk memilih corak yang sesuai dengan corak warna yang sama dengan tangki dan bodi belakang CBR 150. Untuk membuat tampilan CBR 150 menjadi lebih gagah , velg standar CBR 150 diganti dengan ukuran yang lebih besar agar bisa memuat ban ukuran 100/70 x 17 depan, dan 140/60 x 17 belakang.

Selamat Mencoba …

Spesifikasi CBR 125 R

cbrspek.jpg 

24
Mei

Cagiva Mito 125 - Motor sports sejati

itom.jpg

Cagiva Mito 125 adalah motor sport sejati buatan Italy. Merupakan versi scale down dari Ducati 916, Mito yang artinya “Mitos” menggunakan mesin dua langkah berpendingin air. hampir semua fitur yang terdapat pada moge dapat ditemui pada Cagiva Mito. Mulai dari Sasis Alumunium Deltabox, lengan ayun pisang, suspensi depan upside down dari Marzzochi hingga rem cakram depan ukuran 320 mm dan rem cakram 180 mm dari Brembo merupakan fitur standar bagi Cagiva Mito. Meski hanya bermesin 125cc Cagiva Mito dapat menghasilkan tenaga 39 hp. Sehingga bobot 136kg dan ukuran ban 110/70×17 depan dan 150/60×17 belakang bukan menjadi beban bagi Mito namun justru mempermudah Mito dalam bermanuver. Sebagai tambahan, pada tahun 1995 ketika Cagiva masih aktif dalam Grand Prix Valentino Rossi merupakan pembalap yang menggunakan Cagiva Mito di kelas 125cc. Dengan tampilan seperti ini hampir tidak ada pemilik Mito di tanah air yang melakukan modifikasi radikal pada Cagiva Mito mereka. Bahkan banyak para modifikator yang melakukan modifikasi hanya untuk meniru tampilan Cagiva Mito 125.

Kekurangan sang Mitos 

Segudang fitur yang dimiliki Mito bukan berarti Mito menjadi motor yang sempurna. Untuk penggunaan harian bisa dikatakan Mito mendapat nilai merah dalam setiap kategori. Diawali dari posisi mengemudi yang terlalu merunduk, sehingga membuat pengendaranya cepat pegal, sekalipun si pengendara telah terbiasa mengendari Mito. Sebelas dua belas dengan pengendara, pembonceng malah lebih sial, berbeda dengan jok tingkat seperti pada Ninja 150 RR, jok pembonceng pada Mito hanya merupakan plastik yang dilapisi busa setebal 4mm, tidak terbayang rasanya bila melakukan peralan jauh sebagai pembonceng di atas Mito.

Beralih kepada pengendaraan, slip kopling menjadi hal biasa bagi pengendara Mito apa bila terjebak dalam kemacetan sehingga meskipun dalam kondisi berhenti  sering kali gigi Mito tidak bisa dinetralkan kecuali dalam kondisi mesin mati. Parahnya apabila pengendara sering menghidup - matikan mesin maka aki Cagiva Mito yang hanya 9v akan menjadi soak dan artinya pengendara harus bergaya seperti Valentino Rossi ketika ia berusaha menghidupkan motornya setelah terjatuh, karena Mito tidak memiliki kick starter. Bayangkan jika anda harus mendorong motor seberat 136kg di tengah kemacetan hanya untuk menghidupkan mesinya.

mimito.jpg 

Kalau sudah demikian bagai mana dengan konsumsi BBM ? tidak perlu kuatir, konsumsi Mito yang “hanya” butuh satu liter pertamax plus untuk menempuh jarak 10,5 km menjadikan Mito motor paling boros di kelasnya. Kalau pun jalanan lancar dan anda tidak menggeber Mito maka konsumsi BBM dapat ditekan hingga 1 liter untuk 15 km.

Lalu kenapa membeli Mito?

Kecepatan dan kepuasan! karena umumnya pemilik Mito memiliki kendaraan lain entah kendaraan roda emat atau roda dua untuk dipakai sehari hari. Kesimpulanya adalah jika anda sudah memiliki kendaraan lain untuk di gunakan sehari hari dan anda merupakan pencinta kecepatan serta punya uang sekitar 59 juta rupiah, tidak ada salahnya anda mencoba memesan Cagiva Mito untuk dipakai bertualang di akhir pekan.   

23
Mei

AWAS PRODUK TRANSISI !

cool.jpg

Masih ingat tentang Suzuki Cool 110 yang di rilis akhir tahun 2003 lalu? Motor yang sepintas serupa dengan Satria 150 FU ini pada awalnya di gemabr gemborkan sebagai bebek generasi terbaru. Namun nyatanya motor tersebut hanya merupakan produk market evaluation Suzuki sebelum meluncurkan produk utamanya yaitu sang maha karya Satria 150 FU. Hal serupa juga telah dilakukan yamaha dan Honda ketika mereka merilis Yamaha Tiara 120 dan Nova Sonic RS pada medio 2004 yang lalu. Namun berbeda dengan Suzuki dimana respons publik terhadap Cool begitu baik, Poduk evaluasi Yamaha dan Honda kurang mendapat respons dimasyarakat. Pada akhirnya nasib Yamaha Tiara dan Nova Sonic hanya tinggalah kenangan.

Tetapi bukan berarti nasib produk evaluasi yang sukses di pasaran akan bernasib lebih baik dengan produk evaluasi lainya. Terbukti setelah diluncurkannya Satria 150 FU, tanpa disadari produk evaluasi Suzuki, Cool 110 telah hilang dari pasaran. Bahkan untuk mencari spare part nya pun kadang kala lebih sulit dibanding mencari spare part moge. Agaknya hal ini yang patut diwaspadai mengenai produk produk transisi tersebut.

Yang lebih mengenaskan adalah bagi sang pengguna produk evaluasi - transisi tersebut. Harga motor yang mereka gunakan bahkan mengalami penurunan yang luar biasa drastis atau bisa dikatakan terjun bebas. Seperti yang dialami pemilik Suzuki Cool 110. Ketika membeli motor tersebut pada kuartal pertama tahun 2004 , harganya mencapai Rp 17.400.000  kini untuk mendapatkan pembeli yang berani menawar diatas 4 juta rupiah saja sudah sangat sulit. Hal ini diakibatkan oleh keengganan masyarakat unutuk memiliki produk paska transisi (after evaluation period product) dan hal ini dapat dimaklumi, bahwa masyarakat enggan membeli suatu produk transisi karena mereka kini dapat langsung mendapatkan produk utama, yang dianggap sudah sempurna.

Akankah hal serupa akan dialami oleh pemilik Yamaha V-Ixion? karena seolah olah Yamaha Motor Indonesia masih menyimpan sebuah produk utama pasca di launchnya V-Ixion. Anggapan ini didasari bahwa teknologi yang di usung V-Ixion masih tanggung atau masih ada yang di sembunyikan dan disimpan untuk kemudian di berikan pada produk Yamaha selanjutnya yang notabene merupakan produk utama mereka. Akankah Yamaha nantinya hanya menggunakan V-Ixion sebagai produk transisi mereka sebelum pada akhirnya merekan merilis motor sport tulen dikemudian hari ? dan V-Ixion bernasib sama dengan Suzuki Cool ? Hanya waktu yang akan menjawabnya… 

22
Mei

Motor Sport 2 Langkah? Tak Masalah !

kwsaki.jpg

Buat pencinta motor sport murni, tentunya sesuatu yang berbau penghematan dan kepraktisan bukanlah sesuatu yang dipusingkan. Karena itulah esensi dari motor sport. Memacu kecepatan, bermanuver dan merasakan kenikmatan mengendarai sebuah tunggangan yang dijuluki “ultimate driving machine” merupakan esensi dari motor sports itu sendiri.

Jangan pernah mengharapkan apapun dari sportsbike selain naiknya hormon adrenalin di dalam tubuh dan kenikmatan berkendara yang tak tertandingi (pierre treblanche - perancang Ducati 999). Itulah spirit seorang sang penggemar motor sport murni. Sama seperti penggemar Halrey Davidson yang memiliki moto : Ultimate Freedom” umumnya penggemar motor sport di tanah air, mereka hanya mengutakan kecepatan di atas segala galanya. Sehingga menjadi sebuah tanda tanya besar jika seorang penggemar motor sport meributkan masalah kepraktisan dan penghematan bahan bakar.

Ada beberapa hal yang merupakan syarat sebuah motor dimasukan kedalam kategori motor sport, yaitu :

1. Motor sport adalah motor ber performa tinggi dan cenderung liar.

2.Posisi mengendara adalah membungkuk.

3.Mudah bermanufer di kecepatan tinggi.

4.Tidak nyaman dan cenderung melelahkan bila dipakai di kemacetan,

5.Boros bahan bakar.  

Mesin kecil tenaga besar ? ya mesin dua langkah. Apapun teorinya untuk mesin di bawah 500 cc mesin 2 langkah dapat memicu tenaga dua kali lebih besar dibanding mesin 4 langkah. Sebagai perbandingan adalah tenaga Suzuki  FXR 150  4-tak dengan Cagiva Mito 125 cc 2-tak.  Suzuki FXR dengan mesin DOHC hanya mampu menelurkan tenaga 22 hp sedangkan Cagiva Mito dengan bobot 140 kg (FXR 118 kg) mampu mengeluarkan 39 hp. Apa bila akselerasi antara dua buah motor tersebut di test, dapat dipastikan Mito dengan mesin 2 langkah dapat dengan mudah mengasapi FXR. Tetapi jika dilihat dari segi ekonomis, konsumsi bahan bakar Mito yang menggunakan Pertamax Plus  adalah 1 liter untuk 10,5 km dibanding FXR yang 1 liter untuk 28 km.  Artinya Mito adalah motor yang luar biasa boros dan tidak cocok untuk dijadikan kendaraan harian. Tetapi itulah esensi dan arti dari “passion of sportsbike” yaitu yang penting kecepatan.

Tak salah jika ada pertanyaan kenapa Grand Prix 125 cc dan 250 cc menggunaka mesin 2 langkah ? atau kenapa Gp 500 menggunaka mesin 2 langkah dan begitu dirubah menjadi Moto Gp 4-tak mesin motor dinaikan menjadi 800cc. Bahkan pada tahun 1996 pernah diadakan test di sirkuit Donington park, antara Aaron Slight dari tim Castrol Honda dengan mesin Honda RC45 750cc melawan Haruchicka Aoki dari tim Honda Rheos Molenaar dengan mesin Honda RS 125. Hasilnya Haruchika Aoki  mampu mengungguli Aaron Slight dengan selisih hampir 3 detik!   

vixion300pxl1.jpg

Terus terang, Saya bukan penggemar motor Kawasaki dan juga bukan penggemar Yamaha, tapi bila ditanya mana yang lebih baik antara dua buah motor yang akan digunakan sebagai motor sports, Kawasaki Ninja 150 RR dengan Yamaha V-Ixion, saya akan menjawab dengan mudah : saya akan memilih Ninja 150 RR sebagai pilihan pertama, disusul Suzuki Satria 150 Fu kemudian Honda NSR 150 R dan akhirnya Bajaj Pulsar.

Sekali lagi saya bukan anti dengan V-Ixion tetapi buat saya , yamaha V-ixion adalah Motor Sport Tourer - Cafe’ Racer sehingga  tidak cocok disebut motor sports. Tapi bila pilihanya adalah mana Cafe’ racer favorit anda ? Suzuki FXR yang paling sempurna, lalu Yamaha V-ixion sebagai alternatif, dan Tiger Revo menjadi pilihan terakhir.

sekali lagi ini cuma anggapan saya sebagai seorang penggemar motor …

21
Mei

BEBEK SAKTI - SUZUKI SATRIA 150 FU

Antara Suzuki Satria 150 Fu dan Suzuki FXR 150 suksesi  mahakarya Suzuki Asia tenggara

satria150.jpg 

FXR adalah produk Suzuki yang cukup jempolan pada masanya. Ia diproduksi di Malaysia sejak 1997 untuk pasar Eropa, Australia, dan Asia. Di Indonesia motor ini sekaligus menggantikan RGR 150, sportbike yang masih bermesin 2 tak. Di luar Indonesia, ia menggantikan seri RGV 125 yang juga bermesin 2 tak (ilham - Kafemotor.wordpress.com)

Sebenarnya tanpa disadari Suzuki Asia Tenggara juga telah meneruskan tradisi mahakarya yang telah dirintis oleh FXR. Yaitu dengan lahirnya suksesor dari Satria 120. Sebuah Mahakarya di millenium ke 2, Suzuki Satria 150 FU. Bebek jantan dengan performa Sportsbike. Agaknya ini merupakan kejelian dari bagian marketing Suzuki. Melihat permasalahan dari dua sisi yang berbeda namun berhasil  mengatasi keduanya dengan sempurna

Sisi yang pertama adalah kualitas dan performa 

Yang pertama disebut sama sekali bukan masalah  pada Suzuki FXR. Berbagai jenis teknologi yang ada pada saat itu telah dijejalkan pada FXR - mulai dari oil cooler hingga Fully digitalize  Speedometer, bahkan yang terakhir disebut baru diaplikasikan secara penuh oleh Ducati pada tahun 2003 pada produk flagship mereka, Superbike 999. Sementara pengguna FXR sudah bisa menikmatinya paling tidak sejak tahun 2000. Untuk performa tidak perlu ditanya, tenaga  21 hp dapat tersalur mulus  ke roda belakang FXR.  

Performa yang ditawarkan oleh FXR hampir semua dimiliki oleh Suzuki Satria 150 FU. Meski mesinya hanya menelurkan 16.8 hp tetapi bobot Satria 150 Fu yang hanya 95 kilogram - lebih ringan 23 kilogram dari FXR. Menjadikan Satria 150 FU bebek terkencang yang ada di pasaran, bahkan bisa dikatakan di dunia ! (baca ~ Penyebaran). Untuk masalah top speed jangan dirahukan. Satria 150 FU tidak mengalami kesulitan untuk melaju 145 km/j dan beberapa klaim mengatakan bebek ini mampu mencapai 190 km/j.

Faktor ekonomis dan pemasaran

Belajar dari pengalaman akan ketidak suksesan FXR di pasaran, Satria 150 FU dapat mengatasi dengan baik. Kegagalan FXR bertahan dipasaran sebetulnya hanya dipengaruhi tiga hal. Hampir sama dengan TZM, FXR lahir di saat trauma krisis moneter yang masih membekas di masyarakat. Yang kedua adalah pada awal tahun 2000 masyarakat masih terbiasa dengan istilah mesin sport ya mesin dua tak. Tak aneh, karena saat itu hampir semua motor beraroma sport bermesin dua tak, diantaranya mulai dari Ninja 150, Nsr 150, Suzuki RGR 150 dan bebek bebek 2 tak lainya semisal Satria 120 dan Yamaha F1ZR-H. Yang ketiga dan yang paling signifikan adalah kenyataan bahwa bagaimanapun juga motor bebek lebih laku. Karena image bebek dimasyarakat adalah motor yang hemat dan nyaman dipakai sehari hari, sedangkan motor sport dianggap boros dan tidak nyaman.

rider-r-red.jpg

Tiga problem yang dihadapi tiga problem diatasi. Suzuki Satria 150 mampu menyelesaikan tiga tantangan sekaligus. Pertama Satria lahir disaat ekonomi mulai stabil sehingga daya beli masyarakat sudah kembali menguat. Kedua naiknya harga BBM serta isu akan dihapuskanya motor dua langkah dari pasaran membuat mau tidak mau masyarakat beralih kepada mesin empat langkah, termasuk juga motor sport empat langkah. Yang terakhir, karena memang faktanya motor bebek lebih laku , Suzuki Satria memanglah motor bebek jadi bukan masalah baginya untuk diterima masyarakat dan lagi tidak seperti FXR yang merupakan terobosan baru, Satria 150 FU adalah produk penerus dari Satria 120 yang sudah lama dikenal di masyarakat.

Terkencang di muka bumi

Bagi para pemilik Satria 150 FU bolehlah berbangga kalau tungganganya mendapat gelar - paling cepat di bumi. Tidak berlebihan bahwa Suzuki Satria 150 FU merupakan bebek paling kencang di muka bumi. Karena hingga saat ini memang belum ada motor bebek yang lebih kencang dari Satria 150 FU. Disamping itu, populasi motor bebek hanya tersebar di Asia, terutama Asia tenggara dan tidak terdapat di benua manapun. Meskipun kenyataan ini juga terpengaruh atas anggapan motor bebek dengan mesin di atas 100cc dianggap berbahaya untuk ukuran Eropa dan Amerika sehingga dilarang beredar !  

  

    

20
Mei

Yamaha V-Ixion Gallery

Ini foto foto detail tentang Yamaha V-Ixion yang memang sudah ditunggu tunggu bikers Yamaha di Indonesia

vixionkafemotor2.jpg   vixion11.jpg   spedo1.jpg  

vixion4.jpg   vixion2.jpg   vixion300pxl.jpg  

Selamat Menikmati … Weleh kok kayak makanan yah !

20
Mei

Suzuki Berjaya , Stoner asapi Rossi

vermuelen.jpg

Tanda - tanda kebangkitan Suzuki mulai dari grand prix Sinopec Cina lalu. Keberhasilan John Hopkins merupakan tanda tanda awal kebangkitan Suzuki di ajang Moto Gp. Kini setelah sekian lama puasa gelar juara pertama Suzuki berhasil mendapatkan gelar juara seri pertamanya musim ini melalui penampilan brilian Criss Vermuellen , pembalap berusia 24 tahun asal Australia. Balapan yang diwarnai banyak kecelakaan termasuk yang menimpa juara dunia Nicky Hayden. Hujan deras membuat sirkuit menjadi licin sehingga betul betul menguras tenaga dan kemampuan para pembalap.

Untuk posisi papan klasemen Moto Gp jarak antara pembalap muda asal Australia dari tim Marlboro Ducati , Casey Stoner dengan pembalap nomor satu Yamaha, Valaentino Rossi menjadi semakin melebar setelah keberhasilan Casey Stoner menduduki posisi ketiga sedangkan juara dunia tujuh kali Valentino Rossi hanya berada di posisi ke enam. Jarak 21 poin antara Stoner dan Rossi kemungkinan akan semakin melebar apabila Stoner kembali mampu mengasapi Rossi di grand prix Mugello awal Juni mendatang,

stonerrossi.jpg

Tenaga besar Ducati Desmosedici Gp7 yang kurang berguna di Le Mans kemungkinan akan menjadi faktor penentu kesuksesan di Mugello, mengingat sirkuit ini banyak memiliki trek lurus. Sedangkan bagi tim Yamaha tentunya akan menjadi masalah besar bagi mereka karena mereka gagal memanfaatkan momentum untuk memperkecil jarak dengan Ducati di Le Mans yang notabene merupakan sirkuit yang banyak tikungan dimana merupakan kegemaran dari sang maestro Rossifumi.

 

 

 

 

 




Jarak Tempuh

  • 1,252,931 Km

INDOBIKERS, Indonesian Bikers Community